BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.2 Pembahasan
Hasil analisis regresi berganda diketahui bahwa nilai koefisien regresi
variabel kesiapan belajar (X1) adalah 0,720. Nilai koefisien tersebut bertanda positif, sehingga dapat disimpulkan H2 yang menyatakan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan secara parsial kesiapan belajar terhadap hasil belajar mata
pelajaran memahami prinsip penyelenggaraan administrasi perkantoran siswa
kelas X jurusan AP di SMK Teuku Umar diterima. Besarnya pengaruhnya
koefisien determinasi parsial yaitu sebesar 22,468 (r2). Sesuai dengan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa semakin baik kesiapan belajar maka akan
semakin baik hasil belajar siswa dan sebaliknya. Hasil penelitian ini sejalan
dengan penelitian terdahulu yang dilakukan Antara dalam judul “Pengaruh Kesiapan dan Transfer Belajar Terhadap Hasil Belajar Ekonomi di SMA Negeri 1
Ubud” yang menyimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara kesiapan belajar terhadap hasil belajar.
Berhasilnya seseorang dalam mencapai hasil belajar jika didukung dengan
kesiapan belajar yang tinggi. Hal ini sesuai dengan pendapat Slameto (2010:59)
kesiapan atau readiness adalah kesediaan untuk memberi respon atau
berinteraksi. Kondisi siswa yang siap menerima pelajaran dari guru, akan
berusaha merespon atas pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru. Untuk
dapat memberi jawaban yang benar tentunya siswa harus mempunyai
pengetahuan dengan cara membaca dan mempelajarai materi yang akan
diajarkan oleh guru. Dalam mempelajari materi tentunya siswa harus
mempunyai buku pelajaran dapat berupa buku paket dari sekolah maupun buku
diktat lain yang masih relevan digunakan sebagai acuan untuk belajar. Kesiapan
itu timbul dari dalam diri seseorang dan juga bahwa kesiapan ini perlu
diperhatikan dalam proses belajar, karena jika siswa belajar dan siswa tersebut
sudah memiliki kesiapan, maka hasil belajarnya akan lebih baik. Tanpa adanya
kesiapan belajar dalam diri seseorang, hasil belajar kurang maksimal.
Hasil analisis regresi berganda diketahui bahwa nilai koefisien regresi
positif, sehingga dapat disimpulkan H3 yang menyatakan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan secara parsial motivasi belajar terhadap hasil belajar mata
pelajaran memahami prinsip penyelenggaraan administrasi perkantoran siswa
kelas X jurusan AP di SMK Teuku Umar diterima. Besarnya pengaruhnya
motivasi belajar terhadap hasil belajar dilihat berdasarkan hasil uji hipotesis
koefisien determinasi parsial yaitu sebesar 9,12 (r2). Sesuai dengan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa semakin baik motivasi belajar maka akan
semakin baik hasil belajar siswa dan sebaliknya. Hasil penelitian ini sejalan
dengan penelitian terdahulu yang dilakukan Nutrisiana dalam judul “Pengaruh Motivasi Belajar, Cara Belajar, dan Kemampuan Sosial Ekonomi Orang Tua
terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas XI IPS
MA Al-Asror Semarang Tahun Ajaran 2012/2013” yang menyimpulkan bahwa ada pengaruh secara parsial motivasi belajar terhadap hasil belajar sebesar
11,95%. Hal ini sesuai dengan pendapat Sardiman (2012:75) bahwa siswa yang
memiliki motivasi yang kuat, akan mempunyai banyak energi untuk melakukan
kegiatan belajar. Siswa yang termotivasi akan melakukan serangkaian usaha untuk
bisa mencapai tujuan yaitu hasil belajar yang baik.
