BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Uji t- statistic
4.2. Pembahasan Hasil Penelitian
(1) Variabel Transparansi
1. Kemudahan dalam mengakses informasi pengadaan : PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) telah memberikan kemudahan dalam mengakses informasi pengadaan, artinya informasi tentang pengadaan dapat diakses dengan mudah, kapan saja, dan di mana saja oleh pemasok atau mitra perusahaan. Hal tersebut dibuktikan dengan mean (65,0%) pemasok menjawab setuju untuk pernyataan tersebut.
2. Kejelasan informasi pengadaan : Selain memberikan kemudahan dalam mengakses informasi pengadaan, PT
Indonesia Asahan Alumunium (Persero) juga telah memberikan informasi yang jelas (detail) mengenai proses pengadaan. Para pemasok atau mitra sangat terbantu dengan tingkat spesifikasi atas informasi pengadaan yang diberikan oleh PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero). Hal tersebut dibuktikan dengan sebagian besar (71,0%) pemasok menjawab setuju untuk pernyataan tersebut.
3. Selalu transparan dalam penyampaian informasi pengadaan:
Informasi yang diberikan mengenai pengadaan barang/jasa tidak ditutup-tutupi maknanya adalah siapapun pemasoknya bisa mengakses informasi pengadaan. Informasi yang jelas diberikan kepada seluruh pemasok tanpa terkecuali, sehingga prinsip transparansi ini benar dirasakan oleh pemasok. Hal ini dibuktikan dengan sebagian besar pemasok (59,0%) menjawab setuju untuk pernyataan ini.
(2) Variabel Akuntabilitas
1. Proses pengadaan oleh Inalum mempunyai fungsi yang jelas : Masing - masing unit atau pun sub unit telah mempunyai fungsi, tugas dan tanggung jawab yang jelas 2. Pertanggungjawaban proses yang jelas: Aktivitas dari
Personil pengadaan diwajibkan sesuai dengan job descriptionnya.
3. Proses pengadaan telah dilaksanakan secara efektif: Lead time proses pengadaan yang relatif singkat dan nilai pengadaan yang mendekati harga pasar.
4. Terdapat system pengendalia internal yang efektif: Pengadaan PT Inalum menerapkan sistem pengendalian internal secara berkala dimana dalam setahun dilakukan proses audit oleh Sistem Pengendalian Internal Inalum, disamping itu Inalum juga di awasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)
(3) Variabel Pertanggungjawaban
1. Perangkat pengadaan mempunyai tanggung jawab untuk mematuhi hukum dan ketentuan peraturan yang berlaku: PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) telah melakukan tanggung jawabnya untuk taat hukum dengan menghambat praktik-praktik korupsi, kolusi, nepotisme, meningkatkan disiplin anggaran dan mendayagunakan pengawasan. Hal tersebut dibuktikan dengan (56,0%) pemasok menjawab setuju atas pernyataan tersebut.
2. Perangkat pengadaan tanggap terhadap umpan balik (feed back ) dari pihak-pihak yang berkepentingan dan terhadap perubahan-perubahan dunia usaha: : Inalum sangat terbuka terhadap masukan dari pemasok dengan membuka kotak
pos, Whistle Blower sebagai contoh perkembangan pengadaan melalui system e-proc yang lebih efisien dan keluhan pemasok lainnya terkait pembayaran, pelayanan dan sebagainya.
3. Perusahaan perduli terhadap lingkungan/masyarakat sekitar perusahaan: Untuk pengadaan yang sederhana lebih mengutamakan Pemasok di sekitar lokasi perusahaan dengan tetap memenuhi prinsip GCG
4. Variabel Kemandirian
1. Proses pengadaan tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu: Pelaku pengadaan berjalan tanpa adanya campur tangan atau tekanan dari pihak manajemen ataupun pihak lain yang berkepentingan. Pemasok merasa puas dengan netralnya proses pengadaan yang dibuktikan dengan nilai mean 4,0
2. Menghindari terjadinya dominasi dari pihak mana pun:
: Tidak ada pemasok yang mendominasi pengadaan di Inalum, karena pemasok di bedakan kategorinya menjadi pemasok barang atau jasa, dimana masing-masing pemasok tersebut hanya bisa ikut dlm kategorinya saja. Disamping kategori barang atau jasa, masih di bagi lagi menjadi bidang contohnya barang
mekanikal, elektrikal, barang umum, jasa mekanikal, jasa sipil dan bidang lainnya.
