TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Poduk Domestik Bruto
2.1.1. Pengertian Pertumbuhan Ekonomi
Suatu perekonomian dikatakan baik pada saat pendapatan semakin besar setiap tahunnya sehingga menggambarkan prestasi ekonomi yang baik.Dimana terjadinya perubahan kondisi perekonomian negara secara berkesinambungan. Pertumbuhan ekonomi merupakan sebagai proses kenaikan kapasitas produk suatu perekonomian yang mendorong terjadinya kenaikan pendapatan nasional.
Menurut Purba dkk (2012) Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator lainnya bagi kemajuan ekonomi yang dicapai Indonesia. Data yang digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi adalah tingkat atau laju pertumbuhan PDB Samuelson (2002), PDB adalah jumlah output total yang dihasilkan dalam batas wilayah suatu negara dalam satu tahun. PDB mengukur nilai barang dan jasa yang di produksi di wilayah suatu negara tanpa membedakan kewarganegaraan pada suatu periode waktu tertentu. Dengan demikian warga negara yang bekerja di negara lain, pendapatannya tidak dimasukkan ke dalam PDB. Sebagai gambaran PDB Indonesia baik oleh warga negara Indonesia (WNI) maupun warga negara asing (WNA) yang ada di Indonesia tetapi tidak diikuti sertakan produk WNI di luar negeri (Herlambang, 2001).
Sukirno (2002) mendefinisikan PDB sebagai nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksi oleh faktor-faktor produksi milik warga negara tersebut dan warga negara asing.Sedangkan Wijaya (1997) menyatakan bahwa PDB adalah nilai uang berdasarkan harga pasar dari semua barang-barang dan jasa-jasa yang diproduksi oleh suatu perekonomian dalam suatu periode waktu tertentu biasanya satu tahun.Secara umum PDB dapat diartikan sebagai nilai akhir barang-barang dan jasa yang diproduksi di
Pertumbuhan ekonomi berarti perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah dan kemakmuran masyarakat meningkat. Menurut (Purba, dkk, 2012) angka PDB dapat dihitung dengan tiga macam pendekatan, yaitu (1) pendekatan produksi, (2) pendekatan pengeluaran dan (3) pendekatan pendapatan.
Pertumbuhan ekonomi juga dapat menggambarkan ukuran keberhasilan pembangunan ekonomi di tengah-tengah kehidupan masyarakat.Pertumbuhan ekonomi harus stabil dan terjadinya pemerataan pembangunan.Sebab pembangunan yang merata menjadi distribusi peningkatan pendapatan masyarakat sehinga berdampak positif pada daya beli masyarakat. Pendapatan naik akan mengakibatkan kenaikan daya beli masyarakat dan menjadi suntikan utama dalam peningkatan pendapatan domestik bruto.
Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output per kapita dalam jangka panjang (Boediono, 1999). Nah, kemampuan menciptakan output disebabkan karena faktor-faktor produksi yang akan selalu mengalami pertambahan dalam jumlah dan kualitas. Oleh sebab itu pertumbuhan harus menjadi pendorong pembangunan dan hasilnya dapat menjadi distribusi secara merata maka daerah-daerah yang miskin, tertinggal, dan tidak produktif menjadi produktif yang akan berdampak positif pada percepatan pertumbuhan ekonomi sendiri.
2.1.2. Teori Pertumbuhan Ekonomi 2.1.2.1. Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik
Tokoh yang mengembangkan teori pertumbuhan ekonomi klasik yaitu Adam Smith dan David Ricardo. Menurut Arsyad (1999), dalam Rizky (2016) Adam Smith merupakan orang yang pertama membahas pertumbuhan ekonomi secara sistematis.
Adam Smith mengemukakan tentang proses pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang secara sistematis serta aspek utama pertumbuhan ekonomi yaitu pertumbuhan
output total dan pertumbuhan penduduk dalam bukunya An Inquiry Into the Nature and Causes of The Wealth of Nations (1976).
Menurut Suparmoko (2002), dalam Rizky (2016), Adam Smith dalam perkembangan ekonomi diperlukan adanya spesialisasi dan pembagian kerja.
Spesialisasi dan pembagian kerja ini bisa menghasilkan output, karena dapat meningkatkan ketrampilan dan kemampuan setiap pekerja dalam bidangnya.
