• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia

BAB II PELAKSANAAN HUKUM ADMINISTRASI

C. Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia

Di Indonesia, istilah polisi digunakan dalam pengertian "organisasi pengamanan" pada abad ke-19 dalam interregum Inggris dari 1811-1817 wilayah Indonesia saat itu merupakan bagian dari wilayah yang dipimpin "bupati" masing-masing diserahi tugas pengamanan tetib hukum dan polisi bertanggungjawab pada bupati setempat itu.

Dari kata "polisi" tersebut. Kemudian para cendikiawan Kepolisian menyimpulkan bahwa terdapat 3 pengertian, yaitu :

1) Polisi sebagai fungsi,

2) Polisi sebagai organ kenegaraan dan

3) Polisi sebagai jabatan atau petugas. Yang banyak disebut sehari-hari adalah pengertian polisi sebagai pejabat atau petugas tiga pengertian kata polisi tersebut, kadang dicampur adukkan oleh masyarakat, yang seharusnya diartikan sesuai dengan konteks yang menyertai. Oleh karena itu timbul penilaian yang sebenarnya untuk individu (pejabat) tetapi diartikan sebagai tindakan suatu lembaga (alat negara)

Visi, Misi, Tugas dan Wewenang Serta Fungsi Kepolisian Republik Indonesia

1. Visi dan Misi Kepolisian Republik Indonesia

Berdasarkan Undang-undang Kepolisian Nomor 2 tahun 2016, visi Polri adalah "Polri yang mampu menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, serta sebagai aparat penegak hukum yang profesional dan proporsional yang selalu menjunjung tinggi hak azasi manusia, pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta mewujudkan keamanan dalam negeri dalam suatu kehidupan nasional yang demokratis dan masyarakat yang sejahetera".

Sedangkan Misi Polri yaitu:

1. Memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyrakat (meliputi aspek security, surety, safety, and peace)

2. Memberi bimbingan kepada masyarakat melalui upaya Pre-emtif dan Preventif yang dapat meningkatkan kesadaran dan kekuatan hukum masyarakat.

3. Menegakkan hukum secara profesional dan proposional dengan menjunjung tinggi supermasi hukum dan hak azasi manusia menuju kepada adanya kepastian hukum dan rasa keadilan.

4. Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat dengan tetap memperlihatkan norma-norma dan nilai yang berlaku dalam bingkai integritas wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dari gambaran Visi dan Misi Polri diatas dapat kita ketahui bahwa dewasa ini orientasi pelaksanaan tugas Polri adalah memberi perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.

2. Tugas, Wewenang dan Fungsi Kepolisian Republik Indonesia

Undang-undang No. 20 tahun 1982 tentang ketentuan-ketentuan pokok pertahanan keamanan Negara Republik Indonesia, pasal 30 ayat (4) merumuskan Tugas Pokok Polri sebagai berikut:

a) Selaku alat Negara penegak hukum memelihara serta meningkatkan tertib hukum dan bersama-sama dengan segenap komponen kekuatan pertahanan keamanan negara lainnya membina ketentraman masyarakat dalam wilayah Negara guna mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat.

b) Melaksanankan tugas Kepolisian selaku pengayom dalam memberikan perlindungan dalam pelayanan kepada masyarakat bagi tegaknya ketentuan peraturan perundang-undangan.

c) Membimbing masyarakat bagi terciptanya kondisi yang menunjang terselenggaranya usaha dan kegiatan sebagaimana dihuruf a dan huruf b ayat (4) pasal ini.

Dalam Undang-undang Kepolisian No. 2 tahun 2016, tugas pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah: Pertama, Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, kedua, menegakkan hukum, dan ketiga, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Masih ada pasal lain yang menjabarkan tugas pokok Polri yaitu tercantum pada penjelasan pasal 39 ayat (2) UU no. 20 Tahun 1982, yaitu:

1. Mengusahakan ketaatan diri dan warga masyarakat terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan

2. Melaksanakan penyidikan perkara berdasarkan peraturan perundang-undangan

3. Mencegah dan menanggulangi tumbuhnya penyakit masyarakat dan aliran kepercayaan yang dapat menimbulkan perpecahan atau mengancam persatuan dan kesatuan bangsa

4. Memelihara keselamatan jiwa raga, harta benda dan lingkungan alam dari gangguan ketertiban atau bencana, termasuk memberikan perlindungan dan pertolongan, yang dalam pelaksanaannya wajib menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia, hukum dan peraturan perundang-undangan.

