BAB III METODE PENELITIAN
F. Teknik Analisis
2. Analisis Statistik
Untuk mengetahui pengaruh variabel bebas dalam hal ini masing-masing rasio keuangan (likuiditas, solvabilitas dan aktivitas) terhadap variabel terikat, yakni kinerja keuangan, maka digunakan analisis :
1. Analisis Statistik
a. Analisis Regresi Linear Berganda
Analisis regresi berganda digunakan untuk menguji hubungan lebih dari dua variabel melalui koefisien regresinya.Analisis regresi berganda digunakan oleh peneliti, bila peneliti bermaksud meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen (kriterium), bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor predictor dimanipulasi (dinaik turunkan nilainya). Jadi analisis regresi berganda ini akan dilakukan bila jumlah independennya minimal 2 (Sugiyono, 2012:277).
Analisis ini melibatkan dua atau lebih variable bebas antara variable independen ( X1, X2 dan X3) dengan variable dependen (Y). Persamaan regresi linier berganda dalam adalah sebagai berikut :
Y = a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + bnXn + e Keterangan:
Y = Kinerja Keuangan
a = Konstanta
b1,2,3 = Koefisien regresi variabel
X1 = Current ratio X2 = Debt to equity ratio X3 = Total assets turn over e = Error
b. Uji Asumsi Klasik 1) Uji Normalitas
Uji normalitas data bertujuan untuk mendeteksi distribusi data dalam suatu variabel yang akan digunakan dalam penelitian. Data yang baik dan layak untuk membuktikan model-model penelitian tersebut adalah data yang memiliki distribusinormal. Jadi untuk mendeteksi data berdistribusi normal atau tidak, maka dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan analisis grafik dan analisis statistic sebagai berikut : a. Analisis Grafik
Salah satu cara untuk dapat mengetahui normalitas residual yaitu dengan analisis grafik dengan melihat grafik histogram maupun grafik normal plot. Tapi penelitian ini menggunakan grafik normal plot. Dasar dari pengambilan atas keputusan grafik normal plot adalah :
1. Jika data yang menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tersebut memenuhi asumsi normalitas.
2. Jika data yang menyebar jauh dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi tidak dapat memenuhi asumsi normalitas.
b. Analisis Statistik
Untuk dapat mengetahui suatu normalitas residual bisa juga dengan menggunakan analisis statistic yaitu dengan melihat kuortosis dan skewness atau dengan melihat nilai signifikan pada uji statistic non-parametik Kolmogorov-Smirnov
2) Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresiditemukan adanya korelasi antar variable bebas (independen).Dalam model regresi yang baik, seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variable bebas.UjiMultikolinearitas dilakukan dengan melihat nilai tolerance dan variance inflationfactor (VIF) dari hasil analisis. Apabila nilai tolerance lebih tinggi dari 0,01 atau VIFlebih kecil daripada 10 maka dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas(Santoso, 2012).
3) Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi ini bertujuan untuk dapat menguji apakah dalam regersi yaitu variabel dependen tidak berpengaruh terhadap nilai variabel itu sendiri. Untuk dapat mendeteksi gejala autokorelasi ini menggunakan uji Durbin Waston (DW) dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Angka Durbin Watson dibawah -2 berarti ada autokorelasi positif .
b. Angka Durbin Watson diantara -2 sampai +2 berarti tidak ada autokorelasi.
c. Angka Durbin Waston diatas +2 berarti ada autokorelasi negative.
4) Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam mode regresi terjadi ketidaksamaan varians dariresidual satu ke pengamatan yang lain, (Ghozali, 2018:137).Maka untuk mendeteksi heteroskedastisitas dapat melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot, dengan dasar analisis : a. Jika membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang,
melebar, kemudian menyempit) maka mengindikasikan terjadi heteroskedastisitas.
b. Jika tidak ada pola yang jelas dan titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
5) Uji Hipotesis a. Uji F
Uji F digunakan untuk mengetahui apakah semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen dengan prosedur sebagai berikut :
1) Menentukan Hipotesis
Ha= Tidak ada pengaruh variabel Current Ratio, Debt to Equity Ratio,danTotal Assets Turn Over secarasimultan terhadap Kinerja Keuangan (Return On Investment).
Ho= Ada pengaruh Current Ratio, Debt to Equity Ratio,, dan Total Assets Turn Over secara simultan terhadap Kinerja Keuangan (Return On Investment).
