A. ANALISIS PERAN DAN FUNGSI LEMBAGA PENDIDIKAN
M A’ARIF DALAM PENGUATAN KEMANDIRIAN PENDIDIKAN ISLAM DI KOTA SALATIGA
Sebagai salah satu bagian dari ormas terbesar di Indonesia, Lembaga Pendidikan Ma’arif patut dicermati peranannya terhadap pengembangan pendidikan nasional, khususnya di Kota Salatiga. Lembaga Pendidikan Ma’arif yang notabene adalah sebagai salah satu badan otonom NU mempunyai tugas mengembangkan amanat NU untuk menyelenggarakan, mengelola dan membina lembaga pendidikan. Data terakhir tahun 2006 menunjukkan sebanyak 1.056 madrasah dan sekolah serta 8.099 pendidik telah berada di bawah naungan Lembaga yang didirikan tahun 1938 itu1.
Sebagai bagian integral, LP Ma’arif NU telah berkiprah sejak lama dan telah memberikan kontribusinya secara maksimal sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya. Salah satu hasilnya, sebagaimana telah kita ketahui bersama adalah bahwa sejumlah tokoh masyarakat, politisi, dan ulama’ adalah alumni sekolah dan madrasah dari lingkungan Ma’arif NU. Sejumlah sekolah dan Madrasah di lingkungan Ma’arif NU telah berhasil menjadi sekolah pilihan Masyarakat, karena mutu academic achievement-1 nine, uooulc. Com, Salatiga, 1 juli 2009
nya relatif baik. Apa yang telah dicapai sangatlah bermakna bagi bangsa, NU dan Masyarakat
1. Keunggulan Lembaga Pendidikan M a’arif Dalam Pendidikan Islam Di Kota Salatiga
Sebagai Lembaga Pendidikan yang tetap eksis dan bertahan dari masa berdirinya hingga saat ini, LP Ma’arif Kota Salatiga tetap kokoh berdiri untuk ikut menjalankan kewajibannya dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Banyak hal yang membuat LP Ma’arif Kota Salatiga tetap menjadi Lembaga Pendidikan pilihan Masyarakat yang berkembang diantara puluhan Lembaga Pendidikan lainnya dengan tidak meninggalkan ciri khasnya. Adanya Peluang, kekuatan dan dukungan dari berbagai pihak itu merupakan kunci yang menjadikan LP Ma’arif Kota Salatiga masih tetap berkembang hingga saat ini. Diantara berbagai potensi yang dimiliki LP Ma’arif Kota Salatiga yang perlu dipertahankan dan terus dikembangkan adalah :
a) Adanya Peraturan organisasi di lingkungan LP Ma’arif NU sehingga membuat Lembaga menjadi mudah diurusi dan tertib dalam berorganisasi
b) Struktur Organisasi LP Ma’arif NU yang menjadi bagian dari struktur Organisasi NU sehingga jika LP Ma’arif mengalami kesulitan maka NU akan cepat tanggap dalam
membantu LP Ma’arif karena merupakan bagian integral dari NU.2
c) Jumlah sumber daya manusia (SDM) yang banyak dan tersebar sampai ke pedesaan, setiap daerah yang terdapat Madrasah Ma’arif selalu terdapat pengurus ranting NU yang merangkap menjadi pengawas atau Majelis Madrasah. d) LP Ma’arif mempunyai Madrasah 11 dan 10 RA. Ini
menunjukkan bahwa LP Ma’arif merupakan Lembaga yang pesat perkembangannya dan menduduki peringkat pertama untuk Lembaga yang mempunyai Madrasah paling banyak/
e) Ikatan kultural dan emosional yang kuat di antara sesama masyarakat NU
f) Bangkitnya semangat kembali untuk membangun NU, khususnya LP Ma’arif NU di berbagai daerah
g) Tingginya dukungan moril Masyarakat terbukti dengan adanya sebagian besar warga Masyarakat Kota Salatiga yang lebih memilih dan mempercayai Madrasah Ma’arif dibanding Sekolah lainnya/
2 Pada point B, C dan D juga dikuatkan oleh penuturan sekretaris LP Ma’arif bahwasannya, “ LP Ma’arif bukanlah milik perseorangan, akan tetapi milik warga NU sehingga tidak mudah tumbang karena banyak yang menyokong dan memberikan dukungan.
