• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Manfaat dan Biaya (soft cost-benefit analysis)

BAB IV PEMBAHASAN DAN HASIL ANALISIS

4.2. Efektifitas Implementasi UU WDP di Era Otonomi Daerah

4.2.4. Analisis Manfaat dan Biaya (soft cost-benefit analysis)

Pada analisis biaya manfaat , akan dianalisis 3 (tiga) opsi yaitu do nothing, memaksimalkan penggunaan jaringan komputerisasi dan program aplikasi WDP yang ada (perbaikan dari yang ada) dan membangun jaringan

komputerisasi dan program aplikasi WDP yang baru (membangun baru). Manfaat yang paling besar setelah dibandingkan

dengan biayanya akan menjadi pilihan sebagai alternatif penyelesaian masalah WDP. Untuk menghitung biaya dan manfaat dilakukan secara kualitatif dengan memberi scor positip dan negatip saja mengingat data secara kuantitatif relatif sulit di dapatkan. Kemudian indikator biaya dan manfaat dari masing-masing alternatif 1, 2 dan 3 menggunakan indikator yang relatif sama.

a. Menggunakan jaringan komputerisasi dan program aplikasi WDP yang ada sekarang (alternatif 1)

Dengan menggunakan alternatif 1 (satu) yaitu menggunakan jaringan komputerisasi dan program aplikasi WDP yang ada (do nothing) diperoleh beberapa manfaat diantaranya : 1). Data daerah disampaikan ke Kemendag walaupun belum dilakukan secara rinci (hanya jumlah perusahaan berdasarkan PT, CV Koperasi dan lainnya). Untuk data base yang isiannya lebih rinci pada umumnya tidak dikirimkan. 2). Pelaku usaha maupun pihak yang berkepentingan dapat memanfaatkan data tersebut walaupun belum maksimal.

Kemudian biayanya relatif besar yang meliputi : Pembelian sofware, Pelatihan SDM pengelolan sofware di daerah dan pusat, biaya input di daerah per tahun, biaya pengolahan di pusat dan biaya tim evaluasi.

Tabel 4.3.

Biaya manfaat menggunakan jaringan komputerisasi dan program aplikasi WDP yang ada (do nothing)

No Indikator Kondisi Keterangan

A Manfaat

1 Data TDP per Kab/Kota

tersedia di Pusat +

Data TDP dari daerah disampaikan tidak rinci karena tidak semua daerah mengirim, yang dikirim bukan data base. Banyak daerah yang tidak memanfaatkan sistem aplikasi dari pusat karena sudah memiliki sistem aplikasi sendiri. 2

Pembinaan/pengambilan kebijakan Pemerintah lebih tepat sasaran

0

Pemerintah tidak memiliki peta lembaga usaha secara detail sehingga data TDP jarang dimanfaatkan dalam perumusan kebijakan 3

Pelaku usaha dapat memanfaatkan data TDP sebagai peluang usaha

+ Pelaku usaha kurang maksimal memanfaatkan data TDP

4 Data tersedia secara

tepat waktu 0

Data yang dikirim dari daerah tidak tepat waktu karena proses pengirimannya beragam (email maupun hardcopy). Di Pusat pengolahannya relatif terhambat karena menginput ulang.

Total Manfaat 2 +

B Biaya

1 Pembelian sofware -3 Harga software x jumlah kab/kota = cukup besar

2

Pelatihan SDM

pengelolan Sofware di daerah dan Pusat

-3

Biaya dekon TDP (dimasukkan juga biaya input di daerah) plus lunsum ke daerah dalam rangka TDP

3 Biaya input di daerah per

tahun -3 Biaya petugas di daerah yang menginput 4 Biaya pengolahan di

pusat -1 Biaya petugas di pusat yang mengolah data 5 Biaya tim evaluasi -1 Biaya tim evaluasi di pusat

Total Biaya -11

b. Memaksimalkan penggunaan jaringan komputerisasi dan program aplikasi WDP yang ada (perbaikan yang ada) (alternatif 2)

Dengan menggunakan alternatif 2 yaitu memaksimalkan penggunaan jaringan komputerisasi dan program aplikasi WDP yang ada diperoleh beberapa manfaat diantaranya : 1). Data daerah disampaikan ke Kemendag dilakukan secara rinci karena aplikasi WDP di daerah sudah diperbaiki sehingga mudah dioperasikan. Hal ini akan memotifasi petugas daerah untuk menginput data base. 2). Pengambilan kebijakan lebih tepat sasaran karena data yang terkirim lebih rinci dan semua daerah termonitor. 3). Pelaku usaha dapat memanfaatkan TDP lebih optimal. Peluang dan pesaing dapat tergambar dari data TDP. 4). Data selalau tersedia tepat waktu karena perangkat yang ada lebih mudah dioperasionalkan.

Kemudian biaya relatif lebih besar dibandingkan alternatif 1 (satu) karena ada penambahan pelatihan SDM di daerah. Untuk biaya lainnya menyangkut pembelian sofware, biaya input di daerah per tahun, biaya pengolahan di pusat dan biaya tim evaluasi relatif sama.

Tabel 4.4.

Biaya manfaat memaksimalkan jaringan komputerisasi dan program aplikasi WDP yang ada -perbaikan yang ada (Alternatif 2)

No Indikator Kondisi Ket.

A Manfaat

1 Data TDP per Kab/Kota

tersedia di pusat ++

Data TDP dari daerah disampaikan secara rinci

2 Pembinaan/pengambilan

kebijakan lebih tepat sasaran +++

Pemerintah memiliki peta lembaga usaha sehingga pengambilan kebijakan menjadi lebih tepat

3

Pelaku usaha dapat memanfaatkan data TDP lebih optimal sebagai peluang usaha

+++ Pelaku usaha mendapatkan gambaran pesaing maupun peluang untuk berinvestasi

4 Data tersedia secara tepat

waktu + Karena SDM di daerah lebih trampil

Total Manfaat 9+

B Biaya

1 Pembelian sofware -3 Harga software x jumlah kab/kota

2 Pelatihan SDM pengelolan

Sofware di daerah dan Pusat -4

(Jumlah Kab/Kota x 2 orang x 5 hari) + (Trnspot= jumlah kota/kab x tiket PP) + (lunsum)

3 Biaya input di daerah per

tahun -3 Jumlah TDP per daerah x biaya input

4 Biaya input di pusat -1 Biaya petugas di pusat 5 Biaya tim evaluasi -1 Tim evaluasi di pusat

Total Biaya -12

Sumber : hasil analisa RIA

c. Membangun jaringan komputerisasi dan program aplikasi WDP yang baru-membangun yang baru (alternatif 3)

Dengan menggunakan alternatif 3 yaitu membangun jaringan komputerisasi dan program aplikasi WDP yang baru diperoleh beberapa manfaat manfaat yang hampir sama dengan alternatif 2. Perbedaannya adalah data yang tersedia selalu yang terbaru karena sistem jaringannya online. Kemudian biaya relatif lebih besar dibandingkan alternatif 1 (satu) maupun 2 (dua) karena adanya

pembelian sofware dan peralatannya, penyambungan online dan pelatihan SDM.

Tabel 4.5.

Membangun jaringan komputerisasi dan program aplikasi WDP yang baru -membangun baru (alternatif 3)

No Indikator Kondisi Ket.

A Manfaat

1 Data TDP per Kab/Kota tersedia ++ Data TDP dari daerah disampaikan secara rinci

2 Pembinaan/pengambilan

kebijakan lebih tepat sasaran +++

Pemerintah memiliki peta lembaga usaha sehingga pengambilan kebijakan menjadi lebih tepat

3

Pelaku usaha dapat memanfaatkan data TDP sebagai peluang usaha

+++

Pelaku usaha mendapatkan gambaran pesaing maupun peluang untuk berinvestasi

4 Data selalu terbaru +++ Karena online data selalu cepat tersaji

Total Manfaat 11 +

B Biaya

1 Pembelian sofware + Server -5 Harga software x jumlah kab/kota 2 Penyambungan online -3 Harga penyambungan per waktu/th

2 Pelatihan SDM pengelolan

Sofware di daerah dan Pusat -4

(Jumlah Kab/Kota x 2 orang x 5 hari) + (Transport= jumlah kota/kab x tiket PP) + (lunsum)

3 Biaya input di daerah per tahun -3 Jumlah TDP per daerah x biaya input 4 Biaya input di pusat -1 Biaya petugas di pusat

5 Biaya tim evaluasi -1 Biaya tim di pusat

Total Biaya -17

Sumber : hasil analisa RIA

Dokumen terkait