2) Tentukan taraf nyata (Ξ±) dalam hal ini Ξ± = 0,05 atau 5%
nilai πΉπ‘ππππdengan nilai df1 (jumlah variabel β 1) df2 (n-k-1).
3) Menentukan πΉβππ‘π’ππ menggunakan SPSS 25 4) Kesimpulan
a) Jika πΉβππ‘π’ππ>πΉπ‘ππππ atau signifikan f < Ξ± (0,05, maka π»0
ditolak dan π»π diterima, artinya ada pengaruh yang signifikan variabel Current Ratio, Debt to Equity Ratio dan Total Assets Turn Over secara simultan terhadap Kinerja Keuangan (Return On Investment).
b) Jika πΉβππ‘π’ππ β€ πΉπ‘ππππ atau signifikan f β₯ Ξ± (0,05, maka π»0
ditolak dan π»π diterima, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan variabel Current Ratio, Debt to Equity Ratio dan Total Assets Turn Over secara simultan terhadap Kinerja Keuangan (Return On Investment).
b. Uji T
Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruhsatu variabel independen secara individual secara parsial dalam menerangkan variabel dependen dengan prosedur sebagai berikut:
1) Menentukan Hipotesis
Ho= Tidak ada pengaruh variabel Current Ratio,, Debt to EquityRatio,,dan Total Assets Turn Over secara parsial terhadap Kinerja Keuangan (Return On Investment).
Ha= ada pengaruh variabel Current Ratio,, Debt to Equity Ratio,,dan Total Assets Turn Over secara parsial terhadap Kinerja Keuangan (Return On Investment).
2) Tentukan taraf nyata (Ξ±) dalam hal ini Ξ± = 0,05 atau 5%
nilai π‘π‘ππππdengan nilai (df) n-k-1.
3) Menentukan π‘βππ‘π’ππmenggunakan SPSS 25.
4) Kesimpulan
a) Jika πβππ‘π’ππ>ππ‘ππππatau signifikan f < Ξ± (0,05) maka π»0 ditolak dan π»πditerima, artinya ada pengaruh yang signifikan variabel Qurrent Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Total Assets Turn Over secara parsial terhadap Kinerja Keuangan (Return On Investment).
b) Jika πβππ‘π’ππβ€ ππ‘ππππatau signifikan f β₯ Ξ± (0,05) maka π»0
ditolak dan π»πditerima, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan variabel Qurrent Ratio, Debt to Equity Ratio,, dan Total Assets Turn Over secara parsial terhadap Kinerja Keuangan (Return On Investment).
39
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
Objek dari penelitian ini adalah meneliti tentang perusahaan-perusahaan manufaktur sector indstri barang dan konsumsiyang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Adapun perusahaan-perusahaan yang dimaksud adalah sesuai dengan sampel penelitian sebagai berikut :
1. PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) berdiri sebagai entitas terpisah di tahun 2009 dan berbagai kegiatan usahanya telah dijalankan oleh Grup Produk Konsumen Bermerek dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood) sejak awal tahun 80-an. Mulai beroperasi secara komersial pada bulan 01 Oktober 2009. Kantor pusat ICBPberlokasi di Sudirman Plaza, Indofood Tower, Lantai 23, Jl. Jenderal Sudirman, Kav.76-78, Jakarta.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, Ruang lingkup kegiatan ICBP bergerak dalam bidang usaha perdagangan,produksi mie dan bumbu penyedap,produk makanan kuliner,makanan ringan, nutrisi, biskuit dan makanan khusus kemasan, transportasi, pergudangan dan pendinginan, jasa manajemen serta engembangan dan penelitian.
Pada 24 September 2010, ICBP memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ICBP (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.166.191.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp.100,- per saham dan harga penawaran Rp
5.395,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 07 Oktober 2010.
2. PT. Indofood Sukses Makmur Tbk
Indofood sukses Makmur Tbk (INDF) didirikan pada tanggal 14 Agustus 1990 dengan nama PT PanganjayaIntikusuma dan memulai usaha komersialnya pada tahun 1990.Kantor pusat INDF berlokasi di Sudirman Plaza, Indofood Tower, Lantai 21, Jl. Jend. Sudirman Kav.
7678, Jakarta.
Berdasarkan anggaran dasar perusahaan ruang lingkup kegiatan INDF antara lain terdiri dari menjalankan dan mendirikan industry makanan makanan olahan, bumbu penyedap, minyak goring, minuman ringan, kemasan, penggilingan biji gandum dan tekstil pembuatan karung terigu.
