• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gaji op sizing 1,06%

Gaji op KBT 6,35%

Biaya set up

0,26% Gaji op sortir

12,70%

Biaya audit internal

0%

Gaji op timbang 11,64%

Gaji op es 4,23%

Gaji op sanitasi 34,93%

Gaji op kontrol 24,34%

Depresiasi mesin 4,39%

d. External Failure Cost BD

Dalam external failure cost atau biaya kegagalan eksternal, hanya ada satu jenis biaya kegagalan eksternal maka biaya tersebut memiliki persentase 100% terhadap total biaya kegagalan eksternal. Biaya kegagalan eksternal tidak memiliki persentase terhadap total biaya kualitas yang ada pada work center BD (persentase biaya kegagalan internal pada work center BD sebesar 0%). Perbaikan pada biaya kegagalan eksternal ini tidak akan berdampak secara signifikan terhadap penurunan biaya kualitas work center BD. Jadi proses analisa lebih lanjut untuk biaya kegagalan eksternal akan dilakukan jika waktu masih mencukupi untuk dilakukannya analisa lebih lanjut terhadap biaya kegagalan eksternal.

Berikut merupakan tabel mengenai penyebab tingginya beberapa biaya kualitas pada BD.

Tabel 6.7. Penyebab Tingginya Biaya Kualitas BD Elemen

Biaya Kualitas

Jenis Biaya

Kualitas Penyebab Tingginya Biaya Kualitas Box Thailand dibuka saat tidak digunakan Tempat tampung sementara terlalu banyak Harga es mahal (membeli dari pabrik lain) Es dalam baskom pendingin baskom btmx terlalu banyak

Es untuk baskom btmx terlalu banyak Es Batu

Baskom es pendingin udang bahan pmx terlalu banyak

Tiap bagian memiliki karu Variasi produk banyak Prevention

Cost

Gaji Karu

Operator tidak disiplin

Operator banyak melakukan kegiatan lain selain tugasnya

Jumlah peralatan yang disanitasi banyak Ada operator khusus cuci tangan

Gaji Operator

Sanitasi

BD merupakan produk high risk Appraisal

Cost

Gaji Operator

Kontrol BD merupakan produk high risk

Pada tabel 6.7. dapat dilihat bahwa sebagian besar penyebab tingginya biaya es batu BD sama persis seperti masalah pemakaian es batu pada work center SR. Penyebab yang lain ada pada penggunaan es dalam baskom es pendingin btmx yang terlalu banyak karena baskom es tersebut diisi penuh oleh es padahal es yang dipakai hanyalah es pada bagian atas baskom saja. Di samping itu, pemakaian tempat tampung sementara berupa keranjang kontainer yang diletakkan di bawah tiap konveyor yang ada di BD juga berlebihan. Selama pengamatan yang dilakukan di lapangan, es dalam tempat tampung sementara tersebut tidak terpakai sepanjang hari selama proses berlangsung. Penggunaan box Thailand sebagai alas pendingin baskom btmx juga sangat berlebihan karena es yang dipakai hanyalah es yang berada pada bagian atas box Thailand saja. Selain itu, baskom es alas bahan yang akan di-pmx juga terlalu banyak karena 1 orang operator memiliki 1 baskom es.

Tingginya biaya gaji karu pada BD disebabkan karena tiap bagian pada BD seperti bagian pmx, BD, dan lain sebagainya memiliki karu sendiri-sendiri.

Perlu diketahui bahwa tiap bagian BD jumlah operatornya tidak melebihi 40 orang. Selain itu, operator juga banyak tidak disiplin dalam menjalankan tugasnya sehingga diperlukan pengawasan yang lebih ketat.

