• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hasil dari perhitungan menggunakan Minitab 14 terhadap peubah bebas (CAR, NPL, NIM, BOPO dan LDR) dan peubah terikat (ROA) menunjukkan nilai koefisien determinasi atau R Square 0,944. Nilai R Square

tersebut menunjukkan variasi ROA dapat dijelaskan oleh variasi CAR, NPL, NIM, BOPO dan LDR 94,4%, atau peubah CAR, NPL, NIM, BOPO dan LDR mampu memengaruhi ROA 94,4% dan sisanya (5,6%) dijelaskan oleh faktor lain di luar penelitian.

4.9.1 Uji F

Uji simultan dengan menggunakan Uji F bertujuan untuk mengetahui pengaruh secara bersama-sama peubah bebas terhadap peubah terikat. Hasil uji F pada output Minitab 14 dapat dilihat pada tabel ANOVA. Apabila F hitung > F tabel, maka peubah bebas berpengaruh secara simultan terhadap peubah terikat. Sedangkan, Uji F dengan probabilitas value dapat dilihat dari besar probabilitas value

dibandingkan alpha yang ditetapkan yaitu sebesar 0,05. Berikut ini Tabel ANOVA untuk uji F dimuat pada Tabel 18.

Tabel 18. ANOVA

Nilai pada F tabel 3,493, sedangkan nilai F hitung 168,09, maka F hitung lebih besar dari F tabel dan nilai p = 0,000 lebih kecil dari α = 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa CAR, NPL, NIM, BOPO dan LDR secara simultan mampu menjelaskan perubahan pada ROA, atau model dinyatakan cocok atau fit.

4.9.2 Uji t

Uji t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu peubah bebas secara individual dalam menerangkan variasi peubah terikat (Kuncoro, 2003). Peubah dikatakan memiliki pengaruh nyata jika nilai │t-hitung│lebih besar dari 1,96. Hasil uji t dimuat pada Tabel 19. Source DF Sum of Squares Mean Square F p Regression Residual Error Total 2 20 22 2662,1 158,4 2820,5 1331,1 7,9 168,09 0,000

Tabel 19. Uji t Peubah

Simpangan

Baku Koefisien t-hitung Keterangan X1 0,074509 0,4756 6,383366 nyata

X2 0,061891 0,0948 1,532393 tidak nyata

X3 0,045647 0,1484 3,251663 nyata

X4 0,086313 -0,0262 -0,30371 tidak nyata

X5 0,05733 0,0387 0,675799 tidak nyata

Berdasarkan perhitungan regresi komponen utama, didapatkan model regresi sebagai berikut :

�� = -2,88483 + 0,4756 X1 + 0,0948 X2 + 0,1484 X3

- 0,0262 X4 +

0,0387X5...(9)

Analisa uji t untuk mengetahui pengaruh peubah bebas terhadap peubah terikat adalah :

a. Konstanta -2,88483, artinya jika CAR, NPL, NIM, BOPO dan LDR bernilai 0, maka nilai ROA adalah -2,88483.

b. Peubah CAR memiliki nilai t-hitung 6,383366, yaitu lebih besar dari t tabel 1,96, artinya bahwa CAR berpengaruh nyata dan positif terhadap ROA. Nilai koefisien pada CAR adalah 0,4756, artinya jika CAR meningkat 1%, maka ROA akan meningkat 0,4756%, dengan asumsi peubah lainnya tetap.

c. Peubah NPL memiliki nilai t-hitung 1,532393, yaitu lebih kecil dari t tabel 1,96, artinya bahwa NPL tidak berpengaruh nyata terhadap ROA. Nilai koefisien pada NPL adalah 0,0948, artinya jika NPL meningkat 1%, maka ROA akan meningkat 0,0948%, dengan asumsi peubah lainnya tetap.

d. Peubah NIM memiliki nilai t-hitung 3,251663, yaitu lebih besar dari t tabel 1,96, artinya bahwa NIM berpengaruh nyata dan positif terhadap ROA. Nilai koefisien pada NIM adalah 0,1484, artinya jika NIM meningkat 1%, maka ROA akan meningkat 0,1484%, dengan asumsi peubah lainnya tetap.

