Setelah dilakukan analisis permasalahan dengan menggunakan pengamatan lapangan, kuesioner dan atau wawancara, serta membandingkan hasil evaluasi dan verifikasi tersebut dengan teori-teori yang terdapat pada literatur. Hasil analisis permasalahan tersebut akan menjadi acuan utama bagi pendefinisian solusi yang akan dibangun dalam skripsi ini.
Masing-masing permasalahan kemudian akan ditentukan solusi yang tepat untuk memecahkan masalah tersebut dengan menggunakan fungsi dari solusi yang akan dibangun dan akan dilakukan pendefinisian solusi yang akan diterapkan untuk memecahkan keseluruhan masalah-masalah tersebut. Pemetaan solusi terhadap permasalahan ini kemudian akan menjadi acuan pengembangan desain dari aplikasi yang akan dibangun. Berikut adalah rangkuman solusi untuk permasalahan yang diidentifikasi :
78
Tabel 3.5 Rangkuman Solusi Untuk Permasalahan Studi Kasus No. Permasalahan Yang
Diidentifikasi
Solusi Untuk Permasalahan Verifikasi Dengan
Landasan Teori
1. Waktu peminjaman dan
pengembalian buku yang cukup lama pada saat jam-jam sibuk, sehingga menimbulkan antrian.
Dengan alat peminjaman dan pengembalian buku secara otomatis yang menggunakan teknologi RFID. Sehingga para siswa dapat melakukan proses peminjaman dan pengembalian buku mandiri, tanpa bantuan petugas. Dan proses peminjaman dan pengembalian buku akan berjalan lebih cepat
Data penggunaan RFID pada perpustakaan pada subbab 2.6 Penggunaan RFID dalam perpustakaan
2. Waktu kerja terbuang karena melayani proses peminjaman dan pengembalian buku.
Dengan alat peminjaman dan pengembalian buku secara otomatis yang menggunakan teknologi RFID. Para siswa bisa melaksanakan proses peminjaman dan pengembalian buku mandiri. Sehingga petugas bisa melaksanakan pekerjaan yang lainnya
Data penggunaan RFID pada perpustakaan pada subbab 2.6 Penggunaan RFID dalam perpustakaan
3. Tidak bisa melakukan pengembalian buku online 24 jam
Dengan alat peminjaman dan pengembalian buku otomatis dapat dimungkinkan perpustakaan online 24 jam. Karena tanpa petugas proses pengembalian buku dapat berjalan dengan baik
Data penggunaan RFID pada perpustakaan pada subbab 2.6 Penggunaan RFID dalam perpustakaan 4. Akibat luasnya lahan pada
BINUS School Serpong dan letak antara kelas dan
Dengan adanya alat pengembalian otomatis yang dapat diletakkan di mana saja khususnya di dekat kelas siswa dapat memudahkan siswa dalam proses pengembalian buku dengan
Data penggunaan RFID pada perpustakaan pada subbab 2.6 Penggunaan
79
No. Permasalahan Yang Diidentifikasi
Solusi Untuk Permasalahan Verifikasi Dengan
Landasan Teori perpustakaan cukup jauh,
sehingga menyulitkan siswa untuk mengembalikan buku lebih cepat
cepat karena, siswa tidak perlu datang ke perpustakaan langsung
RFID dalam perpustakaan
5. Waktu yang diperlukan untuk membuat barcode baru yang unik pada setiap buku cukup lama dan masih dilakukan secara manual (barcode dibuat sendiri oleh petugas, lalu dicetak dengan printer)
Dengan menggunakan teknologi RFID untuk mengganti teknologi barcode. Karena setiap tag RFID mempunyai nomor yang unik. Jadi, petugas tidak usah membuat barcode baru yang unik
Data perbedaan barcode dengan RFID pada subbab 2.5 Perbedaan barcode dengan RFID
6. Barcode bersifat static sehingga
memerlukan bantuan teknologi
anti-theft untuk menangani
keamanan.
Penggunaan teknologi RFID yang dapat mengintegrasikan teknologi identifikasi buku dan teknologi anti-theft
Penjelasan EAS pada subbab 2.7
80
Gambaran sistem yang akan dibangun :
81
Berikut model konseptual yang akan dibangun :
student
trought the gate
book pass the gate and checked by gate
librarian
user give the borrow book
Gate
Book’s Shelf
Database
manipulate database
proccess the data
manipulate database user put the book
on the machine Borrowed Machine Aplication send data return book machine user return
the book send data
user place the book which is not to be borrowed
Temporary Book’s Shelf
librarian place the book which is not to be borrowed alarm turn on while anti-theft still on Aplication user booking the book send data internet Aplication send data manipulate database 1a 3a
user choose the book
2a
trought the gate
3b 4a 4b 4b 4c 5 6a 7a 7b alarm 4 2a 2b 3 3 4 5 Learn Algoritm By : Takeshi Book
tagging the book
4a
storing the book
5
Aplication
Insert book’s data
5
user give the return book
2b
82
Pada proses peminjaman buku, siswa melewati gate untuk masuk ke dalam perpustakaan. Siswa memilih buku yang ingin dipinjam pada rak buku. Siswa bisa melakukan peminjaman buku melalui petugas perpustakaan atau melalui alat peminjaman buku otomatis. Jika siswa melakukan peminjaman buku melalui alat peminjaman buku otomatis, siswa meletakkan buku yang dipinjam dan BINUS card pada alat peminjaman otomatis. Jika siswa melakukan peminjaman melalui petugas perpustakaan, maka petugas akan memasukkan data siswa dan data buku yang ingin dipinjam ke dalam aplikasi. Aplikasi akan mengecek apakah siswa boleh melakukan peminjaman buku atau tidak, dan apakah status buku booking atau tidak. Jika siswa tidak bisa melakukan peminjaman buku, maka siswa atau petugas meletakkan buku yang tidak jadi dipinjam ke rak buku sementara yang telah disediakan. Jika siswa berhasil melakukan peminjaman buku, maka aplikasi akan mengirimkan data dan melakukan perubahan data buku dan data siswa pada database. Aplikasi juga akan mengatur alarm buku menjadi tidak aktif. Sehingga pada saat buku melewati gate, alarm tidak bunyi.
