BAB II DASAR TEORI
2.3 Struktur Serat Optik
Karena sifatnya yang sangat rapuh, serat kaca ini membutuhkan beberapa
lapisan sebagai pelindungnya. Di dalam sebuah fiber optik sendiri, terdapat
8
beberapa lapisan yang memiliki fungsi masing-masing. [2] Struktur serat optik biasanya terdiri atas tiga bagian atau lapisan (Gambar 2), yaitu:
a. Bagian yang paling utama dinamakan inti (core)
Gelombang cahaya yang dikirim akan merambat dan mempunyai indeks bias lebih besar dari lapisan kedua, dan terbuat dari kaca. Inti (core) mempunyai diameter yang bervariasi antara 5 – 50 μm tergantung jenis serat optiknya.
b. Bagian kedua dinamakan lapisan selimut/selubung (cladding)
Bagian ini mengelilingi bagian inti dan mempunyai indeks bias lebih kecil dibanding dengan bagian inti, dan terbuat dari kaca.
c. Bagian ketiga dinamakan jacket (coating)
Bagian ini merupakan pelindung lapisan inti dan selimut yang terbuat dari bahan plastik elastik. Untuk beberapa fiber optik seperti untuk instalasi bawah tanah, terdapat sampai 3 lapis coating yaitu primary, secondary, dan protective coating.Struktur dari fiber optik ini diperlihatkan pada Gambar 2.1.
Gambar 2.1 Struktur Dasar Serat Optik [1]
9
2.4 Rugi – Rugi Serat Optik
Secara garis besar rugi-rugi yang terjadi diakibatkan oleh faktor intrinsik (dari serat itu sendiri) dan faktor ekstrinsik (terjadi karena instalasi kabel optik).[3]
1. Faktor Intrinsik
Rugi-rugi intrinsik adalah rugi–rugi yang disebabkan oleh serat itu sendiri.
Rugi–rugi intrinsik terdiri dari: rugi-rugi penyerapan, penghamburan, Rayleigh, microbending, dan variasi ukuran core.
a. Penyerapan (absorption loss)
Disebabkan karena adanya molekul-molekul air yang terperangkap di dalam core (inti) serat optik, pada saat pembuatan serat optik, hal ini ditunjukkan pada Gambar 2.2
.
b. Penghamburan (scaterring loss)
Disebabkan karena adanya facet-facet yang memantulkan dan membiaskan cahaya. Peristiwa tersebut dapat ditunjukkan pada Gambar 2.3
OH
-Gambar 2.2 Penyerapan Pada Serat optik
10
Gambar 2.3 Penghamburan pada Serat Optik
c. Rayleigh scattering
Rayleigh scattering terjadi pada seluruh serat, seperti yang diperlihatkan pada Gambar 2.4
d. Microbending
Microbending yaitu pembengkokan serat optik untuk memenuhi persyaratan ruangan. Namun pembengkokan dapat pula terjadi secara tidak sengaja seperti misalnya serat optik yang mendapat tekanan cukup keras sehingga cahaya yang merambat di dalamnya akan berbelok dari arah transmisi dan hilang. Hal ini menyebabkan terjadinya rugi-rugi. Fenomena ini dapat dilihat pada Gambar 2.5
Gambar 2.5 Microbending pada Serat Optik
Gambar 2.4 Rayleigh Scattering pada Serat Optik11
e. Dispersi bahan
Dalam prakteknya sumber optik tidak hanya memancarkan cahaya pada satu panjang gelombang (frekuensi) saja, tetapi pada suatu rentang panjang-gelombang yang disebut lebar spektral. Makin kecil lebar spektral, sumber semakin koheren.
