TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Poduk Domestik Bruto
2.1.4. Variabel-variabel Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
Menurut Robiepiyan (2013) didalam ekonomi makro terdapat variable-variabel yang dapat mempengaruhi perekonomian suatu Negara, seperti ;
1. Investasi
Investasi adalah kemampuan menambah atau menciptakan nilai.
2. Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional adalah jumlah yang diterima oleh seluruh rumah tangga (RTK) disuatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.
3. Ekspor & Impor.
Ekspor adalah kegiatan perseorangan atau badan hukum yang menjual barang atau jasa keluar negeri.
4. Pengeluaran Pemerintah
Pengeluaran pemerintah adalah anggaran dana yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk keperluan negara ataupun daerah. Adapun APBN dibedakan menjadi dua yaitu pengeluaran untuk belanja dan pengeluaran untuk pembiayaan.Contohnya anggaran pembangunan infrasntruktur.
2.1.5. Perhitungan Tingkat Pertumbuhan Ekonomi
Fluktuasi pertumbuhan ekonomi secara riil dari tahun ketahun tercermin dalam nilai Produk Domestik Bruto (PDB).PDB yaitu jumlah barang dan jasa yang dihasilkan sektor-sektor produksi yang menghasilkan nilai tambah dalam jangka waktu satu tahun.
Perubahan PDB akan menggambarkan perubahan kualitas barang dan jasa yang diperoleh. Selain PDB, dalam suatu negara juga dikenal ukuran Produk Nasional Bruto (PNB) adalah jumlah barang yang dihasilkan oleh warga negara Indonesia atau yang berada di luar negeri. Serta, Pendapatan Nasional/Nasional Income (PN) adalah pendapatan neto terhadap luar negeri atas faktor produksi dikurangi dengan penyusutan dan dikurangi dengan pajak tak langsung.
Menurut Pratama dkk (2008) cara menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi jika selang waktu pertumbuhan hanya satu periode, dengan menggunakan nilai riil adalah:
Gt =
...(2.1) Dimana:
Gt = Pertumbuhan ekonomi periode t (triwulan atau tahunan)
PDBt = Produk Domestik Bruto Riil periode t (berdasarkan harga konstan) PDBt-1 = PDB riil satu periode sebelumnya
Jika interval waktu lebih dari satu periode, maka perhitungan pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan dengan menggunakan persamaan eksponensial:
PDBt = PDB0 (1+r)t...(2.2) Dimana:
PDB riilt = Produk Domestik Bruto riil periode t (berdasarkan harga konstan) PDB riil0 = PDB riil satu periode 0 awal atau sebelumnya
r = tingkat pertumbuhan t = jarak periode
Tiga cara metode perhitungan pendapatan nasional, masing-masing metode (pendekatan) melihat pendapatan nasional dari sudut pandang yang berbeda yaitu:
a) Metode Output (Output Approach) atau Metode Produksi
Metode ini menghitung PDB dengan cara menjumlahkan nilai tambah (value added) masing masing sektor. Yang dimaksud nilai tambah adalah selisih antara nilai output dengan nilai input antara. (NT = NO-NI), dimana NT tersebut nilai tambah, NO adalah nilai output, dan NI adalah nilai input antara.
Dari persamaan dapat dikatakan bahwah proses produksi merupakan proses menciptakan atau meningkatkan nilai tambah. Aktivitas produksi yang baik adalah aktivitas yang menghasilkan NT > 0. Dengan demikian besarnya PDB adalah PDB
= ∑ , dimana i tersebut sektor produksi ke 1,2,3,...,n.
b) Metode Pendapatan (Income Approach)
Metode ini menghitung PDB dengan memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa atas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Hubungan antara tingkat output dengan faktor-faktor produksi yang digunakan digambarakan dalam fungsi produksi sederhana Q = f(L,K,U,E), dimana Q adalah output, L adalah tenaga kerja, K adalah modal, U adalah uang/financial, dan E adalah Kemampuan intrepreneur atau kewirausahaan.
