• Tidak ada hasil yang ditemukan

Arus Listrik Searah

Dalam dokumen IPA TERAPAN UNTUK SMK PARIWISATA (Halaman 154-175)

BAB 7 POTENSIAL LISTRIK & LISTRIK SEARAH

C. Arus Listrik Searah

1.

Arus Listrik dan Tahanan Listrik

1) Arus Listrik dan Hukum Ohm

Hukum dasar yang menyatakan hubungan antara Arus Listrik (I), Tegangan (V) dan Hambatan (R). Hukum Ohm dalam bahasa Inggris disebut dengan “Ohm’s Laws”. Hukum Ohm pertama kali diperkenalkan oleh seorang fisikawan Jerman yang bernama Georg Simon Ohm (1789-1854) pada tahun 1825. Georg Simon Ohm mempublikasikan Hukum Ohm tersebut pada Paper yang berjudul “The Galvanic Circuit Investigated Mathematically” pada tahun 1827.

Bunyi dari Hukum Ohm adalah: “Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau Konduktor akan berbanding lurus dengan beda potensial / tegangan (V) yang diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R)”

Secara Matematis, Hukum Ohm dapat dirumuskan menjadi persamaan seperti dibawah ini:

V = I x R I = V / R R = V / I Keterangan:

V = Voltage (Beda Potensial atau Tegangan yang satuan unitnya adalah Volt (V)) I = Current (Arus Listrik yang satuan unitnya adalah Ampere (A))

Dalam aplikasinya, Kita dapat menggunakan Teori Hukum Ohm dalam Rangkaian Elektronika untuk memperkecilkan Arus listrik, Memperkecil Tegangan dan juga dapat memperoleh Nilai Hambatan (Resistansi) yang kita inginkan.

Hal yang perlu diingat dalam perhitungan rumus Hukum Ohm, satuan unit yang dipakai adalah Volt, Ampere dan Ohm. Jika kita menggunakan unit lainnya seperti milivolt, kilovolt, miliampere, megaohm ataupun kiloohm, maka kita perlu melakukan konversi ke unit Volt, Ampere dan Ohm terlebih dahulu untuk mempermudahkan perhitungan dan juga untuk mendapatkan hasil yang benar.

Rangkaian Dasar Hukum Ohm:

Sumber: http://teknikelektronika.com/ Gambar 7.6 Rangkaian dasar hukum ohm

Kita memerlukan sebuah DC Generator (Power Supply), Voltmeter, Amperemeter, dan sebuah Potensiometer sesuai dengan nilai yang dibutuhkan. Dari Rangkaian Elektronika yang sederhana diatas kita dapat membandingkan Teori Hukum Ohm dengan hasil yang didapatkan dari Praktikum dalam hal menghitung Arus Listrik (I), Tegangan (V) dan Resistansi/Hambatan (R).

2) Tahanan Listrik (Resistansi)

Hambatan atau Resistensi adalah kemampuan suatu benda untuk menahan aliran arus listrik. Dalam suatu sirkuit, arus listrik dari power suplay tidak sepenuhnya dapat digunakan secara bebas. Terkadang arus listrik tersebut harus di hambat untuk memperoleh efek tertentu pada sirkuit. Dalam suatu hambatan atom-atom nya akan bertumbukan dengan elektron-elektron sehingga laju dan kecepatan elektron menjadi berkurang.

Karena kuat arus biasanya dihitung berdasarkan banyak dan kecepatan elektronnya, maka ketika jumlah elekron dan kecepatannya berkurang otomatis berkurang pula kekuatan arus yang mengalir dalam suatu hambatan.

Setiap Konduktor mempunyai hambatan. Ketebalan suatu konduktor menentukan besar-kecilnya hambatan yang dimilikinya. Konduktor yang tebal memiliki hambatan yang kecil. Kawat yang tebal mempunyai penampang lintang yang lebih lebar, sehingga mengandung lebih banyak elektron. Sebaliknya, konduktor yang panjang, memiliki hambatan yang besar. Ini dikarenakan semakin panjang suatu konduktor semakin banyak pula atom-atom yang akan menghadang gerak elektron bebasnya sehingga arus listrik yang dialirkan akan berkurang.