Sumber yang memancarkan cahaya pada satu panjang-gelombang (lebar-spektral nol) adalah monokhromatis sempurna. Lebar spektral khas untuk sumber-sumber yang umum, terlihat pada Tabel 2.1
Tabel 2.1 Lebar Spektral Beberapa Sumber-Sumber Cahaya
Sumber Lebar Spektral (
𝛥𝜆)Diode pancar cahaya (LED) 20-100 nm
Diode laser (LD) 1-5 nm
Laser Nd: YAG 0.1 nm
Laser HeNe 0.002 nm
Konversi antara lebar spektral (Δλ) dalam panjang gelombang dan lebar bidang frekuensi Δf adalah:
𝛥𝑓 . 𝜆 = 𝛥𝜆 . 𝑓 (2.1)
Dimana : f : frekuensi tengah
λ : panjang gelombang tengah
12
2. Faktor Ekstrinsik
Rugi - rugi ekstrinsik adalah rugi–rugi yang disebabkan oleh kesalahan dalam instalasi. Rugi–rugi ekstrinsik terdiri dari: rugi-rugi pembengkokan (bending losses) dan rugi-rugi penyambungan.
a. Rugi – rugi Pembengkokan
Ada dua jenis pembengkokan yang menyebabkan rugi – rugi dalam fiber, yaitu pembengkokan mikro (microbending) dan pembengkokan makro (macrobending). Bentuk dari pembengkokan makro ditunjukkan pada Gambar 2.6
Gambar 2.6 Pembengkokan (Macrobending)
b. Rugi – rugi Pemantulan Fressnell
Pantulan Fressnell terjadi bila cahaya melewati antara dua buah material
dengan indeks bias yang berbeda. Cahaya yang tegak lurus pada sebuah permukaan
tidak dapat seluruhnya, melampaui permukaan tersebut, sebagian cahaya akan
direfleksikan. Pantulan Fressnell dapat ditunjukkan pada Gambar 2.7
13
Gambar 2.7 Pemantulan Fresnell di Setiap Batas
c
.Rugi–rugi Mode Coupling
Rugi–rugi karena mode coupling terjadi bila sudut sebuah mode yang dipantulkan berubah karena perubahan diameter inti, pada kasus ini beberapa mode menyatu (couple). Mode coupling terjadi pada sambungan serat bila ujung fiber disatukan. Bentuk dari mode coupling ditunjukkan oleh Gambar 2.8
Gambar 2.8 Mode Coupling
2.5 Link Budget
Link budget merupakan perhitungan daya yang dilakukan pada sistem
transmisi yang didasarkan pada karakteristik saluran redaman serat optik,
sensitivitas detector, dan sumber optik[6]. Perhitungan daya penerima dirumuskan
dengan persamaan :
14
➢ Loss konektor (L
c)
𝛼
𝑐= 𝑁
𝑐× 𝐿
𝑐(2.2)
𝛼
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙= 𝛼
𝑓− 𝛼
𝑠− 𝛼
𝑐(2.3) Keterangan :
Nc = Jumlah connector (Buah) Lc = Loss connector (dB)
𝛼
𝑐= Redaman connector (dB/Km) 𝛼
𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙= Redaman total
➢ Loss splice (L
s)
𝛼
𝑠= 𝑁
𝑠× 𝐿
𝑠(2.4) Keterangan :
𝛼
𝑠= Redaman Splice (dB) 𝑁
𝑠= Jumlah sambungan (Buah) 𝐿
𝑠= Loss Splice (dB)
➢ Loss fiber (L
f)
𝛼
𝑓= 𝐿 × 𝐿
𝑓(2.5)
Keterangan :
𝛼
𝑓= Redaman fiber (dB/Km)
𝐿 = Panjang saluran (Km)
𝐿
𝑓= Loss Fiber (dB)
15
sedangkan perhitungan power link budget dapat digunakan pada persamaan (2.6).
P
r= P
t− 𝛼
𝑓− 𝛼
𝑠− 𝛼
𝑐(2.6)
Keterangan:
P
r= Daya Receiver (dBm) P
t= Daya transmit (dBm) 𝛼
𝑓= Redaman fiber (dB) 𝛼
𝑠= Redaman splice (dB) 𝛼
𝑐= Redaman connector (dB)
2.6 Arsitektur dan Topologi FTTx
Gambar 2.9 merupakan elemen dan network FTTH, berupa jalur transmisi mulai dari server hingga ke pelanggan.