J Hasil wawancara dengan sekretaris LP Ma’arif NU, Bapak Ibrahim Alfian, 30 Maret 2009 di MI Ma’arif Blotongan
' Berdasarkan penuturan Pengurus Ranting MI Kali Bening Salatiga Bapak Masykur Suyuti, bahwasannya, “jika dalam wilayah tersebut Masyarakat sudah terlanjur jatuh cinta pada Ma’arif maka bagaimanapun bentuk Ma’arif mereka akan tetap memilih dan mempertahankannya”.
h) Iklim demokrasi yang berkembang dengan baik, adanya sikap saling menghargai, saling berkoordinasi yang tetap mentradisi dilingkungan LP Ma’arif NU.
2. Kelemahan Lembaga Pendidikan M a’arif Kota Salatiga Dalam Pendidikan Islam
Sebagai Lembaga Pendidikan yang mempunyai Madrasah naungan banyak, LP Ma’arif NU banyak menghadapi problematika baik intern maupun ekstem, sehingga banyak hal Madrasah binaan LP Ma’arif seringkali ketinggalan dibanding dengan sekolah- sekolah lainnyaL Lahimya berbagai kebijakan pemerintah dalam pendidikan nampaknya memberikan kesempatan yang lebih luas khususnya bagi Lembaga Pendidikan swasta termasuk LP Ma’arif NU untuk mengembangkan diri secara optimal.
Menatap masa depan yang penuh dengan tantangan yang semakin berkembang, baik kualitas maupun kuantitasnya, merupakan landasan yang kokoh untuk dijadikan motivator, inspirator dan dinamisator bagi upaya pengembangan lebih lanjut di masa yang akan datang. Sebagai Lembaga Pendidikan yang besar, tentu LP Ma’arif Kota Salatiga banyak mempunyai permasalahan baik yang intenal maupun ekstemal. Problematika yang muncul dalam LP Ma’arif NU Kota Salatiga yang peneliti
5 Hasil wawancara dengan sekretaris LP Ma’arif NU, Bapak Ibrahim Alfian, 30 Maret 2009 di MI Ma’arif Blotongan.
uraikan dari berbagai sudut pandang untuk menjaga keobyektifan, diantaranya adalah:
1. Dari Sudut Pandang Madrasah
a. Sejauh ini, Lembaga Pendidikan Ma’arif hanya menaungi dalam badan hukum saja, tidak banyak peran dan sumbangsih Lembaga Pendidikan Ma’arif dalam membantu Madrasah.
b. Selama ini, Madrasah dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan masih berjalan sendiri karena Ma’arif tidak bisa diandalakan.
c. Kepengurusan Lembaga Pendidikan Ma’arif yang tidak jelas mengakibatkan kineija Lembaga Pendidikan Ma’arif
tidak jelasjuga.
d. Lembaga Pendidikan Ma’arif belum bisa menjalankan tugasnya dengan baik, selama ini baru bisa menjembatani belum memfasilitasi.