Alat yang digunakan untuk menghambat arus listrik disebut resistor. Resistor adalah komponen didalam sirkuit listrik yang berfungsi untuk menahan arus dalam jumlah tertentu. Satuan hambatan atau resistensi dinyatakan dengan Ohm. Angka hambatan dalam sirkuit listrik adalah ketika tegangan membuat arus mengalir artinya hambatan adalah hasil dari tegangan dibagi arus.

3) Energi Listrik dan Daya

Energi dan Daya Listrik merupakan dua istilah yang berbeda. Namun keduanya memiliki kaitan satu sama lain. Menurut teorinya, energi listrik adalah energi yang ditimbulkan oleh muatan listrik (statis) sehingga mengakibatkan gerakan muatan listrik (dinamis). Sedangkan Daya listrik termasuk energi juga, namun didefinisikan sebagai energi listrik yang digunakan dalam satu satuan waktu.

Energi didefinisikan sebagai kemampuan suatu benda/alat untuk melakukan kerja atau usaha. Sedangkan energi listrik adalah energi yang ditimbulkan oleh muatan listrik (statis) sehingga mengakibatkan gerakan muatan listrik (dinamis). Dalam teorinya dicontohkan yaitu beda potensial (tegangan) menimbulkan (membutuhkan) energi untuk menggerakkan muatan elektron dari titik potensial rendah menuju titik potensial tinggi.

Apabila dalam sebuah rangkaian diberi potensial V sehingga menyebabkan aliran muatan listrik Q dan arus sebesar I, maka energi listrik yang diperlukan adalah:

𝑊 = 𝑄 × 𝑉

dengan

𝑄 = 𝐼 × 𝑡

maka rumus energi listrik dapat pula ditulis :

𝑊 = 𝑉 × 𝐼 × 𝑡 Keterangan:

W = energi listrik dengan satuan Joule (J) Q = muatan listrik dengan satuan Coulomb (C) V = beda potensial dengan satuan volt (V) I = kuat arus dengan satuan Ampere (A) t = waktu dengan satuan Second (s)

W merupakan energi listrik dalam satuan Joule. Dimana diketahui bahwa 1 Joule adalah energi yang diperlukan untuk memindahkan muatan sebesar 1 Coulomb (6.24 x 1018 muatan), dengan beda potensial sebesar 1 volt.

Setelah pembahasan sebelumnya membahas tentang energi listrik. Maka daya listrik dapat didefinisikan sebagai energi listrik yang digunakan dalam satu satuan waktu. Daya listrik dinotasikan dengan huruf kapital P. Maka persamaan rumus daya listrik dapat dituliskan sebagai berikut:

𝑃 =𝑊𝑡 =𝑉 × 𝐼 × 𝑡𝑡

maka rumus daya listrik dapat pula dituliskan:

𝑃 = 𝑉 × 𝐼 Keterangan:

P = daya listrik dengan satuan Watt (W) V = beda potensial dengan satuan volt (V) I = kuat arus dengan satuan Ampere (A) t = waktu dengan satuan Second (s)

Daya listrik merupakan bagian yang menggambarkan besarnya arus, hambatan, dan tegangan listrik dalam satu satuan waktu. Satuan untuk Daya listrik adalah Joule/secon atau Watt.

▪ Daya Aktif (P)

▪ Daya Reaktif (Q)

▪ Daya Semu (S)

2.

Rangkaian Arus Searah

a. Sumber Gaya Gerak Listrik

GGL dan rangkaian GGL dapat kita temui pada perangkat elektronika seperti radio portable, handphone, laptop atau mainan anak-anak. Salah satu contoh GGL adalah sebuah baterai. Baterai merupakan sumber energi listrik yang digunakan pada pernagkat elektronika.

