Perusahaan dan Anak Perusahaan memiliki aset dan liabilitas dalam mata uang asing sebagai berikut:
2 0 1 7 2 0 1 6
Mata uang Setara dalam Mata uang Setara dalam
Asing US$ Asing US$
Aset:
Kas dan setara kas IDR 1.105.332.100 81.925 407.339.212 30.317
EUR − − 12 12
SGD − − 7.571 5.240
SEK − − − −
NOK − − 1.108 129
Piutang usaha:
Pihak ketiga IDR 179.055.745.476 13.271.253 140.092.294.366 10.426.637 Piutang lain-lain IDR 485.633.840.844 35.994.207 455.470.672.336 33.899.276 Aset keuangan lancar lainnya IDR 8.351.642.444 619.007 6.120.998.946 455.567
Perusahaan dan Anak Perusahaan memiliki aset dan liabilitas dalam mata uang asing sebagai berikut: (Lanjutan)
2 0 1 7 2 0 1 6
Mata uang Setara dalam Mata uang Setara dalam
Asing US$ Asing US$
Aset: (Lanjutan)
Pindahan 49.966.392 44.817.178
Piutang non-usaha IDR 599.836.092.308 44.458.649 606.345.726.749 45.128.440 Aset keuangan tidak lancar
lainnya IDR 3.959.416.288 293.464 3.959.414.637 294.687
Jumlah aset 94.718.505 90.240.305
Liabilitas: Utang Usaha:
Pihak ketiga IDR 91.828.683.736 6.806.158 74.463.024.065 5.542.047
EUR 381.374 449.297 291.553 307.286
YEN 56.995.808 50.609 4.419.000 37.955
SGD − − − −
CHF − − 14.000 13.731
GBP 6.075 8.150
Biaya yang masih harus dibayar IDR 531.552.153.677 39.397.580 548.908.523.763 40.853.567 Utang terjamin IDR 1.341.051.955.403 99.396.083 1.341.051.955.403 99.810.357 EUR 14.262.806 16.803.018 14.262.806 15.033.003 YEN 3.001.711.400 26.653.204 3.001.711.400 25.781.296 Liabilitas keuangan jangka
pendek lainnya IDR 81.041.613.864 6.006.642 29.649.525.792 2.206.723
EUR − − − −
Utang kredit pembiayaan IDR 1.460.778.840 108.270 1.473.858.100 109.695 Imbalan Pasca Kerja
Jangka Panjang IDR 150.500.656.044 11.154.807 149.875.990.828 11.154.807
Jumlah liabilitas 206.833.818 200.850.467
Liabilitas bersih (112.115.313 ) (110.610.162 )
Aset dan liabilitas moneter diatas dijabarkan menggunakan kurs penutup Bank Indonesia per 30 September 2017 dan 31 Desember 2016.
Perusahaan memiliki beragam eksposur risiko yang berasal dari pengunaan instrumen keuangan diantaranya:
Risiko Kredit Risiko Likuiditas Risiko Pasar
Catatan ini menyajikan informasi tentang eksposur Perusahaan dan Entitas Anak terhadap setiap risiko diatas, tujuan, kebijakan dan proses Perusahaan dan Entitas Anak dalam mengukur dan mengelola risiko, serta manajemen modal atas Perusahaan dan Entitas Anak. Tujuan utama Perusahaan dan Entitas Anak dalam melakukan instrumen keuangan adalah untuk membiayai operasional dan belanja modal. Perusahaan dan Entitas Anak tidak aktif terlibat dalam perdagangan aset keuangan untuk tujuan spekulasi atau opsi. Dewan Direksi secara keseluruhan bertanggung jawab untuk membentuk dan mengawasi kerangka kerja dari manajemen risiko atas Perusahaan dan Entitas Anak. Dewan Direksi juga bertanggung jawab untuk mengembangkan dan memonitor kebijakan serta manajemen risiko dari Perusahaan dan Entitas Anak.
