BAB III METODE PENELITIAN
3.11 Teknik Analisis Data
3.11.1 Analisis Regresi Linear Sederhana
Analisis kuantitatif dengan metode statistik yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana. Analisis regresi sederhana adalah suatu analisis yang mengukur pengaruh anatar variabel bebas dan variabel terikat (Siregar,2016:379).
Metode analisis regresi linear sederhana ini dilakukan dengan bantuan program SPSS yang merupakan salah satu paket program komputer yang digunakan dalam mengelola data statistik.
Persamaan regresi linear sederhana yaitu sebagai berikut:
Y = a + bX Dimana :
a = π΄π΄π΄π΄π΄π΄ππ2βπ΄π΄πππ΄π΄πππ΄π΄ ππβππ2β(π΄π΄ππ2)
b = πππ΄π΄πππ΄π΄ βπ΄π΄πππ΄π΄π΄π΄ πππ΄π΄ππ2β (π΄π΄ππ2)
Keterangan : X = Variabel bebas Y = Variabel Terikat
a = Konstanta (Nilai Y apabila X =0)
b = Konefisien regresi (Nilai peningkatan maupun penurunan) 3.11.2 Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini diuji dengan regeresi linear sederhana. Adapun cara yang digunakan untuk menganalisis yaitu:
1. Uji Signifikan Parsial (Uji - t)
Uji t dalam regresi linier sederhana digunakan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Sujarweni, 2015:54).
Kriteria pengembangan keputusan adalah:
a. Ho diterima Jika t hitung < t tabel pada Ξ± = 0.05 b. Ha diterima jika thitung > ttabel pada Ξ± = 0.05 2. Koefisien Determinasi (R2)
Analisis R2 (R Square) atau koefisisen determinasi digunakan untuk mengetahui seberapa besar presentase sumbangan pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen (Sujarweni, 2015:53). Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat.
Sebaliknya, jika R2 semakin kecil (mendekati nol) maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat (Y) semakin kecil, hal ini berarti model yang digunakan tidak kuat.
BAB IV
HASIL PENELITIAN
4.1 Gambaran Umum Toko Kue Medan Napoleon 4.1.1 Sejarah Singkat Toko Kue Medan Napoleon
Medan Napoleon adalah kombinasi dari Napoleon cake asal perancis dan bolu gulung khas medan, Medan Napoleon sendiri adalah puff pastry yang berisi aneka rasa, ditambahi selai home made dari chef pastry, dan di balut dengan soft cake. Medan Napoleon merupakan oleh-oleh paten kota medan, yang halal dan
kekinian dari Irwansyah yang menjadi sebuah altermatif oleh-oleh yang bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat. Irwansyah menjelaskan asal muasal ide untuk membuka outlet oleh-oleh bernama Medan Napoleon ini. Beliau menjelaskan bahwa dia sangat suka sekali dengan duriaan. Medan Napoleon terletak di Jln.
K.H Wahid Hasyim No. 46/35 kel. Sei Babura, Medan Baru, Sumatera Utara dan didirikan pada tangal 18 september 2016.
4.1.2 Logo Toko Kue Medan Napoleon Gambar 4.1
Logo Toko Kue Medan Napoleon
Sumber: Medannapoleon.com, 2017
4.1.3 Jenis Produk Toko Kue Medan Napoleon Produk Medan Napoleon ada 7 macam rasa kue yaitu:
Tabel 4.1
Daftar Menu Medan Napoleon
No Daftar Menu Daftar Harga
1. Napoleon Extra Cheese Rp. 75.000,- 2. Napoleon Caramel Rp. 55.000,- 3. Napoleon Durian Rp. 65.000,- 4. Napoleon Green Chocolate Rp. 75.000,- 5. Napoleon Cheesse Rp. 65.000,- 6. Napoleon Green Tea Rp. 65.000,- 7. Napoleon Velvet Rp. 75.000,- Sumber: Medan Napoleon, 2017
4.2 Penyajian Data
Setelah dilakukan penelitian dan pengumpulan data di lapangan melalui penyebaran kuesioner maka diperoleh data dari responden mengenai pengaruh word of mouth Communication terhadap keputusan pembelian produk di toko kue
Medan Napoleon pada konsumen Medan Napoleon. Adapun penyajian data terbagi menjadi dua, yaitu pertama berisikan deskripsi data identitas responden dengan tujuan mengetahui spesifikasi yang dimiliki oleh responden. Kemudian yang kedua, berisikan deskripsi data variabel penelitian yang bertujuan untuk menjawab masalah penelitian.
