• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Penelitian

4.1.5. Analisis regresi linier berganda

4.1.5.1. Hasil persamaan regresi. Pengujian hipotesis menyatakan bahwa faktor internal yang terdiri dari motivasi (X1), persepsi (X2), sikap (X3) dan eksternal yang terdiri dari kelas sosial (X4), kelompok referensi (X5), keluarga (X6) berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan nasabah perempuan

faktor-faktor internal dan eksternal tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan nasabah perempuan KPUM Sumut Sejahtera. Dengan kata lain, semakin tinggi dan semakin baik faktor-faktor internal dan eksternal, maka akan semakin baik pula tingkat keputusan nasabah perempuan menjadi debitur KPUM Sumut Sejahtera.

Tabel 4.16. Hasil koefisien regresi

Variabel Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta (Constant) 2.243 .706 3.176 .002 Motivasi (X1) .009 .029 .014 .299 .765 Persepsi (X2) .015 .032 .023 .482 .630 Sikap (X3) .216 .038 .323 5.710 .000 KelasSosial (X4) .077 .030 .107 2.530 .012 KelReferensi (X5) .171 .044 .214 3.836 .000 Keluarga (X6) .144 .034 .222 4.271 .000

a. Dependent Variable: Keputusan

Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel 4.16, maka persamaan regresi linear berganda dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Y= 2.243 + 0.009 X1 + 0.015 X2 + 0.216 X3 + 0.077 X4 + 0.171 X5 + 0.144 X6 + e

Pada persamaan tersebut dapat dilihat bahwa faktor internal yang terdiri dari motivasi (X1), persepsi (X2), sikap (X3) dan eksternal yang terdiri dari kelas sosial (X4), kelompok referensi (X5), keluarga (X6) memiliki nilai besaran koefisien regresi positif yang membuktikan kontribusinya terhadap keputusan (Y).

Sejahtera dapat dipengaruhi oleh karakteristik dari faktor internal seperti motivasi (X1), persepsi (X2), sikap (X3), dan karakteristik dari faktor eksternal seperti kelas sosial (X4), kelompok referensi (X5), keluarga (X6). Semakin tinggi dan semakin baik faktor-faktor internal dan eksternal, maka akan semakin baik pula tingkat keputusan nasabah perempuan menjadi debitur KPUM Sumut Sejahtera.

4.1.5.2. Analisis koefisien determinasi (R2). Koefisien determinasi (R2) dari hasil analisis regresi dapat dilihat pada Tabel 4.17.

Tabel 4.17. Hasil koefisien determinasi

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .762a .581 .574 .95923

a. Predictors: (Constant), Keluarga, Motivasi, KelasSosial, Persepsi, KelReferensi, Sikap

b. Dependent Variable: Keputusan

Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel 4.17 (model summary) diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar sebesar 0.581. Hal ini menunjukkan bahwa 58,1% kemampuan variabel bebas dari faktor internal yang terdiri dari motivasi (X1), persepsi (X2), sikap (X3) dan eksternal yang terdiri dari kelas sosial (X4), kelompok referensi (X5), keluarga (X6) mampu menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel keputusan nasabah perempuan (Y) menjadi debitur KPUM Sumut Sejahtera. Sedangkan sisanya sebesar 41,9 merupakan pengaruh dari variabel bebas lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini seperti: budaya, kepribadian dan pengalaman belajar.

4.1.5.3. Pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis dilakukan secara serempak (simultan/bersmaa-sama) dan secara parsial. Pengaruh variabel bebas (independen) terhadap variabel terikat (dependen) diuji dengan tingkat kepercayaan 95% atau α = 0,05.

