BAB IV TEMUAN DAN ANALISIS DATA
C. Analisis Sosiocultural Practice
Analisis situasional mencoba melihat kondisi atau suasana khas apa yang terjadi saat teks diproduksi. Ketika pemberitaan ini muncul, sebelumnya telah terjadi serangan Paris pada bulan November 2015 dan Penembakan di San Bernardino, California pada awal Desember 2015. Isu mengenai aksi terorisme banyak bermunculan karena akibat adanya serangan itu. Dan keduanya diduga kelompok ISIS yang melakukannya. Ditambah peristiwa serangan Paris menjadi perhatian publik karena terjadi dibeberapa lokasi yang ada di Perancis dan korban yang berjatuhan cukup banyak. Media mengangkat isu dari kejadian ini sebagai aksi serangan terorisme.
Dan dengan adanya peristiwa itu, Obama mengambil tindakan dengan membuat pernyataan melalui pidatonya di gedung putih. Dan isi dari pidato Obama pun disebarluaskan oleh media, salah satunya Antaranews.com.
35
Wawancara dengan Herlambang Priambodo, Sales Force Development Manager, via email pada 21 Juli 2016.
Pemberitaan kebijakan Obama tentang ISIS itu dikarenakan adanya peristiwa itu. Terlebih warga AS sangat khawatir dan ketakutan akibat penembakan di San Bernardino, California. Obama pun mencoba meredakan kegelisahan warga nya dengan mengeluarkan pernyataan berjanji akan mengahancurkan ISIS. ISIS menjadi sasaran target melalui pemberitaan di media
Antaranews.com bahwa pelaku penembakan San Bernardino ini diduga
teradikalisasi oleh ISIS, bukan bagian resmi dari ISIS.
Ini kemudian yang menjadikan berita mengenai Obama akan membunuh ISIS menjadi suatu hal yang wajar bagi masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan citra ISIS yang terbentuk melalui media negatif. Serangan teror dan penembakan yang dibangun oleh media, ada hubungannya dengan ISIS. Media barat sampai kepada media di Indonesia salah satunya Antaranews.com memberitakan pelaku penembakan di San Bernardino, California telah terpengaruh ISIS. Ini didasarkan pada akun Facebook pelaku yang menyiratkan ketertarikannya pada aksi ISIS. Namun itu hanya pernyataan dari Biro Investigasi Federal (FBI) yang dikutip media dan tidak disertai bukti nyatanya. b. Institusional
Dalam hal ekonomi, pengiklan di Antaranews.com ingin citranya baik di mata pembaca. Dengan beralasan telah bekerjasama dengan Antaranews.com beberapa pengiklan ada yang mencoba untuk dapat mempengaruhi isi pemberitaan. Namun itu hal yang wajar bila dilakukan oleh para pengiklan, tetapi semua keputusan terhadap isi pemberitaan ada pada redaksi
Antaranews.com.
“Rata-rata ada aja yang minta misal, ada kasus apa terus request supaya tidak diberitakan buruk sehingga citranya baik. Tapi tetap kebijakan
redaksi kami. Ada juga sih beberapa kali, tapi saya kira wajar sih. Misalnya kok ada berita ini sih, kan kita udah kerjasama, itu menyikapinya dengan berita itu kan tidak ada dikolom Anda, kan di kerjasamanya begitu.”36
Pengiklan di Antaranews.com rata-rata pemerintah, salah satu kementerian perdagangan. Pengiklan lebih ingin diberitakan yang baik-baik saja. Antaranews.com dapat memenuhi keinginan pengiklan dengan cara beritanya itu masuk pada kolom-kolom yang sesuai dengan lembaga itu.
“Jadi kalau kementrian-kementrian biasa minta promote aja, kabar-kabar baik aja. Kalau kami menyikapinya, misal kementerian perdagangan, ya kami masukin kabar baiknya di info perdagangan. Tetapi kalau ada kritik dari asosiasi misal terhadap kinerja kementrian perdagangan, kami masukinnya lewat berita. Kalau mereka melarang kami, bahwa berita itu tidak boleh muncul, itu tidak bisa.”37
Antaranews.com juga tetap memberitakan kritikan terhadap suatu lembaga
meskipun lembaga itu telah bekerjasama sebagai pengiklan. Antaranews.com memasukan kritikan itu pada isi pemberitaan. Pengiklan pun memiliki pengaruh pada isi pemberitaan Antaranews.com. Jika pengiklan tidak ingin suatu informasi yang berhubungan dengannya di jadikan berita tidak bisa.
