BAB 4 ANALISIS PROSES AUDIT BEBAN AKRUAL PT SDN
4.1. Identifikasi Risiko dan Pengembangan Strategi
4.1.2. Mengidentifikasi Risiko
4.1.2.4. Analisis Pengendalian Internal Perusahaan
Setelah mengetahui risiko kesalahan penyajian yang mungkin terjadi pada perusahaan, KAP harus mengetahui prosedur atau pengendalian apa saja yang dilakukan perusahaan untuk memitigasi risiko tersebut. Untuk mengetahui hal tersebut, KAP melakukan penilaian berdasarkan COSO’s internal control – integrated framework. Berdasakan kerangka tersebut, ada lima hal yang dianalisis oleh KAP, yaitu lingkungan pengendalian perusahaan, penilaian perusahaan terhadap risiko perusahaan, aktivitas pengendalian perusahaan, sistem informasi dan komunikasi, serta aktivitas pengawasan perusahaan. Berikut adalah penjelasan dari masing-masing analisis tersebut.
a. Analisis Lingkungan Pengendalian Perusahaan
Proses analisis ini dilakukan melalui diskusi (inquiry) dengan accounting supervisor perusahaan serta direktur dan supervisor hukum pada hari berikutnya. Ada beberapa hal yang dianalisis pada proses ini, yaitu (1) etika dan integritas, (2) partisipasi oleh pihak yang berwenang atas tata kelola, (3) filosofi manajemen dan gaya operasional, (4) struktur organisasi, (5) kompetensi sumber daya manusia perusahaan, dan (6) tekanan pada sumber daya manusia perusahaan untuk mencapai target kinerja keuangan tertentu.
Berdasarkan diskusi tersebut, KAP menemukan beberapa kelemahan pada lingkungan pengendalian perusahaan yaitu (1) kurangnya kebijakan akuntansi dan SOP, (2) kurangnya rekonsiliasi pada tiap akun dan review, (3) perkembangan pada aset konstruksi tidak diawasi dengan benar, (4) tidak ada rekonsiliasi pajak, dan (5) lemahnya keputusan kebijakan akuntansi pada situs pertambangan. Namun, KAP tidak melihat kelima kelemahan tersebut merupakan hal yang signifikan dengan alasan kelima
hal tersebut dapat diatasi dengan aktivitas pengendalian perusahaan. Oleh karena itu, KAP berkesimpulan lingkungan pengendalian perusahaan merupakan dasar yang sesuai untuk komponen pengendalian internal lainnya.
b. Analisis Proses Penilaian Risiko oleh Perusahaan
Proses ini dilakukan melalui analisis management report bulanan perusahaan dan diskusi terpisah dengan accounting supervisor dan direktur perusahaan. Ada dua hal yang dianalisis KAP dalam proses ini, yaitu (1) apakah perusahaan memiliki tujuan strategis yang sesuai dengan ukuran dan kompleksitas perusahaan beserta misi (objective) yang konsisten untuk menunjang strategi tersebut, (2) apakah tujuan strategis tersebut diinformasikan secara berkala kepada pihak yang berwenang atas tata kelola, (3) apakah perusahaan memiliki proses analisis risiko atas proses perubahan, (4) apakah perusahaan memiliki proses yang resmi untuk mengatur perubahan yang berdampak signifikan pada perusahaan.
Melalui keempat hal tersebut, KAP menyimpulkan bahwa aktivitas analisis risiko perusahaan sudah sesuai dengan ukuran dan kompleksitas perusahaan. Namun, KAP menemukan perusahaan tidak mengawasi jumlah hari karyawan XYZ plc berada di Indonesia sehingga berisiko terkena isu pajak apabila jumlah hari karyawan tersebut melebihi PE time test. KAP sudah mengomunikasikan hal ini kepada perusahaan pada perikatan audit beberapa tahun sebelumnya, namun sampai saat ini, perusahaan belum menangani isu ini karena direktur perusahaan dan XYZ plc masih mungin terkena risiko ini.
c. Analisis Aktivitas Pengendalian Perusahaan
Pada proses ini, KAP akan melakukan analisis pada eksekusi pengendalian perusahaan, yaitu kelengkapan dokumen transaksi dan otorisasi transaksi.
Ada empat jenis transaksi yang membutuhkan kelengkapan dokumen tertentu, yaitu transaksi treasury (pendanaan, pemberian kas ke karyawan, kas kecil, dan arus kas), pembelian, pajak, dan gaji. Pada pembahasan ini,
hanya akan dibahas implementasi pengendalian perusahaan pada transaksi pembelian karena transaksi tersebut merupakan transaksi yang paling banyak berkaitan dengan akun beban akrual.
Proses pembelian dilakukan melalui tiga tahap, yaitu pemesanan, penerimaan barang, dan pembayaran. Berdasarkan diskusi dengan accounting supervisor perusahaan, KAP memperoleh kelengkapan dokumen yang harus ada pada ketiga tahap pembelian sebagai berikut:
Tabel 4.3. Kelengkapan Dokumen Tiap Tahap Pembelian
Tahap Dokumen
Sumber : Dokumen ARA (Telah Diolah Kembali)
Berdasarkan analisis terhadap sampel dokumen-dokumen transaksi tersebut, KAP mengetahui bahwa otorisasi transaksi sudah dilakukan oleh pihak yang berwenang. Kelengkapan transaksi juga sudah diverifikasi oleh pihak yang independen untuk memastikan kelengkapannya.
