BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3. Pembahasan
4.3.4. Analisis Pengaruh Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Aktivitas
Untuk mengetahui bagaimana rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas terhadap return saham, maka langkah-langkah pengujian statistik ini dilakukan sebagai berikut:
1. Analisis Korelasi Berganda
Analisis korelasi digunakan untuk membahas derajat hubungan antara seluruh variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y) atau untuk mengetahui kuat atau lemahnya hubungan antara variabel independen (X) dan variabel dependen (Y). Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan, maka hasil dari korelasi disajikan pada tabel berikut ini :
Tabel 4.37
Korelasi Berganda Rasio Perusahaan Terhadap Return Saham Menggunakan SPSS 16.0 For Windows
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .194a .038 -.032 1.01595
a. Predictors: (Constant), profitabilitas, likuiditas, aktivitas, solvabilitas b. Dependent Variable: return saham
Untuk mengetahui seberapa kuat hubungan antar variabel, dapat digunakan tabel interpretasi nilai koefisien (r) sebagai berikut.
Tabel 4.38
Pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi Interval Korelasi Tingkat Hubungan
0,00 – 0,199 0,20 – 0,399 0,40 – 0,599 0,60 – 0,799 0,80 – 1,000
Sangat Rendah Rendah Sedang Kuat Sangat Kuat (Sumber: Sugiyono, 2008;250)
Berdasarkan Tabel 4.37 korelasi simultan antara rasio keuangan yang terdiri dari rasio solvabilitas, profitabilitas, likuiditas dan aktivitas terhadap return saham menunjukan bahwa hubungan antara X1, X2, X3, X4, dan Y adalah sebesar 0,194.
Jika diinterpretasikan terhadap tabel koefisien korelasi (Tabel 4.39), berarti hubungan antara rasio perusahaan yang terdiri dari rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas terhadap return saham bersifat sangat rendah.
Hal tersebut mempunyai arti bahwa penggunaan analisis rasio keuangan yang terdapat pada laporan keuangan yang dipublikasikan oleh perusahaan yang menjual sahamnya di Bursa Efek Indonesi (BEI) baik untuk memprediksi return saham di masa yang akan datang. Hal ini karena rasio keuangan merupakan analisis untuk menghitung nilai intrinsik saham dengan menggunakan data keuangan perusahaan (Jogiyanto, 2007).
2. Analisis Regresi Berganda
Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan dengan menggunakan SPSS 16.0 for windows, maka hasil regresi akan disajikan pada tabel dibawah ini :
Tabel 4.39
Regresi Berganda Rasio Keuangan Terhadap Return Saham Menggunakan SPSS 16.0 For Windows
a. Dependent Variable: return saham
Dari tabel 4.39 di atas dapat diketahui nilai a sebesar 0.524 nilai b1 sebesar -0.035, nilai b2 sebesar -0.248, b3 sebesar 0.550, b4 sebesar -0.799 sehingga bentuk persamaan regresi linier berganda adalah sebagai berikut :
Y = 0.524 - 0.035 X1 + -0.248 X2 + 0.550 X3 + -0.799 X4 + e
Persamaan regresi linier berganda diatas, dapat disimpulkan bahwa konstanta sebesar 0.524 artinya pada saat rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan profitabilitas sebesar 0 satuan maka return saham adalah sebesar 0.524 satuan.
Nilai b1 negatif sebesar -0.035% artinya bahwa setiap kenaikan 1 kali pada rasio likuiditas mempengaruhi penurunan return yang di dapat investor sebesar -0.035%, nilai b2 sebesar -0.248% artinya bahwa setiap kenaikan 1 kali pada rasio solvabilitas mempengaruhi penurunan return yang di dapat investor sebesar -0.248%, b3 positif sebesar 0.550% artinya bahwa setiap kenaikan 1 kali pada rasio
aktivitas mempengaruhi kenaikan return yang di dapat investor sebesar 0.550% , b4 sebesar -0.799% artinya bahwa setiap kenaikan 1 kali pada rasio aktivittas mempengaruhi penurunan return yang di dapat investor sebesar -0.799 %.
3. Pengujian Secara Simultan (Uji F)
Pengujian ini dimaksudkan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya pengaruh yang signifikan antara rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, solvabiltas, aktivitas dan profitabilitas terhadap return saham. Adapun hipotesis adalah sebagai berikut:
H05 ; β1, β2, β3, β4 = 0 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara rasio keuangan terhadap return saham.
Ha5 ; β1, β2, β3, β4 = 0 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara rasio keuangan terhadap return saham.
Untuk uji ini, penulis menggunakan program SPSS 16.0 for windows dengan hasil pada tabel 4.40 sebagai berikut:
Tabel 4.40
Hasil Penghitungan Uji F
Menggunakan SPSS 16.0 For Windows
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 2.229 4 .557 .540 .707a
Residual 56.768 55 1.032
Total 58.997 59
a. Predictors: (Constant), profitabilitas, likuiditas, aktivitas, solvabilitas b. Dependent Variable: return saham
Untuk menguji hipotesis ini kriteria yang digunakan adalah kriteria untuk uji F dimana penetapan signifikansi dengan df = n-k-1; 60-4-1 = 55, sig 0.707, maka diperoleh nilai dari Ftabel sebesar 2,54 dan diketahui nilai perolehan Fhitung
sebesar 0.540 Karena Fhitung 0.540 > Ftabel 2,54 maka H0 ditolak dan H5 diterima sehingga rasio keuangan perusahaan yang terdiri dari rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas memiliki pengaruh signifikan terhadap return saham, hal ini mempunyai makna bahwa perusahaan-perusahaan yang menjadi sampel penelitian yang masuk ke dalam perusahaan indeks LQ 45 harus memperhatikan dengan baik-baik rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas karena ke empat rasio ini mempengaruhi return saham perusahaan yang merupakan daya tarik investor dalam berinvestasi.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Ulupui (2005), Ardi Hamzah (2007), yang menyimpulkan bahwa rasio keuangan (rasio solvabilitas, profitabilitas, likuiditas dan aktivitas) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham.
4. Analisis Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas sebagai variabel independen terhadap return saham sebagai variabel dependen.
Untuk uji ini, penulis menggunakan program SPSS 16.0 for window dengan hasil sebagai berikut:
Tabel 4.41
Hasil Penghitungan Koefisien Determinasi Secara Simultan
Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .194a .038 -.032 1.01595
a. Predictors: (Constant), profitabilitas, likuiditas, aktivitas, solvabilitas b. Dependent Variable: return saham
Dari hasil perhitungan diatas maka dapat diketahui nilai koefisien determinasi (Kd) = (R2) x 100% diperoleh dari R yaitu Kd = 0.1942 x 100% = 0.38%. Hasil ini sama dengan perolehan dengan menggunakan program spss pada kolom R square sebesar 0.38%. Dari perhitungan tersebut diketahui bahwa pengaruh signifikan dari rasio keuangan perusahaan yang terdiri dari rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan profitabilitas terhadap return saham sebesar 0.38% sedangkan sisanya 99.62% merupakan pengaruh dari faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Adapun faktor-faktor lain yang mempengaruhi return saham yang tidak diteliti dalam penelitian ini diantaranya adalah rasio pasar, ukuran perusahaan, kandungan informasi arus kas, Net Profit Margin (NPM), Price Earning Ratio (PER), Price Book Value (PBV), Operating Profit Margin (OPM) dan faktor-faktor lainnya.