• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menguji Beban Akrual

BAB 4 ANALISIS PROSES AUDIT BEBAN AKRUAL PT SDN

4.2. Audit Lapangan

4.2.3. Menguji Beban Akrual

Setelah mengetahui transaksi apa saja yang merupakan populasi akun beban akrual, proses selanjutnya adalah menguji akun tersebut. Pada proses pengujian beban akrual, KAP terlebih dulu akan melakukan pengambilan sampel dari populasi dan kemudian melakukan proses vouching dan inquiry. Proses diakhiri dengan merangkum semua aktivitas (koreksi, penjelasan perusahaan, dll.) yang dilakukan KAP kepada akun ini.

Proses pengujian beban akrual diawali dengan penentuan sampel yang akan digunakan. Jenis pengambilan yang dilakukan oleh KAP adalah:

a. Targeted Testing

Berdasarkan detail listing beban akrual yang sudah diperoleh KAP, diketahui bahwa jumlah total beban akrual adalah Rp 67.492.193.926.

Dari keseluruhan beban akrual tersebut, KAP memutuskan untuk memilih transaksi dengan jumlah yang besar (milyaran rupiah) kecuali akun koreksi yang diajukan oleh KAP pada pengerjaan review laporan keuangan interim perusahaan.

Berdasarkan kriteria tersebut, KAP menemukan enam transaksi dengan jumlah besar yang apabila dijumlahkan satu sama lain akan berjumlah 70% dari populasi beban akrual.

b. Non-Statistical Sampling

Dari targeted testing di atas, diketahui bahwa ada 30% dari total beban akrual yang belum diambil sampel. Padahal, jumlah tersebut adalah di atas performance materiality perusahaan. Oleh karena itu, sekitar 30%

dari total akrual tersebut atau 94 transaksi kecil lainnya akan diambil sampel melalui non-statistical sampling. Melalui software, ditentukan bahwa akan diambil tiga transaksi sebagai sampel dari 94 transaksi bernominal kecil tersebut. Ketiga sampel diambil dengan menggunakan metode haphazard.

Berdasarkan kedua metode pemilihan sampel di atas, diambil sembilan sampel sebagai berikut:

Tabel 4.8. Sampel Audit

Vendor Transaksi

PT QWE Pemberian jasa gambar dan fabrikasi infrastruktur pada proyek HIJ

PT KMX Pemberian jasa menghubungkan mounting bracket dengan penjepit pada infrastruktur proyek

PT ODI Pembuatan situs pengolahan limbah

PT ODI Pembelian komponen utama pada proyek HIJ

PT BMS (dicatat dalam dua jurnal terpisah)

Pemberian jasa rancangan teknis situs pemrosesan pada proyek HIJ

PT GSI Pemberian jasa makanan untuk karyawan pada proyek HIJ JKL Advocates Pemberian jasa profesional dan pemeriksaan perjanjian

antara perusahaan dengan pihak ketiga

PT CHI Penyewaan menara penerangan, generator, dan mesin pengelasan

Sumber : Dokumen ARA (telah diolah kembali)

Dari kesembilan sampel tersebut, akan dilakukan proses vouching. Dalam proses ini, auditor akan melihat (1) kelengkapan dokumen transaksi, yaitu purchase order (PO), (2) jumlah yang tertulis pada dokumen transaksi, (3) jumlah

pembayaran apabila sudah dibayar, dan (4) perbedaan antara jumlah yang tercatat dengan jumlah sebenarnya.

Pada saat melakukan proses vouching, auditor menyadari bahwa ada beberapa transaksi yang dilakukan oleh perusahaan walaupun belum ada kontrak antara perusahaan dengan vendor atau kontrak belum disetujui kedua belah pihak.

Vendor-vendor tersebut adalah yaitu PT QWE, PT KMX, PT ODI, PT CHI, PT GSI, dan masih ada banyak lagi vendor, namun tidak termasuk dalam vendor pada akun beban akrual. Hal ini semakin terlihat mencurigakan setelah auditor mengetahui bahwa karyawan pada departemen purchasing yang berstatus ekspatriat asal Australia sudah tidak bekerja lagi di PT SDN.