Gambar 2.9 Segmen Catuan Fiber Optic [3]
16
Secara umum jaringan FTTH/B dapat dibagi menjadi empat Segmen catuan kabel selain perangkap aktif seperti OLT (Optical Line Terminal) dan ONU/ONT (Optical Network Termination) yaitu sebagai berikut:
• Segmen A: Catuan kabel feeder.
• Segmen B: Catuan kabel distribusi.
• Segmen C: Kabel penanggal Drop Core.
• Segmen D: Kabel rumah/ gedung.
Pada topologi jaringan FTTx, dimana terdapat sambungan FTTx, yaitu FTTB (Fiber To The Building), FTTH (Fiber To The Home),dan FTTT (Fiber To The Tower). Dalam pendistribusian melalui berbagai tahapan. Gambar 2.10 merupakan skema ataupun gambaran dari arsitektur/topologi jaringan Fiber Optic FTTx.
Gambar 2.10 Arsitektur dan Topologi jaringan FTTx [4]
17
Pada Server FTM tedapat berbagai komponen seperti Metro E, OLT, IMS soft switch dan Broadcast HE. Pada FTTB dari FTM di salurkan ke ODC (Optical Distribution cabinet) didalam ODC dilakukan pembagian jalur menggunakan splitter 1:4, 1:8, 1:16, 1:32 kemudian disalurkan ke pelanggan, dan ada juga FTM yang langsung mendistribusikannya ke gedung. Pada FTTH, FTM menyalurkan ke ODC, kemudian ke ODP (Optical Distribution Point) yang terdapat pada tiang yang merupakan titik distribusi kepelanggan rumah. Dan untuk FTTT sama hal nya dengan FTTB dan FTTH, FTTT mendapat catuan melalui ODC (Optical Distribution Cabinet) yang langsung mengarah ke tower dan ada juga yang melalui ODP terlebih dahulu sebelum dihubungkan ke tower tergantung lokasi tower tersebut berada. Untuk FTTT dikenal dengan Node B.Pada jaringan FTTx terdapat batasan redaman yang telah ditentukan [4]. Yaitu sebagai berikut.
• Power transmit OLT = 1.5 s/d 5 dBm.
• Berlaku sampai redaman ke ODC tergantung splitter yang digunakan pada ODC Splitter 1:4 = 7.25 dBm, splitter 1:8 = 10.38 dBm.
• Sensitifitas ONT yang merupakan modem pelanggan = -27 dBm.
Tergantung pada jumlah splitter yang terdapat pada ODP. Splitter 1:4 = 7.25 dBm, splitter 1:8 = 10.38 dBm.
• Saturasi = -8 dBm
• Redaman min -13 dBm s/d max -28 dBm yang terukur di ONT/modem
pelanggan.
18
2.7 Komponen – Komponen yang Digunakan pada Jaringan FTTx
Pada jaringan FTTx terdapat berbagai komponen- komponen yang digunakan selama pentransmisian, mulai dari server hingga kepelanggan, sebagai berikut [3].
a. OLT (Optical Line Terminal)
Optical Line Terminal (OLT) atau biasa disebut juga dengan Optical Line Termination adalah perangkat yang berfungsi sebagai titik akhir (end-point) dari layanan jaringan optik pasif. Perangkat ini mempunyai dua fungsi utama, antara lain melakukan konversi antara sinyal listrik yang digunakan oleh penyedia layanan dan sinyal optik yang digunakan oleh jaringan optik pasif dan untuk mengkoordinasikan multiplexing pada perangkat lain di ujung jaringan, atau biasa disebut dengan Optical Network Terminal (ONT). OLT menyediakan interface antara sistem Passive Optical Network (PON) dengan penyedia layanan (service provider) data, video, maupun voice/telepon [4]. Perangkat OLT meliputi:
• DCS (Digital Cross-connect), yang melayani nonswitched dan non-locally switched TDM trafik ke jaringan telepon.
