BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
F. Analisis Penilaian Prestasi Kerja Pegawai
Sistem penilaian prestasi kerja yang dilakukan untuk seluruh pegawai di Sekolah SMA Negeri 3 Takalar, menggunakan pendekatan Manajemen Unjuk Kerja (MUK).Manajemen unjuk kerja mengacu pada sasaran kerja yang hendak dicapai oleh seorang pegawai dalam satu periode.
Manajemen unjuk kerja merupakan kerangka kerja sama antara atasan dan bawahan. Dalam manajemen unjuk kerja ini terjadi suatu komunikasi timbal balik antara atasan dan bawahan sehingga semua maksud, baik dari atasan maupun bawahan dapat dipertemukan dalam penentuan suatu sasaran yang ingin dicapai.
Selanjutnya atasan akan mengamati dan mengawasi pelaksanaan kerja dari bawahan maupun kelompok kerja apakah sasaran yang telah ditetapkan tercapai atau tidak.
Selain itu, penilaian prestasi kerja melalui manajemen unjuk kerja dapat membantu setiap pegawai untuk mengidentifikasikan kepuasan dalam kebutuhan pengembangan serta meningkatkan kinerja serta merealisasikan potensi yang dimiliki.
Secara rinci, tujuan penilaian prestasi kerja Manajemen Unjuk Kerja (MUK) yaitu sebagai berikut:
1. Diperoleh umpan balik dua arah mengenai efektifitas unjuk kerja pegawai.
2. Diperoleh perbandingan antara hasil yang dicapai dengan rencana sasaran yang telah dicapai.
3. Diperoleh nilai unjuk kerja pegawai secara keseluruhan.
a. Penyusunan Manajemen Unjuk Kerja (MUK)
Manajemen Unjuk Kerja yang ditetapkan oleh atasan langsung merupakan pentargetan kerja yang diberikan dalam rencana kerja.Manajemen Unjuk Kerja pegawai dituangkan dalam formulir yang memuat kriteria penilaian dan informasi tentang kesimpulan nilai unjuk kerja pegawai, disertai identifikasi kebutuhan pengembangan pengetahuan dan kemampuan kerja serta pengembangan karir pegawai. Didalam manajemen unjuk kerja tersebut ditetapkan pula standar pelaksanaan kerja yang merupakan pertanyaan tentang jenis-jenis program kerja dan tolak ukurnya, baik waktu pelaksanaannya, kuantitas, kualitas yang diterapkan oleh atasan dengan batasan bahwa target pekerjaan dapat diselesaikan dalam kondisi dan cara kerja yang wajar serta normal.
Sistem penilaian prestasi kerja melalui Manajemen Unjuk Kerja yang dilaksanakan oleh Sekolah SMA Negeri 3 Takalar, berpedoman kepada kriteria-kriteria yaitu analisis dan pengambilan keputusan, merupakan kemampuan mendapatkan informasi yang sesuai dan mampu mengidentifikasi isu-isu utama berdasarkan informasi awal, menghubungkan dan membandingkan data dari sumber yang berbeda, serta mengidentifikasi kajian antara sebab dan akibat.
1. Perencanaan dan pengorganisasian, menetapkan serangkaian aksi bagi dirinya sendiri dan atau rekan lainnya untuk menyelesaikan sasaran kerja, merencanakan peugasan yang sesuai bagi bawahan dan mengalokasikan
sumber-sumber daya yang tetap, menetapkan prosedur-prosedur untuk memonitor hasil pendelegasian, penugasan atau proyek.
2. Komunikasi, mampu menyampaikan ide secara efektif tidak dalam situasi individual atau kelompok, atau menggunakan bahasa atau terminologi sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan pendengar.
3. Kepemimpinan individual kemampuan gaya dan metode yang tepat dalam berinteraksi sehingga dapat memberikan inspirasi dan petunjuk kepada bawahan, rekan kerja atau atasan untuk memperbaiki sasaran kerja.
4. Pembinaan, menjadi fasilitator bagi pengembangan bawahan dalam hal ilmu dan keterampilan, memberikan umpan balik pada saat yang diperlukan dan memberikan petunjuk untuk membantu mereka mencapai sasaran.
