BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.3. Pembahasan
4.3.5. Rekapitulasi Hasil Penelitian
Tabel 4.42
Rekapitulasi Hasil Penelitian Pengaruh Rasio Solvabilitas, Profitabilitas, Likuiditas, Aktivitas Terhadap Return Saham Secara Simultan
No. Analisis Hasil Keterangan 1. Analisis
Korelasi
r = 0.194 Korelasi antara rasio keuangan terhadap return saham adalah sangat rendah, dimana nilai r = -0,194 2. Analisis rasio likuiditas mempengaruhi penurunan return saham sebesar 0,035%.
Setiap kenaikan 1 kali pada setiap rasio profitabilitas mempengaruhi penurunan return saham sebesar 0,0248%.
Setiap kenaikan 1 kali pada setiap rasio likuiditas mempengaruhi peningkatan return saham sebesar 0,55%.
Setiap kenaikan 1 kali pada setiap rasio aktivitas mempengaruhi penurunan return saham sebesar -0,799%.
Rasio keuangan bernilai positive dan berpengaruh signifikan terhadap return saham (Y).
4. Koefisien Determinasi
Kd = 0.1942 x 100%
= 0.38%
Pengaruh rasio keuangan terhadap return saham (Y) pada perusahaan LQ 45 tahun 2008-2012 adalah sebesar 0.38 %.
(Sumber: Hasil olah data penulis, 2013)
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan sebelumnya, dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis statistik serta pengujian hipotesis mengenai analisis rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas terhadap return saham pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode tahun 2008 sampai dengan tahun 2012, maka dapat di ambil kesimpulan sebagai berikut:
Selama periode tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 rata-rata rasio likuiditas yang paling tinggi dicapai oleh PT. Aneka Tambang (ANTM) yaitu dengan rata-rata sebesar 5.26. Sedangkan rata-rata rasio likuiditas yang paling rendah dicapai oleh PT. Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dengan rata-rata rasio likuiditas sebesar 0.70.
Untuk rasio solvabilitas periode tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 rata-rata rasio solvabilitas yang paling tinggi pada perusahaan LQ 45 dicapai oleh PT.
Indofood Sukses Makmur (INDF) yaitu dengan rata-rata sebesar 2.32. Sedangkan rata-rata rasio solvabilitas yang paling rendah dicapai oleh PT. Astra Agro Lestari (AALI) dengan rata-rata rasio solvabilitas sebesar 0.22.
Selama periode tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 rata-rata rasio aktivitas pada perusahaan LQ 45 yang paling tinggi dicapai oleh PT. Unilever Indonesia (UNVR) yaitu dengan rata-rata sebesar 1.53. Sedangkan rata-rata rasio aktivitas yang paling rendah dicapai oleh PT. Indosat (ISAT) dengan rata-rata rasio likuiditas sebesar 0.36.
Selama periode tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 rata-rata rasio profitabilitas pada perusahaan LQ 45 yang paling tinggi dicapai oleh PT. Unilever Indonesia (UNVR) yaitu dengan rata-rata sebesar 0.63. Sedangkan rata-rata rasio profitabilitas yang paling rendah dicapai oleh PT. Indosat (ISAT) dengan rata-rata rasio profitabilitas sebesar 0.03.
Selama periode tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 rata-rata return saham yang paling tinggi dicapai oleh PT. Gudang Garam (GGRM) yaitu dengan rata-rata sebesar 1.03. Sedangkan rata-rata rasio return saham yang paling rendah dicapai oleh PT. Indosat (ISAT) dengan rata-rata return saham sebesar 0.04.
Pengaruh rasio likuiditas terhadap return saham. Hubungan antara rasio likuiditas dengan return saham menunjukkan bahwa rhitung adalah sebesar 0.010, yang artinya bahwa rasio likuiditas mempunyai hubungan yang bersifat negative dengan tingkat hubungan yang sangat rendah terhadap return saham. Lalu pengujian hipotesis melalui uji t antara rasio solvabilitas dengan return saham menunjukkan bahwa nilai thitung adalah sebesar -1.534 artinya besarnya thitung <
ttabel = 0.079 < 2.003, sehingga H0 diterima yang berarti rasio likuiditas bernilai negatif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Dan setelah dilakukan perhitungan koefisien determinasi, maka besarnya pengaruh rasio likuiditas terhadap return saham pada perusahaan LQ 45 periode tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 di Bursa Efek Indonesia adalah sebesar 0.0001%.