• Voice Gateway, yang melayani locally switched TDM/voice trafik ke PSTN.
• IP Routers atau ATM Edge Switch, yang melayani trafik data.
• Video Network Device, yang melayani trafik video.
19
b. Optical Distribution Frame (ODF)
Optical Distribution Frame (ODF) merupakan perangkat tempat terminasi kabel fiber optik. Selain itu juga sebagai tempat peralihan dari kabel fiber optikoutdoor dengan kabel fiber optikindoor dan sebaliknya.
c. Optical Distribution Cabinet (ODC)
Optical Distribution Cabinet (ODC) merupakan suatu perangkat pasif yang diinstalasi di-indoor atau outdoor. Perangkat ini berfungsi sebagai titik terminasi ujung kabel feeder dan pangkal kabel distribusi (perhatikan Gambar 4.1), sebagai titik distribusi kabel dari kapasitas besar (feeder) menjadi beberapa kabel yang kapasitasnya lebih kecil lagi (distribusi).
ODC merupakan tempat terletaknya splitter dan sebagai tempat penyambungan [4]. Gambar 2.11 merupakan gambaran dari ODC.
Gambar 2.11 Optical Distribution Cabinet (ODC) [4]
20
d. Optical Distribution Point (ODP)
Optical Distribution Point (ODP) merupakan perangkat terminasi akhir kabel distribusi dan terminasi awal penggunaan drop kabel. ODP berperan sebagai titik distribusi kabel distribusi menjadi beberapa saluran kabel drop ke ONT. Di ODP terdapat juga splitter. Ditinjau dari lokasi dan tempat pemasangannya, ODP dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu [4]:
• ODP Wall, ODP jenis ini dipasang di dinding atau juga bias dipasang di tiang yang tentunya dipasang pada instalasi kabel drop atas tanah.
• ODP Pedestal, ODP jenis ini dipasang diatas permukaan tanah, ODP ini digunakan untuk instalasi kabel drop bawah tanah dengan pelindung pipa pvc 2 cm.
• ODP Closure, ODP ini sangat fleksibel dapat dipasang didekat tiang atau di antara dua tiang yang dipasang pada kabel distribusi aerial.
(a)
21
e. Optical Terminal Premises (OTP)
Optical Terminal Premises (OTP) merupakan perangkat pasif yang dipasang di rumah pelanggan yang berfungsi sebagai tempat terminasi akhir drop kabel. Merupakan tempat sambungan core optic atau peralihan dari kabel outdoor dengan indoor [4].
(b)
(c)
Gambar 2.12 Optical Distribution Point; (a) ODP Pedestal, (b) ODP Wall, (c)
ODP Closure [4].
22
f. Optical Indoor Outlet (Roset)
Roset merupakan perangkat pasif yang diletakkan di dalam rumah pelanggan yang menjadi titik terminasi akhir dari kabel indoor fiber optik, terdapat dua jenis roset yaitu roset jenis temple dan roset jenis tanam [4].
g. Optical Network Terminal (ONT)
Optical Network Terminal (ONT) merupakan perangkat aktif yang dipasang di sisi pelanggan indoor yang dilengkapai dengan port-port. ONT memiliki fungsi untuk mengubah sinyal optic menjadi sinyal elektrik dan sebagai alat demultiplex. Pihak Telkom telah bekerjasama dengan Huawei dan ZTE dalam supplying ONT pabrikan mereka. ONT di kalangan awam dapat juga disebut sebagai modem [5].
Gambar 2.14 Optical Network Terminal [5]
(a) (b)
Gambar 2.13 Roset (a) Jenis Tempel dan (b) Jenis Tanam
23
2.8 Teknis Instalasi FTTH
Teknisi lapangan memiliki prosedur yang telah tersusun secara sistematis.
Teknisi lapangan memiliki peranan dalam instalasi komunikasi serat optik untuk FTTH. Langkah – langkah dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut dapat dilihat pada Gambar 2.15 [5].
Gambar 2.15 Diagram Alir Prosedur Kerja Teknisi PT. Telkom [5].
24
Berdasarkan Gambar 2.15, Prosedur kerja teknisi PT. Telkom adalah sebagai berikut [5]:
1. Mulai: Pelanggan meminta {(request) untuk mengadakan instalasi ke pihak PT. Telkom.
2. Pembuatan Work Order (WO) Ticket: pihak kantor mengeluarkan Work order terkait laporan dari pelanggan.
3. Broadcast WO Ticket ke Teknisi: Teknisi akan mulai bergerak ke lokasi pelanggan. Pihak kantor juga akan broadcast WO ticket melalui aplikasi atau sosial media dan teknisi akan menerima WO ticket tersebut.
4. Ketika sudah sampai, teknisi akan melakukan pengecekan di ODP apakah terdapat slot kosong di splitter yang nanti digunakan untuk disambungkan ke rumah pelanggan.
5. Apabila terdapat slot kosong di ODP maka teknisi akan langsung menarik drop core ke rumah pelanggan. Setelah itu teknisi memasang roset dan ONT di rumah pelanggan serta membuat kata sandi dan nama pengguna bagi ONT yang dipasang.
6. Apabila tidak ada slot kosong di OPD, biasanya teknisi mencari ODP terdekat yang berjarak <500m sehingga masih bisa penarikan kabel drop core langsung. Bila tidak ada mereka akan menunda instalasi dan menghubungi divisi mitra untuk membangun ODP baru yang dekat dengan rumah pelanggan dan instalasi ke rumah pelanggan dapat dilakukan.
7. Teknisi akan konfirmasi bahwa instalasi telah selesai dan diberi laporan ke
pusat.
25
2.9 Matlab
MATLAB merupakan perangkat lunak yang digunakan untuk pemrograman, analisis, serta komputasi teknis dan matematis berbasis matriks.
MATLAB adalah singkatan dari Matrix Laboratory karena mampu menyelesaikan masalah perhitungan dalam bentuk matriks. MATLAB versi pertama dirilis pada tahun 1970 oleh Cleve Moler. Pada awalnya, MATLAB didesain untuk menyelesaikan masalah-masalah persamaan aljabar linear. Seiring berjalannya waktu, program ini terus mengalami perkembangan dari segi fungsi dan performa komputasi.
Bahasa pemrograman yang kini dikembangkan oleh MathWorks Inc.
menggabungkan proses pemrograman, komputasi, dan visualisasi melalui lingkungan kerja yang mudah digunakan. MATLAB juga memiliki keunggulan umum lainnya, seperti analisis dan eksplorasi data, pengembangan algoritma, pemodelan dan simulasi, visualisasi plot dalam bentuk 2D dan 3D, hingga pengembangan aplikasi antar muka grafis. Dalam ruang lingkup perguruan tinggi, MATLAB digunakan sebagai alat pembelajaran pemrograman matematika, teknik, dan sains pada level pengenalan dan lanjutan, sedangkan dalam dunia industri, MATLAB dipilih sebagai alat penelitian, pengembangan, dan analisis produk industri.
MATLAB dapat dioperasikan pada sistem operasi Windows, Linux, maupun macOS. Selain itu, MATLAB juga bisa dihubungkan dengan aplikasi atau bahasa pemrograman eksternal lainnya, seperti C, Java, .NET, dan Microsoft Excel.
Dalam MATLAB tersedia pula kotak kakas (toolbox) yang dapat digunakan untuk
aplikasi-aplikasi khusus, seperti pengolahan sinyal, sistem kontrol, logika fuzzy,
26
jaringan saraf tiruan, optimasi, pengolahan citra digital, bioinformatika, simulasi, dan berbagai teknologi lainnya.
2.9.1 Matlab GUI (Graphical User Interface)
GUI adalah singkatan dari Graphical User Interface, sebuah aplikasi display dari MATLAB yang mengandung tugas, perintah, atau komponen program yang mempermudah user (pengguna) dalam menjalankan sebuah program dalam MATLAB.Kenapa sebaiknya menggunakan atau membuat GUI di MATLAB?