Tingginya gaji operator sanitasi pada BD disebabkan karena banyaknya peralatan yang harus disanitasi setiap jamnya. Operator sanitasi, yang seharusnya hanya melakukan sanitasi peralatan, banyak sekali melakukan kegiatan lain seperti mengambil peralatan dari tiap konveyor dan mengantarkannya ke konveyor yang membutuhkan. Jumlah operator sanitasi juga bertambah banyak karena adanya operator khusus untuk cuci tangan dan juga operator khusus sanitasi lingkungan padahal kedua pekerjaan ini hanya bersifat insidentil. Hal ini berarti kedua pekerjaan ini tidak berlangsung secara terus menerus, melainkan hanya pada waktu-waktu tertentu saja.

Tingginya biaya gaji operator kontrol disebabkan karena BD merupakan work center yang high risk dalam arti pengerjaan produknya haruslah hati-hati karena sangat besar kemungkinan terjadinya kontaminasi bakteri. Jadi diperlukan proses kontrol yang sangat ketat.

6.3.2. Usulan BD

Berdasarkan perhitungan dan analisa biaya kualitas yang telah dilakukan maka didapati bahwa biaya kualitas yang besar di work center BD adalah biaya gaji karu, gaji operator sanitasi, gaji operator kontrol, dan biaya es. Oleh karena itu, usulan yang diberikan bertujuan agar biaya-biaya tersebut dapat diminimalkan. Usulan pada work center BD ini masih belum maksimal karena proses CKR BD tidak berjalan selama bulan Mei 2005. Penjelasan mengenai usulan-usulan yang dibuat dapat dilihat pada sub bab berikut.

6.3.2.1. Formasi Tenaga Kerja BD

Berikut ini beberapa usulan mengenai formasi tenaga kerja BD.

a. Operator timbang final

Operator timbang final yang dibutuhkan hanya 3 orang. Hal ini berdasarkan pengukuran waktu dan pengamatan di lapangan. Menurut pengamatan di lapangan, operator timbang final terkadang terlihat mengganggur atau mengobrol dengan operator lainnya karena tidak ada bahan yang di timbang.

Pengukuran waktu dilakukan dengan metode jam henti sehingga didapatkan output baku. Setelah itu, output baku dibandingkan dengan kapasitas standar dari PPIC. Berikut merupakan perhitungannya:

Standar kecepatan PPIC = 9 dimasukkan keadaan idle dari operator timbang final. Padahal dalam kenyataan sekarang sangat besar kemungkinan operator timbang final mengalami idle.

Kondisi idle operator timbang final dikarenakan produk yang akan di timbang tidak ada sehingga harus menunggu hingga produk tersebut datang. Formasi

tenaga kerja yang baru ini diusulkan untuk mengurangi waktu idle yang terjadi pada operator timbang final sehingga ia akan bekerja secara terus menerus.

Kondisi sekarang

Setelah bahan selesai diproses maka akan disusun ke dalam inner carton dan ditimbang beratnya sesuai spesifikasi. Jumlah operator timbang final adalah 6 orang.

b. Operator cuci tangan

Operator cuci tangan digabung dengan operator sanitasi lingkungan karena operator cuci tangan hanya bertugas secara berkala. Jika operator tidak sedang membawa tempat cuci tangan maka operator dapat melakukan sanitasi lingkungan. Jadi operator dapat melakukan 2 tugas sekaligus.

Hal ini dapat dilihat dari tabel berikut yang didapat dari pengamatan selama satu hari pada tanggal 17 Mei 2005.

Tabel 6.8. Work Sampling Sanitasi Lingkungan dan Cuci Tangan BD

BD BD

No. Pukul Sanitasi

Lingkungan Cuci

Tangan No. Pukul Sanitasi

Lingkungan Cuci Tangan

1 8.12 12 10.57 X X

2 8.27 13 11.12

3 8.42 14 11.27 X

4 8.57 15 13.12 X

5 9.12 X 16 13.27 X

6 9.27 17 13.42 X

7 9.42 X 18 13.57 X

8 9.57 X 19 14.12 X

9 10.12 X 20 14.27

10 10.27 X 21 14.42 X X

11 10.42 22 14.57 X

Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa operator sanitasi lingkungan dan operator cuci tangan bekerja bersamaan hanya satu kali saja dari 22 pengamatan yang diambil (sekitar 4,55%). Apabila kedua pekerjaan berlangsung secara bersama seperti ini (sanitasi lingkungan dan cuci tangan sekaligus) maka urutan pekerjaan yang dikerjakan adalah berdasarkan prioritas kerja yaitu meneruskan cuci tangan terlebih dahulu baru membersihkan atau sanitasi lingkungan. Hal ini

berarti produktivitas operator akan semakin tinggi dan tidak ada waktu bagi operator untuk mengganggur. Jumlah operator sanitasi cuci tangan usulan adalah 0 orang (tidak ada operator khusus sanitasi cuci tangan).

