• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Deskipsi Umum Responden Berdasarkan masa kerja

4.1.2. Analisis Statistik Deskriptif

1 < 6 33 33,00

2 5 s.d 10 27 27,00

3 11 s.d 15 13 13,00

4 16 s.d 20 7 7,00

5 > 20 20 20,00

Total 100,00

Berdasarkan Tabel 4.4 di atas dapat dilihat deskripsi umum dari responden berdasarkan masa kerja di perusahaan.

4.1.2 Analisis Statistik Deskriptif

Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan dalam perhitungan statistik deskriptif adalah kepuasan pemasok, transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, kemandirian, kewajaran dan lingkungan. Analisis statistik deskriptif digunakan untuk mengetahui besaran derajat persepsi responden terhadap indikator – indikator variabel penelitian.

Berikut ini merupakan penentuan kelas interval yang diberlakukan untuk semua variabel.

1. nilai terendah skala adalah 1 dan nilai tertinggi skala adalah 5 2. Interval kelas adalah ( 5 – 1 )/ 5 = 0,8

3. Penentuan kelas adalah :

a. Nilai 1,00 – 1,80 = Sangat tidak baik/sangat tidak setuju/sangat tidak puas

b. Nilai 1,81 – 2,60 = Tidak baik/ tidak setuju/tidak puas c. Nilai 2,61 – 3,40 = Kurang baik/ kurang setuju/ kurang puas d. Nilai 3,41 – 4,20 = Baik/ setuju/puas

e. Nilai 4,21 – 5,00 = Sangat baik/ sangat setuju/ sangat puas

Tabel 4.5

Distribusi Jawaban Variabel Transparansi

1. Kemudahan dalam mengakses informasi pengadaan : PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) telah memberikan kemudahan dalam mengakses informasi pengadaan, artinya informasi tentang pengadaan dapat diakses dengan mudah, kapan saja, dan di mana saja oleh pemasok atau mitra perusahaan. Hal tersebut dibuktikan dengan mean (65,0%) pemasok menjawab setuju untuk pernyataan tersebut.

2. Kejelasan informasi pengadaan : Selain memberikan kemudahan dalam mengakses informasi pengadaan, PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) juga telah memberikan informasi yang jelas (detail) mengenai proses pengadaan. Para pemasok atau mitra sangat terbantu dengan tingkat spesifikasi atas informasi pengadaan yang diberikan oleh PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero). Hal tersebut dibuktikan dengan sebagian besar (71,0%) pemasok menjawab setuju untuk pernyataan tersebut.

3. Selalu transparan dalam penyampaian informasi pengadaan: Informasi yang diberikan mengenai pengadaan barang/jasa tidak ditutup-tutupi maknanya adalah siapapun pemasoknya bisa mengakses informasi pengadaan. Informasi

Mean Modus Min Max

f % f % f % f % f % f f f f

(1) Kemudahan dalam mengakses informasi pengadaan

1 1.0 0 0 4 4.0 65 65.0 30 30.0 4.3 4 1 5

(2) Kejelasan informasi

pengadaan 0 0 0 0 7 7.0 71 71.0 22 22.0 4.2 4 3 5

(3) Selalu transparan dalam penyampaian informasi pengadaan

0 0 1 1.0 20 20.0 59 59.0 20 20.0 4.1 4 2 5

Sumber : Data diolah SPSS, 2017 Sangat

Ragu-ragu Setuju Sangat Setuju Tanggapan Responden

yang jelas diberikan kepada seluruh pemasok tanpa terkecuali, sehingga prinsip transparansi ini benar dirasakan oleh pemasok. Hal ini dibuktikan dengan sebagian besar pemasok (59,0%) menjawab setuju untuk pernyataan ini.

Tabel 4.6

Distribusi Jawaban Variabel Akuntabilitas

1. Proses pengadaan oleh Inalum mempunyai fungsi yang jelas : Masing - masing unit atau pun sub unit telah mempunyai fungsi, tugas dan tanggung jawab yang jelas

2. Pertanggungjawaban proses yang jelas: Aktivitas dari Personil pengadaan diwajibkan sesuai dengan job description.

Mean Modus Min Max

f % f % f % f % f % f f f f

(5) Tanggung jawab

yang jelas 0 0 1 1.0 9 9.0 72 72.0 18 18.0 4.1 4 2 5

(7) Terdapat system pengendalian internal yang efektif

0 0 1 1.0 5 5.0 60 60.0 34 34.0 4.3 4 2 5

Sumber : Data diolah SPSS, 2017 Sangat

Ragu-ragu Setuju Sangat Setuju Tanggapan

Responden

3. Proses pengadaan telah dilaksanakan secara efektif: Lead time proses pengadaan yang relatif singkat dan nilai pengadaan yang mendekati harga pasar.