e. Madrasah sering mengadu kepada Lembaga Pendidikan Ma’arif namun tentang kekurangan dan kendala yang dihadapi Madrasah, namun Lembaga Pendidikan Ma’arif tidak pemah tanggap dan mengatasi kelemahan tersebut
sehingga membuat Madrasah menjadi malas untuk berhubungan dengan Lembaga Pendidikan Ma’arif.6 2. Dari Sudut Pandang Pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif
a. Banyak Madrasah yang kurang melaksanakan kewajibannya namun mereka sudah menuntut haknya. b. Kurang sadamya beberapa Madrasah bahwa mereka
berada dibawah naungan LP Ma’arif, sehingga sebagian Madrasah masih terlihat beijalan sendiri-sendiri dan lebih mementingkan kepentingan individual mereka
c. Banyak kepala sekolah LP Ma’arif yang berstatus sebagai pegawai negeri, sehingga kurangnya semangat dalam memajukan dan memberdayakan Madrasah
d. Banyak Madrasah dalam melakukan kegiatan operasional sekolah lebih berkiblat pada pemerintah tanpa adanya koordinasi dengan pengurus LP Ma’arif terlebih dahulu e. Banyak yang beranggapan bahwa LP Ma’arif
mempunyai banyak uang padahal merupakan organisasi non profit, sehingga LP Ma’arif seringkali merasa kesulitan dalam hal pendanaan untuk membantu Madrasah
f. Belum lancamya komunikasi antar pengurus baik secara vertikal maupun horisontal7
6 Berdasarkan penilaian yang peneliti himpun dari kepala sekolah naungan Madrasah Ma’arif seluruh Kota Salatiga
Peneliti tidak berhenti sampai disini untuk mengupas kelemahan Lembaga Pendidikan Ma’arif, peneliti juga melakukan wawancara kepada pengurus baru Lembaga Pendidikan Ma’arif bagaimana langkah yang akan diambil dalam mengatasi problem yang dihadapi Lembaga Pendidikan Ma’arif. Menurut penuturan pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif yang baru adalah sebagai berikut:
a. membentuk pengurus baru yang benar-benar mengerti seluk beluk LP Ma’arif dan ingin mengabdikan dirinya untuk perkembangan Lembaga Pendidikan Ma’arif bukan untuk hal-hal dan kepentingan yang lain.
b. Memilih pengurus yang diambil dari tiap-tiap Guru Madrasah, sehingga koordinasi tidak terputus dan apabila Madrasah mengalami kesulitan bisa langsung mengetahui dan cepat tanggap.
c. Mengadakan pertemuan dengan Kepala sekolah setiap dua bulan sekali untuk laporan dan mengetahui keadaan Madrasah.
d. Pimpinan LP Ma’arif akan berusaha untuk sesering mungkin melakukan peninjauan kepada seluruh Madrasah secara 7 8
7 Pada point a sampai e bardasarkan pemyataan yang berhasil peneliti himpun dan simpulkan dari pengurus LP Ma’arif untuk melakukan kroscek pada pemyataan dari kepala sekolah Madrasah seluruh Kota Salatiga.
8 Pengurus LP Ma’arif mengalami pergantian pimpinan dan pengurus pada bulan mei 2009
kontinue dan bersaha semaksimal mungkin dalam membantu kesulitan Madrasah.
e. Membuat program kerja yang jelas dan lebih diarahkan pada kepentingan dalam menangani Madrasah
f. melakukan public hearing dengan seluruh kepala sekolah Madrasah naungan LP Ma’arif pada gagasan sentralisasi pengelolaan Madrasah yang akan diurus seluruhnya oleh pihak lembaga, agar pemerataan dalam segala bidang bisa terwujud
B. USAHA-USAHA LEMBAGA PENDIDIKAN M A ’ARIF KOTA
SALATIGA DALAM PENGUATAN KEMANDIRIAN
PENDIDIKAN ISLAM
Pengurus LP Ma’arif Kota Salatiga sebagai bagian elemen bangsa, concern pada upaya pencerdasan bangsa dan penanaman nilai- nilai kemanusiaan yang berakar dari semangat religiusitas dan kearifan kultural. Melalui koordinasi penyelenggaraan pendidikan mulai dari kelembagaan sampai tingkat operasional Madrasah, LP Ma’arif Kota Salatiga dari awal komitmen dan mendukung sepenuhnya upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional. Upaya meningkatkan mutu pendidikan tidak hanya sekedar menelorkan produk perundang-undangan tertentu atau konsepsi pendidikan yang matang, tapi juga bagaimana mengej awantahkan itu semua dalam proses penyelenggaraannya. Karena itu, LP Ma’arif Kota Salatiga melihat bahwa untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas, salah satu langkah strategis dan fungsional adalah adanya pemberdayaan seluruh perangkat pendidikan ( brain, software, hardware ) yang dimiliki untuk diarahkan pada peningkatan mutu pendidikan nasional.
