BAB III METODOLOGI PENELITIAN
F. Analisis Data
Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain, sehingga dapat mudah difahami, dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain. Analisis data dilakukan dengan mengorganisasikan data, menjabarkannya kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan di pelajari, dan membuat kesimpulan yang dapat diceritakan kepada orang lain.8
Miles dan Huberman, mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu data
reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Langkah-langkah analisis ditujukkan pada gambar.9
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat sebagai berikut:
7 Sugiyono, op.cit., h. 241. 8 Ibid., h. 244.
Gambar 3.3 Teknik Analisis Data
1. Pengumpulan Data
Peneliti membuat catatan data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi yang merupakan catatan lapangan. Semua data merupakan hasil data mentah yang di peroleh peneliti. Semua data tersebut terfokus pada tujuan penelitian yang diinginkan.
2. Reduksi Data
Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, yakni dari pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Setelah dipelajari dan dicermati, peneliti memilih data yang penting, membuat katagori dan membuang yang tidak terpakai. Langkah ini merupakan proses penyeleksian, penyederhanaan dan memfokuskan data yang diperoleh peneliti.
Langkah-langkah yang dilakukan peneliti, yaitu: Pertama, reduksi data yaitu memilih data yang dianggap penting dan mengkategorikannya. Kedua, data display yaitu mengelompokkan data dalam setiap kategori. Ketiga, verification
yaitu memilih yang penting, membuat kategori dan membuang yang tidak dipakai. 3. Penyajian Data
Setelah melalui reduksi data, langkah selanjutnya mendisplaykan data. Penyajiannya dengan uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori yang bersifat naratif. Pada langkah ini, peneliti berusaha menyusun data yang relevan sehingga menjadi informasi yang dapat disimpulkan dan memiliki makna tertentu. Prosesnya peneliti lakukan dengan cara menampilkan dan membuat hubungan antar fenomena untuk memaknai apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang perlu ditindaklanjuti untuk mencapai tujuan penelitian.
Data collection Data display
Data reduction Conclusions:
4. Penarikan Kesimpulan
Setelah reduksi data dan penyajian data sudah dilakukan maka langkah terakhir adalah dengan menarik kesimpulan atau verifikasi. Analisis ini menggunakan ketiga komponen yang tersedia yaitu data wawancara, observasi dan dokumentasi. Penarikan kesimpulan dalam penelitian kualitatif yang diharapkan adalah merupakan temuan baru yang belum pernah ada. Temuan tersebut dapat berupa deskripsi suatu obyek yang sebelumnya gelap menjadi terang setelah diteliti.
43
BAB IV
TEMUAN PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Hasil penelitian ini diperoleh dengan teknik wawancara yang mendalam dengan narasumber sebagai bentuk pencarian data dan observasi langsung dilapangan. Penelitian ini mulai dilakukan dari bulan Februari sampai dengan bulan September 2013, melalui wawancara dengan beberapa informan yang berkaitan langsung dengan penelitian ini ialah guru PAI SMP Negeri 40 Jakarta. Informan yang diminta oleh peneliti untuk menjadi sumber informasi adalah kepala sekolah SMPN 40 Jakarta, guru PAI, dan siswa kelas VII dengan beberapa pentanyaan yang peneliti tanyakan kepada informan melalui teknik wawancara dan kemudian peneliti analisis.
Analisis ini sendiri lebih terfokus kepada guru PAI dalammenggunakan media komputer dalam pembelajaran, pendapat terhadap media komputer dalam pembelajaran dan tantangan yang dihadapi serta cara mengatasinya.
Jumlah yang dijadikan informan dan sumber data penelitian sebanyak sepuluh orang yaitu, kepala sekolah, tiga orang guru PAI, dan enam orang siswa kelas VII yang dijadikan sebagai informan penelitian.
