BAB III METODE PENELITIAN
4.3 Pemodelan Spasial Harga Lahan di Kecamatan Tembelang
4.3.1 Analisis Perhitungan Jarak dengan Euclidean Distance
menghitung jarak suatu objek dalam format raster atau vektor
(feature) yang dinyatakan dalam ukuran cell. Output dari analisis
berupa peta jarak euklides berformat raster. Dalam penelitian ini, ukuran cell yang digunakan sebagai luaran adalah 1, karena angka tersebut dinilai cukup detail. Ukuran peta raster yang dihasilkan terdiri dari 7.686 kolom dan 8.316 baris, sedangkan ukuran file yang dihasilkan cukup besar yakni 253.823 Kb. Keseluruhan jumlah cell adalah 30.247.744.
Faktor yang digunakan dalam penelitian ini adalah faktor spasial yang menunjukkan nilai lokasi suatu lahan. Faktor-faktor tersebut menentukan suatu lahan menjadi strategis atau tidak, sehingga berkaitan dengan jarak atau kedekatan lahan terhadap faktor-faktor tersebut dan nilai jarak suatu titik dinyatakan dengan satuan meter terhadap faktor yang terdekat dengan titik tersebut.
1. Jarak Lahan dari Fasilitas Peribadatan
Fasilitas peribadatan yang tersebar di Kecamatan Tembelang yaitu masjid karena mayoritas penduduk setempat beragama Islam. Lahan yang dekat dengan masjid meningkatkan aksesibilitas untuk melaksanakan ibadah. Dari proses analisis Euclidean Distance, dihasilkan jarak terjauh dari fasilitas peribadatan yaitu dan rata-ratanya masing-masing yaitu 1.487,87 m dan rata-ratanya 446,64 m dengan standar deviasinya 247,68 m.
Gambar 4.15 Euclidean Distance Faktor Fasiltas Peribadatan Sumber: Hasil analisis, 2017
2. Jarak Lahan dari Fasilitas Pendidikan
Sekolah dasar merupakan fasilitas pendidikan formal yang tersebar merata di setiap desa di Kecamatan Tembelang. Permukiman yang dekat dengan fasilitas pendidikan mempermudah akses bagi penduduk usia pendidikan. Analisis Euclidean Distance menghasilkan jarak terjauh dan rata-ratanya masing-masing yaitu 1.783,30 m dan rata-rata-ratanya 550,12 m. Simpangan baku atau standar deviasinya mencapai 302,20 m.
Gambar 4.16 Euclidean Distance Faktor Fasiltas Pendidikan Sumber: Hasil analisis, 2017
3. Jarak Lahan dari Fasilitas Kesehatan
Fasilitas kesehatan yang digunakan dalam analisis pada penelitian ini yaitu rumah sakit dan puskesmas. Fasilitas kesehatan tersebut berdampak secara luas dalam hal pelayanan kebutuhan kesehatan, sehingga meningkatkan nilai lokasi suatu lahan. Jarak terjauh dari fasilitas kesehatan yang ada yaitu 6.436,24 m dan rata-ratanya 2.349,68 m, serta dengan standar deviasi mencapai 1.453,18 m.
Gambar 4.17 Euclidean Distance Faktor Fasilitas Kesehatan Sumber: Hasil analisis, 2017
4. Jarak Lahan dari Fasilitas Perkantoran
Gambar 4.18 Euclidean Distance Faktor Fasilitas Perkantoran Sumber: Hasil analisis, 2017
Fasilitas perkantoran di Kecamatan Tembelang terdiri dari kantor perbankan, kantor administrasi wilayah, serta kantor pertahanan dan keamanan. Keberadaan kantor
Histogram
mempermudah proses administrasi, selain itu adanya kantor pertahanan dan keamanan meningkatkan kenyamanan lingkungan. Jarak terjauh yang diketahui dari hasil analisis
Euclidean Distance adalah 3.277,11 m. Jarak rata-ratanya
mencapai 832,55 dengan standar deviasi 547,37 m. 5. Jarak Lahan dari Fasilitas Perdagangan dan Jasa
Fasilitas perdagangan dan jasa yang dimasukkan sebagai input dalam analisis Euclidean Distance yaitu pasar tradisional dan modern. Fasilitas tersebut berkembang secara linier mengikuti jaringan jalan kolektor primer. Jarak terjauh dari fasilitas perdagangan dan jasa yaitu 6.181,38 m dan rata-ratanya 2.321,24 m dengan standar deviasi 1.582,87 m.
Gambar 4.19 Euclidean Distance Faktor Fasilitas Perdagangan dan Jasa
Sumber: Hasil analisis, 2017
6. Jarak Lahan dari Interchange Gerbang TOL
Gambar 4.20 Euclidean Distance Faktor Interchange Gerbang TOL Sumber: Hasil analisis, 2017
Interchange gerbang TOL direpresentasikan dalam
bentuk titik (point) yang terletak di Desa Pesantren.
Interchange tersebut terhubung ke jalan kolektor primer.
Hasil Euclidean Distance menghasilkan jarak terjauh dari
interchange gerbang TOL yaitu 7.369,79 m dan rata-ratanya
3.260,31 m dengan standar deviasi 1.641,77 m. Histogram
7. Jarak Lahan dari Jalan Kolektor
Gambar 4.21 Euclidean Distance Faktor Jalan Kolektor Sumber: Hasil analisis, 2017
Kecamatan Tembelang dilengkapi dengan infrasturktur jalan kolektor primer yang menghubungkan Kecamatan Ploso dengan Kecamatan Jombang, membjur dari utara ke selatan. Jalan tersebut dilalui oleh berbagai jenis kendaraan, kepadatan lalu lintas juga cukup tinggi serta semakin meningkat dengan terbangunnya interchange gerbang TOL. Jarak terjauh dari jalan kolektor tersebut yaitu 6.191,56 m dan rata-ratanya 2.285,38 m dengan standar deviasi 1.616,37 m.