Untuk meraih hasil yang maksimal, LP Ma’arif Kota Salatiga harus melakukan berbagai strategi yang ditempuh guna menuju ketercapaian mutu/keunggulan Lembaga Pendidikan yang semakin berkualitas. Dengan Lembaga Pendidikan yang semakin unggul, serta
dan daya dukung stakeholder pendidikan yaitu pemerintah, user/pengguna lulusan, dan Masyarakat khususnya warga Nahdliyin.
LP Ma’arif NU Kota Salatiga merasa perlu melakukan stategi dan pembaharuan pada bagian-bagian dari badan LP Ma’arif yang perlu mendapat pembenahan, diantaranya:
1. Stategi Penguatan Kelembagaan
Pendidikan merupakan titik tolak utama bagi pelaksanaan program-progran organisasi NU. Dari waktu ke waktu bi dilihat bagaimana semangat untuk berkiprah dalam dunia pendidikan begitu besar. Terlepas dari berbagai perubahan organisasional dan sistem kelembagaannya, NU hingga saat ini tetap menjadikan pendidikan sebagai mainstream. Dalam hal ini, LP Ma’arif Kota Salatiga ikut menjadi bagian dari organisasi yang menangani dalam bidang pendidikan sangat faham dan mengerti bahwa banyak sekali kendala-kendala yang harus dihadapi dan diselesaikan dalam tataran kelembagaan baik itu berupa problem internal maupun ekstemal yang pastinya akan dapat melumpuhkan kinerja Lembaga dan menghambat kesuksesan dan tujuam Lembaga. Berbagai usaha selalu dilakukan Oleh LP Ma’arif Kota Salatiga untuk memperbaiki keadaan yang tidak baik mulai dari koordinasi dengan PP Ma’arif Pusat, merapatkan dan mensinkronkan tujuan dengan instansi pemerintah yang berkaitan dengan bagian pendidiikan sampai melakukan penguatan-penguatan dalam bidang
teknis, diantara program LP Ma’arif Kota Salatiga dalam kelembagaan adalah:
a) Reformasi Kepengurusan, yaitu melakukan periodisasi kepengurusan dengan proses pemilihan dan pengangkatan kepengurusan mengikuti aturan yang tertuang dalam AD/ART Nahdlotul Ulama’ serta memilih personil dari kader NU yang benar-benar berseaia mengabdikan dirinya semata-mata untuk turut mengembangkan Lembaga Pendidikan sebagai Organisasi non profit.
b) Membuat aturan tata kerja dan kepatuhan yang jelas bagi Madrasah dibawah naungan LP Ma’arif.
c) Menyelaraskan visi, misi dan tujuan masing-masing sekolah dan Madrasah dengan visi, misi dan tujuan Lembaga.
d) Menumbuhkan sistem otonomi kepada pihak Madrasah dalam upaya peningkatan kualitas Madrasah dengan tetap melakukan pembinaan secara kontinyu kepada Madrasah. e) Peningkatan jaringan mitra keija {stakeholder), yaitu
dengan Merapatkan barisan kepada instansi pemerintahan yang bertanggung jawab dibidang pendidikan dan melakukan kerja sama dengan pihak-pihak yang peduli pada pendidikan dan tidak mengikat.
f) Pengembangan sumber dana, yaitu dengan mengintensifkan I’anah dari asset milik PP LP Ma’arif NU secara lebih efisien dan profesional dan mendirikan badan yang bisa menghasilkan uang secara wajar dan memadai.
