• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.2 Analisis Regresi Berganda

Analisis ini digunakan untuk menguji variabel bebas secara bersama-sama

terhadap variabel terikat. Analisis ini digunakan untuk menguji hipotesis keempat

yaitu, kesiapan belajar, motivasi belajar dan lingkungan sekolah secara bersama-

sama terhadap hasil belajar kelas X jurusan administrasi perkantoran SMK Teuku

Umar Semarang.

Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui bentuk pengaruh

kesiapan belajar, motivasi belajar dan lingkungan sekolah secara bersama-sama

terhadap hasil belajar kelas X jurusan administrasi perkantoran SMK Teuku Umar

simultan maupun secara parsial. Hasil analisis berganda dengan menggunakan

bantuan program SPSS for windows release 16 adalah sebagai berikut:

Tabel 4.25

Hasil Analisis Regresi Linier Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -30.382 11.931 -2.547 .013 KesiapanBelajar .720 .169 .503 4.269 .000 MotivasiBelajar .638 .253 .277 2.515 .014 LingkunganSekolah .525 .250 .171 2.104 .039

a. Dependent Variable: HasilBelajar

Sumber: Hasil Pengolahan Data Penelitian 2015

Berdasarkan tabel analisis regresi linier berganda diperoleh persamaan

regresi berganda sebagai berikut:

Y = -30,382 + 0,720 X1+ 0,638 X2+ 0,525 X3 + e

Persamaan regresi berganda di atas mempunyai makna sebagai berikut:

1. Konstanta sebesar -30,382 (negatif)

Menurut Rietvield dan Sunaryanto (1994) nilai konstanta yang negatif tidak

menjadi masalah sepanjang variabel bebas tidak sama dengan 0. Jika variabel

nilainya adalah 0, maka hasil belajar (Y) nilainya adalah sebesar -30,382.

Artinya, apabila kesiapan belajar, motivasi belajar dan lingkungan sekolah

tidak ada maka hasil belajar siswa kelas X jurusan administrasi perkantoran

SMK Teuku Umar Semarang akan mengalami kenaikan sebesar -30,382.

2. Kesiapan Belajar (X1) sebesar 0,720

Artinya, jika variabel kesiapan belajar mengalami peningkatan sebesar 1

point sedangkan variabel lain nilainya tetap, maka akan menyebabkan kenaikan hasil belajar siswa kelas X jurusan administrasi perkantoran SMK

Teuku Umar sebesar 0,720.

3. Motivasi Belajar (X2) sebesar 0,638

Artinya, jika variabel motivasi belajar mengalami peningkatan sebesar 1

point sedangkan variabel lain nilainya tetap, maka akan menyebabkan kenaikan hasil belajar siswa kelas X jurusan administrasi perkantoran SMK

Teuku Umar Semarang sebesar 0,638.

4. Lingkungan Sekolah (X3) sebesar 0,525

Artinya, jika variabel lingkungan sekolah mengalami peningkatan sebesar 1

point sedangkan variabel lain nilainya tetap, maka akan menyebabkan kenaikan hasil belajar siswa kelas X jurusan administrasi perkantoran SMK

Teuku Umar Semarang sebesar 0,525.

4.1.3 Uji Hipotesis 1. Uji Simultan (Uji F)

Uji F dimaksudkan untuk mengetahui adanya pengaruh kesiapan belajar,

jurusan administrasi perkantoran SMK Teuku Umar Semarang secara simultan.

Uji F dilakukan dengan melihat nilai signifikansi, apabila sig < 0,05 atau Fhitung > Ftabel maka Ha diterima, sedangkan apabila sig > 0,05 atau Fhitung < Ftabel maka Ha ditolak. Berikut hasil uji simultan menggunakan bantuan program SPSS for windows release 16:

Tabel 4.26

Hasil Uji Simultan (Uji F) Variabel X1, X2 dan X3 terhadap Y

ANOVAb

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 10026.049 3 3342.016 40.659 .000a

Residual 5178.369 63 82.196

Total 15204.418 66

a. Predictors: (Constant), LingkunganSekolah, MotivasiBelajar, KesiapanBelajar

b. Dependent Variable: HasilBelajar

Sumber: Hasil Pengolahan Data Penelitian 2015

Tabel 4.26 di atas menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,00 < 0,05

nilai Fhitung sebesar 40,659. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini ada pengaruh secara bersama-sama atau simultan antara kesiapan belajar,

motivasi belajar dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar siswa kelas X

2. Uji Parsial (Uji t)

Uji t dimaksudkan untuk mengetahui adanya pengaruh kesiapan belajar,

motivasi belajar dan lingkungan sekolah hasil belajar siswa kelas X jurusan

administrasi perkantoran SMK Teuku Umar Semarang secara parsial. Uji t

dilakukan dengan melihat nilai signifikansi, apabila sig < 0,05 atau thitung > ttabel maka Ha diterima, sedangkan apabila sig > 0,05 atau thitung < ttabel maka Ha ditolak. Berikut hasil uji parsial menggunakan bantuan program SPSS for windows release

16:

Tabel 4.27

Hasil Uji Parsial (Uji t) Variabel X1, X2 dan X3 terhadap Y

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) -30.382 11.931 -2.547 .013 KesiapanBelajar .720 .169 .503 4.269 .000 MotivasiBelajar .638 .253 .277 2.515 .014 LingkunganSekolah .525 .250 .171 2.104 .039

a. Dependent Variable: HasilBelajar

Sumber: Hasil Pengolahan Data Penelitian 2015

Tabel di atas menunjukkan nilai signifikansi variabel kesiapan belajar sebesar

0,000 < 0,05. Sedangkan thitung kesiapan belajar sebesar 4,269, dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam penelitian ini

ada pengaruh kesiapan belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X jurusan

administrasi perkantoran SMK Teuku Umar Semarang.

Hasil uji variabel motivasi belajar menunjukkan nilai signifikansi sebesar

0,014 < 0,05. Sedangkan thitung motivasi belajar sebesar 2,515, dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam penelitian ini ada pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa kelas X jurusan

administrasi perkantoran SMK Teuku Umar Semarang.

Hasil uji variabel lingkungan sekolah juga menunjukkan nilai signifikansi

sebesar 0,039 < 0,05. Sedangkan thitung lingkungan sekolah sebesar 2,104, dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak. Sehingga dapat dikatakan bahwa dalam penelitian ini ada pengaruh lingkungan sekolah terhadap terhadap hasil belajar

siswa kelas X jurusan administrasi perkantoran SMK Teuku Umar Semarang.

3. Koefisien Determinasi Simultan (R2)

Koefisien determinasi simultan (R2) digunakan untuk mengetahui seberapa besar persentase (%) pengaruh kesiapan belajar (X1), motivasi belajar (X2) dan lingkungan sekolah (X3) terhadap hasil belajar (Y) secara simultan. Hasil pengujian koefisiensi determinasi simultan (R2) dengan bantuan program SPSS for windows release 16 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.28

Hasil Uji Koefisien Determinasi Simultan (R2) Model Summaryb

Model R R Square

Adjusted R

Square Std. Error of the Estimate

1 .812a .659 .643 9.066

a. Predictors: (Constant), LingkunganSekolah, MotivasiBelajar, KesiapanBelajar

b. Dependent Variable: HasilBelajar

Sumber: Hasil Pengolahan Data Penelitian 2015

Tabel di atas menunjukkan besarnya nilai Adjusted R2 adalah 0,643. Nilai Adjusted R2 dikalikan 100% untuk mengetahui besarnya nilai R2 yaitu 64,3% sedangkan untuk mengetahui faktor lain diluar R2 dengan cara 100% dikurangi nilai R2 64,3% hasilnya 35,7%. Hal ini berarti hasil belajar siswa kelas X jurusan administrasi perkantoran SMK Teuku Umar Semarang dipengaruhi oleh kesiapan

belajar, motivasi belajar dan lingkungan sekolah sebesar 64,3%. Sedangkan

sisanya sebesar 35,7% dijelaskan oleh variabel lain di luar model regresi dalam

penelitian ini.

4. Koefisien Determinasi Parsial (r2)

Koefisiensi determinasi parsial (r2) digunakan untuk mengetahui seberapa besar persentase (%) pengaruh masing-masing variabel kesiapan belajar (X1), motivasi belajar (X2) dan lingkungan sekolah (X3) terhadap hasil belajar (Y) secara parsial. Hasil pengujian koefisiensi determinasi parsial (r2) dengan bantuan program SPSS for windows release 16 dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 4.29

Hasil Uji Koefisien Determinasi Parsial (r2) Coefficientsa

Model

Correlations Collinearity Statistics

Zero-order Partial Part Tolerance VIF

1 KesiapanBelajar .779 .474 .314 .389 2.570

MotivasiBelajar .689 .302 .185 .445 2.248

LingkunganSekolah .444 .256 .155 .815 1.227

a. Dependent Variable: HasilBelajar

Sumber: Hasil Pengolahan Data Penelitian 2015

Berdasarkan tabel pada kolom partial dapat diketahui besarnya koefisien determinasi parsial (r2) untuk variabel kesiapan belajar (X1) adalah sebesar 0,224676 (0,4742). Nilai tersebut dikalikan 100% untuk mengetahui besarnya nilai koefisien determinasi parsial (r2) yaitu 22,468%. Hal ini berarti variabel kesiapan belajar (X1) mampu menjelaskan variabel hasil belajar (Y) hanya sebesar 22,468%, sedangkan sisanya sebesar 77,532% dijelaskan oleh variabel lain.

Koefisien determinasi parsial (r2) untuk variabel motivasi belajar (X2) adalah sebesar 0,091204 (0,3022). Nilai tersebut dikalikan 100% untuk mengetahui besarnya nilai koefisien determinasi parsial (r2) yaitu 9,12%. Hal ini berarti variabel motivasi belajar (X2) mampu menjelaskan variabel hasil belajar (Y) sebesar 9,12%, sedangkan sisanya sebesar 90,88% dijelaskan oleh variabel lain.

