Bab 3 Analisis Sistem
3.1.3 Analisis Proses
Pengujian dilakukan sebagai simulasi untuk mengetahui apakah hasil perhitungan metode analytical hierarchy process (AHP) pada sistem yang telah dibuat sama dengan hasil perhitungan yang dilakukan secara manual. Pengujian pertama dilakukan menentukan urutan hirarki pada masing-masing kriteria, dapat dilihat pada gambar 3.2.
Gambar 3.2. Urutan Hirarki Prioritas
Setelah disusun hirarki dari permasalahan, maka langkah selanjutnya yaitu menentukan nilai ketetapan matriks berpasangan. Proses perhitungan dimulai dengan menentukan nilai kriteria. Dalam menentukan nilai kriteria diperlukan nilai perbandingan dalam AHP yaitu antara 1 sampai 9 sesuai dengan teori Saaty, dapat dilihat paa tabel berikut:
Tabel 3.1. Nilai Perbandingan AHP 1 Sama penting dengan
2 Mendekati sedikit lebih penting dari 3 Sedikit leih penting dari
4 Mendekati lebih penting 5 Lebih penting
6 Mendekati sangat penting 7 Sangat penting dari
8 Mendekati mutlak dari 9 Mutlak sangat penting
Dalam metode AHP ada 2 perbandingan yaitu, perbandingan antar kriteria dan perbandingan antar alternatif. Adapun untuk setiap kriteria dan alternatif akan dilakukan sebagai berikut:
1. Data Kriteria
Data kriteria digunakan sebagai acuan atau dasar dari penelitian. Kriteria yang digunakan dalam perhitungan ialah suhu, frekuensi nadi, frekuensi nafas dan tekanan darah. Selanjutnya akan dilakukan proses perhitungan metode AHP yaitu sebagai berikut:
a. Mencari baris total
Mencari baris total dari matriks perbandingan antar kriteria, dapat dilihat pada tabel 3.3. berikut:
Tabel 3.2. Matriks Perbandingan Berpasangan Kriteria
TABEL KRITERIA
Dari tabel diatas menunjukkan tabel 3.3. berpasangan untuk kriteria suhu, frekuensi nadi, frekuensi nafas, dan tekanan darah. Untuk perbandingan dengan kriteria yang sama akan bernilai 1 karena keduanya sama penting.
Dari gambar tabel 3.3. diatas juga dapat dilihat nilai kriteria bernilai 1 semuanya, karena dari hasil wawancara dengan perawat dirumah sakit USU bagian IGD mengatakan nilai kriteria dari gambar tabel 3.1. sama penting semuanya. Dalam tebel perbandingan diatas juga dapat dilihat setiap kriteria akan dibandingkan dengan semua kriteria. Contoh:
perbandingan nilai kriteria suhu (kiri) dengan kriteria frekuensi nadi (atas) adalah 1. Sebaliknya frekuensi nadi -> suhu = 1/1(1). Begitu juga dengan
kriteria suhu dengan frekuensi nafas adalah 1. Sebaliknya dengan frekuensi nafas -> suhu =1/1(1). Perbandingan nilai antar kriteria yang sama harus 1. Untuk dapat memedakannya maka dari itu penulis membuat kolom yang berwarna kuning otomatis bernilai 1 . Untuk cell yang warna merah otomatis kebalikan dari warna hitam. Selanjutnya dengan menjumlahkan total kolom dari keseluruhan nilai berdasarkan tiap kolomnya, caranya dengan menjumlahkan masing-masing baris dari setiap kolom, contohnya: total dari kolom suhu = 1 + 1 + 1 + 1 = 4.
Selanjutnya dengan mencari normalisasi matriks dan bobot prioritas.
b. Menormalisasikan Matriks dan Bobot Prioritas
Tabel 3.3. Normalisasi Matriks dan Bobot Prioritas
TABEL KRITERIA SUHU FREKUENSI FREKUENSI TEKANAN BOBOT
NADI (x/mnt) NAFAS (x/mnt) DARAH PRIORITAS
Cara menormalisasikan matriks dari tabel 3.4. diatas dengan cara membagi setiap elemen matriks dengan baris total. Contohnya kolom suhu baris suhu dibagi dengan baris total = ¼ =0,25. Kolom suhu baris frekuensi nadi dibagi dengan baris total = ¼ = 0,25 begitu juga seterusnya sampai selesai. Selanjutnya dengan mencari bobot prioritas, baris pertama
= (0,25 + 0.25 + 0,25 + 0,25) / 4 = 0,25.