2. Stategi Penguatan Sumber Daya Manusia
Bagaimanapun juga tidak dapat dipungikr, bahwasannya untuk mencapai suatu Lembaga yang maju dan mandiri sangat diperlukan adanya SDM-SDM yang cekatan, cerdas, bermoril dan berakhlakul karimah untuk dapat mengelola Lembaga dengan baik karena pada sesungguhnya personil tersebut yang mengerti bagaimana keadaan dan kondisi dari badan yang dihadapinya. Sebagai pengurus dari organisasi yang besar, pengurus LP Ma’arif Kota Salatiga juga menyadari bahwa mereka harus berani dalam menatap masa depan yang semakin penuh dengan tantangan dan persaingan yang ketat pada Lembaga-lembaga pendidikan lainnya.
Berangkat dari alasan tersebut, LP Ma’arif Kota Salatiga terns melakukan upaya peningkatan mutu dan kualitas SDM baik itu dari pengurus maupun dari guru Madrasah LP Ma’arif. LP Ma’arif selalu berusaha untuk mewujudkan hal tersebut dengan berbagai cara dan upaya, diantaranya:
a) Melakukan up grade dan brainstorming pada para pengurus dan Guru Madrasah untuk lebih bisa mengabdikan diri mereka sepenuhnya pada LP Ma’arif NU serta memilih pengurus yang benar-benar mengerti seluk-beluk LP Ma’arif.
b) Memberikan bantuan beasiswa bagi guru-guru untuk studi lanjut dan memberikan fasilitas guna melakukan pengembangan dalan pendidikan.
c) Melakukan pemerataan dan keadilan dari sisi kesejahteraan terhadap seluruh SDM yang terlibat secara proporsional. d) Melakukan perubahan secara terns menerus untuk
menghindari agar pengelolaan pendidikan tidak teijebak pada kondisi stagnan.
e) Membuat peraturan dan tata tertib yang jelas untuk dijalankan pada seluruh komponen LP Ma’arif.
3. Stategi Penguatan Mutu Madrasah
Dinamika LP Ma’arif Kota Salatiga yang mewamai peijalanannya, pada dasamya melatarbelakangi arah kineija dalam pengurus LP Ma’arif Kota Salatiga dimana ditujukan secara serius untuk melakukan penguatan terhadap kemandirian pendidikan baik dalam lingkungan sekolah, maupun luar sekolah. Banyak hal memang sulit untuk diwujudkan sesuai dengan harapan dan tujuan
yang telah direncanakan sebelumnya, namun LP Ma’arif Kota Salatiga terns melakukan perbaikan dalam setiap bidang untuk dapat membentuk suatu Lembaga Pendidikan yang ideal dan dinamis. Diantara bagian yang perlu mendapat pembenahan adalah pada bagian peningkatan mutu sekolah, diantara stategi yang dapat ditempuh adalah:
a) Penataan Manajemen Madrasah
Strategi ini dalam upaya menata manajemen yang baik LP MA’arif Kota Salatiga memilih upaya Manajemen Berbasis Madrasah ( MBS ) yang diharapkan mampu mewujudkan Madrasah yang mandiri, efisiensi dan akuntabilitas. Pola yang diterapkan adalah :
1) Memantapkan keberperanan pemimpin sebagai motivator bawahannya.
2) Peningkatan profesionalitas pengelola yang siddiq, tabliqh, amanah dan fathonah.
3) Peningkatan layanan pendidikan efektif, efisien, adil dan terbuka.
4) Peningkatan partisipasi masyarakat melalui pembentukan dewan dan komite madrasah
5) Pemberdayaan personel pendidikan yang didukung oleh tenaga pendidik dan pendidik yang jujur, kreatif, dan bersih.
b) Pembenahan Sistem Administrasi
Kegiatan administrasi yang dimaksud disini adalah seluruh kegiatan yang terkait dengan fungsi sekretaris, meliputi sistem surat menyurat, xsistem pembagian dan penyediaan pelaksanaan kegiatan perkantoran, strategi yang ditempuh diantaranya:
1) Mengatur tata laksana kantor dan dan memelihara aset-aset Lembaga
2) Mendampingi kineqa pengurus
3) Menerbitkan SK badan hukum untuk pengurus, guru dan madrasah naungan Ma’arif
4) Menghimpun informasi yang berkaitan dengan dunia pendidikan baik dari media cetak maupun instansi terkait.