8. Jarak Lahan dari Jalan Lingkungan
Gambar 4.22 Euclidean Distance Faktor Jalan Lingkungan Sumber: Hasil analisis, 2017
Jaringan jalan lingkungan di Kecamatan Tembelang menghubungkan satu desa dengan desa lainnya. Permukiman umumnya berkembang secara linier mengikuti jalan lingkungan. Setelah dilakukan analisis Euclidean Distance, jarak terjauh dari jalan lngkungan adalah 681,55 m dan rata-ratanya 122,85 m. Standar deviasinya mencapai 103,32 m. 9. Jarak Lahan dari Jalur Angkutan Umum
Bus dan mikrolet melintasi jalan kolektor primer di Kecamatan Tembelang yang membujur dari utara ke selatan. Kedekatan lahan dengan jalur angkutan umum meningkatkan aksesiblitas lahan tersebut. Hasil analisis Euclidean Distance menunjukkan bahwa jarak terjauh dari jalur angkutan umum yaitu 6.191,56 m dan rata-ratanya 2.284,47 m. Standar deviasi mencapai 1.617,33 m.
Gambar 4.23 Euclidean Distance Faktor Jalur Angkutan Umum
Sumber: Hasil analisis, 2017 10. Jarak Lahan dari Aliran Sungai
Gambar 4.24 Euclidean Distance Faktor Sungai Sumber: Hasil analisis, 2017
Aliran sungai tersebar di beberapa desa di Kecamatan Tembelang. Sungai terbesar yang berpotensi menimbulkan banjir adalah Sungai Konto. Sungai tersebut melintang
Histogram
dengan aliran air dari timur ke barat. Jarak terjauh yang dihasilkan dari analisis Euclidean Distance adalah 817,73 m dan rata-ratanya 212,74 m. Simpangan bakunya 162,61 m. 11. Jarak Lahan dari Kawasan Permukiman
Gambar 4.25 Euclidean Distance Faktor Kawasan Permukiman
Sumber: Hasil analisis, 2017
Kawasan permukiman eksisting di Kecamatan Tembelang tersebar secara linier mengikuti jaringan jalan. Pembangunan interchange gerbang TOL berdampak pada pertumbuhan permukiman di sekitarnya. Analisis Euclidean
Distance menghasilkan jarak terjauh dan rata-ratanya
masing-masing yaitu 762,69 m dan rata-ratanya 146,98 m. Standar deviasi mencapai 146,86 m.
12. Jarak Lahan dari Daerah Rawan Bencana Banjir
Gambar 4.26 Euclidean Distance Faktor Daerah Rawan Banjir Sumber: Hasil analisis, 2017
Daerah yang berpotensi terdampak bencana banjir berada di sekitar aliran sungai, terutama di sepanjang Sungai Konto, padahal wilayah tersebut cukup padat penduduk dan permukiman. Wilayah Kecamatan Tembelang bagian utara relatif aman dari bencana banjir. Jarak terjauh dari analisis
Euclidean Distance yakni 5.223,37 m dan jarak rata-ratanya
1.406,76 m dengan standar deviasi mencapai 1.368,92 m. 13. Jarak Lahan dari Rencana Kawasan Industri
Rencana pengembangan kawasan industri yang terpusat terletak di bagian barat laut Desa Tembelang. Pembangunan kawasan industri tersebut berpotensi meningkatkan perkembangan permukiman di sekitarnya.
Euclidean Distance dari faktor tersebut menghasilkan jarak
terjauh 6.246,42 m. Jarak rata-rata yakni 2.984,77 dengan standar deviasi 1.362,59.
Gambar 4.27 Euclidean Distance Faktor Rencana Kawasan Industri
Sumber: Hasil analisis, 2017 14. Jarak Lahan dari Rencana Jaringan Jalan
Gambar 4.28
Euclidean Distance Faktor Rencana
Jaringan Jalan
Sumber: Hasil analisis, 2017
Histogram Histogram
Dalam RTRW Kabupaten Jombang 2009-2029, terdapat rencana pengembangan jaringan jalan yang melintas di Kecamatan Tembelang. Jaringan jalan yang direncanakan tersebut adalah Jalan Lingkar Luar Perkotaan. Jarak terjauh dari analisis Euclidean Distance yakni 5.457,14 m dan jarak rata-ratanya 2.003,56 m dengan standar deviasi 1.224,69 m. 15. Jarak Lahan dari Rencana Kawasan Permukiman
Gambar 4.29 Euclidean Distance Faktor Rencana Kawasan Permukiman
Sumber: Hasil analisis, 2017
Kawasan permukiman menurut dokumen rencana diarahkan pada wilayah bagian selatan Kecamatan Tembelang, tepatnya di Desa Mojokrapak, Pesantren, dan Tembelang. Perencanaan kawasan permukiman menjadikan wilayah tersebut sebagai pusat kegiatan di Kecamatan Tembelang, sehingga menjadi semakin padat penduduknya dan memungkinkan adanya alih fungsi lahan dari lahan tidak terbangun (sawah, ladang, kebun, dan semak belukar) menjadi lahan terbangun berupa permukiman. Hasil analisis Euclidean
Distance menunjukkan angka jarak terjauh yaitu 691,08 m
dan jarak rata-ratanya 111,54 m dengan standar deviasi mencapai 130,13 m.