Pada tahun 1994, INDF memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan penawaran umum perdana saham INDF (IPO) kepada masyarakat sebanyak 21.000.000, dengan nilai Rp.1.000,- persaham dan harga penawaran Rp. 6.200,- persaham. Saham tersebut dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada tanggal 14 Juli 1994.
3. PT. Gudang Garam Tbk
Gudang Garam Tbk (dahulu PT Perusahaan Rokok Tjap) didirikan tanggal 26 Juni 1958 dan memulai tahap produksi pada tahun 1958.
Kantor pusat GGRM berlokasi di Jl. Semampir 2/1, Kediri, Jawa Timur, Sedangkan lokasi pabriknya berada di Kediri, Gempol, Solo-Kartasura, Karanganyar dan Sumenep.GGRM juga memiliki kantor perwakilan di Jl.
Jenderal A. Yani 79, Jakarta dan Jl. Pengenal 7-15, Surabaya-Jawa Timur.
Berdasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup dari kegiatan Mitrabara Adiperdana Tbk adalah bergerak di bidang industry rokok. Berbagai jenis rokok kretek di produksi oleh GGRM, termasuk jenis rendah tar dan nikotin serta produk tradisional sigaret kretek tangan. Merek rokok dari GGRM yaitu : Gudang Garam Merah, Gudang Garam Gold, Gudang Garam, Sriwedari, Klobot, Djaja, Surya, Surya Pro Mild dan GG Mild.
Pada tanggal 17 Juli 1990, GGRM memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham GGRM(IPO) kepada masyarakat sebanyak 57.807.800 lembar saham dengan nilai nominal Rp.1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp.10.250,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa efek Indonesia (BEI) pada 10 Agustus 1990.
4. PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk
Hanjaya Mandala Sempoerna Tbk (HMSP) didirikan pada tanggal 27 Maret 1950 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1973 sebagai indsutri rumah tangga di Surabaya. Kantor pusat HMSP berlokasi di Jl.Rungkut Industri Raya No.18, Surabaya.
Bedasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan HMSP adalah terdiri dari manufaktur dan perdagangan rokok serta investasi saham pada perusahaan-perusahaan lain. Merek rokok HM Sampoerna terdiri dari A Mild, Dji Sam Soe, Sampoerna Kretek, U Mild serta mendistribusikan Marlboro.
Pada tahun 1990, HMSP memperoleh pernyataan efektif dan Bapepam-Lk untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham HMSP (IPO) kepada masyarakat sebanyak 27.000.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp12.600,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Surabaya (BES) , sekarang Bursa Efek Indonesia atau BEI, pada tanggal 15 Agustus 1990.
5. PT. Kalbe Farma Tbk
Kalbe Farma Tbk (KLBF) didirikan tanggal 10 September 1996 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1996. Kantor pusat Kalbe Farma berdomisili di Jl. Let. Jend. Suprapto Kav. 4, Jakarta 10510. Sedangkan Pabriknya berada di Kawasan Industri Delta Silicon, Jl. M.H. Thamrin, Blok A3-1, Lippo Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Kalbe Farma adalah bergerak dalam bidang farmasi, produk obat-obatan, suplemen, makanan dan minuman, nutrisi, hingga alat-alat kesehatan termasuk pelayanan kesehatan primer.Kalbe Farma memiliki produk-produk unggulan yang diantaranya, obat resep (Cefspan,Brainact, Mycoral, Cernevit, dan CPG), produk kesehatan (Promaag, Mixagrip, Extra Joss, Komix, Hydro Coco, Woods, Procold, Fatigon, dan Entrostop), dan produk nutrisi mulai dari bayi hingga usia senja.
Pada tahun 1991, Kalbe Farma memperoleh pernyataan efektif fari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham KLBF (IPO) kepada masyarakat sebanyak 10.000.000 dengan nilai
nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp. 7.400,- per sham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 30 Juli 1991.
6. PT. Unilever Indonesia Tbk
Unilever Indonesia Tbk (UNVR) didirikan tanggal 5 Desember 1933dengan nama Leverβs Zeepfabrieken N.V dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1933. Kantor pusat Unilever berdomisili Graha Unilever BSD Green Office Park Kav.3, Jl. BSD Boulevard Barat, BSD City, Tangerang 15345.Sedangkan pabriknya berada di Kawasan Industri Jabeka Cikarang, Bekasi, Jawa Barat serta di Jl. Rungkut Industri IV No. 5-11, Kawasan Industri Rungkut, Surabaya, Jawa Timur.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Unilever adalah bergerak di bidang produksi, pemasaran dan distribusi barang-barang konsumsi yang meliputi sabun, margarin, deterjen, makanan berinti susu, es krim, produk-produk kosmetik, minuman dengan bahan pokok the dan minuman sari buah.
Pada tahun 1982, Unilever memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham UNVR (IPO) kepada masyarakat sebanyak 9.200.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp. 3.175,- per sham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 11 Januari 1982.
B. Hasil Penelitian 1. Analisis Rasio
a. Analisis Rasio Likuiditas
Laporan keuangan perusahaan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :
Tabel 4.1
Perhitungan rasio likuiditas PT ICBP PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
NO Tahun Aktiva lancar Utang Lancar CR
Sumber : Data diolah 2021
Dapat dilihat pada Tabel 4.1 angka rasio likuiditas PT ICBP mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2019 PT ICBP memiliki angka rasio tertinggi yaitu 254% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2018 yaitu 195%.
Laporan keuangan perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :
Tabel 4.2
Perhitungan rasio likuiditas PT INDF PT. Indofood Sukses Makmur Tbk
No Tahun Aktiva lancar Utang Lancar CR
Sumber : Data diolah 2021
Dapat dilihat pada Tabel 4.2 angka rasio likuiditas PT INDF mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2016 PT INDF memiliki angka rasio tertinggi yaitu 153% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2018 yaitu 107%.
Laporan keuangan perusahaan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :
Tabel 4.3
Perhitungan rasio likuiditas PT GGRM PT. Gudang Garam Tbk
NO Tahun Aktiva lancar Utang Lancar CR angka rasio tertinggi ada pada tahun 2020 yaitu 291%.
Laporan keuangan perusahaan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :
Tabel 4.4
Perhitungan rasio likuiditas PT HMSP PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk
NO Tahun Aktiva lancar Utang Lancar CR
Dapat dilihat pada Tabel 4.4 angka rasio likuiditas PT HMSP mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2017 PT HMSP memiliki angka rasio tertinggi yaitu 527% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2020 yaitu 245%.
Laporan keuangan perusahaan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :
Tabel 4.5
Perhitungan rasio likuiditas PT KLBF PT. Kalbe Farma Tbk
NO Tahun Aktiva lancar Utang Lancar CR
1 2016 Rp.9.572.529.767.897 Rp.2.317.161.787.100 413%
2 2017 Rp.10.042.738.649.964 Rp.2.227.336.011.715 451%
3 2018 Rp.10.648.288.386.726 Rp.2.286.167.471.594 466%
4 2019 Rp.11.222.490.978.401 Rp.2.577.108.805.851 435%
5 2020 Rp.13.075.331.880.715 Rp.3.176.726.211.674 412%
Sumber : Data diolah 2021
Dapat dilihat pada Tabel 4.5 angka rasio likuiditas PT KLBF mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2020 PT KLBF memiliki angka rasio tertinggi yaitu 412% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2018 yaitu 466%.
Laporan keuangan perusahaan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :
Tabel 4.6
Perhitungan rasio likuiditas PT UNVR PT. Unilever Indonesia Tbk
NO Tahun Total Utang Total Ekuitas DER
Sumber : Data diolah 2021
Dapat dilihat pada Tabel 4.6 angka rasio likuiditas PT UNVR mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2020 PT UNVR memiliki angka rasio tertinggi yaitu 3,16% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2018 yaitu 1,58%.
b. Analisis Rasio Solvabilitas
Laporan keuangan perusahaan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :
Tabel 4.7
Perhitungan rasio solvabilitas PT ICBP PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
NO Tahun Total Utang Total Ekuitas DER
Sumber : Data diolah 2021
Dapat dilihat pada Tabel 4.7 angka rasio solvabilitas PT ICBP mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2020 PT ICBP memiliki angka rasio tertinggi yaitu 1,06% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2019 yaitu 0,45%.
Laporan keuangan perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :
Tabel 4.8
Perhitungan rasio solvabilitas PT INDF PT. Indofood Sukses Makmur Tbk
NO Tahun Total Utang Total Ekuitas DER
Sumber : Data diolah 2021
Dapat dilihat pada Tabel 4.8 angka rasio solvabilitas PT INDF mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2020 PT INDF memiliki angka rasio tertinggi yaitu 1,06% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2019 yaitu 0,77%.