1. Uji Serempak (Uji F)

Uji serempak (Uji F) bertujuan untuk membuktikan pengujian apakah secara serempak, variabel bebas yaitu faktor internal yang terdiri dari motivasi (X1), persepsi (X2), sikap (X3) dan eksternal yang terdiri dari kelas sosial (X4), kelompok referensi (X5), keluarga (X6) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel keputusan nasabah perempuan (Y) menjadi debitur KPUM Sumut Sejahtera. Untuk menguji hipotesis ini digunakan statistik F dengan kriteria pengambilan keputusan jika nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel , maka H0

ditolak dan H1 diterima.

Pengaruh secara serempak variabel motivasi, persepsi, sikap, kelas sosial, kelompok referensi dan keluarga terhadap keputusan nasabah perempuan dapat dilihat pada Tabel 4.18.

Tabel 4.18. Hasil uji F Model

Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 450.294 6 75.049 81.564 .000a

Residual 324.806 353 .920

Total 775.100 359

a. Predictors: (Constant), Keluarga, Motivasi, KelasSosial, Persepsi, KelReferensi, Sikap

b. Dependent Variable: Keputusan

Berdasarkan Tabel 4.18 diperoleh hasil Fhitung (81,564). Dengan menggunakan tingkat kepercayaan (confidence interval) 95% atau α = 0,05, maka tabel distribusi F diperoleh 2,19. Dengan demikian, Fhitung (81,564) > Ftabel (2,19), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, secara serempak faktor internal yang terdiri dari motivasi (X1), persepsi (X2), sikap (X3) dan eksternal yang terdiri dari kelas sosial (X4), kelompok referensi (X5), keluarga (X6) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel keputusan nasabah perempuan (Y) menjadi debitur KPUM Sumut Sejahtera.

Pada Tabel 4.18 di atas terlihat nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari α = 0,05, sehingga keputusan yang diambil adalah H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti semua variabel bebas yakni faktor internal yang terdiri dari motivasi, persepsi, sikap, dan eksternal yang terdiri dari kelas sosial, kelompok referensi, keluarga, mempunyai pengaruh yang signifikan secara serempak terhadap variabel terikat yakni keputusan nasabah perempuan. Dapat juga dikatakan bahwa variabel bebas yakni faktor internal yang terdiri dari motivasi, persepsi, sikap, dan eksternal yang terdiri dari kelas sosial, kelompok referensi, keluarga mampu menjelaskan keputusan nasabah perempuan.

Hasil penelitian sesuai dengan pendapat Kotler dan Ketler (2007:235) yang menyebutkan, proses pembelian dimulai ketika pembeli (dalam hal ini nasabah perempuan) mengenali masalah atau kebutuhan. Kebutuhan tersebut dapat dicetuskan oleh rangsangan internal dan eksternal.

Konsumen yang terangsang kebutuhannya akan terdorong untuk mencari informasi yang lebih banyak. Pencarian informasi mulai dilakukan ketika konsumen memandang bahwa kebutuhan tersebut bisa dipenuhi dengan membeli

dan mengkonsumsi suatu produk. Konsumen akan mencari informasi yang tersimpan di dalam ingatannya (pencarian internal) dan mencari informasi dari luar (pencarian eksternal). Setelah pencarian informasi dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah evaluasi alternatif. Evaluasi alternatif adalah proses mengevaluasi pilihan produk dan merek dan memilihnya sesuai dengan yang diinginkan konsumen. Pada proses evaluasi alternatif, konsumen membandingkan berbagai pilihan yang dapat memecahkan masalah yang dihadapinya.

Menurut Mowen dan Minor dalam Sumarwan (2004:301), pada tahap evaluasi alternatif konsumen membentuk kepercayaan, sikap dan intensitasnya mengenai alternatif produk yang dipertimbangkan tersebut. Proses evaluasi alternatif dan proses pembentukan kepercayaan dan sikap adalah proses yang sangat terkait erat.