Kondisi sekarang

Operator cuci tangan di BD berjumlah 2 orang. Operator cuci tangan bertugas membawa tempat cuci tangan ke setiap konveyor agar operator tidak perlu bergerak jauh untuk mencuci tangan.

c. Operator sanitasi

Operator sanitasi di BD dapat dikurangi karena menurut pengamatan di lapangan dan pengukuran kecepatan, operator sanitasi yang dibutuhkan untuk BD tidaklah sebanyak formasi sekarang. Berikut adalah perhitungan jumlah peralatan yang disanitasi dan kecepatan operator sanitasi.

Jumlah peralatan yang disanitasi:

Tray pmx: tray pmx dicuci setiap satu jam, 1 buah tray dipakai untuk 4 orang, operator pmx berjumlah 24 orang, dalam satu jam setiap tray dipakai sebanyak 3 kali. Kecepatan operator pmx adalah 29.58 detik/tray.

Jumlah tray pmx yang disanitasi

=

Tray BD: 1 buah tray digunakan oleh 1 orang, 1 buah tray berisi 10 ekor bahan, dalam satu jam setiap tray dipakai sebanyak 2 kali, operator BD berjumlah 36 orang. Kecepatan operator BD adalah 11,56 detik/ekor 115,6 detik/tray.

Jumlah tray BD yang disanitasi orang

= 36orang produk sebanyak 2 kali.

Jumlah baskom btmx yang disanitasi

Baskom panko: baskom panko dicuci jika ganti produk, 1 buah baskom dipakai untuk 1 orang, operator BD berjumah 36 orang, setiap hari terjadi pergantian produk sebanyak 2 kali.

Jumlah baskom panko yang disanitasi

= 9 jam/hari membutuhkan 192 buah tempat shaker.

Jumlah tempat shaker yang disanitasi

= 9 jam/hari

Keranjang kalo shaker: digunakan untuk tempat bahan setelah di-shaker.

Jumlah keranjang kalo yang disanitasi

= jumlah tempat shaker = 214 buah keranjang kalo/jam

Sendok btmx-pmx: dicuci jika ganti produk, setiap hari terjadi pergantian produk sebanyak 2 kali. Operator yang menggunakan sendok adalah operator pmx, BD, btmx berjumlah 62 orang.

Jumlah sendok yang disanitasi

= 9 jam

Waktu yang diperlukan untuk melakukan sanitasi adalah 14,43 detik/buah/orang.

Kapasitas operator sanitasi peralatan =

/orang Kebutuhan operator sanitasi peralatan =

rang

Kondisi sekarang

Operator sanitasi BD berjumlah 13 orang (tidak termasuk operator sanitasi sarung tangan, hanya operator sanitasi peralatan). BD memiliki operator sanitasi terbanyak dibandingkan work center lainnya. Hal ini disebabkan peralatan berupa lengser/tray, baskom dan longpan yang digunakan untuk proses BD sangat banyak.

d. Karu

Satu orang karu bertanggung jawab mengawasi 2 konveyor sekaligus.

Hal ini bertujuan agar kinerja karu meningkat dan mengurangi biaya gaji karu yang relatif besar untuk bagian BD. Tabel berikut menyajikan perbandingan jumlah karu yang diusulkan dengan jumlah karu yang ada sekarang.