4.2.1 Deskripsi Data Identitas Responden
Kuesioner telah disebarkan kepada 100 orang responden terpilih yang mengetahui mengenai pengaruh word of mouth Communication terhadap keputusan pembelian produk di toko kue Medan Napoleon pada konsumen Medan
1. Jenis Kelamin
Berikut ini adalah data mengenai mayoritas jenis kelamin yang menjadi responden dalam penelitian ini :
Tabel 4.2 Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah konsumen Persentase (%)
Pria 26 26.0
Wanita 74 74.0
Total 100 100.0
Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2017
Dari tabel 4.2 dapat diketahui bahwa mayoritas responden pada penelitian ini berjenis kelamin perempuan yaitu sebanyak 74 responden (74%). Dari hasil analisa peneliti menyimpulkan bahwa hal ini terjadi karena perempuan lebih responsif terhadap informasi.
2. Usia
Berikut ini adalah data usia konsumen Medan Napoleon.
Tabel 4.3 Usia
Usia Jumlah Konsumen Persentase (%)
17-22 Tahun 70 70.0
23-28 Tahun 20 20.0
29-34 Tahun 5 5.0
>35 Tahun 5 5.0
Total 100 100.0
Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2017
Bedasarkan tabel 4.3 diketahui bahwa respnden yang melakukan keputusan pembelian pada produk toko kue Medan Napoleon mayoritas berusia 17-22 tahun sebesar 70 responden (70%).
3. Pekerjaan
Berikut ini adalah data mengenai Status pembeli / konsumen Medan Napoleon.
Tabel 4.4 Pekerjaan
Pekerjaan Jumlah Konsumen Persentase (%)
pegawai negeri 9 9.0
Wiraswasta/Pedagang 13 13.0
Pegawai Swasta 6 6.0
Pelajar/Mahasiswa 70 70.0
Lainya 2 2.0
Total 100 100.0
Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2017
Berdasarkan tabel 4.4 diketahui bahwa respnden yang melakukan keputusan pembelian pada produk toko kue Medan Napoleon mayoritas pekerjaannya adalah pelajar/mahasiswa sebesar 70 responden atau (70%).
4. Pendapatan/penghasilan tiap bulan
Berikut ini adalah data mengenai pendapatan/penggaasilan tiap bulan.
Tabel 4.5
Pendapatan / Penghasilan Tiap Bulan Pendapatan / Penghasilan Tiap
Bulan Jumlah Konsumen Persentase (%)
<Rp 500.000 36 36.0
Rp 501.000-Rp 1.000.000 21 21.0
Rp 1.00.1.000-Rp1.500.000 6 6.0
Rp 1.501.000-Rp 2.000.000 8 8.0
>Rp 2.000.000 29 29.0
Total 100 100
Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2017
Berdasarkan tabel 4.5 diketahui bahwa mayoritas responden (36%) yang membeli produk toko kue Medan Napoleon adalah responden yang berpengasilan
<Rp 500.000.
5. Sumber Informasi
Berikut ini adalah data mengenai pemberi rekomendasi tentang toko kue Medan Napoleon.
Tabel 4.6 Sumber Informasi
Sumber Informasi Jumlah Konsumen Persentase (%)
Teman/Rekan Kerja 55 55.0
Pacar 11 11.0
Keluarga 30 30.0
Lainnya 4 4.0
Total 100 100.0
Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2017
Tabel 4.6 menunjukkan bahwa pihak yang paling banyak merekomendasikan toko kue Medan Napoleon adalah Teman/Rekan Kerja 55%.
