ANALISIS LINGKUNGAN USAHA
7. Analisis Peluang
Sumber daya yang dimiliki CV Maja Menjangan sangat terbatas maka banyak tugas seperti melakukan riset pemasaran dan analisis peluang dilakukan oleh manajer operasional. Tidak ada bagian khusus yang melakukan hal tersebut. Peluang yang ada adalah posisi dari Kabupaten Majalengka, pertumbuhan jumlah penduduk, dan tidak adanya produk substitusi.
Keuangan/Akuntansi
Modal dibagi menjadi dua, yaitu modal sendiri atau modal yang berasal dari pinjaman. Modal yang dikeluarkan oleh CV Maja Menjangan berasal dari modal sendiri. Modal yang berasal dari modal sendiri ini memiliki batasan sehingga membuat perkembangan CV Maja Menjangan terbatas.
Saat ini CV Maja Menjangan melakukan pencatatan keuangan secara sederhana, yaitu dilakukan dengan cara setiap penjualan dicatat di sebuah buku karena tidak ada tenaga kerja yang khusus menangani keuangan seperti manager keuangannya. Pencatatan keuangan masih dilakukan oleh manajer operasional. Pencatatan yang dilakukan pada setiap bagian seperti produksi, pemasaran, penjualan, pembelian bahan baku, dan lain-lain. Pencatatan ini dilakukan setiap hari dan dilaporkan pada direktur utama setiap tiga hari sekali. Sistem pencatatan di CV Maja Menjangan masih dilakukan secara manual karena tidak adanya perangkat komputer yang dapat digunakan. Pencatatan melalui komputer memiliki dampak terhadap investor karena dengan adanya catatan keuangan yang dapat diakses melalui komputer, akan memudahkan pemberian informasi terhadap investor maupun direksi. Tidak adanya perangkat komputer ini karena terbatasnya modal yang ada, ketika CV Maja Menjangan memiliki modal, modal tersebut digunakan untuk melakukan pembelian bahan baku.
Produksi/Operasi
Fungsi produksi/operasi dari suatu bisnis terdiri atas semua aktivitas yang mengubah input menjadi barang dan jasa. Operasi manufaktur kecap mengubah atau mentransformasi bahan baku, tenaga kerja, modal, mesin, dan fasilitas menjadi barang jadi seperti kecap.
CV Maja Menjangan memproduksi satu jenis kecap, yaitu kecap rasa manis sedang dengan tiga ukuran, yaitu 600 ml, 275 ml, dan 140 ml. Bahan baku yang diperlukan dalam proses pembuatan kecap Maja Menjangan adalah kedelai hitam, gula merah, garam, dan air. Standar mutu kedelai yang diterima yang memiliki kadar air 10 persen serta terbebas dari kerusakan biologis, kimia dan
mikroorganisme. Kebutuhan akan kedelai ini diperoleh dari pedagang kedelai yang berada di Brebes dan Ciledug. Standar untuk gula merah yang digunakan oleh perusahaan adalah gula aren. Hal ini sangat penting untuk mengurangi busa yang terlalu banyak ketika proses pemasakan kecap. Gula yang terlalu kering biasanya banyak mengandung unsur kapur sebagai pengeras gula merah. Kapur inilah yang nantinya akan menimbulkan busa pada saat pemasakan kecap. Gula merah ini diperoleh dari pedagang di daerah Ciamis, Tasikmalaya, dan Bandung. Garam juga merupakan salah satu bahan baku yang penting dalam pembuatan kecap Maja Menjangan karena dapat memberikan rasa gurih dan sebagai bahan pengawet. Garam yang digunakan adalah garam halus yang mengandung iodium. Pemasok untuk garam berasal dari Cirebon. Bahan baku lainnya yang dibutuhkan adalah air. Kegunaannya sebagai pencair dalam perebusan gula.
Tahapan proses produksi kecap Maja Menjangan adalah sebagai berikut: 1. Proses produksi diawali dengan memilih biji kedelai yang berkualitas baik.
Pemilihan/penyeleksian dilakukan secara manual berdasarkan keseragaman ukuran kedelai.
