• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian

a. Analisis Rasio Likuiditas

Laporan keuangan perusahaan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :

Tabel 4.1

Perhitungan rasio likuiditas PT ICBP PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

NO Tahun Aktiva lancar Utang Lancar CR

Sumber : Data diolah 2021

Dapat dilihat pada Tabel 4.1 angka rasio likuiditas PT ICBP mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2019 PT ICBP memiliki angka rasio tertinggi yaitu 254% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2018 yaitu 195%.

Laporan keuangan perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :

Tabel 4.2

Perhitungan rasio likuiditas PT INDF PT. Indofood Sukses Makmur Tbk

No Tahun Aktiva lancar Utang Lancar CR

Sumber : Data diolah 2021

Dapat dilihat pada Tabel 4.2 angka rasio likuiditas PT INDF mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2016 PT INDF memiliki angka rasio tertinggi yaitu 153% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2018 yaitu 107%.

Laporan keuangan perusahaan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :

Tabel 4.3

Perhitungan rasio likuiditas PT GGRM PT. Gudang Garam Tbk

NO Tahun Aktiva lancar Utang Lancar CR angka rasio tertinggi ada pada tahun 2020 yaitu 291%.

Laporan keuangan perusahaan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :

Tabel 4.4

Perhitungan rasio likuiditas PT HMSP PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk

NO Tahun Aktiva lancar Utang Lancar CR

Dapat dilihat pada Tabel 4.4 angka rasio likuiditas PT HMSP mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2017 PT HMSP memiliki angka rasio tertinggi yaitu 527% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2020 yaitu 245%.

Laporan keuangan perusahaan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :

Tabel 4.5

Perhitungan rasio likuiditas PT KLBF PT. Kalbe Farma Tbk

NO Tahun Aktiva lancar Utang Lancar CR

1 2016 Rp.9.572.529.767.897 Rp.2.317.161.787.100 413%

2 2017 Rp.10.042.738.649.964 Rp.2.227.336.011.715 451%

3 2018 Rp.10.648.288.386.726 Rp.2.286.167.471.594 466%

4 2019 Rp.11.222.490.978.401 Rp.2.577.108.805.851 435%

5 2020 Rp.13.075.331.880.715 Rp.3.176.726.211.674 412%

Sumber : Data diolah 2021

Dapat dilihat pada Tabel 4.5 angka rasio likuiditas PT KLBF mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2020 PT KLBF memiliki angka rasio tertinggi yaitu 412% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2018 yaitu 466%.

Laporan keuangan perusahaan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :

Tabel 4.6

Perhitungan rasio likuiditas PT UNVR PT. Unilever Indonesia Tbk

NO Tahun Total Utang Total Ekuitas DER

Sumber : Data diolah 2021

Dapat dilihat pada Tabel 4.6 angka rasio likuiditas PT UNVR mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2020 PT UNVR memiliki angka rasio tertinggi yaitu 3,16% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2018 yaitu 1,58%.

b. Analisis Rasio Solvabilitas

Laporan keuangan perusahaan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :

Tabel 4.7

Perhitungan rasio solvabilitas PT ICBP PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

NO Tahun Total Utang Total Ekuitas DER

Sumber : Data diolah 2021

Dapat dilihat pada Tabel 4.7 angka rasio solvabilitas PT ICBP mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2020 PT ICBP memiliki angka rasio tertinggi yaitu 1,06% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2019 yaitu 0,45%.

Laporan keuangan perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :

Tabel 4.8

Perhitungan rasio solvabilitas PT INDF PT. Indofood Sukses Makmur Tbk

NO Tahun Total Utang Total Ekuitas DER

Sumber : Data diolah 2021

Dapat dilihat pada Tabel 4.8 angka rasio solvabilitas PT INDF mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2020 PT INDF memiliki angka rasio tertinggi yaitu 1,06% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2019 yaitu 0,77%.

Laporan keuangan perusahaan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :

Tabel 4.9

Perhitungan rasio solvabilitas PT GGRM PT. Gudang Garam Tbk

NO Tahu

Sumber : Data diolah 2021

Dapat dilihat pada Tabel 4.9 angka rasio solvabilitas PT GGRM mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2016 PT GGRM memiliki angka rasio tertinggi yaitu 0,59% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2020 yaitu 0,34%.