Dari analisa peneliti, hal ini terjadi karenalingkungan yang memberikan pengaruh niat beli seseorang salah satunya merupakan lingkungan pertemanan seseorang.
4.2.2 Distribusi Jawaban Responden Penelitian
4.2.2.1 Distribusi Jawaban Responden Penelitian Variabel WOM (X1)
Menurut Hussein Umar (1996), analisa dilakukan dengan menggunakan nilai indeks yaitu dengan menentukan nilai besarnya kelas sebagai berikut :
Nilai maksimum : 5 Nilai minimum : 1
Rentang skala : 5
5β1= 0.8 Kategori :
1. 1.80 = sangat rendah/sangat buruk 2. 1.81 β 2.60 = rendah/buruk
3. 2.61 β 3.40 = sedang/cukup 4. 3.41 β 4.20 = baik/tinggi
5. 4.21β 5.00 = sangat baik/sangat tinggi Tabel 4.7
Hasil Distribusi Jawaban Responden Penelitian Variabel WOM (X1)
Instrumen
Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2017 Tabel Lanjutan 4.7
Instrumen
1. Tabel 4.7 menunjukkan bahwa pernyataan βMengetahui tentang Toko Kue Medan Napoleon karena banyak mendengar informasi yang dibicarakan oleh orang-orang di sekitar saya tentang usaha tersebut.β menunjukkan bahwa responden menjawab sangat setuju sebanyak 32%, setuju sebanyak 52% dan netral sebanyak 12%. Dan rata-rata nilai berjumlah 4,11 menunjukkan bahwa pernyataan memiliki nilai indeks yang tinggi.
2. Tabel 4.7 menunjukkan bahwa pernyataan βToko Kue Medan Napoleon sering dibicarakan karena pemiliknya adalah Irwansyah yang merupakan seorang artis.β menunjukkan bahwa responden menjawab sangat setuju sebanyak 31%, setuju sebanyak 57% dan netral sebanyak 11%. Dan rata-rata nilai berjumlah 4,18 menunjukkan bahwa pernyataan memiliki nilai indeks yang tinggi.
3. Tabel 4.7 menunjukkan bahwa pernyataan βToko Kue Medan Napoleon sering diperbincangkan karena toko kue tersebut selalu ramai dan pengunjung yang rela mengantri untuk membeli produk toko kue Medan Napoleon.β
menunjukkan bahwa responden menjawab sangat setuju sebanyak 38%, setuju sebanyak 50% dan netral sebanyak 11%. Dan rata-rata nilai berjumlah 4,25 menunjukkan bahwa pernyataan memiliki nilai indeks yang sangat tinggi.
4. Tabel 4.7 menunjukkan bahwa pernyataan βMendapatkan rekomendasi dari orang lain untuk membeli produk di Medan Napoleon karena rasa yang bervariatif dibandingkan dengan toko kue lainnya.β menunjukkan bahwa responden menjawab sangat setuju sebanyak 42%, setuju sebanyak 43% dan
netral sebanyak 14%. Dan rata-rata nilai berjumlah 4,26 menunjukkan bahwa pernyataan memiliki nilai indeks yang sangat tinggi.
5. Tabel 4.7 menunjukkan bahwa pernyataan βPernah direkomendasikan untuk membeli produk kue Medan Napoleon karena pelayanan yang baik yang diberikan oleh pegawai Medan Napoleon.β menunjukkan bahwa responden menjawab sangat setuju sebanyak 24%, setuju sebanyak 32% dan netral sebanyak 29%. Dan rata-rata nilai berjumlah 3,64 menunjukkan bahwa pernyataan memiliki nilai indeks yang tinggi.
