• Tidak ada hasil yang ditemukan

D. Persyaratan Finansial

3. Fakta-Fakta Hukum

Berdasarkan alat bukti dan barang bukti yang diajukan di peroleh fakta-fakta hukum sebagai berikut :

1. Bahwa terdakwa melakukan usaha penambangan mineral jenis pasir dan batu kali di lahan milik terdakwa seluas 11.900 m2 yang terletak di bantaran Sungai Serayu Dusun Karangcengis RT.02RW.07 Desa Karangcengis Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga

2. Bahwa pada hari Selasa tanggal 21 April 2015 sekitar pukul 10.45 Wib petugas Dit Reskrimsus Polda Jawa Tengah dan Dinas ESDM Propinsi Jawa Tengah melakukan kegiatan operasi gabungan dengan sasaran usaha penambangan tanpa izin di Kabupaten Purbalingga datang ke lokasi penambangan di bantaran Sungai Serayu Dusun Karangcengis RT. 02 RW. 07 Desa Karangcengis Kecamatan Bukateja Kabupaten Purbalingga yang pada saat itu ditemukan terdakwa sedang melakukan kegiatan penambangan mineral jenis pasir dan batu kali dengan menggunakan 2 (Dua) alat berat excavator yaitu model Kobelco SK 200-8 dengan Nomor Seri YN 12-T2605 dan YN 12-T4905 dan warna hijau dengan operator saksi IMAN ABADI dan saksi SUDIRMAN sedang mengambil pasir dan batu kali dari bantaran Sungai Serayu kemudian dimasukan ke dalam dump truk Nomor Polisi R-1956-EC warna orange yang dikemudikan oleh saksi Wahyu Hafis Prianggi. Menurut keterangan terdakwa penambangan yang terdakwa lakukan tersebut tanpa izin Usaha Pertambangan (IUP)

3. Bahwa terdakwa sebelumnya sudah melakukan usaha penambangan pasir dan batu kali sejak tahun 2011 pada lokasi yang sama dengan dilengkapi Ijin Usaha Pertambangan (IUP) dan setelah masa berlaku ijin tersebut habis terdakwa mengajukan perpanjangan izin namun karena ada ketentuan peraturan baru yang

awalnya ijin hanya diterbitkan oleh Bupati namun sekarang diterbitkan oleh Gubernur dan atas perubahan peraturan tersebut terdakwa mengajukan perijinan baru lagi dimana terdakwa sudah mendapatkan rekomendasi teknik dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak pada tanggal 24 Januari 2014 dan permohonan WIUP nya sudah diterima oleh Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 27 April 2015 dengan Nomor 540/2697 namun terdakwa tidak pernah mendapatkan penjelasan ataupun perihal permohonan terdakwa tersebut 4. Dasar Pertimbangan Hakim

Majelis Hakim telah mempertimbangkan apakah berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut diatas, terdakwa dapat dinyatakan telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya;

Menimbang, bahwa terdakwa telah didakwa oleh Penuntut Umum dengan dakwaan sebagaimana diatur dalam pasal 158 jo pasal 37 UU No. 4 Tahun 2009, yang unsur-unsur nya adalah sebagai berikut:

1. Setiap orang

2. Melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK

Bahwa terhadap unsur-unsur tersebut Majelis Hakim mempertimbangkan sebagai berikut :

Ad.1. Unsur Setiap Orang :

Menimbang, bahwa yang dimaksud unsur setiap orang adalah setiap “orang”

sebagai subyek hukum yang diajukan ke persidangan sebagai terdakwa yang didakwa sebagai pelaku tindak pidana yang dapat dimintakan

pertanggungjawaban pidananya dengan syarat apabila perbuatan yang dilakukan memenuhi semua unsur dari tindak pidana yang didakwakan tersebut;