Laporan keuangan perusahaan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :

Tabel 4.10

Perhitungan rasio solvabilitas PT HMSP PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk

NO Tahun Total Utang Total Ekuitas DER

Sumber : Data diolah 2021

Dapat dilihat pada Tabel 4.10 angka rasio solvabilitas PT HMSP mengalami peningkatan dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2020 PT HMSP memiliki angka rasio tertinggi yaitu 0,65% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2016 yaitu 0,24%.

Laporan keuangan perusahaan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :

Tabel 4.11

Perhitungan rasio solvabilitas PT KLBF PT. Kalbe Farma Tbk

NO Tahun Total Utang Total Ekuitas DER

1 2016 Rp.2.762.162.069.572 Rp.12.463.847.141.085 0,22%

2 2017 Rp.2.722.207.633.646 Rp.13.894.031.782.689 0,20%

3 2018 Rp.2.851.611.349.015 Rp.15.294.594.796.354 0,19%

4 2019 Rp.3.559.144.386.553 Rp.16.705.582.476.031 0,21%

5 2020 Rp.4.288.218.173.294 Rp.18.276.082.144.080 0,23%

Sumber : Data diolah 2021

Dapat dilihat pada Tabel 4.11 angka rasio solvabilitas PT KLBF mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2020 PT KLBF memiliki angka rasio tertinggi yaitu 0,23% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2018 yaitu 0,19%.

Laporan keuangan perusahaan PT Unilever Indonesia (UNVR) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :

Tabel 4.12

Perhitungan rasio solvabilitas PT UNVR PT. Unilever Indonesia Tbk

NO Tahun Total Utang Total Ekuitas DER

1 2016 Rp.12.041.437 Rp.4.704.258 2,56%

2 2017 Rp.13.733.027 Rp.5.173.388 2,65%

3 2018 Rp.11.944.837 Rp.7.578.133 1,58%

4 2019 Rp.15.367.509 Rp.5.281.862 2,91%

5 2020 Rp.15.597.264 Rp.4.937.368 3,16%

Sumber : Data diolah 2021

Dapat dilihat pada Tabel 4.12 angka rasio solvabilitas PT UNVR mengalami penurunan dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2016 PT UNVR memiliki angka rasio tertinggi yaitu 3,16% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2020 yaitu 1,58%.

c. Analisis Rasio Aktivitas

Laporan keuangan perusahaan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :

Tabel 4.13

Perhitungan rasio aktivitas PT ICBP PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

NO Tahun Penjualan Bersih Total Aktiva TATO 1 2016 Rp.34.466.069 Rp.28.901.948 1,19 kali 2 2017 Rp.35.606.593 Rp.31.619.514 1,13 kali 3 2018 Rp.38.413.407 Rp.34.367.153 1,12 kali 4 2019 Rp.42.296.703 Rp.38.709.314 1,09 kali 5 2020 Rp.46.641.048 Rp.103.588.325 0,45 kali Sumber : Data diolah 2021

Dapat dilihat pada Tabel 4.13 angka rasio aktivitas PT ICBP mengalami penurunan dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2016 PT ICBP memiliki angka rasio tertinggi yaitu 1,19 kali dan angka rasio terendah ada pada tahun 2020 yaitu 0,45 kali.

Laporan keuangan perusahaan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :

Tabel 4.14

Perhitungan rasio aktivitas PT INDF PT. Indofood Sukses Makmur Tbk

NO Tahun Penjualan Bersih Total Aktiva TATO 1 2016 Rp.66.659.484 Rp.82.699.635 0,81 kali 2 2017 Rp.70.186.618 Rp.88.400.877 0,79 kali 3 2018 Rp.73.394.728 Rp.96.537.796 0,76 kali

4 2019 Rp.76.592.955 Rp.96.198.559 0,80 kali 5 2020 Rp.81.731.469 Rp.163.136.516 0,50 kali Sumber : Data diolah 2021

Dapat dilihat pada Tabel 4.14 angka rasio aktivitas PT INDF mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2016 PT INDF memiliki angka rasio tertinggi yaitu 0,81 kali dan angka rasio terendah ada pada tahun 2020 yaitu 0,50 kali.