4. Terdapat system pengendalia internal yang efektif: Pengadaan PT Inalum menerapkan sistem pengendalian internal secara berkala dimana dalam setahun dilakukan proses audit oleh Sistem Pengendalian Internal Inalum, disamping itu Inalum juga di awasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

Tabel 4.7

Distribusi Jawaban Pertanggungjawaban

1. Perangkat pengadaan mempunyai tanggung jawab untuk mematuhi hukum dan ketentuan peraturan yang berlaku: PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) telah melakukan tanggung jawabnya untuk taat hukum dengan menghambat praktik-praktik korupsi, kolusi, nepotisme, meningkatkan disiplin anggaran dan mendayagunakan pengawasan. Hal tersebut dibuktikan

Mean Modus Min Max

f % f % f % f % f % f f f f

(8) Perangkat Pengadaan mempunyai tanggung jawab untuk mematuhi hukum dan ketentuan peraturan yang berlaku

0 0 3 3,0 14 14,0 56 56,0 27 27,0 4,1 4 4,0 3,9

(9) Perangkat pengadaan tanggap terhadap umpan balik (feed back) dari pihak pihak yang berkepentingan dan terhadap perubahan dunia usaha

0 0 3 3,0 17 17,0 55 55,0 25 25,0 2 4 2 2

(10) Perusahaan peduli terhadap

Ragu-ragu Setuju Sangat Setuju

Sumber : Data diolah SPSS, 2017

Sangat Tidak Setuju

2. Perangkat pengadaan tanggap terhadap umpan balik (feed back ) dari pihak-pihak yang berkepentingan dan terhadap perubahan-perubahan dunia usaha: : Inalum sangat terbuka terhadap masukan dari pemasok dengan membuka kotak pos, Whistle Blower sebagai contoh perkembangan pengadaan melalui system e-proc yang lebih efisien dan keluhan pemasok lainnya terkait pembayaran, pelayanan dan sebagainya.

3. Perusahaan perduli terhadap lingkungan/masyarakat sekitar perusahaan:

Untuk pengadaan yang sederhana lebih mengutamakan Pemasok di sekitar lokasi perusahaan dengan tetap memenuhi prinsip GCG

Tabel 4.8

Distribusi Jawaban Kemandirian

1. Proses pengadaan tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu: Pelaku pengadaan berjalan tanpa adanya campur tangan atau tekanan dari pihak manajemen ataupun pihak lain yang berkepentingan. Pemasok merasa puas dengan netralnya proses pengadaan yang dibuktikan dengan nilai mean 4,0 2. Menghindari terjadinya dominasi dari pihak mana pun: : Tidak ada pemasok

yang mendominasi pengadaan di Inalum, karena pemasok di bedakan kategorinya menjadi pemasok barang atau jasa, dimana masing-masing

Mean Modus Min Max

f % f % f % f % f % f f f f

(11) Proses pengadaan tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu

0 0 0 0 15 15 66 66 19 19 4 4 3 5

(12) Menghindari terjadinya dominasi

dari pihak mana pun 0 0 3 3 19 19 56 56 27 22 3,9 4 2 5

(13) Melaksanakan fungsi sesuai dengan peraturan perundang-undangan

0 0 3 3 14 14 61 61 22 22 4 4 2 5

(14) Tidak saling mendominasi antara

satu pihak dengan yang lain 0 0 1 1 9 9 66 66 24 24 4,1 4 2 5

Sangat Setuju

Sumber : Data diolah SPSS, 2017

Sangat

pemasok tersebut hanya bisa ikut dlm kategorinya saja. Disamping kategori barang atau jasa, masih di bagi lagi menjadi bidang contohnya barang mekanikal, elektrikal, barang umum, jasa mekanikal, jasa sipil dan bidang lainnya.

3. Melaksanakan fungsi sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan: Fungsi pengadaan telah dijalankan sesuai dengan aturan yang ada terutama dengan SK Direksi Pengadaan

4. Tidak saling mendominasi antara satu dengan yang lain: Tidak adanya dominasi antara satu dengan lain.

Tabel 4.9

Distribusi Jawaban Kewajaran

1. Pemasok diperlakukan secara adil dan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku: Proses pengadaan pada prinsipnya melaui proses pelelangan, mendapat kesempatan yang sama untuk diundang mengikuti proses pelelangan, pemasok mendapatkan evaluasi kinerjanya setiap tahun.

2. Melaksanakan tugasnya secara profesional: Melaksanakan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab, kehati-hatian serta bebas dari konflik kepentingan;

Mean Modus Min Max

f % f % f % f % f % f f f f

(15) Pemasok diperlakukan secara adil dan

berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku

0 0 2 2,0 16 16,0 63 63,0 19 19,0 4,0 4 2 5

(16) Melaksanakan Tugasnya

Secara Profesional 0 0 3 3,0 29 29,0 52 52,0 15 15,0 3,8 4 2 5 (17) Departemen Pengadaan

memberikan Kesempatan Kepada pemasok Untuk Memberikan Masukan Bagi Kepentingan Inalum