“Misalnya pengiklan yang punya produk sabun cuci jadi dia bilang “ah saya engga mau iklanin banner produk saya, engga ada yang baca sekarang, tolong bikini ini dong artikel tentang sabun cuci yang baik, sehat sama pentingnya menjaga lingkungan dari sabun cuci, oke kami bikinin ” tetapi itu udah termasuk pada konten komersial jadi dibawahnya kami kasih keterangan advertorial. Jadi biar pembaca tau bahwa ini promoted artikel, bukan redaksi independen.”38
Antaranews.com memiliki kebijakan khusus untuk mengatasi pengiklan yang
memiliki permintaan. Antaranews.com menyikapinya dengan membentuk
36
Wawancara dengan Aditia Maruli, Manajer Konten Berita Antaranews.com, pada 3 Agustus 2016 pukul 10.00 WIB di Wisma Antara Lantai 19, Jakarta.
37
Wawancara dengan Aditia Maruli, Manajer Konten Berita Antaranews.com, pada 3 Agustus 2016 pukul 10.00 WIB di Wisma Antara Lantai 19, Jakarta.
38
Wawancara dengan Aditia Maruli, Manajer Konten Berita Antaranews.com, pada 3 Agustus 2016 pukul 10.00 WIB di Wisma Antara Lantai 19, Jakarta.
dalam artikel tapi tidak masuk dalam konten redaksi. Artikel yang ditulis untuk mengiklankan produknya diberi keterangan advertorial. Tujuannya supaya pembaca dapat membedakannya.
Disinggung mengenai pengaruh pihak eksternal kepada Antaranews.com, Adit mengaku bahwa pembaca memiliki pengaruh terhadap berita yang dipublikasikan.
“Kami kan punya sosial media monitor, perbincangan di media sosial itu apa sih. Pembaca punya pengaruh juga untuk Antaranews.com, yang engga menarik pembaca ngapai kami liput. Antaranews.com kan sama kaya dotcom lainya konteksnya bisnis. Jadi gimana caranya kita memancing pembaca. Gimana membuat pembaca tertarik dan gimana membuat pembaca bertahan di situs kami, karena yang kami jual performa kami adalah tingkat kunjungan pembaca dan lamanya pembaca di situ kan.”39
Begitupun dengan isu luar negeri, pada saat terjadi peristiwa besar. Pembaca ingin tahu yang terjadi, Antaranews.com terus mencari informasi-informasi terbaru yang berkaitan dengan peristiwa itu.
“Kaya yang di Perancis itu pembacanya banyak deh, ya kita pantau terus nih ampe kedepannya. Pelakunya ada engga sampe dibahas.”40
Untuk melihat ketertarikan pembaca, Antaranews.com melihat banyaknya pembaca melalui Google analitik. Antaranews.com juga mempertimbangkan isu apa yang saat ini sendang hits dan menjadi trending topic. Media ini mengikuti keinginan pembaca pada satu peristiwa yang besar. Dan pada berita Obama mengenai ISIS, Antaranews.com melihat banyak nya pembaca. Dalam media sudah sulit untuk mengedepankan hal yang seimbang karena banyak faktor yang dapat menyingkirkan ideologi wartawan.
39
Wawancara dengan Aditia Maruli, Manajer Konten Berita Antaranews.com, pada 3 Agustus 2016 pukul 10.00 WIB di Wisma Antara Lantai 19, Jakarta.
40
Wawancara dengan Monalisa, Reporter Antaranews.com, pada 3 Agustus 2016 pukul 13.00 WIB di Wisma Antara Lantai 19, Jakarta.
“Ya pada akhinya ya viewers juga, ada analitiknya juga, ada komentar juga. Kalau Antaranews.com ada pertimbangan hits, trending topic. Ya kaya yang kamu maksud Obama yang kamu sorotin, kok banyak banget sih perkataan Obama yang dikutip di berita di terjemahin di
Antaranews.com. Mungkin pertimbangannya mereka banyak baca.
Makanya kalau sekarang ngomongin objektif itu susah. Udah rancu, udah terlalu banyak faktor gitu. Bahkan faktor hitsnya gitu.”41
Isi berita Antaranews.com lebih banyak mengambil kutipan dari perkataan Obama, karena dipengaruhi oleh google analitik. Banyak yang membaca berita mengenai Obama. Hal ini yang juga mempengaruhi pemilihan berita. Reporter tidak bisa begitu saja memasukan ideologinya. Dan melalui judul berita dapat menarik pembaca sehingga rating pembaca di Antaranews.com tinggi. Dan ini nantinya bisa juga berdampak pada pengiklan yang masuk. Selain sebagai media pemberitaa, Antaranews.com juga tidak luput dari isilah berbisnis.
“Kenapa Obama banyak karena itu mempengaruhi google analitik juga nanti tetapi itu mempengaruhi pemilihan berita. Banyak ideologi yang harus dikorbankan. Judul itu sama aja teaser untuk menarik pembaca.”42
Antaranews.com merupakan lembaga Kantor Berita Nasional, dibawah
naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Pemerintah tidak mempengaruhi isi dalam pemberitaan di Antaranews.com.