Laporan keuangan perusahaan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :
Tabel 4.9
Perhitungan rasio solvabilitas PT GGRM PT. Gudang Garam Tbk
NO Tahu
Sumber : Data diolah 2021
Dapat dilihat pada Tabel 4.9 angka rasio solvabilitas PT GGRM mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2016 PT GGRM memiliki angka rasio tertinggi yaitu 0,59% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2020 yaitu 0,34%.
Laporan keuangan perusahaan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :
Tabel 4.10
Perhitungan rasio solvabilitas PT HMSP PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk
NO Tahun Total Utang Total Ekuitas DER
Sumber : Data diolah 2021
Dapat dilihat pada Tabel 4.10 angka rasio solvabilitas PT HMSP mengalami peningkatan dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2020 PT HMSP memiliki angka rasio tertinggi yaitu 0,65% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2016 yaitu 0,24%.
Laporan keuangan perusahaan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :
Tabel 4.11
Perhitungan rasio solvabilitas PT KLBF PT. Kalbe Farma Tbk
NO Tahun Total Utang Total Ekuitas DER
1 2016 Rp.2.762.162.069.572 Rp.12.463.847.141.085 0,22%
2 2017 Rp.2.722.207.633.646 Rp.13.894.031.782.689 0,20%
3 2018 Rp.2.851.611.349.015 Rp.15.294.594.796.354 0,19%
4 2019 Rp.3.559.144.386.553 Rp.16.705.582.476.031 0,21%
5 2020 Rp.4.288.218.173.294 Rp.18.276.082.144.080 0,23%
Sumber : Data diolah 2021
Dapat dilihat pada Tabel 4.11 angka rasio solvabilitas PT KLBF mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2020 PT KLBF memiliki angka rasio tertinggi yaitu 0,23% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2018 yaitu 0,19%.
Laporan keuangan perusahaan PT Unilever Indonesia (UNVR) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :
Tabel 4.12
Perhitungan rasio solvabilitas PT UNVR PT. Unilever Indonesia Tbk
NO Tahun Total Utang Total Ekuitas DER
1 2016 Rp.12.041.437 Rp.4.704.258 2,56%
2 2017 Rp.13.733.027 Rp.5.173.388 2,65%
3 2018 Rp.11.944.837 Rp.7.578.133 1,58%
4 2019 Rp.15.367.509 Rp.5.281.862 2,91%
5 2020 Rp.15.597.264 Rp.4.937.368 3,16%
Sumber : Data diolah 2021
Dapat dilihat pada Tabel 4.12 angka rasio solvabilitas PT UNVR mengalami penurunan dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2016 PT UNVR memiliki angka rasio tertinggi yaitu 3,16% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2020 yaitu 1,58%.
c. Analisis Rasio Aktivitas
Laporan keuangan perusahaan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :
Tabel 4.13
Perhitungan rasio aktivitas PT ICBP PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
NO Tahun Penjualan Bersih Total Aktiva TATO 1 2016 Rp.34.466.069 Rp.28.901.948 1,19 kali 2 2017 Rp.35.606.593 Rp.31.619.514 1,13 kali 3 2018 Rp.38.413.407 Rp.34.367.153 1,12 kali 4 2019 Rp.42.296.703 Rp.38.709.314 1,09 kali 5 2020 Rp.46.641.048 Rp.103.588.325 0,45 kali Sumber : Data diolah 2021
Dapat dilihat pada Tabel 4.13 angka rasio aktivitas PT ICBP mengalami penurunan dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2016 PT ICBP memiliki angka rasio tertinggi yaitu 1,19 kali dan angka rasio terendah ada pada tahun 2020 yaitu 0,45 kali.
Laporan keuangan perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :
Tabel 4.14
Perhitungan rasio aktivitas PT INDF PT. Indofood Sukses Makmur Tbk
NO Tahun Penjualan Bersih Total Aktiva TATO 1 2016 Rp.66.659.484 Rp.82.699.635 0,81 kali 2 2017 Rp.70.186.618 Rp.88.400.877 0,79 kali 3 2018 Rp.73.394.728 Rp.96.537.796 0,76 kali
4 2019 Rp.76.592.955 Rp.96.198.559 0,80 kali 5 2020 Rp.81.731.469 Rp.163.136.516 0,50 kali Sumber : Data diolah 2021
Dapat dilihat pada Tabel 4.14 angka rasio aktivitas PT INDF mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2016 PT INDF memiliki angka rasio tertinggi yaitu 0,81 kali dan angka rasio terendah ada pada tahun 2020 yaitu 0,50 kali.