Balas jasa untuk tenaga kerja adalah upah atau gaji.Untuk barang modal adalah sewa.Untuk pemilik uang/aset financial adalah pendapatan bunga.Sedangkan untuk pengusaha adalah keuntungan. Total balas jasa keseluruhan faktor produksi disebut Pendapatan Nasional (PN). (PN = w + i + r+ ), dimana w tersebut upah/gaji (wages/salery), i adalah pendapatan bunga (interest), r adalah pendapatan sewa (rent) dan adalah keuntungan (profit).
c) Metode Pengeluaran (Expenditure Approach)
Menurut metode pengeluaran, nilai PDB merupakan nilai total pengeluaran dalam perekonomian selama periode tertentu. Menurut metode ini ada beberapa jenis pengeluaran agregat dalam suatu perekonomian:
1) Konsumsi Rumah Tangga (Household Consumption)
Pengeluaran rumah tangga dipakai untuk konsumsi akhir, baik barang dan jasa yang habis dipakai dalam tempo setahun atau kurang (durable goods) maupun barang yang dipakai lebih dari setahun/barang tahan lama (non-durable goods).
2) Konsumsi Pemerintah (Government Consumption)
Pengeluaran pemerintah yang digunakan untuk membeli barang dan jasa akhir (government expenditure).
3) Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (Investment Expenditure) Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) merupakan pengeluaran sektor usaha.Pengeluaran ini dilakukan untuk memelihara dan memperbaiki kemampuan meningkatkan nilai tambah. Barang-barang modal tersebut merupakan output baru, karena itu harus dilakukan perhitungan PDB.
4) Ekspor Neto (Net Export)
Yang dimaksud dengan ekspor bersih adalah selisih antara nilai ekspor dengan impor.Ekspor neto yang positif menunjukan bahwah ekspor lebih besar dari pada impor.Begitujuga sebaliknya.Perhitungan ekspor neto dilakukan bila perekonomian melakukan transaksi dengan perekonomian lain (dunia).
Nilai PDB berdasarkan metode pengeluaran adalah nilai total lima jenis pengeluaran tersebut:
PDB = C + G+I + (X-M)………...………….……….(2.3) dimana:
C = Konsumsi rumah tangga G = Pengeluaran pemerintah
I = Pembentukan Modal Domestik Bruto X = Ekspor
M = Impor
Yang dihitung hanyalah nilai transaksi-transaksi barang jadi saja, untuk menghindari adanya perhitungan ganda.
2.2. Industri
Menurut Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, Industri adalah seluruh bentuk kegiatan ekonomi yang mengolah bahan baku dan/atau memanfaatkan sumber daya industri sehingga menghasilkan barang yang mempunyai nilai tambah atau manfaat lebih tinggi, termasuk jasa industri. Jadi, bisa kita simpulkan bawah industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Seperti industri; pupuk, tambang minyak, dan lain-lainnya.Pertumbuhan ekonomi negara Indonesia sebagian besarnya bergantung terhadap ekspor sektor industry dan juga permintaan dalam negeri (Alam, 2011).
Industri memiliki dua arti.Pertama, industri dapat berarti himpunan perusahaan sejenis.Kedua, industri dapat pula merujuk ke suatu sektor ekonomi yang di dalamnya terdapat kegiatan produktif yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau barang setengah jadi (Dumairy, 2000 dalam Cahyani,
2014).Dalam istilah ekonomi, industri juga mempunyai dua pengertian yaitu pengertian secara luas dan pengertian secara sempit, dalam pengertian secara luas, industri mencakup semua usaha dan kegiatan di bidang ekonomi yang bersifat produktif, sedangkan pengertian secara sempit, industri adalah suatu kegiatan yang mengubah suatu barang jadi atau barang setengah jadi Arifatul (2013).
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) industri adalah suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah barang jadi nilainya dan barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih.Menurut Arsyad Industri mempunyai dua pengaruh yang penting dalam setiap program pembangunan.Pertama, dalam model dua sektornya Lewis, produktivitas yang lebih besar dalam industri merupakan kunci untuk meningkatkan pendapatan perkapita.Kedua, industri pengolahan (manufacturing) memberikan kemungkinan-kemungkinan yang lebih besar bagi industri substitusi impor (ISI) untuk lebih efisien dan meningkatkan ekspor daripada hanya berkutat pada pasar
“primer” Arifatul (2013).