B. AKUNTABILITAS KEUANGAN
1. Anggaran dan Realisasi Pendapatan Daerah
Pendapatan Daerah pada APBD Tahun Anggaran 2016 direncanakan meningkat baik dari PAD maupun dari Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah, sedangkan Dana Perimbangan mengalami penurunan. Rencana Pendapatan Daerah dapat dijelaskan sebagai berikut :
1) Pendapatan Asli Daerah (PAD): a. Pajak Daerah
Pada APBD Tahun Anggaran 2016 penerimaan Pajak Daerah direncanakan meningkat terutama dari Pajak Hotel, Pajak Restoran, Pajak Hiburan, Pajak Penerangan Jalan, Pajak Air Tanah, Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan PBB Perdesaan dan Perkotaan. Sedangkan Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan mengalami penurunan, dan untuk Pajak Reklame dan Pajak Parkir tidak mengalami perubahan.
b. Retribusi Daerah
Penerimaan Retribusi Daerah pada APBD Tahun Anggaran 2016 mengalami penurunan dari yang diproyeksikan terutama dari Retribusi Jasa Usaha Tempat Rekreasi dan Olahraga, dan Retribusi Sewa
Alat-III | 86
LKIP Kabupaten Bandung 2016
Alat Berat pada Kecamatan, sedangkan Retribusi Jasa Usaha Rumah Potong Hewan, Retribusi Ijin Mendirikan Bangunan pada Dispertasih, Retribusi Jasa Usaha Pemakaian Kekayaan Daerah (sewa alat-alat berat dan sewa laboratorium), Retribusi Ijin Mendirikan Bangunan pada Kecamatan dan Retribusi Ijin Gangguan pada Kecamatan direncanakan meningkat. Adapun Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah, Retribusi Ijin Usaha Perikanan, Retribusi Pelayanan Pasar, Retribusi Pelayanan Kesehatan, Retribusi Pelayanan Pemakaman, Retribusi Sewa Tanah dan Bangunan, Retribusi Pelayanan Persampahan, Retribusi Jasa Usaha Penyedotan Kakus, Retribusi Parkir di Tepi Jalan Umum, Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor, Retribusi Jasa Usaha Terminal, Retribusi Ijin Trayek, Retribusi IMTA, dan Retribusi Ijin Gangguan tidak mengalami perubahan.
c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan pada APBD tahun anggaran 2016 mengalami penurunan dari yang diproyeksikan, terutama dari dividen Bank BJB. Hal ini didasarkan pada hasil RUPS Bank BJB. Sedangkan dari PDAM, PT. BPR Kertaraharja dan PT. CBS tidak mengalami perubahan.
d. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah pada APBD tahun anggaran 2016 meningkat terutama dari Jasa Giro, penerimaan BLUD RSUD Majalaya, dan penerimaan BLUD RSUD Cicalengka. Sedangkan penerimaan dari penghapusan barang milik daerah, Penerimaan Dari Distanbunhut, Penerimaan dari Penjualan Hasil Peternakan, Penerimaan BLUD RSUD Soreang, Penerimaan dari BPJS/Kapitasi (UPTD Yankes), dan Penerimaan dari BLUD Puskesmas tidak mengalami perubahan.
2) Dana Perimbangan
III | 87
LKIP Kabupaten Bandung 2016
Pada APBD Tahun Anggaran 2016, Dana Bagi Hasil Pajak/Bukan Pajak mengalami penurunan sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2016 Tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2016.
b. Dana Alokasi Umum (DAU)
Pada APBD tahun anggaran 2016 Dana Alokasi Umum tidak mengalami perubahan.
c. Dana Alokasi Khusus (DAK)
Pada APBD tahun anggaran 2016 Dana Alokasi Khusus Fisik dan Dana Alokasi Khusus Non Fisik mengalami penurunan sesuai dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2016 tentang Rincian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2016.
3) Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah mengalami peningkatan dari Bagi Hasil Pajak dari Pemerintah Provinsi. Sedangkan Bantuan Keuangan dari Provinsi dan Dana Desa tidak mengalami perubahan.
Pencapaian target proyeksi Pendapatan Daerah pada tahun anggaran 2016 dilakukan melalui upaya-upaya sebagai berikut :
a. Mengoptimalkan sosialisasi kepada wajib pajak dan wajib retribusi dalam rangka meningkatkan kesadaran wajib pajak dan wajib retribusi.
b. Intensifikasi penerimaan PAD baik dari sektor pajak maupun retribusi daerah termasuk didalamnya penataan dan pembenahan manajemen data penerimaan PAD;
c. Melakukan evaluasi/revisi terhadap Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati terkait Pajak Daerah dan Retribusi Daerah disesuaikan dengan Peraturan Perundang-undangan yang berlaku dan perkembangan perekonomian masyarakat.
III | 88
LKIP Kabupaten Bandung 2016
d. Mengoptimalkan sumber pendapatan daerah unggulan yang bersifat elastis terhadap perkembangan basis pungutannya dalam rangka mengurangi kesenjangan terhadap Perekonomian Daerah;
e. Optimalisasi pemungutan piutang Pajak Daerah melalui penagihan aktif;
f. Mengoptimalkan pengelolaan anggaran belanja langsung SKPD agar dapat mendorong peningkatan penerimaan dari sektor pajak dan retribusi daerah sebagai komponen utama pembentuk PAD;
g. Mengoptimalkan pelayanan dan kemudahan akses kepada masyarakat dalam rangka peningkatan penerimaan pajak daerah dan retribusi daerah;
h. Meningkatkan tertib administrasi penatausahaan keuangan melalui Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA);
i. Mengoptimalkan Pengawasan dan Pengendalian Aparatur Dinas dalam pelaksanaan kegiatan operasional lapangan;
j. Mengoptimalkan Pemutakhiran Data Potensi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah;
Melaksanakan Pemeriksaan Pajak secara maksimal kepada para wajib pajak yang belum melaksanakan ketentuan serta menerapkan sanksi yang tegas bagi para wajib pajak yang tidak memenuhi ketentuan yang berlaku;
Pada Tahun 2016 Pemerintah Kabupaten Bandung menganggarkan pendapatan sebesar Rp4.569.928.291.034,78 dan terealisasi sebesar Rp4.607.669.372.893,37 atau 100,83%.
Kontribusi Pendapatan Daerah masih didominasi oleh pendapatan yang bersumber dari Pendapatan Transfer yang dianggarkan sebesar Rp3.809.165.183.290,10 dan terealisasi sebesar Rp3.751.155.128.639,00 atau 98,48% memberikan kontribusi sebesar 81,41% sedangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dianggarkan sebesar Rp760.763.107.744,68 dan terealisasi sebesar Rp856.514.244.254,37 atau 112,59% baru dapat memberikan kontribusi sebesar 18,59%. Sedangkan dari Lain-lain Pendapatan yang Sah tidak dianggarkan dan tidak terealisasi atau 0,00%.