Ringkasnya, GUI akan membuat program di MATLAB menjadi lebih simpel dan praktis digunakan oleh para end-user. MATLAB adalah sebuah lingkungan perhitungan aritmatika sekaligus bahasa pemrograman. Dibuat oleh The Mathworks, MATLAB menyediakan fasilitas dan sarana dalam memanipulasi matriks, memplot data dan fungsi matematika, pembuatan UI (User Interface),
Gambar 2.16 Tampilan Awal Matlab
27
implementasi algoritma, serta antarmuka dengan bahasa-bahasa pemrograman lainnya.
Beberapa kelebihan MATLAB jika dibandingkan dengan program lain adalah sebagai berikut:
1. Mudah dalam memanipulasi struktur matriks dan perhitungan berbagai operasi matriks yang meliputi penjumlahan, pengurangan, perkalian, invers dan fungsi matriks lainnya.
2. Menyediakan fasilitas untuk memplot struktur gambar (kekuatan fasilitas Grafik tiga dimensi yang sangat memadai).
3. Script program yang dapat diubah sesuai dengan keinginan user.
4. Jumlah routine-routine powerful yang berlimpah yang terus berkembang.
5. Kemampuan interface (antarmuka, misal dengan bahasa C, word dan Mathematica).
6. Dilengkapi dengan toolbox, simulink, stateflow dan sebagainya, serta mulai
melimpahnya source code di internet yang dibuat dalam MATLAB ( contoh
toolbox misalnya : signal processing, control system, neural networks dan
sebagainya).
28
BAB III
PERANCANGAN SOFTWARE
3.1 Umum
Pada bagian ini akan dirancang FTTH menggunakan software Matlab 2015, perhitungan ini dirancang berdasarkan suatu data pelanggan. Data pelanggan yang digunakan adalah pelanggan Indihome Jl. Pasar 1 Medan. Setelah itu nilai-nilai tiap komponen sampel FTTH dan perhitungan software akan dibandingkan.
3.2 Studi Awal
Studi awal dilakukan untuk mengetahui standar yang digunakan oleh PT.
Telkom. Studi awal juga dilakukan untuk mengetahui salah satu data pelanggan yang menggunakan FTTH dari PT. Telkom. Setelah itu kita akan membuat perhitungannya pada GUI Matlab berdasarkan data yang diteliti dan akan membandingkan hasil yang diterima.
3.2.1 Tahapan Penelitian
Tahapan yang dilakukan untuk tercapainya tujuan penelitian, dilakukan
sesuai dengan alur yang terdapat pada Gambar 3.1
29 Mulai
Pengambilan Data
Mendesain simulasi pada software Matlab
Input Data
Membandingan hasil keluaran secara simulasi
dan Teori Apakah Simulasi
berjalan baik?
Ya
Periksa rangkaian simulasi pada software
Matlab Tidak
Selesai
Gambar 171 Diagram Alir Penelitian
30
3.2.2 Standar Komunikasi Optik PT.Telkom
PT. Telkom bekerja menggunakan standar yang telah mereka tetapkan sesuai dengan spesifikasi peralatan dan jaringan serta lokasi yang akan diinstal [3].