Berdasarkan informasi tersebut, KAP berkesimpulan bahwa aktivitas pengendalian yang diimplementasikan perusahaan sudah relevan dengan ukuran dan kompleksitas perusahaan dan tidak ada kelemahan pada komponen aktivitas pengendalian perusahaan.
d. Analisis Sistem Informasi dan Komunikasi Perusahaan
Analisis ini dilakukan melalui diskusi dengan accounting supervisor perusahaan dan dari dokumen-dokumen yang berisi informasi perusahaan.
Ada tiga hal yang dianalsis KAP dalam proses ini, yaitu (1) apakah ada proses yang tepat untuk mengumpulkan informasi keuangan dan apakah sikap manajemen perusahaan mendukung lingkungan teknologi informasi
perusahaan, (2) apakah informasi keuangan dikomunikasikan secara rutin, dan (3) apakah sistem teknologi informasi perusahaan kompleks.
Berdasarkan ketiga hal tersebut, KAP menemukan beberapa hal berikut:
Belum ada deskripsi pekerjaan yang resmi atau SOP untuk mendukung lingkungan teknologi informasi. Namun, direktur perusahaan sudah berkomitmen untuk mendukung lingkungan teknologi informasi. Hal ini dapat dilihat dari rencana perusahaan untuk meningkatkan fungsionalitas system teknologi informasi perusahaan. Perusahaan juga menyatakan bahwa pihaknya terbuka atas saran KAP untuk meningkatkan sistem teknologi informasi tersebut.
Perusahaan kurang memiliki batasan pada akses data dan tidak ada backup dari data tersebut. Perubahan yang tidak diotorisasi atau adjustment juga dapat dilakukan tanpa terdeteksi sehingga meningkatkan risiko fraud dan error perusahaan.
Komunikasi informasi keuangan perusahaan dilakukan melalui laporan bulanan manajemen. KAP mengidentifikasi bahwa pada bulan Januari sampai April dan Juli sampai Desember 2013, laporan tersebut tidak dipublikasikan secara rutin.
Perusahaan menggunakan sistem MYOB sebagai sistem akuntansinya.
Berdasarkan penilaian melalui kuesioner KAP, KAP menyatakan bahwa sistem tersebut termasuk sistem nonkompleks.
Walaupun terdapat empat kelemahan pada sistem informasi dan komunikasi perusahaan, KAP menyimpulkan bahwa kelemahan-kelemahan tersebut bukan merupakan hal yang signifikan. Oleh karena itu, KAP menyatakan bahwa sistem informasi dan komunikasi perusahaan sudah sesuai dengan ukuran dan kompleksitas perusahaan.
e. Analisis Pengawasan Pengendalian Perusahaan
Dalam melakukan proses ini, KAP melakukan analisis terhadap proses pengawasan pengendalian yang sedang berjalan berdasarkan eksekusi pengawasan dan efektivitas pengawasan tersebut, serta penilaian terhadap
proses evaluasi efektivitas pengendalian internal yang terpisah. Analisis ini dilakukan melalui diskusi dengan accounting supervisor.
Berdasarkan analisis tersebut, KAP menemukan bahwa perusahaan tidak memiliki fungsi auditor internal dan tidak memiliki pengendalian untuk menilai dan mengidentifikasi kelemahan rancangan pengendalian perusahaan. KAP juga mengetahui bahwa perusahaan tidak memiliki proses resmi untuk memperoleh dan melaporkan kelemahan pengendalian internal. Kelemahan atas pengendalian internal tersebut diperoleh dari observasi dan supervisi manajemen senior dan dilaporkan kepada CEO XYZ plc yang akan mendiskusikan dan mengomunikasikan hal tersebut kepada perusahaan melalui email. Namun, berdasarkan analisis KAP, temuan-temuan tersebut dinilai tidak signifikan dan KAP menyimpulkan bahwan proses pengawasan pengendalian sudah sesuai dengan ukuran dan kompleksitas perusahaan.
Dapat dilihat bahwa seluruh pengendalian internal perusahaan sudah sesuai dengan ukuran dan kompleksitas perusahaan. Namun, berdasarkan analisis terhadap lingkungan pengendalian perusahaan, KAP memutuskan untuk tidak mengandalkan ITGC (Information Technology General Control) perusahaan. Hal ini disebabkan oleh walaupun sistem pengendalian perusahaan sudah sesuai dengan ukuran dan kompleksitas perusahaan, proses pengambilan data listing untuk akun beban akrual dan utang masih dilakukan dengan manual dan tidak diambil dari sistem MYOB.
Karena KAP memutuskan untuk tidak mengandalkan lingkungan pengendalian perusahaan, KAP tidak melakukan test of control pada transaksi perusahaan. Hal tersebut disebabkan oleh argumen KAP yang percaya bahwa langsung melakukan test of detail akan lebih efisien dalam menemukan bukti audit. Untuk melakukan test of detail tersebut, KAP sudah mengidentifikasi dan mendokumentasi contoh dokumen yang digunakan oleh perusahaan sehingga akan memudahkan proses vouching.
Berdasarkan semua analisis risiko di atas, KAP akan menyimpulkan tingkat risiko audit pada tiap FSLI perusahaan. Risiko audit pada akun beban akrual, dapat dilihat pada tabel di bawah.
Tabel 4.4. Risiko Audit Akun Beban Akrual Jenis Risiko Audit Tingkat Risiko Inheren (dari analisis risiko atas
kesalahan penyajian laporan keuangan akibat error dan fraud)
Rendah Ekspektasi Pengandalan Pengendalian Rendah
Jumlah Bukti Substantif Rendah
Sumber : Dokumen ARA (Telah Diolah Kembali)