• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II DASAR TEORI

2.6 Arsitektur dan Topologi FTTx

Gambar 2.9 merupakan elemen dan network FTTH, berupa jalur transmisi mulai dari server hingga ke pelanggan.

Gambar 2.9 Segmen Catuan Fiber Optic [3]

16

Secara umum jaringan FTTH/B dapat dibagi menjadi empat Segmen catuan kabel selain perangkap aktif seperti OLT (Optical Line Terminal) dan ONU/ONT (Optical Network Termination) yaitu sebagai berikut:

• Segmen A: Catuan kabel feeder.

• Segmen B: Catuan kabel distribusi.

• Segmen C: Kabel penanggal Drop Core.

• Segmen D: Kabel rumah/ gedung.

Pada topologi jaringan FTTx, dimana terdapat sambungan FTTx, yaitu FTTB (Fiber To The Building), FTTH (Fiber To The Home),dan FTTT (Fiber To The Tower). Dalam pendistribusian melalui berbagai tahapan. Gambar 2.10 merupakan skema ataupun gambaran dari arsitektur/topologi jaringan Fiber Optic FTTx.

Gambar 2.10 Arsitektur dan Topologi jaringan FTTx [4]

17

Pada Server FTM tedapat berbagai komponen seperti Metro E, OLT, IMS soft switch dan Broadcast HE. Pada FTTB dari FTM di salurkan ke ODC (Optical Distribution cabinet) didalam ODC dilakukan pembagian jalur menggunakan splitter 1:4, 1:8, 1:16, 1:32 kemudian disalurkan ke pelanggan, dan ada juga FTM yang langsung mendistribusikannya ke gedung. Pada FTTH, FTM menyalurkan ke ODC, kemudian ke ODP (Optical Distribution Point) yang terdapat pada tiang yang merupakan titik distribusi kepelanggan rumah. Dan untuk FTTT sama hal nya dengan FTTB dan FTTH, FTTT mendapat catuan melalui ODC (Optical Distribution Cabinet) yang langsung mengarah ke tower dan ada juga yang melalui ODP terlebih dahulu sebelum dihubungkan ke tower tergantung lokasi tower tersebut berada. Untuk FTTT dikenal dengan Node B.Pada jaringan FTTx terdapat batasan redaman yang telah ditentukan [4]. Yaitu sebagai berikut.

• Power transmit OLT = 1.5 s/d 5 dBm.

• Berlaku sampai redaman ke ODC tergantung splitter yang digunakan pada ODC Splitter 1:4 = 7.25 dBm, splitter 1:8 = 10.38 dBm.

• Sensitifitas ONT yang merupakan modem pelanggan = -27 dBm.

Tergantung pada jumlah splitter yang terdapat pada ODP. Splitter 1:4 = 7.25 dBm, splitter 1:8 = 10.38 dBm.

• Saturasi = -8 dBm

• Redaman min -13 dBm s/d max -28 dBm yang terukur di ONT/modem

pelanggan.

18

2.7 Komponen – Komponen yang Digunakan pada Jaringan FTTx

Pada jaringan FTTx terdapat berbagai komponen- komponen yang digunakan selama pentransmisian, mulai dari server hingga kepelanggan, sebagai berikut [3].

a. OLT (Optical Line Terminal)

Optical Line Terminal (OLT) atau biasa disebut juga dengan Optical Line Termination adalah perangkat yang berfungsi sebagai titik akhir (end-point) dari layanan jaringan optik pasif. Perangkat ini mempunyai dua fungsi utama, antara lain melakukan konversi antara sinyal listrik yang digunakan oleh penyedia layanan dan sinyal optik yang digunakan oleh jaringan optik pasif dan untuk mengkoordinasikan multiplexing pada perangkat lain di ujung jaringan, atau biasa disebut dengan Optical Network Terminal (ONT). OLT menyediakan interface antara sistem Passive Optical Network (PON) dengan penyedia layanan (service provider) data, video, maupun voice/telepon [4]. Perangkat OLT meliputi:

• DCS (Digital Cross-connect), yang melayani nonswitched dan non-locally switched TDM trafik ke jaringan telepon.

• Voice Gateway, yang melayani locally switched TDM/voice trafik ke PSTN.

• IP Routers atau ATM Edge Switch, yang melayani trafik data.

• Video Network Device, yang melayani trafik video.