Standar – standar itu dapat dilihat pada Tabel 3.1
Tabel 3. 1 Standar – Standar instalasi FTTH PT. Telkom [ 3]
Nama Bagian Satuan
Jumlah Titik terminasi
Jumlah titik sambung
Loss (dB)
Margin System (dBm)
Power Transmitter / Optical Line Terminal (OLT)
Unit - - - 1.5 s/d 5
Optical Distribution Frame (ODF) Set 2 1 1.5 -
Optical Distribution Cabinet (ODC) Set 2 2 1.5 -
Modular passive Splitter 1:4 Buah - - 7.25 -
Modular Passive Splitter 1:32 Buah - - 17.45 -
Optical Distribution Point (ODP) Set 1 1 0.8 -
31
PLC Passive Splitter 1:8 Buah - - 10.38 -
PLC Passive Splitter 1:16 Buah - - 13.25 -
Optical Termination Point Buah 1 - 0.7 -
Roset Buah 1 1 0.8 -
Optical Network Terminal (ONT) / Modem
Buah - - - -13.7 s/d -27.4
Patchcord (G-657 A2) Per Km - - 0.35 -
Feeder Cable (G-652 D) Per Km - - 0.35 -
Distribution Cable (G-652 D) Per Km - - 0.35 -
Dropcore Cable (G-657 A1) Per Km - - 0.35 -
Panjang Cahaya Uplink 1310 nm Downlink 1490 nm
32
3.2.3 Data Pelanggan Indihome PT. Telkom
Penelitian kali ini sudah dilakukan pengambilan data terhadap salah satu pelanggan Indihome yang beralamat di Jl. Pasar 1 Medan. Berikut denah lokasi pelanggan yang ditunjukkan pada Gambar 3.2
Setelah pengambilan data, diketahui letak komponen penyusun FTTH untuk pelanggan tersebut memiliki tempat seperti ditunjukkan pada gambar 3.3
Gambar 182 Lokasi Pelanggan Indihome Jl. Pasar 1
Gambar 3.3 Lokasi Komponen – Komponen Penyusun FTTH Pelanggan
33
Berdasarkan Gambar 3.3 diketahui jaringan FTTH untuk pelanggan ini mempunyai panjang sekitar 2.7 km. Jarak penerima (ONT) yang berada di rumah pelanggan ke ODP sepanjang 200 m. Jarak ODP ke ODC adalah sepanjang 1.4 km.
Sedangkan jarak ODC ke OLT transmitter yang berada di Telkom Padang Bulan adalah 1.1 km. Pada saat melakukan pengambilan data, didapat nilai daya optik yang diterima pada setiap komponen. Nilai daya optik yang diterima di setiap komponen adalah sebagai berikut:
Daya Transmit OLT : 2.02 dBm Daya di ODC : -2.22 dBm Daya di ODP : -7.27 dBm Daya di ONT : -15.61 dBm
Nilai – nilai diatas dapat dilihat pada pengukuran yang ditunjukkan pada Gambar 3.4 dan Gambar 3.5.
(a) (b)
Gambar 194 Pengukuran Sampel Pelanggan Pada (a) ODC dan (b)
ODP
34
3.3 Perancangan perhitungan menggunakan Software Matlab
Perancangan perhitungan dilakukan menggunakan software Matlab dengan membuat tiap komponen penyusun FTTH menjadi bidang – bidang yang terdiri dari beberapa komponen seperti konektor dan splitter. Langkah – langkah dalam merancang perhitungan menggunakan Software Matlab adalah sebagai berikut:
1. Buka Matlab.
2. Klik file > new > GUI > bank GUI (default) setelah itu maka akan muncul tampilan sebagai berikut:
Gambar 205 Pengukuran ONT (Rx Optical Power) dan OLT (Tx Optical Power)
Melalui ONT Configuration Website Based by IP.
35
3. Buat tampilan GUI dengan memberi nama pada Tombol-tombol yang akan digunakan. Agar semuanya rapi, klik kanan ikon yang ingin diganti lalu klik property inspector lalu pilih string dan ketik nama yang diinginkan.
4. Setelah itu memasukkan rumus dengan cara klik kanan tombol hitung >
view callbacks > callback. Lalu simpan figure. Akan diarahkan pada M-File figure.
5. Simpan M-File, kemudian kembali ke menu edit figure yang pertama, klik ikon segitiga miring warna hijau untuk running GUI.
6. Masukkan angka kemudian klik hitung, apabila pada kotak hasil muncul nilai berarti pembuatan GUI berhasil.
7. Atur figure sesuai keinginan. Setelah itu simpan GUI ke folder yang
diinginkan.
36
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Umum
Dalam bab ini akan dilakukan analisis komparasi perhitungan terhadap nilai daya optik data pelanggan, secara Software serta secara teori yang memodelkan jaringan FTTH sampel pelanggan PT.Telkom.