Kebijakan manajemen risiko Perusahaan dan Entitas Anak dibentuk untuk mengidentifikasi dan menganalisa risiko yang dihadapi oleh Perusahaan dan Entitas Anak, untuk menetapkan batas risiko dan pengendalian yang tepat, serta memonitor risiko dan kepatuhan terhadap batas yang telah ditentukan. Kebijakan dari sistem dan manajemen risiko ditelaah secara berkala untuk mencerminkan setiap perubahan dalam kondisi pasar dan setiap kegiatan Perusahaan dan Entitas Anak. Semua risiko yang dihadapi oleh Perusahaan dan Entitas Anak tergabung dalam anggaran operasional secara tahunan. Mitigasi dari strategi dan prosedur juga dirancang untuk mengatasi risiko yang pasti terjadi sehingga tidak mempengaruhi operasional dan hasil yang diperkirakan dari Perusahaan dan Entitas Anak. Perusahaan dan Entitas Anak, melalui pelatihan dan kebijakan serta prosedur manajemen memiliki tujuan untuk mengembangkan lingkungan pengendalian secara disiplin dan konstruktif dimana semua karyawan akan memahami peran dan kewajibannya.
Dewan Direksi melakukan pengawasan atas fungsi pelaporan keuangan, khususnya di bidang pengelolaan kredit, likuiditas, pasar dan risiko lainnya terhadap Perusahaan dan Entitas Anak. Dewan Direksi juga melakukan penelaahan atas pengendalian dan prosedur manajemen risiko serta memastikan integritas dari kegiatan pengendalian internal yang akan mempengaruhi sistem pelaporan keuangan dari Perusahaan dan Entitas Anak.
a. Risiko Kredit
Risiko kredit adalah risiko dimana Perusahaan dan Entitas Anak akan mengalami kerugian yang timbul jika pelanggan atau rekanan gagal dalam memenuhi kewajiban kontraktualnya.
a. Risiko Kredit (Lanjutan)
Informasi keuangan Perusahaan dan Entitas Anak serta eksposur maksimal atas risiko kredit pada tanggal 30 September 2017 dan 31 Desember 2016, tanpa mempertimbangkan adanya efek agunan dan teknik risiko mitigasi lainnya, adalah seperti yang disajikan dibawah ini:
2 0 1 7 2 0 1 6
US$ US$
Kas dan setara kas 2.804.431 3.468.469
Piutang usaha, bersih 41.741.804 31.584.686
Piutang lain-lain, bersih 2.389.211 3.032.953
Aset keuangan lancar lainnya 6.003.649 5.906.063
Piutang non-usaha 38.962.688 39.574.362
Aset keuangan tidak lancar lainnya 997.722 998.945
Jumlah aset keuangan 92.899.504 84.565.478
(a) Kas dan setara kas
Manajemen mengevaluasi kondisi keuangan dari industri perbankan dan deposito/investasi bank terhadap reputasi bank tersebut. Untuk bank, hanya dengan peringkat kredit dari penilai independen dengan minimum ”A” yang dapat diterima. Kualitas kredit dapat dinilai dengan mengacu pada peringkat kredit eksternal sebagai berikut:
2 0 1 6 2 0 1 5
US$ US$
Dengan pihak yang memiliki peringkat kredit eksternal: - Fitch: F1+ 2.501.277 1.496.346 F3 509.698 216.633 - Pefindo: idAAA 288.652 746.281 idAA+ 72.403 113.647 3.372.030 2.572.907 Dengan pihak yang tidak memiliki peringkat
kredit eksternal: 96.439 84.241
a. Risiko Kredit (Lanjutan) (b)Piutang Usaha
Mayoritas risiko kredit Perusahaan dan Entitas Anak adalah dari piutang yang dapat diatribusikan kepada aktivitas yang dipengaruhi oleh karakteristik individual untuk setiap pelanggan dan uang muka tanpa bunga yang diterima oleh Perusahaan dan Entitas Anak dengan aktivitas operasional yang serupa. Demografi dari pelanggan Perusahaan dan Entitas Anak mencakup risiko kegagalan dalam industri dan wilayah dimana pelanggan beroperasi, yang memiliki pengaruh terhadap risiko kredit.