19

b. Optical Distribution Frame (ODF)

Optical Distribution Frame (ODF) merupakan perangkat tempat terminasi kabel fiber optik. Selain itu juga sebagai tempat peralihan dari kabel fiber optikoutdoor dengan kabel fiber optikindoor dan sebaliknya.

c. Optical Distribution Cabinet (ODC)

Optical Distribution Cabinet (ODC) merupakan suatu perangkat pasif yang diinstalasi di-indoor atau outdoor. Perangkat ini berfungsi sebagai titik terminasi ujung kabel feeder dan pangkal kabel distribusi (perhatikan Gambar 4.1), sebagai titik distribusi kabel dari kapasitas besar (feeder) menjadi beberapa kabel yang kapasitasnya lebih kecil lagi (distribusi).

ODC merupakan tempat terletaknya splitter dan sebagai tempat penyambungan [4]. Gambar 2.11 merupakan gambaran dari ODC.

Gambar 2.11 Optical Distribution Cabinet (ODC) [4]

20

d. Optical Distribution Point (ODP)

Optical Distribution Point (ODP) merupakan perangkat terminasi akhir kabel distribusi dan terminasi awal penggunaan drop kabel. ODP berperan sebagai titik distribusi kabel distribusi menjadi beberapa saluran kabel drop ke ONT. Di ODP terdapat juga splitter. Ditinjau dari lokasi dan tempat pemasangannya, ODP dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu [4]:

• ODP Wall, ODP jenis ini dipasang di dinding atau juga bias dipasang di tiang yang tentunya dipasang pada instalasi kabel drop atas tanah.

• ODP Pedestal, ODP jenis ini dipasang diatas permukaan tanah, ODP ini digunakan untuk instalasi kabel drop bawah tanah dengan pelindung pipa pvc 2 cm.

• ODP Closure, ODP ini sangat fleksibel dapat dipasang didekat tiang atau di antara dua tiang yang dipasang pada kabel distribusi aerial.

(a)

21

e. Optical Terminal Premises (OTP)

Optical Terminal Premises (OTP) merupakan perangkat pasif yang dipasang di rumah pelanggan yang berfungsi sebagai tempat terminasi akhir drop kabel. Merupakan tempat sambungan core optic atau peralihan dari kabel outdoor dengan indoor [4].

(b)

(c)

Gambar 2.12 Optical Distribution Point; (a) ODP Pedestal, (b) ODP Wall, (c)

ODP Closure [4].

22

f. Optical Indoor Outlet (Roset)

Roset merupakan perangkat pasif yang diletakkan di dalam rumah pelanggan yang menjadi titik terminasi akhir dari kabel indoor fiber optik, terdapat dua jenis roset yaitu roset jenis temple dan roset jenis tanam [4].

g. Optical Network Terminal (ONT)

Optical Network Terminal (ONT) merupakan perangkat aktif yang dipasang di sisi pelanggan indoor yang dilengkapai dengan port-port. ONT memiliki fungsi untuk mengubah sinyal optic menjadi sinyal elektrik dan sebagai alat demultiplex. Pihak Telkom telah bekerjasama dengan Huawei dan ZTE dalam supplying ONT pabrikan mereka. ONT di kalangan awam dapat juga disebut sebagai modem [5].

Gambar 2.14 Optical Network Terminal [5]

(a) (b)

Gambar 2.13 Roset (a) Jenis Tempel dan (b) Jenis Tanam

23

2.8 Teknis Instalasi FTTH

Teknisi lapangan memiliki prosedur yang telah tersusun secara sistematis.

Teknisi lapangan memiliki peranan dalam instalasi komunikasi serat optik untuk FTTH. Langkah – langkah dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut dapat dilihat pada Gambar 2.15 [5].

Gambar 2.15 Diagram Alir Prosedur Kerja Teknisi PT. Telkom [5].

24

Berdasarkan Gambar 2.15, Prosedur kerja teknisi PT. Telkom adalah sebagai berikut [5]:

1. Mulai: Pelanggan meminta {(request) untuk mengadakan instalasi ke pihak PT. Telkom.

2. Pembuatan Work Order (WO) Ticket: pihak kantor mengeluarkan Work order terkait laporan dari pelanggan.

3. Broadcast WO Ticket ke Teknisi: Teknisi akan mulai bergerak ke lokasi pelanggan. Pihak kantor juga akan broadcast WO ticket melalui aplikasi atau sosial media dan teknisi akan menerima WO ticket tersebut.

