• Tidak ada hasil yang ditemukan

D. Persyaratan Finansial

3. Memerintahkan barang bukti berupa :

a. 1 (Satu) unit excavator merek Kobelco SK 200 dengan Nomor Seri YN 12-T2605 warna Hijau Dikembalikan kepada saksi Unggul Wartoyo

b. 1 (Satu) unit excavator merek Kobelco SK 200 dengan nomor seri YN 12-T4905 warna hijau 1 (Satu) anak kunci excavator dikembalikan kepada Sdr.

Fepi Irianto Sanusi,

c. 1 (satu) Unit Dump Truck No. Pol R-1956-EC, warna orange, tahun 2014 bermuatan pasir beserta STNKnya atas nama Masirin alamat Klapasawit RT.02 RW.05 Kalimanah Purbalingga dikembalikan kepada saksi Masirin, d. 2 (Dua) buah buku catatan ritase, 3 (tiga) bendel nota / surat pengantar

barang dirampas untuk dimusnahkan,

e. Uang tunai sejumlah Rp.1.410.000,- (Satu juta Empat ratus Sepuluh ribu rupiah) dirampas untuk Negara

4. Menetapkan agar terdakwa dibebani untuk membayar biaya perkara sebesar Rp.

2.000,- (dua ribu rupiah)

6. Analisis Putusan Nomor 123/Pid.Sus/2015/PN.Pbg

Merujuk kepada keputusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Purbalingga dalam menjatuhkan sanksi pidana terhadap terdakwa Gunadi Two Guan Lee dalam kasus tindak pidana pertambangan pasir yang dilakukan secara ilegal, Hakim dalam pemeriksaan perkara pidana berusaha mencari dan membuktikan kebenaran materiil berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan, serta berpegang pada apa yang dirumuskan dalam surat dakwaan dan tuntutan Penuntut Umum.

Kasus Posisi terhadap tindak pidana pertambangan pasir secara ilegal dapat disimpulkan telah sesuai dengan ketentuan formil maupun ketentuan pidana materiil dan syarat dapat dipidananya seorang terdakwa. Hal ini didasarkan pada pemeriksaan dalam persidangan, dimana terdapat alat-alat bukti yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum, termasuk di dalamnya keterangan para saksi yang saling berkesesuaian ditambah keterangan terdakwa yang mengakui secara jujur perbuatan yang

dilakukannya. Hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap orang yang melakukan tindak pidana pertambangan pasir ilegal harus didasarkan pada tahap pembuktian yang sesuai pedoman pasal 183 KUHAP yang menjelaskan bahwa,

“Hakim tidak boleh menjatuhkan pidana kepada seseorang kecuali telah memiliki sekurang-kurangnya dua alat bukti yang sah dan ia yakini sendiri akan

kebenarannya bahwa terdakwalah yang melakukan tindak pidana tersebut”98 Pasal 184 ayat (1) KUHAP menjelaskan bahwa dalam hal pembuktian, adapun alat bukti yang sah, yakni:

1. Keterangan Saksi 2. Keterangan Ahli 3. Surat

4. Petunjuk

5. Keterangan Terdakwa

Hakim dalam menjatuhkan putusannya telah sesuai dengan ketentuan pasal 183 dan pasal 184 KUHAP, yaitu adanya lebih dari 2 (dua) alat bukti yang diajukan di persidangan oleh Jaksa yang terdiri atas :

1. 1 (Satu) unit excavator merek Kobelco SK 200 dengan Nomor Seri YN 12-T2605 warna Hijau Dikembalikan kepada saksi Unggul Wartoyo 2. 1 (Satu) unit excavator merek Kobelco SK 200 dengan nomor seri YN

12-T4905 warna hijau 1 (Satu) anak kunci excavator dikembalikan kepada Sdr. Fepi Irianto Sanusi,

3. 1 (satu) Unit Dump Truck No. Pol R-1956-EC, warna orange, tahun 2014 bermuatan pasir beserta STNKnya atas nama Masirin alamat Kelapa

98R.I. Undang-Undang No.8 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, Pasal 184 ayat (1)

sawit RT.02 RW.05 Kalimanah Purbalingga dikembalikan kepada saksi Masirin,

4. 2 (Dua) buah buku catatan ritase, 3 (tiga) bendel nota / surat pengantar barang dirampas untuk dimusnahkan,

