• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji ANCOVA dan regresi linier berganda perubahan kadar hemoglobin a Uji ANOVA kadar hemoglobin bseline dan endline

LIPID DOSIS KECIL TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN BAY

Lampiran 6: Ringkasan Hasil Analisa Statistik

4. Uji ANCOVA dan regresi linier berganda perubahan kadar hemoglobin a Uji ANOVA kadar hemoglobin bseline dan endline

140

141 Kadar hemoglobin endline

142

143 d. Uji regresi perubahan hemoglobin setelah 3 bulan intervensi

144

Lampiran 7: Data Pengetahuan Gizi dan Status Ketahanan Pangan 1. Pengetahuan Gizi

No Pertanyaan Proporsi Jawaban (%) Rerata

Skor Benar (nilai 1) Salah (nilai 0) Tidak Tahu (nilai 0) 1 Bayi mulai pertama kali diberi Air

Susu Ibu (ASI) setelah 1 jam melahirkan

95.8 2.4 1.8 0.96

2 Kolustrum atau ASI yang keluar pada hari-hari pertama dan

berwarna kuning (‘ASI BASI’)

sebaiknya diberikan pada bayi

94.0 4.2 1.8 0.94

3 Bayi dapat diberikan madu atau air tajin pada hari pertama melahirkan

27.4 60.1 12.5 0.65

4 Sebelum anak berumur 6 bulan

tidak perlu diberikan makanan selain ASI, anak cukup minum ASI saja

64.9 32.7 2.4 0.67

5 Apabila anak menangis sebelum

usia 6 bulan sebaiknya diberikan makanan saja seperti pisang atau bubur, dll

54.8 39.9 5.4 0.60

6 Makanan pendamping ASI

sebaiknya diberikan variasi dan minimal terdapat nasi/bubur, sayuran/buah, ikan, produk susu/kacang-kacangan

66.7 25.6 7.7 0.40

7 Makanan selain ASI dapat

diberikan pada anak saat usia 8-9 bulan

61.9 33.9 4.2 0.34

8 Makanan pendamping ASI anak

usia 6 – 8 bulan diberikan 3 kali dalam sehari

75.6 20.8 3.6 0.21

9 Untuk anak usia lebih dari 6 bulan, jika anak sakit, ASI saja sudah cukup dan tidak perlu diberikan MP ASI

38.7 58.9 2.4 0.59

10 Minum ASI dan makan

bubur/pisang secara rutin sudah cukup memenuhi kebutuhan gizi anak dan tidak perlu konsumsi vitamin dan mineral tambahan atau makanan yang diperkaya vitamin dan mineral

51.8 39.9 8.3 0.40

Total 5.75±1.53

Kategori Pengetahuan Gizi Pengetahun Gizi Rendah (0-50%) =42.4% Pengetahun Gizi Sedang (51-75% = 45.0% Pegetahun Gizi Tinggi (> 75%) =12.6 %

145 2. Status Ketahanan Pangan Rumah Tangga

No Pertanyaan Proporsi

Jawaban (%)

Frekuensi

 Jarang (1 atau 2 kali sebulan) skor=1

 Kadang-kadang (3 sampai 10 kali sebulan) skor=2

 Sering (lebih dari 10 kali sebulan) skor=3

Ya Tidak

1 Dalam 1 bulan (4 minggu)

terakhir, apakah ibu pernah merasa kuatir, tidak

mempunyai cukup padi atau makanan pokok keluarga untuk dimakan

64.3 35.7 Jarang 7.1%

Kadang-kadang 33.3 % Sering 23.8%

2 Dalam 1 bulan terakhir,

apakah Ibu atau anggota keluarga yang lain tidak dapat mengkonsumsi makanan yang disukai karena tidak dapat membelinya/mendapatkannya dari hasil kebun/sawah/ternak? 47.0 53.0 Jarang 7.1% Kadang-kadang 16.1 % Sering 23.2%

3 Dalam 1 bulan terakhir,

apakah Ibu atau anggota keluarga yang lain hanya dapat mengkonsumsi

makanan dalam jenis terbatas karena tidak dapat

membelinya/mendapatkannya dari hasil kebun/sawah/ternak? 39.3 60.7 Jarang 2.4 % Kadang-kadang 18.5 % Sering 18.5%

4 Dalam 1 bulan terakhir,

apakah Ibu atau anggota keluarga lain mengkonsumsi makanan yang sebenarnya tidak mau dimakan namun karena tidak dapat

membeli/mendapatkan makanan lain?