e. Peubah BOPO memiliki nilai t-hitung -0,30371, yaitu lebih kecil dari t tabel 1,96, artinya bahwa BOPO tidak berpengaruh nyata

terhadap ROA. Nilai koefisien pada BOPO adalah 0,086313, artinya jika BOPO meningkat 1%, maka ROA akan meningkat 0,086313%, dengan asumsi peubah lainnya tetap.

f. Peubah LDR memiliki nilai t-hitung 0,675799, yaitu lebih kecil dari t tabel 1,96, artinya bahwa LDR tidak berpengaruh nyata terhadap ROA. Nilai koefisien pada LDR adalah 0,05733, artinya jika LDR meningkat 1%, maka ROA akan meningkat 0,05733%, dengan asumsi peubah lainnya tetap.

4.9.3 Analisis Pengaruh CAR terhadap ROA

Dari hipotesis pertama menyatakan bahwa CAR berpengaruh positif tehadap ROA. Dari hasil penelitian diperoleh nilai t-hitung 6,383366 dan koefisien regresinya 0,4756. Hal ini menunjukkan bahwa CAR memiliki pengaruh positif terhadap ROA secara nyata. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin besar CAR, maka ROA yang diperoleh bank akan semakin besar. Semakin besar CAR, maka semakin tinggi kemampuan permodalan bank dalam menjaga kemungkinan timbulnya risiko kerugian kegiatan usahanya, sehingga kinerja bank juga meningkat.

Kecukupan modal bank mencerminkan modal sendiri perusahaan. Semakin besar kecukupan modal bank, yaitu dengan memanfaatkan secara optimal modal sendiri dapat meningkatkan tingkat profitabilitas perusahaan yang tercermin dalam ROA, karena dengan modal yang besar, manajemen bank dapat leluasa dalam menempatkan dananya ke dalam aktivitas investasi yang menguntungkan dan berpotensi meningkatkan laba perusahaan.

Pengaruh CAR yang nyata terhadap ROA ini juga didukung oleh suntikan modal yang diberikan pemerintah kepada Bank Mutiara. Alasan pemerintah menyuntikkan dana tersebut pertama adalah untuk menaikkan nilai CAR. Perhitungan perkiraan biaya penanganan (bailout) yaitu sebesar jumlah kekurangan modal untuk membentuk nilai CAR agar sesuai dengan standar minimum BI (8%). Usaha tersebut berdampak pada ROA yang meningkat seiring dengan

peningkatan CAR. Dengan demikian Ha1 yang menyatakan bahwa

CAR memiliki pengaruh yang positif terhadap ROA diterima, atau dengan kata lain tolak Ho1.

4.9.4 Analisis Pengaruh NPL terhadap ROA

Hipotesis kedua menyatakan bahwa NPL berpengaruh negatif terhadap ROA. Dari hasil penelitian diperoleh nilai t-hitung 1,532393 dan koefisien regresinya 0,0948. Hal ini menunjukkan bahwa NPL tidak memiliki pengaruh nyata terhadap ROA, yaitu mengindikasikan bahwa resiko usaha bank yang tercermin dalam NPL tidak berpengaruh terhadap ROA, karena kerugian perusahaan akibat kredit macet ditopang modal yang dimiliki oleh perusahaan.

Terkait dengan koefisien regresi yang bertanda positif, yakni berbeda dengan tanda di hipotesis kedua terjadi karena kenaikan NPL tidak mengakibatkan menurunnya ROA, sebab nilai Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) Bank Mutiara yang tinggi dapat menutupi kredit bermasalah. Laba perbankan masih dapat meningkat dengan NPL yang tinggi, karena sumber laba selain dari bunga, seperti fee based income relatif tinggi. Dengan demikian, Ha2

yang menyatakan bahwa NPL memiliki pengaruh negatif terhadap ROA ditolak, atau dengan kata lain terima Ho2.