Pada proses pengembalian buku, siswa bisa melakukan pengembalian buku melalui alat pengembalian buku otomatis atau melalui petugas perpustakaan. Jika siswa mengembalikan buku melalui alat pengembalian otomatis, maka siswa meletakkan buku yang ingin dikembalikan pada alat pengembalian otomatis. Jika siswa mengembalikan buku melalui petugas perpustakaan, maka petugas akan memasukkan data buku yang dikembalikan ke dalam aplikasi. Aplikasi akan melakukan pengecekan apakah buku yang dikembalikan terkena denda atau tidak. Jika pengembalian dilakukan melalui alat
83
pengembalian otomatis dan buku yang dikembalikan terkena denda, maka proses pengembalian buku tidak bisa dilakukan, dan siswa harus membayar denda terlebih dahulu melalui petugas perpustakaan. Jika pengembalian dilakukan melalui petugas perpustakaan dan buku yang dikembalikan terkena denda, maka siswa harus melakukan pembayaran denda terlebih dahulu, baru pengembalian buku bisa dilakukan.
Pada proses pemesanan buku, siswa melakukan pemesanan melalui website perpustakaan yang telah disediakan dengan koneksi internet. Siswa memasukkan nomor ID dan password ke halaman web. Bila berhasil login, maka siswa memilih buku yang ingin di pesan dan melakukan pemesanan. Aplikasi akan mengecek apakah siswa bisa melakukan pemesanan atau tidak, dan juga akan mengecek apakah buku bisa dipesan atau tidak. Bila sukses melakukan pemesanan, aplikasi akan memasukkan data siswa dan data buku yang dipesan ke dalam database.
Pada proses tagging buku, petugas menempelkan tag ID, dan memasukkan data buku baru dan tag ID pada buku ke dalam database melalui aplikasi tagging buku. Lalu buku-buku hasil tagging ditaruh dalam rak buku yang sesuai.
Tujuan dari solusi yang akan dibangun pada skripsi ini adalah sebagai berikut :
1. Mempersingkat waktu peminjaman dan pengembalian buku.
Tujuan ini ditujukan untuk siswa dan petugas perpustakaan. Alat peminjaman dan pengembalian buku secara otomatis akan membuat proses peminjaman dan pengembalian buku menjadi lebih cepat. Sehingga
84
pengguna akan memperoleh keuntungan dengan solusi ini, yaitu proses peminjaman dan pengembalian buku akan menjadi lebih cepat, sehingga menguntungkan bagi siswa dan petugas perpustakaan.
2. Mengoptimalkan waktu kerja petugas.
Tujuan ini ditujukan untuk petugas perpustakaan. Pekerjaan petugas perpustakaan yang biasanya melayani proses peminjaman dan pengembalian buku dapat dikurangi, sehingga petugas bisa mengerjakan pekerjaan yang lainnya. Alat peminjaman dan pengembalian buku secara otomatis akan membuat para siswa melaksanakan proses peminjaman dan pengembalian buku secara mandiri, tanpa memerlukan petugas perpustakaan. Keuntungan yang akan didapatkan bagi petugas perpustakaan adalah petugas tidak melayani proses peminjaman dan pengembalian buku sepanjang waktu kerjanya, dan bisa melaksanakan pekerjaan lain. Petugas perpustakaan akan lebih cepat dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Petugas perpustakaan juga dapat memberikan pelayanan dengan berinteraksi secara langsung yang lebih baik dan lebih peduli kepada para pengguna perpustakaan, sehingga para pengguna perpustakaan merasakan pelayanan yang memuaskan.
3. Merealisasikan proses pengembalian buku online 24 jam.
Tujuan ini ditujukan untuk siswa atau pengguna perpustakaan lainnya. Perpustakaan bisa buka 24 jam, sehingga siswa bisa melaksanakan proses pengembalian buku setiap saat, tanpa takut perpustakaan sudah tutup. Alat peminjaman dan pengembalian buku secara otomatis akan memungkinkan dibuatnya perpustakaan online 24 jam. Karena dengan alat pengembalian
85
buku yang otomatis, para siswa bisa melaksanakan proses pengembalian buku secara mandiri, dan walaupun tidak ada petugas proses tersebut bisa dilaksanakan dengan baik. Keuntungan yang akan didapatkan bagi siswa atau pengguna perpustakaan lainnya adalah dapat mengembalikan buku setiap saat. Tanpa harus takut perpustakaan sudah tutup. Proses pengembalian buku bisa dilaksanakan kapan saja, walaupun tidak ada petugas yang melayaninya.
4. Menghilangkan proses untuk membuat barcode baru yang unik pada setiap buku.
Tujuan ini ditujukan untuk petugas perpustakaan. Setiap tag RFID mempunyai ID yang berbeda, sehingga jika buku-buku pada perpustakaan menggunakan teknologi RFID dalam mengidentifikasi buku, maka proses membuat barcode baru yang unik pada setiap buku dapat dihilangkan. Keuntungan yang akan didapatkan bagi petugas perpustakaan adalah petugas tidak perlu membuat barcode baru pada proses tagging buku dan dengan menghilangnya aktivitas ini, maka akan mempercepat proses tagging buku.