Laporan keuangan perusahaan PT Gudang Garam Tbk (GGRM) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :

Tabel 4.15

Perhitungan rasio aktivitas PT GGRM PT. Gudang Garam Tbk

NO Tahun Penjualan Bersih Total Aktiva TATO 1 2016 Rp.76.274.147 Rp.62.951.634 1,21 kali 2 2017 Rp.83.305.925 Rp.66.759.930 1,25 kali 3 2018 Rp.95.707.663 Rp.69.097.219 1,39 kali 4 2019 Rp.110.523.819 Rp.78.647.274 1,41 kali 5 2020 Rp.114.477.311 Rp.78.191.409 1,46 kali Sumber : Data diolah 2021

Dapat dilihat pada Tabel 4.15 angka rasio aktivitas PT GGRM mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2020 PT GGRM memiliki angka rasio tertinggi yaitu 1,46 kali dan angka rasio terendah ada pada tahun 2016 yaitu 1,21 kali.

Laporan keuangan perusahaan PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :

Tabel 4.16

Perhitungan rasio aktivitas PT HMSP PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk

NO Tahun Penjualan Bersih Total Aktiva TATO 1 2016 Rp.95.466.657 Rp.42.508.277 2,25 kali 2 2017 Rp.99.091.484 Rp.43.141.063 2,30 kali

3 2018 Rp.106.741.891 Rp.46.602.420 2,29 kali 4 2019 Rp.106.055.176 Rp.50.902.806 2,08 kali 5 2020 Rp.92.425.210 Rp.49.674.030 1,86 kali Sumber : Data diolah 2021

Dapat dilihat pada Tabel 4.16 angka rasio aktivitas PT HMSP mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2017 PT HMSP memiliki angka rasio tertinggi yaitu 2,30 kali dan angka rasio terendah ada pada tahun 2020 yaitu 1,86 kali.

Laporan keuangan perusahaan PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :

Tabel 4.17

Perhitungan rasio aktivitas PT KLBF PT. Kalbe Farma Tbk

NO Tahun Penjualan Bersih Total Aktiva TATO 1 2016 Rp.19.374.230.957.505 Rp.15.226.009.210.657 1,27 kali 2 2017 Rp.20.182.120.166.616 Rp.16.616.239.416.335 1,21 kali 3 2018 Rp.21.074.306.186.027 Rp.18.146.206.145.369 1,16 kali 4 2019 Rp.22.633.476.361.038 Rp.20.264.726.862.584 1,12 kali 5 2020 Rp.23.112.654.991.224 Rp.22.564.300.317.374 1,02 kali Sumber : Data diolah 2021

Dapat dilihat pada Tabel 4.17 angka rasio aktivitas PT KLBF mengalami penurunan dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2016 PT KLBF memiliki angka rasio tertinggi yaitu 1,27 kali dan angka rasio terendah ada pada tahun 2020 yaitu 1,02 kali.

Laporan keuangan perusahaan PT Unilever Indonesia (UNVR) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sebagai berikut :

Tabel 4.18

Perhitungan rasio aktivitas PT UNVR PT. Unilever Indonesia Tbk

NO Tahun Penjualan Bersih Total Aktiva TATO 1 2016 Rp.40.053.732 Rp.16.745.695 2,39 kali

2 2017 Rp.41.204.510 Rp.18.906.413 2,18 kali mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2016 PT UNVR memiliki angka rasio tertinggi yaitu 2,39 kali dan angka rasio terendah ada pada tahun 2019 yaitu 2,08 kali.

d. Kinerja Keuangan

Hasil perhitungan kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan pengukuran rasio profitabilitas (Return On Investment).

Tujuan penggunaan Return On Investment yaitu sebagai alat ukur untuk menilai kinerja manajemen secara menyeluruh yang dilihat dari perbandingan antara laba bersih dengan total aktiva.

Tabel 4.19

Perhitungan kinerja keuangan (Return On Investement)

NO PT. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk

Tahun Laba Bersih Total Aktiva ROI

NO PT. Indofood Sukses Makmur Tbk

Tahun Laba Bersih Total Aktiva ROI

1 2016 Rp.6.672.682 Rp.62.951.634 0,11%

2 2017 Rp.7.755.347 Rp.66.759.930 0,12%

3 2018 Rp.7.793.068 Rp.69.097.219 0,11%

4 2019 Rp.10.880.704 Rp.78.647.274 0,14%

5 2020 Rp.7.647.729 Rp.78.191.409 0,10%

NO PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk

Tahun Laba Bersih Total Aktiva ROI

1 2016 Rp.2.350.884.933.551 Rp.15.226.009.210.657 0,15%

2 2017 Rp.2.453.251.410.604 Rp.16.616.239.416.335 0,15%

3 2018 Rp.2.497.261.964.757 Rp.18.146.206.145.369 0,14%

4 2019 Rp.2.537.601.823.645 Rp.20.264.726.862.584 0,13%

5 2020 Rp.2.799.622.515.814 Rp.22.564.300.317.374 0,12%

NO PT. Unilever Indonesia Tbk

Tahun Laba Bersih Total Aktiva ROI

Sumber : Data diolah 2021

Berdasarkan hasil perhitungan Tabel 4.19 diatas diketahui nilai Return On Investmen pada PT ICBP mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2018 dan 2019 PT ICBP memiliki nilai ROI tertinggi yaitu 0,14% dan nilai ROI terendah ada pada tahun 2020 yaitu 0,07%. Selanjutnya pada PT INDF nilai Return On Investment mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2016, 2017 dan 2019 PT INDF memiliki nilai ROI tertinggi yaitu 0,06% dan nilai ROI terendah ada pada tahun 2020 dan 2018 yaitu 0,05%. Selanjutnya pada PT GGRM mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada

tahun 2019 PT GGRM memiliki angka rasio tertinggi yaitu 0,14% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2020 yaitu 0,10%.Selanjutnya pada PT HMSP mengalami penurunan dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2016 PT HMSP memiliki angka rasio tertinggi yaitu 0.30% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2020 yaitu 0,17%.Selanjutnya pada PT KLBF mengalami penurunan dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2016 dan 2017 PT KLBF memiliki angka rasio tertinggi yaitu 0,15% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2020 yaitu 0,12%.Dan terakhir pada PT UNVR mengalami fluktuasi dari tahun 2016-2020. Pada tahun 2018 PT UNVR memiliki angka rasio tertinggi yaitu 0,47% dan angka rasio terendah ada pada tahun 2020 yaitu 0,35%.

2. Analisis Statistik

Pada penelitian ini sampel dari perusahaan manufaktur sektor industry barang dan konsumsi yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia adalah sebanyak 6 sampel perusahaan dengan periode penelitian dari tahun 2016-2020 , maka data dari penelitian yang di peroleh berjumlah 30.

Variabel Independen (X) yang digunakan untuk penelitian ini adalah Current Ratio (X1), Debt to Equity Ratio (X2) dan Total Assets Turn Over (X2), dimana variabel ini akan membantu untuk pengolahan data serta variabel ini cocok untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini sehingga peneliti sudah mempertimbangkan kriteria yang digunakan antara lain harus relevan, dapat diukur,diidentifikasian dan didefinisikan dengan jelas, maka semua kriteria ini terdapat pada

variabel yang telah dipilih. Sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pengumpulan serta pengolahan data.

Sebelum melakukan analisis lebih lanjut, terlebih dahulu akan dilakukan pengujian untuk dapat memenuhi persyaratan dari asumsi Klasik yang terdiri dari : normalitas, multikolinearitas,autokorelasi, dan heteroskedastisitas.

a. Uji Normalitas

Uji normalitas data bertujuan untuk menguji regresi variabel dependen dan variabel independen apakah memiliki nilai residual yang terdistribusi normal atau tidak, maka dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan analisis grafik dan analisis statistic sebagai berikut :

Gambar 4.1 Grafik Histogram

Sumber : Hasil pengolahan data SPSS

Dapat dilihat gambar dari Grafik Histogram bahwa grafik tesebut memiliki nilai residual bersdistribusi normal karena grafik histogram tersebut dimana kurva yang berbentuk seperti lonceng.