5. Pendelegasian wewenang, mendelegasikan otoritas pengambilan keputusan dan tanggung jawab kepada bawahan secara tetap mendayagunakan waktu, kemampuan dan potensi bawahan dengan tepat.
6. Pengetahuan professional, telah mencapai tingkat kemampuan professional, pengetahuan yang tinggi sesuai dengan kualifikasi jabatannya, terus menerus membantu perkembangan dan trend berkaitan dengan bidangnya.
7. Integrasi, artinya mampu memelihara dan menjunjung norma sosial, etika dan organisasi dalam menjalankan aktivitas bisnis baik dilingkungan internal maupun eksternal.
8. Costumer focus (orientasi terhadap pelanggan), dengan secara aktif mengembangkan hubungan pelanggan dengan jalan memperhatikan dan memahami pelanggan baik secara internal maupun eksternal, mengantisipasi dan memberi solusi terhadap kebutuhan pelanggan, memberikan prioritas terhadap kebutuhan pelanggan.
9. Inisiatif, dengan melakukan usaha yang aktif untuk mencapai sasaran kerja, lebih cenderung berinisiatif daripada pasif menerima instruksi dan informasi.
10. Kerjasama, bekerja dengan efektif dalam tim/kelompok kerja atau di luar lingkungan otoritas yang formal (seperti rekan kerja, senior manajer) untuk mencapai sasaran organisasi, melakukan aktivitas yang memperhatikan kebutuhan dan kontribusi rekan lain, memberikan sumbangan dan menerima konsekuensi.
11. Untuk kerja maksimal, menetapkan standar yang tinggi dalam pencapaian sasaran unjuk kerja atau sasaran pengembangan, melakukan aktivitas untuk mencapai sasaran melampaui dari yang diharapkan.
12. Pengetahuan praktis, mengikuti perkembangan ilmu dan keterampilan yang sesuai dengan posisinya dan menunjukkan kemauan untuk mempelajarinya.
13. Kuantitas dan kualitas pekerjaan, artinya tidak ditemukan kesalahan pada hasil kerjanya. Volume yang dihasilkan sesuai standar, tepat waktu dan berkemauan untuk bekerja di luar jam kerja jika diperlukan.
b. Tata Cara Penilaian
Dalam penilaian Manajemen Unjuk Kerja, setiap pegawai dibuatkan laporan berkenaan setiap satu bulan sekali oleh atasan langsung yang berperan sebagai pejabat penilai dengan menggunakan laporan bulanan efisiensi kinerja pegawai.
Berdasarkan laporan bulanan efisiensi kinerja pegawai yang diisi dan diperiksa oleh pejabat penilai dan disahkan oleh atasan penilai.Selanjutnya dibuatkan suatu daftar rekapitulasi untuk tiap bagian. Laporan Efisiensi Kinerja Bulanan Pegawai yang telah direkapitulasi akan diserahkan kepada pejabat yang berwenang mengurus bidang kepegawaian dan pejabat yang ditunjuk yang dijadikan sebagai bahan informasi kepegawaian.
Laporan Efisiensi Kinerja Bulanan Pegawai yang mewakili dari kriteria-kriteria dalam Manajemen Unjuk Kerja adalah:
1. Faktor Penilaian, yang terdiri dari:
- Inisiatif.
- Mutu, kuantitas serta keuletan dalam mewujudkan pekerjaan.
- Kedisiplinan dan tanggung jawab dalam mejalankan tugas pekerjaan.
- Hubungan kerja sama dengan atasan atau sesama rekan kerja.
- Kerajinan dalam masuk kerja (absensi dan kemangkiran).
2. Skor Kinerja, yang terdiri dari:
- Istimewa, dengan bobot (nilai) 91 - 100 - Baik sekali, dengan bobot (nilai) 76 - 90
- Baik, dengan bobot (nilai) 66 - 75 - Sedang, dengan bobot (nilai) 51 - 65 - Kurang, dengan bobot (nilai) 0 – 50
Untuk memberikan skor dalam Laporan Efisiensi Kinerja Bulanan Pegawai, ditetapkan kriteria-kriteria yang menjadi bobot penilai yaitu:
1. Kurang
a. Tidak mempunyai inisiatif, yang hanya menunggu perintah saja, malah kadang-kadang mengabaikan perintah.
b. Dalam mewujudkan pekerjaan tidak menunjukkan keuletan, dan hasilnya banyak salah serta tidak memuaskan.
c. Tidak disiplin dan sering ditegur karena sering melanggar ketentuan kerja.
d. Tidak mempunyai rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan seringkali melalaikan tugasnya.
e. Tidak bisa atau jarang sekali bekerjasama dengan orang lain baik dengan bawahan, rekan kerja mapun atasan, karena sifatnya masih sulit untuk diajak bekerjasama.
f. Seringkali tidak masuk kerja dan mangkir lebih dari 7 hari dalam setahun serta sangat sering terlambat masuk kantor.
