BAB 6 MEDAN LISTRIK DAN MEDAN MAGNET
B. Medan Magnet
1.
Induksi Magnetik
Medan magnet merupakan medan vektor, artinya besaran yang dilukiskan medan tersebut adalah besaran vektor. Besaran vektor medan magnet ini biasanya disebut induksi magnetik dan dinyatakan dengan vektor B. Induksi magnet adalah kuat
medan magnet yang dipengaruhi oleh gaya magnet pada sebuah konduktor, konduktor mempunyai partikel yang tidak beraturan yang artinya jika sebuah konduktor ditempelkan magnet maka akan konduktor akan menarik benda-benda logam yang tergolong feromagnetik. Seperti halnya medan listrik, medan magnet dapat dilukiskan dengan garis-garis yang dinamakan garis induksi magnetik, yaitu garis yang arah garis singgung pada setiap titiknya menyatakan arah induksi magnet B di titik tersebut. Besar vektor induksi magnetik B menyatakan rapat garis induksi, yaitu banyaknya garis induksi magnet yang melalui satu satuan luas bidang yang melalui suatu luasan dinamakan fluks magnet (๐), sedangkan banyaknya garis induksi magnet per satuan luas dinamakan rapat fluks magnet (B). Dalam SI, satuan fluks magnet adalah Weber (W) sehingga satuan rapat fluks atau induksi magnetic B adalah weber per meter persegi atau ๐/๐2. Satuan ๐/๐2 juga disebut Tesla (T) sehingga 1 ๐๐2= 1T.
2.
Hukum Biot-Savart
Hukum Biot Savart dikemukakan oleh ilmuwan dari Prancis yaitu Jean Bastiste Biot dan Felix Savart. Berdasarkan hasil eksperimennya tentang pengamatan medan magnet di suatu titik P yang dipengaruhi oleh suatu kawat penghantar dl, yang dialiri arus listrik I diperoleh kesimpulan bahwa besarnya kuat medan magnet (yang kemudian disebut induksi magnet yang diberi lambang B) di titik P.
Sebuah kawat apabila dialiri oleh arus listrik akan menghasilkan medan magnet yang garis-garis gayanya berupa lingkaran-lingkaran yang berada di sekitar kawat tersebut. Arah dari garis-garis gaya magnet ditentukan dengan kaidah tangan kanan (apabila kita menggenggam tangan kanan ibu jari sebagai arah arus listrik sedang keempat jari yang lain merupakan arah medan magnet).
Sumber: http://muhsuinelektronika.blogspot.co.id/ Gambar 6.10 Hukum biot savart
= arah arus listrik = arah medan magnet Keterangan:
Apabila sebuah jarum kompas ditempatkan disekitar kawat berarus (lihat gambar), maka jarum kompas akan mengarah sedemikian sehinga selalu mengikuti arah medan magnet.
Sumber: http://muhsuinelektronika.blogspot.co.id/
Gambar 6.11 Hukum biot savart dan medan magnet
Keterangan:
Kuat medan magnet di suatu titik di sekitar kawat berarus listrik disebut induksi magnet (B). Besar Induksi maget (B) oleh Biot dan Savart dinyatakan:
โข Berbanding lurus dengan arus listrik (I)
โข Berbanding lurus dengan panjang elemen kawat penghantar (โ)
โข Berbanding terbalik dengan kuadrat jarak antara titik itu ke elemen kawat penghantar
โข Berbanding lurus dengan sinus sudut antara arah arus dan garis penghubung titik itu ke elemen kawat penghantar
Secara matematis untuk menentukan besarnya medan magnet disekitar kawat berarus listrik digunakan metode kalkulus. Hukum Biot Savart tentang medan magnet disekitar kawat berarus listrik adalah:
๐๐ต =4๐๐0๐๐ ๐ ๐๐๐๐2
= arah arus listrik = jarum kompas
Sumber: http://muhsuinelektronika.blogspot.co.id/
Gambar 6.12 Medan magnet disumbu kawat melingkar berarus listrik
Keterangan:
dB = perubahan medan magnet dalam tesla ( T ) k = ๐0/2
ฮผo = permeabilitas ruang hampa = 4๐. 10โ7๐๐/๐๐๐. ๐ i = Kuat arus listrik dalam ampere ( A )
dl = perubahan elemen panjang dalam meter (m)
ฮธ = Sudut antara elemen berarus dengan jarak ke titik yang ditentukan besar medan magnetiknya
r = Jarak titik P ke elemen panjang dalam meter (m) a. Induksi Magnetik oleh Kawat Lurus Berarus
Besarnya medan magnet di sekitar kawat lurus panjang berarus listrik. Dipengaruhi oleh besarnya kuat arus listrik dan jarak titik tinjauan terhadap kawat. Semakin besar kuat arus semakin besar kuat medan magnetnya, semakin jauhjaraknya terhadap kawat semakin kecil kuat medan magnetnya.