Untuk memastikan bahwa transaksi tersebut adalah benar dan tidak ada tujuan untuk menguntungkan pihak lain dengan cara yang ilegal, auditor melakukan proses penilaian reputasi vendor. Penilaian ini dilakukan berdasarkan beberapa aspek, (1) klien utama vendor, (2) tahun didirikannya vendor tersebut, (3) lokasi anak perusahaan vendor, (4) sertifikasi dan penghargaan yang diraih vendor, dan (5) sejarah aktivitas kriminal yang dilakukan vendor. Proses penilaian dilakukan dengan mencari informasi melalui internet. Hasil dari pencarian tersebut akan disimpan dalam bentuk pdf sebagai bukti bahwa auditor telah melakukan penilaian terhadap reputasi vendor.

Selain melakukan penilaian reputasi atas vendor yang belum memiliki kontrak tersebut, KAP juga melakukan pemeriksaan pada dokumen transaksi lain, yaitu invoice dan bukti pembayaran. Hal ini ditujukan untuk mengetahui bahwa tidak ada transaksi palsu kepada vendor-vendor tersebut atau tidak ada uang yang dikeluarkan ke bukan vendor perusahaan. Kedua prosedur dilaksanakan tanpa sepengetahuan perusahaan untuk menghindari adanya kemungkinan perusahaan menutupi informasi tentang vendor atau transaksi tersebut.

Berdasarkan penilaian tersebut, diketahui bahwa tidak ada vendor dengan reputasi yang buruk. Oleh karena itu, KAP menyimpulkan bahwa walaupun transaksi tersebut tidak dilakukan sesuai dengan aturan (seharusnya transaksi baru bisa dilakukan apabila sudah ada perjanjian atau kontrak yang formal), KAP menyimpulkan bahwa tidak ada tujuan fraud dari transaksi tersebut.

Selain itu, berdasarkan aktivitas vouching tersebut, KAP juga menemukan beberapa kesalahan penyajian sebagai berikut.

a. Terdapat kesalahan jumlah pada transaksi dengan PT QWE. Detail listing perusahaan menyebutkan bahwa jumlah transaksi adalah sebesar AU$

699.296 sedangkan pada dokumen transaksi perusahaan, jumlah transaksi tersbut adalah AU$ 849.150 sehingga diketahui bahwa perusahaan understated. Berdasarkan nilai tukar pada tanggal 31 Desember 2013, KAP mengajukan koreksi sebesar Rp 1.629.761.154 pada akun beban akrual perusahaan. Berikut adalah jurnal koreksi yang diajukan perusahaan.

Dr. Construction in Progress 1.629.761.154 Cr. Beban akrual AUD 149.854 Cr. Beban akrual AUD exchange 1.629.611.300

b. KAP mengidentifikasi transaksi perusahaan dengan PT BMS dan PT ODI sudah dibukukan pada akun utang. Dengan kata lain, perusahaan melakukan double-booking pada transaksi ini (pada beban akrual dan utang). Oleh karena itu, walaupun jumlah yang ada pada detail listing perusahaan sama dengan jumlah pada dokumen transaksi, KAP mengajukan jurnal koreksi sebagai berikut.

Untuk transaksi dengan PT BMS

Dr. Beban akrual USD 958.406 Dr. Beban akrual USD exchange 11.681.047.210

Cr. Construction in Progress 11.682.005.616 Dr. Beban akrual USD 1.210.400 Dr. Beban akrual USD exchange 14.752.343.012

Cr. Construction in Progress 14.751.132.612 Untuk transaksi dengan PT ODI

Dr. Beban akrual USD 335.118 Dr. Beban akrual USD exchange 4.084.418.184

Cr. Construction in Progress 4.084.753.302

c. Terdapat perbedaan jumlah antara detail listing dan dokumen transaksi pada transaksi dengan PT ODI. Detail listing perusahaan berjumlah US$

493.150 sedangkan jumlah sebenarnya adalah US$ 475.468 sehingga perusahaan berada dalam posisi overstated sebesar US$ 17.682. Apabila dilakukan translasi ke mata uang rupiah dengan nilai tukar pada tanggal 31 Desember 2013 yang bernilai Rp 12.189/US$, diketahui bahwa kesalahan perusahaan berjumlah Rp 215.514.830. Nilai tersebut berada di bawah angka SUM sehingga dapat dikatakan tidak material. Oleh karena itu, KAP tidak mengajukan koreksi atas kesalahan penyajian ini.