• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hakikat Penggunaan Teknologi Berbasis Media Komputer

BAB II KAJIAN TEORI

B. Hakikat Penggunaan Teknologi Berbasis Media Komputer

Teknologi adalah hasil produksi dan kebudayaan yang inheren dalam kebudayaan. Dapat juga dikatakan bahwa teknologi adalah aspek materil dari kebudayaan. Teknologi merupakan alat atau benda-benda yang diperlukan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya. Melalui discovery dan invention, sejak ratusan silam masyarakat telah memproduksi dan menemukan berbagai jenis teknologi baru, yang kemudian dimanfaatkan bagi kehidupannya.14

Dalam teknologi pendidikan ada alat-alat yang disebut hardware seperti radio, film, opaque projector, overhead projector, TV, video taperecorder, komputer, dll. Bila alat-alat ini dikaitkan dengan suatu pelajaran atau program

13 Made Wena, Op.cit., h. 6.

14

Oemar Hamalik, Dasar-Dasar Perkembangan Kurikulum, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2008), h. 3.

yang biasa di sebut software, maka dapat membantu dalam proses belajar mengajar. Penggabungan ini yang merupakan inti teknologi pendidikan.15

2. Perlunya Teknologi dalam Pendidikan

AECT (Association Of Education and Communication Technology) memberi batasan tentang media sebagai sebuah bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Media sering disebut dengan kata mediator, dengan istilah mediator media menunjukkan fungsi atau perannya yaitu mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama dalam proses belajar siswa dan isi pelajaran. Mediator dapat pula mencerminkan pengertian bahwa setiap sistem pembelajaran yang melakukan peran mediasi, mulai dari guru sampai kepada peralatan paling canggih, dapat disebut media. Media sebagai alat yang menyampaikan atau mengantarkan pesan-pesan pembelajaran.16

Beberapa penyebab orang memilih media antara lain: a. Mendemonstrasikan

b. Merasa sudah akrab dengan media tersebut

c. Ingin memberikan gambaran atau penjelasan yang lebih konkret d. Media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukannya.17

3. Teknologi Berbasis Komputer

Teknologi berbasis komputer merupakan cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan perangkat yang bersumber pada

mikroposesor. Pada dasarnya teknologi komputer menampilkan informasi kepada pembelajar melalui tayangan dilayar monitor. Berbagai aplikasi komputer

biasanya disebut “computer based intruction”, “computer managed instruction

(CMI)”. Aplikasi ini hampir seluruhnya dikembangkan berdasarkan perilaku, akan tetapi sekarang lebih banyak berdasarkan pada teori kognitif. Aplikasi tersebut dapat bersifat:

15

Nasution, Teknologi Pedidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), h. 3.

16

Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: PT Raja Grafndo Persada, 2010), Cet. XIII, h. 3.

17

Arif S, Sadiman, Rahardjo, dkk., Media Pembelajaran, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), Cet. XIV, h. 84.

a. Tutorial, pembelajaran utama diberikan

b. Latihan dan pengulangan untuk membantu pembelajar mengembangkan kefasihan dalam bahan yang telah dipelajari sebelumnya

c. Permainan dan simulasi untuk memberi kesempatan menggunakan pengetahuan yang baru dipelajari

d. Sumber data yang memungkinkan pembelajar mengakses sendiri susunan data melalui tata cara pengaksesan (protokol) data yang ditentukan secara eksternal.18

Teknologi komputer memiliki karakteristik sebagai berikut: a. Dapat digunakan sesuai dengan keinginan pembelajar

b. Gagasan-gagasan biasanya diungkapkan secara abstrak dengan menggunakan kata, symbol, maupun grafis

c. Belajar dapat berpusat pada pembelajar dengan tingkat interaktivitas tinggi.19

4. Penggunaan Komputer dalam Pembelajaran

Menurut Soekartawi dalam perkembangannya komputer digunakan sebagai alat bantu pelajaran, karena itu dikenal dengan istilah Computer Based Learning