c. Mencari Konsistensi Matriks
Tabel 3.4. Konsistensi Matriks
TABEL KRITERIA SUHU FREKUENSI FREKUENSI TEKANAN CONSISTENCY NADI (x/mnt) NAFAS (x/mnt) DARAH MEASURE
Dari tabel diatas didapatkan hasil masing-masing konsistensi 1,75. CM (Consistency Measure) didapat dengan mengalikan baris suhu pada tabel
3.2. dengan bobot prioritas pada tabel 3.3. pada masing-masing baris.
Contohnya : (1*0,25) + (1*0,25) + (1*0,25) + (1*0,25) / 0,25 = 1,75 Berikutnya mencari CI (Consistency Index) dengan rumus :
LamdaMax adalah rata-rata dari CM (Consistency Measure)
= (1,75 + 1,75 + 1,75 + 1,75) / 4 = 1,75.
n adalah jumlah kriteria (ukuran matriks) = 4, sehingga:
CI = (1,75 – 4) / (4 – 1) = -0,75.
Berikut mencari RI (Ratio Index), berdasarkan teori Saaty ratio index sudah ditentukan nilainya berdasarkan ordo matriks (jumlah kriteria), berikut tabelnya:
Tabel 3.5. Ratio Index
Ordo matriks 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Ratio index 0 0 0.58 0.9 1.12 1.24 1.32 1.41 1.46 1.49
Karena matrik terdiri dari 4 kriteria maka otomatis RI = 0,9. Dari CI dan IR, kita bisa menghitung Consistency Ratio dengan
CI / IR = -0,75 / 0,9 = -0,8333. Untuk nilai CR > 0,1 dianggap konsisten.
Sehingga perbandingan yang diberikan untuk kriteria sudah konsisten.
2. Data Alternatif
Untuk mencari bobot prioritas kriteria pada alternatif dilakukan sebanyak jumlah kriteria. Langkah untuk mencari bobot alternatif sama seperti mencari bobot prioritas kriteria. Sebagai uji coba digunakan 6 (enam) data yang diuji alternatifnya. dapat dilihat pada tabel 3.6. berikut:
Tabel 3.6. Data Uji Alternatif
Alternatif Deskripsi
P1 Pasien 1
P2 Pasien 2
P3 Pasien 3
P4 Pasien 4
P5 Pasien 5
P6 Pasien 6
1. Data Uji Alternatif Pertama a. Mencari Baris Total
Tabel 3.7. Baris Total Suhu
TABEL ALTERNATIF P 1 P 2 P 3 P 4 P 5 P 6
Tabel 3.8. Baris Total Nadi
TABEL
Tabel 3.9. Baris Total Nafas
TABEL ALTERNATIF P 1 P 2 P 3 P 4 P 5 P 6
Tabel 3.10. Baris Total Tekanan Darah TOTAL KOLOM 11,14285714 4,833333 3,722222 3,555556 22,75 32
b. Mencari Normalisasi Matriks dan Bobot Prioritas
Tabel 3.11. Normalisasi Matriks dan Bobot Prioritas Suhu
TABEL
P 1 P 2 P 3 P 4 P 5 P 6 BOBOT
ALTERNATIF PRIORITAS
PASIEN 1 0,178217822 0,302158273 0,202020202 0,080645161 0,117647059 0,321428571 1,202117089 PASIEN 2 0,178217822 0,302158273 0,404040404 0,322580645 0,352941176 0,25 1,809938321 PASIEN 3 0,178217822 0,151079137 0,202020202 0,322580645 0,294117647 0,178571429 1,326586881 PASIEN 4 0,356435644 0,151079137 0,101010101 0,161290323 0,117647059 0,178571429 1,066033691 PASIEN 5 0,089108911 0,050359712 0,050505051 0,080645161 0,058823529 0,035714286 0,36515665 PASIEN 6 0,01980198 0,043165468 0,04040404 0,032258065 0,058823529 0,035714286 0,230167368
Tabel 3.12. Normalisasi Matriks dan Bobot Prioritas Nadi
TABEL
P 1 P 2 P 3 P 4 P 5 P 6 BOBOT
ALTERNATIF PRIORITAS