Hasil analisis regresi berganda diketahui bahwa nilai koefisien regresi
variabel lingkungan sekolah (X3) adalah 0,525. Nilai koefisien tersebut bertanda positif, sehingga dapat disimpulkan H4 yang menyatakan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan secara parsial lingkungan sekolah terhadap hasil belajar
mata pelajaran memahami prinsip penyelenggaraan administrasi perkantoran
motivasi belajar terhadap hasil belajar dilihat berdasarkan hasil uji hipotesis
koefisien determinasi parsial yaitu sebesar 6,55 (r2). Sesuai dengan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa semakin baik motivasi belajar maka akan
semakin baik hasil belajar siswa dan sebaliknya. Hasil penelitian ini sejalan
dengan penelitian terdahulu yang dilakukan Kurniawan dalam judul “Pengaruh Lingkungan Sekolah, Motivasi Belajar dan Fasilitas Belajar terhadap Hasil
Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Peralatan Kantor Kelas X Administrasi
Perkantoran SMK 1 Kudus Tahun Ajaran 2012/2013” yang menyimpulkan bahwa ada pengaruh secara parsial lingkungan sekolah terhadap hasil belajar sebesar
30,7%. Hal ini sesuai dengan pendapat Yusuf (2009:54) bahwa sekolah
merupakan lembaga pendidikan formal untuk melaksanakan program bimbingan ,
pembelajaran, dan latihan untuk membantu mengembangkan potensi siswa. Di
sekolah diajarkan nilai-nilai etika, moral, mental, spiritual, perilaku, disiplin, ilmu
pengetahuan dan keterampilan, oleh karena itu sekolah menjadi wahana yang
dominan mempengaruhi, membentuk sikap, perilaku dan prestasi siswa, salah
satunya dilihat dari hasil belajar siswa.
Dari hasil uji secara simultan (Uji F), menunjukkan adanya pengaruh yang
positif dan signifikan secara bersama-sama atau simultan antara kesiapan belajar,
motivasi belajar dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar siswa kelas X
jurusan AP di SMK Teuku Umar.
Berdasarkan deskripsi data penelitian, variabel kesiapan belajar siswa
kelas X jurusan AP di SMK Teuku Umar menunjukkan sebesar 49,3% yang
mendukung hasil belajar pada siswa. Kondisi fisik siswa sudah baik, siswa sehat
dan tidak ada siswa yang mengalami gangguan pada indera pendengaran dan
penglihatan, kondisi mental siswa selalu siap menerima materi dalam proses
pembelajaran, siswa dapat berbicara dengan lancar, berani dan tidak merasa takut
untuk mengungkapkan pendapatnya didepan kelas, kondisi emosional siswa sudah
baik, siswa mempersiapkan diri dengan baik ketika akan diadakan ulangan dan
ketika hasil yang didapat dibawah nilai KKM siswa berusaha memperbaiki dan
belajar lebih giat. Kebutuhan siswa dalam belajar, masih ada beberapa siswa yang
belajar karena disuruh orang tua. Motif dan tujuan siswa dalam belajar, masih ada
beberapa siswa yang tidak mempersiapkan buku panduan ketika pelajaran akan
dimulai, karena belum ada tujuan mendapatkan hasil yang baik dalam diri siswa.
Keterampilan siswa sudah baik dalam praktek menggunakan telepon.
Pengetahuan, siswa biasanya sebagian besar siswa menghafalkan dan mempelajari
kembali materi minggu lalu sebelum jam pelajaran dimulai. Tetapi, masih
beberapa siswa yang kurang memahami materi yang disampaikan oleh guru
dengan baik.
Indikator terendah dalam variabel kesiapan belajar yaitu indikator
keterampilan yang termasuk dalam kategori baik. Hal tersebut ditunjukkan dengan
keterampilan siswa mempraktekkan menggunakan telepon sudah baik, namun saat
praktek menggunakan telepon siswa praktek lebih dari 10 menit, sedangkan
jumlah siswa ada 33 siswa untuk kelas X AP 1 dan 34 siswa untuk kelas X AP 2,
Berdasarkan data penelitian, variabel motivasi belajar siswa kelas X
jurusan AP di SMK Teuku Umar menunjukkan sebesar 41,8% yang berada pada
kategori baik. Kondisi ini menandakan bahwa motivasi belajar sudah mendukung
hasil belajar pada siswa. Siswa dalam hal tekun menghadapi tugas sudah baik,
siswa dalam mengumpulkan tugas tepat waktu, tetapi ada beberapa yang
mengumpulkan tidak tepat waktu. Ulet menghadapi tugas pada siswa, siswa
sering bertanya pada guru apabila ada materi yang kurang jelas. Menunjukkan
minat terhadap mata pelajaransudah baik, siswa sering berpartisipasi aktif pada
saat proses pembelajaran. Dapat mempertahankan pendapatnya sudah baik, siswa
yakin dengan kemampuan yang ada dalam diri siswa. Senang mencari dan
memecahkan soal siswa kurang baik, beberapa siswa terpacu pada buku panduan
yang dimiliki.