20.2 79.8 Jarang 0.6%

Kadang-kadang 7.7 % Sering 11.9%

5 Dalam 1 bulan terakhir,

apakah Ibu atau anggota keluarga lain mengkonsumsi makanan dalam jumlah kecil dari yang diinginkan/dibutuhkan karena ketidakcukupan makanan? 12.5 87.5 Jarang 1.8% Kadang-kadang 7.1 % Sering 3.6%

146

No Pertanyaan Proporsi

Jawaban (%)

Frekuensi

 Jarang (1 atau 2 kali sebulan) skor=1

 Kadang-kadang (3 sampai 10 kali sebulan) skor=2

 Sering (lebih dari 10 kali sebulan) skor=3

6 Dalam 1 bulan terakhir,

apakah Ibu atau anggota keluarga lain pernah makan dalam frekuensi yang lebih sedikit (< 3 kali sehari) karena ketidakcukupan makanan? (frekuensi makan utama)

3.0 97.0 Jarang 0.6%

Kadang-kadang 1.2 % Sering 1.2%

7 Dalam 1 bulan terakhir, apakah Ibu atau anggota keluarga lain pernah tidak makan karena tidak dapat membeli/mendapatkan makanan?

0 100

8 Dalam 1 bulan terakhir,

apakah Ibu atau anggota keluarga lain pernah tidur malam hari dalam keadaan lapar karena ketidakadaan makanan?

0.6 99.4 Jarang 0.6%

9 Dalam 1 bulan terakhir,

apakah Ibu atau anggota keluarga lain pernah tidak makan sepanjang hari dan malam karena ketidakadaaan makanan?

0 100

Rata-rata skor 6.22±6.03

Kategori Rawan Pangan Food Secure 39.9%

Mildly Food Insecure 21.4% Moderately Food Insecure 34.5% Severely Food Insecure 4.2%

147

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Bangkalan, Jawa Timur, pada tanggal 26 Januari 1974 sebagai putri pertama dari tujuh bersaudara dari pasangan Bapak H. Salehoddin, M.Pdi (Alm) dan Ibu Hj. Siti Lutfiyah. Penulis menikah dengan Ahmad Fadillah dan dikarunia seorang putri yang kami beri nama Lina Ghassani Hanum.

Penulis menempuh pendidikan mulai dari SD sampai SMA di kota Bangkalan. Pada tahun 1992 sampai 1997, penulis melanjutkan studi di Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur PMDK dan diterima di Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga (GMSK). Tahun 1998 sampai 2001, penulis melanjutkan pendidikan Magister di program studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, peminatan Gizi Kesehatan di Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga. Pada tahun 2011, penulis melanjutkan pendidikan Doktoral di Sekolah Pasca Sarjana IPB pada mayor Gizi Manusia dengan Beasiswa Pendidikan Pascasarjana (BPPS) dari DIKTI.

Tahun 2001 sampai 2007 penulis pernah bekerja di NGO Helen Keller International dan terlibat pada Nutrition and Health Surveillance Survey (NSS), Food Aid Monitoring (FAM), Sprinkle Effectiveness Program (SEP), Supplementation with Micronutrient (SUM) project. Penulis pernah bekerja sebagai konsultan pada Water and Sanitation Project dari International Relief Development di Aceh tahun 2007 dan terlibat sebagai Project Monitoring Consutant pada LNS Effectiveneess Study dari World Food Programme (WFP) tahun 2014. Saat ini, Penulis aktif sebagai staf pengajar di Jurusan Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya.

Selama mengikuti perkuliahan S3, penulis mendapat hibah penelitian dari (1) Neys-Van Hoogstarten Foundation (NHF) tahun 2013 dengan IN 246; (2) Hibah penelitian kompetitif DPP/SPP Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya tahun 2014; (3) Neys-Van Hoogstarten Foundation (NHF) tahun 2015 dengan IN 249. Penulis juga terlibat dalam kegiatan seminar internasional selama masa perkuliahan S3 sebagai oral presentation di 9th Asia Pacific Conference on Clinical Nutrition (APCCN), Kuala Lumpur, Malaysia, Januari 2015, 4th International NHF Workshop, Manila, Philipina, April 2015, dan International Symposium Food and Nutrition (ISFAN), Jakarta, Juni 2015.

Artikel ilmiah hasil penelitian ini telah diterima untuk diterbitkan (accepted) di Pakistan Journal of Nutrition dengan judul “Effect of the Provision of Small- quantity Lipid-based Nutrient Supplements on Gross Motor Developmental

Milestones in Indonesian Infants” dan di Jurnal Pangan dan Gizi dengan judul

“Kepatuhan konsumsi suplemen Gizi Berbasis Lipid Dosis Kecil pada Bayi di Perdesaan, Kabupaten Bangkalan dan akan diterbitkan pada Volume 11, No. 2, Juli 2016. Satu artikel sedang dalam proses review dengan judul “The effect of Complementary Food Supplement with Small-quantity Lipid-based Nutrient Supplementon Hemoglobin Level of Children 6-12 Months old in Rural Indonesia pada South African of Journal Clinical Nutrition.

Penulis saat ini juga terlibat secara aktif sebagai pengurus Kologium Ilmu Gizi Indonesia (KIGI), Asosiasi Institusi Pendidikan Tinggi Gizi Indonesia (AIPGI) dan Asesor di LAM-PT Kes.