Mereka jugalah yang setiap hari berinteraksi, dan melihat langsung bagaimana pembelajaran PAI menggunakan media komputer berlangsung. Sehingga bisa secara jelas mengetahui bagaimana deskripsi penggunaan media komputer dalam pembelajaran PAI. Agar penelitian ini lebih akurat, peneliti mencari
informasi-informasi tambahan dengan melakukan observasi dilapangan untuk melihat secara langsung bagaimana penggunaan media komputer dalam pembelajaran PAI berlangsung di sekolah.
A. Deskripsi Data
1. Sejarah Singkat Berdirinya SMPN 40 Jakarta
SMP Negeri 40 Jakarta Pusat berdiri 30 Juli 1964 dengan surat keputusan Menteri PD & K, Nomor 80/SK/B-III dengan luas tanah 7.350 meter persegi, dan jumlah kelas 3 (tiga) ruang kelas VII, VIII dan IX I, 3 (tiga) ruang kelas II dan 2 (dua) ruang kelas III. Data tersebut berdasarkan gambar lokasi yang dikeluarkan oleh Kepala SMP Negeri 40 Jakarta Bapak Purnama Nasution, BA tahun 1979.
Pada tanggal 28 Juni 1999, Kepala Kantor Badan Pertanahan Nasional DKI Jakarta menerbitkan surat keputusan Nomor: 1.711.2/0962/09–
01/P/1999 tertanggal 15 Januari 1999 sertifikat tanah dengan luas tanah 5.662 meter persegi.
Pada tanggal 10 September 2003 gedung SMP Negeri 40 Jakarta direhab total dan selesai 20 Desember 2004, dan ditempati tanggal 24 Januari 2005. Gedung baru berlantai tiga tersebut dibangun di atas areal tanah 5841,65 meter persegi (sesuai dengan data yang dikeluarkan oleh pemborong rehab
total, “PT. SURYA MANUNGGAL WISESA” dengan luas bangunan 4.263
meter persegi. Dalam rangka SMP Negeri 40 diusulkan sebagai Sekolah Rintisan Bertaraf Internasional.
SMP Negeri 40 Jakarta terletak di Jalan Danau Limboto Pejompongan, Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Kotamadya Jakarta Pusat. Lingkungan sekitar sekolah adalah daerah pemukiman yang sudah terencana dengan baik. Sebagian penduduknya adalah golongan masyarakat menengah. SMP Negeri 40 kondisinya jauh dari kebisingan lalu lintas, pasar maupun rel kereta api. Keadaan seperti ini masyarakat sekitar banyak yang ingin mendaftarkan putera-puterinya agar diterima di sekolah ini. Sejak
berdirinya, SMP Negeri 40 menjadi kebanggan masyarakat sekitar karena prestasinya baik dalam bidang akademik, maupun non akademik.
Adapun profil sekolah pada saat ini, bisa dilihat dari tabel berikut: Tabel 4.1
Profil Sekolah Profil Sekolah
Nama Sekolah SMPN 40 Jakarta
Nama Kepala Sekolah Drs. Sihar AMH
Alamat Jalan Danau Limboto Pejompongan,
Kelurahan Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Kotamadya Jakarta Pusat.