Indikator terendah dalam variabel motivasi belajar yaitu indikator senang
mencari dan memecahkan soal yang termasuk kategori baik. Hal tersebut
ditunjukkan dengan siswa senang mencari dan memecahkan soal seperti siswa
senang mengerjakkan latihan soal dari buku panduan, namun dalam menghadapi
soal yang sulit siswa mudah menyerah dan kurang kreatif dengan tidak mencari
sumber belajar lain, misalnya dari internet atau dari buku karangan lain.
Berdasarkan data penelitian, variabel lingkungan sekolah siswa kelas X
jurusan AP di SMK Teuku Umar menunjukkan sebesar 46,3% yang berada pada
kategori kurang baik. Kondisi ini menandakan bahwa lingkungan belajar sudah
mendukung hasil belajar pada siswa. Metode mengajar guru sudah menggunakan
mengerti dengan apa yang diajarkan guru. Relasi guru dengan siswa sudah
baik,siswa ketika berpapasan dengan guru menyapa. Relasi siswa dengan siswa
sudah baik, tidak ada siswa dalam satu kelas yang mementingkan diri sendiri,
semua siswa saling membantu dalam hal kebaikan. Disiplin sekolah sudah bagus,
siswa datang sebelum bel berbunyi, tetapi masih ada beberapa siswa yang
terlambat, selain itu ada beberapa siswa yang tidak memakai seragam dengan rapi.
Fasilitas sekolah belum memadai, banyak alat praktek yang rusak.
Indikator terendah dalam variabel lingkungan sekolah yaitu fasilitas
sekolah yang termasuk dalam kategori kurang baik. Hal tersebut ditunjukkan
dengan alat praktik mengetik dalam ruang mengetik yang tersedia kurang
menunjang kegiatan belajar mengajar, dari 20 laptop yang digunakan untuk
praktik 10 laptop mati tidak bisa digunakan, sedangkan jumlah siswa banyak,
untuk kelas X AP 1 ada 33 siswa dan untuk kelas X AP 2 ada 34 siswa karena
keterbatasan alat, maka 1 laptop digunakan untuk praktik 2 siswa dan satu kelas
98 BAB V PENUTUP
5.1 Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh
kesiapan belajar, motivasi belajar dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar
mata pelajaran memahami prinsip penyelenggaraan administrasi perkantoran
siswa kelas X di SMK Teuku Umar Semarang, maka dapat ditarik kesimpulan
sebagai berikut.
1. Ada pengaruh positif dan signifikan secara simultan antara kesiapan belajar,
motivasi belajar dan lingkungan sekolah terhadap hasil belajar mata pelajaran
memahami prinsip penyelenggaraan administrasi perkantoran siswa kelas X
di SMK Teuku Umar Semarang sebesar 64,3%. Hal ini menunjukan bahwa
semakin baik kesiapan belajar, semakin baik motivasi belajar dan semakin
baik lingkungan sekolah, maka hasil belajar akan semakin baik.
2. Ada pengaruh positif dan signifikan secara parsial variabel kesiapan belajar
terhadap terhadap hasil belajar mata pelajaran memahami prinsip
penyelenggaraan administrasi perkantoran siswa kelas X di SMK Teuku
Umar Semarang sebesar 22,468%. Hal ini menunjukan bahwa semakin baik
kesiapan belajar, maka hasil belajar akan semakin baik.
