• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Defensif (Defensive Strategy)

KERANGKA PEMIKIRAN

4) Strategi Defensif (Defensive Strategy)

Strategi defensif merupakan suatu strategi yang dibuat dengan tujuan agar perusahaan melakukan tindakan-tindakan penyelamatan agar terlepas dari kerugian yang lebih besar, termasuk mengalami kebangkrutan. Strategi defensif dapat dilakukan melaui tiga cara yaitu penciutan, divestasi, dan likuidasi.

a. Penciutan (Retrenchment)

Penciutan terjadi ketika suatu organisasi mengelompokkan ulang melalui pengurangan asset dan biaya untuk membalikkan penjualan dan laba yang menurun. Kadang kala disebut pembalikan atau strategi reorganisasional. Penciutan didesain untuk memperkuat kompetensi khusus dasar suatu organisasi. Selama penciutan, para penyusun strategi bekerja dengan sumber daya yang terbatas dan menghadapi tekanan dari pemegang saham, karyawan dan media. Penciutan dapat melibatkan penjualan lahan dan gedung untuk memperoleh kas

yang diperlukan, mengurangi lini produk, menutup bisnis yang tidak memperoleh laba, menutup pabrik yang tua atau kuno, mengotomatisasi proses, mengurangi jumlah karyawan dan menciptakan sistem kontrol pengendalian beban.

b. Divestasi (Divestiture)

Strategi divestasi adalah strategi yang dilakukan dengan menjual satu divisi atau bagian dari suatu organisasi. Divestasi sering digunakan untuk memperoleh modal segar untuk akuisisi atau investasi strategis lebih jauh. Divestasi dapat menjadi bagian dari keseluruhan strategi penciutan untuk membebaskan organisasi dari bisnis yang tidak menguntungkan, yang membutuhkan terlalu banyak modal atau yang tidak sesuai dengan tujuan kegiatan-kegiatan perusahaan yang lain.

c. Likuidasi (Likuidation)

Likuidasi merupakan strategi yang dilakukan oleh perusahaan dengan cara menjual seluruh asset perusahaan, secara terpisah-pisah atau sepotong-potong untuk kekayaan berwujud. Likuidasi adalah suatu pengakuan kekalahan dan memiliki konsekuensi yang bisa menjadi sebuah strategi yang sulit secara emosional tetapi dengan cara ini lebih baik karena dengan menghentikan operasi maka perusahaan dapat menghindari kerugian yang uang dalam jumlah yang besar.

Siklus Hidup Produk

Siklus hidup produk adalah kurva yang menyatakan mengenai keadaan atau kondisi suatu perusahaan. Daur hidup produk dibagi menjadi empat keadaan, yaitu keadaan perkenalan, keadaan tumbuh, dan keadaan dewasa, dan keadaan menurun. Kondisi ini dipengaruhi oleh kombinasi input yang akan menghasilkan sebuah output yang akhirnya mempengaruhi tingkat penerimaan suatu usaha. Gambar dan penjelasan mengenai ketiga keadaan tersebut sebagai berikut,

Gambar 3 Siklus hidup produk

Sumber: Kotler (2005)

Penjelasan mengenai kondisi pada siklus hidup produk sebagai berikut, 1. Strategi pada bisnis perkenalan dan yang tumbuh

Suatu industri yang baru muncul biasanya menganggap bahwa tidak terdapat aturan main dalam kancah bisnis sehingga industri tersebut melalaikan perumusan strategi. Risiko dan peluang pasti ada dalam bisnis sehingga akan lebih baik jika risiko dan peluang dikelola dengan secermat-cermatnya.

Lingkungan struktural faktor struktur umum yang menjadi ciri industri yang sedang dalam tahapan tumbuh adalah ciri struktural secara umum , yaitu ketidakpastian teknologi, ketidakpastian strategi, biaya awal yang tinggi, munculnya perusahaan baru, faktor kedua adalah rintangan mobilitas awal, selain lingkungan struktural, kendala perkembangan industri merupakan keadaan yang dihadapi oleh industri ketika memasuki fase tumbuh dalam bisnis, pilihan-pilihan strategis merupakan bagian dari perumusan strategi yang telah dilakukan oleh sebuah usaha yang memasuki fase tumbuh, aspek yang terkait dengan pilihan- pilihan strategis adalah sebagai berikut, 1) Pembentukan struktur industri, 2) Kondisi eksternal dalam perkembangan industri, 3) Peranan pemasok dan saluran distribusi, 4) Pergeseran rintangan mobilitas.