c) Meningkatkan potensi tenaga pendidik
Tenaga kependidikan dilingkungan LP Ma’arif NU Kota Salatiga sebisa mungkin diarahkan pada tersedianya ketenagaan baik pengajar maupun pendukung yang profesional, berkualitas, ikhlas dan islami sehingga dapat melaksanakan fungsi kependidikannya dalam rangka menghasilkan tamatan yang berkompeten.
Pengembangan dan pengadaan tenaga kependidikan didasarkan pada kebutuhan dan perencanaa
yang matang. Pangkalan data, diarahkan pada terciptanya suatu program yang dapat bekeija secara sistematis dalam menyusun perencanaan tenaga kependidikan antara lain : 1) Menetapkan unsur pokok perencanaa tenaga
kependidikan, seperti identifikasi jenis tenaga pendidik dan jumlah pendidik yang dibutuhkan. 2) Menentukan tolok ukur perencanaan tenaga
kependidikan, seperti program-program pendidikan dalam keseluruhan sistem di Ma’arif.
3) Meningkatkan kualitas pendidikan tenaga kependidikan dengan cara memberikan bantuan untuk memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan kejenjang selanjutnya, mengikutkan seminar dan pelatihan dalam bidang pendidikan. 4) Pengangkatan, penempatan pemindahan dan
pemberhetian tenaga kependidikan dilakukan secara luwes dengan adanya koordinasi antara 3 komponen sekolah ( Lembaga, Madrasah, Depag) secara kompak dan sefaham.
d) Pembenahan Kurikulum Sekolah
Dalam Madrasah Ma’arif kurikulum sekolah dibentuk oleh tim KKG/KKM yang dirumuskan dengan melibatkan perwakilan guru dari setiap Madrasah Ma’arif di kota Salatiga9.
Ada beberapa kendala yang sering dihadapi LP Ma’arif dalam masalah kurikulum, untuk mengatasi masalah tersebut LP Ma’arif berusaha melakukan kineija sebaik mungkin dan melakukan terobosan serta altemativ yang terbaik agar kurikulum dapat berjalan dengan lancar, usaha yang ditempuh yaitu :
1) Mengatur sumber daya pendidikan yang tersedia sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif
2) Membuat perencanaa kurikulum yang jelas serta indikator pencapaian tutujan agar dapat melakukan evaluasi jika terdapat masalah dalam penerapan kurikulum.
3) Mempeijelas jati diri Ma’arif dengan memasukkan kurikulum ASWAJA pada pelajaran muatan lokal di tiap-tiap Madrasah naungan LP Ma’arif.
9 Hasil wawancara dengan Bapak Joko Anis sebagai pimpinan LP Ma’ari Kota Salatiga, di Kantor SMK Diponegoro pada tanggal 21 april 2009.
4) Mengintensifkan pelajaran yang bersifat keterampilan untuk kegiatan ekstrakurikuler, seperti : Qiro’ah, mewamai, menyulam, Baca Tulis A1 Qur’an dan lain-lain.
e) Pembenahan Sistem Pembelajaran
LP Ma’arif Kota Salatiga menyadari selama ini model pembelajaran yang diterapkan masih sering
monoton, klasikal dan menjenuhkan sehingga jauh dari kesan penerapan pembelajaran yang menyenangkan. Hal ini tentu dilatarbelakangi oleh beberapa faktor yang membuat para guru kuang keatif dalam membuat model kegiatan belajar mengajar. Akan tetapi LP Ma’arif Kota Salatiga terus berbenah diri dalam hal ini, diantara langkah yang diambil dalam mengatasi masalah ini adalah :
1) Membuat terobosan dengan menerapkan 4 pilar model pembelajaran konvensional yaitu :
■ learning to know ( belajar untuk memahami) ■ learning to do ( belajar untuk berbuat)
■ learning to be ( belajar untuk menemukan jati diri)
■ learning to live together ( belajar untuk hidup dalam kebersamaan)
2
)
Membuat kegiatan pembelajaran yangmenyenangkan agar Anak tidak bosan, seperti model cerita, demonstrasi dan inquiri.
