Bab V Pemanfaatan Lingkungan Hidup Kaitannya dengan
F. Dampak Modernisasi dan Pembangunan Indonesia
Dampak modernisasi dan pembangunan di Indonesia dapat diartikan sebagai penyimpangan terhadap modernisasi dan pembangunan di Indonesia atau masalah-masalah yang mengganggu berfungsinya modernisasi dan pembangunan. Modernisasi sebetulnya identik dengan pembangunan karena keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni mewujudkan masyarakat yang maju/modern. Indonesia adalah negara-negara berkembang dengan ciri-ciri antara lain:
1. Problem-problem sosial cukup banyak. 2. Sikap mental tradisional.
3. Kurangnya kualitas SDM karena tingkat pendidikan yang rendah. 4. Tingkat populasi penduduk yang tinggi.
5. Tingkat produksi yang rendah. 6. Kekurangan modal dan tenaga ahli. 7. Tingkat pendapatan per kapita rendah.
Dampak-dampak modernisasi dan pembangunan di Indonesia antara lain:
1. Disorganisasi
Muncul apabila terjadi proses memudarnya atau melemahnya nilai-nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat karena adanya perubahan sosial budaya. Contohnya, terjadi penyimpangan terhadap norma yang berlaku.
2. Problem Sosial
Problema sosial menyangkut analisis tentang berbagai macam gejala di dalam kehidupan masyarakat, yaitu nilai-nilai sosial dan moral.
Problem menjadi masalah karena menyangkut tata kelakuan yang melanggar moral yang berlaku di masyarakat, yang berlawanan dengan hukum dan bersifat merusak.
3. Kesenjangan Sosial Ekonomi
Kesenjangan sosial ekonomi dapat diartikan sebagai perbedaan tingkat pertumbuhan sosial ekonomi yang terjadi pada masyarakat pelaksana pembangunan atau modernisasi, atau dengan kata lain kelompok modernisasi sebagai penikmat hasil pembangunan lebih banyak dibandingkan kelompok lain yang hanya mendapatkan bagian lebih sedikit.
Kesenjangan ekonomi sebetulnya merupakan akibat dari tidak meratanya pembagian hasil pembangunan. Adanya perbedaan dalam menerima hasil pembangunan pada dasarnya adalah wajar apabila pengukurannya berdasarkan prestasi yang diraih tiap individu. Namun kesenjangan sosial ekonomi yang terjadi di masyarakat karena faktor ketidakadilan dalam memberi kesempatan dan sering terjadi karena adanya praktik-praktik monopoli, kolusi, korupsi, dan nepotisme.
Upaya mengurangi kesenjangan sosial ekonomi antara lain:
a. Peningkatan dan pembinaan ekonomi kerakyatan misalnya koperasi dan sektor nonformal.
b. Menyalurkan Kredit Investasi Kecil (KIK), candak kulak dan lain-lain. c. Gerakan Nasional Orang Tua Asuh.
d. Memfungsikan KUD, KUT, bank-bank perkreditan.
e. Meningkatkan kerja sama antarpengusaha besar dan pengusaha kecil dengan sistem bapak asuh.
4. Kriminalitas
Salah satu dampak modernisasi adalah meningkatnya kriminalitas (tindak kejahatan). Modernisasi dan pembangunan yang dilakukan negara-negara sedang berkembang termasuk Indonesia, memunculkan masalah-masalah sosial, misalnya banyak warga masyarakat yang tidak mampu melakukan penyesuaian diri dengan perubahan yang relatif cepat sehingga, menimbulkan konflik-konflik terbuka sebagai akibat dari faktor internal dan eksternal, ketegasan batin dan menderita gangguan mental.
Dalam masyarakat modern yang semakin kompleks ini, kejahatan juga mengalami perkembangan baik secara kuantitas maupun kualitas, yang dapat dilihat dari meningkatnya jumlah kejahatan dan bertambah canggihnya teknik kejahatan seperti pembobolan bank melalui komputer, manipulasi pajak, mark up (manipulasi) biaya produksi, dan manipulasi biaya anggaran dilakukan oleh orang-orang yang memiliki status sosial terpandang di masyarakat disebut white collar crime.
5. Pencemaran Lingkungan
Salah satu isu internasional di samping HAM dan demokrasi adalah lingkungan hidup. Bangsa Indonesia dalam melakukan pembangunan harus memperhatikan pentingnya pelestarian lingkungan hidup, karena manusia tidak dapat dipisahkan dari lingkungan alamnya. Namun karena keterbatasan sumber daya manusia terutama dalam penguasaan ipteknya yang masih relatif rendah, maka tingkat kesadaran akan pentingnya lingkungan hidup juga masih rendah. Ini terbukti dengan adanya pencemaran lingkungan sebagai dampak samping dari pembangunan.
Geodinamika
Pembuangan limbah beracun secara sembarangan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan yang serius. Salah satu upaya pengendalian pencemaran lingkungan adalah kegiatan daur ulang (Recycle). Selain ramah lingkungan, kegiatan daur ulang dapat meningkatkan efisiensi produksi dan membuka lapangan kerja baru.