Gambar 4.2 Grafik Normal PP-Plot

Sumber : Hasil Olah Data SPSS

Dapat dilihat pada grafik normal PP-Plot data residual berdistribusi normal karena pada titik- titik grafik normal PP-Plot menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal dari atas garis diagonal ataupun dibawah garis diagonal tersebut.

Tabel 4.20 Hasil Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 30

Normal Parametersa,b Mean .0000000 Std. Deviation .03874001 Most Extreme Differences Absolute .176

Positive .171

Negative -.176

Test Statistic .176

Asymp. Sig. (2-tailed) .019c

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

Dari hasil pengolahan data yang diperoleh besarnya nilai signifikan pada 0.019. Dimana nilai signifikan lebih besar dari 0.05, maka pengujian ini terdistribusi secara normal.

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji model regresi serta melihat adanya korelasi antara variabel bebas (independen). Untuk mengetahui ada tau tidaknya multikolinearitas pada model regresi dalam penelitian ini, maka dapat dilihat dari tolerance value atau variance inflation factor (VIF).

Tabel 4.21

a. Dependent Variable: RETURN ON INVESTMENT

Sumber : Hasil olah data SPSS

Dari hasil perhitungan tabel uji asumsi klasik pada Colinearity Statistic dapat dilihat bahwa untuk 3 variabel independen, dimana menunjukkan nilai Tolarance sebesar Current

Ratio 0,307 > 0,10 , Debt to Equity Ratio 0,263 >10 dan Total Assets Turn Over 0,569 > 10 serta nilai VIF dari Current Ratio sebesar 3,259 <10 , Debt to Equity Ratio 3,795 < 10 dan Total Assets Turn Over sebesar 1,758 sehigga tidak melebihi batas nilai VIF yang diperkenankan yaitu maksimal sebesar 10. Dengan demikian bahwa model regresi tersebut tidak terdapat adanya multikolinearitas antara variabel independen.

c. Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi ini bertujuan untuk menguji apakah dalam regresi variabel dependen tidak berpengaruh terhadap nilai variabel itu sendiri

b. Dependent Variable: RETURN ON INVESTMENT

Berdasarkan tabel 4.3 hasil dari pengujian Durbin Watson sebesar 1.886 berada di antara -2 sampai 2, sehingga dalam penelitian tidak terdapat autokorelasi.

e. Uji heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam mode regresi terjadi ketidaksamaan varians dariresidual satu ke pengamatan yang lain, (Ghozali, 2018:137).Maka untuk mendeteksi heteroskedastisitas dapat melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot, dengan dasar analisis :

a. Jika membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit) maka mengindikasikan terjadi heteroskedastisitas.

b. Jika tidak ada pola yang jelas dan titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi heteroskedastisitas.

Hasil uji heteroskedastisitas berdasarkan bantuan SPSS 25 dapat kita lihat pada gambar berikut :

Gambar 4.3 Hasil Uji Heteroskedastisitas

Berdasarkan gambar grafik scatterplot diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan ini tidak terjadi masalah heteroskedastisitas, karena titik-titiknya menyebar secara acak berada di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y serta tidak mempunyai pola yang jelas.

e. Uji regresi Linear Berganda

Regresi linear berganda untuk mengetahui pengaruh antara Current Ratio, Debt to Equity Ratio dan Total Assets Turn Over terhadap Kinerja Keuangan (Return On Investment), sehingga dari hasil

perhitungan model persamaan linear berganda dengan menggunakan program SPSS diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 4.23

Analisis Regresi Linear Berganda Coefficientsa

a. Dependent Variable: RETURN ON INVESTMENT

Sumber : Hasil olah data SPSS

Dapat dilihat pada kolom Unstandardized Coefficients pada bagian B diperoleh model persamaan regresi linear berganda sebagai berikut :

Y = -0,105 + 0,010 X1 + 0,054 X2 + 0,150 X3

Maka persamaan regresi dapat diinterpretasikan sebagai berikut : 1. Hasil konstanta sebesar -0,105 , artinya apabila current ratio,

debt to equity ratio dan total assets turn over dianggap konstan atau nol maka nilai kinerja keuangan (return on investment) sebesar -0,015.