4. Ketika sudah sampai, teknisi akan melakukan pengecekan di ODP apakah terdapat slot kosong di splitter yang nanti digunakan untuk disambungkan ke rumah pelanggan.

5. Apabila terdapat slot kosong di ODP maka teknisi akan langsung menarik drop core ke rumah pelanggan. Setelah itu teknisi memasang roset dan ONT di rumah pelanggan serta membuat kata sandi dan nama pengguna bagi ONT yang dipasang.

6. Apabila tidak ada slot kosong di OPD, biasanya teknisi mencari ODP terdekat yang berjarak <500m sehingga masih bisa penarikan kabel drop core langsung. Bila tidak ada mereka akan menunda instalasi dan menghubungi divisi mitra untuk membangun ODP baru yang dekat dengan rumah pelanggan dan instalasi ke rumah pelanggan dapat dilakukan.

7. Teknisi akan konfirmasi bahwa instalasi telah selesai dan diberi laporan ke

pusat.

25

2.9 Matlab

MATLAB merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk pemrograman, analisis, serta komputasi teknis dan matematis berbasis matriks.

MATLAB adalah singkatan dari Matrix Laboratory karena mampu menyelesaikan masalah perhitungan dalam bentuk matriks. MATLAB versi pertama dirilis pada tahun 1970 oleh Cleve Moler. Pada awalnya, MATLAB didesain untuk menyelesaikan masalah-masalah persamaan aljabar linear. Seiring berjalannya waktu, program ini terus mengalami perkembangan dari segi fungsi dan performa komputasi.

Bahasa pemrograman yang kini dikembangkan oleh MathWorks Inc.

menggabungkan proses pemrograman, komputasi, dan visualisasi melalui lingkungan kerja yang mudah digunakan. MATLAB juga memiliki keunggulan umum lainnya, seperti analisis dan eksplorasi data, pengembangan algoritma, pemodelan dan simulasi, visualisasi plot dalam bentuk 2D dan 3D, hingga pengembangan aplikasi antar muka grafis. Dalam ruang lingkup perguruan tinggi, MATLAB digunakan sebagai alat pembelajaran pemrograman matematika, teknik, dan sains pada level pengenalan dan lanjutan, sedangkan dalam dunia industri, MATLAB dipilih sebagai alat penelitian, pengembangan, dan analisis produk industri.

MATLAB dapat dioperasikan pada sistem operasi Windows, Linux, maupun macOS. Selain itu, MATLAB juga bisa dihubungkan dengan aplikasi atau bahasa pemrograman eksternal lainnya, seperti C, Java, .NET, dan Microsoft Excel.

Dalam MATLAB tersedia pula kotak kakas (toolbox) yang dapat digunakan untuk

aplikasi-aplikasi khusus, seperti pengolahan sinyal, sistem kontrol, logika fuzzy,

26

jaringan saraf tiruan, optimasi, pengolahan citra digital, bioinformatika, simulasi, dan berbagai teknologi lainnya.

2.9.1 Matlab GUI (Graphical User Interface)

GUI adalah singkatan dari Graphical User Interface, sebuah aplikasi display dari MATLAB yang mengandung tugas, perintah, atau komponen program yang mempermudah user (pengguna) dalam menjalankan sebuah program dalam MATLAB.Kenapa sebaiknya menggunakan atau membuat GUI di MATLAB?

Ringkasnya, GUI akan membuat program di MATLAB menjadi lebih simpel dan praktis digunakan oleh para end-user. MATLAB adalah sebuah lingkungan perhitungan aritmatika sekaligus bahasa pemrograman. Dibuat oleh The Mathworks, MATLAB menyediakan fasilitas dan sarana dalam memanipulasi matriks, memplot data dan fungsi matematika, pembuatan UI (User Interface),

Gambar 2.16 Tampilan Awal Matlab

27

implementasi algoritma, serta antarmuka dengan bahasa-bahasa pemrograman lainnya.

Beberapa kelebihan MATLAB jika dibandingkan dengan program lain adalah sebagai berikut:

1. Mudah dalam memanipulasi struktur matriks dan perhitungan berbagai operasi matriks yang meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian, invers dan fungsi matriks lainnya.