Koefisien determinasi parsial (r2) untuk variabel lingkungan sekolah (X3) adalah sebesar 0,065536 (0,2562). Nilai tersebut dikalikan 100% untuk mengetahui besarnya nilai koefisien determinasi parsial (r2) yaitu 6,55%. Hal ini

berarti variabel lingkungan sekolah (X3) mampu menjelaskan variabel hasil belajar (Y) sebesar 6,55%, sedangkan sisanya sebesar 93,45% dijelaskan oleh

variabel lain.

4.1.4 Uji Asumsi Klasik 1. Uji Normalitas

Uji normalitas digunakan untuk melihat apakah nilai residual terdistribusi

normal atau tidak. Pengujian normalitas dapat dilihat dari grafik probability p-plot

sebagai berikut:

Sumber: Hasil Pengolahan Data Penelitian 2015

Gambar 4.1

Hasil Uji Normalitas Grafik P-Plot

Pada grafik P-Plot terlihat titik-titik distribusi terletak di sekitar garis lurus diagonal, sehingga dapat disimpulkan bahwa penyebaran kesiapan kerja

memenuhi asumsi normalitas. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada analisis

Tabel 4.30

Hasil Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 67

Normal Parametersa Mean .0000000

Std. Deviation 8.85777296

Most Extreme Differences Absolute .111

Positive .086

Negative -.111

Kolmogorov-Smirnov Z .907

Asymp. Sig. (2-tailed) .383

a. Test distribution is Normal.

Sumber: Hasil Pengolahan Data Penelitian 2015

Tabel menunjukkan hasil uji normalitas data yang diperoleh melalui uji

Kolmogorov-Smirnov sebesar 0,907 dan signifikansinya 0,383>0,05, maka dapat disimpulkan bahwa data terdistribusi normal.

2. Uji Multikolinieritas

Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel

independen. Indikasi model yang bebas dari multikolinieritas yaitu memiliki nilai

tolerance mendekati 1, serta nilai VIF disekitar angka 1 serta tidak lebih dari 10. Berikut hasil pengolahan menggunakan bantuan program SPSS for windows release 16:

Tabel 4.31

Hasil Uji Multikolinieritas Coefficientsa

Model

Correlations Collinearity Statistics

Zero-order Partial Part Tolerance VIF

1 KesiapanBelajar .779 .474 .314 .389 2.570

MotivasiBelajar .689 .302 .185 .445 2.248

LingkunganSekolah .444 .256 .155 .815 1.227

a. Dependent Variable: HasilBelajar

Sumber: Hasil Pengolahan Data Penelitian 2015

Tabel di atas menunjukkan setiap variabel bebas mempunyai nilai tolerance > 0,1 yaitu 0,389 untuk variabel kesiapan belajar, 0,445untuk variabel motivasi

belajar dan 0,815 untuk variabel lingkungan sekolah. Sedangkan nilai VIF < 10

yaitu 2,570 untuk variabel kesiapan belajar, 2,248 untuk variabel motivasi belajar

dan 1,227 untuk lingkungan sekolah sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada

multikolinieritas dalam model regresi.

3. Uji Heteroskedastisitas

Model regresi yang baik adalah yang tidak terjadi heteroskedastisitas.

Pengujian heteroskedastisitas dapat dilihat dari grafik scatterplot, apabila terlihat titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik di atas maupun di bawah titik

nol pada sumbu vertikal (Y), berarti model regresi tersebut tidak mengindikasikan

heteroskedastisitas. Sedangkan apabila titik-titiknya membentuk suatu pola

tertentu yang teratur berarti mengindikasikan heteroskedastisitas. Berikut hasil

Sumber: Hasil Pengolahan Data Penelitian 2015 Gambar 4.2

Hasil Uji Heteroskedastisitas Grafik Scatterplot

Grafik scatterplot di atas menunjukkan bahwa titik-titik tersebar tidak teratur

berada di atas maupun di bawah angka 0 sumbu vertikal (Y) dan tidak membentuk

pola yang teratur, hal ini berarti model regresi tidak mengandung

heteroskedastisitas. Selain melalui grafik scatterplot, pengujian heteroskedastisitas juga dilakukan melalui uji Glejser. Berikut hasil pengolahan

Tabel 4.32

Hasil Uji Heteroskedastisitas Metode Glejser Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .799 6.005 .133 .895 Kesiapan Belajar -.192 .085 -.437 -2.263 .057 Motivasi Belajar .194 .128 .275 1.522 .133 Lingkungan Sekolah .212 .126 .225 1.688 .096

a. Dependent Variable: RES2

Sumber: Hasil Pengolahan Data Penelitian 2015

Hasil output SPSS menunjukkan bahwa tidak ada satupun variabel

independen yang signifikan secara statistik mempengaruhi nilai absolute residual (AbsRes). Hal ini terlihat dari nilai signifikansi variabel kesiapan belajar sebesar

0,057>0,05, nilai signifikansi variabel motivasi belajar sebesar 0,133>0,05 serta

nilai signifikansi variabel lingkungan sekolah sebesar 0,096>0,05. Sehingga dapat

disimpulkan bahwa tidak terjadi heteroskedastisitas model regresi.

Dokumen terkait