GGL atau sumber gaya gerak listrik adalah komponen seperti baterai atau generator listrik yang mengubah energi tertentu menjadi energi listrik. Beda potensial antara kedua kutub sumber, apabila tidak ada arus yang mengalir ke rangkaian luar disebut ggl dari sumber. Simbol ε biasanya digunakan untuk ggl (jangan kacaukan dengan E untuk medan listrik).

Sumber: http://mafia.mafiaol.com/ Gambar 7.8 Diagram sel listrik atau baterai

Sebuah baterai secara riil dimodelkan sebagai ggl ε yang sempurna dan terangkai seri dengan resistor r yang disebut hambatan dalam baterai, tampak seperti pada gambar diatas. Oleh karena r ini berada di dalam baterai, kita tidak akan pernah bisa memisahkannya dari baterai. Kedua titik a dan b menunjukkan dua kutub baterai, kemudian yang akan kita ukur adalah tegangan di antara kedua kutub tersebut. Ketika tidak ada arus yang ditarik dari baterai, tegangan kutub sama dengan ggl, yang ditentukan oleh reaksi kimia pada baterai: Vab= ε . Jika arus I mengalir dari baterai, ada penurunan tegangan di dalam baterai yang nilainya sama dengan I . r.

Dengan demikian, tegangan kutub baterai (tegangan yang sebenarnya diberikan) dirumuskan:

Keterangan:

Vab = tegangan di antara kutub baterai (V)

ε = ggl baterai (V)

I = arus yang mengalir (A) r = hambatan dalam baterai (Ω) b. Rangkaian Resistor Seri dan Paralel

Rangkaian Seri Resistor adalah sebuah rangkaian yang terdiri dari 2 buah atau lebih Resistor yang disusun secara sejajar atau berbentuk Seri. Dengan Rangkaian Seri ini kita bisa mendapatkan nilai Resistor Pengganti yang kita inginkan.

Rumus dari Rangkaian Seri Resistor adalah: Rtotal = R1 + R2 + R3 + ….. + Rn Keterangan:

Rtotal = Total Nilai Resistor R1 = Resistor ke-1

R2 = Resistor ke-2

R3 = Resistor ke-3

Rn = Resistor ke-n

Berikut ini adalah gambar bentuk Rangkaian Seri:

Sumber: http://teknikelektronika.com/ Gambar 7.9 Rangkaian seri resistor

Rumus Rangkaian Seri Resistor:

𝑅𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 = 𝑅1+ 𝑅2+ 𝑅3+ ⋯ + 𝑅𝑛

Rangkaian Paralel Resistor adalah sebuah rangkaian yang terdiri dari 2 buah atau lebih Resistor yang disusun secara berderet atau berbentuk Paralel. Sama seperti dengan

Rangkaian Seri, Rangkaian Paralel juga dapat digunakan untuk mendapatkan nilai hambatan pengganti. Perhitungan Rangkaian Paralel sedikit lebih rumit dari Rangkaian Seri.

Rumus dari Rangkaian Paralel Resistor adalah: 1/Rtotal = 1/R1 + 1/R2 + 1/R3+ ….. + 1/Rn Keterangan:

Rtotal = Total Nilai Resistor R1 = Resistor ke-1

R2 = Resistor ke-2 R3 = Resistor ke-3 Rn = Resistor ke-n

Berikut ini adalah gambar bentuk Rangkaian Paralel:

Sumber: http://teknikelektronika.com/ Gambar 7.10 Rangkaian paralel resistor

Rumus untuk rangkaian resistor parallel:

𝑅

𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙

=𝑅1

1

+

1

𝑅

2

+

1

𝑅

3

+ ⋯ +

1

𝑅

𝑛

3.