2. Strategi pindah ke bisnis yang dewasa

Terjadinya transisi dari industri yang berkembang pesat ke yang lebih lambat atau mature hampir senantiasa merupakan periode yang kritis dan menentukan bagi perusahaan-perusahaan. Beberapa masalah yang perlu diperhatikan akan berfokus pada masalah-masalah strategi dan administratif yang ditimbulkan oleh transisi ini. Hal yang terjadi adalah perubahan industri selama transisi, transisi ke tahapan kematangan (kedewasaan) sering mengisyaratkan bahwa telah terjadi sejumlah perubahan. Perubahan-perubahan itu antara lain: 1) Pertumbuhan pasar yang melemah, 2) Perusahaan-perusahaan semakin banyak menjual produk pada pelanggan tetap mereka daripada calon pelanggan baru, 3) Semakin besar biaya yang dikeluarkan untuk pengadaan fasilitas dan peralatan dalam rangka memelihara konsumennya, 4) Penyesuaian kapasitas produksi perusahaan karena produksi sudah mulai berkurang, 5) Penyesuaian terhadap kebijakan fungsional perusahaan, 6) Produk-produk baru mulai sulit dicari di pasar karena kemampuan untuk memproduksinya mulai menurun karena biaya dan risiko menjadi lebih besar, implikasi organisasi menjelaskan bahwa pimpinan perusahaan harus tanggap terhadap perubahan motivasi yang terjadi di dalam organisasi seiring terjadinya transisi menuju tahapan kematangan industri. Ketika menghadapi persaingan yang lebih matang, organisasi biasanya hanya mengalami sedikit pertumbuhan, kurang bergairah, kurang rangsangan, dan semangat untuk menjadi pionir cenderung memudar. Perkembangan seperti ini menimbulkan sejumlah masalah yang sulit bagi pimpinan perusahaan. Masalah-masalah utama tersebut antara lain:

a. Menurunnya harapan-harapan atas kinerja keuangan mengharuskan manajer menyesuaikan rencana kerja mereka dengan kondisi mature ini. b. Semua perubahan lingkungan akibat transisi ini dapat menyebabkan

perusahaan menjadi lengah, padahal seharusnya disiplin seluruh anggota organisasi harus lebih ditingkatkan untuk melaksanakan strategi yang dipilihnya.

c. Kinerja perusahaan yang menurun akan berdampak pula pada menurunnya harapan-harapan anggota organisasi terhadap kemajuan-kemajuan yang ingin dicapai mereka sehingga anggota organisasi perlu disuntuk dengan motivasi agar kinerja perusahaan dapat terus dipertahankan.

3. Strategi pada bisnis yang menurun

Industri yang sedang decline di sini, diartikan sebagai industri yang telah mengalami penurunan absolut dalam penjualan produk-produk selama periode yang relatif lama atau terus menerus sehingga mengakibatkan turunnya

penerimaan, tahap penurunan suatu bisnis menurut model siklus hidup ditandai menyusutnya marjin, pengurangan lini produk, berkurangnya kegiatan litbang dan periklanan, serta berkuranganya jumlah pesaing. Situasi penurunan ini, pedoman strategis yang dianjurkan adalah strategi panen atau pengunduran diri, namun penelitian yang mendalam terhadap industri yang menurun ini dalam sifat persaingan serta alternatif strategi yang ada untuk menanggulangi penurunan, adalah jauh lebih rumit. Masing-masing industri sangat berbeda dalam kiat menanggulangi persaingan tersebut. Bagian ini memaparkan penerapan analisis persaingan dari Porter terhadap situasi yang khas pada industri yang sedang menurun dengan penurunan itu bersifat uncontrollable, pertama, akan dipaparkan mengenai kondisi struktural yang menentukan sifat persaingan selama tahap penurunan, hal yang mempengaruhinya adalah kondisi permintaan yang meliputi ketidakpastian, struktur permintaan, dan sebab-sebab penurunan, hambatan keluar meliputi aset yang tahan lama dan spesial, biaya tetap untuk keluar, hambatan keluar strategis, hambatan informasi, hambatan manajerial atau emosional, hambatan pemerintah dan sosial, mekanisme untuk penjualan dan aset, ketidakjelasan rivalitas, kedua mengenai alternatif strategi generik yang dapat dipilih, strategi yang dapat dilakukan adalah kepeloporan, ceruk, panen, dan penarikan diri segera, , ketiga, mengenai cara memilih strategi.