4.2 Analisis Data Pelanggan FTTH PT. Telkom
Seperti yang dapat dilihat pada subbab 3.2.3 Data dari sampel pelanggan FTTH PT. Telkom dapat dilihat pada Tabel 4.1
Tabel 4. 1 Data Sampel Pelanggan FTTH PT.Telkom
Daya Transmit OLT 2.02 dBm Jarak ke ODC 1.1 km
ODC -2.22 dBm Jarak ke ODP 1.4 km
ODP -7.27 dBm Jarak ke ONT 200 m
Daya Terima ONT -15.61 Total Jarak ± 2.7 km
Alamat Jl. Setiabudi Pasar 1
4.3 Analisis Perhitungan Data Pelanggan Secara Teori
Apabila melakukan perhitungan secara langsung dengan menggunakan
rumus power link budget yang terdapat pada Persamaan 2.6, maka untuk sampel
37
pelanggan FTTH ini akan didapatkan nilai daya yang diterima pada ONT sebagai berikut:
P
r= P
t− 𝛼
𝑓− 𝛼
𝑠− 𝛼
𝑐(4.1)
Diketahui:
Pt (Daya Transmit OLT) = 2.02 dBm
Jumlah Konektor dan Splice di OLT: 1 konektor dan 1 splice Jumlah Konektor dan Splice di ODC: 2 konektor dan 2 splice Jumlah Konektor dan Splice di ODP: 2 konektor dan 2 splice Jumlah Konektor dan Splice di ONT: 2 konektor dan 2 splice Jumlah Konektor dan Splice di Roset: 1 konektor dan 1 splice Loss konektor = 0.1 dB
Loss splicing = 0.2 dB
Maka, redaman konektor adalah:
𝛼
𝑐= 0.2 𝑥 8 = 1.6 dB
dan redaman splice adalah:
𝛼
𝑠= 0.1 𝑥 8 = 0.8 dB
38
Jarak OLT ke ODC = 1.1 km
Jarak ODC ke ODP = 1.4 km
Jarak ODP ke Roset = 200 m = 0.2 km Jarak Roset ke ONT = 2 m = 0.002 km Loss Fiber = 0.35 db/km
Maka redaman fiber adalah:
𝛼
𝑓= 0.35 𝑥 (1.1 + 1.4 + 0.2 + 0.002) = 0.35 𝑥 2.702 = 0.9457 dB
Berdasarkan data standar PT. Telkom pada Tabel 3.1 diketahui:
Loss ODP = 1.5 dB Loss ODC = 0.8 dB Loss Roset = 0.8 dB
Loss Spliter ODP 1:8 = 10.38 dB Loss Splitter ODC 1:4 = 7.25 dB
Sehingga total loss komponen pasif adalah:
𝛼
𝑝= 1.5 + 0.8 + 0.8 + 10.38 + 7.25 = 20.73 𝑑𝐵
39
Dengan menggunakan persamaan 2.6 didapat daya terima sebesar:
P
r= P
t− 𝛼
𝑓− 𝛼
𝑠− 𝛼
𝑐− 𝛼
𝑝P
r= 2.02 − 0.9457 − 0.8 − 1.6 − 20.73 = −22.0557 𝑑𝐵𝑚
4.4 Analisis Menggunakan Software Matlab
Dengan menggunakan perhitungan yang telah dirancang pada software Matlab, dapat juga mengukur daya yang diterima pada ONT. Analisa perhitungan dilakukan dengan membandingkan hasil perhitungan secara manual dengan Software yang telah dibuat. Berikut ini hasil perhitungan menggunakan Software Matlab:
Gambar 211 Tampilan Hasil Perhitungan Berbasis Data Pelanggan FTTH PT. Telkom
40
Sensitifitas ONT berdasarkan standar PT. Telkom adalah -13.7 dBm sampai
dengan -28 dBm. Ketiga pengujian tersebut masih dapat diterima karena masih
pada standar sensitifitas ONT yang ada yaitu pada nilai sebesar -13.7 dBm sampai
40