Sehubungan dengan piutang usaha, Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki eksposur yang signifikan terhadap risiko kredit dari para pelanggan baik, secara individual maupun secara grup. Piutang usaha terdiri dari banyak pelanggan. Berdasarkan informasi historis, tingkat kegagalan dalam pelunasan piutang dari para pelanggan adalah kecil karena pembayaran dari pelanggan biasanya diterima oleh Perusahaan dan Entitas Anak dalam batas waktu kredit. Lagipula, beberapa penjualan ekspor dilakukan dengan penerimaan uang muka terlebih dahulu dari pelanggan (prefinance). Dengan demikian, manajemen berpendapat bahwa kualitas kredit atas saldo piutang usaha tidak diperlukan adanya penurunan nilai.
Dewan Direksi telah menetapkan kebijakan kredit untuk setiap jumlah uang muka yang diterima dari setiap pelanggan/rekanan baru dengan menganalisa secara individual untuk setiap kreditnya seperti yang dinyatakan dalam persyaratan kondisi dalam kebijakan kredit yang telah ditentukan. Penelaahan yang dilakukan oleh Perusahaan dan Entitas Anak mencakup persyaratan untuk memperbaharui dokumen aplikasi kredit, verifikasi kredit atas tidak adanya catatan yang negatif dan daftar rekening yang di-blacklisted, serta menganalisa kinerja keuangan untuk memastikan kapasitas kredit telah memadai. Status dari masing-masing akun pada awalnya akan diperika sebelum jumlah uang muka ditetapkan.
Kualitas kredit aset keuangan baik yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai, dan jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai dapat dinilai mengacu pada informasi historis mengenai tingkat gagal bayar dari debitur:
2 0 1 7 2 0 1 6
Jumlah Bruto
Penurunan
Nilai Jumlah Bruto
Penurunan Nilai Dengan pihak yang tidak
memiliki peringkat kredit eksternal: Grup 1 31.377.066 − 30.254.675 – Grup 2 207.620 − 1.312.372 – Grup 3 15.657.945 15.657.945 35.137.644 15.657.945 Jumlah 47.242.631 15.657.945 47.224.992 15.657.945
a. Risiko Kredit (Lanjutan) (b) Piutang Usaha (Lanjutan)
Grup 1 – pelanggan / pihak-pihak berelasi (kurang dari enam bulan)
Grup 2 – pelanggan / pihak-pihak berelasi (lebih dari enam bulan) tanpa adanya kasus gagal bayar di masa lalu.
Grup 3 – pelanggan / pihak-pihak berelasi (lebih dari enam bulan) dengan beberapa kejadian gagal bayar pada masa lalu.
Pada tanggal pelaporan, tidak ada eksposur risiko kredit yang signifikan.
Berdasarkan pengalaman historis, Perusahaan dan Entitas Anak berkeyakinan bahwa penyisihan atas penurunan nilai atas Grup 1 dan Grup 2 tidak diperlukan karena piutang usaha tersebut dapat diperoleh kembali.
(c) Piutang lain-lain
Dalam piutang lain-lain, Perusahaan dan Entitas Anak tidak memiliki eksposur yang signifikan terhadap risiko kredit dari para pelanggan, baik secara individual maupun secara grup. Berdasarkan informasi historis tentang tingkat kegagalan dari para pelanggan, manajemen mempertimbangkan bahwa kualitas kredit dari piutang lain-lain, bersih pada Grup 1 dan Grup 2 tidak perlu dilakukan penurunan nilai.
Kualitas kredit aset keuangan baik yang belum jatuh tempo atau tidak mengalami penurunan nilai, dan jatuh tempo tetapi tidak mengalami penurunan nilai dapat dinilai mengacu pada informasi historis mengenai tingkat gagal bayar dari debitur:
2 0 1 7 2 0 1 6
Jumlah Bruto
Penurunan
Nilai Jumlah Bruto
Penurunan Nilai Dengan pihak yang tidak
memiliki peringkat kredit eksternal: Grup 1 1.693.518 − 1.547.695 – Grup 2 226.186 − 145.600 – Grup 3 68.751.004 67.637.756 68.732.434 67.637.756 Jumlah 70.670.708 67.637.756 70.425.729 67.637.756
Grup 1 – pelanggan / pihak-pihak berelasi (kurang dari enam bulan)
Grup 2 – pelanggan / pihak-pihak berelasi (lebih dari enam bulan) tanpa adanya kasus gagal bayar di masa lalu.
Grup 3 – pelanggan / pihak-pihak berelasi (lebih dari enam bulan) dengan beberapa kejadian gagal bayar pada masa lalu.
a. Risiko Kredit (Lanjutan) (d) Piutang non-usaha
Piutang non-usaha merupakan piutang kepada PT Multikarsa Investama. Manajemen Perusahaan dan Entitas Anak menyatakan bahwa tidak ada indikasi penurunan nilai yang dapat diukur dari estimasi arus kas di masa yang akan datang, karena PT Multikarsa Investama sedang dalam proses restrukturisasi dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Disamping itu, nilai tercatat akan disesuaikan pada waktu restrukturisasi selesai.
(e) Aset keuangan tidak lancar lainnya
Manajemen Perusahaan dan Entitas Anak menyatakan tidak ada indikasi penurunan nilai yang dapat diukur dari estimasi arus kas di masa yang akan datang, karena Perusahaan sedang dalam proses restrukturisasi dengan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Disamping itu, nilai tercatat akan disesuaikan pada waktu restrukturisasi.
b. Risiko Likuiditas
Risiko likuiditas adalah risiko yang terjadi saat Perusahaan dan Entitas Anak tidak dapat memenuhi kewajibannya yang terkait dengan liabilitas keuangan yang akan diselesaikan dengan cara memberikan uang tunai atau aset keuangan lainnya.
Perusahaan dan Entitas Anak mengelola risiko liabilitas dengan memproyeksikan arus kas dan menjaga keseimbangan serta fleksibilitas dari kesinambungan dalam pendanaan. Pengendalian dan prosedur treasury digunakan untuk memastikan bahwa kas yang memadai akan dipertahankan untuk menutupi kebutuhan modal operasional secara harian dan berkala.
Manajemen terus memonitor liabilitas Perusahaan dan Entitas Anak di masa depan dan juga untuk liabilitas kontinjensinya, serta mengatur cadangan kas yang diperlukan menurut kebutuhan internal.
b. Risiko Likuiditas
Berikut ini adalah liabilitas keuangan kontraktual berdasarkan jatuh temponya, yang termasuk estimasi pembayaran bunga dan tidak termasuk dampak dari perjanjian saling hapus Perusahaan dan Entitas Anak:
Lancar Tidak Lancar
Dalam 6 sampai 1 sampai 5 Lebih dari
6 bulan 12 bulan tahun 5 tahun
US$ US$ US$ US$
30 September 2017:
Utang usaha 9.466.693 882.766 − −
Biaya yang masih harus dibayar 54.736.945 − − −
Utang bank 90.516.535 − − −
Utang terjamin 950.220.783 − − −
Utang tidak terjamin dan
wesel bayar − − 6.865.319 18.926.440
Pinjaman modal kerja − − 23.195.000 −
Utang kredit pembiayaan 23.526 23.128 61.615 − Liabilitas keuangan jangka
pendek lainnya 7.922.661 − − −
Jumlah 1.112.877.143 905.894 30.121.934 18.926.440
31 Desember 2016:
Utang usaha 11.986.713 − − −
Biaya yang masih harus dibayar 56.917.886 − − −
Utang bank 85.729.859 − − −
Utang terjamin 947.993.133 − − −
Utang tidak terjamin dan
wesel bayar − − 6.354.339 18.670.630
Pinjaman modal kerja − − 23.570.000 −
Utang kredit pembiayaan 20.859 20.859 − −
Liabilitas keuangan jangka pendek
lainnya 5.350.242 − − −
c. Risiko pasar
Risiko pasar adalah risiko dimana terdapat perubahan harga pasar, seperti suku bunga, nilai tukar mata uang asing, dan harga pasar lainnya yang akan mempengaruhi penghasilan Perusahaan dan Entitas Anak serta nilai kepemilikan atas instrumen keuangan. Tujuan pengelolaan risiko pasar adalah untuk mengelola dan mengendalikan eksposur risiko pasar dalam parameter yang dapat diterima, sekaligus untuk mengoptimalkan pengembaliannya.