2. Kedelai yang telah lolos seleksi selanjutnya dicuci dengan bersih kemudian ditiriskan.
3. Kedelai yang telah agak kering, kemudian direbus. Perebusan dilakukan dengan menggunakan air secukupnya. Lamanya perebusan dilakukan bila kacang kedelai telah mencapai tingkat keempukan, yaitu sekitar 2,5 jam. Perebusan dilakukan untuk menyiapkan kedelai sebagai tempat tumbuh jamur yang baik. 4. Setelah direbus, kedelai yang telah lunak ditiriskan dan diletakkan di atas ram.
Proses pendinginan dibantu oleh kipas angin. Sementara itu, air rebusan sisa penirisan kedelai tersebut dikumpulkan dalam tong kayu dan disimpan selama 5 hari.
5. Kedelai selanjutnya dicampur dengan starter kapang dan diaduk rata. Jenis kapang yang digunakan adalah Aspergilus oryzae atau Aspergilus niger. Proses pencampuran ini disebut juga dengan nama inokulasi Horler. Kedelai dan kapang kemudian diinkubasi selama 5 hari diruangan khusus, sehingga terjadi proses fermentasi. Tanda terjadinya fermentasi adalah tumbuhnya jamur (bungkil) yang membentuk lapisan hijau atau putih tebal. Selama proses fermentasi, sebelum suhu mencapai 400C, campuran harus diaduk-aduk agar
dingin. Hasil pengadukan ini disebut koji.
6. Setelah proses fermentasi adalah proses penjemuran. Proses penjemuran ini dilakukan selama 2 hari.
7. Setelah melalui proses penjemuran, proses selanjutnya adalah pembersihan kapang dan kemudian diberi larutan garam 17%.
8. Proses selanjutnya dilakukan fermentasi kembali. 9. Proses setelah fermentasi kembali adalah filtrasi I.
10. Hasil filtrasi I adalah kedelai hitam yang telah siap untuk direbus.
11. Tahapan selanjutnya adalah perebusan di kuali besar. Perebusan ini menggunakan air bersih dan kedelai.
12. Setelah dilakukan perebusan, kedelai tersebut di filtrasi. Hasil dari filtrasi ada dua, yaitu air kedelai (wedang) dan ampas kecap).
13. Proses selanjutnya adalah filtra kecap.
14. Proses pemasakan merupakan proses inti dari pembuatan kecap. Proses ini sangat vital karena air kedelai akan dimasak kembali dan dicampurkan
dengan gula merah. Proses ini menggunakan 6.100 kg kacang kedelai ditambah dengan 1.110 kg gula merah, proses ini menghasilkan 3.927 kg ampas kedelai dan 9.858,575 L air rebusan kedelai.
15. Setelah pemasakan, air kedelai yang telah tercampur dengan gula merah difiltrasi untuk mendapatkan kecap yang benar-benar berupa cairan.
16. Kecap yang telah difiltrasi diletakkan ke dalam tong kayu dan disimpan di ruang khusus. Hal ini dimaksudkan agar kecap lebih cepat dingin.
17. Setelah kecap disimpan di tong kayu. Proses selanjutnya adalah kecap dimasukkan ke dalam botol kaca dan botol plastik menggunakan corong. 18. Setelah dimasukkan ke dalam botol. Botol tersebut ditutup dan diberi segel
Maja Menjangan.
19. Proses terakhir adalah botol dikumpulkan sesuai dengan ukurannya kemudian dipak secara rapi agar kecap dapat segera didistribusikan.
