Bab II Antroposfer dan Keadaan Penduduk
A. Antroposfer dan Perkembangan Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk suatu daerah dapat diketahui dengan menghitung-nya. Penghitungan jumlah penduduk disebut sensus atau cacah jiwa. Jadi, sensus dapat diartikan penghitungan resmi jumlah penduduk suatu negara, bersama-sama dengan pengumpulan data statistiknya. Sensus penduduk sudah ada sejak zaman dahulu, biasanya diselenggarakan untuk kepentingan pemungutan pajak, keharusan masuk dinas militer, dan sebagainya. Sekarang ini, sensus dilakukan untuk mengetahui segala keadaan penduduk yang sesungguhnya. Biasanya, sensus diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali.
Geodinamika
Di Indonesia, sensus penduduk pertama kali dilakukan pada tahun 1815, yaitu pada masa pemerintahan Thomas Stamford Raffles. Sensus ini bertujuan untuk mengetahui jumlah penduduk Jawa dan India pada saat itu. Sensus berikutnya dilakukan pada tahun 1920 dan 1930. Setelah Indonesia merdeka, penyelenggaraan sensus penduduk yang pertama dilakukan pada 31 Oktober 1961.
Ciri khusus:
1. Bersifat individu, yaitu data demografi dan sosial ekonomi yang dikumpulkan berasal dari informasi perseorangan, baik sebagai anggota rumah tangga maupun sebagai anggota masyarakat.
2. Bersifat universal, yaitu pencacahan dilakukan bagi setiap penduduk secara menyeluruh. 3. Pencacahan penduduk dilakukan serentak di seluruh Indonesia.
4. Sensus penduduk dilakukan pada setiap jangka waktu tertentu, yaitu pada tahun yang berakhiran angka nol (0).
Sumber: Ensiklopedi Umum untuk Pelajar
1. Sensus
Di Indonesia, sensus telah diadakan pada tahun 1930, 1961, 1971, 1980, 1990, dan 2000. Pada tahun 1940 dan 1950, karena waktu itu dalam keadaan Perang Dunia II dan Perang Kemerdekaan, sensus tidak dapat diselenggara-kan. Carilah informasi lembaga apakah yang menyelenggarakan sensus penduduk nasional pada tahun 2000!
Berdasarkan status tempat tinggal penduduknya, sensus digolongkan sebagai berikut.
a. Sensus de jure, yaitu pencacahan yang hanya dikenakan kepada mereka yang benar-benar berdiam atau bertempat tinggal di daerah atau negara yang bersangkutan. Kesulitannya yaitu jika terdapat seseorang yang mempunyai dua tempat tinggal atau seseorang sudah agak lama berada pada daerah lain. Untuk menghindarkan keragu-raguan para pencacah, biasanya ditentukan batas waktu lebih dari 8 bulan atau setahun untuk dianggap sebagai penduduk yang menetap di daerah. Jika ketentuan ini dipegang teguh akan lebih baik hasilnya. b. Sensus de facto, yaitu pencacahan yang dikenakan kepada setiap orang yang pada waktu diadakan pencacahan berada di dalam negara yang bersangkutan. Keuntungan dengan cara ini adalah caranya sederhana. Kesulitannya tidak dapat mengetahui jumlah penduduk yang sebenarnya dari daerah atau negara yang disensus.
Metode Sensus
Dalam pelaksanaan sensus, menurut Bintarto ada dua metode, yaitu: a. Metode House Holder, yaitu pelaksanaan sensus dengan cara memberikan satu daftar kepada kepala rumah tangga yang disensus, untuk diisi segala sesuatu yang berhubungan dengan pertanyaan yang ada di dalam daftar tersebut. Cara ini hanya mungkin dilaksanakan di negara-negara yang telah bebas buta huruf.
b. Metode Canvasser, yaitu cara pencacahan, di mana petugas sensuslah yang mengisi daftar pencacahan sesuai dengan jawaban yang diperoleh dari tiap penduduk.
Hasil sensus berguna semata-mata untuk pemerintah dan berguna untuk memberikan keterangan-keterangan tentang masyarakat suatu daerah atau negara dalam hal jumlah penduduknya, penyebarannya, golongan penduduk berdasarkan umur, jenis kelamin, maupun kegiatan perekonomiannya.
