• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

4.2. Analisis Regresi dan Pengujian Hipotesis

4.2.1.Hasil Regresi

Dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda yang berfungsi untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antar variabel ekspor sektor industri, penanaman modal asing sektor industri dan inflasi terhadap produk domestik bruto.

Untuk melihat hasil estimasi model penelitian daa yang diolah dengan bantuan program SPSS, maka diperoleh hasil perhitungan analisis regresi seperti yang disajikan dalam Tabel 4.1.

Hasil estimasi dari analisis regresi berganda adalah:

i3

1983 1985 1987 1989 1991 1993 1995 1997 1999 2001 2003 2005 2007 2009 2011 2013 2015 2017

Inflasi (%)

Inflasi (%)

Tabel 4.1 Hasil Analisis Regresi Coefficientsa

1. Berdasarkan hasil estimasi data dalam model regresi terdapat nilai konstanta sebesar Rp 3.992 miliar Nilai kostanta bertanda positif menggambarkan nilai produk domestic bruto dengan kecenderungan meningkat ketika penanaman modal asing sektor industri, ekspor sektor industri dan inflasi tetap. Dengan kata lain, rata-rata nilai produk domestik bruto Indonesia yang meningkatsejumlah Rp 3.992 miliar jika penanaman modal asing sektor industri, ekspor sektor industri dan inflasi adalah tetap. Tetapi produk domestik bruto masih dipengaruhi oleh variable lain yang tidak di teliti.

2. Ekspor sektor industri (X1) berpengaruh positif terhadap produk domestik bruto dengan ukuran produk domestik bruto Indonesia dengan koefisien regresi sebesar US$ 1.256 ribu, artinya jika ekspor sektor industri meningkat sebesar 1 Juta US $, ceteris paribus, maka produk domestik bruto Indonesia meningkat sebesar Rp 1.256 miliar. Maka produk domestik bruto akan

3. Penanaman modal asing sektor industri (X2) berpengaruh negatif terhadap produk domestik bruto dengan koefisien regresi sebesar US$ -0.226 ribu.

Artinya jika penanaman modal asing sektor industri menurun sebesar 1 Juta US

$, cateris paribus, maka produk domestic bruto Indonesia menurun sebesar Rp 0.226 miliar.

4. Inflasi (X3) berpengaruh negatif terhadap produk domestik bruto dengan koefisien regresi sebesar US$ -0.657 ribu artinyajika inflasi meningkat sebesar 1 Juta US $, cateris paribus, maka PDB Indonesia menurun sebesar Rp 0.657 miliar. Maka produk domestik bruto akan mengalami penurunan jika inflasi meningkat sebesar 1 Juta US $. Tetapi produk domestik bruto masih dipengaruhi variabel lain yang tidak diteliti.

4.2.2. Pengujian t-Statistik

Untuk mengetahui pengaruh parsial masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikait maka digunakan Uji t. Variabel yang digunakan adalah jumlah Ekspor sektor industri, penanaman modal asing dan inflasi.sektor industri sebagai variabel bebas serta PDB sebagai variabel terkait. Uji t-statistik yang digunakan uji satu arah, dengan

α

= 0.025. Jika thitung>ztabel berarti H0 ditolak atau variabel Xi berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen, tetapi jika thitung<ztabel berarti H0 diterima atau variabelXi tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

Sumber : Data Sekunder (data diolah) Tabel 4.2. Hasil Uji t-Statistik

Variabel Koefisien t-hitung z-tabel Keterangan

X1 1.256 23.056 0.9994

Nyata α = 0.05

X2 -0.226 -3.728 0.9994

Nyata α = 0.05

X3 -0.657 -5.660 0.9994

Nyata α = 0.05

a. Ekspor sektor industri

H0 : β1= 0, artinya ekspor sektor industri tidak berpengaruh signifikan terhadap produk domestik bruto Indonesia.

H1 :β1 ≠ 0, artinya ekspor sektor industri berpengaruh signifikan terhadap produk domestik Indonesia.