48
Gambar 8 Alur Produksi Kecap Maja Menjangan di CV Maja Menjangan
Sumber: CV Maja Menjangan (2013)
Penyimpanan
Pembotolan
Penutupan dan penyegelan
Pengepakan Pasteurisasi Pencucian Filtra kecap Filtrasi III Perebusan I Pemasakan Pemasakan gula merah
Filtrasi Kotoran Uap air Pasteurisasi Penirisan Fermentasi I Penjemuran Pembersihan kapang Fermentasi II Filtrasi I
Kedelai hitam hasil fermentasi II Perebusan II Filtrasi II Air bersih Larutan garam 17% Air bersih Air bersih Air kotor Uap air Tetesan air Miselia kapang Larutan garam Uap air Ampas kecap
Penelitian dan Pengembangan
Penelitian dan pengembangan membutuhkan dana yang besar tetapi dapat diatasi melalui kerja sama dengan institusi yang dapat melalukan penelitian dan pengembangan. Penelitian dan pengembangan dimaksudkan agar CV Maja Menjangan dapat bersaing dengan pesaing yang ada di industri kecap. Selama ini CV Maja Menjangan belum memiliki divisi penelitian dan pengembangan tersendiri. Kegiatan litbang saat ini merupakan bagian dari tugas direktur utama beserta manajernya. Upaya pengembangan produk selama ini yang dilakukan perusahaan adalah menciptakan rasa kecap yang baru dengan menggunakan jenis gula yang berbeda dan larutan garam yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui dampak dari perubahan bahan baku terhadap rasa, aroma, dan kekentalan kecap. Penelitian lainnya yang dilakukan adalah masalah bahan kemasan serta ukuran kemasan kecap yang diinginkan konsumen. Bahan kemasan menjadi masalah karena botol kaca yang ada terkadang tidak sesuai dengan klasifikasi yang telah ditentukan oleh CV Maja Menjangan.
Ukuran kemasan yang akan dikembangkan adalah dalam bentuk kemasan isi ulang. Pengembangan ini dilakukan agar mengurangi kebutuhan perusahaan akan botol kaca dan menambah variasi kemasan dari kecap Maja Menjangan. Kendala yang dihadapi perusahaan dalam melakukan kegitan litbang yaitu masalah finansial, kurangnya fasilitas dan peralatan penelitian. Selain itu, sumber daya manusia yang bepotensi dalam bidang litbang produk perusahaan juga masih sangat terbatas baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen dapat bermanfaat untuk CV Maja Menjangan karena manajemen dapat menganalisis berbagai hal yang dapat menghasilkan keuntungan maksimal. Selain itu, melalui sistem informasi manajemen, manajemen dapat mengambil keputusan dalam hal pengambilan keputusan berdasarkan informasi yang diperoleh dari pasar. Sistem informasi manajemen memberikan kemudahan informasi kepada manajemen mengenai harga maupun kondisi pasar terkini.
Kelemahan perusahaan di bidang sistem informasi manajemen adalah tidak adanya sumber daya dalam perusahaan yang dapat menggunakan sistem informasi manajemen untuk mengambil keputusan dan belum adanya situs resmi. Hal ini disebabkan terbatasnya pemahaman dan fasilitas serta sumber daya manusia yang mampu menggunakan dan mengelola program komputer dan sofware yang membantu dalam merumusan keputusan yang layak. Melalui situs resmi, manajemen dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan pihak investor mengenai produk yang dihasilkan. Kelemahan yang ada menyebabkan informasi yang dapat diperoleh CV Maja Menjangan terbatas, baik informasi kondisi pasar maupun informasi harga.
Analisis Lingkungan Eksternal
Lingkungan eksternal yang dihadapi oleh CV Maja Menjangan terdiri dari lingkungan yang bersifat umum dan lingkungan industri. Analisis terhadap lingkungan eksternal meliputi: (1) kekuatan ekonomi; (2) kekuatan sosial, budaya,
demografi dan lingkungan; (3) kekuatan politik, pemerintah dan hukum; (4) kekuatan teknologi; dan (5) kekuatan kompetitif.
Kekuatan Ekonomi
Meningkatnya pendapatan per kapita dari masyarakat Jawa Barat akan memberikan dampak pada peningkatan pola konsumsi. Meningkatnya pola konsumsi masyarakat akan memberikan dampak yaitu meningkatnya kunjungan masyarakat ke daerah wisata dan meningkatnya permintaan akan suatu produk.
