Karya Un Coeur Simple ini menceritakan tentang kehidupan seorang
pelayan keluarga bourgeois Prancis yang tinggal di daerah utara Prancis, tepatnya
di Pont-L’Évêque. Penceritaan karya ini bersifat kronologis, terdapat beberapa
sub-sekuen yang menampilkan sorot balik peristiwa. Dengan membaca karya ini,
akan terlihat bagaimana kehidupan yang dialami tokoh utama, yaitu Félicité
dalam menghadapi hidupnya mulai dari sebelum ia menjadi pelayan hingga pada
saat ia menghadapi kematiannya. Permasalahan yang sering dihadapi oleh Félicité
adalah kenyataan bahwa dia beberapa kali ditinggalkan oleh orang-orang yang
dekat dengannya. Mulai dari pernikahan Théodore dengan wanita lain, kematian
keponakan kesayangannya yaitu Victor, kepergian Paul dan Virginie yang
bersekolah di luar kota, kematian Virginie, kematian Madame Aubain, hingga
kematian Loulou (pérroquet) yang merupakan burung kesayangan Félicité.
Fungsi Utama dan Bagan Un Coeur Simple
1. Kisah cinta Félicité dan Théodore. (sub-sekuen 3.1, 3.2, 3.3, 3.4, 3.7)
2. Berita perkawinan Théodore dengan seorang perempuan tua yang kaya raya. (sub-sekuen 3.9)
3. Perasaan sedih Félicité atas berakhirnya hubungan percintaannya dengan Théodore. (sub sekuen 3.10)
4. Kepergian Félicité dari kampung halamannya untuk melupakan rasa sakit hatinya. (sekuen 4)
5. Kedatangannya di Pont-l’Évêque ia bekerja sebagai seorang pelayan di rumah keluarga bourgeois. (sekuen 5)
6. Perkenalan Félicité dengan Paul dan Virginie, putra-putri Madame Aubain. (sekuen 6)
7. Kecintaan dan rasa bakti yang besar Félicité kepada keluarga majikannya (sekuen 6, 15, 16, 19, 31, dan 37)
8. Sakitnya Virginie. (sekuen 17)
9. Usaha penyembuhan Virginie, keluarga Madame Aubain pergi ke Trouville, kota di tepi laut. Félicité turut dalam perjalanan tersebut. (sekuen 18; 19; 20;
21)
10. Keberhasilan penyembuhan Virginie, setiap hari ia berendam di laut. (sekuen 22)
11. Kepergian Paul ke Caen untuk melanjutkan sekolah. (sekuen 30)
12. Keputusan Madame Aubain untuk menyekolahkan Virginie di sekolah Ursuline di Honfleur. (sekuen 35)
13. Kesedihan Félicité, ia merasa kehilangan Virginie. (sekuen 37)
14. Pertemuan Félicité dengan Victor, kemenakannya yang berprofesi sebagai pelaut. (sekuen 38)
15. Hubungan Félicité dengan Victor yang semakin kuat, ia menjadi tumpahan kasih sayang Félicité. (sekuen 39; 40; 43)
16. Kepergian Victor ke Amerika. (sekuen 44; 47; 48)
17. Berita kematian Victor yang begitu cepat dalam perjalanan pulang dari Amerika. (sekuen 53; 55)
18. Kesedihan Félicité : ia sangat menyayangi Victor. (sekuen 54; 56)
19. Keadaan Virginie : ia kembali sakit dan badannya kian lemah. (sekuen 57) 20. Kematian Virginie (sekuen 62)
21. Kesedihan Félicité menjadi lebih mendalam, karena ia juga baru saja kehilangan Victor. (sekuen 63)
22. Kedekatan Félicité dengan Madame Aubain yang sama-sama kehilangan Virginie, mereka menderita kesedihan yang berkepanjangan. (sekuen 70)
23. Pemberian burung beo dari Madame Larsonnière, tetangganya, kepada Madame Aubain, tetapi Madame Aubain tak sanggup memeliharanya. Burung
tersebut kemudian diberikan kepada Félicité. (sekuen 73; 75)
24. Kehadiran Loulou, si burung beo, satu-satunya penghiburan Félicité yang telah menjadi tuli. (sekuen 76; 77; 79; 86)
25. Kematian Loulou karena pneumonia. (sekuen 89) 26. Kesedihan Félicité kian mendalam. (sekuen 95; 96)
27. Usaha Félicité untuk tetap bersama Loulou, ia mengawetkan burung tersebut. (sekuen 98; 99)
28. Permintaan Paul pada ibunya untuk membayarkan hutang-hutangnya, sedangkan ia sendiri hidup berfoya-foya di kota Caen. (sekuen 69)
29. Kebangkrutan keluarga Aubain diberitahukan oleh M.Bourais, penanggung jawab keuangan Madame Aubain. (sekuen 69)
30. Kehidupan Madame Aubain: ia selalu menyendiri di kamar, mengenang Virginie dan hubungan dengan teman-teman yang dulunya sering