PASIEN 1 0,097297297 0,229007634 0,160305344 0,030927835 0,210526316 0,264705882 0,992770308 PASIEN 2 0,097297297 0,229007634 0,320610687 0,18556701 0,175438596 0,176470588 1,184391813 PASIEN 3 0,194594595 0,229007634 0,320610687 0,556701031 0,245614035 0,205882353 1,752410334 PASIEN 4 0,583783784 0,229007634 0,106870229 0,020618557 0,315789474 0,264705882 1,520775559 PASIEN 5 0,016216216 0,045801527 0,045801527 0,020618557 0,035087719 0,058823529 0,222349075 PASIEN 6 0,010810811 0,038167939 0,045801527 0,020618557 0,01754386 0,029411765 0,162354458
Tabel 3.13. Normalisasi Matriks dan Bobot Prioritas Nafas
TABEL
P 1 P 2 P 3 P 4 P 5 P 6 BOBOT
ALTERNATIF PRIORITAS
PASIEN 1 0,0898876
0,224719101 0,1495726 0,04522613 0,02380952 0,2580645
0,791279562
4 5 1 4 16
PASIEN 2 0,0898876 0,224719101 0,2991452 0,22613065 0,23809523 0,1290322
1,20701019
4 99 3 8 58
PASIEN 3 0,1797752
0,224719101 0,2991452 0,45226130 0,23809523 0,2258064
1,619802677
81 99 7 8 52
PASIEN 4 0,4494382
0,224719101 0,1495726 0,22613065 0,42857142 0,2903225
1,768754615
02 5 3 9 81
PASIEN 5 0,1797752
0,04494382 0,0598290 0,02512562 0,04761904 0,0645161
0,421808966
81 6 8 8 29
PASIEN 6 0,0112359
0,056179775 0,0427350 0,02512562 0,02380952 0,0322580
0,19134399
55 43 8 4 65
Tabel 3.14. Normalisasi Matriks dan Bobot Prioritas Tekanan Darah
TABEL
P 1 P 2 P 3 P 4 P 5 P 6 BOBOT
ALTERNATIF PRIORITAS
PASIEN 1 0,08974359 0,206896552 0,134328358 0,09375 0,021978022 0,21875 0,765446522 PASIEN 2 0,08974359 0,206896552 0,268656716 0,28125 0,131868132 0,0625 1,04091499 PASIEN 3 0,358974359 0,206896552 0,268656716 0,28125 0,395604396 0,28125 1,792632023 PASIEN 4 0,269230769 0,206896552 0,268656716 0,28125 0,395604396 0,28125 1,702888433 PASIEN 5 0,179487179 0,068965517 0,029850746 0,03125 0,043956044 0,125 0,478509487 PASIEN 6 0,012820513 0,103448276 0,029850746 0,03125 0,010989011 0,03125 0,219608546
c. Perangkingan
Pada proses perangkingan akan diurutkan nilai tertinggi dan terendah untuk melihat manakah prioritas yang lebih penting, dapat dilihat seperti berikut:
Tabel 3.15. Perangkingan
TABEL
SUHU FREKUENSI FREKUENSI TEKANAN
NILAI RANK
ALTERNATIF NADI (x/mnt) NAFAS (x/mnt) DARAH
BOBOT
PRIORITAS 0,25 0,25 0,25 0,25
PASIEN 1 1,20947003 0,992770308 0,791279562 0,765446522 0,939741605 4 PASIEN 2 1,831997144 1,184391813 1,20701019 1,04091499 1,316078534 3 PASIEN 3 1,282469234 1,752410334 1,619802677 1,792632023 1,611828567 1 PASIEN 4 1,073386632 1,520775559 1,768754615 1,702888433 1,51645131 2 PASIEN 5 0,368833121 0,222349075 0,421808966 0,478509487 0,372875162 5 PASIEN 6 0,233843838 0,162354458 0,19134399 0,219608546 0,201787708 6
Nilai bobot prioritas didapat dari nilai bobot kriteria pada tabel 3.3.
Untuk mencari nilai total caranya dengan mengalikan bobot prioritas kriteria dengan setiap baris matriks bobot prioritas alternatif.
Contohnya untuk baris pertama = (0,25*1,20947003) + (0,25*
0,992770308) + (0,25*0,791279562) + (0,25*0,765446522) = 0,939741605. perhitungan dilakukan seterusnya sampai dengan baris terakhir yaitu pasien 6. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan ranking yang paling tertinggi ialah pasien 3 dengan hasil 1,611828567.