5. Menyelenggarakan kerjasama dan koordinasi dengan instansi, badan atau lembaga yang bersangkutan dengan fungsi dan tugasnya.

6. Dalam keadaan darurat, bersama-sama segenap komponen. Kekuasaan pertahanan keamanan negara melaksanakan tugas sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Dalam Undang-undang Kepolisian No. 2 tahun 2016, tugas pokok Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah: Pertama, memelihara keamanan

dan ketertiban masyarakat, Kedua, Menegakkan hukum dan Ketiga, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

Dari uraian tugas di atas, pada hakekatnya tugas pokok Polri adalah menegakkan hukum, membina keamanan dan ketertiban masyarakat serta pelayanan dan pengayom masyarakat. Penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia yang saat ini berada di bawah presiden (pasal 8 ayal (1) UU No 2 tahun 2016) sangatlah strategis dimana kemandirian Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk membangun institusi internal menjadi begitu otonom dimana kedudukan dan pengangkatan Kapolri harus melalui persetujuan DPR (pasal 11 ayat (1) UU Nomor 2 Tahun 2016) ketentuan ini sangat lah demokratis dimana Kapolri dalam tidak semata-mata dipilih saja akan tetapi melalui seleksi wakil rakyat sehingga pimpinan Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan manifestasi pilihan rakyat dengan demikian Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan segala keberadaan dan kemampuannya mengharapkan evaluasi masyarakat agar dapat menjadi lebih baik dan memenuhi harapan masyarakat.

Peran Kapolri selaku pimpinan tertinggi (pasal 10 UU NO 2/ 2016 ) juga sangat penting dalam kelembagaan Kepolisian Negera Republik Indonesia hal ini dimaksudkan karena Kapolri sangat diharapkan berperan memberikan pemahaman kepada anggota akan penting nya perubahan diri (revolusi mental) bagi anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia yang kaitannya terhadap kepentingan masyarakat.

Dalam upaya penegakkan hukum atas kejahatan akibat globalisasi (kejahatan ekonomi, perdagangan anak dan perempuan) serta perbaikan jati diri Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai bagian dari masyarakat. Anggota

Kepolisian Negara Republik Indonesia adalah pegawai negeri pada Kepolisian Negara Republik Indonesia (pasal 1 point 2 UU Nomor 2 Tahun 2016) sedangkan pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Undang-Undang memiliki wewenangan umum Kepolisian.

Secara sektoral tugas pelayanan Polri kepada masyarakat dapat dikelompokkan ke dalam struktur fungsi-fungsi sebagai berikut:

(a) Fungsi Intelpam

1. Upaya pengamanan masyarakat terhadap segala bentuk ancaman untuk menghilangkan kerawanan-kerawanan Kamtibmas

2. Upaya pengamanan, pengawasan, perlindungan dan penindakan terhadap orang asing

3. Penyidikan terhadap kasus-kasus pelanggaran ketentuan perundang-undangan tentang orang asing

4. Pengamanan dan pengawasan perizinan senjata api, amunisi dan bahan peledak serta alat/bahan berbahaya lainnya

5. Penyelidikan terhadap penyimpan/penimbunan, penggunaan, pemindahan tangan senjata api, amunisi dan bahan peledak serta alat/bahan berbahaya lainnya termasuk radio aktif yang bukan organik ABRI,

6. Upaya pengamanan atau pengawasan kegiatan masyarakat.

(b) Fungsi Serse

1. Menerima laporan/pengaduan 2. Mendatangi TKP

3. Melakukan penindakan dan penyeledikan (c) Fungsi Samapta

1. Menyelenggarakan dan melaksanakan tugas-tugas penjagaan, pengawalan, patroli dan tindakan pertama ditempat kejadian (TPTKP)

2. Memberikan pertolongan dalam rangka SAR (d) Fungsi Lantas

1. Surat Izin Mengemudi,

2. Surat Tanda Kendaraan bermotor, 3. Buku Pemilik kendaraan Bermotor, 4. Menyelenggarakan pengawalan, 5. Menangani laka lintas,