(CBL) atau Computer Assisted Learning (CAL). Ketika pertama-pertama komputer diperkenalkan, khususnya di pembelajaran, maka ia menjadi popular dikalangan anak didik. Bisa dimengerti karena berbagai variasi teknik mengajar bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu: Technology Based Learning dan

Teknology Based Web Learning.20

Penggunaan komputer dalam pembelajaran dibagi menjadi 2 yaitu meliputi: a. Computer Assisted Instructional (CAI)

Yaitu menggunakan komputer sebagai satu bagian integral dari suatu sistem pembelajaran, para peserta didik pada umumnya terllibat dalam interaksi dua arah dengan komputer melalui suatu terminal. CAI memberikan dampak terhadap bidang pendidikan. Dalam menangani jumlah besar dan berbagai ragam informasi tentang berbagai tipe dan jenis serta klasifikasi peserta didik,

18

Iif Khoiru Ahmadi, Hendro Ari Setyono dan Sofan Amri, Pembelajaran Akselerasi, (Jakarta: Prestasi Pustakaraya, 2011), h. 203.

19

Iif Khoiru Ahmadi, Hendro Ari Setyono dan Sofan Amri, Ibid., h. 204.

20

Eveline Siregar dan Hartini Nara, Teori Belajar dan Pembelajaran, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2010), h. 104.

lembaga pendidikan membutuhkan kemampuan dalam bidang informasi (storage and retrieval).

Pembelajaran degan menggunakan komputer dikenal dengan konsep pembelajaran dengan bantuan komputer (computer-assisted instruction). Dalam konsep CAI ini komputer difungsikan sebagai penyaji materi pembelajaran, penyimpan materi pelajaran, hingga memberikan analisis evaluasi pembelajaran.

Sedangkan bentuk pembelajarannya bisa berupa tutorial, drills and practice, simulasi dan permainan. Saat ini juga telah berkembang software dan hardware yang bisa digunakan dalam pembelajaran berbasis komputer.21

b. Computer Aided Learning (CAL)

Yaitu penggunaan komputer dalam menyampaikan materi pembelajaran dengan melibatkan peserta didik secara aktif serta memberikan umpan balik. Sebagai salah satu sumber belajar, komputer adalah suatu alat bagi peserta didik yang memberikan atau menyediakan informasi.22

Menurut Yudhi Munadi, ada beberapa bentuk pemanfaatan multimedia berbasis komputer yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran, yaitu: “1) multimedia presentasi, 2) program multimedia interaktif, dan 3) sarana simulasi”.23

Secara umum fungsi media adalah alat bantu penyampai pesan pembelajaran. Live dan Lepts menemukan fungsi media visual, diantaranya yaitu:

1) Fungsi atensi, yaitu menarik perhatian siswa untuk berkonsentrasi pada isi pelajaran

2) Fungsi afeksi, yaitu menciptakan perasaan senang siswa, dan

21

M. Musfiqon, Pengembangan Media & Sumber Pembelajaran, (Jakarta: PT. Prestasi Pustakaraya, 2012), h. 190.

22

Munir, Multimedia Konsep dan Aplikasi dalam Pendidikan, (Bandung: Alfabeta, 2012), h. 176.

23

Yudhi Munadi, Media Pembelajaran Sebuah Pendekatan Baru, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2008), h. 150.

