• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Matriks Strengths – Weaknesses – Opportunities-Threats

VII PERUMUSAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA WISATA AGRO TAMB

6. Belum memiliki fasilitas penelitian dan pengembangan sendir

7.2 Tahap Pencocokan

7.2.2 Analisis Matriks Strengths – Weaknesses – Opportunities-Threats

(SWOT)

Hasil analisis matriks SWOT (Strengths-Weaknesses-Opportunities-

Threats Matrix) dengan mencocokkan faktor eksternal berupa peluang dan

ancaman serta faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan menghasilkan enam strategi yang dikembangkan dalam empat tipe strategi pengembangan. Strategi tersebut antara lain: Strategi S-O (kekuatan-peluang; strengths-opportunities), W- O (kelemahan-peluang; weaknesses-opportunities), ST (kekuatan-ancaman;

strengths-threats), dan WT (kelemahan-ancaman; weaknesses-threats). Selain

mempertimbangkan faktor eksternal dan internal, penyusunan alternatif strategi pengembangan menggunakan matriks SWOT juga mempertimbangan posisi perusahaan yang telah disimpulkan pada matriks IE. Matriks SWOT dari Wisata Agro Tambi disajikan pada Lampiran 6. Penjabaran terhadap matriks SWOT di atas yang mencakup empat kelompok strategi diuraikan pada pejelasan berikut: 7.2.2.1 Strategi S-O (Strengths-Opportunities)

Strategi S-O menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk memanfaatkan peluang eksternal. Alternatif strategi S-O Wisata Agro Tambi yang pertama adalah menambahkan fasilitas baru di lingkungan Wisata Agro Tambi.

Pangsa pasar yang dimiliki oleh Wisata Agro Tambi pada tahun 2011 adalah sebesar 3,3 persen dari keseluruhan jumlah wisatawan yang melakukan kunjungan ke Wonosobo. Dengan mempertimbangkan adanya tren kenaikan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Wonosobo, maka peluang dan pangsa pasar Wisata Agro Tambi ini masih dapat terus ditingkatkan dengan melakukan langkah-langkah penetrasi pasar yang strategis. Data mengenai jumlah kunjungan

wisatawan ke Wonosobo pada tahun 2008-2011 disertai dengan peramalan kunjungan tahun 2012 disajikan pada Tabel 27.

Tabel 27. Jumlah Kunjungan Wisatawan ke Wonosobo Pada Tahun 2008-2011 Disertai dengan Peramalan Kunjungan Tahun 2012

Tahun Jumlah Wisatawan (Jiwa)

2008 230.330

2009 257.266

2010 285.507

2011 300.077

2012 310.518

Sumber: Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Wonosobo 2012 (diolah)

Tabel tersebut menunjukkan hasil pengolahan data dengan menggunakan

softwareMinitab, pengolahan data didasarkan atas data historis jumlah wisatawan

selama kurun waktu 2007-2011. Berdasarkan hasil pengolahan Minitab tersebut terlihat bahwa pada tahun 2012 diperkirakan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Wonosobo meningkat sebesar 10.441 orang dari 300.077 pada tahun 2011 menjadi 310.518 orang pada tahun 2012. Dengan adanya tren peningkatan jumlah wisatawan tersebut maka strategi penambahan fasilitas Wisata Agro Tambi di masa depan menjadi hal yang realistis untuk dilaksanakan karena peluang pasarnya masih ada.

Saat ini fasilitas yang terdapat di Wisata Agro Tambi merupakan fasilitas yang hanya dapat dinikmati oleh pegunjung yang datang bersama rombongan ataupun pengunjung yang datang untuk menginap, penambahan fasilitas berupa produk-poduk wisata yang dapat dinikmati secara individual tanpa harus menginap dapat menjadi langkah yang tepat dilakukan oleh Wisata Agro Tambi dalam rangka meningkatkan pangsa pasar dan memperluas target pasarnya. Contoh wahana rekreasi yang dapat ditambahkan adalah kolam renang air hangat

dan Paint Ball.