Sumber: http://muhsuinelektronika.blogspot.co.id/
Besar induksi magnetik di suatu titik P yang berjarak a dari kawat penghantar lurus yang sangan panjang adalah:
๐ต =2๐๐๐0๐
Keterangan:
B : induksi magnet pada suatu titik (Wb/m2 atau Tesla)
๐0: permeabilitas ruang hampa = 4 10โ7Wb/A.m I : kuat arus (ampere)
a : jarak titik kawat berarus (meter)
b. Induksi Magnetik oleh Kawat Lingkaran Berarus
Besar dan arah medan magnet di sumbu kawat melingkar berarus listrik dapat ditentukan dengan rumus
:
Sumber: http://muhsuinelektronika.blogspot.co.id/
Gambar 6.14 Medan magnet disumbu kawat melingkar berarus listrik
Keterangan:
Bp = Induksi magnet di P pada sumbu kawat melingkar dalam tesla ( T) I = kuat arus pada kawat dalam ampere ( A )
a = jari-jari kawat melingkar dalam meter ( m ) r = jarak P ke lingkaran kawat dalam meter ( m )
ฮธ = sudut antara sumbu kawat dan garis hubung P ke titik pada lingkaran kawat dalam derajad (ยฐ)
Besar induksi magnetik di suatu titik P yang berada pada sumbu kawat melingkar berarus adalah:
๐ต =2๐๐0
Jika kawat dililitkan tipis dengan N buah lilitan, besarnya induksi magnet di pusat lingkaran adalah:
๐ต =๐2๐ ๐0๐
Sumber: http://muhsuinelektronika.blogspot.co.id/
Gambar 6.15 Besarnya medan magnet di pusat kawat melingkar
Besarnya medan magnet di pusat kawat melingkar dapat dihitung
Keterangan:
B = Medan magnet dalam tesla ( T )
ฮผo = permeabilitas ruang hampa = 4ะฟ . 10 -7 Wb/amp. m I = Kuat arus listrik dalam ampere ( A )
a = jarak titik P dari kawat dalam meter (m) r = jari-jari lingkaran yang dibuat
c. Induksi Magnetik oleh Solenoida
Solenoida adalah suatu lilitan atau kumparan kawat yang rapat dan terdiri atas N lilitan dengan panjang.
Sumber: http://excecel.blogspot.co.id/ Gambar 6.16 Solenoida
Besar induksi magnet di ujung solenoida:
๐ต =๐2๐ ๐0๐
Jika n = jumlah lilitan tiap satuan panjang n = N/l, maka :
๐ต =๐2 ๐0๐
Besarnya induksi magnet di pusat solenoida:
๐ต = ๐0 ๐ ๐ d. Induksi Magnetik oleh Toroida
Toroida adalah solenoida yang dilengkungkan sehingga sumbunya membentuk suatu lingkaran.
Sumber: http://excecel.blogspot.co.id/ Gambar 6.17 Toroida
Besar induksi magnet pada pusat toroida adalah:
3.