2. Uji Parsial (Uji t)

Uji parsial (Uji t) bertujuan untuk mengetahui pengaruh variabel-variabel bebas yaitu faktor internal yang terdiri dari motivasi (X1), persepsi (X2), sikap (X3) dan eksternal yang terdiri dari kelas sosial (X4), kelompok referensi (X5), keluarga (X6) secara individual mempengaruhi variabel terikat yakni keputusan nasabah perempuan (Y) menjadi debitur KPUM Sumut Sejahtera. Nilai t tabel

dalam penelitian ini adalah 1,984 (dengan melihat t tabel pada tingkat signifikansi 0,05).

Pengujian hipotesis dilakukan dengan membandingkan antara nilai t hitung

atau H1 diterima. Jika t hitung < dari t tabel, maka H0 diterima atau H1 ditolak. Hasil pengujian hipotesis secara parsial dapat dilihat pada Tabel 4.19.

Tabel 4.19. Hasil uji parsial (uji t)

Variabel Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta (Constant) 2.243 .706 3.176 .002 Motivasi (X1) .009 .029 .014 .299 .765 Persepsi (X2) .015 .032 .023 .482 .630 Sikap (X3) .216 .038 .323 5.710 .000 KelasSosial (X4) .077 .030 .107 2.530 .012 KelReferensi (X5) .171 .044 .214 3.836 .000 Keluarga (X6) .144 .034 .222 4.271 .000

a. Dependent Variable: Keputusan

Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel 4.19, diperoleh data uji parsial sebagai berikut:

1. Nilai thitung untuk variabel motivasi adalah 0,299 lebih kecil dibandingkan dengan ttabel 1,984 atau nilai signifikansi 0,765 lebih besar dari alpha (0,05). Berdasarkan hasil tersebut, maka keputusannya adalah H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti, variabel motivasi secara parsial berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap keputusan nasabah perempuan menjadi debitur KPUM Sumut Sejahtera.

2. Nilai thitung untuk variabel persepsi adalah 0.482 lebih kecil dibandingkan dengan ttabel 1,984 atau nilai signifikansi 0,630 lebih besar dari alpha (0,05). Berdasarkan hasil tersebut, maka keputusannya adalah H0 diterima dan H1 ditolak. Hal ini berarti, variabel persepsi secara parsial berpengaruh

positif tetapi tidak signifikan terhadap keputusan nasabah perempuan menjadi debitur KPUM Sumut Sejahtera.

3. Nilai thitung untuk variabel sikap adalah 5.710 lebih besar dibandingkan dengan ttabel 1,984 atau nilai signifikansi 0,000 lebih kecil dari alpha (0,05). Berdasarkan hasil tersebut, maka keputusannya adalah H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti, variabel sikap secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan nasabah perempuan menjadi debitur KPUM Sumut Sejahtera.

4. Nilai thitung untuk variabel kelas sosial adalah 2.530 lebih besar dibandingkan dengan ttabel 1,984 atau nilai signifikansi 0.012 lebih kecil dari alpha (0,05). Berdasarkan hasil tersebut, maka keputusannya adalah H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti, variabel kelas sosial secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan nasabah perempuan menjadi debitur KPUM Sumut Sejahtera.

5. Nilai thitung untuk variabel kelompok referensi adalah 3.836 lebih besar dibandingkan dengan ttabel 1,984 atau nilai signifikansi 0.000 lebih kecil dari alpha (0,05). Berdasarkan hasil tersebut, maka keputusannya adalah H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti, variabel kelompok referensi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap keputusan nasabah perempuan menjadi debitur KPUM Sumut Sejahtera.

6. Nilai thitung untuk variabel keluarga adalah 4.271lebih besar dibandingkan dengan ttabel 1,984 atau nilai signifikansi 0.000lebih kecil dari alpha (0,05). Berdasarkan hasil tersebut, maka keputusannya adalah H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini berarti, variabel keluarga secara parsial berpengaruh

signifikan terhadap keputusan nasabah perempuan menjadi debitur KPUM Sumut Sejahtera.

4.2. Pembahasan