6. Tabel 4.7 menunjukkan bahwa pernyataan βPernah direkomendasikan untuk membeli produk kue Medan Napoleon sebagai oleh-oleh khas Medan.β
Menunjukkan bahwa responden menjawab sangat setuju sebanyak 33%, setuju sebanyak 45% dan netral sebanyak 17%. Dan rata-rata nilai berjumlah 4,06 menunjukkan bahwa pernyataan memiliki nilai indeks yang tinggi.
7. Tabel 4.7 menunjukkan bahwa pernyataan βSeorang yang mendorong saya untuk membeli produk kue Medan Napoleon, datang bersama saya mengunjungin toko tersebut.β menunjukkan bahwa responden menjawab sangat setuju sebanyak 20%, setuju sebanyak 46% dan netral sebanyak 23%.
Dan rata-rata nilai berjumlah 3,73 menunjukkan bahwa pernyataan memiliki nilai indeks yang tinggi.
8. Tabel 4.7 menunjukkan bahwa pernyataan βDidorong orang-orang di sekeliling saya untuk membeli produk kue Medan Napoleon karena produk kue Medan Napoleon.β menunjukkan bahwa responden menjawab sangat setuju sebanyak 6%, setuju sebanyak 50% dan netral sebanyak 30%. Dan
rata-rata nilai berjumlah 3,48 menunjukkan bahwa pernyataan memiliki nilai indeks yang tinggi.
4.2.2.2 Distribusi Jawaban Responden Penelitian Variabel Keputusan Pembelian (Y)
Tabel 4.8
Hasil Distribusi Jawaban Responden Penelitian Variabel Keputusan Pembelian (Y)
Tabel Lanjutan 4.8
Tabel Lanjutan 4.8
Sumber : Sumber : Hasil Pengolahan Data, 2017
1. Tabel 4.8 menunjukkan bahwa pernyataan ββToko kue Medan Napoleon menawarkan cita rasa yang baru di bandingkan dengan toko kue sejenisnya.
ββ. Menunjukkan bahwa responden menjawab sangat setuju sebanyak 31%, setuju sebanyak 52% dan netral sebanyak 13%.Dan rata-rata nilai berjumlah 4,09 menunjukkan bahwa pernyataan memiliki nilai indeks yang tinggi.
2. Tabel 4.8 menunjukkan bahwa pernyataan ββ Variasi produk kue yang dijual di Medan Napoleon sangat sesuai dengan selera saya.ββ menunjukkan bahwa responden menjawab sangat setuju sebanyak 31%, setuju sebanyak 57% dan netral sebanyak 11%. Dan rata-rata nilai berjumlah 4,18 menunjukkan bahwa pernyataan memiliki nilai indeks yang tinggi.
3. Tabel 4.8 menunjukkan bahwa pernyataan ββ Mencari informasi tentang produk yang ditawarkan oleh Medan Napoleon dari orang lain yang sudah pernah mebeli di toko kue tersebut.ββ menunjukkan bahwa responden menjawab sangat setuju sebanyak 40%, setuju sebanyak 48% dan netral sebanyak 11%. Dan rata-rata nilai berjumlah 4,27 menunjukkan bahwa pernyataan memiliki nilai indeks yang sangat tinggi.
4. Tabel 4.8 menunjukkan bahwa pernyataan ββ Selalu mencari informasi tentang toko kue Medan Napoleon terbaru oleh media sosial atau pun bentuk promosi lainnya.ββ menunjukkan bahwa responden menjawab sangat setuju sebanyak 28%, setuju sebanyak 46% dan netral sebanyak 19%. Dan rata-rata nilai berjumlah 3,68 menunjukkan bahwa pernyataan memiliki nilai indeks yang tinggi.
5. Tabel 4.8 menunjukkan bahwa pernyataan ββ Membandingkan produk Medan Napoleon dengan toko kue sejenis lainnya ββmenunjukkan bahwa responden menjawab sangat setuju sebanyak 28%, setuju sebanyak 46% dan netral sebanyak 19%. Dan rata-rata nilai berjumlah 3,95 menunjukkan bahwa pernyataan memiliki nilai indeks yang tinggi.
