D. Persyaratan Finansial
6. Analisis Putusan Nomor : 132/Pid.Sus/2015/PN Lmj
Putusan nomor : 132/Pid.Sus/2015/PN Lmj diperoleh gambaran bahwa tindak pidana yang telah dilakukan oleh terdakwa adalah tindak pidana yang diatur dalam pasal Pasal 161 jo Pasal 37 Jo Pasal 48 Jo Pasal 105 Ayat(1) Jo pasal 164 UURI no 4 tahun 2009 tentang mineral dan batu bara jo pasal 64 ayat (1) KUHP, yakni “ setiap orang atau pemegang IUP Operasi atau IUPK Operasi Produksi yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan, dan pemurnian, pengangkutan, penjualan mineral dan batubara yang bukan dari pemegang IUP, IUPK atau izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 37, pasal 40 ayat (3), pasal 43 ayat (2), pasal 48, pasal 67 ayat (1), pasal 74 ayat (1), pasal 81 ayat 2, pasal 103 ayat (2), pasal 104 ayat (3), pasal 105 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah)”, serta isi pasal 64 ayat (1) kuhp, yakni “Jika antara beberapa perbuatan, meskipun masing-masing merupakan kejahatan atau pelanggaran, ada hubungannya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai suatu satu perbuatan berlanjut, maka hanya diterapkan yang memuat ancaman pidana pokok yang paling berat” Berdasarkan ketentuan pidana yang dirumuskan pasal 161 UU No.4 Tahun 2009 jo pasal 64 ayat (1) KUHP tersebut diatas, maka unsur-unsurnya terdiri atas :
a. Unsur setiap orang
b. Unsur sebagai seorang atau pemegang IUP operasi produksi atau IUPK operasi produksi yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan, dan permurnian, pengangkutan, penjualan mineral, dan batu bara yang bukan pemegang IUP, IUPK
c. Unsur jika antara beberapa perbuatan, meskipun masing-masing merupakan kejahatan atau pelanggaran, ada hubunganya sedemikian rupa sehingga harus dipandang sebagai suatu perbuatan berlanjut.
Terdakwa yang melakukan tindak pidana terbut dalam proses pemeriksaan dipersidangan telah terbukti memenuhi unsur-unsur dari ketentuan pasal 161 jo Pasal 37 Jo Pasal 48 Jo Pasal 105 Ayat(1) Jo pasal 164 UU No.4 Tahun 2009 jo pasal 64 ayat (1) KUHP tersebut diatas, yakni sebagai berikut:
a. Unsur Setiap Orang
Unsur orang dalam hal ini adalah Rudi Sutanto yang dalam kasus ini telah memberikan keterangan yang membenarkan bahwa dirinya telah melakukan Pengangkutan dan Penjualan pasir tambang secara illegal yaitu tanpa Izin Usaha Pertambangan Operasi Produk Khusus Pengangkutan Penjualan (IUP OPK Pengangkutan dan Penjualan). Berdasarkan fakta yang dipersidangan bahwa terdakwa mampu dan cakap hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersebut. Sehingga unsur setiap orang tersebut telah dipenuhi oleh terdakwa
b. Unsur Sebagai seorang atau pemegang IUP operasi produksi atau IUPK operasi produksi yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan, dan permurnian, pengangkutan, penjualan mineral, dan batu bara yang bukan pemegang IUP, IUPK
Berdasarkan fakta-fakta persidangan serta keterangan saksi dan keterangan terdakwa yang telah mengakui bahwa melakukan penampungan,
pengangkutan dan penjualan pasir hasil tambang tanpa memiliki Ijin usaha Pertambangan Operasi Produk Khusus Pengangkutan Penjualan (IUP OPK Pengangkutan dan Penjualan). Sehingga unsur sebagai seorang atau
pemegang IUP operasi produksi atau IUPK operasi produksi yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan, dan permurnian, pengangkutan, penjualan mineral, dan batu bara yang bukan pemegang IUP, IUPK terbukti dilakukan terdakwa pada saat melakukan penampungan, pengangkutan, penjualan pasir tambang tanpa memiliki ijin usaha
Pertambangan Operasi Produk Khusus Pengangkutan Penjualan (IUP OPK Pengangkutan dan Penjualan).