5. Uang tunai sejumlah Rp.1.410.000,- (Satu juta Empat ratus Sepuluh ribu rupiah) dirampas untuk Negara

Sanksi pidana yang dijatuhkan Hakim Pengadilan Negeri Purbalingga kepada terdakwa Gunadi Two Guan Lee semata-mata bertujuan memberikan efek jera dan memperbaiki perilakunya di kemudian hari. Dalam hal ini, Hakim dalam memberikan sanksi pidana terhadap terdakwa lebih kepada pendekatan keadilan (restorative) bukan tindakan balas dendam sebagai usaha pencegahan agar tidak terulangnya tindak pidana tersebut ataupun orang lain tidak mengikuti untuk melakukan tindak pidana sekaligus sebagai usaha perbaikan agar terpidana menyadari kesalahan dan dapat memperbaiki dirinya di kemudian hari.

Pertimbangan Hakim Pengadilan Negeri Purbalingga yang menangani perkara tindak pidana pertambangan pasir secara illegal dalam menjatuhkan putusan harus mencermikan rasa keadilan dalam masyarakat, yakni tidak hanya berdasarkan pertimbangan yuridisnya tetapi juga pertimbangan sosiologisnya, yang mengarah pada latar belakang terjadinya tindak pidana. Oleh sebab itu, Hakim dituntut untuk mempunyai keyakinan dengan mengaitkan keyakinan itu dengan alat-alat bukti yang

sah, serta menciptakan hukum itu sendiri yang bersendikan keadilan yang tentunya tidak bertentangan dengan Pancasila sebagai sumber hukum dari segala hukum.99

Putusan Pengadilan yang menyatakan bahwa terdakwa Gunadi Two Guan Lee terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pertambangan pasir tanpa izin dijatuhi sanksi pidana penjara selama : 6 (enam) bulan dengan

ketentuan pidana penjara tersebut tidak perlu dijalani kecuali apabila dikemudian hari terdapat perintah lain dalam putusan hakim karena terpidana telah bersalah

melakukan suatu tindak pidana sebelum masa percobaan selama : 8 (delapan) bulan berakhir dan pidana denda sebesar : Rp. 3.000.000,- (tiga juta rupiah) dengan ketentuan apabila pidana denda tersebut tidak dibayar, maka diganti dengan pidana kurungan selama : 1 (satu) Bulan. Dengan demikian perbuatan terdakwa Gunadi Two Guan Lee adalah perbuatan melawan hukum dan tidak terdapat alasan pembenaran, terdakwa juga orang yang menurut hukum mampu bertanggung jawab dan tidak ada alasan pemaaf. Sehingga dengan demikian Putusan Hakim Pengadilan Negeri Purbalingga yang berisikan sanksi pidana penjara dan denda tidak

mempertimbangkan efek jera dari sanksi yang dijatuhkan.

C. Kasus Posisi Putusan nomor : 92/Pid.Sus/2012/PN.Kdi 1. Kronologis Kasus

Awalnya pada hari Rabu tanggal 15 Pebruari 2012 sekitar pukul 08.00 wib terdakwa Sutresno bin Ngateman, atau setidak-tidaknya pada waktu tertentu dalam

99 Yoan Tedy Teja Mukti, Analisis Penerapan Sanksi Pidana Bagi Anak Sebagai Pelaku Tindak Pidana Persetubuhan terhadap Anak, Universitas Slamet Riyadi, Surakarta,2014

bulan Pebruari 2012, bertempat didaerah Aliran Sungai Brantas Dusun/Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten kediri atau setidak-tidaknya pada suatu tempat lain yang masih termasuk wilayah hukum Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri melakukan usaha pertambangan pasir tanpa izin Usaha Pertambangan (IUP) Izin Pertambangan Rakyat (IPR) atau Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3) Pasal 48, Pasal 67 ayat (1) atau ayat (5) UURI No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Terdakwa sebagai pengelola pertambangan pasir telah melakukan kegiatan

pertambangan pasir sejak bulan Oktober tahun 2011 atau dalam waktu-waktu tertentu ditahun 2011 sampai dengan hari Rabu tanggal 15 Pebruari 2012 sekitar jam 08.00 wib. Dimana untuk setiap harinya terdakwa melakukan penambangan pasir sejak jam 07.00 wib. Sampai dengan jam 12.00 wib. Dan dilakukan diatas bantaran sungai Brantas Kab.Kediri. Akibat perbuatan terdakwa yang melakukan penambangan pasir disungai Brantas dapat mengakibatkan kerusakan lingkungan disekitar sungai

Brantas, karena dilakukan tanpa adanya petunjuk teknis pertambangan yang sesuai, Dan pertambangan pasir yang dilakukan oleh terdakwa Sutresno bin Nngateman tidak memiliki izin usaha pertambangan (IUP) Izin pertambangan Rakyat (IPR) atau Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) dari pejabat yang berwenang.