6. Tabel 4.8 menunjukkan bahwa pernyataan ββ Memutuskan mebeli produk kue Medan Napoleon karena sering mendengar pembicaraan tentang toko kue tersebut.ββmenunjukkan bahwa responden menjawab sangat setuju sebanyak 22%, setuju sebanyak 47% dan netral sebanyak 24%. Dan rata-rata nilai berjumlah 3,83 menunjukkan bahwa pernyataan memiliki nilai indeks yang tinggi.
7. Tabel 4.8 menunjukkan bahwa pernyataan ββ Memutuskan membeli produk kue Medan Napoleon karena ingin mencoba rasa yang di tawarkan toko kue tersebut.ββmenunjukkan bahwa responden menjawab sangat setuju sebanyak 18%, setuju sebanyak 28% dan netral sebanyak 43%. Dan rata-rata nilai berjumlah 3,52 menunjukkan bahwa pernyataan memiliki nilai indeks yang tinggi.
8. Tabel 4.8 menunjukkan bahwa pernyataan ββ Membeli produk Kue Medan Napoleon setelah melakukan evaluasi dengan usaha kue lainnya ββ
menunjukkan bahwa responden menjawab sangat setuju sebanyak 23%, setuju sebanyak 51% dan netral sebanyak 21%.Dan rata-rata nilai berjumlah 3,92 menunjukkan bahwa pernyataan memiliki nilai indeks yang tinggi.
9. Tabel 4.8 menunjukkan bahwa pernyataan ββ Bersedia melakukan pembelian kembali produk Kue di Medan Napoleonββ menunjukkan bahwa
responden menjawab sangat setuju sebanyak 33%, setuju sebanyak 41% dan netral sebanyak 21%. Dan rata-rata nilai berjumlah 4,01 menunjukkan bahwa pernyataan memiliki nilai indeks yang tinggi.
10. Tabel 4.8 menunjukkan bahwa pernyataan ββAkan merekomendasikan tentang Medan Napoleon kepada orang lain ββmenunjukkan bahwa responden menjawab sangat setuju sebanyak 16%, setuju sebanyak 49% dan netralsebanyak 31%. Dan rata-rata nilai berjumlah 3,77 menunjukkan bahwa pernyataan memiliki nilai indeks yang tinggi.
4.3 Uji Instrumen Pernyataan Penelitian 4.3.1 Uji Validitas
Menurut Sugiyono (2012:172), Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan kevalidan atau kesahihan suatu instrument. Sebuah instrument dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan serta mampu mengungkapkan data dari variabel yang diteliti secara tepat. Bila rhitung> rtabel, maka pernyataan dikatakan valid. Sebaliknya,bila rhitung < rtabel, maka pernyataan dikatakan tidak valid. Dalam penelitian ini, uji validitas dilakukan untuk menguji data yang valid atau tidak valid setelah menggunakan alat kuesioner. Pengujian
validitas dalam penelitian ini dilaksanakan pada pelanggan Toko Kue Medan Napoleon dengan jumlah 30 orang (diluar sampel penelitian). Berikut ini adalah hasil uji Validitas dari setiap instrument peryataan dengan nilai r tabel (pada Ξ± 0.05) adalah 0.374:
Tabel 4.9 Hasil Uji Validitas
Sumber: Hasil Olahan Data SPSS (2017)
Berdasarkan pengujian validitas diatas maka dapat disimpulkan bahwa seluruh istrumen pernyataan dari setiap variabel penelitian ini dapat dikatakan valid karena nilai r hitung > r tabel.