4.9.5 Analisis Pengaruh NIM terhadap ROA

Hipotesis ketiga menyatakan bahwa NIM berpengaruh positif terhadap ROA. Dari hasil penelitian diperoleh nilai t-hitung 3,251663 dan koefisien regresinya 0,1484. Hal ini menunjukkan bahwa NIM memiliki pengaruh positif terhadap ROA secara nyata. Perubahan suku bunga dan mutu aktiva produktif pada perusahaan perbankan dapat menambah laba bagi perusahaan, sehingga semakin besar perubahan NIM Bank Mutiara, maka semakin besar profitabilitas yang dapat diperoleh Bank Mutiara, yang ditunjukkan oleh ROA.

Hal ini menunjukkan kemampuan manajemen bank dalam menghasilkan bunga bersih, sehingga berpengaruh pada tingkat

pendapatan bank terhadap total asetnya. Meningkatnya pendapatan bunga bersih, yang merupakan selisih antara total biaya bunga dan total pendapatan bunga telah mengakibatkan bertambahnya laba sebelum pajak. Pendapatan bunga bersih yang tinggi akan mengakibatkan meningkatnya laba sebelum pajak, sehingga ROA bertambah. Salah satu komponen pembentuk ROA adalah laba sebelum pajak, maka, secara tidak langsung jika pendapatan bunga bersih meningkat maka laba yang dihasilkan bank juga meningkat, sehingga akan meningkatkan kinerja keuangan bank tersebut. Dengan demikian, Ha3 yang menyatakan bahwa NIM memiliki pengaruh yang

positif terhadap ROA diterima, atau dengan kata lain Ho3 ditolak.

4.9.6 Analisis Pengaruh BOPO terhadap ROA

Hipotesis keempat menyatakan bahwa BOPO berpengaruh negatif terhadap ROA. Dari hasil penelitian diperoleh nilai t-hitung -0,30371 dan koefisien regresinya -0,0262. Hal ini menunjukkan bahwa BOPO tidak memiliki pengaruh negatif dan nyata terhadap ROA. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa tingkat efisiensi Bank Mutiara tidak memiliki dampak, atau pengaruh terhadap tingkat pendapatan, atau profitabilitas Bank Mutiara yang diwakili oleh ROA. Nilai negatif yang ditunjukkan BOPO menunjukkan bahwa semakin kecil BOPO, menunjukkan semakin efisien bank dalam menjalankan aktifitas usahanya. BOPO yang kecil menunjukkan bahwa biaya operasional bank lebih kecil dari pendapatan operasionalnya, sehingga hal tersebut menunjukkan bahwa manajemen bank sangat efisien dalam menjalankan aktivitas operasionalnya. Dengan demikian, Ha4 yang menyatakan bahwa

BOPO memiliki pengaruh yang negatif terhadap ROA ditolak, atau dengan kata lain terima Ho4.

4.9.7 Analisis Pengaruh LDR terhadap ROA

Hipotesis kelima menyatakan bahwa LDR berpengaruh positif terhadap ROA. Dari hasil penelitian diperoleh nilai t-hitung 0,675799,

sedangkan koefisien regresinya 0,0387. Hal ini menunjukkan bahwa LDR tidak memiliki pengaruh nyata terhadap ROA. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa kemampuan manajemen dalam menyalurkan kredit dari pihak ketiga kepada pihak kreditur tidak berpengaruh terhadap tingkat pendapatan, atau profitabilitas Bank Mutiara yang diwakili oleh ROA.

Penyebab tidak ada pengaruh LDR terhadap ROA adalah karena pihak Bank Mutiara masih belum memaksimalkan penyaluran kredit dari DPK. Selain itu, jumlah kredit macet pada Bank Mutiara masih tinggi, sehingga kredit yang disalurkan tidak berpengaruh terhadap laba bank. Dengan demikian, Ha5 yang menyatakan bahwa LDR

memiliki pengaruh yang positif terhadap ROA ditolak, atau dengan kata lain terima Ho5.

Dokumen terkait