Tahun Berdiri SMP 1964
Surat Tanah Hak Milik PT. Suryama Nunggal Wisesa
Status Negeri
Luas Tanah 5841,65 M2
Status Bangunan Hak Milik PT. Suryama Nunggal Wisesa
Luas Bangunan 4263 M2
Tabel 4.2
Nama-Nama Kepala Sekolah SMP N 40 Jakarta
Periode Tahun Nama Kepala Sekolah
I 1964 s.d 1965 S. Hutasoit
II 1965 s.d 1980 Purnama Nasution, BA
III 1980 s.d 1985 Drs. Anhar Sudibjo
IV 1985 s.d 1989 Hasan Sanusi, BA
V 1989 s.d 1992 Drs. H. Ti’ Ich Sibi
VI 1992 s.d 1995 Drs. Masri Muhammad
VII 1995 s.d 1998 Drs. D. AD. Sirait
VIII 1998 s.d 2002 Dra. Hj. Nurhayati
IX 2002 s.d 2006 Drs. Sagi Silalahi
X 2006 s.d 2008 Drs. Heney Murwanto, MM
XI 2008 s.d 2012 Dr. Hj. Ajisarni LZ, M.Pd
Gambar 4.1 SMP N 40 Jakarta
2. Keadaan Guru
Tabel 4.3
Jenjang Pendidikan dan Status Guru
Tabel 4.4
Data Jumlah Guru dan Statusnya
No Mata Pelajaran Jumlah Status Guru
Guru PNS GTT Bantu Honor
1 Ilmu Pengetahuan Alam
(IPA) 5 4 1 - -
2 Matematika 6 3 1 - 2
3 Bahasa Indonesia 5 4 1 - -
4 Bahasa Inggris 5 5 - - -
5 Pendidikan Agama 5 4 - - 1
6 Ilmu Pengetahuan Sosial
(IPS) 6 4 2 - -
7 Penjaskes 3 3 - - -
8 Kesenian 2 2 - - -
9 Pendidikan 3 3 - - -
No Tingkat Pendidikan Status Guru Jenis Kelamin Jumlah
GT GTT Laki Premp 1. S3 1 - - 1 1 2. S2 4 1 2 3 5 3. S1 21 9 13 8 31 4. Sarjana Muda/D-III 7 - 2 4 6 5. PGSLP/D-II 5 - 3 4 7 Jumlah 36 10 17 19 46
Kewarganegaraan (Pkn) 10 TIK 2 - - - 2 11 Bimbingan Konseling (BK) 4 4 - - - 12 Elektro 2 - - - - Total 46 37 5 5 3. Keadaan Siswa Tabel 4.5
Data Jumlah Kelas, Rombel dan Siswa
No Kelas Jumlah
Kelas
Jumlah Siswa Waktu
Belajar
Baru Masuk Keluar Jumlah
1. VII 8 296 - - 296 Pagi
2. VIII 9 304 - - 304 Pagi
3. IX 7 235 - - 235 Pagi
Jumlah 24 835 - - 835
4. Visi dan Misi Sekolah a. Visi
SMP memiliki lingkungan belajar yang aman, nyaman, menyenangkan, bersih dan asri sehingga siswa termotivasi untuk mengembangkan potensinya dibidang imtaq, imtek, inovatif dan kompetitif.
b. Misi
1) Menciptakan suasana pembelajaran yang nyaman dan menyenangkan dan menantang.
2) Menciptakan suasana kekeluargaan antar warga sekolah.
3) Melaksanakan tadarus bersama sebelum jam pertama dimulai dan bagi non muslim berdoa menurut agama dan kepercayaannya.
4) Mengembangkan disiplin dari dalam diri siswa.
5) Mengupayakan peningkatan mutu di bidang teknologi dengan mengoperasikan komputer dan internet.
6) Mengembangkan bakat siswa dengan meningkatkan mutu di bidang non kurikuler/ekstrakurikuler.
B. Analisis Data dan Penyajian Hasil Penelitian
Pada pembahasan dan hasil temuan ini, peneliti akan menguraikan data dan hasil penelitian tentang permasalahan yang telah dirumuskan, yaitu mendeskripsikan bagaimana guru PAI menggunakan media komputer dalam pembelajaran, pendapat guru PAI terhadap media komputer dalam pembelajaran dan tantangan yang dihadapi guru PAI serta cara mengatasinya.