Fakta-fakta persidangan, keterangan para saksi, keterangan terdakwa, serta barang-barang bukti sehingga terdakwa Rudi Sutanto terbukti telah
melakukan tindak pidana pertambangan pasir tanpa izin usaha Pertambangan Operasi Produk Khusus Pengangkutan Penjualan (IUP OPK Pengangkutan dan Penjualan) dan terdakwa haruslah mempertanggungjawabkan
perbuatannya tersebut pasal 161 UU No 4. Tahun 2009, menetapkan ancaman
pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp.10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah).
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lumajang berdasarkan putusannya menjatuhi hukuman kepada terdakwa Rudi Sutanto dengan pidana penjara selama 1 (satu) bulan dan denda sejumlah Rp. 3.000.000.00.- (tiga juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 1 (satu) bulan.
Kasus Pertambangan pasir tanpa izin merupakan salah satu tindak pidana yang banyak terjadi di kabupaten lumajang dan dan daerah lainnya di Indonesia.
Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lumajang yang hanya menjatuhkan
pidana penjara selama 1 (satu) bulan dan denda sejumlah Rp. 3.000.000.00.- (tiga juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 1 (satu) bulan. Berdasarkan analisis terhadap kasus tersebut hal ini tidak mewujudkan tujuan pemidanaan itu sendiri. Mengingat perbuatan terdakwa Rudi Sutanto melakukan pertambangan pasir tanpa izin dengan melakukan
penampungan, pengangkutan, dan penjualan tanpa izin usaha Pertambangan Operasi Produk Khusus Pengangkutan Penjualan (IUP OPK Pengangkutan dan Penjualan). Di dalam pertimbangan hakim, hakim berpendapat hal yang memberatkan terdakwa adalah Perbuatan Terdakwa berpotensi merusak lingkungan hidup. Seharusnya
Majelis Hakim memberikan hukuman yang lebih memberatkan sesuai ketentuan pasal 161 jo Pasal 37 Jo Pasal 48 Jo Pasal 105 Ayat(1) Jo pasal 164 UURI no 4 tahun 2009
tentang mineral dan batu bara jo pasal 64 ayat (1) KUHP yakni pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda maksimal 10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah).
Richard D. Schwartz dan Jarome H. Sknolnck dalam Marlina, mengemukakan bahwa sanksi pidana dimaksudkan untuk mencegah terjadinya pengulangan tindak pidana (to prevent recidivism), mencegah orang lain melakukan perbuatan yang sama seperti yang dilakukan si terpidana (to deterother from the performance of similar acts), menyediakan saluran untuk mewujudkan motif-motif balas (to provide a channel for the expression of retaliatory motives)97. Berdasarkan tujuan pemidanaan itu sendiri, putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Lumajang tidak akan
memberikan efek jera bagi terdakwa serta masyarakat pada umumnya. Mengingat juga dampak negatif pertambangan pasir tanpa izin pada Negara, masyarakat dan lingkungan hidup. Hal yang diharapkan adalah instansi selanjutnya bagaimana menuntaskan tindak pidana pertambangan pasir ilegal tersebut akan diselesaikan dengan penjatuhan pidana bagi terdakwa
B. Kasus Posisi Putusan nomor : 123/Pid.Sus/2015/PN.Pbg 1. Kronologi Kasus
Terdakwa Gunadi Two Guan Lee Bin Djoeremi mulai tanggal 04 April 2015 sampai dengan hari Selasa tanggal 21 April 2015 sekira pukul 10.45 Wib bertempat di lokasi penambangan di Bantaran Sungai Serayu Dusun Karangcengis RT. 02 RW.
07 Desa Karangcengis Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga atau setidak- tidaknya pada tempat-tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum
97 Dr. Marlina, Hukum Penitensier, (Bandung: PT RefikaAditama, 2011), hal.23
Pengadilan Negeri Purbalingga, Melakukan usaha penambangan tanpa IUP (Izin Usaha Pertambangan) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Terdakwa melakukan usaha penambangan mineral jenis pasir dan batu kali di lahan milik terdakwa seluas 11.900 m2 yang terletak di bantaran Sungai Serayu Dusun Karangcengis RT. 02 RW.