Hukum Kirchoff

Hukum Kirchoff merupakan salah satu dari banyak rumus yang juga paling sering digunakan dalam menyelesaikan masalah dan melakukan rekayasa dalam rangkaian listrik. Dikemukakan oleh seorang ilmuan bernama Gustav Robert Kirchoff. Dalam teorinya terdapat dua hukum yaitu Hukum Kirchoff I dan II. Hukum Kirchoff I merupakan aturan yang berkaitan dengan arus sedangkan Hukum Kirchoff II merupakan aturan yang berkaitan dengan tegangan.

a) Hukum Kirchoff I

Hukum Kirchoff I lebih dikenal dengan Hukum Kirchoff Arus atau Kirchoff Current Law (KCL) yang berbunyi: “Jumlah arus yang masuk menuju node (titik) percabangan dalam suatu rangkaian listrik adalah sama dengan jumlah arus yang keluari dari node (titik) percabangan tersebut”

Rumus Hukum Kirchoff:

∑ 𝐼

𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘

= ∑ 𝐼

𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟

Sumber:http://teknikelektronika.com/ Gambar 7.11 Hukum kirchoff i

b) Hukum Kirchoff II

Hukum Kirchoff I lebih dikenal dengan Hukum Kirchoff Tegangan atau Kirchoff Voltage Law (KVL)yang berbunyi: “Jumlah tegangan pada suatu rangkaian listrik tertutup adalah sama dengan nol”.

Rumus Hukum Kirchoff II:

∑ εr = ∑ iR Keterangan:

ε = gaya gerak listrik ; volt (V) I = arus ; ampere (A)

r = hambatan dalam sumber ; ohm (Ω) *kadang diabaikan R = hambatan rangkaian; ohm (Ω)

Hukum Kirchoff II pada umumnya digunakan dalam perhitungan dengan metode Loop sehingga dalam perhitungannya Hukum Kirchoff II memiliki beberapa tahap dan aturan sebagai berikut:

➢ Asumsikan arah loop pada rangkaian, referensi arah loop dapat dilihat berdasarkan arus pada rangkaian yang pada umumnya mengalir dari kutub positif (+) menuju kutub negatif (-). Arah loop juga dapat diasumsikan berlawanan dengan arah arus sebenarnya. Ketika arah loop berlawanan dengan arah arus sebenarnya, maka arus pada perhitungan akan bernilai negatif (-).

➢ Setelah menentukan asumsi arah loop, maka dapat ditentukan ε bernilai positif atau

negatif. Ketika loop pada awalnya bertemu dengan kutub postif (+) maka ε akan bernilai negatif, dan sebaliknya apabila loop pada awalnya bertemu dengan kutub negatif (-) maka ε akan bernilai positif.

4.

Rangkaian R-C

Rangkaian RC adalah suatu rangkaian seri yang tersusun oleh resistor atau penghambat / hambatan dan kapasitor yang terhubung oleh suatu sumber arus atau sumber tegangan. Disini kita memasukkan kapasitor sebagai sebuah elemen rangkaian yang akan menghantarkan kita ke konsep arus-arusyang berubah terhadap waktu. Jika sebuah hambatan dimasukkan didalam rangkaian maka pertambahan muatan dari kapasitor per satuan waktu menuju nilai kesetimbangannya. Sifat rangkaian RCdidalam selama pemuatan dan pelucutan dapat dipelajari dengan sebuah osciloskop. Yang dapat mempertunjukkan pada layar floresensinyagrafik-grafik variasi potensialdengan waktu. Sehingga dapat terlihat perbedaan potensial V terhadap kapasitor dan perbedaan potensial V melalui hambatan sebagai fungsi-fungsi dari waktu.Membandingifasa tegangan di setiap elemen terhadap arus I.

Sumber: https://belajar.kemdikbud.go.id/ Gambar 7.12 Rangkaian R-C

Rangkaian RC (Resistor-Kapasitor) Circuits digunakan dalam penyaringan sinyal dengan memberikan tahanan atau blok. Tahanan tersebut dihasilkan oleh resistor

melalui kemampuan resistansi. Selanjutnya sinyal juga akan disimpan dalam kapasitor melalui efek kapasitansi. Mengingat kembali bahwa resistor adalah komponen yang memungkinkan adanya hambatan untuk Manahan aliran arus listrik dan kapasitor yang berfungsi untuk menyimpan sementara arus listrik yang lewat maka metode penyaringan sinyal yang tepat telah ditemukan. Jika dikaitkan pada hukum kirchoff maka pada rangkaian ini dengan mengabaikan unsur ekstern maka kita akan mengetahui bahwa arus yang mengalir pada resistor dan kapasitor memiliki nilai sama.