“Ga ada, selama ini ga ada pengaruhnya bahkan dari departemen luar negeri juga ga ada. Maksudnya ada arahan gitu? Ga ada itu. Semuanya independen.”43
Namun, pemerintah hanya ingin Antaranews.com lebih banyak memberitakan prestasi pemerintah dibanding kritik terhadap pemerintah. Hal ini dikarenakan Antaranews.com sebagai Kantor Berita Pemerintah Indonesia.
41
Wawancara dengan Monalisa, Reporter Antaranews.com, pada 3 Agustus 2016 pukul 13.00 WIB di Wisma Antara Lantai 19, Jakarta.
42
Wawancara dengan Ida Nurcahyani, Reporter Antaranews.com, pada 3 Agustus 2016 pukul 13.00 WIB di Wisma Antara Lantai 19, Jakarta.
43
Wawancara dengan Aditia Maruli, Manajer Konten Berita Antaranews.com, pada 3 Agustus 2016 pukul 10.00 WIB di Wisma Antara Lantai 19, Jakarta.
Ini menandakan bahwa pengaruh pemerintah dalam pemberitaan itu ada, meskipun tidak banyak atau lebih kepada request dari pemerintah.
“Sebetulnya dari pemerintah secara umum pesannya adalah karena Antara itu kan dibiayain sama pemerintah ya jadi Pak Jokowi secara khusus ngomongnya sih bahwa “saya sih engga minta apa-apa dari
Antaranews.com cuma kalau misalnya ada pemerintah prestasi ya tolong
ditulis.”44
Pada pemberitaan Internasional terutama mengenai Obama terhadap ISIS, tidak ada pengaruh dari pemerintah. Namun yang berpengaruh diluar itu adalah kedutaan besar. Lebih spesifiknya pada kesalahan penggunaan tanda baca.
“Kalau dari berita Internasional tidak pernah ada. Kalau pun ada itu biasanya dari kedutaan-kedutaan. Ada juga sih misalnya kedutaan itu kasih tau misalnya salah namanya bukan ini gitu, ejaan yang bener tuh ini, yaudah kita turutin itu kan typo ya terus ada juga misalnya benderanya bukan itu, itu bendera yang dulu, gambarnya salah tuh bukan itu , yasudah kita turutin.”45
Kedutaan besar seperti Timur Tengah yang pernah keberatan terhadap berita yang disampaikan Antaranews.com. Antaranews.com hanya mengambil satu sumber dari kantor berita luar yang lebih memihak kepada Barat sehingga kedutaan Timur Tengah merasa keberataan, namun kalau sudah dipublikasikan tidak bisa dicabut berita itu.
“Banyak tuh, kedutaan Timur Tengah dengan beberapa negara Timur Tengah. Mereka keberatan akan berita ini. Biasanya itu kasus dalam pemerintahan mereka, Timur Tengah sejak Arab Spring itu kan ya, jadi misalnya kami cuma punya satu korensponden di Timur Tengah di Mesir, jadi hampir semua berita di Timur Tengah itu kita ambil dari kantor berita mitra kami seperti Reuters, AFP. Itu kami terjemahkan dari mereka. Pernah waktu itu, AFP dan Reuters ini sumbernya dari pemberontak, itu yang kami muat kami terjemahin, nah itu yang kedutaan Timur Tengah keberatan. Keberatan atas keterangan yang disampaikan.”46
44
Wawancara dengan Aditia Maruli, Manajer Konten Berita Antaranews.com, pada 3 Agustus 2016 pukul 10.00 WIB di Wisma Antara Lantai 19, Jakarta.
45
Wawancara dengan Aditia Maruli, Manajer Konten Berita Antaranews.com, pada 3 Agustus 2016 pukul 10.00 WIB di Wisma Antara Lantai 19, Jakarta.
46
Wawancara dengan Adit Maruli, Manajer Konten Berita Antaranews.com, pada 3 Agustus 2016 pukul 10.00 WIB di Wisma Antara Lantai 19, Jakarta.
Antaranews.com tidak akan mencabut sebuah berita yang sudah dipublikasikan. Antaranews.com mengambil sumber berita dari kantor luar berdasarkan kecepatan informasi. Antaranews.com memilih sebagai sumber terhadap kantor berita yang cepat mempublikasikan informasinya.
c. Sosial
Pada tingkatan sosial, dapat dilihat dari sistem politik, sistem ekonomi atau sistem budaya masyarakat keseluruhan. Indonesia menganut sistem politik demokrasi. Pers di Indonesia sudah tidak seperti zaman orde baru yang ditekan oleh politik pemerintah. Pers saat ini telah diberi kebebasan dalam memberikan informasi. Begitu juga Antaranews.com tidak ada tekanan dari elite politik yang berkuasa di Indonesia. Namun hanya dari pihak pemerintah saja yang menginginkan apabila ada prestasi yang dilakukan oleh pemerintah bisa untuk diliput dan diberitakan.