3.2. General Arsitektur
General Arsitektur sistem dapat kita lihat pada gambar 3.2. Berdasarkan pada gambar 3.3., langkah pertama yang dilakukan dalam sistem ialah memasukkan data banyaknya pasien di IGD Rumah Sakit. Kemudian dilakukan perancangan user interface, user menginputkan data banyaknya pasien yang masuk keruangan IGD Rumah Sakit berdasarkan parameter yang dibutuhkan, lalu dilakukan proses untuk menentukan nilai bobot kriteria dari data pasien menggunakan metode AHP. Setelah itu sistem menghasilkan nilai perangkingan dari jumlah pasien.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar berikut:
Menghubungkan
User menginputkan sistem melakukan proses
untuk menentukan nilai
Gambar 3.3. General Arsitektur
3.3. Pemodelan Sistem
pemodelan sistem bertujuan untuk memangun sebuah model dari sistem yang akan dibuat. UML (Unified Modeling Language) merupakan salah satu bahasa pemodelan yang digunakan untuk sistem. Pada penelitian ini, pemodelan sistem yang akan digunakan adalah Use case Diagram, Activity Diagram, dan Sequence Diagram.
3.3.1 Use Case Diagram
Use case diagram merupakan gambaran yang menjelaskan seubah interaksi yang terjadi antara user terhadap sistem. Setiap yang terjadi didalam sistem dapat ditampilkan dalam bentuk diagram untuk mempermudah user mengetahui fungsi – fungsi apa saja yang terdapat dalam sistem. Pada gambar 3.4. dapat dilihat use case diagram pada sistem penelitian ini.
Gambar 3.4. Use Case Diagram
Use Case Diagram untuk sistem dalam penelitian ini dapat dilihat pada gambar 3.4. Pada diagram tersebut terdapat satu perawat yang menginputkan data anyaknya pasien pasien. Lalu perawat menginputkan penilaian AHP berupa nilai ketetapan kriteria AHP. Setelah itu akan dilakukan proses perhitungan metode AHP agar menghasilkan output perangkingan dari banyak pasien.
Untuk lebih lengkapnya, penjelasan Narrative Use Case di atas dapat dilihat pada tabel-tabel diawah berikut:
Tabel 3.16. Narasi Use Case Input Data Pasien IGD Use Case Name Input Data Banyaknya Pasien
Actor Perawat
Description Perawat menginputkan data pasien.
Precondition Perawat belum memasukkan data pasien yang ingin diinputkan
Postcondition Sistem menanpilkan tampilan awal menu data pasien...
Typical course of Aktivias Pengguna Respons Sistem event
1. Perawat memasukkan 1.Sistem menyimpan data pasien. data pasien.
Alternatecourse -
Tabel 3.17. Narasi Use Case Input Kriteria Penilaian AHP Use Case Name Input Nilai Ketetapan Kriteria Penilaian AHP
Actor Perawat
Description Perawat menginputkan nilai ketetapan kriteria AHP Precondition Perawat belum memasukkan nilai ketetapan AHP
yang ingin diinputkan
Postcondition Sistem menanpilkan tampilan awal menu data pasien.
Typical course of Aktivias Pengguna Respons Sistem event
1. Perawat memasukkan 1.Sistem
nilai ketetapan AHP menampilkan yang ingin diinputkan. button untuk
perhitungan nilai ketetapan AHP.
Alternatecourse -
Tabel 3.18. Narasi Use Case Proses Perhitungan Metode AHP Use Case Name Proses Perhitungan Metode AHP
Actor Perawat
Description Sistem melakukan perhitungan metode AHP Precondition Perawat belum menginputkan data pasien
Postcondition Sistem menanpilkan tampilan awal menu data pasien
Typical course of Aktivias Pengguna Respons Sistem event
1. Perawat menginputkan 1.Sistem melakukan data pasien dan nilai perangkingan.
ketetapan alternatif Alternatecourse -
Tabel 3.19. Narasi Use Case Output Perangkingan Banyaknya Pasien Use Case Name Output Perangkingan Banyaknya Pasien
Actor Perawat
Description Sistem melakukan proses perangkingan Precondition Perawat belum menginputkan data pasien
Postcondition Sistem menanpilkan tampilan awal menu perhitungan alternatif.