Pada Rangkaian resistor capacitor, besarnya arus yang mengalir dalam suatu rangkaian akan memiliki nilai yang sama dengan Q atau muatan yang ada pada kapasitor. Fenomena tersebut akan terjadi dalam selang waktu yang lama. Perubahan besarnya arus dan muatan kapasitor dapat dihitung secara linear melalui metode grafik. Selain itu GGL atau yang apabila dipanjangkan menjadi Gaya Gerak Listrik akan memiliki nilai hambatan yang sama dengan tahanan yang dipunyai oleh resistor dan kapasitior. Selang waktu rata – rata pun dapat dicari dengan memperhatikan banyaknya muatan dan tahanan ada pada rangkaian. Dengan demikian sesederhana apapu suatu Rangkaian RC, konsep yang matang dan kejelian yang tinggi amat sangat diperlukan dalam pembuatan rangkaian ini.

Uji Kompetensi

A. Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D, atau E di depan jawaban yang tepat!

1. Sebuah bola konduktor memiliki rapat muatan permukaan 20 mC/m2 dan diameter 16 cm. Potensial dititik yang berjarak 10 cm dari pusat bola adalah...

A. 512 π kV D. 51,2 π kV

B. 460,8 π kV E. 46,1 π kV

C. 342,6 π kV

2. Dua buah muatan masing-masing Q1 = + 16 µC dan Q2 = - 4 µC berjarak 1 meter satu sama lain. Titik yang memiliki potensial nol terletak....

A. 0,4 m dari Q1 dan 0,6 m dari Q2 D. 0,2 m dari Q1 dan 0,8 m dari Q2 B. 0,6 m dari Q1 dan 0,4 m dari Q2 E. Ditengah-tengah keduanya C. 0,8 m dari Q1 dan 0,2 dari Q2

3. Diketahui keadaan muatan seperti gambar

Besar potensial mutlak di titik C dan B adalah... A. 2,25 V dan 7.87 V

B. 6,75 V dan 10,125 V C. 7,65 V dan 12,150 V D. 12,50 V dan 5,76 V E. 10,125 V dan 6,75 V

4. Jika medan listrik antara dua plat paralel sebesar 2400 N/C dan jarak antar kedua plat 0,5 cm, maka beda potensialnya adalah...

A. 12 V D. 7,5 V

B. 10 V E. 6 V

C. 9 V

5. Sebuah usaha diperlukan untuk memindahkan sebuah muatan positif sebesar 10 C yang potensialnya 10 Volt dari sebuah titik ke titik lain yang potensialnya sebesar 60 Volt. Besar usaha tersebut adalah . . .

A. 250 Joule D. 700 Joule

B. 500 Joule E. 750 Joule

C. 550 Joule

6. Dari percobaan tegangan (V) dengan kuat arus (I) pada resistor dihasilkan grafik V-I pada gambar dibawah.

Jika V = 4,5 Volt, maka kuat arus yang mengalir adalah... A. 5 mA

B. 10 mA C. 20 mA D. 30 mA E. 35 mA

7. Untuk mengetahui nilai hambatan (R) suatu kawat kumparan digunakan rangkaian seperti gambar.

Nilai hambatan R adalah....

A. 4,0 Ω D. 9,5 Ω

B. 6,5 Ω E. 12,0 Ω

C. 8,0 Ω

8. Sebuah lampu X dihubungkan dengan sumber tegangan searah seperti pada gambar di bawah.

Daya lampu X adalah....