Perusahaan dan Entitas Anak memiliki beberapa eksposur terhadap risiko pasar yang terdiri dari risiko suku bunga dan risiko nilai tukar mata uang asing.
(1) Risiko Tingkat Suku Bunga
Risiko tingkat suku bunga merupakan dampak dari perubahan suku bunga pada aset dan liabilitas Perusahaan dan Entitas Anak. Risiko tingkat suku bunga pada umumnya disebabkan karena perubahan dari suku bunga tetap dan suku bunga mengambang. Ketika mempertimbangkan risiko tingkat suku bunga, lindung nilai atas suku bunga merupakan salah satu cara untuk mengurangi risiko nilai wajar yang berhubungan dengan aset dan liabilitas dengan suku bunga tetap serta risiko arus kas yang berhubungan dengan aset dan liabilitas dengan suku bunga mengambang.
Kebijakan Perusahaan dan Entitas Anak adalah untuk meminimalkan eksposur risiko arus kas pendanaan jangka panjang. Bunga atas pinjaman jangka panjang biasanya dalam tingkat suku bunga tetap (fixed interest rates). Pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015, Perusahaan dan Entitas Anak mempunyai tingkat bunga tetap (fixed interest rates) atas pinjaman kepada pihak bank, pihak ketiga dan pihak berelasi, dengan demikian, tidak terdapat risiko tingkat bunga pada Perusahaan dan Entitas Anak.
(2) Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing
Mayoritas transaksi Perusahaan dan Entitas Anak dilakukan dalam beberapa mata uang asing. Eksposur terhadap nilai tukar mata uang asing timbul karena transaksi aktivitas operasional Perusahaan dan Entitas Anak yang didominasi dalam mata uang Rupiah dan mata uang lainnya, selain Dolar Amerika Serikat.
Perusahaan dan Entitas Anak juga peduli terhadap risiko pasar yang timbul dari fluktuasi nilai tukar. Manajemen telah menentukan kebijakan yang meminta Perusahaan dan Entitas Anak untuk menjaga risiko nilai tukar terhadap mata uang fungsional. Tidak ada perjanjian spesifik untuk mengurangi risiko melalui instrumen derivatif dan lindung nilai. Risiko nilai tukar timbul ketika transaksi komersial dimasa yang akan datang terjadi atau pada saat pengakuan aset dan liabilitas yang dinyatakan dalam mata uang selain mata uang fungsional.
Untuk mengurangi risiko terhadap risiko nilai tukar mata uang asing, Perusahaan dan Entitas Anak selalu memonitor arus kas dalam mata uang asingnya. Aset dan liabilitas keuangan dalam mata uang asing, dijabarkan ke Dolar Amerika Serikat dengan kurs tengah Bank Indonesia yang telah dijabarkan dalam Aset dan Liabilitas Moneter dalam Mata Uang Asing (Catatan 47).
