Analisis terhadap praktek-praktek yang baik diidentifikasi melalui studi literatur dan wawancara dengan beberapa petani di Kalimantan Selatan. Informasi yang diperoleh mungkin tidak terlalu lengkap karena pendeknya waktu untuk wawancara dan dilakukan tidak pada saat musim panen. Meskipun demikian isi subtansinya dapat diidentifikasi dan dianalisis. Pada Tabel 3 disajikan hasil analisis praktek-praktek yang baik tersebut.
Ada 7 praktek yang teridentikasi untuk konservasi in situ atau on-farm sumberdaya genetik tanaman buah kerabat mangga dan jeruk. Ke tujuh praktek tersebut dapat dinilai berdasarkan keefektifan biaya, kepraktisan dalam pelaksanaan, potensi scaling-up, keberlanjutan, manfaat sosial dan ekonomi.
Tabel 3. Tipe-tipe praktek yang baik konservasi in-situ dan on-farm tanaman buah kerabat Jeruk dan Mangga.
Tipe Praktek Tanaman
buah Lokasi 1.Teknologi Sistem usahatani padi-jeruk
di lahan pasang surut. Peningkatan nilai tambah
kulit buah Pamelo
Menanam varietas yang secara komersial dapat diterima konsumen. Jeruk siam Pamelo Jeruk siam, pamelo Barito kuala Magetan Magetan dan Barito Kuala. 2. Proses Ditanam dan dipanen secara
alamiah
Bimbingan intensif dari pemerintah Kasturi Pamelo Jeruk siam Kabupaten Banjar Magetan Sambas 3.Metode Penyadaran masyarakat.
Penyuluhan dan pembimbingan berkelanjutan tentang teknologi Mangga Jeruk siam Hulu sungai utara Sambas 4.Modalitas kerja. Kemitraan dengan perusahaan swasta
143 Aspek kepraktisan dalam pelaksanaan dan efisiensi biaya, penanaman dan pemanenan secara alamiah serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya konservasi sumberdaya genetik untuk keberlanjutan produksi mendapatkan skor atau nilai tertinggi. Meskipun demikian, penanaman dan pemanenan secara alami, artinya pohon tumbuh dengan sendirinya tanpa perawatan, agak sulit dilakukan untuk tanaman buah lain selain kasturi. Pohon kasturi memiliki masa vegetatif yang panjang dan sebenarnya merupakan tanaman di hutan; sehingga tidak memerlukan perawatan. Peningkatan kesadaran masyarakat sebagai metode untuk mendukung konservasi sumberdaya genetik dapat diterapkan untuk semua pohon buah, meskipun harus didukung dengan penerapan teknologi, proses dan modalitas kerja lainnya.
Dari aspek potensi untuk scaling-up, penggunaan varietas unggul yang secara komersial diterima pasar memiliki skor paling tinggi. Penerapan varietas unggul baru relatif mudah diadopsi oleh petani, terutama bila benih/bibit tersedia. Teknologi lain seperti sistem usahatani padi-jeruk atau pengolahan kulit pamelo relatif lebih rendah skornya dibandingkan penerapan varietas unggul aru dalam aspek scaling-up, mengingat sifatnya yang sangat spesifik untuk pohon buah atau agro-ekosistem tertentu. Masalah yang dihadapi dalam penerapan varietas ialah ketersediaan varietas yang memenuhi sifat-sifat yang diperlukan agar produk yang dihasilkan dapat diterima pasar. Perakitan varietas yang demikian, selain memerlukan kejelian dan ketajaman untuk mengidentifikasi kebutuhan pasar, juga memerlukan waktu yang lama, terutama untuk tanaman buah tropika.
Dari aspek keberlanjutan, penerapan sistem usahatani padi-jeruk lebih unggul dibandingkan dengan yang lain, karena sistem ini sudah lama dilakukan oleh petani, sehingga sudah teruji keberlanjutan. Di samping itu memberi manfaat sosial-ekonomi yang tinggi. Petani jeruk dapat memanfaatkan hasil padi untuk kehidupan sehari-harinya, selama menunggu pohon jeruk berproduksi. Pengolahan kulit pamelo yang bekerjasama dengan swasta juga memberi manfaat ekonomi yang tinggi pada petani, meskipun dari aspek keberlanjutan masih kalah dibandingkan dengan sistem udahatani padi-jeruk. Kedua praktek tersebut masih tergantung intervensi pemerintah dan pihak swasta.