2. Hubungan Current Ratio (CR) terhadap Kinerja Keuangan (ROI) adalah positif . Dimana positif, artinya mengalami kenaikan Current Ratio (CR) maka akan diikuti Kinerja

Keuangan(ROI) sebesar 0,010 satuan dengan asumsi variabel bebas yaitu DER dan TATO bernilai konstan.

3. Hubungan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap kinerja Keuangan (ROI) adalah positif. Dimana positif, artinya mengalami kenaikan Debt to Equity Ratio (DER) maka akan diikuti Kinerja Keuangan (ROI) sebesar 0,054 satuan dengan asumsi CR dan TATO bernilai konstan.

4. Hubungan Total Assets Turn Over terhadap kinerja Keuangan (ROI) adalah positif. Dimana positif, artinya mengalami kenaikan Total Assets Turn Over (TATO) maka akan diikuti Kinerja Keuangan (ROI) sebesar 0,150 satuan dengan asumsi CR dan DER bernilai konstan.

f. Pengujian Hipotesis Penelitian

Berdasarkan hasil analisis uji di atas, maka selanjutnya akan dilakukan penjabaran secara terperinci kepada hasil penelitian yaitu bagaimana pengaruh masing-masing variabel terhadap variabel lainnya. Variabel Independent dalam penelitian ini yaitu: Current Ratio (X1), Debt TO Equity Ratio (X2) dan Total Assets Turn Over(X3). Sedangkan untuk variabel dependen dalam penelitian ini adalah Kinerja Keuangan(Return On Investment)(Y).

1. Uji Parsial(Uji t)

Uji t digunakan untuk menguji apakah setiap variabel independen (bebas) mempengaruhi variabel dependen (terikat).

Pengujian ini dapat dilakukan menggunakan program SPSS

khususnya dengan menyamakan tingkat kepentingan setiap variabel bebas dengan 0.05 (

α=5%)

Gambar 4.24

a. Dependent Variable: RETURN ON INVESTMENT Sumber : Hasil olah data SPSS

Berdasarkan dari analisis menggunakan SPSS diatas.Berikut disajikan secara terperinci dalam tabel.

Tabel 4.25 Hasil Uji Parsial (Uji t)

NO Variabel t-hitung t-tabel Signifikansi

1 Current Ratio 1.026 2.055 0.314

2 Debt To Equity Ratio 3.057 2.055 0.005

3 Total Assets Trun Over 8.711 2.055 0.000

Sumber: Hasil Olah Data(2021)

Hipotetis 1(H1): Pengaruh Current Ratio (X1) Terhadap Kinerja Keuangan(Return On Investment) Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdapat Di Bursa Efek Indonesia (Y)

Berdasarkan hasil uji hipotetis menjelaskan bahwa nilai koefisien korelasi hasil thitung variabel current ratio(X1) sebesar

1.026. Sedangkan nilai signifikansi variabel current ratio(X1) secara parsial sebesar 0.314. Sehingga nilai signifikansi lebih besar dari probabilitas 0.05 (0.314>0.05) dan nilai thitung lebih kecil dari pada ttabel 2.055 (1.026<2.055), maka dapat disimpulkan bahwa Ho diterima dan Ha ditolak. Yang memperlihatkan bahwa t yang diperoleh tersebut tidak signifikan. Sehingga hipotetis 1 (H1) yang di uji dalam penelitian ini yaitu current ratio (X1) secara parsial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja keuangan(return on investment) pada perusahaan manufaktur yang terdapat di bursa efek Indonesia ditolak. Oleh karena itu, Hipotetis Pertama (H1) tidak terima.