Kolam renang air hangat dan taman bermain merupakan jenis wisata yang membutuhkan lokasi yang cukup luas, di Wisata Agro Tambi sendiri masih terdapat tanah kosong berukuran 15x30 meter yang sebelumnya merupakan lapangan tenis yang sekarang sudah tidak aktif lagi. Dinilai dari ukuran dan pemanfaatannya, lokasi ini tentu cocok untuk dimanfaatkan sebagai lokasi kolam renang dan taman bermain. Di Wonosobo juga terdapat mata air yang secara

kontinu mengeluarkan air hangat dengan debit yang cukup besar di wilayah Kalianget (berjarak 11,5 kilometer), Bitingan (berjarak 22 kilometer), Siglagah (berjarak 35,6 kilometer), dan Jojogan (berjarak 8,7 kilometer). Dilihat dari segijarak, maka sumber mata air panas Jojogan yang paling efektif dan efisien untuk dimanfaatkan sebagai sumber air bagi kolam renang air hangat Wisata Agro Tambi.

Alternatif penambahan fasilitas yang kedua adalah Paint Ball. Permainan ini merupakan sebuah kegiatan simulasi pertempuran dengan menggunakan peluru cat (memakai paint gun). Paint Ball merupakan permainan simulasi tempur dengan menggunakan peluru berbentuk bulat yang berisi cat. Untuk satu permainan, terdiri dari 2 sesi permainan, dimana satu sesi berdurasi kurang lebih 20 menit. Selama 20 menit itu pengunjung akan melakukan pertempuran sesuai instruksi dari pemandu. Lokasi yang cocok untuk permainan ini adalah hutan kecil yang berada di taman Wisata Agro Tambi, hutan tersebut memungkinkan pengunjung untuk bersembunyi dan melakukan serangan. Namun tentunya sebelum kedua strategi ini dijalankan harus ada penelitian dan perencanaan secara lebih matang mengenai penambahan fasilitas kolam renang air hangat dan paint ball ini.

7.2.2.2 Strategi W-O (Weaknesses-Opportunities)

Strategi W-O bertujuan untuk mengatasi/mengurangi kelemahan internal dengan memanfaatkan peluang eksternal. Alternatif strategi W-O bagi Wisata Agro Tambi adalah menciptakan fasilitas penelitian dan pengembangan untuk memantau perkembangan preferensi konsumen, pemasaran jasa, harga, dan tingkat persaingan.

Penelitian pasar bertujuan untuk memperoleh gambaran kondisi pasar sebagai dasar pengambilan keputusan perusahaan. Dalam kaitannya dengan kondisi Wisata Agro Tambi, maka jenis penelitian yang penting dilakukan adalah penelitian yang memiliki dampak terhadap preferensi konsumen, pemasaran jasa, harga, tingkat persaingan dan pengembangan produk.

Kegiatan penelitian dan pengembangan tidak harus didukung oleh fasilitas yang memadai dan biaya yang tinggi. Wisata Agro Tambi dapat melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan pasar dengan kerjasama antara

Wisata Agro Tambi dan Institusi Pendidikan Tinggi terutama bagi mahasiswa Jurusan Sosial dan Ekonomi yang terdapat di Jawa Tengah serta Yogyakarta. Kerjasama dapat berupa kontrak penelitian mahasiswa institusi yang dituju, dalam hal ini Wisata Agro Tambi berperan sebagai penyedia tempat dan fasilitas, sedangkan mahasiswa berperan sebagai peneliti. Selanjutnya hasil dari penelitian harus dilaporkan kepada pihak Wisata Agro Tambi. Pembatasan ruang lingkup Institusi sebaiknya di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta dimaksudkan untuk menekan biaya penelitian. Pembatasan ruang lingkup ini seharusnya tidak mengurangi kualitas hasil penelitian mahasiswa karena di Jawa Tengah dan Yogyakarta sendiri sudah banyak Perguruan Tinggi berkualitas. Wisata Agro Tambi dan Institusi yang dituju dapat membuat kontrak kerjasama mengenai besarnya biaya, periode waktu penelitian, serta feedback yang diperoleh perusahaan.