2. Menyediakan fasilitas untuk memplot struktur gambar (kekuatan fasilitas Grafik tiga dimensi yang sangat memadai).

3. Script program yang dapat diubah sesuai dengan keinginan user.

4. Jumlah routine-routine powerful yang berlimpah yang terus berkembang.

5. Kemampuan interface (antarmuka, misal dengan bahasa C, word dan Mathematica).

6. Dilengkapi dengan toolbox, simulink, stateflow dan sebagainya, serta mulai

melimpahnya source code di internet yang dibuat dalam MATLAB ( contoh

toolbox misalnya : signal processing, control system, neural networks dan

sebagainya).

28

BAB III

PERANCANGAN SOFTWARE

3.1 Umum

Pada bagian ini akan dirancang FTTH menggunakan software Matlab 2015, perhitungan ini dirancang berdasarkan suatu data pelanggan. Data pelanggan yang digunakan adalah pelanggan Indihome Jl. Pasar 1 Medan. Setelah itu nilai-nilai tiap komponen sampel FTTH dan perhitungan software akan dibandingkan.

3.2 Studi Awal

Studi awal dilakukan untuk mengetahui standar yang digunakan oleh PT.

Telkom. Studi awal juga dilakukan untuk mengetahui salah satu data pelanggan yang menggunakan FTTH dari PT. Telkom. Setelah itu kita akan membuat perhitungannya pada GUI Matlab berdasarkan data yang diteliti dan akan membandingkan hasil yang diterima.

3.2.1 Tahapan Penelitian

Tahapan yang dilakukan untuk tercapainya tujuan penelitian, dilakukan

sesuai dengan alur yang terdapat pada Gambar 3.1

29 Mulai

Pengambilan Data

Mendesain simulasi pada software Matlab

Input Data

Membandingan hasil keluaran secara simulasi

dan Teori Apakah Simulasi

berjalan baik?

Ya

Periksa rangkaian simulasi pada software

Matlab Tidak

Selesai

Gambar 171 Diagram Alir Penelitian

30

3.2.2 Standar Komunikasi Optik PT.Telkom

PT. Telkom bekerja menggunakan standar yang telah mereka tetapkan sesuai dengan spesifikasi peralatan dan jaringan serta lokasi yang akan diinstal [3].

Standar – standar itu dapat dilihat pada Tabel 3.1

Tabel 3. 1 Standar – Standar instalasi FTTH PT. Telkom [ 3]

Nama Bagian Satuan

Jumlah Titik terminasi

Jumlah titik sambung

Loss (dB)

Margin System (dBm)

Power Transmitter / Optical Line Terminal (OLT)

Unit - - - 1.5 s/d 5

Optical Distribution Frame (ODF) Set 2 1 1.5 -

Optical Distribution Cabinet (ODC) Set 2 2 1.5 -

Modular passive Splitter 1:4 Buah - - 7.25 -

Modular Passive Splitter 1:32 Buah - - 17.45 -

Optical Distribution Point (ODP) Set 1 1 0.8 -

31

PLC Passive Splitter 1:8 Buah - - 10.38 -

PLC Passive Splitter 1:16 Buah - - 13.25 -

Optical Termination Point Buah 1 - 0.7 -

Roset Buah 1 1 0.8 -

Optical Network Terminal (ONT) / Modem

Buah - - - -13.7 s/d -27.4

Patchcord (G-657 A2) Per Km - - 0.35 -

Feeder Cable (G-652 D) Per Km - - 0.35 -

Distribution Cable (G-652 D) Per Km - - 0.35 -

Dropcore Cable (G-657 A1) Per Km - - 0.35 -

Panjang Cahaya Uplink 1310 nm Downlink 1490 nm

32

3.2.3 Data Pelanggan Indihome PT. Telkom

Penelitian kali ini sudah dilakukan pengambilan data terhadap salah satu pelanggan Indihome yang beralamat di Jl. Pasar 1 Medan. Berikut denah lokasi pelanggan yang ditunjukkan pada Gambar 3.2

Setelah pengambilan data, diketahui letak komponen penyusun FTTH untuk pelanggan tersebut memiliki tempat seperti ditunjukkan pada gambar 3.3

Gambar 182 Lokasi Pelanggan Indihome Jl. Pasar 1

Gambar 3.3 Lokasi Komponen – Komponen Penyusun FTTH Pelanggan

33

Berdasarkan Gambar 3.3 diketahui jaringan FTTH untuk pelanggan ini mempunyai panjang sekitar 2.7 km. Jarak penerima (ONT) yang berada di rumah pelanggan ke ODP sepanjang 200 m. Jarak ODP ke ODC adalah sepanjang 1.4 km.

