• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.6 Metode Analisis

3.6.3 Menganalisis Potensi Perubahan Pemanfaatan

pengelompokan atau klasifikasi harga lahan secara kuantitatif maupun kualitatif. Klasifikasi harga lahan tersebut merupakan indikator potensi perubahan pemanfaatan lahan berdasarkan jenis penggunaan lahan eksistingnya. Statistika memberikan metode pengelompokan data yang meliputi kuartil, desil, persentil, dan jenjang persentil untuk menyusun klasifikasi dengan jumlah atau proporsi yang sama pada tiap klasifikasi. Metode pengelompokan harga lahan dilakukan dengan mencari nilai kuartil I (Q1) dan III (Q3) pada data tunggal harga lahan pasar hasil survei untuk menghasilkan tiga kelas harga lahan. Metode ini dipilih karena data yang didapatkan berasal dari responden secara langsung sehingga lebih objektif. Novananda dan Setiawan (2015) juga menggunakan kalkulasi kuartil untuk mengklasifikasikan jumlah produksi emisi karbon dioksida pada analisis persebaran spasial produksi gas tersebut dari penggunaan lahan permukiman di Kawasan Perkotaan Gresik. Terdapat empat kelas dengan rentang yang berbeda namun memiliki proporsi yang sama dari segi jumlah data dan satu kelas dengan nilai sama dengan nol. Dalam penelitian ini kelas harga lahan dibagi menjadi tiga dengan keterangan kualitatif tinggi, sedang, dan rendah. Rumus menghitung kuartil pada data ganjil (403 data) adalah sebagai berikut.

Qi = i (n+1) 4 Keterangan:

Qi = Kuartil ke-i n = Jumlah data

Gambar 3.8 Teknik Vectorize Map Sumber: Diolah dari Software Esri ArcGIS 10.1

Setelah ditemukan Q1 dan Q3, langkah selanjutnya adalah

Vectorize Map. Data spasial harga lahan perlu diklasifikasikan

terlebih dahulu dengan tools Reclassify pada ESRI ArcGIS 10.1. Kelas harga lahan terbagi menjadi tiga dengan rentang nilai terendah hingga Q1, Q1 hingga Q3, dan Q3 hingga nilai tertinggi harga lahan. Klasifikasi tersebut juga menunjukkan besarnya potensi perubahan pemanfaatan lahan. Selanjutnya dilakukan konversi peta menggunakan Raster to Polygon. Peta raster harga lahan yang telah berbasis vektor kemudian dihitung luasnya untuk mengetahui proporsinya di wilayah Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang.

Untuk mengetahui potensi perubahan pemanfaatan lahan seara spasial, dilakukan Analisis Query Builder. Analisis Query

Builder merupakan analisis pelacakan data sebagai fasilitas yang

digunakan untuk melacak feature-feature berdasarkan data atributnya. Query Builder juga dapat digunakan untuk mengetahui

feature-feature mana saja yang sesuai dengan kriteria yang telah

ditentukan. Sebelumnya, data spasial harga lahan dan penggunaan lahan eksisting Kecamatan Tembelang digabungkan dengan

Overlay Intersect. Query Builder memanfaatkan dua tools yakni Select By Attributes dan Field Calculator. Select By Attributes

berfungsi untuk menyeleksi data, sedangkan Field Calculator digunakan untuk memasukkan data dan menyusun data baru. 3.7 Tahapan Penelitian

Penelitian ini terbagi dalam beberapa tahapan. Terdapat lima tahap yang meliputi perumusan masalah, tinjauan pustaka, pengumpulan data, analisis, dan penarikan kesimpulan. Berikut adalah penjelasan tiap tahapan penelitian tersebut.