α

= 0.025

Nilai Tabel ztabel = 0.9994 Df = n-k = 35-3 =32

Kreteria : H0 diterima apabila thitung< ztabel

H0 ditolak apabila thitung> ztabel

Ternyata thitung1.256 >ztabel0.9994, dengan demikian H0 ditolak H1 diterima. Artinya ekspor sektor industri berpengaruh signifikan terhadap produk domestik bruto Indonesia pada tingkat kepercayaan 95%. Hal ini sesuai dengan hipotesis yang dikemukakan penulis pada bab II. Dalam penelitian sebelumnya dengan judul jurnal analisis pertumbuhan teknologi, produk domestic bruto, dan ekspor sektor industri kreatif Indonesia. Hasil penelitian Awalia, dkk (2013) Ekspor sektor industri berpengaruh positif terhadap produk domestik bruto.

Jika dilihat dari sisi teori statistik, nilai positif dan berpengaruh signifikan diartikan bahwa informasi dan data-data sebagai sampel yang diperoleh cukup membuktikan untuk menerima H1 dan selama tahun penelitian data ekspor sektor industri mengalami peningkatan yang cukup baik dari tahun ketahun.

Menurut Juang dan Marsal dalam penelitian Rumondang bahwa dalam

penelitian hubungan antara ekspor dan produk domestik bruto Indonesia, setidaknya ada empat hipotesis atau pandangan yang sama-sama masuk akal dan dapat diterima. Pertama, hipotesis ekspor sebagai moto penggerak bagi pertumbuhan ekonomi (export-led growth hypothesis). Kedua, hipotesis ekspor merupakan penyebab turunnya pertumbuhan ekonomi (esport-reducing growth hypotesis). Ketiga, hipotesis yang mengatakan bahwa ekspor bukan penggerak bagi produk domestik bruto Indonesia dalam negeri, tetapi malah sebaliknya pertumbuhan dalam negeri merupakan motor penggerak ekspor (internally generated export hypothesis). Keempat, hipotesis yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan faktor penyebab turunnya ekspor (growth-reducing export hypothesis). Dari hasil satatistik maka penulis mengemukakan bahwah selama periode 1983-2017 hubungan antara ekspor sektor industri dengan produk domestik bruto Indonesia sejalan dengan hipotesis berpengaruh positif dan nyata.

Jika dilihat dari fenomena ekonomi tanda positif menunjukan bahwa ekspor sektor industri memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto Indonesia. Karena ekspor sektor industri merupakan ekspor terbesar sehingga mempengaruhi penggerakan pendapatan pada PDB yang naik. Kenaikan ekspor sektor industri yang lebih tinggi dari impor berpengaruh positif pada peningkatan pada produk domestik bruto.

b. Penanaman modal asing sektor industri

H0 : β1 = 0, artinya penanaman modal asing sektor industri tidak berpengaruh signifikan terhadap produk domestik bruto Indonesia.

H1 : β1 ≠ 0, artinya penaman modal asing sektor industri berpengaruh

signifikan terhadap produk domestik bruto Indonesia.

α = 0.05

Nilai Tabel ttabel = 0.9994 Df = n-k = 35-3 =32

Kreteria : H0 diterima apabila thitung< ztabel H0 ditolak apabila thitung> ztabel

Ternyata thitung -0.226<ztabel0.9994, dengan demikian H1 diterima dan H0 ditolak. Artinya penanaman modal asing sektor industri berpengaruh negatif dan signifikan dan nyata terhadap produk domestik bruto Indonesia pada tingkat kepercayaan 95%. Hal ini sesuai dengan hipotesis yang dikemukakan penulis pada bab II. Dalam penelitian sebelumnya dengan judul jurnal pengaruh infrastruktur, PMDN dan PMA terhadap produk domestik bruto di Indonesia, hasil penelitian Nurlitasari (2013) penanaman modal asing tidak berpengaruh signifikan dan berhubungan negatif terhadap produk domestik bruto.

Berdasarkan hasil uji t-statistik, data yang diperoleh selama 1983-2017penanaman modal asing sektor industri berpengaruh negatif tetapi nyata terhadap produk domestik bruto Indonesia. Jika dari segi fenomena ekonomi dari tahun 1983-2017, dapat digambarkan bahwa penanaman modal asing sektor industri di Indonesia sangat kecil atau masih sangat kurang. Oleh sebab itu menjadi perhatian pemerintah untuk menunjang perkembangan industri penanaman modal sektor industri harus lebih ditarik lagi.Sehingga menarik perhatian investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia.

c. Inflasi

H0 : β1 = 0, artinya penanaman modal asing sektor industri tidak berpengaruh signifikan terhadap produk domestik bruto Indonesia.