Sumber: Ensiklopedi Umum untuk Pelajar Latihan
Berikut adalah soal latihan yang akan menunjang kecakapan personal dan akademik kalian.
Tekanan sosial dalam proses modernisasi semakin berat, seperti pola hidup yang cenderung mewah (hedonisme), waktu pendidikan yang semakin panjang untuk mendapatkan pekerjaan, tingkat persaingan yang semakin berat dan lain-lain. Kondisi demikian mengakibatkan sebagian orang yang ingin mencapai atau mendapatkan keinginannya menggunakan jalan pintas, yaitu jalan yang tidak wajar (bertentangan dengan hukum) disebut tindak kriminal seperti mencopet, merampok, perkosaan,dan lain-lain. Jelaskan bagaimana usaha untuk penanggulangannya!
Pencemaran lingkungan hidup memiliki andil yang besar terhadap rusaknya ekosistem termasuk rusaknya lingkungan fisik, lingkungan sosial dan lingkungan makhluk hidup yang lain seperti binatang dan tumbuh-tumbuhan (lingkungan biologis). Keadaan demikian dapat menjadi bumerang bagi kehidupan manusia, misalnya timbulnya bencana alam seperti banjir, kebakaran hutan, kemarau panjang, polusi udara, cuaca buruk, pemanasan global dan lain-lain.
6. Dampak Pembangunan dan Kependudukan
Dalam melakukan pembangunan antara negara yang satu dengan negara yang lainnya tidak mungkin sama karena banyak faktor penyebabnya antara lain:
a. Faktor Alam
Perbedaan faktor alam yang dimiliki masing-masing negara merupakan sumber penyebab pembangunan dan pertumbuhan di negara itu dengan negara lain akan berbeda. Seperti yang kalian ketahui bahwa negara kita memiliki sumber daya alam yang berlimpah dan sewajarnya, mempunyai potensi untuk mengembangkan ekonomi secara lebih cepat dibanding negara yang kurang sumber daya alamnya. Karena itu patut kita sesali manusia yang suka merusak alam, padahal mereka tahu bahwa tidak semua sumber alam dapat diperbarui misalnya lahan dan barang tambang.
b. Teknologi
Kemampuan teknologi adalah kemampuan ilmu pengetahuan atau keahlian dari suatu bangsa. Dengan teknologi yang maju suatu negara bisa menghasilkan barang atau jasa secara lebih cepat, berkualitas tinggi dan biaya yang relatif lebih murah. Karena itu pemerintah harus berusaha untuk menciptakan teknologi modern.
c. Tenaga Kerja
Kualitas tenaga kerja atau sumber daya manusia mempunyai pengaruh terhadap pembangunan dan pertumbuhan, karena itu mutu pendidikan sangat berperan untuk menyiapkan SDM yang berkualitas. Pembangunan dan kependudukan mempunyai dampak terhadap lingkungan, antara lain:
1) Dampak Positif
a) Lingkungan alam banyak yang dikelola dan ditata dengan baik misalnya, dalam rangka pengembangan objek wisata.
b) Adanya kesadaran tentang pentingnya keberadaan flora dan fauna. c) Pencemaran sumber alam yang semula belum diketahui.
2) Dampak Negatif
a) Terjadinya pengrusakan secara besar-besaran dan kurang disertai upaya pelestarian sehingga menyebabkan banyak sumber daya alam menjadi langka.
b) Pembangunan industri banyak yang menimbulkan pencemaran lingkungan hidup misalnya, polusi udara, air, suara bising semuanya dapat mengancam kehidupan manusia.
7. Ciri-ciri Masyarakat Indonesia yang Menghambat Pembangunan
Ciri-ciri masyarakat Indonesia berkaitan dengan sikap mental yang menghambat pembangunan, antara lain:
a. Sifat ketergantungannya pada alam sangat besar sehingga cenderung kurang kreatif dan inovatif.
b. Etos kerja yang rendah dan hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan jangka pendek saja.
c. Sikap malas dan cepat puas sehingga produk yang dihasilkan kurang punya daya saing dengan produk negara lain.
d. Rasa kekeluargaan yang kuat di satu sisi baik namun di sisi lain membuat sifat kurang mandiri.
e. Mental feodal di kalangan penguasa yang mengganggap ia berhak bertindak apa saja atas nama kedudukannya sehingga mental melayani masyarakat masih belum dilakukan.
f. Sikap pasrah terhadap nasib menyebabkan orang kurang usaha (fatalistis).
Menurut Wardiyatmoko dan Bintarto warisan-warisan kolonial peninggalan penjajah, telah diupayakan untuk dihilangkan melalui pembangunan antara lain:
a. Memberantas kebodohan karena pada awal kemerdekaan masyarakat Indonesia mayoritas masih buta huruf.
b. Memberantas kemiskinan, karena perekonomian lndonesia pada awal kemerdekaan sangat tidak menentu.
c. Memperbaiki kesehatan rakyat karena banyak penduduk Indonesia yang mengalami kekurangan gizi, kematian akibat penyakit dan kecerdasan anak rendah dan lain-lain.
d. Meningkatkan sikap mental yang rendah sehingga akan berkembang kepercayaan diri.