Hukum Ampere
Persamaan yang analog untuk medan magnetik yang disebut Hukum Ampere menyatakan โyang menghubungkan komponen tangeninsial B yang dijumlah pada seluruh kurva tertutup C dengan arus IC yang melintasi kurva tersebutโ, dalam bentuk matematis, Hukum Ampere adalah:
โฎ ๐ต. ๐๐ = ๐0๐๐๐ถ
Hukum Ampere berlaku untuk sebarang kurva C asalkan arusnya kontinu, yaitu arus itu tidak berawal atau berakhir di sebarang titik. Penggunaan sederhana hukum ampere dalah untuk mencari medan magnetik dari kawat yang panjangnya tak terhingga, lurus yang menyalurkan arus.medan magnet akan menyinggung lingkaran dan memiliki besar B yang sama pada sebarang titik pada lingkaran, hukum ampere pada y demikian yaitu
โฎ ๐ ๐ต ๐๐ = ๐ต โฎ ๐ ๐๐ = ๐0 ๐๐
Arus lc merupakan arus l dalam kawatdengan demikian dapat diperoleh persamaaan
๐ต(2๐๐ = ๐0๐) ๐ต =2๐๐0๐๐
Pada medan magnetik yang digulung rapat, yang terdiri atas simpal kawat yang digulung di sekeliling acua berbentuk donโt, masing-masing menyalurkan aris untuk menghitung B dan diperlukan evaluasi integral garis โฎ ๐ต ๐๐ di sekeliling lingkaran berjari-jari r yang berpusat di pusat teroidnya, dengan sifay simetris, B menyinggung lingkaran dan besarnya konstan di setiap titik pada lingkaran. Maka:
โฎ ๐ต ๐๐ = ๐ต2๐๐ = ๐0๐๐ โฎ ๐ต ๐๐ = ๐ต2๐๐ = ๐0๐๐
4.
Gaya Magnet pada Muatan Bergerak
Muatan listrik yang bergerak dalam medan magnet akan mendapat gaya, yang disebut gaya Lorentz. Salah satu pemanfaatan peristiwa ini adalah dalam alat untuk mempercepat partikel bermuatan agar mempunyai energi seperti bila dipercepat dengan beda potensial listrik sampai ribuan juta volt. Alat jenis ini yang paling sederhana disebut
siklotron. Marilah kita tinjau suatu gaya yang bekerja pada partikel bermuatan q yang bergerak dalam medan B dengan kecepatan v , seperti ditunjukkan pada Gambar berikut.
Sumber: http://fisika12.blogspot.co.id/ Gambar 6.18 Besar gaya Lorentz
Muatan q bergerak dengan kecepatan v dalam medan magnet B. F adalah gaya pada muatan tersebut
Sebuah muatan q bergerak dengan kecepatan v yang membuat sudut ฮธ terhadap arah B. Gaya magnet yang bekerja pada muatan tersebut sebesar
๐น = ๐๐ฃ๐ต๐ ๐๐๐
atau
_
๐น = ๐๐ฃ ร_ ๐ต_ a. Gerak Partikel Bermuatan dalam Medan Magnet
Gerak partikel bermuatan dalam suatu medan magnet diamati menggunakan alat yang disebut siklotron. Siklotron merupakan alat yang digunakan dalam penelitian fisika nuklir untuk mempercepat partikel bermuatan, agar mempunyai energi sangat tinggi, seperti yang dihasilkan oleh beda potensial listrik puluhan atau ratusan juta volt. Alat ini menggunakan medan magnet yang tegak lurus bidang gerak partikel bermuatan yang mempunyai orbit berupa lingkaran. Perhatikan Gambar.
Sumber: https://istanafisika.wordpress.com/ Gambar 6.19 Gerak partikel bermuatan
Gambar di atas menunjukkan partikel bermuatan. pada partikel yang bergerak melingkar dalam bedan magnet, gaya magnet akan menuju pusat lintasan. dan jika dikaitkan dengan gerak melingkar, gaya sentripetal yang berlaku pada gerak melingkar juga menuju pusat lintasan, sehingga dapat diasumsikan bahwa F magnet = F sentripetal.
Mengapa dianggap elektron bergerak melingkar? karena elektron tidak pernah menyentuh medan magnet, sehingga setiap mendekati medan magnet B, arah gerak elektron akan berbelok, kemudian mendekati kembali medan magnet B dan seterusnya
Pada gambar tersebut dilukiskan suatu partikel bermuatan + q , bermassa m, bergerak dalam bidang halaman ini dengan kecepatan v. Arah rapat fluks B masuk halaman. Arah gaya haruslah tegak lurus v dan B. Karena F selalu tegak lurus v, maka partikel akan bergerak pada lingkaran. Lintasan ini disebut lintasan siklotron. Gaya F merupakan gaya sentripetal yang membuat partikel terus membelok, membentuk lintasan lingkaran.