H1 : β1 ≠ 0, artinya penaman modal asing sektor industri berpengaruh signifikan terhadap produk domestik bruto Indonesia.

α = 0.05

Nilai Tabel ttabel = 0.9994 Df = n-k = 35-3 =32

Kreteria : H0 diterima apabila thitung< ztabel H0 ditolak apabila thitung> ztabel

Ternyata thitung -0.657<ztabel0.9994, dengan demikian H1 diterima dan H0 ditolak. Artinya inflasi berpengaruh negatif dan signifikan dan nyata terhadap produk domestik bruto Indonesia pada tingkat kepercayaan 95%.

Hal ini sesuai dengan hipotesis yang dikemukakan penulis pada bab II.

Dalam penelitian sebelumnya dengan judul jurnal pengaruh inflasi, ekspor, dan tenaga kerja terhadap produk domestic bruto (PDB). Hasil penelitian Larasati dan Sulasmiyati (2018) inflasi mempunyai dampak secara parsial negative signifikan terhadap produk domestic bruto Indonesia, dimana inflasi sebagai factor yang dapat menjelaskan perubahan produk domestic bruto.

Berdasarkan hasil uji t-statistik, data yang diperoleh selama 1983-2017inflasi berpengaruh negatif tetapi nyata terhadap produk domestik bruto Indonesia. Jika dari segi fenomena ekonomi dari tahun 1983-2017, dapat digambarkan bahwa inflasisemakin berkurang. Oleh sebab itu menjadi perhatian pemerintah agar tetap memantau laju inflasi Indonesia.

4.2.2. Uji Secara Simultan (Uji F)

Uji “F” digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikat.

Adapun langkah-langkah pengujian uji F sebagai berikut : 1. H0 : β1 = β2 = 0

2. H0 : β1 = tidak semuanya 0, i = 1,2,3 3. α = 0.025

V1 = k-1 = 3-1 = 2 V2 = n-k =35-3 =32 4. Ftabel (α ; 2:31) = 3.32

Nilai Fhitung hasil olahan adalah 1.680 5. Kreteria : H0 diterima apabila thitung< ttabel

H0 ditolak apabila thitung> ttabel

Berdasarkan hasil regresi disimpulkan bahwa H0 ditolak Fhitung>Ftabel

(476.436>3.32), maka ekspor sektor industri penanaman modal asing sektor industri dan inflasi secara serempak berpengaruh nyata terhadap peningkatan PDB Indonesia.

4.3. Uji Kebaikan Suai : Koefesien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi merupakan perhitungan yang dilakukan untuk mengukur proporsi atau presentase dari variasi total variabel dependen yang mampu dijelaskan oleh model regresi. Koefisien determinasi model ini sebesar 0.979 %, yang artinya PDB Indonesia dapat dijelaskan oleh ekspor sektor industri,

penanaman modal asing sektor industri dan inflasi sebesar 97,9%, sisanya (3%) dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Seperti variabel Ekspor sektor lain, Investasi sektor lain, konsumsi, dan pengeluaran pemerintah.

4.4. Uji Penyimpangan Asumsi Klasik

4.4.1. Multikolinearitas

Uji multikolinearitasdilakukan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan linear antara variabel bebas dalam model regresi. Hasil SPSS pada lampiran 1 menunjukkan ada gejala multikolinearitas dimana hasil uji VIF menunjukkan nilai yang lebih dari 10 (VIF<10). Artinya tidak terjadi multikoneritas dalam hasil regresi.

4.4.2. Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara galat (kesalahan pengganggu, distrubance error) pada periode t dengan galat (kesalahan pengganggu) pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Tentu saja model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi.Deteksi autokorelasi dengan melihat besarnya DURBIN-WATSON. Secara umum bisa diambil patokan:

 Angka D - W di bawah -2 berarti ada autokorelasi positif.

 Angka D - W di antara -2 sampai +2 berarti tidak ada autokorelasi.

 Angka D - W di atas +2 berarti ada autokorelasi negatif.