3. Melaksanakan fungsi sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan: Fungsi pengadaan telah dijalankan sesuai dengan aturan yang ada terutama dengan SK Direksi Pengadaan
4. Tidak saling mendominasi antara satu dengan yang lain:
Tidak adanya dominasi antara satu dengan lain.
5. Variabel Kewajaran
1. Pemasok diperlakukan secara adil dan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang berlaku: Proses pengadaan pada prinsipnya melaui proses pelelangan, mendapat kesempatan yang sama untuk diundang mengikuti proses pelelangan, pemasok mendapatkan evaluasi kinerjanya setiap tahun.
2. Melaksanakan tugasnya secara profesional:
Melaksanakan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab, kehati-hatian serta bebas dari konflik kepentingan;
Melaksanakan tugas secara tertib, disertai rasa tanggung jawab untuk mencapai sasaran kelancaran dan ketepatan tercapainya tujuan pengadaan Barang/Jasa; Bekerja secara profesional dan mandiri atas dasar kejujuran, serta menjaga kerahasiaan dokumen pengadaan Barang/Jasa
yang seharusnya dirahasiakan untuk mencegah terjadinya penyimpangan proses pengadaan Barang/Jasa 3. Departemen pengadaan memberikan kesempatan kepada
pemasok untuk memberikan masukan bagi kepentingan Inalum: Inalum menerima segala bentuk kritik dan saran dari pihak pemasok, dalam hal ini Inalum terbuka untuk menerima dan melaksanakan saran dari pihak pemasok yang dianggap menjadikan Inalum lebih baik. Hal tersebut dibuktikan dengan sebagian besar (52,0%) pemasok menjawab setuju.
4. Variabel Faktor Lingkungan
1. Proses pengadaan PT Inalum sudah mewakili perturan yang berlaku: Aturan yang menjadi acuan adalah Surat Keputusan Direksi Pengadaan terkait pengadan barang dan jasa yang bersumber dari aturan – aturan pemerintah seperti UU BUMN, Peraturan pemerintah terkait penerapan system Manajemen K3, Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-05/MBU/2008 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa Badan Usaha Milik Negara
2. PT Inalum mengikuti prinsip GCG dalam proses pengadaan: Tingkat transparansi, akuntabilitas, pertanggungjawaban, dan kewajaran di Inalum sudah
terkategori baik, artinya Inalum sudah menjalankan prinsip-prinsip tersebut dalam proses pengadaan barang atau jasa. Hal tersebut dibuktikan dengan sebagian besar responden (69,0%) menjawab setuju untuk pernyataan tersebut
3. Praktek GCG di Inalum sudah baik: Tidak hanya mengikuti prinsip GCG tetapi pelaksanaan GCG juga telah terlaksanakan dengan baik
4. Adanya semangat anti korupsi di dalam pengadaan di PT Inalum: PT Inalum sudah memiliki semangat anti korupsi dengan cara menghambat praktik-praktik curang seperti korupsi, kolusi dan nepotisme
5. Variabel Kepuasan Pemasok
1. Saya puas terhadap pelayanan yang diberikan oleh PT Inalum dan mengikuti kontrak pengadaan: Pemasok merasa bahwa PT Inalum sudah meralisasikan apa yang diharapkan pemasok. Harapan para pemasok dengan realita sudah berbanding lurus.
2. Saya akan tetap menjadi mitra PT Inalum dalam pengadaan berikutnya: Pemasok yang sudah mendapatkan tender untuk menjadi mitra PT Inalum, merasa bahwa pelayanan yang diberikan oleh PT
Inalum sudah memuaskan sehingga mereka memutuskan untuk tetap menjadi mitra PT inalum sebagai pemasok barang/jasa.
3. Saya akan merekomendasi kepada rekan bisnis lain untuk mengikuti pengadaan: Pemasok yang puas akan pelayanan yang diberikan oleh PT Inalum, menganggap bahwa mereka perlu untuk menceritakan hal ini kepada rekan mereka yang belum menjadi mitra PT Inalum.
Harapan pemasok yang sudah menjadi mitra PT Inalum, rekan-rekan mereka yang belum bergabung di Inalum, dapat segera ikut menjadi bagian dari mitra PT Inalum
4.2.2 Analisis Statistik Inferensial
Berdasarkan hasil penelitian di atas maka pembahasan hasil penelitian dikemukakan dalam beberapa bagian yakni: