BAB IV PERKEMBANGAN KEUANGAN DAERAH
4.3. APBD di Tingkat Provinsi
67
Tingginya Rasio APBD 2011 Belanja Tidak Langsung mencerminkan bahwa kinerja belanja APBD masih didorong pembelanjaan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) seiring dengan semakin meningkatnya jumlah PNS di Sulut. Hal ini merupakan salah satu faktor yang menyebabkan sektor konsumsi semakin dominan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Sulut. Untuk menggiatkan kinerja kegiatan produktif perlu didukung oleh aktivitas belanja modal dan belanja tidak langsung.
Daerah DAU (Rp miliar) Belanja Tidak Langsung (Rp miliar) Rasio APBD Belanja Tdk Langsung (%) Jumlah PNS (Orang) Prov. Sulut 619,70 689,40 53,12 6.115 Manado 482,45 514,40 64,10 8.760 Bitung 304,67 277,50 66,73 4.445 Tomohon 247,39 191,20 55,23 3.287 Minahasa 409,49 411,22 70,25 7.167 Minsel 331,07 265,68 65,02 6.300 Minut 307,57 260,08 59,28 4.330 Mitra 254,09 217,03 53,42 2.612 Bolmong 320,51 273,20 56,70 5.067 Kotamobagu 223,19 171,70 51,22 2.808 Bolmut 228,52 127,70 33,22 1.593 Boltim 182,37 244,24 70,29 1.300 Bolsel 195,50 118,55 40,44 1.235 Sangihe 322,07 318,42 69,71 5.125 Sitaro 256,09 170,52 40,24 3.112 Talaud 278,87 229,55 59,94 4.183 Jumlah 4.963,55 4.480,39 57,39 67.439
4.3. APBD di Tingkat Provinsi
4.2.1. Pendapatan Daerah di Tingkat Provinsi
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara meningkatkan target pendapatan secara umum. Hal ini tercermin dari peningkatan target pendapatan pada APBD P 2011 dibandingkan APBD P 2010 dan APBD 2011 (sebelum perubahan). Peningkatan terutama berasal dari meningkatnya anggaran alokasi transfer pemerintah pusat ke daerah (dana perimbangan). Sampai dengan periode laporan, total target dana perimbangan mencapai Rp823,04 miliar, mengalami peningkatan 30,42% dibandingkan tahun lalu atau naik 1,91% dibandingkan target APBD 2011 (sebelum perubahan). Peningkatan ini sejalan dengan komitmen
Tabel 4.3.
Rincian Alokasi Dana Perimbangan Sulawesi Utara Tahun 2011
68 Tabel 4.4.
Ringkasan Perubahan APBD tahun 2011
Sumber : Biro Keuangan Provinsi Sulawesi Utara, diolah
pemerintah pusat untuk meningkatkan kapasitas daerah serta mengurangi kesenjangan publik.
I Pendapatan 1,259,702 1,339,429 6.3%
Pendapatan Asli Daerah 451,755 516,085 14.2%
Dana Perimbangan 807,647 823,044 1.9%
Lain-lain PAD yang Sah 300 300 0.0%
II Belanja 1,297,908 1,443,703 11.2%
Belanja Operasi 892,324 967,734 8.5%
Belanja Modal 223,584 269,321 20.5%
Belanja Tidak Terduga 10,000 1,500 -85.0%
Transfer (Ke Kab/Kota/Desa) 172,000 205,147 19.3%
III Pembiayaan 38,207 104,273 172.9% Penerimaan Daerah 40,207 109,273 171.8% - SILPA 40,207 109,273 171.8% No Uraian APBD 2011 (Rp Juta) APBD-P 2011 (Rp Juta) Bertambah/ (Berkurang)
Sejalan dengan itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga meningkatkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi Rp516 miliar pada APBD P 2011, meningkat 32,41% dibandingkan tahun lalu atau meningkat 14,24% dibandingkan dengan target PAD pada APBD 2011 (sebelum perubahan). Hal ini merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Sulut dalam mengurangi ketergantungan Pemerintah Provinsi terhadap Pemerintah
Pusat mengingat masih besarnya rasio dana perimbangan dibandingkan total pendapatan Provinsi Sulut yang menandakan kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat Sulawesi Utara sebagian besar masih digerakkan oleh dana yang berasal dari pemerintah pusat (grafik 4.3). Namun demikian, proporsi Dana Perimbangan terhadap Total Pendapatan Provinsi menunjukkan tren penurunan selama 5 (lima) tahun terakhir hingga tercatat sebesar 61% pada tahun 2011.
Grafik 4.4.
Komposisi Pendapatan Daerah Prov. Sulawesi Utara
Sumber : Biro Keuangan Provinsi Sulawesi Utara, diolah
54% 56% 58% 60% 62% 64% 66% 68% 70% 72% 74% -200,000 400,000 600,000 800,000 1,000,000 1,200,000 1,400,000 1,600,000 2007 2008 2009 2010 2011 Dana Perimbangan PAD
69 Tabel 4.5.
Kinerja Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara s.d. 31 Desember 2011
(dlm jutaan rupiah)
Nominal % Nominal %
PENDAPATAN 1,112,727 1,158,636 104.1 1,339,429 100.0 1,365,112 101.9
Pendapatan Asli Daerah 389,762 418,702 107.4 516,085 38.5 534,495 103.6
- Pajak Daerah 349,132 373,703 107.0 467,523 90.6 477,202 102.1 - Retribusi Daerah 11,195 11,899 106.3 6,591 1.3 8,868 134.5 - Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah 13,554 13,554 100.0 23,000 4.5 23,107 100.5 - Lain-lain 15,882 19,547 123.1 18,970 3.7 25,317 133.5
Dana Perimbangan 631,074 650,530 103.1 722,359 53.9 729,361 101.0
- Dana Bagi Hasil Pajak 54,035 63,163 116.9 72,659 10.1 67,382 92.7 - Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (SDA) 965 11,146 1,154.7 701 0.1 12,980 1851.8 - Dana Alokasi Umum 558,635 558,781 100.0 619,711 85.8 619,711 100.0 - Dana Alokasi Khusus 17,439 17,439 100.0 29,288 4.1 29,288 100.0
Transfer Pemerintah Pusat-Lainnya 91,890 89,404 97.3 100,685 7.5 100,685 100.0
Uraian APBD-P 2010 (Rp Juta) Realisasi APBD Tw. IV-2010 APBD-P 2011 (Rp Juta) Proporsi APBD-P 2011 (%) Realisasi APBD Tw. IV-2011
Sementara itu, tingkat realisasi pendapatan pada akhir tahun anggaran triwulan IV 2011 tercatat telah melebihi target yang telah ditetapkan pada APBD-P 2011, namun demikian masih lebih rendah dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Tingkat pendapatan secara umum pada triwulan laporan terealisasi 101,9% dari total target pendapatan lebih rendah dibandingkan pencapaian tahun lalu yang tercatat sebesar 104,1%.
Apabila dilihat berdasarkan komponennya, pencapaian terbesar terjadi pada komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan realisasi sebesar 103,6%. Realisasi PAD terutama bersumber dari hasil retribusi daerah dengan realisasi mencapai 134,5% dari target yang ditetapkan. Selanjutnya pada komponen Dana Perimbangan, realisasi terbesar berasal dari Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (SDA) yang tercatat mengalami penambahan sebesar Rp12,28 miliar atau naik signifikan sebesar 1.851%.
4.2.2. Belanja Daerah di Tingkat Provinsi
Di sisi belanja, Provinsi Sulawesi Utara menganggarkan dana yang cukup besar. Alokasi belanja Provinsi Sulawesi Utara adalah sebesar Rp1,44 triliun atau meningkat 32,02% dari tahun sebelumnya. Namun demikian, peningkatan alokasi belanja ini tidak diikuti dengan peningkatan realisasinya.
70 Tabel 4.6.
Kinerja Belanja Daerah Provinsi Sulawesi Utara s.d. 31 Desember 2011
(dlm jutaan rupiah) Nominal % Nominal % BELANJA 1,198,753 100.0 1,137,379 94.9 1,443,703 100.0 1,285,798 89.1 Belanja Operasi 869,647 72.5 834,620 96.0 967,734 67.0 863,841 89.3 - Belanja Pegawai 386,877 44.5 377,291 97.5 485,082 50.1 424,508 87.5 - Belanja Barang 305,342 35.1 292,498 95.8 397,869 41.1 369,650 92.9 - Belanja Hibah 125,929 14.5 114,014 90.5 43,783 4.5 39,085 89.3
- Belanja Bantuan Sosial 47,500 5.5 46,817 98.6 39,720 4.1 29,554 74.4
- Belanja Bantuan Keuangan 4,000 0.5 4,000 100.0 1,280 0.1 1,044 81.5
Belanja Modal 189,039 15.8 164,360 86.9 269,321 18.7 233,618 86.7
- Belanja Tanah 13,800 7.3 4,771 34.6 24,300 9.0 6,822 28.1
- Belanja Peralatan dan Mesin 39,830 21.1 35,034 88.0 72,696 27.0 67,162 92.4
- Belanja Bangunan dan Gedung 33,402 17.7 26,006 77.9 40,945 15.2 38,905 95.0
- Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan 98,888 52.3 95,534 96.6 126,576 47.0 116,189 91.8
- Belanja Aset Tetap Lainnya 3,119 1.6 3,016 96.7 4,805 1.8 4,540 94.5
Belanja Tak Terduga 2,500 0.2 1,298 51.9 1,500 0.1 799 53.3
Transfer (Bagi Hasil ke Kab/Kota/Desa) 137,566 11.5 137,100 99.7 205,147 14.2 187,540 91.4
Uraian APBD-P 2010 (Rp Juta) Proporsi APBD 2010 (%) Realisasi APBD Tw. IV-2010 APBD-P 2011 (Rp Juta) Proporsi APBD 2011 (%) Realisasi APBD Tw. IV-2011
Total belanja daerah yang dianggarkan dalam APBD-P 2011 adalah sebesar Rp1,44 triliun, mengalami peningkatan dibandingkan total belanja pada APBD-P 2010 yang tercatat sebesar Rp1,19 triliun. Namun, peningkatan pada alokasi anggaran belanja ini tidak diikuti dengan peningkatan realisasinya. Sampai dengan akhir tahun anggaran realisasi belanja tercatat sebesar 89,1% dari total anggaran atau lebih rendah dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya tercatat 94,9% dari total anggaran.