Tabel 15 Produk domestik regional bruto atas dasar harga berlaku menurut Jawa Barat, 2007 - 2011 (Juta Rupiah) Jawa Barat 2007 526 220 225.1 2008 633 283 483.36 2009 689 841 314.34 2010 771 593 860.47 2011 861 006 347.79 Sumber: BPSJabar (2013)
Meningkatnya PDRB menunjukkan peningkatan konsumsi masyarakat Jawa Barat. Peningkatan konsumsi dapat dilihat dari berbagai sektor. Salah satunya adalah sektor pariwisata. Kabupaten Majalengka adalah kabupaten yang berada di daerah Priangan Timur. Kabupaten Majalengka merupakan salah satu tujuan wisata di daerah Priangan Timur karena memiliki tempat wisata yang menarik. Kabupaten Majalengka sebagai tujuan wisata ini telah meningkatkan perekonomian masyarakat dan produk khas Kabupaten Majalengka dicari oleh para wisatawan sebagai buah tangan atau oleh-oleh. Dampak dari meningkatnya wisatawan adalah peningkatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Majalengka. Selain sebagai tujuan wisata, Kabupaten Majalengka adalah kabupaten yang berada di antara Sumedang, Kuningan, dan Cirebon. Lokasi ini menjadikan Kabupaten Majalengka sebagai salah satu wilayah untuk transit berbagai angkutan umum. Sebagai wilayah yang dijadikan transit, produk khas akan daerah tersebut akan dicari oleh penumpang untuk dijadikan oleh-oleh. Salah satu produk khas dari Kabupaten Majalengka adalah kecap. Kecap yang berasal dari Kabupaten Majalengka memiliki cita rasa yang unik, yang membuat kecap dari Kabupaten Majalengka dikenal akan rasanya yang khas. Keunikan akan rasa kecap ini meningkatkan permintaan sebagai oleh-oleh. Permintaan akan kecap dari konsumen akan mendorong usaha kecap yang ada di Kabupaten Majalengka untuk meningkatkan produksinya. Meningkatnya produksi kecap berarti akan meningkatkan perekonomian usaha yang memproduksi kecap. Salah satu kecap yang dikenal sebagai kecap legendaris Kabupaten Majalengka adalah kecap Maja Menjangan. Sebagai kecap legendaris maka permintaan sebagai oleh-oleh meningkat. Permintaan meningkat maka penerimaan akan ikut meningkat
Kekuatan Sosial, Budaya, Demografi, dan Lingkungan
Setiap tahun jumlah penduduk Indonesia semakin bertambah termasuk provinsi Jawa Barat. Berdasarkan Tabel dapat dilihat mengenai jumlah penduduk Jawa Barat
Tabel 16 Jumlah penduduk Jawa Barat (Juta Jiwa)
Tahun Jawa Barat
1980 23 434 003
1990 29 415 723
2000 35 723 473
2010 43 053 732
Sumber: BPSJabar (2013)
Tabel 16 memperlihatkan jumlah penduduk di provinsi Jawa Barat. Peningkatan jumlah penduduk setiap tahunnya secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kehidupan sosial, budaya, demografi, dan lingkungan. Pengaruh pertambahan penduduk dalam kehidupan sosial adalah meningkatnya kebutuhan akan bahan pangan dan kebutuhan akan bumbu masakan sedangkan pengaruhnya dalam kehidupan budaya adalah budaya untuk mengkonsumsi kecap sebagai salah satu bumbu untuk masakan. Beberapa masakan yang menggunakan kecap sebagai bumbu masakan seperti, sate, nasi goreng, dan semur.
Jawa Barat merupakan pasar utama dari CV Maja menjangan. Pertumbuhan penduduk di Jawa Barat ini menjadikan peluang untuk CV Maja Menjangan karena semakin meningkatnya penduduk maka kebutuhan akan pangan semakin meningkat. Pangan memerlukan kecap sebagai bumbu masakan, pelengkap masakan sehingga peningkatan kebutuhan akan pangan ini tentunya akan meningkatkan permintaan kecap. Peningkatan populasi ini dapat dimanfaatkan oleh pihak perusahaan kecap yang ada di Kabupaten Majalengka untuk memperoleh pangsa pasar dan keuntungan yang lebih besar.