144
Tabel 4. Hasil penilaian praktek-praktek yang baik untuk konservasi in situ dan lekat-lahan tanaman buah kerabat jeruk dan mangga.
No Praktek K epra k tis a n E ff ekt if i ta s bia y a P o tens i sca lin g -up Keber la n juta n M a nfa a t so sia l-ko no mi
1 Sistem usahatani padi-jeruk di lahan pasang surut.
3 3 3 5 5 2 Peningkatan nilai tambah kulit
pamelo
3 1 3 3 5 3 Menanam varietas yang diterima
pasar
3 3 5 3 3 4 Menanam dan memanen secara
alamiah
5 5 1 3 3 5 Pembimbingan secara intensif
oleh pemerintah.
3 1 3 1 3 6 Penyadaran terhadap masyarakat. 5 5 3 3 3 7 Kemitraan dengan perusahaan
swasta.
3 1 3 1 5 Scores: 1=low, 3=medium, 5=high
Daftar Pustaka
Direktorat Jenderal Produksi Hortikultura. 2002. Vademekum Jeruk (citrus
Vade mecum). Direktorat Buah. Ditjen Produksi Hortikultura.
Jakarta.
Dinas Pertanian Provinsi Aceh. 2003. Pengelolaan Kebun Jeruk Pamelo di Nanggroe Aceh Darussallam. Makalah dipresentasikan pada lokakarya, kontes buah dan temu bisnis tentang pamelo di Batu, malang, Jawa Timur, 13-14 Mei 2003.
Dwiyanto K., & B. Setiadi. 2003. Kekayaan, Penyebaran dan Pengelolaan Plasma Nutfah untuk Kesejahteraan Masyarakat. Makalah dipresentasikan pada seminar tentang sumberdaya genetik dan Hak Kekayaan Intelektual.di Bogor, 10 Agustus 2003.
Hamidun Y. 2003. Pengalaman Pengelolaan Kebun Jeruk Pamelo di Sulawesi Selatan. Makalah dipresentasikan pada lokakarya, kontes
145 buah dan temu bisnis tentang pamelo di Batu, malang, Jawa Timur, 13-14 Mei 2003.
Indonesian Biodiversity and Action Plan (IBSAP). 2014. Strategi dan
rencana aksi keanekaragaman hayati Indonesia 2015-2020. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional. (Draft status per 19 Desember 2014). Tidak dipublikasi.
Latifah, D. et al. 2000. Tanaman Buah Kebun Raya Bogor Balai Pengembangan Kebun Raya-LIPI. Bogor.
Maxted N. et al. 1997. Contemperoary conservation strategies. In: Maxted N.,For-Llyod B.V., Hawkes J.G. (eds): Plant Genetic Conservation: the in situ approach. Chapman and Hall, London, 20-55.
Nurhadi, et al. 2003. Perbaikan Teknology Budidaya mendukung Agribisnis Jeruk. Makalah dipresentasikan pada seminar dan lokakarya jeruk di pontianak, Kalimantan Barat, 9-12 Juni 2003
Sumarno. 2003. Kebijakan dan Strategi Agribisnis Jeruk. Makalah dipresentasikan pada Seminar dan lokakarya jeruk di Pontianak, Kalimantan Barat, 9-12 Juni 2003.
Supriyanto, A. & Suyamto. 2003. Ceritera Sukses Agribisnis Pamelo di Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Makalah dipresentasikan pada lokakarya, kontes buah dan temu bisnis pamelo di Batu, Malang, Jawa Timur 13-14 Mei 2003.
147
III. STUDI LINI DASAR; KERAGAMAN
TANAMAN BUAH TROPIS, BUDAYA, DAN
149