Meskipun ketergantungan APBD Kabupaten Bandung kepada Pemerintah Pusat masih tinggi namun kontribusi PAD terhadap Pendapatan Daerah meningkat
III | 89
LKIP Kabupaten Bandung 2016
cukup signifikan 5 (Lima) tahun terakhir. Berdasarkan data realisasi PAD Tahun 2012 sampai dengan Tahun 2016 kontribusi PAD terhadap Pendapatan Daerah adalah sebagai berikut: Tahun 2012 sebesar 12,62%, Tahun 2013 sebesar 15,06%, Tahun 2014 sebesar 17,38, Tahun 2015 sebesar 17,52% dan pada Tahun 2016 sebesar 18,59%. Gambaran Anggaran dan Realisasi Pendapatan Daerah pada Tahun Anggaran 2016 secara rinci dapat dilihat pada tabel 3.52 berikut:
Tabel 3.52
Anggaran dan Realisasi Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2016
Sumber : Laporan Keuangan SKPD dan DPPK Kabupaten Bandung 2016
KODE
REKENING REALISASI TAHUN ANGGARAN 2015 ANGGARAN SETELAH PERUBAHAN 2016 REALISASI TAHUN ANGGARAN 2016 BERTAMBAH / (BERKURANG) %-TASE %-TASE KONTRIB USI 4 PENDAPATAN 4.476.817.591.835,60 4.569.928.291.034,78 4.607.669.372.893,37 43.377.953.258,59 100,83 100,00 4 . 1 PENDAPATAN ASLI DAERAH 784.216.215.215,60 760.763.107.744,68 856.514.244.254,37 95.751.136.509,69 112,59 18,59
4 . 1 . 1 Pendapatan Pajak Daerah 340.007.248.935,00 334.229.109.236,00 384.495.956.018,00 50.266.846.782,00 115,04 44,89
4 . 1 . 2 Pendapatan Retribusi Daerah 31.267.911.902,00 26.449.348.063,00 26.937.588.476,00 488.240.413,00 101,85 3,15
4 . 1 . 3 Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 53.451.614.657,00 62.757.495.249,00 62.792.013.347,00 34.518.098,00 100,06 7,33
4 . 1 . 4 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 359.489.439.721,60 337.327.155.196,68 382.288.686.413,37 44.961.531.216,69 113,33 44,63
4 . 2 PENDAPATAN TRANSFER 3.691.408.918.460,00 3.809.165.183.290,10 3.751.155.128.639,00 (52.373.183.251,10) 98,48 81,41
4 . 2 . 1 Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat - Dana Perimbangan 2.310.509.110.606,00 3.040.546.595.400,00 2.992.226.054.296,00 (48.320.541.104,00) 98,41 79,77
4 . 2 . 1 . 1 Dana Bagi Hasil Pajak 86.988.871.253,00 129.732.129.000,00 122.598.021.996,00 (7.134.107.004,00) 94,50 4,10
4 . 2 . 1 . 2 Dana Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam 120.744.114.353,00 89.815.626.000,00 127.864.485.604,00 38.048.859.604,00 142,36 4,27
4 . 2 . 1 . 3 Dana Alokasi Umum 1.957.538.845.000,00 2.096.677.101.000,00 2.096.677.101.000,00 0,00 100,00 70,07
4 . 2 . 1 . 4 Dana Alokasi Khusus 145.237.280.000,00 724.321.739.400,00 645.086.445.696,00 (79.235.293.704,00) 89,06 21,56
4 . 2 . 2 Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat - Lainnya 734.583.731.000,00 195.728.743.000,00 195.728.743.000,00 0,00 100,00 5,22
4 . 2 . 2 . 1 Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus 734.583.731.000,00 195.728.743.000,00 195.728.743.000,00 0,00 0,00 100,00
4 . 2 . 3 Pendapatan Transfer Pemerintah Provinsi 367.889.854.140,00 385.407.627.140,10 381.354.984.993,00 (4.052.642.147,10) 98,95 10,17
4 . 2 . 3 . 1 Pendapatan Bagi Hasil Pajak 367.886.230.065,00 385.407.627.140,10 381.354.984.993,00 (4.052.642.147,10) 98,95 100,00
4 . 2 . 3 . 2 Pendapatan Bagi Hasil Lainnya 3.624.075,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
4 . 2 . 4 Bantuan Keuangan 278.426.222.714,00 187.482.217.750,00 181.845.346.350,00
4 . 2 . 4 . 1 Bantuan Keuangan dari Pemerintah Daerah Provinsi Lainnya 278.426.222.714,00 187.482.217.750,00 181.845.346.350,00
4 . 3 LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH 1.192.458.160,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
4 . 3 . 1 Pendapatan Hibah 1.192.458.160,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
4 . 3 . 4 Pendapatan Lainnya 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
III | 90