3) Merumuskan tujuan program pembelajaran yang jelas agar tercapai rumusan kurikulum yang telah
B A B V
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Setelah peneliti mendapatkan data-data yang diinginkan dan menguraikannya secara sistematis, maka kesimpulan yang dapat diambil adalah sebagai berikut:
1. Lembaga Pendidikan Ma’arif NU merupakan salah satu lembaga departementasi yang didirikan untuk mewujudkan cita-cita pendidikan NU yaitu. Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kota Salatiga pertama kali datang dibawa oleh kader NU yang menginginkan adanya pendidikan Islam di Kota Salatiga yang berazaskan Ahlusunnah wal Jama'ah.
Sampai saat ini, jumlah Madrasah yang dimiliki Lembaga Pendidikan Ma’arif sebanyak 13, yaitu 1 SMK Diponegoro, 1 MTs NU dan 11 Madrasah Ibtidaiyyah yang tersebar di seluruh wilayah Kota Salatiga. 2. Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Kota Salatiga yang memiliki jumlah
Madrasah paling banyak di Kota Salatiga terns berupaya melakukan keberperanannya dal am segala hal untuk membantu Madrasah menyelenggarakan dan melakukan kegiatan operasional, diantaranya : A. Menaungi dalam badan hukum
B. Melakukan pembinaan yang kontinue C. Mengarahkan dalam kegiatan operasional D. Melakukan supervisi pada setiap akhir bulan
3. Sebagai suatu Lembaga yang berperan dan bertanggungjawab dalam penyelenggaraan pendidikan Lembaga Pendidikan Ma’arif banyak mengalami permasalahan baik itu dalam tataran internal maupun ekstemal. Akan tetapi Lembaga Pendidikan Ma’arif selalu dan terns melakukan usaha untuk mewujudkan kemandirian pendidikan Islam, diantaranya:
A. Strategi penguatan kelembagaan
B. Strategi penguatan sumber daya manusia C. Strategi penguatan mutu Madrasah
1) Penataan manaj emen Madrasah 2) Pembenahan sistem administrasi 3) Meningkatkan potensi tenaga pendidik 4) Pembenahan kurikulum sekolah 5) Pembenahan sistem pembelajaran
B. SARAN
1. Sesuai dengan perkembangan zaman maka berkembang pulalah dunia pendidikan islam, oleh karena itu setiap elemen yang erat hubungannya dengan pendidikan haruslah peka akan setiap fenomena yang ada, mulai dari pemerintah, Lembaga Pendidikan, pendidik, peserta didik, Masyarakat dan semua komponen yang terlibat dalam dunia pendidikan. Karena pendidikan adalah tanggung jawab yang harus diemban bersama.
2. Kelemahan Lembaga Pendidikan Swasta yang selalu dikritisi secara sinis sebenamya dalam bingkai makronya masih tetap dibutuhkan Masyarakat dan dipertahankan eksistensinya.
3. Lembaga Pendidikan yang mampu menjaga kredibilitas masyarakat dan berani berkompetisi dengan keunggulan akademik akan dapat survive, sebaliknya Lembaga Pendidikan yang cendemg bergeming dengan pola tradisional tanpa ada inisiatif untuk dapat beradaptasi dengan tuntutan perkembangan kontemporer, maka akan mengalami kemunduran.
4. Upaya pengembangan Lembaga Pendidikan bisa diupayakan dengan meningkatkan penguatan kelembagaan, peningkatan sumber daya manusia yang berperan dalam lembaga dan peningkatan mutu Madrasah.
Abu, Bakar, Usman dan Surohim, Fungsi Ganda Lembaga Pendidikan Islam,
Safira Insania Press, Yogyakarta, 2005.