Pada bagian MODEL SUMMARY pada Lampiran 1, terlihat angka DW sebesar 0.590 untuk n = 35 dan k = 3 maka dL = 1.283 dan dU = 1.653. Dengan demikian pada semua model regresi tidak terapat autokorelasi. Dapat lebih jelas pada gambar berikut ini :

Sumber : Hasil olahan SPSS

Gambar 4.3 : Hasil Durbin-Watson

4.4.3. Normalitas

Uji normalitas menguji apakah dalam sebuah model regresi, variabel bebas dan variabel terikat, atau keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak.

Model regresi yang baik adalah distribusi data normal atau mendekati normal.Normalitas dapat diketahui dengan menggunakan uji statistik non-parametrik Kolmogorov-Sminov pada alpha sebesar 0.05.Jika nilai signifikasi dari pengujian Kolmogorov-Sminovlebih besar dari 0.05 berarti data normal. Hasil uji statistik dapat dilihat dari Tabel berikut:

Hasil uji Kolmogorov-Smirnovpada Tabel 4.6 memperlihatkan bahwah nilai Kolmogorov-Smirnov semua variabel lebih besar dari 0.05.dengan demikian

Tidak ada

Autokorelasi Tidak ada autokorelasi Tidak ada Autokorelasi

positif keputusan keputusan negatif

0 d

L d

U 4-d

U 4-d

L 4

= 1.283 = 1.653 = 2.347 = 2.717

data yang digunakan dalam penelitian ini telah memenuhi asumsi menyebar secara normal.

Tabel 4.3. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 35

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation .24777779

Most Extreme Differences Absolute .077

Positive .077

Negative -.060

Test Statistic .077

Asymp. Sig. (2-tailed) .200c,d

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

d. This is a lower bound of the true significance.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil evaluasi maka dapat disimpulkan bahwa:

1. Ekspor sektor industri berpengaruh positif dan signifikan terhadap Produk domestik bruto. Penanaman modal asing sektor industri berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produk domestik bruto Indonesia. Dan inflasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produk domestik bruto Indonesia.

2. Dari hasil penelitian ekspor sektor industri, penanaman modal asing sektor industri dan inflasi secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produk domestik bruto Indonesia.

3. Koefisien determinasi model dalam penelitian ini sebesar 0.979 artinya sebesar 97,9% variasi produk domestik bruto Indonesia dapat dijelaskan oleh ekspor sektor industri penanaman modal asing sektor industri dan inflasi dan sisanya (3%) dijelaskan oleh variabel lain diluar model seperti konsumsi dan pengeluaran pemerintah.

Berdasarkan pengujian terhadap asumsi klasik, hasil regresi menunjukan bahwa tidak terjadi pelanggaran sehingga model regresi dalam penelitian ini telah mencapai BLUE (Best Linier Unbias Estimator).

5.2. Saran

Dari hasil penelitian maka penulis menyarankan:

1. Untuk penelitian selanjutnya untuk judul yang sama dengan penelitian ini diharapkan untuk meneliti variable variable lain yang dapat mempengaruhi produk domestik bruto Indonesia selain dari variable yang saya teliti. Menambah lebih banyak tahun penelitian dan menggunakan data triwulan.

2. Pemerintah Indonesia harus tetap meningkatkan ekspor sektor industri dan mengurangi impor dan juga terus menjalin kerjasama yang baik terhadap mitra perdagangan internasional. Pemerintah Indonesia juga perlu memantau penanaman modal asing sektor industri agar sektor industri Indonesia mampu bersaing ditengah-tengah peningkatan industri negara-negara maju. Pemerintah Indonesia juga perlu memantau Inflasi karena dapat mempengaruhi jumlah investasi di dalam negeri apabila inflasi tergolong tinggi, maka jumlah investasi akan semakin berkurang karena ketidak stabilan harga yang membuat kurangnya minat investor untuk melakukan investasi didalam negeri.

3. Pihak swasta harus melirik sektor industri menjadi target investasi karna sektor industri Indonesia saat ini masih sangat membutuhkan investor dari pihak swasta dalam meningkatkan kemajuan sektor industri di Indonesia.