7.2.2.3 Strategi S-T (Strengths-Threats)

Strategi S-T menggunakan kekuatan internal perusahaan untuk menghindari atau mengurangi pengaruh ancaman eksternal. Alternatif strategi S-T bagi Wisata Agro Tambi adalah meningkatkan loyalitas pengunjung Wisata Agro Tambi serta menjalin kemitraan dengan objek wisata di Wonosobo, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo serta Agen Wisata dalam hal menciptakan paket wisata Wonosobo-Dieng.

Usaha meningkatkan loyalitas pengunjung guna mengurangi atau meminimalkan dampak adanya ancaman terbesar Wisata Agro Tambi yaitu isu mengenai bencana alam, dapat dilakukan dengan memperbaiki keterampilan sumber daya manusia terutama dalam hal pelayanan kepada pengunjung. Peningkatan keterampilan personil ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan jasa

training¸ mengikuti seminar, dan workshop. Wisata Agro Tambi juga dapat

menerapkan sistem keanggotaan bagi pengunjung dan memberikan keuntungan- keuntungan tertentu bagi anggota seperti diskon, memberikan variasi/bonus kudapan, dan memberikan gratis satu paket wisata setelah melakukan minimal lima kali kunjungan.

Langkah peningkatan loyalitas wisata pada dasarnya harus dilakukan bukan hanya oleh objek wisata itu sendiri, melainkan kerjasama multisektoral

anatara objek wisata, pemerintah dan masyarakat. Karena itu, selain memperbaiki kualitas internal Wisata Agro Tambi, pengelola harus mampu berkoordinasi dengan pemerintah, terutama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, serta merangkul masyarakat sekitar.

Strategi S-T yang kedua adalah menjalin kemitraan dengan objek wisata di Wonosobo, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo serta Agen Wisata dalam hal menciptakan paket wisata Wonosobo-Dieng. Tingkat persaingan antar wisata alam yang terletak di satu jalur wisata Wonosobo-Dieng justru dapat menjadi keuntungan bagi seluruh objek wisata yang ada di jalur ini (Lampiran 2). Letak objek wisata yang ada seperti Telaga Menjer, Wisata Agro Tambi, Lembah Dieng dan Dieng yang berada pada satu jalur ini dapat dimanfaatkan untuk menciptakan suatu bentuk kerjasama yang menguntungkan semua pihak. Bentuk kerjasama ini adalah dengan menciptakan paket wisata Wonosobo-Dieng.

Adanya dukungan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo menjadikan gagasan ini memiliki kemungkinan yang besar untuk direalisasikan. Paket Wisata Wonosobo-Dieng memungkinkan Wisata Agro Tambi meningkatkan kendali atas pesaing dan pemasar sekaligus memperluas pasarnya. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah dengan membentuk suatu forum diskusi dan kerjasama antara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, pengelola objek wisata alam dan perwakilan dari Wisata Agro Tambi, melalui forum ini dapat dirumuskan mengenai langkah-langkah strategis kerjasama, pembagian tingkat keuntungan, dan langkah-langkah pemasaran paket wisata. Salah satu langkah pemasaran yang dapat dilakukan adalah dengan memanfaatkan keberadaan agen-agen wisata yang terdapat di pintu-pintu masuk kedatangan wisatawan di pulau Jawa. Pemasaran melalui agen wisata ini merupakan langkah strategis dalam memperluas pasar sasaran karena dapat menjangkau pasar yang sebelumnya tidak terjangkau oleh Wisata Agro Tambi maupun objek wisata lain di wilayah Wonosobo. Strategi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan Wisata Agro Tambi maupun objek wisata lain di Wonosobo dalam menghadapi persaingan dengan objek wisata lain di Jawa Tengah.

Strategi W-T diarahkan pada pengurangan kelemahan internal dan menghindari/mengurangi ancaman eksternal. Alternatif strategi W-T bagi Wisata Agro Tambi adalah menciptakan kegiatan promosi dan pemasaran yang lebih efektif dan intensif serta menciptakan sistem manajerial terutama di bidang keuangan dan operasional yang sesuai dengan perkembangan lingkungan eksternal maupun internal.