1. Perumusan Masalah

Perumusan masalah didasarkan pada kondisi kekinian di Jombang yang telah terbangun Jalan TOL Mojokerto-Kertosono seksi I (Bandarkedungmulyo-Tembelang). Hal ini berdampak pada peningkatan harga lahan di Kecamatan Tembelang khususnya area di sekitar interchange gerbang TOL hingga tiga kali lipat. Kondisi faktual tersebut diprediksikan akan mendorong perkembangan permukiman, sehingga terdapat potensi perubahan pemanfaatan lahan menjadi lahan yang bernilai ekonomi lebih tinggi. Adanya kemungkinan perkembangan permukiman yang tidak sesuai dengan arahan dokumen RTRW menjadi alasan pentingnya melakukan penelitian untuk mengetahui lahan yang berpotensi berubah pemanfaatanya. dengan pendekatan pemodelan spasial harga lahan.

2. Tinjauan Pustaka

Tahap ini merupakan kompilasi landasan teori terkait rumusan masalah yang diangkat sebagai dasar dalam penelitian. Teori yang digunakan antara lain yaitu teori tata guna pegembangan lahan, harga lahan, perubahan pemanfaatan lahan, dan kaitan antara lahan dan pengembangan jaringan transportasi. Sumber dari teori-teori tersebut antara lain berupa buku, jurnal,

prosiding, undang-undang, internet, dan sebagainya. Sintesis pustaka dihasilkan dari pemilihan faktor penentu harga lahan yang digunakan dalam penelitian ini.

3. Pengumpulan Data

Tahap pengumpulan data dilakukan melalui metode survei primer dan survei sekunder. Survei primer dilakukan melalui observasi, wawancara, dan pembagian kuisioner, sedangkan, survei sekunder dilakukan melalui metode survei literatur dan survei instansi. Penyajian data-data spasial maupun non spasial yang didapatkan dapat berbentuk peta, tabel, grafik, dan deskripsi. Kebutuhan data dapat dilihat pada Lampiran Desain Survei. 4. Analisis Data

Tahap analisis data adalah serangkaian kegiatan pengolahan data dengan metode tertentu untuk menjawab tujuan melalui tiap poin sasaran. Analisis data dalam penelitian ini meliputi analisis kualitatif dan kuantitatif. Proses analisis data pada dasarnya saling berkaitan yang berakhir pada penarikan kesimpulan.

5. Penarikan Kesimpulan

Kesimpulan merupakan pembahasan akhir dari penelitian yang bertujuan untuk menjawab rumusan masalah melalui tahap analisis data pada tiap sasaran yang telah ditentukan. Dalam proses penarikan kesimpulan diharapkan dapat tercapai tujuan akhir penelitian, yaitu tersusunnya hasil analisis potensi perubahan pemanfaatan lahan berdasarkan model spasial harga lahan di Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang.

Gambar 3.9 Kerangka Penelitian Sumber: Penulis, 2016

Analisis potensi perubahan pemanfaatan lahan berdasarkan harga lahan untuk mengantisipasi perkembangan lahan

yang tidak sesuai dengan dokumen rencana

Faktor Penentu Harga Lahan di Kecamatan Tembelang pasca pembangunan interchange

Gerbang TOL Jombang Latar Belakang Masalah

Tinjauan Pustaka

Identifikasi faktor penentu harga lahan Analisis

Delphi

Perumusan model spasial harga lahan Analisis Regresi Spasial

Analisis potensi perubahan pemanfaatan lahan Analisis Query Builder Pengumpulan Data Survei Sekunder Analisis Data Survei Primer

Kesimpulan dan Saran Tata Guna

Pengembangan Lahan

Harga Lahan sebagai Faktor Pendorong

Perubahan Pemanfaatan Lahan

Keterkaitan Lahan dan Pengembangan Jaringan Transportasi

Pemodelan Spasial Harga Lahan Pembangunan interchange Gerbang TOL

Jombang berdampak pada peningkatan harga lahan.

Adanya kecenderungan perubahan pemanfaatan lahan akibat

peningkatan harga lahan.

Pemodelan spasial harga lahan sejauh ini belum ada yang mengaitkannya dengan pemanfaatan

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

63 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Wilayah Penelitian

Dokumen terkait