Pembagian kerja dapat mengurangi waktu yang hilang pada saat peralihan macam pekerjaan, serta mendorong ditemukannya alat-alat atau mesin-mesin baru yang akhirnya mempercepat dan meningkatkan produksi. Adanya pembagian kerja juga harus diseimbangi dengan akumulasi modal yang berasal dari dana tabungan.
Disamping itu, perluasan juga perlu dilakukan agar dapat menampung hasil produksi.Perluasan pasar juga dapat dilakukan dengan perdagangan internasional. Hal ini akan menambah luasnya pasar, sehingga pasar akan terdiri dari pasar dalam negeri dan pasar luar negeri. Jika perluasan pasar, akumulasi modal dan pembagian kerja telah mencukupi hal ini akan menaikkan tingkat produktivitas tenaga kerja. Kenaikan produktivitas ini akan menaikkan penghasilan nasional. Jika penghasilan nasional meningkat maka kesejahteraan juga meningkat hal ini menyebabkan pertambahan jumlah penduduk.
David Ricardo juga menjadi pemikir yang paling menonjol dalam aliran Klasik. Teori yang dikembangkan Ricardo dalam bukunya The Principles of Political Economy and Taxation yang diterbitkan pada tahun 1917 menyangkutempat kelompok permasalahan sebagai berikut (Arsyad 1999, dalam Rizky 2016):
1) Teori tentang nilai dan harga barang.
2) Teori tentang distribusi pendapatan sebagai pembagian hasil dari seluruh produksi dan disajikan dalam bentuk teori upah, teori sewa tanah, teori bunga dan laba.
3) Teori tentang perdagangan internasional.
4) Teori tentang akumulasi dan pertumbuhan ekonomi.
2.1.2.2. Teori Pertumbuhan Ekonomi Harrod-Domar
Teori pertumbuhan Harrod-Domar ini dikembangkan oleh dua ekonom yaitu Evsey Domar dan R.F. Harrod.Domar. Harror mengemukakan teorinya tersebut pertama kali pada tahun 1947 dalam jurnal A American Economic Review, sedangkan Harrod telah mengemukakannya pada tahun 1939 dalam EconomicJournal. Menurut Sukirno (2006) , teori pertumbuhan ekonomi Harrod-Domarbertujuan untuk menerangkan syarat-syarat yang harus dipenuhi supaya suatu perekonomian dapat mencapai pertumbuhan dalam jangka panjang. Dengan menggunakan pemisalan-pemisalan seperti barang modal telah mencapai kapasitas penuh, tabungan adalah proposional dengan pendapatan nasional, rasio modal-produksi (capital-output ratio) tetap nilainya, dan perekonomian terdiri dari dua sektor.
Menurut Jhingan (2003), Harrod dan Domar memberikan peranan kunci kepada investasi di dalam proses pertumbuhan ekonomi. Pertama menciptakan pendapatan sebagai dampak permintaan, dan memperbesar kapasitas produksi perekonomian dengan cara meningkatkan stok modal sebagai dampak penawaran.
Karena itu, selama investasi tetap berlangsung, pendapatan nyata dan output akan senantiasa membesar. Namun demikian untuk mempertahankan tingkatekuilibrium pendapatan pada pekerjaan penuh dari tahun ke tahun, baik pendapatan nyata maupun output tersebut keduanya harus meningkat dalam laju yang sama pada saat kapasitas produktif modal meningkat.
Dalam teori Harrod-Domar, untuk menumbuhkan suatu perekonomian diperlukan pembentukan modal sebagai tambahan stok modal. Pembentukan modal tersebut dipandang sebagai pengeluaran yang akan menambah kesanggupan suatu perekonomian untuk menghasilkan barang-barang maupun sebagai pengeluaran yang
akan menambah permintaan efektif seluruh masyarakat. Inti dari teori Harrod-Domar yaitu, setiap perekonomian dapat menyisihkan suatu proporsi tertentu dari pendapatan nasionalnya jika hanya untuk menganti barang-barang modal (gedung, peralatan, material) yang rusak. Namun demikian untuk menumbuhkan perekonomian tersebut, diperlukan investasi-investasi baru sebagai stok penambah modal (Todaro 2006, dalam Rizky dkk 2016).
2.1.3. Masa Pertumbuhan Ekonomi