Saat ini upaya promosi yang Wisata Agro Tambi baru sebatas mengikuti kegiatan pameran yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta liputan oleh media, baik melalui media cetak dan visual. Untuk kegiatan promosi yang dilakukan sendiri, Wisata Agro mempromosikan dirinya melalui

leaflet, brosur, plang penunjuk jalan, dan website. Namun, upaya promosi tersebut

dirasakan masih kurang dapat memperkenalkan Wisata Agro Tambi secara optimal, untuk itu diperlukan langkah-langkah promosi yang lebih intensif lagi.

Langkah yang dapat dilakukan diantaranya adalah dengan memanfaatkan konsumen sebagai sarana promosi, bukan hanya sebagai sarana bagi promosi word of mouth, namun konsumen juga dapat menjadi sarana promosi visual melalui penempelan stiker di kendaraan pribadi pengunjung, dengan adanya stiker tersebut, diharapkan pengetahuan masyarakat mengenai keberadaan Wisata Agro dapat menyebar dengan lebih luas. Upaya lain adalah dengan memaksimalkan pemanfaatan brosur dan leaflet, misalnya dengan menyebarkan brosur dan leaflet secara berkala di sekolah-sekolah, instansi pemerintah ataupun di pusat-pusat keramaiaan. Leaflet juga dapat dititipkan ke Agen/Biro perjalanan yang ada di Wonosobo untuk memperluas penyebarannya. Perusahaan juga sebaiknya melakukan perbaikan dan penambahan jumlah papan penunjuk jalan, karena papan yang ada saat ini kurang terlihat dan sering tertutup poster kegiatan lain.

Strategi promosi yang telah dilakukan Wisata Agro Tambi melalui

website merupakan langkah yang tepat dalam menyebarkan informasi kepada

masyarakat mengenai keberadaan wisata agro. Karena itu website harus menjadi salah satu perhatian utama wisata agro Tambi, website yang telah ada harus di-

update secara berkala agar masyarakat mengetahui perkembangan wisata Agro

Strategi W-T yang kedua adalah menciptakan sistem manajerial terutama di bidang keuangan dan operasional yang sesuai dengan perkembangan lingkungan eksternal maupun internal. Pengelolaan manajemen yang dilakukan oleh Wisata Agro Tambi saat ini memang sudah cukup kompleks dan teratur. Hanya saja, Wisata Agro Tambi belum melakukan penetapan persentase yang terstruktur terkait tingkat keuntungan dan pengalokasian keuangan. Persentase tingkat keuntungan sangat penting dilakukan mengingat pengembangan fasilitas wisata agro Tambi sepenuhnya dilakukan dengan menggunakan keuntungan Wisata Agro.

Strategi penetapan harga yang dapat dilakukan oleh Wisata Agro Tambi adalah strategi cost based pricing, buyer based pricing dan competitor based

pricing. Strategi cost based pricing merupakan strategi penetapan harga dimana

perusahaan menentukan harga berdasarkan biaya yang dibutuhkan kemudian ditambahkan dengan profit yang diinginkan. Metode ini membantu perusahaan fokus pada profit, tapi dapat juga menyebabkan harga diluar harapan konsumen dan harga dari perusahaan saingan. Dengan kata lain strategi ini membebaskan perusahaan untuk menentukan berapa tingkat harga yang diinginkan. Kebebasan menentukan keuntungan inilah yang kemudian harus dibatasi dengan menggunakan strategi buyer dan competitor based pricing, keduanya memberikan batasan tingkat harga perusahaan dengan memperhatikan nilai produk di mata konsumen dan harga yang ditetapkan kompetitor, besarnya tingkat keuntungan harus dibandingkan dengan nilai produk dan harga pesaing untuk menjaga pangsa pasar.

Wisata Agro Tambi sebaiknya juga melakukan pengalokasian keuangan secara lebih terstruktur contohnya adalah dengan membuat perencanaan keuangan berupa berapa persentase keuangan yang dianggarkan untuk tiap-tiap pos/bagian, perencanaan ini kemudian diimplementasikan dan dievaluasi pada saat pelaporan keuangan. Pengalokasian keuangan yang paling penting adalah yang akan digunakan untuk membiayai kegiatan operasional, membayar gaji karyawan, pajak dan pengembangan usaha.

7.3 Tahap Keputusan (Analisis Quantitative Strategic Planning Matrix-