Tabel 6.9. Perbandingan Karu BD

Karu Konveyor Sekarang Usulan Perubahan

BD 3 7 konveyor 7 orang 4 orang 3 orang

Persiapan BD 3 4 konveyor 4 orang 2 orang 2 orang

Frying 6 konveyor 6 orang 3 orang 3 orang

Persiapan BD kupas 3 konveyor 2 orang 2 orang 0 orang

CKR 2 konveyor 1 orang 1 orang 0 orang

Total 20 orang 12 orang 8 orang

Kondisi sekarang

Karu di BD berjumlah 20 orang. Setiap karu bertanggung jawab mengawasi operator-operator dalam satu konveyor. Menurut pengamatan di lapangan, jumlah karu yang sekarang terlalu banyak karena terkadang mereka terlihat menganggur dan mengobrol dengan sesama karu maupun operator. Hanya jika terjadi pergantian produk maupun menurunnya man hour, karu akan mengingatkan kepada para operator tentang cara kerja dan spesifikasi produk tersebut. Hal ini diperkuat dengan hasil sampling karu yang dilakukan (keterangan lebih lengkap lihat sub bab 5.2.4).

Perubahan formasi tenaga kerja secara keseluruhan untuk BD dapat dilihat dari tabel berikut

Tabel 6.10. Perbandingan Formasi Tenaga Kerja BD

Tenaga Kerja Sekarang Usulan Perubahan

Karu 20 orang 12 orang 8 orang

Operator timbang final 6 orang 3 orang 3 orang

Operator cuci tangan 2 orang Digabung sanitasi lingkungan 2 orang Operator sanitasi peralatan 13 orang 6 orang 7 orang

Total 41 orang 21 orang 20 orang

Dampak dari perubahan formasi tenaga kerja

• Biaya gaji operator dan karu akan mengalami penurunan

Karu = 8 orang x Rp. 78.667,50 = Rp. 629.340,00 Operator = 12 orang x Rp. 60.678,87 = Rp. 728.146,38 +

= Rp.1.357.486,38

• Perlengkapan kerja operator akan berkurang sebesar Rp. 25.450,00 (untuk perhitungan yang rinci dapat dilihat pada lampiran 37).

6.3.2.2. Penggunaan Baskom Pmx

Satu baskom berisi bahan yang akan dipmx digunakan oleh 4 orang operator yang saling berhadapan sehingga dapat mengurangi pemakaian es untuk masing-masing baskom. Baskom es tersebut ditaruh di tengah area kerja yang telah diberi lengser seperti kondisi sekarang. Baskom tepung pmx juga dinaikkan ke atas baskom yang diletakkan secara terbalik. Hal ini dilakukan agar tinggi baskom tepung pmx sejajar dengan baskom bahan yang akan diberi pmx agar kondisi peralatan tetap ergonomis untuk operator pmx.

Operator pmx = 24 orang baskom yang digunakan = 4

24= 6 baskom

Penurunan penggunaan es dalam baskom pmx

= (24-6) x 3 kg x 3 kali x 25 hari = 4.050 kg Kondisi sekarang

Masing-masing operator pmx menggunakan 1 buah baskom untuk menaruh bahan yang akan dipmx. Setiap baskom akan diberi es sebanyak 3 kg untuk menjaga kualitas bahan. Es diganti setiap 3 jam sekali sebanyak 3 kg/baskom. Dalam satu hari dilakukan 3 kali penambahan es.

6.3.2.3. Penempatan Bumbu Btmx

Bumbu btmx ditempatkan di keranjang kontainer yang berisi es sebanyak 25 kg. Es diganti atau ditambah setiap 3 jam sebanyak 25 kg dan diganti 3 kali setiap harinya. Keranjang kontainer yang diperlukan sebanyak 2 buah karena bumbu btmx ada 2 macam.

Kebutuhan es untuk btmx = 25 kg/keranjang x 2 x 3 kali/hari x 25 hari/bulan

= 3.750 kg/bulan Kondisi sekarang

Bumbu btmx ditempatkan di box Thailand 300 liter yang berisi es sebanyak 175 kg untuk menjaga kualitas btmx. Hal ini mengakibatkan pemakaian es tidak efektif karena es yang digunakan terlalu banyak. Es hanya terpakai pada bagian atas box Thailand tersebut sehingga es pada bagian bawah box Thailand akan terbuang secara sia-sia. Es diganti atau ditambah setiap 4 jam sekali sebanyak 175 kg dan diganti 2 kali setiap harinya,.

Kebutuhan es untuk btmx = 175 kg/box x 25 hari/bulan x 2 kali/hari

= 8.750 kg/bulan

Penurunan es untuk btmx = kebutuhan es sekarang – kebutuhan es usulan = 8.750 –3.750

= 5.000/ruangan

= 10.000 kg (BD memiliki 2 ruangan).

6.3.2.4. Penggunaan Es dalam Box Thailand

Box Thailand es dibuka 5 menit sebelum proses dimulai dan pada saat istirahat ditutup sehingga penyusutan pada es dapat berkurang.

Susut es dalam Box Thailand

= 235.581,17 kg x 0,07% x 3 jam = 494,72 kg Kondisi sekarang

Box Thailand es sudah dibuka 1 jam sebelum proses dimulai dan pada saat istirahat juga tidak ditutup. Hal ini mengakibatkan es mudah menyusut karena suhunya kurang dingin. Es menyusut sebanyak 0,07% per jam.

6.3.2.5. Tempat Tampung Es dalam Keranjang Kontainer

Es tidak perlu ditaruh di keranjang kontainer karena jarang diambil oleh operator. Jika operator membutuhkan es, dapat mengambil sendiri di box Thailand es terdekat atau operator es yang mengambilkannya untuk operator yang membutuhkan.

Penurunan es = 3 keranjang/konveyor x 7 konveyor x 30 kg/keranjang x 3 kali x 25 hari/bulan

= 47.250 kg/bulan Kondisi sekarang

Pada tiap konveyor terdapat 3 buah keranjang kontainer berisi es yang diletakkan di bawah konveyor. Penempatan keranjang es itu bertujuan supaya operator tidak terlalu jauh untuk mengambil es. Es akan ditambah setiap 3 jam dan dilakukan 3 kali setiap harinya. Menurut pengamatan di lapangan, es dalam keranjang tersebut jarang diambil oleh operator. Hal ini mengakibatkan penggunaan es tidak efektif karena es tidak terpakai dan susut karena dibiarkan dalam keadaan terbuka.

6.3.2.6. Penggunaan Es Bumbu Btmx di Konveyor

Es yang diberikan untuk setiap baskom bumbu btmx hanya diisi 3 kg saja. Penurunan es dari 6 kg menjadi 3 kg per baskom ini berdasarkan pengamatan di lapangan bahwa es dalam baskom hanya terpakai pada bagian atas. Hal ini dikarenakan fungsinya hanyalah sebagai pendingin baskom btmx yang ada di atasnya sehingga es pada bagian bawah baskom tidak terpakai. Selain itu, ukuran baskom juga menentukan pengurangan es menjadi 3 kg tiap baskom. Menurut pengamatan di lapangan,bagian bawah baskom akan terisi secara rata oleh 3 kg es.

Jika baskom btmx diletakkan diatas baskom es ini maka es akan terpakai seluruhnya (hanya ada 1 lapisan es) dan diharapkan dengan jumlah 3 kg es ini tidak ada lagi es yang terbuang di bagian bawah baskom. Es akan ditambah setiap 3 jam dan dilakukan 3 kali setiap harinya. Pengurangan es ini tidak akan mengurangi kualitas dari bumbu btmx karena es akan selalu ditambah secara berkala. Hal ini dapat menyebabkan penurunan pemakaian es .