3) Fungsi kognisi, yaitu alat bantu memahami dan mengingat informasi24 Secara umum, media memungkinkan siswa dapat menyaksikan benda atau peristiwa masa lampau, memperoleh gambaran jelas tentang benda berukuran besar atau terlalu kecil, mendengar suara yang sukar ditangkap oleh telinga secara langsung, memudahkan membandingkan sesuatu, melihat dengan cepat sesuatu yang berproses dengan lambat, mengamati gerakan alat/mesin yang sukar diamati secara langsung, melihat bagian yang tersembunyi dari suatu alat, melihat ringkasan suatu rangkaian pengamatan yang lama.25

Media dalam pembelajaran berfungsi menghubungkan antara pendidik dengan peserta didik. Jenis media yang digunakan sebagai delivery mode seperti media cetak, siaran radio, siaran tv, konferensi komputer surat elektronik (e-mail), video interatif dan teknologi komputer multimedia. Media yang digunakan sebagai sarana interaktif pada proses pembelajaran adalah komputer dengan kemampuan interaktifnya yang tinggi sebagai sarana penyampaian informasi dan ilmu pengetahuan serta untuk memperoleh umpan balik. Dalam proses pembelajaran interaktif pendidik menyampaikan materi pembelajaran dan peserta didik memberikan tanggapan terhadap materinya dan pendidik memberikan penguatan terhadap hasil belajar yang dicapai peserta didik.

5. Beberapa kelebihan komputer dalam pembelajaran

a. Peserta didik belajar sesuai dengan kemampuan dan kecepatannya dalam memahami pengetahuan dan informasi.

b. Membantu peserta didik yang memiliki kecepatan belajar lambat (slow learner) agar belajar efektif.

c. Memacu efektivitas belajar bagi peserta didik yang lebih cepat (fast learner).

d. Menarik perhatian peserta didik karena mampu mengintegrasikan komponen warna, musik dan animasi grafik (graphic animation).26

24 Sa’dun Akbar, Instrumen Perangkat Pembelajaran, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013), h. 119.

25

Ibid., h. 119

26

Kemampuan komputer untuk menayangkan kembali informasi yang diperlukan oleh pemakainya, yang diistilahkan dengan “kesabaran komputer”, dapat membantu siswa yang memiliki kecepatan belajar lambat. Komputer dapat diprogram agar mampu memberikan umpan balik terhadap hasil belajar dan memberikan pengukuhan terhadap prestasi belajar siswa. dengan kemampuan komputer untuk merekam hasil belajar pemakainya (record keeping), komputer dapat deprogram untuk memeriksa dan memberikan skor hasil belajar secara otomatis. Kelebihan komputer yang lain adalah kemampuan dalam mengintegrasikan komponen warna, musik dan animasi grafik.27

Dengan tersambungnya komputer pada jaringan internet maka pembelajar akan mendapatkan pengalaman yang lebih luas. Pembelajar tidak hanya menjadi penerima yang pasif melainkan juga menjadi penentu pembelajaran bagi dirinya sendiri. Pembelajaran dengan komputer akan memberi kesempatan pada pembelajar untuk mendapatkan materi pembelajaran yang otentik dan dapat berinteraksi secara lebih luas.28 Menurut Wankat dan Oreonovicz, menjelaskan bahwa keuntungan utama metode pembelajaran berbasis komputer adalah memberi kemudahan bagi guru dalam mengembangkan materi pembelajaran lebih lanjut.29

Kelemahan komputer adalah tingginya biaya pengadaan dan pengembangan program komuter, terutama yang dirancang khusus untuk maksud pembelajaran. Disamping itu, pemeliharaan dan perawatan komputer yang meliputi perangkat keras dan perangkat lunak memerlukan biaya yang relative tinggi. Perangkat lunak sebuah komputer seringkali tidak dapat digunakan pada komputer yang spesifikasinya tidak sama. Merancang dan memproduksi program pembelajaran yang berbasis komputer merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Memproduksi

27

Iif Khoiru Ahmadi dan Sofan Amri, Strategi Pembelajaran Sekolah Berstandar Internasional dan Nasional, (Jakarta: PT. Prestasi Pustakarya, 2010), h. 119.

28

Niken Ariani dan Dany Haryanto, Pembelajaran Multi Media di Sekolah, (Jakarta: PT. Prestasi Pustakarya, 2010), h. 148.