_
๐น = ๐๐ฃ๐ต =๐๐ฃ 2 ๐
Sehingga diperoleh lintasan partikel sebesar
๐ =๐๐ฃ๐๐ต b. Gaya Magnet pada Kawat Berarus
Gejala ini pertama kali dikaji oleh Hans Christian Oersted. Melalui percobaan, ia berhasil mengungkap hubungan antara listrik dan magnet. Ia berhasil membuktikan bahwa penghantar yang berarus listrik dapat menghasilkan medan magnetik.
Kumparan kawat berinti besi yang dialiri listrik dapat menarik besi dan baja. Hal ini menunjukkan bahwa kumparan kawat berarus listrik dapat menghasilkan medan magnet. Medan magnet juga dapat ditimbulkan oleh kawat penghantar lurus yang dialiri listrik. Berdasarkan hasil percobaan tersebut terbukti bahwa arus listrik yang mengaliri dalam kawat penghantar ini menghasilkan medan magnetik, atau disekitar kawat berarus listrik terdapat medan magnetik.
Pada saat arus listrik yang mengalir dalam penghantar diperbesar, ternyata kutub utara jarum kompas menyimpang lebih jauh. Hal ini berarti semakin besar arus listrik yang digunakan semakin besar medan magnetik yang dihasilkan.
Sumber: http://mafia.mafiaol.com/ Gambar 6.20 Arah penyimpangan jarum kompas
Arah medan magnetik di sekitar kawat penghantar lurus berarus listrik dapat ditentukan dengan kaidah tangan kanan. Jika arah ibu jari menunjukkan arah arus listrik (I), maka arah keempat jari yang lain menunjukkan arah medan magnetik (B). Kaidah tangan kanan ini juga dapat digunakan untuk menemukan arah medan magnetik pada penghantar berbentuk lingkaran yang dialiri listrik.
Sumber: http://rumushitung.com/ Gambar 6.21 Kaidah tangan kanan
Untuk mengetahui letak kutub utara dan kutub selatan yang terbentuk pada kumparan berarus listrik, dapat dilakukan dengan cara:
1. Perhatikan arah listrik yang mengalir pada kumparan.
2. Ujung kumparan yang pertama kali mendapat arus listrik dijadikan sebagai pedoman untuk menentukan letak kutub-kutub magnet.
3. Kemudian, genggam ujung kumparan yang pertama kali teraliri arus listrik dengan posisi jari tangan kanan sesuai dengan letak kawan pada inti besi.
Sumber: https://artikelnesia.com/ Gambar 6.22 Kaidah tangan kanan
4. Apabila kawat itu berada di depan inti besi, letakkan telapak tangan menghadap ke depan, kemudian genggam kumparan yang berinti besi.
5. Letak kutub utara magnet ditunjukkan oleh arah ibu jari, sedangkan arah sebaliknya menunjukkan kutub selatan.
6. Jika kawat penghantar yang pertama kali teraliri arus listrik berada di belakang inti besi, maka hadapkan telapak tangan ke belakang, kemudian genggam kumparan kawat itu. 7. Dengan cara yang sama kita dapat juga menentukan letak kutub utara, dan kutub selatan
magnet.
Ternyata penghantar berarus listrik yang ditempatkan dalam medan magnet juga mengalami gaya magnet. Hal ini ditemukan pertama kali oleh Hendrik Antoon Lorentz. Gaya Lorentz terjadi apabila kawat penghantar berarus listrik berada di dalam medan magnetik. Besar gaya Lorentz bergantung pada besar medan magnetik, panjang penghantar, dan besar arus listrik yang mengalir dalam kawat penghantar. Untuk arah aliran arus listrik tegak lurus terhadap arah medan magnet, gaya Lorentz dapat dinyatakan dengan:
F = B x I x l Keterangan:
F = gaya Lorentz pada kawat (N) B = medan magnet (Tesla) I = arus listrik (A)
c.
Prinsip Kerja Galvanometer
Dalam dunia kelistrikan, Galvanometer sejenis dengan ammeter / amperemeter dan merupakan suatu alat yang digunakan untuk mendeteksi dan mengukur arus yang melalui suatu cabang. Kebanyakan galvanometer menggunakan prinsip momen yang berlaku pada kumparan di dalam medan magnet. Galvanometer akan menghasilkan perputaran jarum penunjuk sebagai hasil dari arus listrik yang mengalir melalui lilitannya.