2. Dakwaan dan Tuntutan

Bahwa terdakwa Sutresno bin Ngateman ada hari Rabu tanggal 15 Pebruari 2012 sekitar pukul 08.00 wib terdakwa Sutresno bin Ngateman, atau setidak-tidaknya pada waktu tertentu dalam bulan Pebruari 2012, bertempat didaerah Aliran Sungai

Brantas Dusun/Desa Jongbiru, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri atau setidak-tidaknya pada suatu tempat lain yang masih termasuk wilayah hukum Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri melakukan usaha pertambangan pasir tanpa izin Usaha Pertambangan (IUP) Izin Pertambangan Rakyat (IPR) atau Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

Perbuatan terdakwa sebagaimana daitur dan diancam pidana dalam pasal 158 UU RI No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana, Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut :

1. Menyatakan terdakwa Sutresno bin Ngateman telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pertambangan tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 37, pasal 40 ayat (3), pasal 48, pasal 67 ayat (1) atau ayat (5) UU RI no 4. Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dan telah memenuhi unsur-unsur dalam pasal 158 UU RI No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara

2. Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun 8 (delapan) bulan dikurang masa penahanan dan denda Rp. 1.000.000.000 (satu miliar rupiah) subsidair 3 (tiga) bulan kurungan.

3. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan

4. Menyatakan barang bukti berupa :

a. 4 (empat) unit mesin diesel dirampas untuk Negara,

b. (empat) batang besi baling-baling perahu, 8 (delapan) pipa besi, 1 (satu) potong pipa paralon, 2 (dua) buah cangkul, 2 (dua) buah sekop, 15 (lima belas) buah songkro, 8 (delapan) buah donak, 1 (satu) buah buku penjualan pasir milik terdakwa dirampas untuk dimusnahkan 5. Menetapkan agar Terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp.

2.000,-- (dua ribu rupiah) 3. Fakta-fakta Hukum

Berdasarkan alat bukti dan barang bukti yang diajukan diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut :

1. Bahwa Pada hari Rabu, tanggal 15 Januari 2012 sekira jam 07.00 wib.sampai jam 14.00 wib. terdakwa melakukan penambangan pasir bertempat di daerah aliran Sungai Brantas, dusun/desa Jongbiru,Kec.Jongbiru,Kab.Kediri

2. Bahwa Terdakwa melakukan penambangan pasir dengan cara tradisional dengan menggunakan alat berupa perahu yang ada mesin dieselnya, songkro, donak, cangkul, sekop, pipa besi dan dilakukan oleh beberapa pekerja

3. Bahwa usaha pertambangan yang dilakukan terdakwa tidak menggunakan tata cara atau prosedur yang ditetapkan dalam UU RI No.4 Tahun 2009 tentang pertambangan Mineral dan Batubara melainkan terdakwa langsung melakukan usaha pertambangan tersebut tanpa disertai izin baik berupa IUP,IPR dan IUPK

4. Bahwa terdakwa mengaku dan menyesal atas perbuatannya yang dianggap melanggar hukum

4. Dasar Pertimbangan Hakim

Majelis Hakim telah mempertimbangkan apakah berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut diatas, terdakwa dapat dinyatakan telah melakukan tindak pidana yang didakawakan kepadanya;

Menimbang, bahwa terdakwa telah didakwa oleh Penuntut Umum dengan dakwaan tunggal sebagaimana diatur dalam pasal 158 UU No.4 Tahun 2009, yang unsur-unsurnya adalah sebagai berikut :

1. Setiap orang

2. Melakukan usaha pertambangan tanpa IUP,IPR atau IUPK

Bahwa terhadap unsur-unsur tersebut Majelis Hakim mempertimbangkan sebagai berikut :

Ad.1. Unsur Setiap Orang :

Menimbang, bahwa yang dimaksud unsur setiap orang adalah setiap “orang”

sebagai subyek hukum yang diajukan ke persidangan sebagai terdakwa yang didakwa sebagai pelaku tindak pidana yang dapat dimintakan

pertanggungjawaban pidananya dengan syarat apabila perbuatan yang dilakukan memenuhi semua unsur dari tindak pidana yang didakwakan tersebut;