Menimbang, bahwa orang sebagai subyek hukum yang di maksudkan dalam perkara ini sebagai pelaku tindak pidana tersebut adalah Terdakwa Gunadi Two Guan Lee yang oleh Penuntut Umum diajukan ke persidangan sebagai terdakwa yang didakwa telah melakukan tindak pidana yang dapat dimintakan

pertanggungjawaban pidananya;

Menimbang, bahwa dari fakta hukum yang terungkap di Persidangan, terbukti bahwa Gunadi Two Guan Lee sehat jasmani dan rohani serta dianggap cakap untuk melakukan setiap perbuatan hukum, sehingga apabila perbuatan yang dilakukannya memenuhi semua unsur dalam pasal dakwaan ini, maka kepadanya dapat dimintakan pertanggungjawaban pidananya, dengan demikian unsur “setiap orang” telah terpenuhi

Ad.2. Melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK

Menimbang, bahwa Terdakwa sebelumnya sudah melakukan usaha penambangan pasir dan batu kali sejak tahun 2011 pada lokasi yang sama dengan dilengkapi Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan setelah masa berlaku ijin tersebut habis terdakwa mengajukan perpanjangan izin namun karena ada ketentuan peraturan baru yang awalnya izin hanya diterbitkan oleh Bupati namun sekarang diterbitkan oleh Gubernur dan atas perubahan peraturan tersebut terdakwa mengajukan perijinan baru lagi dimana terdakwa sudah mendapatkan rekomendasi teknik dari balai besar wilayah sungai serayu opak pada tanggal 24 Januari 2014 dan

permohonan WIUP nya sudah diterima oleh dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah pada tanggal 27 April 2015 dengan Nomor 540/2697 namun terdakwa tidak pernah mendapatkan penjelasan ataupun perihal permohonan terdakwa tersebut Menimbang, bahwa Pada April 2015 terdakwa mengajukan permohonan dispensasi operasional penambangan galian C dengan menurunkan alat berat di Kabupaten Purbalingga dengan pertimbangan untuk mengantisipasi ketersediaan pasir dan batu kali untuk pembangunan fisik, para penambang pasir dan para sopir serta awak angkutan kendaraan pengangkut pasir mengalami kesulitan ekonomi karena kehilangan mata pencaharian sehingga kemudian terdakwa membuka kembali lokasi penambangan sebelum ijin pertambangan terdakwa turun sampai akhirnya ada operasi dari Tim Gabungan dari Polda dan ESDM

Menimbang, bahwa pada waktu terjadi operasi gabungan Tim gabungan dari Polda dan ESDM Provinsi terdakwa, sedang melakukan usaha penambangan mineral berupa pasir dan batu di atas tanah milik terdakwa sendiri di Desa Karangcengis Kec. Bukateja Kab. Purbalingga, dan meskipun terdakwa dalam melakukan usaha penambangan tersebut sudah mengajukan ijin namun izin yang dimaksud belum dikeluarkan / diberikan kepada terdakwa sehingga Majelis Hakim berpendapat kegiatan usaha penambangan yang dilakukan oleh terdakwa pada waktu terjadi operasi gabungan dari Polda dan ESDM Provinsi dapat

dipastikan tidak ada izinnya sehingga kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang ilegal,

Menimbang bahwa didalam persidangan, Majelis Hakim tidak menemukan hal hal yang dapat menghapuskan pertanggungjawaban pidana, baik sebagai alasan pembenar dan atau alasan pemaaf, maka terdakwa harus

mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dalam hal untuk menjatuhkan pidana terhadap terdakwa maka perlu dipertimbangkan terlebih dahulu keadaan yang memberatkan dan yang meringankan Terdakwa;

Keadaan yang memberatkan:

1. Perbuatan terdakwa menghambat program pemerintah dalam rangka pemberantasan penambangan tanpa izin (ilegal)

Keadaan yang meringankan

1. Terdakwa belum pernah dijatuhi pidana atau dengan kata lain Terdakwa

Dokumen terkait