Sumber: https://satriaskyterror.wordpress.com/ Gambar 6.23 Bentuk galvanometer
Pada mulanya bentuk galvanometer seperti alat yang dipakai Oersted yaitu jarum kompas yang diletakkan dibawah kawat yang dialiri arus yang akan diukur. Kawat dan jarum diantara keduanya mengarah utara-selatan apabila tidak ada arus di dalam kawat. Akibat adanya arus listrik yang mengalir melalui kawat akan tercipta medan magnet sehingga arah jarum magnet di dekat kawat akan bergeser arah jarum magnetnya. Kepekaan galvanometer semacam ini bertambah apabila kawat itu dililitkan menjadi kumparan dalam bidang vertical dengan jarum kompas ditengahnya. Dan instrument semacam ini dibuat oleh Lord Kelvin pada tahun 1890, yang tingkat kepekaanya jarang sekali dilampaui oleh alat-alat yang ada pada saat ini.
Galvanometer selalu berorientasi sehingga letak kumparan selalu paralel dengan garis magnetik meridian lokal, yang tak lain adalah komponen horisontal BH dari medan magnetik bumi. Saat arus mengalir melalui kumparan galvanometer, medan magnet lain (B) tercipta dan posisinya tegak lurus dengan kumparan. Kekuatan medan magnetnya dirumuskan sebagai:
๐ต =๐2๐0๐๐
Keterangan:
- I adalah arus dalam satuan ampere, - n adalah jumlah lilitan kumparan - r adalah jari-jari kumparan.
Kedua medan magnet yang saling tegak lurus akan menghasilkan resultan secara vektor dan jarum penunjuk akan menunjuk arah resultan kedua vektor tersebut dengan sudut:
๐ = ๐ก๐๐โ1 ๐ต
Dari hokum tangen, ๐ต = ๐ต๐ป๐ก๐๐๐, dengan kata lain
๐0๐๐ผ
2๐ = ๐ต๐ป๐ก๐๐๐
atau ๐ผ = (2๐๐ต๐ป ๐0๐) ๐ก๐๐๐
atau ๐ผ = ๐พ ๐ก๐๐๐, dimana K disebut sebagai factor reduksi dari tangen galvanometer.
Salah satu masalah dengan tangen galvanometer adalah resolusi degradasinya berada pada
arus tinggi dan arus rendah (coba lihat grafik tangen). Resolusi maksimum didapatkan saat ฮธ bernilai 45ยฐ. Saat nilai ฮธ dekat dengan 0ยฐ atau 90ยฐ, perubahan prosentase signikikan di aliran arus akan mengakibatkan jarum bergerak beberapa derajat.
Uji Kompetensi
A. Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D, atau E di depan jawaban yang tepat!
1. Jarak dua muatan A dan B adalah 3 meter. Titik O berada di antara kedua muatan berjarak 2 meter dari muatan B. qA = โ300 ฮผC dan qB = 600 ฮผC. k = 9 ร 109 N m2 Cโ 2. Kuat medan listrik di titik O pengaruh muatan q
A dan qBadalahโฆ
A. 9 ร 105 N/C D. 60 ร 105 N/C B. 18 ร 105 N/C E. 81 ร 105 N/C C. 52 ร 105 N/C
2. Dua buah muatan masing-masing q1 = -20 ฮผC dan q2 = โ40 ฮผC. Bila pada titik P
yang berjarak 20 cm dari q2 resultan kuat medan listrik bernilai nol maka
nilai x adalahโฆ
A. 11 cm D. 14 cm
B. 12 cm E. 15 cm
C. 13 cm
3. Perhatikan gambar berikut.
Kuat medan listrik dititik C sebesar ... (k = 109 Nm2/C2)
A. 5,0 . 109 N/C D. 3,1 . 1010 N/C B. 2,3 . 1010 N/C E. 4,0 . 1010 N/C
4. Dua muatan listrik tepisah seperti gambar.
Titik C berada diantara kedua muatan berjarak 10 cm dari muatan A. Jika qA = 2 ยตC
dan qB = โ 4 ยตC dan k = 9 . 109 Nm2/C2, maka besar kuat medan listrik dititik C
akibat pengaruh kedua muatan adalah...
A. 9 . 105 N/C D. 36 . 105 N/C
B. 18 . 105 N/C E. 45 . 105 N/C
C. 27 . 105 N/C
5. Dua partikel P dan Q terpisah pada jarak 9 cm seperti gambar.
Letak titik yang kuat medannya nol adalah...