Sedangkan jarak ODC ke OLT transmitter yang berada di Telkom Padang Bulan adalah 1.1 km. Pada saat melakukan pengambilan data, didapat nilai daya optik yang diterima pada setiap komponen. Nilai daya optik yang diterima di setiap komponen adalah sebagai berikut:

Daya Transmit OLT : 2.02 dBm Daya di ODC : -2.22 dBm Daya di ODP : -7.27 dBm Daya di ONT : -15.61 dBm

Nilai – nilai diatas dapat dilihat pada pengukuran yang ditunjukkan pada Gambar 3.4 dan Gambar 3.5.

(a) (b)

Gambar 194 Pengukuran Sampel Pelanggan Pada (a) ODC dan (b)

ODP

34

3.3 Perancangan perhitungan menggunakan Software Matlab

Perancangan perhitungan dilakukan menggunakan software Matlab dengan membuat tiap komponen penyusun FTTH menjadi bidang – bidang yang terdiri dari beberapa komponen seperti konektor dan splitter. Langkah – langkah dalam merancang perhitungan menggunakan Software Matlab adalah sebagai berikut:

1. Buka Matlab.

2. Klik file > new > GUI > bank GUI (default) setelah itu maka akan muncul tampilan sebagai berikut:

Gambar 205 Pengukuran ONT (Rx Optical Power) dan OLT (Tx Optical Power)

Melalui ONT Configuration Website Based by IP.

35

3. Buat tampilan GUI dengan memberi nama pada Tombol-tombol yang akan digunakan. Agar semuanya rapi, klik kanan ikon yang ingin diganti lalu klik property inspector lalu pilih string dan ketik nama yang diinginkan.

4. Setelah itu memasukkan rumus dengan cara klik kanan tombol hitung >

view callbacks > callback. Lalu simpan figure. Akan diarahkan pada M-File figure.

5. Simpan M-File, kemudian kembali ke menu edit figure yang pertama, klik ikon segitiga miring warna hijau untuk running GUI.

6. Masukkan angka kemudian klik hitung, apabila pada kotak hasil muncul nilai berarti pembuatan GUI berhasil.

7. Atur figure sesuai keinginan. Setelah itu simpan GUI ke folder yang

diinginkan.

36

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Umum

Dalam bab ini akan dilakukan analisis komparasi perhitungan terhadap nilai daya optik data pelanggan, secara Software serta secara teori yang memodelkan jaringan FTTH sampel pelanggan PT.Telkom.

4.2 Analisis Data Pelanggan FTTH PT. Telkom

Seperti yang dapat dilihat pada subbab 3.2.3 Data dari sampel pelanggan FTTH PT. Telkom dapat dilihat pada Tabel 4.1

Tabel 4. 1 Data Sampel Pelanggan FTTH PT.Telkom

Daya Transmit OLT 2.02 dBm Jarak ke ODC 1.1 km

ODC -2.22 dBm Jarak ke ODP 1.4 km

ODP -7.27 dBm Jarak ke ONT 200 m

Daya Terima ONT -15.61 Total Jarak ± 2.7 km

Alamat Jl. Setiabudi Pasar 1

4.3 Analisis Perhitungan Data Pelanggan Secara Teori

Apabila melakukan perhitungan secara langsung dengan menggunakan

rumus power link budget yang terdapat pada Persamaan 2.6, maka untuk sampel

37

pelanggan FTTH ini akan didapatkan nilai daya yang diterima pada ONT sebagai berikut:

P

r

= P

t

− 𝛼

𝑓

− 𝛼

𝑠

− 𝛼

𝑐

(4.1)

Diketahui:

Pt (Daya Transmit OLT) = 2.02 dBm

Jumlah Konektor dan Splice di OLT: 1 konektor dan 1 splice Jumlah Konektor dan Splice di ODC: 2 konektor dan 2 splice Jumlah Konektor dan Splice di ODP: 2 konektor dan 2 splice Jumlah Konektor dan Splice di ONT: 2 konektor dan 2 splice Jumlah Konektor dan Splice di Roset: 1 konektor dan 1 splice Loss konektor = 0.1 dB

Loss splicing = 0.2 dB

Maka, redaman konektor adalah:

𝛼

𝑐

= 0.2 𝑥 8 = 1.6 dB

dan redaman splice adalah:

𝛼

𝑠

= 0.1 𝑥 8 = 0.8 dB

38

Jarak OLT ke ODC = 1.1 km

Jarak ODC ke ODP = 1.4 km

Jarak ODP ke Roset = 200 m = 0.2 km Jarak Roset ke ONT = 2 m = 0.002 km Loss Fiber = 0.35 db/km

Maka redaman fiber adalah:

𝛼

𝑓

= 0.35 𝑥 (1.1 + 1.4 + 0.2 + 0.002) = 0.35 𝑥 2.702 = 0.9457 dB

Berdasarkan data standar PT. Telkom pada Tabel 3.1 diketahui:

Loss ODP = 1.5 dB Loss ODC = 0.8 dB Loss Roset = 0.8 dB

Loss Spliter ODP 1:8 = 10.38 dB Loss Splitter ODC 1:4 = 7.25 dB

Sehingga total loss komponen pasif adalah:

𝛼

𝑝

= 1.5 + 0.8 + 0.8 + 10.38 + 7.25 = 20.73 𝑑𝐵

39

Dengan menggunakan persamaan 2.6 didapat daya terima sebesar:

P

r

= P

t

− 𝛼

𝑓

− 𝛼

𝑠

− 𝛼

𝑐

− 𝛼

𝑝

P

r

= 2.02 − 0.9457 − 0.8 − 1.6 − 20.73 = −22.0557 𝑑𝐵𝑚

4.4 Analisis Menggunakan Software Matlab

Dengan menggunakan perhitungan yang telah dirancang pada software Matlab, dapat juga mengukur daya yang diterima pada ONT. Analisa perhitungan dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan secara manual dengan Software yang telah dibuat. Berikut ini hasil perhitungan menggunakan Software Matlab:

Gambar 211 Tampilan Hasil Perhitungan Berbasis Data Pelanggan FTTH PT. Telkom

40

Sensitifitas ONT berdasarkan standar PT. Telkom adalah -13.7 dBm sampai dengan -28 dBm. Ketiga pengujian tersebut masih dapat diterima karena masih pada standar sensitifitas ONT yang ada yaitu pada nilai sebesar -13.7 dBm sampai dengan -28 dBm. Dari pengujian tersebut maka didapat hasil dari masing-masing pengujian yang dapat dilihat pada Tabel 4.2. berikut ini:

Tabel 4. 2 Hasil Pengujian Data Pelanggan FTTH PT. Telkom

Jenis Pengujian Besar Daya ONT (dBm)

Pengukuran langsung ke lapangan -15.61 dBm Perhitungan menggunakan teori -22.0557 dBm Perhitungan menggunakan MATLAB -21.6757 dBm

Daya ONT yang paling baik diterima adalah daya ONT pada Software di

MATLAB karena software akan otomatis melakukan optimasi ketika proses

kalkulasi dijalankan. Daya ONT pada perhitungan MATLAB memiliki daya yang

paling besar daripada hasil pengujian lainnya yakni sebesar -21.6757 dBm,

sedangkan jika melihat hasil dari pengukuran secara langsung ke lapangan

mendapatkan hasil -15.61 dBm yang tentu saja ini sudah sangat baik untuk

digunakan. Dapat dilihat adanya selisih daya sebesar 6.0657 dBm dimana ini bisa

terjadi karena gangguan teknis pada saat melakukan instalasi. [3]. Gangguan yang

dimaksud adalah:

41

1. Serat optik putus. Ada pengaruh mekanis dan pengaruh instalasi yang menyebabkan serat optik putus. Pengaruh mekanis diantaranya adalah Pohon tumbang yang menimpa jalur kabel udara, tiang roboh, jalur kabel terkena benang layang-layang. Sedangkan pengaruh instalasi diantaranya adalah penarikan kabel optik yang dilakukan dengan gaya tarik terlalu besar, serta radius serat optik yang terlalu kecil.

2. Kesalahan dalam alur penarikan kabel pada saat menarik kabel ke rumah pelanggan. Kesalahan alur penarikan ini mungkin dapat menyebabkan tekukan (bending) dan kerusakan kecil pada kabel optik tersebut.

3. Kesalahan pada alat ukur yang bernama OPM pada saat di lapangan tidak jarang lupa dilakukan kalibrasi oleh teknisi sehingga terjadi ketidak akuratan nilai yang didapat.