Jumlah operator BD = 36 orang baskom yang digunakan = 2

36 = 18 buah

Penurunan es = (6-3) kg/baskom x 3 kali/hari x 18 baskom x 25 hari/bulan

= 4.050 kg/bulan Kondisi sekarang

Satu baskom bumbu btmx digunakan oleh 2 orang operator BD. Setiap baskom diberi es sebanyak 6 kg (kapasitas baskom adalah 10 kg) yang diletakkan di bawah baskom bumbu btmx. Jadi penggunaan es dalam baskom ini hanya sebagai alas baskom bumbu btmx sehingga es yang terpakai hanyalah es pada bagian atas baskom saja. Es akan ditambah setiap 3 jam dan dilakukan 3 kali setiap harinya.

Jadi, total penurunan es yang diusulkan:

Penggunaan baskom pmx = 4.050 kg

Penempatan bumbu btmx = 10.000 kg

Penggunaan es dalam box Thailand = 494,72 kg Penggunaan tempat tampung es keranjang kontainer = 47.250 kg Penggunaan es untuk bumbu btmx di konveyor = 4.050 kg +

65.844,72 kg Penggunaan es menurut usulan sebesar

= total penggunaan es sekarang – total pengurangan es yang diusulkan

= 235.581,17 kg – 65.844,72 kg

= 169.736,45 kg

Biaya es menurut usulan = 169.736,45 kg x Rp 10,00 = Rp. 1.697.364,50 Penurunan biaya es menurut usulan = biaya es sekarang – biaya es usulan

= Rp. 2.944.764,63 – Rp. 1.697.364,50

= Rp. 1.247.400,13 Total penurunan biaya kualitas di BD:

Penurunan biaya es Rp. 1.247.400,13

Penurunan biaya gaji operator + karu Rp. 1.357.486,38 Penurunan perlengkapan kerja Rp. 25.450,00 +

Total Rp. 2.630.336,51

Jadi total penurunan biaya kualitas yang diusulkan untuk work center BD adalah 21,37% dari total biaya kualitas yang ada sekarang.

6.4. PC

Pengamatan, pengambilan data, pengolahan data, dan pembuatan usulan pada bagian PC dilakukan selama 4 hari yaitu 4-7 Mei 2005 dan 17 Mei 2005.

Untuk pengamatan, pengambilan data, pengolahan data, dan pembuatan usulan dilakukan pada tanggal 4-7 Mei 2005. Pada tanggal 17 Mei 2005 dilakukan work sampling terhadap operator sanitasi lingkungan dan operator cuci tangan.

6.4.1. Analisa Biaya Kualitas PC

Berikut merupakan pie chart untuk biaya kualitas PC (data dapat dilihat pada tabel 5.2. sampai tabel 5.4).

BIKUAL PC

External failure cost

0,00%

Prevention cost 41,38%

Appraisal cost 58,62%

Gambar 6.8. Pie Chart Biaya Kualitas PC

Dapat dilihat pada diagram lingkaran di atas untuk work center PC, biaya kualitas yang terbesar ada pada appraisal cost (memiliki persentase sebesar 58,62% dari total biaya kualitas yang ada pada work center PC). Urutan selanjutnya berada pada prevention cost, yang memiliki persentase sebesar 41,38% dari total biaya kualitas yang ada pada work center PC. Untuk external failure cost tidak berdampak banyak terhadap tingginya biaya kualitas pada work center PC dikarenakan persentase external failure cost besarnya 0%. Hal ini berarti biaya kegagalan eksternal yang terjadi pada work center PC sangat rendah

bila dibandingkan dengan biaya yang lain. Perbaikan pada external failure cost tidak akan berdampak banyak terhadap penurunan biaya kualitas work center PC.

Berikut merupakan pembahasan lebih detail terhadap setiap jenis biaya yang terjadi pada work center PC.

a. Prevention Cost PC

Berikut merupakan pie chart prevention cost PC (data dapat dilihat pada tabel 5.2).