A. 150 W D. 425 W

B. 275 W E. 490 W

C. 300 W

9. Perhatikan gambar susunan hambatan dibawah ini!

Besar kuat arus yang melalui R1 adalah….

A. 2,0 A D. 4,5 A

B. 2,5 A E. 5,0 A

10. Sebuah Amperemeter mempunyai hambatan 18 Ohm dan berdaya ukur 10 mA. Agar daya ukur meningkat menjadi 100 mA, harus dipasang hambatan....

A. 0,8 seri dengan amperemeter B. 0,8 paralel dengan amperemeter C. 2,0 seri dengan amperemeter D. 2,0 paralel dengan amperemeter E. 8,0 seri dengan amperemeter

B.Jawablah soal-soal di bawah ini dengan singkat dan tepat!

1. Tentukan potensial listrik pada suatu titik berjarak 1 cm dari muatan q = 5,0 μC.

Konstanta Coulomb (k) = 9 x 109 Nm2C−2, 1 μC = 10−6 C.

2. Muatan Q1 = 5,0 μC dan muatan Q2 = 6,0 μC. Konstanta Coulomb (k) = 9 x 109 Nm2C−2,

1 μC = 10−6 C. Titik A berada di tengah kedua muatan. Tentukan potensial listrik pada

titik A!

3. Muatan q1 = 5,0 μC dan muatan q2 = 6,0 μC. Konstanta Coulomb (k) = 9 x 109 Nm2C−2,

1 μC = 10−6 C. Tentukan potensial listrik pada titik A!

4. Dua pelat sejajar masing-masing bermuatan positif dan negatif. Medan listrik di antara kedua pelat adalah 500 Volt/meter. Jarak antara kedua pelat adalah 2 cm. Tentukan perubahan energi potensial proton ketika bergerak dari pelat bermuatan positif ke pelat bermuatan negatif!

5. Dua muatan disusun seperti pada gambar di bawah ini. Muatan di A adalah +9 μC dan

muatan di B adalah -4 μC. Konstanta Coulomb (k) = 9 x 109 Nm2C−2, 1 μC = 10−6 C.

6. Rangkaian listrik berikut terdiri 3 buah hambatan dan satu buah baterai 24 Volt yang memiliki hambatan dalam 1 Ω. Lihat gambar dibawah dan tentukan:

a) Kuat arus rangkaian

b) Kuat arus pada R1 , R2 dan R3

c) Beda potensial antara titik A dan B d) Beda potensial antara titik B dan C e) Beda potensial antara titik C dan D f) Beda potensial antara titik A dan C g) Beda potensial antara titik B dan D h) Beda potensial antara titik A dan D i) Beda potensial antara ujung -ujung baterai j) Daya pada hambatan R1

k) Energi listrik yang diserap hambatan R1 dalam 5 menit

l) Daya rangkaian

m) Energi rangkaian dalam 5 menit

7. Diberikan sebuah rangkaian listrik seperti gambar berikut

Tentukan:

a) Hambatan pengganti b) Kuat arus rangkaian c) Kuat arus yang melalui R4

d) Kuat arus yang melalui R1

f) Kuat arus yang melalui R3

g) Beda potensial ujung-ujung hambatan R4

h) Beda potensial ujung-ujung R1

i) Beda potensial ujung-ujung R2

j) Daya yang diserap R1

Diketahui kuat arus yang melalui R4 adalah 7,2 Ampere.

Tentukan nilai tegangan sumber V!

8. Dua buah baterai dengan ggl masing-masing 3 volt dan hambatan dalam 0,5 Ω disusun

seri.

Hambatan luar R = 1,5 Ω dirangkai seperti gambar. Tentukan besar kuat arus listrik yang mengalir pada rangkaian!

9. Dua buah baterai dengan ggl masing-masing 3 volt dan hambatan dalam 0,5 Ω disusun paralel.

Hambatan luar R = 1,5 Ω dirangkai seperti gambar. Tentukan besar kuat arus listrik yang mengalir pada rangkaian!