Typical course of Aktivias Pengguna Respons Sistem event
1. Perawat menginputkan 1.sistem
data banyaknya pasien menampilkan dan nilai ketetapan perangkingan
AHP banyaknya pasien.
Alternatecourse -
3.3.2 Activity Diagram
Activity Diagram merupakan diagram yang menggambarkan alur suatu aktifitas ke aktifitas lainnya yang terjadi pada sistem penelitian ini. Activity Diagram
Terdapat beberapa Activity Diagram untuk sistem pada penelitian ini, yaitu Activity Diagram Baca Data Pasien, Activity Diagram Perangkingan.
3.3.2.1 Activity Diagram Baca Data Pasien
Gambar 3.5. Activity Diagram Baca Data Pasien
Activity Diagram baca data pasien pada gambar 3.5. menggambarkan bagaimana proses data pasien IGD yang akan ditampilkan. Saat pertama kali aplikasi diinstal sistem membuat database terleih dahulu untuk menyimpan data pasien.
Kemudian user akan memutuskan untuk menambah data pasien atau tidak, jika user melakukan penambahan data pasien maka data tersebut akan disimpan didalam database. User dapat melakukan penambahan lagi sesuai banyak pasien yang akan ditangani, kemudian user menginputkan banyaknya pasien sesuai banyak data yang sudah disimpan sebelumnya.
3.3.2.2 Activity diagram perangkingan
Gambar 3.6. Activity Diagram Perangkingan
Activity diagram perangkingan seperti yang ditunjukkan pada gambar 3.6. dimulai dari user menginputkan banyaknya jumlah pasien IGD, setelah inputan banyaknya pasien akan dilakukan perhitungan didalam menu alternatif inputkan setiap nilai alternatif suhu, frekuensi nadi, frekuensi nafas dan tekanan darah. Kemudian user mengkilik button process dan sistempun melakukan perhitungan metode Analitical Ptocess Hierarchy Process untuk menghasilkan nilai perangkingan pada sietiap jumlah pasien yang sudah diinputkan.
3.3.2.3 Sequence Diagram
Sequence Diagram merupakan diagram yang menggambarkan agaimana ojek didalam dan disekitar sistem saling berinteraksi. Seuence Diagram terdiri dari
mengilustrasikan bagaimana pesan dikirim dan diterima antara objek satu dengan yang lain. Seuence Diagram untuk sistem ini dapat dilihat pada gambar 3.6.
berikut:
Gambar 3.7. Sequence Diagram
3.4. Flowchart
Flowchart (bagan alir) merupakan sebuah gambaran dalam bentuk diagram alir dari algoritma-algoritma dalam suatu program, yang menyatakan arah alur program tersebut (Pahlevy, 2010). Flowchart sistem yang akan dibahas pada penelitian ini dapat dilihat pada gambar 3.8. berikut:
Mulai
Inputkan data pasien
Inputkan nilai ketetapan pasien
tiap kriteria
Perhitungan metode AHP
Pengurutan bobot prioritas secara
ascending
Output perangkingan
data pasien
Selesai
Gambar 3.8. Flowchart Sistem
Flowchart sistem dimulai dengan user menginputkan data pasien kesistem yang akan disimpan kedalam database. Kemudian inputkan nilai ketetapan masing-
masing dari pasien dan akan dilakukan proses perhitungan menggunakan metode AHP. Proses metode AHP dapat dilihat pada gambar 3.9. berikut:
start
Menentukan kriteria dan sub kriteria dari setiap pasien
Membuat matriks berpasangan kriteria dan sub kriteria
Membuat matriks nilai kriteria dan sub kriteria (prioritas)
Menghitung rasio konsistensi
CR<=0,1
YA
Menyusun matriks prioritas antara kriteria dan sub kriteria
Menghitung nilai kriteria pasien
End
Gambar 3.9. flowchart Metode AHP
Flowchart metode AHP dilakukan untuk menghitung nilai kriteria dari setiap pasien, setelah dilakukan proses perhitungan metode AHP akan menghasilkan output perangkingan dari banyaknya pasien yang sudah diinputkan. Proses perangkingan dihitung dari banyaknya data yang sudah diinputkan, dan akan melakukan proses perhitungan metode AHP berdasarkan nilai ketetapan dari
metode AHP. Setelah itu akan dilakukan proses perangkingan berdasarkan banyaknya dan kondisi pasien tersebut.