6. Menyelenggarakan peraturan lalu lintas.

(e) Fungsi Bimmas

1. Membimbing, mendorong, mengarahkan dan menggerakkan, masyarakat guna terwujudnya daya tangkal dan daya cegah,

2. Tumbuhnya daya perlawanan masyarakat terhadap kriminalitas serta terwujudnya ketaatan serta kesadaran hukum masyarakat,

3. Pembinaan potensi masyarakat untuk memelihara dan menciptakan situasi dan kondisi masyarakat yang menguntungkan bagi pelaksanaan tugas kepolisian serta mencegah timbul faktor kriminogen,

4. Pembinaan keamanan swakarsa,

5. Menyelenggarakan dan memberikan bimbingan dan penyuluhan,

6. Pembinaan dan bimbingan terhadap remaja dan anak-anak, kenakalan remaja.

(f) Fungsi Pembinaan Personnel

Fungsi ini dimasukkan ke dalam tugas-tugas pelayanan masyarakat mengingat dalam kenyataan sehari-harinya juga melayani para Purnawirawan, warakauri dan sebagian kelompok pemuda dalam rangka:

1. Penerimaan dan seleksi personel baru,

2. Administrasi pengakhiran dinas termasuk pembinaan administrasi purnawirawan/warakauri dan yatim piatu keluarga besar Polri.

Pola rekruitmen anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia juga perlu mendapat perhatian khusus, dimana pola rekruitmen yang Trasparan Akuntabel dan Profesional akan membawa implikasi pada kepercayaan masyarakat yang mengharapkan sosok anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia yang berkualitas.

Syarat umum untuk menjadi anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia tercantum dalam pasal 21 ayat (1) UU No 2 Tahun 2016 yang berbunyi

"Untuk diangkat menjadi anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia seseorang hams memenuhi persyaratan sekurang kurangnya sebagai berikut" : a. Warga Negara Indonesia

b. Beriman Dan Bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa

c. Setia kepada negara kesatuan republik Indonesia berdasarkan pancasila dan Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

d. Berpendidikan paling renda sekolah menengah umum atau yang sederajat.

e. Berumur paling rendah 18 (delapan belas) tahun.

f. Sehat jasmani dan rohani

g. Tidak pernah dipidana karena melakukan kejahatan.

h. Berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela; dan

i. Lulus pendidikan dan pelatihan pembentukan anggota kepolisian16

Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia menjalani dinas keanggotaan dengan ikatan dinas (suatu kewajiban b pasal 24 ay at (1) UU No 2/2016 yang dimaksud "menjalani ikatan dinas" adalah suatu kewajiban bagi anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk bekerja di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia selama kurun waktu tertentu mengaplikasikan Ilmu Pengetahuan Kepolisian yang di peroleh dari Lembaga Pendidikan, Pembentukan Anggota Kepolisian Negara Republik Indoensia melalui pengabdiannya kepada bangsa dan negara republik indonesia dengan patuh dan taat menjalankan pekerjaannya17

Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai lembaga atau institusi penegak hukum yang memiliki kewenangan yang demikian luas diharapkan juga dapat menjadi agen perubahan bagi perwujudan masyarakat yang taat hukum dan tetap tegas dan tanpa diskriminatif secara tegas dan keras dalam penegakan hukum atas setiap kejahatan dan pelanggaran hukum, Kepolisian Negara Republik

.

Pemahaman setiap anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia akan pengetahuan ilmu hukum dan ilmu-ilmu sosial lainnya juga sangat penting sehingga anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam melaksanakan tugas pokoknya dapat meminimalkan akses-akses negatif dan lebih mengedepankan prosedur hukum. Setiap anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia diberi pangkat yang mencerminkan peran, fungsi, dan kemampuan, serta sebagai keabsaan wewenang dan tanggung jawab dalam penugasannya (pasal 25 ayat (1) UU Nomor 2 tahun 2016)

16 Kepolisian Negara Republik Indonesia (Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2016) CV.

Eko Jaya. Jakarta. Tahun 2002. Hal 2.

17 Ibid hal 55

Indonesia dengan paradigma baru meliputi, merubah pendekatan militer kepada pendekatan profesional, dari pendekatan kekuasaan menjadi pendekatan professional dan dari pendekatan dilayani menjadi pendekatan pelayanan yang membawa manfaat dan nilai tambah kepada masyarakat.

D. Hambatan dan Solusi Pelaksanaan Hukum Administrasi Negara dalam

Dokumen terkait