Matriks IFE dan EFE

Matriks IFE merupakan alat analisis industri untuk perumusan strategi yang digunakan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi faktor lingkungan internal dan mengukur sejauh mana kekuatan dan kelemahan yang dimiliki. Matriks EFE merupakan alat analisis industri untuk perumusan strategi yang digunakan untuk merangkum dan mengevaluasi faktor lingkungan eksternal dan mengukur sejauh mana peluang dan ancaman yang dihadapi (David 2010).

Matriks Internal-Eksternal (I-E)

Matriks IE (Internal-External) merupakan pemetaan skor matriks EFE dan IFE dan memposisikan perusahaan kedalam tampilan sembilan sel dimana setiap sel merupakan kondisi atau langkah-langkah yang harus ditempuh perusahaan. Tujuan dari matriks IE adalah untuk memperoleh strategi bisnis di tingkat korporat yang lebih detail (David 2010). Matriks IE didasarkan pada dua dimensi utama, yaitu skor bobot total IFE pada sumbu x (horizontal) dan skor bobot total EFE pada sumbu y (vertikal).

Matriks SWOT

Matriks SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities Threats Matrix) merupakan alat untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam lingkungan suatu organisasi. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang tetapi secara bersamaan juga meminimalkan kelemahan dan ancaman (David 2010). Matriks SWOT merupakan alat mencocokkan terpenting yang membantu manajer mengembangkan empat tipe strategi : SO (kekuatan-peluang; strengths- opportunities), WO (kelemahan-peluang; weaknesses-opportunities), ST

(kekuatan-ancaman; strengths-threats), dan WT (kelemahan-ancaman;

weaknesses-threats).

Matriks QSP (QSPM)

Matriks QSP adalah alat yang memungkinkan penyusunan strategi untuk mengevaluasi alternatif strategi secara objektif berdasarkan faktor keberhasilan kunci internal dan eksternal yang telah diidentifikasi sebelumnya. Secara konsep, QSPM menentukan daya tarik relatif dari berbagai strategi berdasarkan seberapa jauh faktor keberhasilan kunci internal dan eksternal dimanfaatkan atau diperbaiki. Daya tarik relatif dari masing-masing strtegi dalam satu set alternatif dihitung dengan menentukan pengaruh kumulatif dari masing-masing faktor keberhasilan kunci eksternal dan internal (David 2010). Matriks QSP memiliki keistimewaan dan kelemahan. Keistimewaan QSPM adalah rangkaian-rangkaian strateginya dapat diamati secara berurutan atau bersamaan. Tak ada batasan untuk jumlah strategi yang dapat dievaluasi atau jumlah set strategi yang dapat dievaluasi pada saat menggunakan QSPM. Keistimewaan lainnya adalah mendorong para penyusun strategi untuk memasukkan faktor-faktor eksternal dan internal yang relevan ke dalam proses keputusan. Mengembangkan QSPM dapat memperkecil kemungkinan suatu faktor kunci akan terabaikan atau diberi bobot yang tidak sesuai. QSPM dapat diadaptasikan untuk digunakan oleh organisasi kecil, besar, berorientasi laba maupun nirlaba dan dapat diaplikasikan untuk hampir semua tipe organisasi. Alat ini juga dapat memperbaiki pilihan strategi dalam perusahaan multi nasional. QSPM juga memiliki kelemahan, yaitu ia selalu membutuhkan penilaian intuitif dan asumsi yang berdasar.

Kerangka Pemikiran Operasional

Industri rumah tangga adalah industri yang bergerak dalam skala usaha mikro hingga menengah. Industri rumah tangga bergerak di berbagai bidang.