1. Penggunan Media Komputer dalam Pembelajaran
Teknologi perangkat keras yang berkembang cukup lama, telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam kegiatan presentasi. Saat ini teknologi pada bidang rekayasa komputer menggantikan peranan alat presentasi pada masa sebelumnya. Berbagai perangkat lunak yang memungkinkan presentasi di kemas dalam bentuk multimedia yang dinamis dan sangat menarik. Perkembangan perangkat lunak tersebut didukung oleh perkembangan sejumlah perangkat keras penunjangnnya. Salah satu produk yang paling banyak memberikan pengaruh dalam penyajian bahan presentasi digital saat ini adalah perkembangan monitor, video, audio serta perkembangan proyektor digital yang memungkinkan bahan presentasi dapat disajikan secara digital untuk bermacam-macam kepentingan dalam berbagai kondisi dan situasi, serta ukuran ruang dan berbagai karakteristik
audience.
Pengolahan bahan presentasi dengan menggunakan komputer tidak hanya untuk dipresentasikan dengan menggunakan alat presentasi digital dalam bentuk multimedia projector (seperti LCD/In-focus), melainkan juga dapat dipresentasikan melalui peralalatan proyeksi lainnya, seperti OHP (over head projector). Berbagai alat yang dikembangkan telah memberikan pengaruh yang sangat besar bukan hanya pada perkembangan kegiatan praktis dalam kegiatan presentasi pembelajaran akan tetapi juga pada teori-teori yang mendasarinya.
Penggunaan media komputer dalam pembelajaran dewasa ini di tengah-tengah meningkatnya perkembangan teknologi globalisasi yang semakin maju dan pesat, tuntutan kualitas dan kuantitas mutu pembelajaran semakin meningkat. Hal inilah yang menjadi dasar mengapa sekolah-sekolah memacu terus mutu keprofesionalan. agar terpenuhi kebutuhan masyarakat, salah satunya dengan
menyesuaikan media pembelajaran dengan tuntutan zaman seperti dengan menggunakan TIK.
Menurut guru PAI media pembelajaran adalah suatu perantara untuk menyampaikan materi pembelajaran. Hal ini seperti yang terungkap dari hasil wawancara dengan guru PAI sebagai berikut:
“Media pembelajaran merupakan perantara untuk menyampaikan suatu pelajaran, yang mana media ini sangat membantu sekali dalam pembelajaran, jika medianya baik maka komunikasi bisa berjalan
dengan baik”. Kata bapak lohim,1
hal senada juga diungkapkan oleh bapak Fajril seorang guru PAI kelas VII memberikan pendapatnya
tentang media pembelajaran ”Menurut saya media pembelajaran itu suatu perantara yang membantu untuk mempermudah menyampaikan pembelajaran”,2
namun bapak Mursyida berbeda pendapat mengenai media pembelajaran, ia berpendapat bahwa “Mungkin lebih cocok dikatakan sebagai alat bantu untuk menyampaikan materi pembelajaran, seperti papan tulis ia juga sebagai media pembelajaran.3 Dari beberapa pendapat diatas mengungkapkan bahwa, secara teoritis pengertian media pembelajaran masih dirasa kurang pas menurut para ahli pembelajaran. Sebab pengertian media pembelajaran memiliki cakupan yang sangat luas.
Media pembelajaran mencakup semua sumber yang diperlukan untuk melakukan komunikasi dalam pembelajaran, sehingga bentuknya bisa berupa perangkat keras (hardware), seperti komputer, televisi, projektor, dan perangkat lunak (software) yang digunakan pada perangkat keras itu.4
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa segala sesuatu yang dapat menyampaikan atau menyalurkan pesan dari suatu sumber secara terencana, sehingga menjadi lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat
1 Hasil wawancara dengan Lohim Damanik, S.Ag, guru PAI kelas VIII di SMP N 40 Jakarta pada hari Kamis, 23 Mei 2013.
2 Hasil wawancara dengan Fajril Ghois, S.Ag, guru PAI kelas VII di SMP N 40 Jakarta pada hari Kamis, 23 Mei 2013.
3 Hasil wawancara dengan Mursyida, M.BA, guru PAI kelas VII di SMP N 40 Jakarta pada hari Kamis, 13 Juni 2013.
4 Rayandra Asyhar, Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2011), h. 7-8.
melakukan pembelajaran secara efesien dan efektif. Sumber tersebut bisa berbentuk perangkat keras atau pun perangkat lunak.