Pengaruh rasio solvabilitas terhadap return saham. Hubungan antara rasio solvabilitas dengan return saham menunjukkan bahwa rhitung adalah sebesar -0.102, yang artinya bahwa rasio solvabilitas mempunyai hubungan yang bersifat positif dengan tingkat hubungan yang sangat rendah terhadap return saham. Lalu
pengujian hipotesis melalui uji t antara rasio solvabilitas dengan return saham menunjukkan bahwa nilai thitung adalah sebesar 0.103 artinya besarnya thitung <
ttabel = -0.784 < 2.021, sehingga H0 diterima yang berarti rasio solvabilitas bernilai positif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Dan setelah dilakukan perhitungan koefisien determinasi, maka besarnya pengaruh rasio solvabilitas terhadap return saham pada perusahaan LQ 45 periode tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 di Bursa Efek Indonesia adalah sebesar 0.10%.
Pengaruh rasio aktivitas terhadap return saham. Hubungan antara rasio aktivitas dengan return saham menunjukkan bahwa rhitung adalah sebesar 0,129, yang artinya bahwa rasio aktivitas mempunyai hubungan yang bersifat positif dengan tingkat hubungan yang sangat rendah terhadap return saham. Lalu pengujian hipotesis melalui uji t antara rasio aktivitas dengan return saham menunjukkan bahwa nilai thitung adalah sebesar 0.991 artinya besarnya thitung <
ttabel = 0.991 < 2.021, sehingga H0 diterima yang berarti rasio aktivitas bernilai positif dan tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham. Dan setelah dilakukan perhitungan koefisien determinasi, maka besarnya pengaruh rasio aktivitas terhadap return saham pada perusahaan LQ 45 periode tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 di Bursa Efek Indonesia adalah sebesar 0.17%.
Pengaruh rasio profitabilitas terhadap return saham. Hubungan antara rasio profitabilitas dengan return saham menunjukkan bahwa rhitung adalah sebesar 0.014, yang artinya bahwa rasio profitabilitas mempunyai hubungan yang bersifat positif dengan tingkat hubungan yang rendah terhadap return saham. Lalu pengujian hipotesis melalui uji t antara rasio profitabilitas dengan return saham menunjukkan bahwa nilai thitung adalah sebesar 0.103 artinya besarnya thitung >
ttabel = 0.103 < 2.003, sehingga H0 ditolak yang berarti rasio profitabilitas bernilai positif dan berpengaruh signifikan terhadap return saham. Dan setelah dilakukan perhitungan koefisien determinasi, maka besarnya pengaruh rasio profitabilitas terhadap return saham pada perusahaan LQ 45 periode tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 di Bursa Efek Indonesia adalah sebesar 0.0001%.
Pengaruh rasio likuiditas, solvabiltas, aktivitas dan profitabilitas terhadap return saham periode tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 pada perusahaan LQ 45 di Bursa Efek Indonesia secara simultan. Melalui pengujian hipotesis uji F antara rasio keuangan dengan return saham menunjukkan bahwa nilai Fhitung adalah sebesar 0.540 dan jika dibandingkan dengan nilai Ftabel = 2,54, artinya besarnya Fhitung < Ftabel = 0.540 < 2,54 maka H0 diterima dan H5 ditolak sehingga rasio likuiditas, solvabiltas, aktivitas dan profitabilitas tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap return saham. Dan setelah dilakukan perhitungan koefisien determinasi, maka besarnya analisis rasio keuangan perusahaan secara simultan terhadap return saham pada perusahaan LQ 45 di Bursa Efek Indonesia adalah sebesar 0.38%.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis mengenai analisis rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio aktivitas dan rasio profitabilitas terhadap return saham pada perusahaan LQ 45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode tahun 2008 sampai dengan tahun 2012, maka penulis mempunyai saran sebagai berikut:
1. Untuk meningkatkan minat investor dalam berinvestasi, sebaiknya perusahaan memperhatikan dengan baik rasio-rasio keuangan seperti rasio likuiditas, solvabilitas, aktivitas, dan rasio profitabilitas serta rasio yang lainnya yang berpengaruh kepada nilai pengembalian investasi atau return saham yang menjadi daya tarik utama investor dalam berinvestasi.