3.5. Perancangan Interface
Dalam perancangan sebuah sistem, salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah perancangan antar muka pengguna. Interface yang sederhana akan dapat dengan mudah dimengerti oleh user. Untuk interface pada sistem yang akan dibangun dalam penelitian ini, terdapat beberapa form berbeda sesuai dengan fungsinya yaitu halaman utama, halaman data lokasi, halaman penentuan rute, halaman bantuan, dan halaman tentang.
3.5.1 Interface Antarmuka Home
Antarmuka home merupakan tampilan yang pertama kali muncul saat sistem dijalankan. Interface antarmuka home dalam sistem ini dapat dilihat pada gambar 3.10. berikut:
Gambar 3.10. Antarmuka Home
Keterangan:
1. Label untuk menampilkan judul metode.
2. Drawable untuk menampilkan logo rumah sakit.
3. Button untuk menampilkan inputan data pasien.
4. Button untuk menampilkan nilai kriteria.
5. Button untuk menampilkan cara penggunaan aplikasi.
6. Buttonl untuk menampilkan keterangan dari metode yang digunakan.
7. Button untuk menampilkan beberapa data diri penulis.
3.5.2 Interface Antarmuka Data Pasien
Antarmuka data pasien merupakan halaman yang menampilkan data pasien yang akan diinputkan dan disimpak kedalam database. Interface halaman data pasien dalam sistem ini dapat dilihat pada gambar 3.11. berikut:
Gambar 3.11. Antarmuka Data Pasien Keterangan:
1. Textview menampilkan data yang sudah diinputkan.
2. Button untuk menambahkan data pasien.
3. Button kemenu selanjutnya, untuk menentukan nilai ketetapan metode AHP.
3.5.3 Interface Antarmuka Kriteria
Interface antarmuka kriteria merupakan halaman untuk menampilakn tabel kriteria. Interface halaman kriteria dapat dilihat pada gambar 3.12. berikut:
Gambar 3.12. Antarmuka Kriteria Keterangan:
1. Textview menampilkan tabel kriteria.
2. Textview menampilkan keterangan dari tabel kriteria
3.5.4 Interface Halaman Penggunaan
Interface halaman penggunaan merupakan halaman yang menjelaskan tentang cara penggunaan aplikasi. Interface halaman peenggunaan dapat dilihat pada gambar 3.13. berikut:
Gambar 3.13. Antarmuka Penggunaan Keterangan:
1. Textview sebagai judul halaman.
2. Textview yang menampilkan cara penggunaak aplikasi.
3.5.5 Interface Antarmuka SPK-AHP
Interface halaman SPK-AHP merupakan halaman yang menampilkan tentang Sistem Pendukung Keputusan dan metode AHP. Interface halaman SPK-AHP dapat dilihat pada gambar 3.14.berikut:
Gambar 3.14. Antarmuka APK-AHP
Keterangan:
1. Menampilkan keterangan tentang SPK.
2. Menampilkan keterangan tentang metode AHP.
3.5.6 Interface Antarmuka Tentang
Interface antarmuka tentang untuk menampilkan biodata diri penulis. Interface halaman tentang dapat dilihat pada gambar 3.15. berikut:
Gambar 3.15. Antarmukan Tentang Keterangan:
1. Textview sebagai judul halaman.
2. Imageview sebagai foto penulis.
3. Textview berfungsi sebagai nama penulis.
4. Textview berfungsi seagai nim penulis.
5. Textview berfungsi seagai program studi penulis.
6. Textview berfungsi seagai universitas penulis.
7. Textview berfungsi seagai email penulis.
8. Textview berfungsi seagai nomor handphone penulis.
9. Textview berfungsi seagai alamat penulis.
BAB 4
IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN
4.1. Implementasi Sisitem
Tahap Implementasi sistem merupakan langkah lanjutan dari tahapan analisis dan perancangan sistem yang dirangkum di bab tiga. Pada tahapan ini, dilakukan penerapan metode ke dalam suatu program yang telah dirancang. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah analytical hierarchy process (ahp), pada bidang ilmu sistem pendukung keputusan. Implementasi dilakukan berdasarkan perancangan yang dilakukan sebelumnya. Perancangan sistem yang baik akan memudahkan pengembangan sistem di tahap implementasi. Sistem ini dibangun dengan menggunakan Android Studio 3.4.2, dengan bahasa pemrograman Java. Sistem pada penelitian ini mempunyai beberapa menu yang di buat yaitu TriaseAPP, Data Pasien, Kriteria , Penggunaan, SPK-AHP dan Tentang
4.1.1 Halaman TriaseAPP
Halaman tampilan awal yang disimolkan dengan TriaseAPP yaitu menu utama yang terdapat lima pilihan menu, yaitu dapat dilihat pada gambar 4.1. berikut:
Gambar 4.1. Halaman TriaseAPP
4.1.2 Halaman Data Pasien
Gambar 4.2. Halaman Data Pasien
4.1.3 Halaman Kriteria
Gambar 4.3. Halaman Kriteria
4.1.4 Halaman Tentang
Gambar 4.4. Halaman Tentang
4.2 Pengujian Sistem
Pengujian sistem merupakan tahap lanjutan setelah tahap implementasi sistem.
Pengujian sistem dilakukan untuk melihat dan membuktikan sistem yang dibangun telah berjalan dengan baik dalam memberikan rekomendasi pestisida yang sesuai keinginan user. Pengujian sistem ini dilakukan pada beberapa data pasien yang diIGD Rumah Sakit menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP).
4.2.1 Pengujian Sistem Penginputan Data Pasien
Analytical Hierarchi Process (AHP) merupakan pengambilan keputusan yang mengevaluasi beberapa kriteria dan alternatif. Adapun pengujian sistem dengan menggunakan metode analytical hierarchi process (ahp) akan dilakukan 2 (dua) kali pengujian proses dengan menginputkan data pasien di dalam aplikasi. Berikut adalah pengujian sistem penentuan pasien.
1. Pengujian Proses
Pertama-pertama dilakukan dengan menginputkan 6 (enam) data pada sistem, dapat dilihat pada gambar 4.5. berikut:
Gambar 4.5. Penginputan Data Pasien Oleh User
selanjutnya user memili diagnosa pada setiap pasien
Gambar 4.6. Pemilihan diagnosa pada Pasien Oleh User
Setelah data diinputkan dan disimpan kedalam database, maka akan tampil seperti gambar 4.7. berikut:
Gambar 4.7. Data Pasien
Maka selanjutnya akan melakukan proses perangkingan pada setiap pasien dengan cara mengklik pada button (>), dan akan tampil hasil seperti gamar 4.8. berikut:
Gambar 4.8. Hasil Pengurutan Data Pasien
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
Bersadarkan analisis, perancangan dan hasil implementasi sistem penentuan pasien triase di IGD Rumah Sakit menggunakan metode Analytical Hierarchi Process (AHP), maka dapat disimpulkan bahwa :
1. Sistem penentuan pasien triase ini dapat memberikan hasil urutan data pasien yang mana lebih parah tingkat kegawatannya yang sesuai dengan kebutuhan user menggunakan metode Analytical Hierarchi Process (AHP).
2. Proses penentuan pasien dibutuhkan beberapa kriteria sebagai pertimbangan.
Adapun kriteria yang ditentukan yaitu suhu, nadi, nafas dan tekanan darah.
Dari beberapa kriteria tersebut kemudian diolah dengan mengimplementasikan metode Analytical Hierarchi Process (AHP) sebagai perhitungannya untuk menghasilkan nilai terbesar yang akan terpilih sebagai alternatif tertinggi.
3. Hasil pengujian perhitungan metode Analytical Hierarchi Process (AHP) pada simulasi data yang diuji coba menunjukkan bahwa proses perhitungan nilai/urutan yang menjadi alternatif tertinggi berdasarkan masukan tingkat kepentingan pasien dari user .
5.2. Saran
Berikut ini beberapa saran yang dapat dipertimbangkan untuk memperbaiki penelitian ini dan untuk penelitian kedepannya, yaitu :
1. Dalam penelitian selanjutnya dapat mengembangkan aplikasi yang telah dibuat ini dengan penambahan kriteria-kriteria lain sebagai pertimbangan dalam penentuan tingkat kegawatan pasien serta penambahan interface yang lebih baik.
2. Sistem pengambil keputusan yang akan dikembangkan selanjutnya dapat dikembangkan lagi dengan fitur-fitur yang lebih sesederhana mungkin.