Perkembangan dunia teknologi dewasa ini membuat beberapa perubahan yang sangat signifikan. Begitu juga dengan cara berkomunikasi sudah mulai mengalami perubahan, dulu orang kalau mau melakukan komunikasi bisa dengan bertemu langsung atau mengirimkan surat. Namun seiring meningkatnya perubahan teknologi membuat pola komunikasi mulai bergeser dengan cara yang lebih praktis dengan menggunakan alat telekomunikasi bisa berupa Handpon, Twitter, facebook, dll. Begitu juga dengan dunia pendidikan yang mengalami peningkatan. Media-media pembelajaran yang dulunya hanya sebatas dinding papan tulis sekarang sudah bergeser dan menjadi tren menggunakan LCD/
Infocus, hal ini merupakan kemajuan TIK dalam dunia pendidikan.
Namun, peningkatan TIK dalam dunia pendidikan tidak serta merta sejalan dengan peningkatan mutu keprofesionalan guru dalam mengimbangi kemajuan teknologi. Dari hasil wawancara dengan guru PAI, mereka mengungkapkan bahwa:
Dari wawancara tersebut tergambar bahwa, jawaban yang diungkapkan guru PAI sedikit mengalami keragu-raguan dalam menjawab pertanyaan “Apakah
mengikuti perkembangan TIK?”, hal ini juga dikuatkan dengan beberapa
observasi di kelas sewaktu pembelajaran berlangsung. Observasi itu dideskrifsikan sebagai berikut:
Penyajian, setelah masuk kelas guru langsung mengucapkan salam dan mengisaratkan siswa untuk berdoa bersama. Dengan bahasa yang ramah dan jelas, guru memulai persentasi yang diawali dengan menanyakan kembali prihal pelajaran yang telah lewat dengan komunikasi dua arah. Secara bertahap materi-materi pelajaran tersampaikan dengan sistematis berjalan baik. Para siswa menyimak dan memperhatikan dengan baik materi-materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru, sebab guru tersebut menguasai materi pembelajaran dengan baik. Waktu pembelajaran yang direncanakan berjalan dengan baik, tanpa ada kelebihan atau kekurangan waktu. Komunikasi pembelajaran berjalan dengan baik, karena guru membuat suasana pembelajaran menjadi dua arah. Tidak hanya
terpusat pada seorang guru saja, akan tetapi siswa-siswa pun dilibatkan dalam komunikasi. Setelah materi pembelajaran sudah berakhir, guru menutupnya
dengan kesimpulan dan berdoa “agar pembelajaran hari ini dapat diterima siswa
dan mendapat keberkahan”.
Diskusi, disela-sela penyampaian materi pembelajaran terjadi tanya jawab antara guru dan siswa, jawaban guru yang ditanyakan dirasakan oleh siswa merasa puas sebab argumen-argumen yang lontarkan sangat memuaskan disamping itu jawaban guru terasa jelas dan tepat tanpa berbelit-belit. Dalam penyampaian materi pembelajaran, sesekali ada siswa yang berbeda pendapat dengan guru. Guru menanggapinya dengan lapang dada dan rendah hati terhadap masukan atau pendapat siswa yang berlainan, tetapi guru juga memberikan koreksian jika pendapat siswa tersebut terlalu melencing dari materi pembelajaran.
Komponen isi powerpoint, kesesuaian antara isi materi pembelajaran dengan topik dirasa sudah baik. Begitu juga dengan judul, pembahasan, kesimpulan dan saran, serta daftar pustaka sudah sesuai dan sistematis penulisannya pun sudah baik. Hanya saja isi tiap-tiap slide masih dirasa terlalu penuh oleh penjelasan-penjelasan materi pembelajaran. Tampilan penulisan tiap-tiap slide masih sederhana, terlalu datar seperti makalah tanpa modifikasi sedemikan rupa sehingga tercipta slide yang indah dan baik.