29

program komputer merupakan kegiatan intensif yang memerlukan waktu banyak dan juga keahlian khusus.30

6. Media Berbasis Komputer

Media berbasis Komputer adalah pembelajaran yang menggunakan komputer sebagai alat bantu. Melalui pembelajaran ini bahan ajar disajikan melalui media komputer sehingga kegiatan proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan menantang bagi siswa. Dengan rancangan pembelajaran komputer yang bersifat interaktif akan mampu meningkatkan motivasi siswa dalam belajar.

Perkembangan teknologi komputer jaringan saat ini telah memungkinkan pemakainya melakukan interaksi dalam memperoleh pengetahuan dan informasi yang diinginkan. Berbagai bentuk interaksi pembelajaran dapat berlangsung dengan tersedianya medium komputer. Pemanfaatan ini didasarkan pada kemampuan yang dimiliki oleh komputer dalam memberikan umpan balik (feedback) yang segera kepada pemakainya.31

Dengan pembelajaran berbasis komputer peserta didik akan berinteraksi dan berhadapan secara langsung dengan komputer secara individual sehingga apa yang dialami oleh seorang peserta didik akan berbeda dengan apa yang dialami oleh siswa lain. Salah satu ciri yang paling menarik dari pembelajaran berbasis komputer terletak pada kemampuan berinteraksi secara langsung dengan peserta didik.32

Berbeda dengan media audio visual, komputer adalah suatu medium interaktif, dimana siswa memiliki kesempatan untuk berinteraksi dalam bentuk mempengaruhi atau mengubah urutan yang disajikan. Sebagaimana halnya dengan penggunaan sumber-sumber audio visual yang dapat meningkatkan motivasi dan menyajikan informasi dan prakarsa melalui visual dan audio, komputer punya nilai lebih karena dapat memberi siswa pengalaman kinestetik melalui keyboard komputer.

30

Iif Khoiru Ahmadi dan Sofan Amri, Strategi Pembelajaran Sekolah Berstandar Internasional dan Nasional, Op.cit., h. 121.

31

Iif Khoiru Ahmadi dan Sofan Amri, ibid.,h.118.

32

Komputer menjadi suatu teknologi penting dalam masyarakat karena banyak digunakan dalam kegiatan bisnis, di sekolah dan dirumah. Banyak materi pembelajaran yang dapat disampaikan melalui komputer, jika peserta didik memiliki kemampuan menggunakan komputer. Materi tersebut terkait dengan tujuan pendidikan, oleh karena itu harus disajikan ukuran dalam kurikulum di sekolah dasar dan sekolah menengah. Dengan demikian materi pendidikan agama dapat dikaitan dengan penggunaan teknologi media berbasis komputer.33

Dalam penyajian pembelajaran berbagai program aplikasi telah tersedia yang dapat digunakan sebagai bahan presentasi, seperti Microsoft PowerPoint,

Macromedia Flash dan lain sebagainya. Microsoft PowerPoint 2007 merupakan program aplikasi presentasi yang sangat popular dan paling banyak digunakan saat ini untuk berbagai kepentingan presentasi, baik untuk pembelajaran disekolah-sekolah, presentasi produk, meeting, seminar dan sebagainya. Microsoft PowerPoint 2007 menjadi pilihan yang tepat bagi para pemula dalam menggunakan komputer sebagai media pembelajaran, sebab Microsoft PowerPoint 2007 mempunyai kemudahan dalam mempelajarinya. Ia tidak sesulit dan serumit aplikasi yang lainnya dalam segi pembuatan bahan pembelajaran hingga penyajian sebagai media presentasi.