3. Untuk kedepannya aplikasi juga dapat dikembangkan dengan penerapan metode lainnya sebagai perbandingan dan dapat dijadikan model pengembangan sistem yang lebih baik lagi.
DAFTAR PUSTAKA
Ardiyani, V.M., Andri W, M.T., dan Eko K., R., 2015. Analisa Peran Perawat Triage Terhadap Waiting Time Dan Length Of Stay Pada Ruang Triage Di Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit dr Saiful Anwar Malang. Jurnal CARE. vol.3, no.1, hal.39-48.
Daihani, D.U., 2001. Komputerisasi Pengambilan Keputusan. PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia - Jakarta Anggota IKAPI.
Gani, H., Suseno, dan J.E., 2015. Penerapan Metode AHP-Topsis Untuk Penyeleksian Permohonan Kredit Pada Koperasi Pegawai Repulik Indonesia. Jurnal Sistem Informasi Bisnis. vol.5, no.1, hal.33-39.
Gurning, Y., Karim, D., dan Misrawati, 2014. Hubungan Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Petugas Kesehatan IGD Terhadap Tindakan Triage Berdasarkan Prioritas. Jurnal Online Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Riau. vol.1, no.1, hal.1-9.
Gustia, M., dan Manurung, M., 2018. Hubungan Ketepatan Penilaian Triase Dengan Tingkat Keberhasilan Penanganan Pasien Cedera Kepala Di IGD RSU HHKBP Balige Kabupaten Toba Samosir. Jurnal Jumantik. vol.3, no.2, hal.98-114.
Manurung, P. (2010). Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Penerima Beasiswa Dengan Metode Ahp Dan Topsis (Studi Kasus: Fmipa Usu). Skripsi.
Universitas Sumatera Utara.
Marti, E., 2016. Validasi Triase Dilihat Dari Hubungan Level Triage Terhadap Length of Stay Pasien Di IGD. The Indonesian Journal Of Health Science.
vol.7, no.1, hal.99-104.
Nurdiyanto, H., dan Meilia, H., 2016. Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Prioritas Pengembangan Indusri Kecil dan Menengah di Lampung Tengah Mengunakan Analytical Hierarchi Process (AHP). Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Multimedia. vol.4, no.1, hal.37-42.
Padmanabhan, N., Burstein, F., Wassertheil, J., Homblower, B., 2006. A Mobile Emergency Triage Decision Support System Evaluation. Proceeding of the 39th Hawai International Conference on System Sciences.
Prasetyo, A., 2015. Sistem Penunjang Keputusan Pemilihan Layanan Kesehatan dengan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) di Kabupaten Sidoarjo. Journal of Information and Technology. vol.3, no.1, hal.45-51.
Saragih, S.H., 2013. Penerapan Metode Analitycal Hierarchy Process (AHP) Pada Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Laptop. Jurnal Pelita Informatika. vol.4, no.2. hal.82-88.
Sari, F. 2018., Metode dalam Pengambilan Keputusan. CV Budi Utama – Anggota IKAPI.
Sumarno, M.S., Yudi Ismanto, A., dan Bataha, Y., 2017. Hubungan Ketetapan Pelaksanaan dengan Tingkat Kepuasan Keluarga Pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUP Prof.Dr. R. D. Kandou Manado. Journal Keperawatan. vol.5, no.1, hal.1-6.
Supriadi, A., Rustandi. A., Komarlina, L.H.D., dan Ardiani T.G. 2018., Analytical Hierarchy Process (AHP). CV Budi Utama – Anggota IKAPI.
Thim, T., Krarup N.H., Grove, E.L., Rohde, C.V., dan Lofgren, B., 2012. Initial assessment and treatment with the Airway, Breathing, Circulation, Disability, Exposure (ABCDE) approach, International Journal of General Medicine vol.5, no.5, hal.117–119.
Yunita, D., dan Ridhwati, E., 2017. Penerapan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) Pada Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Laptop.
Journal Konferensi Mahasiswa Sistem Informasi. vol.5, no.1, hal. 131-136.
LISTING PROGRAM
Urutan Pasien
package com.maulida.triaseapp.activity;
import androidx.annotation.NonNull;
import androidx.appcompat.app.AppCompatActivity; import androidx.recyclerview.widget.LinearLayoutManager; import
import androidx.appcompat.app.AppCompatActivity; import androidx.recyclerview.widget.LinearLayoutManager; import