c. Risiko pasar (Lanjutan)
(2) Risiko Nilai Tukar Mata Uang Asing (Lanjutan)
Manajemen berpendapat bahwa Perusahaan dan Entitas Anak pada dasarnya telah melakukan lindung nilai terhadap risiko nilai tukar. Risiko ini diukur dengan menggunakan rencana arus kas di dalam analisa sensitivitas. Tabel dibawah ini merangkum analisa sensitivitas terhadap kemungkinan perubahan kurs mata uang asing, dengan pertimbangan semua faktor lainnya adalah konstan, terhadap laporan laba rugi dan pendapatan komprehensif konsolidasian untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016:
31 Desember 2016 US$ IDR menurun0,32% 547.077 EUR menurun 0,16% (24.987) YEN meningkat 0,16% (272.637) SEK meningkat0,11% (1) SGD menurun 1,41% 74 CHF menurun0,40% (55) Laba bersih 249.471
Manajemen melakukan survey melalui bank untuk mendapatkan estimasi atas nilai tukar mata uang asing sampai dengan tanggal pelaporan. Estimasi perubahan mata uang asing meningkat sebesar0,32%untuk Yen Jepang dan 0,16%untuk Krona Swedia.Sedangkan estimasi perubahan mata uang asing menurun sebesar 0,16%untuk Indonesia Rupiah,0,11%untuk Euro Eropa, 1,41%untuk Dolar Singapura, dan 0,40%untuk Franc Swiss jika dibandingkan dengan nilai tukar mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2016.
Kebijakan Perusahaan dan Entitas Anak untuk mengelola aset keuangannya dalam mata uang asing dilakukan dengan menyediakan dana guna menyelesaikan liabilitas keuangan dalam mata uang asing. Pada tanggal 31 Desember 2016, liabilitas keuangan dalam mata uang asing telah melebihi jumlah aset keuangan dalam mata uang asing sebesar US$ 110.555.914. Hal ini disebabkan karena adanya utang terjamin milik Perusahaan yang belum selesai direstrukturisasi. Jika utang terjamin yang dinyatakan dalam mata uang Rupiah dan mata uang lainnya selain Dolar Amerika Serikat tidak dipertimbangkan, maka tidak ada selisih lebih liabilitas keuangan diatas aset keuangan. Jumlah ini menggambarkan nilai yang akan dibayarkan saat jatuh tempo. Pengaturan Pembiayaan
Perusahaan memiliki fasilitas letter of credit dari Deutsche Bank sejumlah US$ 100,000,000. Fasilitas ini tersedia dalam beberapa periode sampai dengan 31 Desember 2016. Pada tanggal 30 September 2017, porsi yang belum digunakan adalah US$ 90.516.535.
Estimasi Nilai Wajar
Nilai wajar aset dan liabilitas keuangan diestimasi untuk keperluan pengakuan dan pengukuran atau untuk keperluan pengungkapan.
PSAK 60, “Instrumen Keuangan: Pengungkapan” mensyaratkan pengungkapan atas pengukuran nilai wajar dengan tingkat hirarki nilai wajar sebagai berikut:
1. Harga kuotasian (tidak disesuaikan) dalam pasar aktif untuk aset atau liabilitas yang identik (tingkat 1).
Nilai wajar untuk instrumen keuangan yang diperdagangkan di pasar aktif ditentukan berdasarkan kuotasi nilai pasar pada tanggal pelaporan. Kuotasi nilai pasar yang digunakan untuk aset keuangan adalah harga penawaran, sedangkan untuk liabilitas keuangan adalah harga jual.
2. Input selain harga kuotasian yang termasuk dalam tingkat 1 yang dapat diobservasi untuk aset atau liabilitas, baik secara langsung (misalnya harga) atau secara tidak langsung (misalnya derivasi dari harga) (tingkat 2), dan
Nilai wajar instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan pada pasar aktif (misalnya derivatif over-the-counter) ditentukan dengan teknik penilaian. Teknik penilaian tersebut memaksimumkan penggunaan data pasar yang dapat diobservasi apabila tersedia dan sedapat mungkin meminimalisir penggunaan estimasi yang bersifat spesifik dari entitas. Jika seluruh input yang dibutuhkan untuk menentukan nilai wajar instrumen keuangan dapat diobservasi, instrumen tersebut termasuk dalam tingkat 2.
3. Input untuk aset atau liabilitas yang bukan berdasarkan data pasar yang dapat diobservasi (input yang tidak dapat diobservasi) (tingkat 3).