Kekuatan Politik, Pemerintah, dan Hukum
Kekuatan politik, pemerintah, dan hukum dapat menjadi peluang tetapi dapat menjadi ancaman untuk perusahaan. Peluang untuk perusahaan ketika adanya kebijakan yang pro terhadap perusahaan tetapi kebijakan juga dapat menjadi ancaman. Terdapat juga ancaman yang dapat mengganggu perusahaan, diantaranya tahun ini direncanakan akan ada kenaikan biaya listrik dan BBM. Pemerintah mengumumkan akan menaikan harga BBM untuk jenis premium dari Rp4 500 ke harga Rp6 500. Hal ini akan mempengaruhi harga bahan baku dan akhirnya mempengaruhi harga produk. Dampak dari naiknya BBM adalah kenaikan harga bahan baku sebesar 30%1.
Selain pengumuman mengenai kenaikan harga BBM jenis premium, pemerintah melalui PLN mengumumkan akan menaikan tarif dasar listrik sebesar 4,3-4,5% per tiga bulan. Kenaikan tarif dasar listrik akan mempengaruhi harga
1
diakses di http://industri.kontan.co.id/news/appsi-kenaikan-harga-bahan-pokok-sulit- dibendung/2013/06/16
bahan baku dan harga produk olahan. Kenaikan keduanya mempengaruhi harga bahan baku kecap karena harga bahan baku akan ikut meningkat seiring kenaikan BBM dan tarif dasar listrik.
Dampak terjadinya kenaikan harga BBM jenis premiun, kenaikan tarif dasar listrik adalah kenaikan harga bahan baku sehingga menjadi faktor eksternal yang dapat menjadi ancaman bagi CV Maja Menjangan karena dapat mempengaruhi produksi perusahaan.
Kekuatan Teknologi
Kemajuan teknologi yang dimanfaatkan CV Maja Menjangan adalah internet, mixer, dan alat ukur. Penggunaan internet yang dilakukan oleh CV Maja Menjangan baru sebatas untuk penggunaan surat elektronik karena belum tersedianya alamat situs resmi dari CV Maja Menjangan. Sebelum menggunakan internet, direktur utama mendapatkan informasi melalui pos tetapi saat ini informasi dapat diperoleh melalui surat elektronik. Penggunaan mixer merupakan dampak dari kemajuan teknologi, sebelumnya, dalam proses produksi pengadukan menggunakan cara manual tetap setelah adanya mixer, mixer digunakan untuk mengaduk bahan baku tambahan yang dicampurkan dengan air. Penggunaan dari
mixer adalah membantu pengoptimalan waktu yang ada. Teknologi lainnya yang digunakan adalah penggunaan alat ukur untuk mendeteksi kadar gula dan kadar garam dalam kecap. Alat ini dapat menunjukkan kadar gula dan garam yang terkandung dari kecap yang diproduksi. Sebelum menggunakan alat ukur ini, dalam proses produksi alat ukur yang digunakan adalah alat ukur yang terbuat dari bambu.
Kemajuan teknologi merupakan suatu peluang bagi CV Maja Menjangan untuk dapat lebih meningkatkan hasil produksi maupun laba usahanya. Di samping itu, kemajuan teknologi yang ada juga dapat menjadi hambatan atau ancaman bagi perusahaan sendiri karena apabila penguasaan teknologi yang dimiliki perusahaan sangat rendah serta sumber daya yang mampu menggunakannya terbatas dan bahkan kalah dibandingkan pesaingnya maka daya saing perusahaan akan lebih rendah dibandingkan pesaingnya.
Kekuatan Kompetitif
Persaingan di dalam suatu bisnis merupakan hal yang pasti terjadi karena bisnis tumbuh karena adanya persaingan. Persaingan ini menjadikan perusahaan memerlukan analisis mendalam untuk menjalankan strateginya dengan tujuan memenangkan persaingan yang ada dan mengantisipasi kekuatan pesaing. Menurut Porter, hakikat persaingan suatu industri dapat dilihat sebagai kombinasi atas lima kekuatan, yaitu: (1) persaingan antar perusahaan sejenis; (2) kemungkinan masuknya pendatang baru; (3) potensi pengembangan produk substitusi; (4) kekuatan tawar-menawar penjual/pemasok; (5) kekuatan tawar- menawar pembeli/konsumen.