“Politik tidak ada. Sebetulnya dari pemerintah secara umum pesannya adalah karena Antaranews.com itu kan dibiayain sama pemerintah ya jadi Pak Jokowi secara khusus ngomongnya sih bahwa “saya sih engga minta apa-apa dari Antaranews.com cuma kalau misalnya ada pemerintah prestasi ya tolong ditulis.”47
Dalam sistem ekonomi, media tidak terlepas dari unsur bisnis demi bertahan di tengah persaingan media lain. Bisnis dan government public
relation menjadi satu kepetingan bagi Antaranews.com. Pengiklan menjadi
menjadi salah satu pemasukan bagi Antaranews.com. Namun iklan yang ditampilkan lebih banyak dari departemen pemerintahan.
“Kalau Antaranews.com itu membawahi 2 kepetingan. Satu sisi kepentingan bisnis, karena kami harus berbisnis. Kepentingan lainnya itu
47
Wawancara dengan Aditia Maruli, Manajer Konten Berita Antaranews.com, pada 3 Agustus 2016 pukul 10.00 WIB di Wisma Antara Lantai 19, Jakarta.
kami sebagai etalase Kantor Berita Antara. Namanya etalase Kantor Berita Antara. Karena Kantor Berita Antara adalah government public
relation, jadi kami juga jadi etalase government public relation. Tetapi
pada saat yang sama kami harus bisa berbisnis. Nah itu yang membedakan kami dengan tempat lain. Pengiklan kami saat ini departemen semua, contohnya info keagamaan, iklan dari departemen agama.”48
Disisi lain, Antaranews.com juga tidak terlepas dari ideologinya lebih berpihak kepada pemerintah. Sehingga isi dari pemberitaan Antaranews.com mengenai pemerintah lebih ditonjolkan yang baik-baik. Pengiklan nya pun sama Antaranews.com lebih memberi ruang bagi departemen pemerintahan dibanding swasta.
“Kalau untuk swasta biasanya per event. Kemarin bea cukai udah ngantri, tetapi belum dimasukin. Kalau swasta ada kegiatan apa, tayang 2 minggu di web kami. Kalau yang kementrian ini langsung setahun menjadi pengiklan di situs kami. Dan tiap hari tayang di situs kami. Jadi memang banyaknya pemerintah.”49
Antaranews.com memiliki kebijakan yang sama dengan Kantor Berita
Antara salah satunya sebagai pemberi informasi mengenai kinerja pemerintahan. Antaranews.com meliput dan memberitakan prestasi kegiatan pemerintah.
“Kalau kebijkan disini sama seperti visinya Kantor Berita Antara. Sekarang itu kami resmiinya sebagai government public relation. Jadi kami mem-promote berita-berita kegiatan pemerintahan, garis besarnya itu. Terus mungkin kalau kritik buat pemerintah, kami kasih kavling kritik yang membangun, jadi kritik tapi harus ada solusinya.”50
Antaranews.com juga tidak hanya memberitakan yang bagus saja,
melainkan tetap juga memberi ruang untuk mengkritik kinerja pemerintah
48
Wawancara dengan Aditia Maruli, Manajer Konten Berita Antaranews.com, pada 3 Agustus 2016 pukul 10.00 WIB di Wisma Antara Lantai 19, Jakarta.
49
Wawancara dengan Aditia Maruli, Manajer Konten Berita Antaranews.com, pada 3 Agustus 2016 pukul 10.00 WIB di Wisma Antara Lantai 19, Jakarta.
50
Wawancara dengan Aditia Maruli, Manajer Konten Berita Antaranews.com, pada 3 Agustus 2016 pukul 10.00 WIB di Wisma Antara Lantai 19, Jakarta.
tetapi kritiknya lebih kepada solusi bukan menjatuhkan dan menyudutkan pemerintah. Antaranews.com dibawah naungan Kantor Berita Antara juga dipengaruhi oleh kepentingan nasional.
Ameika Serikat menganut ideologi demokrasi dan Indonesia juga menjalankan sitem demokrasi. Pengaruh Amerika terhadap negara-negara lain sangat tinggi karena Amerika sebagai negara maju dan diakui sebagai super
power. Indonesia sebagai negara berkembang menjadikan Amerika sebagai
kiblat atau poros kemajuan sebuah negara. Mulai dari sistem demokrasi, kebudayaan, pendidikan, dan militer.