Lampiran I

Lampiran 2

Produk Domestik Bruto (PDB) Atas Dasar Harga Berlaku (Miliar Rp)

Tahun Produk Domestik Bruto (PDB)

Atas Dasar Harga Berlaku (Miliar Rp)

1983 70337,9

Sumber : Badan pusat statistic (BPS)

Lampiran 3 PMA Sektor Industri

Sumber : BPS (Badan Pusat Statistik) Analisis Komoditi Ekspor Laporan Perekonomian

Lampiran 4 Ekspor Sektor Industri

Sumber : BPS (Badan Pusat Statistik) Analisis Komoditi Ekspor Laporan Perekonomian

Lampiran 5 Inflasi

Sumber : BPS (Badan Pusat Statistik) Analisis Komoditi Ekspor

DAFTAR PUSTAKA

{BPS } Badan Pusat Statistik Pusat. Statistik Ekonomi. Badan Pusat Statistik Indonesia.

Jakarta.

{KEM KEU}Kementrian Keuangan. Laporan Keuangan Negara Indonesia. Jakarta.

Arif Dodi. 2014. Pengaruh Domestik Bruto, Jumlah Uang Beredar, Inflasi, Dan BI Rate Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Di Indonesia Periode 2007-2013.Jurnal Ekonomi Bisnis.Vol. 19, No. 3.

Astuti, Purwaning Ismadiyanti, dan Ayuningtyas Juniwati Fitri. 2018. Pengaruh Ekspor dan Impor Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia.Jurnal Ekonomi Pembangunan dan Studi Pembangunan.Vol. 19. No.1.

Aslam Mohamed. 2011. Itegrasi Ekonomi ASEAN Dan Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-China Dampak Terhadap Perdagangan Indonesia Dan Pembelajaran Bagi Ekonomi Riau.Jurnal Ekonomi. Vol.14. No.1.

Awalia Rizki Nandhan, Mulatsih Sri, Priyarsono Savio Dominicus. 2013. Analisis Pertumbuhan Teknologi, Produk Domestik Bruto, Dan Ekspor Sektor Industri Kreatif Indonesia. Jurnal Magister Studi Ilmu Ekonomi IPB. Vol 2.

No.2.

Badikenta. 2004. Analisis Kausalitas Antara Ekspor Dan Pertumbuhan Ekonomi Di Negara-Negara Asean. [Tesis]. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Program Studi Magister Ilmu Ekonomi

Boediono. 2001. Ekonomi Makro: Pengantar Ilmu Ekonomi, Edisi keempat, Cetakan ke-20, No.2, Yogyakarta, BPFE-Yogyakarta.

Febrianty Hastian. 2010. Analisis Determinan Cadangan Devisa, [Tesis]. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Program Studi Magister Ilmu Ekonomi

Gaol Lumban Tua Hot Rumondang Ester. 2012. Pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB), Nilai Tukar Rupiah Dan Inflasi Terhadap Nilai Impor Migas Dan

Non Migas Indonesia. [Tesis]. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Program Studi Magister Ilmu Ekonomi

Halwani Hendra. 2005. Ekonomi Internasional & Globalisasi Ekonomi Edisi Kedua.

Ghalia Indonesia: Bogor.

Herlambang, Teddy, Sugiarto, Brastoro, Said Kelana. 2001. Ekonomi Makro: Teori Analisis dan Kebijakan. Ghalia Indonesia. Jakarta.

Jhingan, M.L. 2000.Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan, Penerjemah : D.Guritno. Edisi Pertama, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.

Larasati Sarah Irene, Sulasmiyati Sri. 2018. Pengaruh Inflasi, Ekspor, dan Tenaga Kerja Terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Vol.63. No 1.

Mankiw, N Gregory. 2006. Principles Of Economics. Pengantar Ekonomi Makro.

Maruto Pratama Putra. 2011. Kebijakan Perdagangan Internasional.

http://marutosuka.blogspot.co.id/2011/04/kebijakan-perdagangan ternasional.html.

Diakses tanggal 17 April 2011.

Marbun Sugirhot. 2006. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ekspor Non Migas Indonesia Tahun 1970-2004. [Tesis]. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Program Studi Magister Ilmu Ekonomi.