DAFTAR PUSTAKA

Buche, F.J. 1975. Introduction to Physics for Scientist and Engineers, Fourth Edition. New York: McGraw-Hill Book Company.

Giancoli, Douglas C. 2000. Physics for Scientists & Engineers with Modern Physics, Third Edition. New Jersey: Prentice Hall.

Halliday, David, Robert Resnick, dan Jearl Walker. 2001. Fundamentals of Physics, Sixth Edition. New York: John Wiley & Sons.

Hewitt, Paul G. 1998. Conceptual Physics, Eight Edition. New York: Addison Wesley Longman.

Jones, E.R. dan Chiulders, R.L. 1994. Contemporary College Physics, Second Edition. New York: Addison Wesley Longman.

Sears, F.W. et al. 1983. University Physics. New York: Addison-Wesley Publishing Company.

Sears, F.W. dan Zemanski. 2002. Fisika Universitas. Jakarta: Penerbit Erlangga. Sutrisno. 1983. Seri Fisika Dasar. Bandung: Seri Fisika Dasar, Penerbit ITB.

Tipler, Paul A. 1991. Physics for Scientists and Engineers, Third Edition. New Jersey: Worth Publisher.

Tim Redaksi Dorling Kindersley. 1997. Jendela IPTEK, Cetakan Pertama. Jakarta: Balai Pustaka.

Tim Redaksi Pustaka Setia. 2005. Panduan SPMB IPA 2006. Bandung: Pustaka Setia. Tim Redaksi Usborne Publishing LTD. 2000. Science Encyclopedia. London: Usborne

Publishing LTD.

Tim Widya Gamma. 2005. Pemantapan Menghadapi Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah (US) SMA IPA 2005/2006. Bandung: Yrama Widya.

www.wikipedia.com http://fisikamagz.blogspot.co.id/2016/05/nilai-satuan-sistem-internasional.html https://mdesyra.wordpress.com/2012/03/19/arus-searah/ http://www.berpendidikan.com/2015/12/pengertian-dan-rumus-menghitung-konversi- satuan-suhu-celsius-reamur-kelvin-fahtenheit.html http://www.bikasolusi.co.id/sekilas-tentang-pencahayaan/

https://www.sciencelearn.org.nz/images/2296-1-mole-of-carbon http://www.rumusmatematikadasar.com/2015/01/tangga-konversi-pengukuran-satuan- berat-matematika.html http://edu.anashir.com/2013/11/alat-ukur-panjang-mistar-jangka-sorong.html https://fjb.m.kaskus.co.id/product/5159008c552acf631b000013/jual-timbangan-mekanik- -mejabalitabobot-ingsutdacin-logam-kuningandll?goto=newpost?goto=newpost https://ukurkadarair.com/pengertian-alat-ukur-dengan-macam-jenisnya/ https://www.tokopedia.com/shalsashop/timbangan-gantung-camry-50-kg https://untuksemua101.blogspot.co.id/2017/03/pengertian-neraca-sama-lengan-dan.html http://www.e-sbmptn.com/2014/09/cara-membaca-neraca-ohaus.html https://happychusnuraafi.wordpress.com/2015/06/12/gaya-fisika/ https://fisikareview.wordpress.com/tag/gaya-berat/ https://belajar.kemdikbud.go.id/SumberBelajar/tampilajar.php?ver=22&idmateri=215&m nu=Uraian1 http://edukasifisikasmp.blogspot.co.id/2011/04/bab-2-energi-dan-usaha-1.html http://excecel.blogspot.co.id/2012/10/fisika-medan- magnet.htmlhttp://fastrans22.blogspot.co.id/2013/10/alat-pengukur-cuaca- iklim-dan-cara.html http://www.sespoly.com/products/tpo-thermoplastic-olefin/ http://dienchephalon.blogspot.co.id/2016/06/hukum-newton-2.html https://kikimiqbalsoft.blogspot.co.id/2011/10/lamborghini-aventador-lp700-4-2012.html http://xancite.com/?page_id=238 https://www.alibaba.com/product-detail/china-cheap-Solid-cube2-Beryllium- Copper_60537981438.html http://nugraha999.blogspot.co.id/2014/12/suhu-dan-kalor.html https://fathoniarief.blogspot.co.id/2008/01/timah-hitam.html http://dhiniislamiatikarsa.blogspot.co.id/2016/12/induksi-elektromagnetik-hukum- faraday.html https://www.merdeka.com/uang/pemerintah-cari-pasar-baru-produk-olahan-karet.html