Menurut komponen pembentuknya, belanja Provinsi terdiri atas belanja operasi, belanja modal dan belanja tak terduga dengan pangsa masing-masing 67%, 18,7% dan 0,1%. Belanja operasi didominasi oleh belanja pegawai dengan pangsa 50,1% dan belanja barang 41,1%, sisanya merupakan belanja hibah (4,5%), belanja bantuan sosial (4,1%), dan belanja bantuan keuangan (0,1%). Sementara itu belanja modal terutama didominasi oleh belanja jalan, irigasi dan jaringan sebesar 47%.
Sementara itu, berdasarkan tingkat realisasinya, tingkat realisasi belanja operasi (89,3%) tercatat lebih tinggi dibandingkan realisasi belanja modal (86,7%). Hal ini sejalan dengan struktur perekonomian Sulawesi Utara yang masih lebih banyak didorong oleh sektor konsumsi dibandingkan investasi (consumption driven growth).
4.2.3. Pangsa APBD Terhadap Sektor Riil dan Uang Beredar
Peran keuangan daerah terhadap perekonomian Sulawesi Utara pada triwulan IV-2011 tercatat mengalami peningkatan. Dengan melakukan identifikasi terhadap pos-pos belanja dalam APBD provinsi ke dalam 2 (dua) kegiatan utama berdasarkan tabel PDRB sisi permintaan, yaitu konsumsi pemerintah dan belanja modal diperoleh hasil bahwa realisasi
71
konsumsi pemerintah memiliki pangsa sebesar 9% terhadap PDRB harga berlaku Provinsi Sulawesi Utara di triwulan IV-2011, sedangkan realisasi belanja modal hanya memiliki pangsa sebesar 2%. Kontribusi di tingkat kabupaten dan kota relatif sulit untuk diperoleh sehingga hanya besaran-besaran pokok saja yang dimiliki. Sementara itu, dampak realisasi APBD provinsi terhadap perkembangan uang beredar sampai dengan posisi 31 Desember 2011 berada pada kondisi kontraksi yang berarti jumlah pendapatan pemerintah lebih besar dibandingkan jumlah pengeluaran (belanja pemerintah).
(dlm jutaan rupiah)
PENDAPATAN 1,339,429 11.45
Pendapatan Asli Daerah 516,085 4.41
- Pajak Daerah 467,523 4.00
- Retribusi Daerah 6,591 0.06
- Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah 23,000 0.20
- Lain-lain 18,970 0.16
Dana Perimbangan 722,359 6.18
- Dana Bagi Hasil Pajak 72,659 0.62
- Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (SDA) 701 0.01
- Dana Alokasi Umum 619,711 5.30
- Dana Alokasi Khusus 29,288 0.25
Transfer Pemerintah Pusat-Lainnya 100,685 0.86
BELANJA 1,285,798 11.00
Konsumsi Pemerintah 1,052,180 9.00
- Belanja Pegawai 424,508 3.63
- Belanja Barang 369,650 3.16
- Belanja Hibah 39,085 0.33
- Belanja Bantuan Sosial 29,554 0.25 - Belanja Bantuan Keuangan 1,044 0.01
- Belanja Tak Terduga 799 0.01
- Transfer (Bagi Hasil ke Kab/Kota/Desa) 187,540 1.60
Pembentukan Modal Tetap Bruto (Blnj Modal) 233,618 2.00
Uraian Realisasi APBD Tw.IV-2011 (Rp Juta) % thd PDRB Tabel 4.7.
Kontribusi APBD Provinsi Terhadap Sektor Riil s.d. 31 Desember 2011
72