4.3.2 Uji Reabilitas
Tujuan pengujian reabilitas adalah untuk melihat apakah instrument penelitian merupakan instrument yang handal dan dapat dipercaya (Juliandi, 2013:83). Suatu instrument dikatakan reliabel apabila instrument tersebut digunakan untuk subjek yang sama, dalam waktu dan kondisi yang berbeda, tetap
No Corrected Item-Total Correlation(r hitung)
Keterangan WOM Keputusan Pembelian
1 0,598 0,537 Valid
2 0,532 0,624 Valid
3 0,571 0,712 Valid
4 0,557 0,643 Valid
5 0,478 0,418 Valid
6 0,565 0,573 Valid
7 0,668 0,547 Valid
8 0,769 0,699 Valid
9 - 0,579 Valid
10 - 0,505 Valid
menunjukkan hasil yang sama. Bila alpha cronbach > 0.60, maka kuesioner dinyatakan reliabel.Sebaliknya, bila alpha cronbach <0.60, maka kuesioner dinyatakan tidak reliabel. Uji Validitas dan reliabilitas ini diukur dengan menggunakan bantuan aplikasi Software SPSS. Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini dilaksanakan pada 30 orang konsumen (diluar sampel penelitian) di Toko Kue Medan Napoleon.
Tabel 4.10 Hasil Uji Reliabilitas
No Cronbachβs Alpha (r hitung) Keterangan WOM Keputusan Pembelian
1 0,849 0,863 Reliabel
Sumber: Hasil Olahan Data SPSS (2017)
Berdasarkan tabel pengujian reliabilitas maka dapat disimpulkan bahwa seluruh variabel dapat dikatakan reliabel karena nilai cronbach alpha (pada setiap variabel penelitian) > 0.60.
4.4 Pengujian Asumsi Klasik Pengujian Normalitas
Tujuan uji normalitas adalah ingin menguji apakah dalam model regresi distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal. Untuk melihat normalitas adalah dengan melihat pengujian Kolmogoronov Smirnov grafik histogram, dan grafik normal p-p plot.
1. Pengujian Normalitas Histogram Gambar 4.2
Hasil Uji Normalitas Histogram
Sumber: Hasil Olahan Data SPSS (2017)
Pada gambar 4.2 diperoleh infromasi bahwa kurva melengkung secara semupurna dan membentuk lonceng dan tidak secara dominan melengkung ke kanan ataupun kekiri. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan distribusi data bernilai normal.
2. Uji Normalitas P-P Plot
Gambar 4.3
Hasil Uji Normalitas P-P Plot
Sumber: Hasil Olahan Data SPSS (2017)
Pada gambar 4.3 diperoleh informasi bahwa pola lingkaran mengikuti garis diagonal dan tidak menjauhi garis diagonal. Sehingga berdasarkan hasil tersebut maka data berdistribusi secara normal
3. Pengujian Normalitas Kolmogoronov Smirnov Tabel 4.11
Hasil Uji Normalitas Kolmogoronov Smirnov
Unstandardized Residual
N 100
Normal Parametersa,b
Mean ,0000000
Positive ,068
Negative -,054
Kolmogorov-Smirnov Z ,677
Asymp. Sig. (2-tailed) ,749
Sumber: Hasil Olahan Data SPSS (2017)
Pada tabel 4.11 maka dapat diperoleh informasi bahwa nilai Asymp. Sig (2-tailed) Unstandardrized Residual bernilai 0.749 > 0.05. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa distribusi data penelitian dapat diasumsikan bernilai normal.
4.5 Analisa Data
4.5.1 Analisis Regresi Linear Sederhana Tabel 4. 12
Hasil Analisis Regresi Linear Sederhana Model Unstandardize
Sumber: Hasil Olahan Data SPSS (2017)
Pada tabel 4. 12 diatas maka dapat dirumuskan persamaan regresi sebagai berikut:
Y= 14.984 + 0.764
Berdasarkan hasil tersebut maka dapat diartikan sebagai berikut:
1. Nilai variabel Keputusan Pembelian Konsumen saat variabel WOMC bernilai constant adalah senilai 14.984.
2. Jika Variabel WOMC ditingkatkan sebanyak 1 kali/100% maka akan memiliki nilai pengaruh sebesar 0.764 terhadap Keputusan Pembelian Konsumen di Toko Kue Medan Napoleon.