Penggunaan TIK, dalam penggunaan gambar dalam slide-slide PowerPoint
masih kurang baik, sebab gambar-gambar yang ditampilkan dirasa kurang menarik perhatian mata memandang. Selain itu jika ada materi yang mengharuskan ada suara, seperti penyebutan huruf hijaiyah atau nun mati ketemu mim. Sedangkan animasi-animasi yang dibuat sudah cukup baik, sebab pemakaian animasi membuat tulisan menjadi gerak yang indah.
Estitika tampilan slide, pembuatan slide-slide pembelajaran masih sangat sederhana dan masih perlu dibenahi lagi agar menjadi slide yang bagus dan menarik. Masalah pemakaian warna tulisan dan background masih dirasa kurang menarik, karena masih kurang pas pemakaiannya dan terkadang ada tulisan yang
kurang jelas di lihat. Tulisan terasa penuh dalam tiap-tiap slide maka huruf, format teks dan layout pun masih kurang baik.5
Gambar 4.2
Pembelajaran PAI Berlangsung
Dari hasil observasi ini yang telah dideskrifsikan di atas terlihat bahwa dalam penyajian pembelajaran dan diskusi berjalan dengan baik. Pak guru bisa membuat pembelajaran penuh komunikatif, waktu berjalan dengan baik, sistematika pembelajaran pun terukur rapih dan guru menyampaikan dengan penuh percaya diri. Namun, dalam pemakaian media komputer guru PAI masih dirasa kurang baik dari segi kompunen isi powerpoint, penggunaan TIK, serta estitika tampilan slide yang dirasa masih sangat kurang. Hal ini dikuatkan dari beberapa observasi di bawah ini yang masih mengalami hal yang sama, yaitu masalah penggunaan media komputernya.
Komponen isi powerpoint, kesesuaian antara isi dengan topik pembelajaran pada tiap-tiap slide sudah baik. Begitu juga dengan judul, pembahasan, kesimpulan dan saran serta daftar pustaka. Sistematika penulisan juga sudah baik, namun inovasi slide masih di rasa kurang baik. Tampilan slide masih terlalu penuh dengan isi pembahasan seperti makalah yang ditampilkan. Penggunaan TIK, penggunaan foto pada tiap-tiap slide hampir tidak terlihat. Pada hal foto-foto tentang tema yang di bahas begitu banyak yang bisa ditampilkan. Penggunaan suara juga tidak ada begitu juga dengan tampilan animasi-animasi pada slide juga kurang terlihat. Estitika tampilan slide, desain warna dan background slide kurang begitu kreatif. Tampilan slide terkesan sangat sederhana seperti makalah yang