Hipotetis 2(H2): Pengaruh Debt To Equity Ratio (X2) Terhadao Keuangan(Return On Investment) Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdapat Di Bursa Efek Indonesia (Y)

Berdasarkan hasil uji hipotetis menjelaskan bahwa nilai koefisien korelasi untuk hasil thitung variabel debt to equity ratio (X2) sebesar 3.057. Sedangkan signifikansi variabel debt to equity ratio (X2) secara parsial 0.005. Sehingga nilai signifikansi lebih kecil dari probabilitas 0.05 (0.005<0.05) dan nilai thitung lebih besar dari pada ttabel 3.057 (3.057>2.055), maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang memperlihatkan bahwa nilai t yang diperoleh tersebut signifikan. Sehingga hipotetis 2 (H2) yang di uji dalam

penelitian ini yaitu debt to equity ratio (X2) secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan(return on investment) pada perusahaan manufaktur yang terdapat di bursa efek Indonesia tidak ditolak. Oleh karena itu, Hipotetis Kedua(H2) diterima

Hipotetis 3(H3): Pengaruh Total Assets Trun Over (X3) Terhadap Kinerja Keuangan(Retrun On Investment) Pada Perusahaan Manufaktur Ynag Terdapat Di Bursa Efek Indonesia (Y)

Berdasarkan hasil uji hipotetis menjelaskan bahwa nilai koefisien korelasi untuk hasil thitung variabel total assets trun over( X3) sebesar 8.711. Sedangkan nilai signifikansi variabel total assets trun over( X3) secara parsial 0.000. Sehingga nilai signifikansi lebih kecil dari probabilitas 0.05 (0.000<0.05) dan nilai thitung lebuh besar dari pada ttabel 8.711 (8.711>2.055), maka dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang memperlihatkan bahwa nilai t yang diperoleh tersebut signifikan. Sehingga hipotetis 3 (H3) yang di uji dalam penelitian ini yaitu totak assets trun over (X3) secara parsila berpengaruh positif dan siignifikan terhadap kinerja keuangan(return on investment) pada perusahaa manufaktur yang terdapat di bursa efek Indonesia tidak ditolak . Oleh karena itu, Hipotetis Ketiga (H3) diterima.

2. Uji simultan (Uji f)

Pengujian simultan ialaha pengujian secara bersama – sama antara koefisien Current Ratio (X1), Debt To Equity Ratio (X2), Total Assets Turn Over (X3) dan Kinerja Keuangan(Retrun On Investment) Pada perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Y).

Berikut disajikan hasil analisis SPSS:

Tabel 4.26 Uji F ANOVAa

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression .355 3 .118 70.765 .000b

Residual .044 26 .002

Total .399 29

a. Dependent Variable: RETURN ON INVESTMENT

b. Predictors: (Constant), TOTAL ASSETS TURN OVER, CURRENT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO

Berdasarkan dari analisis menggunakan SPSS diatas, dimana sudah terdapat nilai F-hitung dan nilai signifikansi, berikut disajikan secara terperinci dalam tabel.

Tabel 4.27 Hasil Uji Simultan F

No f-hitung f-tabel Signifikansi

1 70.765 2.96 0.000

Hipotetis 4 (H4): Pengaruh Current Ratio (X1), Debt To Equity Ratio (X2), Total Assets Turn Over (X3) Terhadap Kinerja Keuangan(Retrun On Investment) Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Y)

Berdasarkan hasil uji simultan (uji f) menjelaskan bahwa nilai signifikansi sebesar 0.000 lebih kecil dari probabilitas 0.05 (0.000<0.05) dan fhitungsebesar 70.765 lebih besar dari ftabel yaitu 2.96 (70.765>2.96). Maka sebagaimana dasar

pemgambilan keputusan dalam uji F dapat disimpulkan bahwa hipotetis diterima atau dengan kata lain Current Ratio (X1), Debt To Equity Ratio (X2), Total Assets Turn Over (X3) secara simultan (Bersama-sama) berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan(Retrun On Investment) Pada perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (Y).

Dengan demikian, maka persyaratan agar kita dapat memaknai nilai koefisien determinasi dalam analisis regresi linear

Dengan demikian, maka persyaratan agar kita dapat memaknai nilai koefisien determinasi dalam analisis regresi linear

Dokumen terkait