07 desa karang cengis kecamatan bukateja kabupaten Purbalingga, kegiatan
pengambilan pasir dan batu kali setiap harinya dimulai jam 07.00 wib sampai dengan jam 17.00 wib dengan menggunakan 2 (dua) unit Excavator merk Kobelco SK200 yang dioperasionalkan oleh saksi Sudirman pada titik lokasi sebelah kanan dan saksi Iman Abadi pada titik lokasi sebelah kiri, kemudian pasir dan batu kali tersebut terdakwa jual secara umum kepada para sopir dump truck yang datang ke lokasi penambangan dengan harga rata-rata pasir Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) per rit dan untuk batu kali seharga Rp. 160.000,- (seratus enam puluh ribu rupiah) per rit, hasil penambangan dalam sehari rata-rata 30 (tiga puluh) rit (1 rit = 6 kubik), sejak tanggal 4 april 2015 sampai dengan tanggal 21 april 2015 sudah sejumlah
kuranglebih 540 (lima ratus Empat puluh) rit seniali Rp. 1.410.000,- (satu juta empat ratus sepuluh ribu rupiah) yang dicatat oleh saksi Giri Lumaksono selaku petugas cheker di buku catatan ritase. April 2015 terdakwa telah mengajukan perizinan kepada Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah dengan bukti berupa tanda terima pada tanggal 10 april 2015 perihal permohonan wilayah izin usaha pertambangan dan bukti permohonan rekomendasi teknis galian mineral bukan logam pada bulan januari 2015 dengan bukti permohonan rekomendasi teknis galian mineral bukan logam tanggal 25 januari 2015 yang mana proses izin usaha pertambangan (IUP) cukup lama sehingga
untuk memenuhi kebutuhan hidup terdakwa melakukan kegiatan penambangan tanpa izin usaha pertambangan (IUP) yang sah.
2. Dakwaan dan Tuntutan
Bahwa terdakwa Gunadi Two Guan Lee Bin Djoeremi mulai tanggal 04 april 2015 sampai dengan hari Selasa tanggal 21 april 2015 sekira pukul 10.45 Wib bertempat di lokasi penambangan di Bantaran Sungai Serayu Dusun Karangcengis RT. 02 RW. 07 Desa Karangcengis Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga atau setidak-tidaknya pada tempat-tempat lain yang masih termasuk dalam daerah hukum Pengadilan Negeri Purbalingga, Melakukan usaha penambangan mineral jenis pasir dan batu kali tanpa izin di lahan milik terdakwa seluas 11.900 m2 yang
terletak di bantaran Sungai Serayu Dusun Karangcengis RT. 02 RW. 07 Desa Karang cengis Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga.
Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 158 juncto pasal 37 UU RI No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan
Batubara. Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut :
1. Menyatakan terdakwa Gunadi Two Guan Lee Bin Djoeremi Alias Purbosasmoyo telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pertambangan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 37, pasal 40 ayat (3), pasal 48, pasal 67 ayat (1) atau ayat (5) UU RI no 4. Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dan telah memenuhi unsur-unsur dalam pasal 158 UU RI No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.
2. Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama 10 (sepuluh) bulan dengan masa percobaan selama 1 tahun dan denda sebesar Rp. 5.000.000. (Lima Juta Rupiah) subsidair 2 (dua) bulan kurungan.
3. Menyatakan barang bukti berupa :
a. 1 (Satu) unit excavator merek Kobelco SK 200 dengan Nomor Seri YN 12-T2605 warna Hijau dikembalikan kepada saksi Unggul Wartoyo
b. 1 (Satu) unit excavator merek Kobelco SK 200 dengan nomor seri YN 12-T4905 warna hijau, 1 (Satu) anak kunci excavator dikembalikan kepada Sdr.
Fepi Irianto Sanusi
c. 1 (satu) Unit Dump Truck No. Pol R-1956-EC, warna orange, tahun 2014 bermuatan pasir beserta STNKnya atas nama Masirin alamat Kelapa sawit RT.02 RW.05 Kalimanah Purbalingga dikembalikan kepada saksi Masirin d. 2 (Dua) buah buku catatan ritase, 3 (Tiga) bendel nota / surat pengantar
barang dirampas untuk dimusnahkan
e. Uang tunai sejumlah Rp.1.410.000,- (satu juta Empat ratus Sepuluh ribu rupiah) dirampas untuk Negara
4. Membebankan biaya perkara kepada terdakwa sebesar Rp. 2.500,- (dua ribu lima ratus rupiah)