Jika satu atau lebih input yang signifikan tidak berdasarkan pada data pasar yang dapat diobservasi, instrumen ini termasuk dalam tingkat 3.
Teknik penilaian tertentu digunakan untuk menentukan nilai instrumen keuangan yang mencakup: (a) Penggunaan harga yang diperoleh dari bursa atau pedagang efek untuk instrumen sejenis, dan
(b) Teknik lain, seperti analisis arus kas yang didiskontokan, digunakan untuk menentukan nilai wajar instrumen keuangan lainnya.
Aset dan liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak diukur dan diakui dengan hirarki tingkat pengukuran nilai wajar tingkat 2 dan tingkat 3.
Estimasi Nilai Wajar (Lanjutan)
Nilai tercatat dan nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan adalah sebagai berikut:
30 September 2017 31 Desember 2016 Nilai tercatat Nilai wajar Nilai tercatat Nilai wajar
US$ US$ US$ US$
Aset Keuangan: Aset Lancar:
Kas dan setara kas 2.804.431 2.804.431 3.468.469 3.468.469
Piutang usaha, bersih 41.741.804 41.741.804 31.584.686 31.584.686 Piutang lain-lain, bersih 2.389.211 2.389.211 3.032.953 3.032.953 Aset keuangan lancar lainnya 6.003.649 6.003.649 5.906.063 5.906.063 Aset tidak lancar:
Piutang non-usaha 38.962.688 38.962.688 39.574.362 39.574.362 Aset keuangan tidak lancar
lainnya 997.722 997.722 998.945 998.945
Jumlah aset keuangan 92.899.504 92.899.504 84.565.478 84.565.478 Liabilitas keuangan:
Liabilitas Jangka Pendek:
Utang usaha 10.349.459 10.349.459 11.986.713 11.986.713
Biaya yang masih harus dibayar 54.736.945 54.736.945 56.917.886 56.917.886
Utang bank 90.516.535 90.516.535 85.729.859 85.729.859
Utang terjamin 950.220.783 950.220.783 947.993.134 947.993.134 Bagian lancar atas liabilitas
jangka panjang:
Utang kredit pembiayaan 28.220 28.220 41.718 − Liabilitas keuangan
jangka pendek lainnya 7.922.661 7.922.661 5.350.242 5.350.242 Liabilitas Jangka Panjang:
Utang tidak terjamin dan
wesel bayar 25.791.759 25.791.759 25.024.969 22.336.237
Pinjaman modal kerja 23.195.000 23.195.000 23.570.000 21.603.828
Utang kredit pembiayaan 80.050 80.050 67.977 67.977
Jumlah liabilitas keuangan 1.162.841.412 1.162.841.412 1.156.682.498 1.151.985.876 Instrumen keuangan jangka pendek dengan jatuh tempo satu (1) tahun atau kurang (kas dan setara kas, piutang usaha, piutang lain-lain, aset keuangan lancar lainnya, utang usaha, biaya yang masih harus dibayar, liabilitas keuangan lancar lainnya). Nilai tercatat dari aset dan liabilitas keuangan ini dipertimbangkan telah mendekati nilai wajarnya karena merupakan jangka pendek.
Estimasi Nilai Wajar (Lanjutan)
Instrumen keuangan jangka panjang dengan jatuh tempo lebih dari satu (1) tahun. Nilai wajar dari aset dan liabilitas keuangan ini diperhitungkan dengan menggunakan diskonto arus kas di masa yang akan datang dengan menggunakan tingkat suku bunga yang dapat diobservasi pada pasar dari transaksi instrumen dengan kondisi, risiko kredit dan waktu jatuh tempo yang sama.