Media Informasi Pengetahuan.Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kegiatan Industri.http://wacanapengetahuan.blogspot.co.id/2013/11/faktor-faktor-yang-memengaruhi-kegiatan_7550.html Diagses tanggal 17 Agustus 2017

Mustika Candra, Umiyati Etik dan Achmad Erni. 2015. Analisis Pengaruh Ekspor Neto Terhadap Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar Amerika Serikat Dan Pertumbuhan Ekonomi Di Indonesia.Jurnal Paradigma Ekonomika.Vol.10. No 2.

Novalina Ade. 2013. Analisis Interaksi Kebijakan Fisikal Dan Moneter Terhadap Stabilitas Ekonomi Makro Di Indonesia. [Tesis]. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Program Studi Magister Ilmu Ekonomi

Nuritasari Firdausi. (2013). Pengaruh Infrastruktur, PMDN Dan PMA Terhadap Produk Domestik Bruto Di Indonesia. Dalam jurnal Ekonomi Pembanguanan Universitas Semarang. Vol 2. No 4.

Purba, Elvis F Tobing, Juliana L, dan Hutabarat Dame Esther. 2012. Ekonomi Indonesia.

Edisi Kedua, cetakan kedua, Medan: Universitas HKBP Nommensen.

Pambudi, Archibald Damar. 2011. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Ekspor Biji Kakao Indonesia Ke Malaysia Dan Singapura. Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro. Semarang.

Pramasty Eka Desyana dan S Rosintan Lydia. 2014. Analisis Faktor Penentu Pertumbuhan Ekonomi di Tujuh Negara Asean Periode Tahun 1996-2013. Dalam jurnal Ekonomi Pembanguanan Universitas Trisakti.Vol.1. No.2.

Robiepiyan.2013. Pengaruh Variabel-Variabel Makro Terhadap Perekonomian Suatu

Negara.https://robiepiyan.wordpress.com/2013/04/29/pengaruh-variabel-variabel-makro-terhadap-perekonomian-suatu-negara. Diakses tanggal 29 April 2013.

Rahardja, Prathama dan Manurung Mandala, 2008. Teori Ekonomi Makro Suatu Pengantar. Jakarta: Lembaga Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Rizky Lainatul Reza, Agustin Grisvia, dan Mukhlis Iman, 2016. Pengaruh Penanaman Modal Asing, Penanaman Modal Dalam Negri dan Belanja Modal Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Provinsi di Indonesia. Jurnal Ekonomi.Vol. 8. No.1.

Suharjon, Marwanti Sri, dan IriantoHeru. 2017. Pengaruh Ekspor, Impor, Dan Investasi Terhadap Pertimbuhan Sektor Pertanian Indonesia.Jurnal Agro Ekonomi.Vol. 35 No. 1.

Samuelson, Paul A. & William D. Nordhaus. 2002. Makro Ekonomi. Erlangga. Jakarta.

Safitri Haniyah, Disty Aditya Amiri, Ma’Sumah Ngalimatul, Zulaehah Anna, dan Ariyanti Yuni.2014. Analisis Neraca Perdagangan Migas dan Non Migas Indonesia Terhadap Volatitas Cadangan Devisa 2003-2013.Jurnal Ekonomi Pembangunan. Vol.3. No.2.

Sukirno Sadono.2006. Ekonomi Pembangunan.Edisi Kedua, Jakarta: Kencana.

Sukirno, Sadono. 2011. Makro Ekonomi Teori Pengantar. Edisi Ketiga. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sukirno, Sadono. 2002. Ekonomi Pembangunan Proses Masalah dan Dasar Kebijaksanaan. Jakarta. UI Press.

Susanto, EKo, .2016. Kebijakan Ekspor Dalam Rangka Meningkatkan Peran Ekonomi.

http://ekosusantose-mm.blogspot.co.id/2016/11/makalah-kebijakan-ekspor-dalam-rangka.html. Diakses tanggal 1 November 2016.

Susanti Eva. 2008. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia. [Tesis]. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Program Studi Magister Ilmu Ekonomi

Tandjung, Marolop. 2010.Aspek dan Produser Ekspor-Impor. Jakarta: Salemba Empat. Hal 269.

Wijaya, Faried. 1997. Seri Pengantar Ekonometrika. BPFE-UGM. Yogyakarta.