https://www.tneutron.net/seni/bahan-keramik-plastis/ http://alatukur.co/fungsi-dan-jenis-termometer/ https://istanafisika.wordpress.com/2013/05/05/soal-dan-pembahasan-persiapan-sbmptn- fisika-kelaswaistana/ http://yuliapuspitasa7.blogspot.co.id/2013/11/diagram-proses-perubahan-zat-1.html http://nyaikelcycle.blogspot.co.id/ https://www.slideshare.net/kenyassri01/besi-beton http://www.myrightspot.com/2016/11/menentukan-arah-medan-listrik-dan-kuat.html https://www.indotrading.com/tangerang/pvc_623/ https://ayurahma9298.wordpress.com/2012/10/25/penyebaran-tanaman-hiperakumulator- terhadap-zinc-seng/ http://www.matadunia.id/2016/01/sifat-sifat-material.html https://www.satujam.com/bahan-dasar-alumunium/ http://khadijahtabrani.blogspot.co.id/2012/07/potensial-listrik-yang-ditimbulkan- oleh_09.html https://www.mindat.org/element/Chromium http://rumushitung.com/2014/12/27/unsur-kimia-timah-sn-dan-kegunaannya/ http://lanamatrix.blogspot.co.id/ http://images-of-elements.com/aluminium.php

GLOSARIUM

Besaran: sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka

Besaran pokok: besaran yang satuannya telah ditetapkan terlebih dahulu dan tidak bergantung pada besaran lainnya

Besaran turunan: besaran yang diturunkan dari beberapa besaran pokok

Satuan: acuan yang digunakan dalam pengukuran atau membandingkan dalam suatu pengukuran besaran

Dimensi besaran: menunjukkan bagaimana cara besaran tersebut tersusun oleh besaran- besaran pokok

Gaya: dorongan atau tarikan yang dapat merubah kecepatan, bentuk dan arah benda Massa: ukuran banyaknya materi yang dikandung oleh suatu benda

Energi: merupakan kemampuan melakukan usaha

Bahan alam: bahan baku produk yang diperoleh dan digunakan secara langsung dari bahan alam

Bahan tiruan: diperoleh dari senyawa kimia dengan komposisi berbagai unsur dengan sifat tertentu yang secara spesifik menyerupai sifat bahan alam

Suhu: adalah ukuran relatif panas dan dinginnya benda

Kalor: bentuk energi yang berpindah dari suhu tinggi ke suhu rendah

Zat murni: suatu zat asli tanpa adanya campuran (zat terlarut) dalam suatu pelarut Zat campuran: adalah perpaduan zat tunggal yang dapat diuraikan lagi menjadi komponen

penyusun melalui proses fisika yaitu dengan cara dipanaskan, penyulingan, siltrasi, dan lainnya

Medan magnet: medan vektor, artinya besaran yang dilukiskan medan tersebut adalah besaran vektor.

Induksi magnet: kuat medan magnet yang dipengaruhi oleh gaya magnet pada sebuah konduktor

Potensial listrik: energi potensial listrikper satuan muatan listrik

Kapasitansi: jumlah elektron yang dapat disimpan dibawah tekanan yang diberikan oleh listrik (tegangan/voltase)

Dielektrik: suatu bahan yang memiliki daya hantar arus yang sangat kecil atau bahkan

Dalam dokumen IPA TERAPAN UNTUK SMK PARIWISATA (Halaman 154-175)

Dokumen terkait