0 0 1 1,0 6 6,0 74 74,0 19 19,0 4,1 4 2 5

Sumber : Data diolah SPSS, 2017

Sangat

Ragu-ragu Setuju Sangat Setuju Tanggapan Responden

Melaksanakan tugas secara tertib, disertai rasa tanggung jawab untuk mencapai sasaran kelancaran dan ketepatan tercapainya tujuan pengadaan Barang/Jasa; Bekerja secara profesional dan mandiri atas dasar kejujuran, serta menjaga kerahasiaan dokumen pengadaan Barang/Jasa yang seharusnya dirahasiakan untuk mencegah terjadinya penyimpangan proses pengadaan Barang/Jasa

3. Departemen pengadaan memberikan kesempatan kepada pemasok untuk memberikan masukan bagi kepentingan Inalum: Inalum menerima segala bentuk kritik dan saran dari pihak pemasok, dalam hal ini Inalum terbuka untuk menerima dan melaksanakan saran dari pihak pemasok yang dianggap menjadikan Inalum lebih baik. Hal tersebut dibuktikan dengan sebagian besar (52,0%) pemasok menjawab setuju.

Tabel 4.10

Distribusi Jawaban Faktor Lingkungan menguatkan pengawas GCG terhadap Kepuasan Pemasok

Mean Modus Min Max

f % f % f % f % f % f f f f

(18) Proses pengadaan PT Inalum sudah mewakili peraturan yang berlaku

0 0 1 1 10 10 73 73 16 16 4 4 2 5

(19) PT Inalum mengikuti prinsip GCG dalam proses pengadaan

0 0 2 2 11 11 69 69 18 18 4 4 2 5

(20) Praktek GCG di

Inalum sudah baik 0 0 5 5 22 22 62 62 11 11 3,8 4 2 5

(21) Adanya semangat anti korupsi di dalam pengadaan di PT Inalum

0 0 1 1 13 13 69 69 17 17 4 4 2 5

Sumber : Data diolah SPSS, 2017 Sangat

Ragu-ragu Setuju Sangat Setuju Tanggapan Responden

1. Proses pengadaan PT Inalum sudah mewakili perturan yang berlaku: Aturan yang menjadi acuan adalah Surat Keputusan Direksi Pengadaan terkait pengadan barang dan jasa yang bersumber dari aturan – aturan pemerintah seperti UU BUMN, Peraturan pemerintah terkait penerapan system Manajemen K3, Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-05/MBU/2008 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Badan Usaha Milik Negara

2. PT Inalum mengikuti prinsip GCG dalam proses pengadaan: Tingkat transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, dan kewajaran di Inalum sudah terkategori baik, artinya Inalum sudah menjalankan prinsip-prinsip tersebut dalam proses pengadaan barang atau jasa. Hal tersebut dibuktikan dengan sebagian besar responden (69,0%) menjawab setuju untuk pernyataan tersebut

3. Praktek GCG di Inalum sudah baik: Tidak hanya mengikuti prinsip GCG tetapi pelaksanaan GCG juga telah terlaksanakan dengan baik

4. Adanya semangat anti korupsi di dalam pengadaan di PT Inalum: PT Inalum sudah memiliki semangat anti korupsi dengan cara menghambat praktik-praktik curang seperti korupsi, kolusi dan nepotisme

1. Saya puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh PT Inalum dan mengikuti kontrak pengadaan: Pemasok merasa bahwa PT Inalum sudah merealisasikan apa yang diharapkan pemasok. Harapan para pemasok dengan realita sudah berbanding lurus.

2. Saya akan tetap menjadi mitra PT Inalum dalam pengadaan berikutnya: Pemasok yang sudah mendapatkan tender untuk menjadi mitra PT Inalum, merasa bahwa pelayanan yang diberikan oleh PT Inalum sudah memuaskan sehingga mereka memutuskan untuk tetap menjadi mitra PT Inalum sebagai pemasok barang/jasa.

3. Saya akan merekomendasikan kepada rekan bisnis lain untuk mengikuti pengadaan:

Pemasok yang puas akan pelayanan yang diberikan oleh PT Inalum, menganggap

Mean Modus Min Max

f % f % f % f % f % f f f f

(22) Saya puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh PT Inalum dan mengikuti kontrak pengadaan

0 0 1 1.0 15 15.0 70 70.0 14 14.0 3.9 4 2 5

(23) Saya akan tetap menjadi mitra PT Inalum dalam pengadaan berikutnya

0 0 4 4.0 23 23.0 56 56.0 17 17.0 3.8 4 2 5

(24) Saya akan merekomendasi kepada rekan bisnis lain untuk mengikuti pengadaan

0 0 2 2.0 9 9.0 63 63.0 26 26.0 4.1 4 2 5

Tanggapan Responden

Sumber : Data diolah SPSS, 2017

Sangat

Distribusi Jawaban Variabel Kepuasan Pemasok

menjadi mitra PT Inalum. Harapan pemasok yang sudah menjadi mitra PT Inalum, rekan-rekan mereka yang belum bergabung di Inalum, dapat segera ikut menjadi bagian dari mitra PT Inalum.