CV Maja Menjangan adalah salah satu usaha rumah tangga atau industri rumah tangga yang bergerak dalam bidang pengolahan kedelai menjadi kecap. CV Maja Menjangan mulai menjalankan usaha kecap ini sejak tahun 1940. Usaha ini telah memiliki umur bisnis yang panjang, yaitu 73 tahun tetapi permasalahan tetap menghampiri usaha ini. Permasalahan yang dihadapi CV Maja Menjangan adalah persaingan industri yang tinggi, harga produk yang tinggi, belum adanya situs resmi, distribusi kurang luas, transisi manajemen, dan produktivitas sumber daya manusia rendah.

Permasalahan memang menghampiri CV Maja Menjangan tetapi peluang tetap ada. Peluang yang ada, yaitu tingginya konsumsi masyarakat Indonesia akan kecap sebagai bahan pelengkap panganan.

Berdasarkan hal ini maka penentuan strategi pengembangan usaha yang tepat untuk CV Maja Menjangan perlu dilakukan agar CV Maja Menjangan dapat bertahan dalam industri ini dan tetap menjaga keberlangsungan usahanya dan dapat memaksimalkan keuntungan. Penetapan visi, misi dan tujuan perusahaan dilakukan agar usaha kecap memiliki arah yang jelas dalam mencapai tujuan usahanya. Penentuan strategi bagi CV Maja Menjangan didasarkan pada lingkungan internal dan eksternal organisasinya.

Proses formulasi strategi dimulai dengan tahapan meringkas input informasi dasar untuk mengidentifikasi kondisi umum perusahaan termasuk kondisi lingkungan internal dan eksternal dengan penggunaan analisa matriks IFE dan EFE kemudian pada tahap pencocokan berfokus untuk menghasilkan strategi- strategi alternatif melalui penggabungan faktor-faktor eksternal dan internal yang utama menggunakan analisis matriks IE dan SWOT. Tahapan akhir adalah tahap keputusan untuk memilih strategi yang diurutkan berdasarkan prioritas menggunakan analisis QSPM (David 2010).

Analisis lingkungan internal bertujuan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan sedangkan analisis lingkungan eksternal bertujuan untuk mengetahui peluang dan ancaman yang dimiliki perusahaan. Analisis lingkungan internal diformulasikan ke dalam matriks IFE dan analisis lingkungan eskternal diformulasikan ke dalam matriks EFE. Hasil dari matriks IFE dan matriks EFE diplotkan ke dalam matriks IE untuk mengetahui kondisi perusahaan. Tahap selanjutnya menghasilkan alternatif strategi dengan matriks SWOT menggunakan informasi dari tahap input yang meliputi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dimuat dalam empat kolom.

Terakhir, strategi yang telah ada dipilih dengan menggunakan matriks QSP sehingga diperoleh prioritas strategi yang dapat diterapkan oleh CV Maja Menjangan. Berikut ini adalah kerangka pemikiran yang disajikan pada Gambar 4.

27

Gambar 4Kerangka pemikiran operasional CV Maja Menjangan Visi dan Misi CV Maja

Menjangan

Analisis Permasalahan - Persaingan industri yang tinggi

- Harga produk yang tinggi - Belum adanya situs resmi

- Distribusi kurang luas - Transisi manajemen

- Produktivitas sumber daya manusia rendah

Analisis Faktor Eksternal

Lingkungan Jauh : (Politik, Ekonomi, Sosial dan Teknologi)

Lingkungan Industri :

(Ancaman pendatang baru, Ancaman produk substitusi, Persaingan diantara industri, Daya

tawar pemasok) Analisis Faktor Internal

- Manajemen - Pemasaran - Produksi - Keuangan - Penelitian dan pengembangan Matriks EFE Peluang dan Ancaman Matriks IFE

Kekuatan dan Kelemahan

Penentuan Posisi Strategis Perusahaan

(Matriks IE)

Penentuan Alternatif Strategi (Matriks SWOT)

Rekomendasi Strategi Pengembangan Usaha CV Maja

Menjangan

Pemeringkatan Alternatif Strategi

Dokumen terkait