Salah satu aspek media yang diunggulkan mampu meningkatkan hasil pembelajaran adalah bersifat multimedia, yaitu gabungan dari berbagai unsur media teks, gambar, animasi, dan video. Adapun kelebihan multimedia sebagai bahan presentasi dapat dilihat dari pemaparan sebagai berikut:

a. Keterbatasan memori jangka pendek (working memory) menjadi pertimbangan utama ketika mendesain pengajaran dengan menggunakan teknik pengajaran model ganda, dimana kapasitas kognitif yang efektif dalam memori jangka pendek bisa ditingkatkan bila digunakan audio dan visual. Penggunaan animasi dalam multimedia akan menstimulasi sensor visual dan audio.34

33

Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2001), Cet. I, h. 236.

34

b. Menurut teori “Quantum Learning” peserta didik memiliki modalitas belajar yang berbeda yang dibedakan menjadi tiga tipe, yaitu: visual, auditif dan kinestitik. Dengan multimedia modalitas belajar siswa dapat diatasi.35

c. Mampu menampilkan objek-objek yang sebenarnya tidak ada secara fisik atau distilahkan dengan imagery. Secara kognitif pembelajaran dengan menggunakan mental imagery akan meningkatkan retensi siswa dalam mengingat materi-materi pelajaran.

d. Mampu mengembangkan materi pembelajaran terutama membaca dan mendengarkan secara mudah.36

Program PowerPoint merupakan salah satu software yang dirancang khusus untuk mempu menampilkan program multimedia dengan menarik, mudah dalam pembuatan, mudah dalam penggunaan dan relative murah, karena tidak membutuhkan bahan baku selain alat untuk menyimpanan data (data storage). Powerpoint dapat digunakan melalui beberapa tipe penggunaan:

a. Personal Presentation: Pada umumnya powerpoint digunakan untuk presentasi dalam klasikal learning. Seperti kuliah, training, seminar,

workshop, dll. Pada penyajian ini PowerPoint sebagai alat bantu bagi instruktur/guru untuk presentasi menyampaikan materi dengan bantuan media PowerPoint. Dalam hal ini kontrol pembelajaran terletak pada guru/instruktur.

b. Stand Alone: Pada pola penyajian ini, PowerPoint dapat dirancang khusus untuk pembelajaran individual yang bersifat interaktif, meskipun kadar interaktifnya tidak terlalu tinggi namun PowerPoint mampu menampilkan feedback yang sudah diprogram.

c. Web Based: Pada pola ini PowerPoint dapat diformat menjadi file web

(html) sehingga program yang muncul berupa browser yang dapat

35

Rayandra Asyhar, Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran, (Jakarta: Gaung Persada, 2011), h. 186.

36

ditampilkan internet. Hal ini ditunjang dengan adanya fasilitas dari

PowerPoint untuk mempublish hasil pekerjaan anda menjadi web.37 Dalam pembuatan PowerPoint sebagai bahan presentasi dapat dilakukan dengan mudah, yaitu secara mudah dapat dilakukan dengan membuka program aplikasi PowerPoint, kemudian menulit teks presentasi yang dikehendaki lalu mewarnai teks, membuat animasi teks, memberi background pada tampilan slide, memasukkan gambar dan video dengan teknik insert, membuat hyperlink pada media presentasi serta mengevaluasi program media presentasi. Adapun untuk estitikanya setiap slide harus memperhatikan kesesuaian materi dengan gambar, audio serta video. Warna teks dengan background juga harus memberikan kenyaman bagi mata, jangan sampai teks tidak terlihat karena backgroundnya. Teks dalam tiap-tiap slide juga harus dirancang agar tidak terlalu banyak dan memenuhi lembar slide, inti teks yang dipersingkat lebih mudah diterima dan ingat. Oleh sebab itu pembuatan materi pembelajaran dengan media PowerPoint

harus memperhatikan segi kemanfaatan serta keefesiannya, agar media ini menjadi menarik dan tidak membosankan. Seperti contoh dibawah ini:

Gambar 2.1

Slide Persentasi Pembelajaran

37

Dokumen terkait