Di Indonesia, berbagai kegiatan survei telah dilaksanakan. Misalnya, Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan Survei Penduduk Antarsensus (Supas). Kedua kegiatan survei tersebut dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
Tabel 2.1 Pertumbuhan Penduduk Indonesia Tahun 1930 - 2000
Tahun Jumlah Penduduk 1930 59.969.000 1940 *) 71.000.000 1950 *) 75.000.000 1961 97.019.000 1971 *) 119.183.000 1980 147.000.000 1990 179.321.641 2000 206.204.595 2005 * 221.900.000 Sumber: BPS, tahun 2005
*) Angka perkiraan berdasarkan perhitungan sampling
Gambar 2.2 Grafik perkembangan jumlah penduduk Indonesia
2. Registrasi dan Survei Penduduk
Untuk mengetahui jumlah penduduk lainnya dilaksanakan sebagai berikut.
a. Registrasi atau Pencatatan
Selain dengan sensus, jumlah penduduk suatu negara dapat pula diketahui dengan registrasi (pencatatan). Registrasi merupakan kumpulan keterangan mengenai kelahiran, kematian, dan segala kejadian penting tentang manusia, misalnya perkawinan, perceraian, pengangkatan anak, dan perpindahan penduduk. Kumpulan catatan tersebut dapat digunakan untuk mengetahui jumlah penduduk.
Sumber: Disarikan dari data pertumbuhan penduduk Indonesia Tahun 1930-2000 (BPS, 2005) 225 200 175 150 125 100 75 50 25 1930 1940 1950 1961 1971 1980 1990 2000 2005 (tahun) Jumlah penduduk (dalam juta)
b. Survei
Selain dengan sensus dan registrasi, jumlah penduduk dapat pula diketahui dengan survei. Survei merupakan pencacahan penduduk dengan cara mengambil contoh daerah. Jadi, pencacahan penduduk tidak dilakukan di seluruh wilayah negara, melainkan hanya pada daerah-daerah tertentu yang dianggap mewakili seluruh wilayah negara tersebut.
Penduduk Indonesia dari tahun ke tahun selalu meningkat agar lebih memahami materi di atas carilah data tentang pertumbuhan penduduk di Indonesia. Berikut adalah soal latihan yang akan mendukung dan mengembangkan kecakapan personal, kecakapan akademik dan wawasan internasional kalian.
1. Buatlah grafik pertumbuhan penduduk Indonesia dari tahun 1930 sampai 2002 (Bentuk grafik bisa batang)!
2. Buatlah grafik histogram data jumlah penduduk lima negara terbesar di dunia tahun 2005!
3. Bandingkan kedua grafik tersebut dan bahaslah dengan teman-temanmu!
Jumlah penduduk Indonesia menempati urutan ke empat terbesar di dunia. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut!
Tabel 2.2 Jumlah Penduduk Lima Negara Terbesar di Dunia Tahun 2005
No. Nama Negara Jumlah Penduduk 1. Cina 1.303.700.000 2. India 1.103.600.000 3. Amerika Serikat 296.500.000 4. Indonesia 221.900.000 5. Brazil 184.200.000
Sumber: Data Sheet of The Population, Tahun 2003
Dari data di atas terlihat bahwa penduduk Indonesia menempati urutan ke empat terbesar di dunia. Tiga negara pada tabel di atas adalah negara-negara di Benua Asia. Indonesia berada di posisi ketiga di Asia jumlah penduduknya. Sedangkan di Asia Tenggara, jumlah penduduk Indonesia terbesar pertama.
Manfaat diadakannya sensus penduduk adalah: 1. Mengetahui jumlah penduduk seluruhnya.
2. Mengetahui golongan penduduk menurut jenis kelamin, umur, dan banyaknya kesempatan kerja.
3. Mengetahui keadaan pertumbuhan penduduk.
4. Mengetahui susunan penduduk menurut mata pencaharian agar diketahui struktur perekonomiannya.
5. Mengetahui persebaran penduduk, daerah yang terlalu padat, dan daerah yang masih jarang penduduknya.
6. Mengetahui keadaan penduduk suatu kota dan mengetahui akibat perpindahan penduduk.
7. Merencanakan pembangunan bidang kependudukan.