2. Sedang
a. Inisiatif yang sedang-sedang saja dan kebanyakan selalu menunggu perintah.
b. Dalam mewujudkan pekerjaan sudah menunjukkan keuletan kerja, namun hasilnya belum memuaskan.
c. Disiplin kerja sudah baik, namun masih sering ditegur karena tidak sesuai dengan ketentuan kerja.
d. Rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan sedang-sedang saja, dan masih sering diberi peringatan akan kewajibannya.
e. Bisa bekerjasama dengan orang lain, baik bawahan maupun atasan, namun masih menggantungkan kepada orang lain dalam bekerjasama dengan baik.
f. Agak tidak sering masuk kerja, dan mangkir lebih dari 5 hari dalam setahun, serta agak sering terlambat masuk kantor.
3. Baik
a. Mempunyai inisiatif yang baik dan dapat bekerja sendiri dalam menyelesaikan tugas-tugasnya.
b. Dalam mewujudkan pekerjaan sudah mandiridan tidak usah diberi petunjuk, keuletan kerjanya cukup, dan hasilnya cukup memuaskan.
c. Disiplin kerjanya baik, serta sudah dilepas secara mandiri dalam melaksanakan pekerjaan.
d. Dapat diberikan tanggung jawab sampai selesai dengan hasil tugas yang baik.
e. Baik dan menunjukkan spontanitas yang aktif serta cukup tanggap terhadap situasi.
f. Jarang tidak masuk kerja, hanya mangkir dalam 2 kali setahun, dan hanya sekali terlambat masuk kantor.
4. Baik Sekali
a. Mempunyai inisiatif dan kemandirian dalam bekerja serta dapat menuangkan ide-ide baru yang bermanfaat.
b. Dalam mewujudkan pekerjaan sangat mandiri, banyak sekali pekerjaan yang diselesaikan dalam waktu yang cepat dan hasilnya memuaskan.
c. Disiplin kerjanya memuaskan serta dalam bekerja memberikan contoh yang baik dan sering membantu teman-temannya dalam mewujudkan pekerjaan bersama.
d. Mempunyai prakarsa sendiri dan menunjukkan tanggung jawab yang besar.
e. Baik sekali, sikapnya spontan dan selalu tanggap serta selalu ada inisiatif untuk membantu.
f. Hamper tidak pernah mangkir, bila tidak masuk kerja ada alasan yang jelas, dan jarang sekaliu terlambat masuk kantor.
5. Istimewa
a. Inisiatif sangat menonjol, penuh dengan gagasan yang positif untuk menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat.
b. Dalam mewujudkan pekerjaan selalu mempunyai ide yang cemerlang, dapat memecahkan masalah secara bijak, cepat dan tepat, serta hasilnya sangat memuaskan.
c. Disiplin kerjanya memuaskan, dalam bekerja memberikan keteladan dan pengaruh besar serta dapat mendorong lingkungannya
d. Mempunyai prakarsa sendiri dan menunjukkan tanggung jawab yang patut diteladani.
e. Baik sekali, sikapnya spontan serta penuh tanggap dan penuh inisiatif untuk membantu.
f. Tidak pernah mangkir, bila tidak masuk kerja ada alasan yang jelas, serta tidak pernah telambat masuk kantor.
Dalam penilaian prestasi kerja pegawai ada lima (5) kriteria yang disebut nilai kinerja individu yang merupakan pernyataan atas suatu prestasi kerja pegawai.
Dari lima criteria tersebut, penilaian pegawai di Sekolah SMA Negeri 3 Takalar, Kabupaten Takalar dilakukan dengan subjektif. Sehingga menghasilkan penilaian yang mampu memuaskan semua pihak.