31. Berita kematian M. Bourais yang bunuh diri karena dibelit hutang. (sekuen 105)
32. Kesusahan Madame Aubain; ia telah jatuh miskin. (sekuen 69) 33. Kematian Madame Aubain. (sekuen 106)
34. Kesedihan Félicité memuncak: ia bukan saja kehilangan majikan, tetapi juga satu-satunya teman. (sekuen 107)
35. Kedatangan para ahli waris untuk mengambil barang-barang di rumah keluarga Aubain. (sekuen 108)
36. Keputusan rumah yang telah rusak tersebut, akan dijual, tetapi tak kunjung laku. (sub-sekuen 109.c)
37. Keadaan Félicité semakin memprihatinkan. Ia menyewa kamar di rumah keluarga Aubain yang telah rusak. (sub-sekuen 109.b; 110)
38. Pandangan Félicité hanya tertuju pada burung beo yang telah diawetkan. Menurut pendapatnya burung itu mirip Jesus. (sekuen 103; 111)
39. Penyakit Félicité makin parah dan kemampuan mendengarnya pun menurun. Hubungannya dengan dunia luar sudah terputus. (sekuen 115)
Urutan fungsi utama di atas dapat digambarkan dengan bagan seperti di bawah ini: c. 11 28 29 a) 1 3 4 5 6 7 2 19 20 b. 8 9 10 12 13 31 21 22 30 32 33 34 d 14 15 16 17 18 35 e 23 24 25 26 27 36 37 38 39 40
Berdasarkan fungsi utama dan bagan di atas, dapat dilihat hubungan
sebab-akibat dalam karya Un Coeur Simple. Peristiwa-peristiwa dalam karya ini
dimulai dengan hubungan percintaan antara Félicité dengan Théodore yang hanya
berlangsung beberapa saat saja (1). Kisah mereka kandas karena Théodore
memilih menikah dengan wanita lain yang jauh lebih kaya dari Félicité (2).
Tindakan Théodore tersebut membuat Félicité merasakan sakit hati yang sangat
dalam (3). Karena tidak mau berlarut-larut dalam kesedihan, Félicité pun
Pont-l’Évêque untuk menjadi seorang pelayan (4). Sesampainya di Pont-Pont-l’Évêque, ia
kemudian diterima sebagai pelayan sebuah keluarga bourgeois dengan Madame
Aubain sebagai majikannya (5).
Sebagai pelayan, Félicité sangat rajin dan patuh terhadap majikannya,
bukan hanya kepada Madame Aubain saja, tetapi juga kepada Paul dan Virginie,
yang merupakan anak dari Madame Aubain. Ia mau berkorban demi keselamatan
keluarga tersebut, merawat kedua anak Madame Aubain dengan penuh kasih
sayang. Félicité pun tidak pernah mendendam atas perbuatan ataupun perlakuan
buruk yang diterimanya hal tersebut menjadi bukti kecintaan dan rasa baktinya
kepada para majikannya (5, 6, 7).
Virginie, anak dari Madame Aubain sempat mengalami sakit yang cukup
parah (8). Berbagai usaha pun dilakukan untuk menyembuhkan penyakitnya itu,
Madame Aubain membawanya untuk melakukan terapi di sebuah desa di tepi laut
(9). Dalam perjalanan tersebut, Félicité sebagai seorang pelayan yang patuh
kepada majikan, selalu mendampingi kemana pun mereka pergi. Ternyata terapi
tersebut memberikan dampak positif terhadap kondisi kesehatan Virginie (10).
Sepulangnya mereka dari terapi untuk penyembuhan Virginie, Madame
Aubain membuat keputusan untuk mengirim Paul untuk bersekolah di Caen (11).
Begitu pula kepada Virginie, ia pun juga dikirim untuk belajar di sekolah
Ursulines di Honfleur (12). Kepergian kedua anak tersebut membuat Félicité
merasa sangat kehilangan, hal tersebut disebabkan oleh rasa sayang Félicité yang
Untuk mengurangi kesedihannya, Félicité kemudian mengalihkan kasih
sayangnya kepada keponakannya yang bernama Victor (14). Kehadiran Victor di
kehidupannya membuat Félicité merasa menemukan keluarga, hubungan mereka
sangat dekat (15). Namun kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, karena suatu
hari, Victor mengabarkan bahwa ia ingin ikut berlayar ke Amerika (16).
Mendengar kabar tersebut, Félicité merasa sedih karena ditinggalkan Victor untuk
jangka waktu yang lama. Setelah beberapa bulan berlayar, Victor dikabarkan
meninggal di laut (17). Berita tersebut membuat Félicité sangat terpukul dan
merasakan kehilangan yang mendalam (18).