3. Ada pengaruh positif dan signifikan secara parsial variabel motivasi belajar
terhadap terhadap hasil belajar mata pelajaran memahami prinsip
Umar Semarang sebesar 9,12%. Hal ini menunjukan bahwa semakin baik
motivasi belajar, maka hasil belajar akan semakin baik.
4. Ada pengaruh positif dan signifikan secara parsial variabel lingkungan
sekolah terhadap hasil belajar mata pelajaran memahami prinsip
penyelenggaraan administrasi perkantoran siswa kelas X di SMK Teuku
Umar Semarang sebesar 6,55%. Hal ini menunjukan bahwa semakin baik
lingkungan sekolah, maka hasil belajar akan semakin baik.
5.2 Saran
Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan
adalah sebagai berikut:
1. Hasil penelitian menunjukkan di antara lima indikator dari variabel motivasi
belajar, yang menunjukkan angka palingrendah adalah indikator senang
mencari dan memecahkan soal. Disarankan siswa mencari sumber belajar lain
seperti dari internet atau buku panduanlain.
2. Hasil penelitian menunjukkan diantara enam indikator dari variabel
lingkungan sekolah , yang menunjukkan angka paling rendah adalah indikator
fasilitassekolah. Disarankan fasilitassekolah sepereti alat mengetik harus
dijaga supaya tidak mudah rusak dan dimanfaatkan secaramaksimal untuk
100
DAFTAR PUSTAKA
Ali, Mohamad. 2013. Penelitian Kependidikan Prosedur dan Strategi. Bandung: Angkasa.
Antara, I Nyoman Runia. Pengaruh Kesiapan dan Transfer Belajar Terhadap Hasil Belajar Ekonomi di SMA Negeri 1 Ubud. Skripsi. Singaraja: Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Pendidikan Ganesha.
Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2010. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS. Semarang : Badan Penerbit UNDIP.
Hamalik, Oemar. 2003. Psikologi Belajar & Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algensindo.
Hamalik, Oemar. 2014. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Jamaris, Martini. 2013. Orientasi Baru dalam Psikologi Pendidikan. Bogor: Ghalia Indonesia.
Kurniawan, Rizal. Pengaruh Lingkungan Sekolah, Motivasi Belajar Dan Fasilitas Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Peralatan Kantor Kelas X Administrasi Perkantoran SMK Negeri 1 Kudus Tahun Pelajaran 2012/2013. Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomi UNNES.
Mulyasa E. 2009. Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kemandirian Guru dan Kepala Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara.
Nutrisiana, Destian. Pengaruh Motivasi Belajar, Cara Belajar, dan Kemampuan Sosial Ekonomi Orang Tua Terhadap Hasil Belajar Mata Pelajaran Ekonomi Siswa Kelas XI IPS MA Al-Asror Semarang Tahun Ajaran 2012/2013. Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomi UNNES.
Permendiknas. 2007. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 20 Tentang Standar Penilaian. Jakarta.
Rietveld, Piet dan Tri Sunaryanto. 1994. Masalah Pokok dalam Regresi Berganda. Yogyakarta: Andi Offset.
Rifa’i, Achmad dan Catharina Tri Anni. 2011. Psikologi Pendidikan. Semarang: UNNES Press.
Sardiman. 2012. Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Pers.
Sarjono, Haryadi dan Winda Julianita. 2013. SPSS vs LISREL Sebuah Pengantar, Aplikasi untuk Riset. Jakarta: Salemba Empat.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Soejanto, Agoes. 1991. Bimbingan Kearah Belajar yang Sukses. Jakarta: Rineka Cipta.
Subini, Nini. 2011. Rahasia Gaya Belajar Orang Besar. Jakarta: Javalitera.
Sudjana, Nana. 2009. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Sugiarto. 1992. Tahap Awal+Aplikasi Analisis Regresi. Yogyakarta: Andi Offset.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kulitatif dan R&D. Bandung: CV. ALFABETA.
Supardi. 2003. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Sutomo. 2011. Manajemen Sekolah. Semarang: UPT MKK UNNES.
Tu’u, Tulus. 2004. Peran Disiplin pada Perilaku dan Prestasi Siswa. Jakarta: Grasindo.
Yusuf, Syamsu. 2009. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
102