Menimbang, bahwa orang sebagai subyek hukum yang di maksudkan dalam perkara ini sebagai pelaku tindak pidana tersebut adalah terdakwa Sutresno bin Ngateman yang oleh Penuntut Umum diajukan ke persidangan sebagai terdakwa

yang didakwa telah melakukan tindak pidana yang dapat dimintakan pertanggungjawaban pidananya;

Menimbang, bahwa dari fakta hukum yang terungkap di Persidangan, terbukti bahwa Sutresno bin Ngateman sehat jasmani dan rohani serta dianggap cakap untuk melakukan setiap perbuatan hukum, sehingga apabila perbuatan yang dilakukannya memenuhi semua unsur dalam pasal dakwaan ini, maka kepadanya dapat dimintakan pertanggungjawaban pidananya, dengan demikian unsur “setiap orang” telah terpenuhi

Ad.2. Unsur Melakukan usaha pertambangan tanpa IUP,IPR atau IUPK

Menimbang, bahwa pada hari Rabu, tanggal 15 Januari 2012 sekira jam 07.00 wib.sampai jam 14.00 wib. terdakwa melakukan penambangan pasir bertempat di daerah aliran Sungai Brantas, dusun/desa Jongbiru, Kec. Jongbiru,Kab.Kediri ,terdakwa melakukan penambangan pasir dengan cara tradisional dengan menggunakan alat berupa perahu yang ada mesin dieselnya, songkro, donak, cangkul, sekop, pipa besi dan dilakukan oleh beberapa pekerja - pekerja dengan mengambil pasir didasar sungai kemudian dibawa naik keatas perahu dan kemudian diangkut oleh kuli pasir alat-alat yang dipergunakan oleh terdakwa mengambil pasir milik terdakwa sendiri, terdakwa melakukan penambangan pasir setiap harinya dapat mengakut pasir 3 sampai 4 truk setiap truknya laku

Rp.120.000 dan terdakwa tidak mendapatkan ijin dari pejabat berwenang;

Menimbang, bahwa usaha pertambangan yang dilakukan terdakwa tidak

menggunakan tata cara atau prosedur yang ditetapkan dalam UU RI No.4 Tahun

2009 tentang pertambangan Mineral dan Batubara melainkan terdakwa langsung melakukan usaha pertambangan tersebut tanpa diserta izin baik berupa IUP,IPR dan IUPK,

Menimbang, bahwa dari keterangan para saksi maupun terdakwa, terbukti bahwa terdakwa melakukan pertambangan pasir tanpa mendapatkan izin dari pejabat yang berewenang. Dengan demikian, oleh karena semua unsur dari pasal 158 UU No.4 tahun 2009 telah terpenuhi, maka terdakwa haruslah dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana pertambangan pasir secara ilegal sebagaimana didakwakan dalam dakwaan tunggal.

Menimbang, bahwa didalam persidangan, Majelis Hakim tidak menemukan hal-hal yang dapat menghapuskan pertanggungjawaban pidana, baik sebagai alasan pembenar dan atau alasan pemaaf, maka terdakwa harus

mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dalam hal untuk menjatuhkan pidana terhadap terdakwa maka perlu di pertimbangkan terlebih dahulu keadaan yang memberatkan dan yang meringankan Terdakwa ;

Keadaan yang memberatkan :

1. Perbuatan Terdakwa dapat berdampak negatif bagi masyarakat maupun lingkungan

Keadaan yang meringankan

1. Terdakwa belum pernah dihukum

2. Terdakwa mengakui terus terang perbuatannya 3. Terdakwa menyesali perbuatannya

4. Terdakwa berlaku sopan dipersidangan

Setelah Majelis Hakim mempertimbangkan hal-hal yang memberatkan dan meringankan dan oleh karena terdakwa mampu bertanggungjawab, maka harus dinyatakan bersalah dan dijatuhi pidana, Majelis Hakim memberikan putusan sebagai berikut :

5. Amar Putusan

MENGADILI

1. Menyatakan Terdakwa Sutresno bin Ngateman telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “usaha pertambangan tanpa Izin Usaha Pertambangan (IUP), Izin Pertambangan Rakyat (IPR), Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK)

2. Menjatuhkan pidana kepada Terdakwa dengan pidana penjara selama 11 (sebelas) bulan dan membayar denda Rp.10.000.000,-- (sepuluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama 1 (satu) bulan

3. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani oleh Terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan

4. Menetapkan bahwa Terdakwa tetap berada dalam Tahanan

Dokumen terkait