Rasa kehilangan Félicité semakin parah ketika mendengar kabar kesehatan
Virginie yang terus menurun (19). Berbagai usaha telah dilakukan untuk
menyelamatkan nyawa Virginie, tetapi semuanya gagal dan akhirnya ia meninggal
dunia (20). Hal tersebut menjadi sumber kesedihan yang sangat besar baik bagi
Madame Aubain maupun Félicité (21). Mereka sangat terpukul dan sulit untuk
menerima kenyataan. Kesamaan perasaan ini membuat Madame Aubain dan
Félicité mulai dekat satu sama lain (22).
Berbagai peristiwa kehilangan yang dirasakan Félicité membuatnya
merasa sangat kesepian. Ia baru menemukan cahaya baru setelah Madame Aubain
memberinya seekor burung beo bernama Loulou (23). Burung ini menjadi
satu-satunya teman bagi Félicité saat ia sedang kesepian (24). Namun kehadiran
burung ini sangatlah singkat, ia ditemukan mati di dekat perapian pada suatu pagi
di musim dingin (25). Loulou sudah dianggap seperti anak sendiri bagi Félicité.
sedih. Ia merasa kehilangan teman bicara, sahabat, serta kekasih (26). Tidak
tinggal diam, Félicité pun berusaha mencari sebab kematian Loulou. Selain itu, ia
bersusah-payah untuk mencari orang yang dapat mengawetkan tubuh Loulou agar
ia dapat terus bersamanya hingga akhir hayatnya (27).
Setelah kematian Virginie, kehidupan keluarga Madame Aubain
mengalami banyak perubahan. Di sisi lain, Madame Aubain juga masih harus
memikirkan kehidupan Paul yang dililit banyak hutang, sehingga Madame Aubain
harus membayar hutang-hutang tersebut (28). Dengan penghasilan yang hanya
mengandalkan hasil pertanian, kehidupan ekonomi keluarga Aubain semakin
memburuk (29). Madame Aubain lebih sering mengurung dirinya di kamar,
Ditambah lagi dengan menghilangnya orang-orang yang dulunya sering
mengunjungi Madame Aubain, membuat kehidupan Madame Aubain semakin
hampa (30). Ditambah dengan kabar kematian M.Bourais, penanggung jawab
keuangan keluarga Aubain, yang mati bunuh diri karena dililit hutang (31)
menambah pikiran Madame Aubain. Akhirnya Madame Aubain benar-benar jatuh
miskin (32). Karena tidak kuat menghadapi cobaan yang datang bertubi-tubi
tersebut, kesehatan Madame Aubain semakin hari semakin melemah, dan
akhirnya ia pun meninggal dunia (33).
Penderitaan Félicité mengalami puncaknya ketika Madame Aubain
meninggal dunia. Ia merasa sangat kehilangan atas kematian majikannya tersebut
karena ia tidak lagi punya siapa-siapa di rumah itu (34). Setelah kematian
Madame Aubain, para ahli waris pun mulai berdatangan untuk meminta bagian
pada kenyataannya rumah tersebut tidak kunjung terjual (36). Meskipun rumah
tersebut akan dijual, Félictié tetap bersikeras untuk tinggal di rumah itu,
sampai-sampai ia memutuskan untuk menyewa kamarnya (37). Ia juga sering dihantui
oleh bayang-bayang burung beo yang setiap saat menjadi halusina baginya. Hal
tersebut disebabkan oleh emosi yang mendalam antara Félicité dan Loulou
sebagai satu-satunya makhluk yang menemaninya meneruskan hidup terutama
setelah kepergian orang-orang yang disayanginya (38). Tekanan hidup yang
dihadapinya sejak kecil hingga akhirnya dia merasakan beberapa kali kehilangan
atas orang-orang yang disayanginya, membuat kondisi tubuh Félicité semakin
melemah. Kehidupannya yang tidak terurus terutama setelah kematian Madame
Aubain, yaitu tinggal di kamar yang sudah bocor, lembab, dan tidak sehat
membuat penyakitnya semakin parah (39). Sampai akhirnya, ia meninggal dunia
karena penyakit yang sama dengan Madame Aubain, majikannya. Hingga ajal
menjemputnya, ia masih menyimpan bangkai Loulou burung beo di sampingnya
(40).
Dari fungsi utama dan bagan Un Coeur Simple tersebut dapat dilihat
bahwa sebenarnya alur cerita karya ini tidak terlalu rumit, yaitu dengan gaya
penceritaan kronologis tanpa ada sekuen sorot balik. Jika diihat dari USICnya,
terdapat banyak penjelasan mengenai detail kejadian ataupun tindakan tiap tokoh,
sedangkan fungsi utama dan bagan relatif singkat dan sederhana. Dari fungsi
utama ini dapat dilihat bahwa cerita dalam karya Un Coeur Simple disusun oleh
sekuen-sekuen yang mayoritas menggambarkan peristiwa, tindakan, dan
Madame Aubain, Paul, Virginie, Victor, dan Loulou. Oleh sebab itu, pada bab 3
penelitian akan difokuskan pada hubungan antar tokoh.