Laporan keuangan perusahaan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :
Tabel 4.15
Perhitungan rasio aktivitas PT GGRM PT. Gudang Garam Tbk
NO Tahun Penjualan Bersih Total Aktiva TATO 1 2016 Rp.76.274.147 Rp.62.951.634 1,21 kali 2 2017 Rp.83.305.925 Rp.66.759.930 1,25 kali 3 2018 Rp.95.707.663 Rp.69.097.219 1,39 kali 4 2019 Rp.110.523.819 Rp.78.647.274 1,41 kali 5 2020 Rp.114.477.311 Rp.78.191.409 1,46 kali Sumber : Data diolah 2021
Dapat dilihat pada Tabel 4.15 angka rasio aktivitas PT GGRM mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2020 PT GGRM memiliki angka rasio tertinggi yaitu 1,46 kali dan angka rasio terendah ada pada tahun 2016 yaitu 1,21 kali.
Laporan keuangan perusahaan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :
Tabel 4.16
Perhitungan rasio aktivitas PT HMSP PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk
NO Tahun Penjualan Bersih Total Aktiva TATO 1 2016 Rp.95.466.657 Rp.42.508.277 2,25 kali 2 2017 Rp.99.091.484 Rp.43.141.063 2,30 kali
3 2018 Rp.106.741.891 Rp.46.602.420 2,29 kali 4 2019 Rp.106.055.176 Rp.50.902.806 2,08 kali 5 2020 Rp.92.425.210 Rp.49.674.030 1,86 kali Sumber : Data diolah 2021
Dapat dilihat pada Tabel 4.16 angka rasio aktivitas PT HMSP mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2017 PT HMSP memiliki angka rasio tertinggi yaitu 2,30 kali dan angka rasio terendah ada pada tahun 2020 yaitu 1,86 kali.
Laporan keuangan perusahaan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :
Tabel 4.17
Perhitungan rasio aktivitas PT KLBF PT. Kalbe Farma Tbk
NO Tahun Penjualan Bersih Total Aktiva TATO 1 2016 Rp.19.374.230.957.505 Rp.15.226.009.210.657 1,27 kali 2 2017 Rp.20.182.120.166.616 Rp.16.616.239.416.335 1,21 kali 3 2018 Rp.21.074.306.186.027 Rp.18.146.206.145.369 1,16 kali 4 2019 Rp.22.633.476.361.038 Rp.20.264.726.862.584 1,12 kali 5 2020 Rp.23.112.654.991.224 Rp.22.564.300.317.374 1,02 kali Sumber : Data diolah 2021
Dapat dilihat pada Tabel 4.17 angka rasio aktivitas PT KLBF mengalami penurunan dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2016 PT KLBF memiliki angka rasio tertinggi yaitu 1,27 kali dan angka rasio terendah ada pada tahun 2020 yaitu 1,02 kali.
Laporan keuangan perusahaan PT Unilever Indonesia (UNVR) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :
Tabel 4.18
Perhitungan rasio aktivitas PT UNVR PT. Unilever Indonesia Tbk
NO Tahun Penjualan Bersih Total Aktiva TATO 1 2016 Rp.40.053.732 Rp.16.745.695 2,39 kali
2 2017 Rp.41.204.510 Rp.18.906.413 2,18 kali mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2016 PT UNVR memiliki angka rasio tertinggi yaitu 2,39 kali dan angka rasio terendah ada pada tahun 2019 yaitu 2,08 kali.
d. Kinerja Keuangan
Hasil perhitungan kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan pengukuran rasio profitabilitas (Return On Investment).
Tujuan penggunaan Return On Investment yaitu sebagai alat ukur untuk menilai kinerja manajemen secara menyeluruh yang dilihat dari perbandingan antara laba bersih dengan total aktiva.
Tabel 4.19
Perhitungan kinerja keuangan (Return On Investement)
NO PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk
Tahun Laba Bersih Total Aktiva ROI
NO PT. Indofood Sukses Makmur Tbk
Tahun Laba Bersih Total Aktiva ROI
1 2016 Rp.6.672.682 Rp.62.951.634 0,11%
2 2017 Rp.7.755.347 Rp.66.759.930 0,12%
3 2018 Rp.7.793.068 Rp.69.097.219 0,11%
4 2019 Rp.10.880.704 Rp.78.647.274 0,14%
5 2020 Rp.7.647.729 Rp.78.191.409 0,10%
NO PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk
Tahun Laba Bersih Total Aktiva ROI
Tahun Laba Bersih Total Aktiva ROI