Berdasarkan hasil uji regresi linear sederhana maka dapat diperoleh hasil bahwa Word Of Mouth Communication (WOMC) memiliki pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian konsumen, selain itu juga berdasarkan hasil tersebut juga dapat diperleh informasi bahwa Word Of Mouth Communication (WOMC) mampu meningkatkan tingkat keputusan pembelian konsumen di Toko Kue Medan Napoleon.
4.5.2 Uji Signifikansi Parsial (Uji-t)
Tabel 4.13
Hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji-t) Model Unstandardize
Sumber: Hasil Olahan Data SPSS (2017) Nilai ttabel diperoleh dengan cara:
Derajat bebas = n β k = 100 β 2 = 98
Uji thitung dilakukan adalah uji dua, maka ttabel yang diperoleh adalah pada alpha 5% adalah 1,984. Berdasarkan tabel diatas diperoleh data sebagai berikut :
Nilai thitung untuk mental berwirausaha sebesar 11.978 dibandingkan dengan nilai ttabel 1,984 atau sig t untuk variabel WOMC 0.00 lebih kecil dari alpha 0.05. dari hasil tersebut maka diperoleh kesimpulan bahwa WOMC memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian Konsumen. Berdasarkan hasil tersebut maka hipotesis alternatif (Ha) dalam penelitian ini diterima.
4.5.3 Uji Koefisien Determinasi
Tabel 4.14
Hasil Uji Koefisien Determinasi M
Change Statistics Durbin
Sumber: Hasil Olahan Data SPSS (2017)
Berdasarkan Tabel 4.14 di atas diperoleh nilai koefisien determinasi yaitu R Square sebesar 0.594. Hasil tersebut menunjukan bahwa variabel WOMC mempengaruhi variabel Keputusan Pembelian sebesar 59.4%. sedangkan sisanya 40.6% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini seperti: strategi pemasaran, kualitas pelayanan, store atmosphere, Brand Ambassador dan lain sebagainya.
4.6 Pembahasan
Pada beberapa tahun belakangan ini, banyak bermunculan variasi bisnis atau usaha baru dengan tingkat kreatifitas dan inovasi tinggi. Hal tersebut terjadi cenderung dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi dan perubahan pola pikir dari setiap pemilik usaha atau bisnis. Beberapa usaha yang menjadi trend ditahun 2016 yaitu: Bisnis Online (Start-up), Bisnis Kuliner, bisnis Tour dan Travel online, Bisnis Asuransi, dan Bisnis Fashion, dan lain sebagainya. Dimana
setiap bisnis tersebut dapat digolongkan atas empat golongan usaha yang meliputi: Usaha Besar, Usaha Menengah, Usaha Kecil, dan Usaha Mikro (Shindi, 2016).
Bisnis kuliner merupakan bisnis yang sangat berkembang di Indonesia.Munculnya berbagai produk makanan yang baru, didukung adanya jargon wisata kuliner, dan trend mengkonsumsi berbagai variasi produk usaha
kuliner. Hal tersebut telah menjadi bukti bahwa bisnis kuliner memiliki tingkat potensial usaha yang sangat tinggi. Secara makro, bisnis kuliner melalui sub-industri restoran atau rumah makan di Indonesia memiliki kontribusi sebesar 2 (dua) persen terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia (PDB), dimana kontribusi tersebut hampir sama dengan kontribusi dari industri pengolahan minyak dan gas terhadap PDB Indonesia. Selain itu konstibusi industri kuliner terhadap PDB mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dari tahun 2012 β 2015 jumlah usaha kuliner di Kota Medan terus meningkat hingga mencapai 55 β 60 % dari jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kota Medan. (Sumber : Badan Pusat Statistik, 2016).
Kota Medan merupakan salah satu dari beberapa kota di Indonesia yang terkenal dengan variasi bisnis kuliner yang sangat banyak, hal tersebut dapat dibuktikan dengan banyaknya muncul cafe, restoran, dan rumah makan yang menawarkan variasi makanan dan tema bisnis dan usaha yang kreatif dan inovatif dan cenderung menampilkan kekhasan dari kota Medan salah satunya adalah Toko Kue Medan Napoleon.
Dewasa ini setiap kegiatan usaha dituntut dapat terus berkembang untuk menghadapi setiap peluang dan ancaman yang bersumber dari persaingan antar satu bisnis dengan bisnis yang lainnya. Dalam menghadapi persaingan tersebut, suatu usaha atau bisnis diharuskan memiliki strategi yang tepat, sehingga dapat membantu usaha tersebut untuk terus bertahan dan memiliki keunggulan bersaing dibandingkan dengan usaha atau bisnis lainnya sehingga usaha tersebut mampu untuk terus bertahan dalam persaingan dengan usaha lain. WOM merupakan salah satu dari komunikasi pemasaran yang mampu membantu perusahaan untuk meningkatkan jumlah konsumen.Word of mouth communication sendiri sangat berperan penting bagi para pengusaha untuk memasarkan setiap produk yang mereka jual kepada setiap calon konsumennya. Oleh karena itu saat melaksanakan kegiatan WOMC, umumnya setiap pengusaha berusaha untuk menciptakan citra produk dan usaha yang baik kepada setiap calon konsumen, sehingga calon konsumen akan tertarik untuk memutuskan pembelian terhadap produk yang ditawarkan oleh suatu usaha.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti, khususnya dari hasil kuesioner diperoleh informasi bahwa konsumen yang melaksanakan pembelian di Toko Kue Medan Napoleon diakibatkan oleh WOMC, hal tersebut
dapat dibuktikan dengan respon positif setiap responden atau konsumen terhadap pernyataan tentang WOMC. Hasil tersebut juga didukung dengan hasil dari uji analisis regresi linear sederhana yang menghasilkan bahwa variabel WOMC mampu meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Hasil pengujian signifikansi parsial juga menunjukan bahwa variabel WOMC mampu mempengaruhi keputusan pembelian konsumen secara positif dan signifikan.
Hasil pengujian lainnya (koefisien determinasi) menunjukan bahwa variabel WOMC mampu mempengaruhi keputusan pembelian konsumen sebesar 59,4%.
Berdasarkan seluruh pengujian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa strategi WOMC yang dilaksanakan oleh manajemen Toko Kue Medan Napoleon sangat efektif dan efisien dalam meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Hasil penelitian ini selaras dengan penelitian dari Doanta Samuel Manurung (2016) dengan judul penelitian βAnalisis peranan Word of mouth Marketing communication terhadap keputusan pembelian konsumen (studi pada Grand Kupie
Uleekareng dan Gayo Medan)β, dimana hasil penelitian-nya adalah Word of mouth memiliki pengaruh yanhg positif dan signifikan terhadap keputusan
pembelian konsumen pada Grand Keude Kupie ulee kareng dan Gayo Medan.
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti bahwa Word Of Mouth Communication (WOMC) berpengaruh positif dan signifikan terhadap
keputusan pembelian produk di Toko Kue Medan Napoleon dengan t hitung > t tabel (11,978 > 1,984) dengan tingkat signifikan (0,000 < 0,05) dan Word Of Mouth Communication mempengaruhi keputusan pembelian produk toko kue Medan Napoleon sebesar 59,4 % hal ini diperkuat dengan jawaban responden
keputusan pembelian produk di Toko Kue Medan Napoleon dengan t hitung > t tabel (11,978 > 1,984) dengan tingkat signifikan (0,000 < 0,05) dan Word Of Mouth Communication mempengaruhi keputusan pembelian produk toko kue Medan Napoleon sebesar 59,4 % hal ini diperkuat dengan jawaban responden