Gambar 6.9. Pie Chart Prevention Cost PC

Pada diagram lingkaran di atas dapat dilihat berbagai jenis biaya pencegahan (prevention cost) yang terjadi pada work center PC. Di antara semua jenis biaya pencegahan yang memiliki persentase terbesar adalah biaya gaji karu (sebesar 30,97%). Persentase yang dimiliki oleh jenis biaya pencegahan yang lain sangat jauh di bawah persentase biaya gaji karu (paling tinggi 18,77%, yaitu biaya gaji operator QC yang ada di PC). Urutan selanjutnya adalah biaya perlengkapan kerja, biaya pemakaian es batu, biaya gaji supervisor, dan biaya kalibrasi. Biaya maintenance, biaya pemakaian klorin, dan biaya pemakaian spidol memiliki persentase di bawah 1%. Hal ini berarti perubahan pada biaya-biaya ini tidak akan berdampak pada prevention cost yang ada pada work center PC.

Jadi yang perlu dianalisa lebih lanjut untuk biaya pencegahan agar mendapatkan hasil yang signifikan jika diperbaiki adalah biaya gaji karu pada work center PC. Penurunan biaya kualitas yang akan terjadi setelah usulan

PC. Apabila penurunan biaya kualitas yang terjadi masih dirasakan kurang signifikan maka biaya gaji operator QC yang selanjutnya akan dianalisa secara lebih lanjut.

b. Appraisal Cost PC

Berikut merupakan pie chart appraisal cost PC (data dapat dilihat pada tabel 5.3).

Gambar 6.10. Pie Chart Appraisal Cost PC

Untuk appraisal cost, yang perlu dianalisa secara lebih lanjut terlebih dahulu adalah biaya gaji operator timbang yang memiliki persentase 25,29%. Di samping itu, biaya gaji operator kontrol juga memiliki persentase yang cukup besar (21,68%). Langkah menganalisa dan mencari penyebab permasalahan serta mencari solusi tingginya biaya gaji operator timbang dan kontrol dilakukan dengan harapan akan dapat mengurangi appraisal cost secara signifikan.

Sedangkan urutan selanjutnya adalah biaya gaji operator sanitasi, biaya gaji operator metal detector, biaya gaji operator glazing, biaya gaji operator sizing atau sampling, depresiasi mesin dan biaya gaji operator es. Sedangkan biaya internal audit memiliki persentase sebesar 0,01% terhadap total appraisal cost Packing. Hal ini berarti perubahan pada biaya tersebut tidak berdampak pada perubahan appraisal cost yang terjadi di Packing.

c. External Failure Cost Packing

Dalam external failure cost atau biaya kegagalan eksternal, karena hanya APPRAISAL COST PC

Gaji op metal detector

14,45%

Gaji op sizing/sampling

3,61%

Depresiasi mesin 4,74%

Audit internal 0,01%

Gaji op es 1,20%

Gaji op sanitasi 16,86%

Gaji op timbang 25,29%

Gaji op kontrol 21,68%

Gaji op glazing 12,05%

100% terhadap total biaya kegagalan eksternal. Biaya kegagalan eksternal tidak memiliki persentase terhadap total biaya kualitas yang ada pada work center Packing (persentase biaya kegagalan internal pada work center Packing sebesar 0%). Perbaikan pada biaya kegagalan eksternal ini tidak akan berdampak secara signifikan terhadap penurunan biaya kualitas work center Packing. Jadi proses analisa lebih lanjut untuk biaya kegagalan eksternal akan dilakukan jika waktu untuk biaya kegagalan eksternal akan dilakukan jika waktu masih mencukupi untuk dilakukannya analisa lebih lanjut terhadap biaya kegagalan eksternal.

Berikut merupakan tabel penyebab tingginya beberapa biaya kualitas yang ada pada PC.

Tabel 6.11. Penyebab Tingginya Biaya Kualitas PC Elemen

Biaya Kualitas

Jenis Biaya

Kualitas Penyebab Tingginya Biaya Kualitas Es Batu Harga es mahal (membeli dari pabrik lain)

Ruangan PC banyak Prevention

Cost Gaji Karu Tiap ruang memiliki karu lebih dari 1 orang Timbang merupakan proses penting

Cost Gaji Karu Tiap ruang memiliki karu lebih dari 1 orang Timbang merupakan proses penting

Dokumen terkait