4. ODP sumber yang menjadi pangkal tarikan kabel ke ONT. Pelanggan biasanya menggunakan ODP paling dekat dimana sebelumnya ODP tersebut sudah diisi dengan tarikan kabel pelanggan lainnya.

Daya yang didapatkan dengan perhitungan menggunakan teori adalah daya

yang paling besar yaitu senilai -22.0557 dBm. Daya ONT yang didapat melalui

pengukuran di lapangan terjadi selisih daya senilai 6.4457 dBm.

42

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah:

1. Hasil dengan menggunakan perhitungan MATLAB didapat sebesar -21.6757 dBm. Ini merupakan hasil daya yang paling baik karena mempunyai optimalisasi otomatis.

2. Hasil pengukuran daya ONT di lapangan didapat sebesar -15.61 dBm.

Sedangkan hasil pengukuran secara perhitungan MATLAB memiliki nilai sebesar -21.6757 dBm. Selisih antara pengukuran daya ONT di lapangan dengan perhitungan menggunakan MATLAB didapat sebesar 6.0657dBm.

3. Hasil keluaran perancangan secara MATLAB memiliki nilai-nilai yang mendekati dengan apa yang penulis harapkan.

5.2 Saran

Adapun saran yang dapat diberikan terhadap Tugas Akhir ini adalah:

1. Untuk perancangan selanjutnya, perhitungan menggunakan GUI MATLAB dapat ditambah fitur grafik agar hasil perhitungan dapat disajikan tidak hanya dalam bentuk angka, namun juga grafik.

2. Untuk perancangan selanjutnya diharapkan menggunakan Aplikasi yang

lain untuk mendapatkan hasil yang lebih beragam lagi.

43

DAFTAR PUSTAKA

[1] G.Keiser, Optical Fiber Communications, 4th edition. Singapore: McGraw- Hill Internatonal Edition, 2010.

[2] G.P. Agrawal, Fiber-Optic Communication System, 3rd edition. New York:

John Wiley & Sons, 2002.

[3] Hidajat, Saiful, Pedoman Instalasi Kabel Distribusi Jaringan Fiber Optik Terpadu (i-odn). Bandung: PT. Telekomunikai Indonesia Tbk, 2015

[4] Kartiria, Optimalisasi Jaringan Komunikai Serat Optik Melalui Analisa Power Budget (Studi Kasus PT. Telkom di STO Padang). Padang:

Institut Teknologi Padang, 2017.

[5] Musta’in, Arief, Pedoman Desain Jaringan Distribusi Fiber Optik Terpadu (Desain-iodn). Bandung: PT. Telekomunikasi Indonesia Tbk, 2015.

[6] Telkom Akses Digital Life, Provisioning Indihome TA-PR-042. Jakarta:

Telkom Indonesia, 2016.

[7] Telkom Akses Fiber Academy, Overview Fiber to The Home. Jakarta: PT.

Telkom Akses, 2016.

44

[8] Telkom Indonesia, Program pelatihan mitra FTTH, Instalasi Kabel Rumah

dan Gedung. Jakarta: PT. Telkom Akses, 2016

[9] https://ww2.mathworks.cn/. Mathlab. Diakses Pada Tanggal (15 Agustus

2019)

45

LAMPIRAN

Lampiran 1 Script Program GUI Matlab

% INTERFACE_1 MATLAB code for interface_1.fig

% INTERFACE_1, by itself, creates a new INTERFACE_1 or raises the existing

% INTERFACE_1('CALLBACK',hObject,eventData,handles,...) calls the local

% function named CALLBACK in INTERFACE_1.M with the given input arguments.

%

% INTERFACE_1('Property','Value',...) creates a new INTERFACE_1 or raises the

% existing singleton*. Starting from the left, property value pairs are

% applied to the GUI before interface_1_OpeningFcn gets called. An

% unrecognized property name or invalid value makes property application

% stop. All inputs are passed to interface_1_OpeningFcn via varargin.

% See also: GUIDE, GUIDATA, GUIHANDLES

% Edit the above text to modify the response to help interface_1

% Last Modified by GUIDE v2.5 17-Aug-2019 07:56:53

% Begin initialization code - DO NOT EDIT gui_Singleton = 1;

gui_State.gui_Callback = str2func(varargin{1});

gui_State.gui_Callback = str2func(varargin{1});