5 Hasil observasi pembelajaran PAI dengan menggunakan media komputer, Selasa 28 Mei 2013.
ditampilkan di depan LCD proyektor. Huruf dan format teks juga masih sederhana karena terlalu banyak di penuhi dengan isi materi pembahasan. Begitu juga dengan tampilan layout.6
Komponen Isi PowerPoint, tampilan isi dengan topik pembelajaran sudah sesuai, hal ini terlihat dari judul; pembahasan; kesimpulan dan saran; dan daftar pustaka. Penulisan juga tersusun dengan rapih dan sistematikanya pun juga sudah baik. Sedangkan inovasi penulisan agak kurang terlihat dalam tiap-tiap slide. Penggunaan TIK, dalam menggunakan gambar agak kurang kreatif sebab isi materi yang penuh tidak ada ruang untuk menampilkan gambar. Begitu juga dengan suara, yang hampir tidak terdengar pada tiap-tiap slide. Animasinya pun juga tidak terlihat dalam slide yang ditampilkan. Estitika tampilan slide, dalam pembuatan tiap-tiap slide masih kurang kreatif. Desain warna dan background masih dirasa kurang, hampir disetiap slide background yang digunakan sama tanpa ada perbedaan antara background slide pertama sampai akhir. Pemakaian huruf hampir kekecilan sebab isi materi terlalu penuh menutupi semua halaman. Begitu juga dengan format teks dan layout agak kecil untuk di lihat dari kejauhan.7
Menurut Rayandra Asyhar karakteristik multimedia yang baik secara umum dapat digambarkan sebagai berikut, yaitu: tampilan harus menarik baik dari sisi bentuk gambar maupun kombinasi warna yang digunakan; narasi atau bahasa harus jelas dan mudah dipahami oleh seperta didik; materi disajikan secara interaktif artinya memungkinkan partisipasi dari peserta didik; kebutuhan untuk mengakomodasi berbagai model (styles) yang berbeda dalam belajar; karakteristk dan budaya personal dari populasi yang akan dijadikan target; sesuai dengan karakteristik siswa, karakteristik materi dan tujuan yang ingin dicapai; dimungkinkan untuk digunakan sebagai salah satu media pembelajaran, dalam arti sesuai dengan sarana pendukung tersedia; memungkinkan ditampilkan suatu
virtual learning environment (lingkungan belajar virtual) seperti web-based
6 Hasil observasi pembelajaran PAI dengan menggunakan media komputer, Selasa, 25 Juni 2013.
7 Hasil observasi pembelajaran PAI dengan menggunakan media komputer, Selasa, 16 Juni 2013.
application yang menunjang; dan proses pembelajaran adalah suatu kontinuitas utuh, bukan sporadik dan kejadian terpisah-pisah (disconnected events).8
Dari beberapa observasi penguat diatas menggambarkan bahwa guru PAI kurang ahli dalam penggunaan media komputer. Padahal media komputer sangat membantu guru PAI dalam menyampaikan pembelajaran. Seperti ungkapan guru PAI dalam wawancara sebagai berikut:
“Media komputer sangat membantu guru, disamping kita menyesuaian kemajuan zaman dimana para siswa lebih senang jika belajar dengan media-media yang populer saat ini” kata Pak Lohim,9 Begitu juga
dengan Pak Fajril mengungkapkan bahwa “Media komputer dalam pembelajaran sangat membantu kita dalam banyak hal, sepertinya siswa lebih bisa konsentrasi dibanding tidak dengan menggunakan media komputer. Misal kita mempelajari masalah mengkafani sampai menshalatkan mayat atau masalah wudhu sampai mengerjakan shalat wajib, kita cukup memutarkan vedio materi pembelajaran bisa tersampaikan dengan baik. Lain halnya tidak menggunakan media komputer, bisa jadi waktu serta kefokusan siswa menjadi berkurang disebabkan kurangnya inovasi dalam penyampaian”,10
hal ini juga senada dengan pendapat Pak Mursyida “Membantu mba, walau pun saya
tidak begitu ahli dalam menggunakannya… hahaha”. 11
Dengan adanya pengakuan akan manfaat media komputer sebagai media pembelajaran, seharusnya menjadi acuan untuk meningkatkan lagi kreatifitas dan inovasi penggunaan media komputer dalam pembelajaran. Begitu juga dengan beberapa pengakuan siswa terhadap pembelajaran PAI menggunakan media komputer. Siswa merasa lebih senang menggunakan media komputer, hanya saja keluhan mereka tentang media ini agar penampilan media presentasi menggunakan media komputer agar lebih inovasi dan kreatif lagi. Seperti hasil wawancara dengan siswa, mereka menggungkapakan bahwa mereka menginginkan pembelajaran PAI di kelas VII D SMPN 40 Jakarta dalam menyampaian menggunakan media komputer dengan aplikasi Microsoft Office Powerpoint sebagai media persentasi agar lebih meningkatkan kreatifitas dan