2. Bagi peneliti selanjutnya:
a. Dalam penelitian ini hanya 4 rasio keuangan saja yang digunakan untuk memprediksi tingkat return saham, yaitu rasio solvabilitas, profitabilitas, likuiditas dan aktivitas. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan untuk menambah faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi return saham, seperti Net Profit Margin (NPM), Price Earning Ratio (PER), Price Book Value (PBV), Operating Profit Margin (OPM) dan faktor-faktor lainnya.
b. Karena penelitian ini dilakukan pada perusahaan LQ 45 periode tahun 2008 sampai dengan tahun 2012 dimana hanya 12 sampel perusahaan yang diteliti, sehingga untuk penelitian selanjutnya diharapkan jumlah perusahaan yang diteliti lebih banyak dari penelitian ini, hal ini bertujuan untuk mendapatkan hasil yang lebih kuat.
c. Sebaiknya periode pengamatan untuk penelitian selanjutnya menggunakan periode pengamatan yang lebih panjang dari periode pengamatan penelitian ini, hal ini bertujuan untuk memperkuat hasil penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
Anoraga, Pandji dan Piji Pakarti. (2008), Pengantar Pasar Modal. Rineka Cipta:
Jakarta.
Algifari. (2000), Analisis Regresi : Teori, Kasus, dan Solusi. BPFE: Yogyakarta.
Buku Panduan Indeks Harga Saham Bursa Efek Indonesia, 2010.
Fahmi, Irham dan Yovi Lavianti. (2009), Teori Portofolio dan Analisis Investasi:
Teori dan Soal Jawab. Alfabeta: Bandung.
Hamzah, Ardi. (2007), Analisis Rasio Likuditas, Profitabilitas, Aktivitas, dan Solvabilitas terhadap Capital Gain dan Dividen. Riset Akuntansi Indonesia, Vol.10, No.3.
Hanafi, Mamduh. (2005), Analisis Laporan Keuangan. UPP AMP YKPN:
Yogyakarta.
Husnan, Suad. (2005), Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. UPP AMP YKP: Yogyakarta.
Husnan dan Pudjiastuti. (2004), Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. UPP AMP YKP: Yogyakarta.
Jauhari, Budi Rusman dan Basuki Wibowo. (2004), Analisis Fundamental Terhadap Return Saham Pada Periode Bullish dan Bearish Indeks Harga Saham Gabungan, , Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol.9, No.2, Hal:17-32.
Jogiyanto, H.M. (2008), Teori Portofolio dan Analisis Investasi. BPFE:
Yogyakarta.
Kieso, Weygandt dan Warfield. (2007) Akuntansi Intermediate. Erlangga: Jakarta.
Munawir, S. (2004), Analisis Laporan Keuangan. Liberty: Yogyakarta.
Sartono, Agus. (2008), Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. BPFE:
Yogyakarta.
Sugiyono. (2010), Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta: Bandung.
Suharli, Michell. (2005), Studi Empiris terhadap Dua Faktor yang Mempengaruhi Return Saham pada Industri Food and Bevarages di BEI. Jurnal Akuntansi dan Keuangan. Vol.7. No.2 Nopember 2005. Hal:99-116.
Suharli, Michell dan Oktorina. (2005), Memprediksi Tingkat Pengembalian Investasi pada Equity Securities Melalui Rasio Profitabilitas, Likuiditas, dan
Hutang pada Perusahaan Publik di Jakarta. Simposium Nasional Akuntansi.
Vol. 8. September 2005. Hal:288-296.
Tandelilin, Eduardus. (2007), Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio. BPFE:
Yogyakarta.
Ulupui, I.G.K.(2005), Analisis Pengaruh Rasio Likuiditas, Leverage, Aktivitas, dan Profitabilitas Terhadap Return Saham (Studi pada Perusahaan Makanan dan Minuman dengan Kategori Industri Barang Konsumsi), Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Udayana Bali.
Walsh, Ciaran. (2004), Key Management Rations: Rasio-rasio Manajemen Penting, Penggerak dan Pengendali Bisnis. Erlangga: Jakarta.
Wild, Subramanyam dan Halsey (2005), Analisis Laporan Keuangan. Salemba Empat: Jakarta.
www.google.com www.wikipedia.com www.idx.co.id www.tempo.com