A. 3 cm di kanan P D. 4 cm di kanan P
B. 6 cm di kanan P E. 4 cm di kiri P
C. 3 cm di kiri P
6. Dua muatan titik +8 ยตC dan 50 ยตC terpisah pada jarak 14 cm seperti tergambar. Letak titik yang kuat medan listriknya nol adalah di posisi:\
A. 4 cm disebelah kiri muatan +8ยตC B. 5 cm di sebelah kanan muatan 8 ยตC C. di tengah-tengah garis hubung muatan D. 5 cm di sebelah kiri muatan +8 ยตC E. 4 cm sebelah kanan muatan +8 ยตC
7. Perhatikan gambar!
Suatu penghantar dialiri arus listrik I = 9 A. Jika jari-jari kelengkungan R = 2ฯ cm dan ยต0 = 4ฯ . 10-7 Wb/A.m maka besar induksi magnetik dititik P adalah...
A. 3 . 10-5 T B. 5 . 10-5 T
C. 9 . 10-5 T D. 12 . 10-5 T
E. 15 . 10-5 T
8. Sebuah muatan positif bergerak memotong medan magnet homogen secara tegak lurus. Gambar yang benar tentang arah gaya magnet, kecepatan dan medan magnet adalah...
A.
B.
D.
E.
9. Sebuah kawat lurus dialiri arus listrik 5 A seperti gambar (ยต0= 4ฯ . 10-7 Wb/A.m)
Besar dan arah induksi magnetik di titik P adalah... A. 4 . 10-5 T ke kanan
B. 4 . 10-5 T ke kiri
C. 5 . 10-5 T tegak lurus menuju bidang kertas D. 5 . 10-5 T tegak lurus menjauhi bidang kertas
E. 9 . 10-5 T tegak lurus menjauhi bidang kertas 10. Perhatikan gambar kawat yang dialiri arus berikut.
Besar induksi magnetik di titik P adalah..( ยต0 = 4ฯ . 10-7 Wb/A.m)
A. 0,5ฯ . 10-5 T
B. ฯ . 10-5 T
C. 1,5ฯ . 10-5 T
D. 2,0ฯ . 10-5 T
B.
Jawablah soal-soal di bawah ini dengan singkat dan tepat!
1. Titik A berada pada jarak 5 cm dari muatan +10 mikro Coulomb. Berapa besar dan arah medan listrik pada titik A?
(k = 9 x 109 Nm2Cโ2, 1 mikro Coulomb = 10โ6 C)
2. Jarak antara titik P dan muatan -20 mikro Coulomb adalah 10 cm. Berapa kuat medan listrik dan arah medan listrik pada titik P?
3. Dua muatan listrik terpisah sejauh 40 cm. Berapakah kuat medan listrik dan arah medan listrik pada titik yang terletak di tengah-tengah kedua muatan tersebut?
4. Terletak pada titik yang berjarak berapakah kuat medan listrik=nol?
5. Sebuah muatan 200 coulumb berada pada jarak 10 m terhadap muatan 20 coulumb yang lain. Hitunglah medan listrik pada muatan 200 coulumb tersebut!
6. Seutas kawat dialiri arus listrik i = 2 A seperti gambar berikut !
Tentukan:
a) Kuat medan magnet di titik P b) Arah medan magnet di titik P c) Kuat medan magnet di titik Q d) Arah medan magnet di titik Q 7. Perhatikan gambar berikut ini!
8. Kawat A dan B terpisah sejauh 1 m dan dialiri arus listrik berturut-turut 1 A dan 2 A dengan arah seperti ditunjukkan gambar di bawah.
Tentukan letak titik C dimana kuat medan magnetnya adalah NOL!
9. Tiga buah kawat dengan nilai dan arah arus seperti ditunjukkan gambar berikut!
Tentukan besar dan arah kuat medan magnet di titik P yang berjarak 1 meter dari kawat ketiga!
10. Perhatikan gambar berikut. Kawat A dan B dialiri arus listrik I1 dan I2 masing-
masing sebesar 2 A dan 3 A dengan arah keluar bidang baca.
Tentukan besar dan arah kuat medan magnet di titik C yang membentuk segitiga sama sisi dengan titik A dan B!