Berdasarkan tingkatan nilai wajar yang berbeda-beda, tabel dibawah ini merupakan aset dan liabilitas keuangan Perusahaan dan Entitas Anak yang diukur pada nilai wajar pada tanggal 31 Desember 2016 dan 2015:
30 September 2017
Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Jumlah
US$ US$ US$ US$
Aset Keuangan: Aset Lancar:
Kas dan setara kas − 28.04.431 − 28.04.431
Piutang usaha, bersih − 41.741.804 − 41.741.804
Piutang lain-lain, bersih − 2.389.211 − 2.389.211
Aset keuangan lancar lainnya − 6.003.649 − 6.003.649 Aset tidak lancar:
Piutang non-usaha − − 38.962.688 38.962.688
Aset keuangan tidak lancar
Lainnya − − 997.722 997.722
Jumlah aset keuangan − 52.939.095 39.960.409 92.899.504 Liabilitas keuangan:
Liabilitas Jangka Pendek:
Utang usaha − 10.349.459 − 10.349.459
Biaya yang masih harus dibayar − 54.736.945 − 54.736.945
Utang bank − 90.516.535 − 90.516.535
Utang terjamin − 950.220.783 − 950.220.783
Bagian lancar atas liabilitas jangka panjang:
Utang kredit pembiayaan − 28.220 − 28.220
Liabilitas keuangan
jangka pendek lainnya − 7.922.661 − 7.922.661
Liabilitas Jangka Panjang: Utang tidak terjamin dan
wesel bayar − 25.791.759 − 25.791.759
Pinjaman modal kerja − 23.195.000 − 23.195.000
Utang kredit pembiayaan − 80.050 − 80.050
Estimasi Nilai Wajar (Lanjutan)
31 Desember 2016
Tingkat 1 Tingkat 2 Tingkat 3 Jumlah
US$ US$ US$ US$
Aset Keuangan: Aset Lancar:
Kas dan setara kas − 3.468.469 − 3.468.469
Piutang usaha, bersih − 31.584.686 − 31.584.686
Piutang lain-lain, bersih − 3.032.953 − 3.032.953
Aset keuangan lancar lainnya − 5.906.063 − 5.906.063 Aset tidak lancar:
Piutang non-usaha − − 39.574.362 39.574.362
Aset keuangan tidak lancar
Lainnya − − 998.945 998.945
Jumlah aset keuangan − 43.992.171 40.573.307 84.565.478 Liabilitas keuangan:
Liabilitas Jangka Pendek:
Utang usaha − 11.986.713 − 11.986.713
Biaya yang masih harus dibayar − 56.917.886 − 56.917.886
Utang bank − 85.729.859 − 85.729.859
Utang terjamin − 947.993.134 − 947.993.134
Bagian lancar atas liabilitas jangka panjang:
Utang kredit pembiayaan − − − −
Liabilitas keuangan
jangka pendek lainnya − 5.350.242 − 5.350.242
Liabilitas Jangka Panjang: Utang tidak terjamin dan
wesel bayar − 22.336.237 − 22.336.237
Pinjaman modal kerja − 21.603.828 − 21.603.828
Utang kredit pembiayaan − 67.977 − 67.977
Jumlah liabilitas keuangan − 1.151.985.876 − 1.151.985.876 Tabel dibawah ini merupakan mutasi dari instrumen tingkat 3:
Piutang jangka Aset panjang Keuangan
Kepada Tidak lancar Utang
Pihak berelasi Lainnya Terjamin Jumlah
US$ US$ US$ US$
Saldo awal 19.574.180 998.944 (947.993.134) (927.420.010)
Keuntungan (kerugian)
selisih kurs, bersih (81.245) (1.222) (2.227.649) (2.310.116)
Pelunasan biaya proses − − − −
Manajemen risiko permodalan
Tujuan Perusahaan dan Entitas Anak dalam pengelolaan permodalan adalah untuk mempertahankan kelangsungan usaha Perusahaan dan Entitas Anak guna memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan manfaat kepada pemangku kepentingan lainnya serta mengelola struktur modal yang optimal untuk meminimalisasi biaya modal yang efektif. Perusahaan dan Entitas Anak mengkaji dan mengelola struktur modal secara aktif dan berkala untuk memastikan struktur modal dan pengembalian kepada pemegang saham sudah optimal dengan mempertimbangkan kebutuhan modal di masa depan dan defisiensi modal dari Perusahaan dan Entitas Anak, serta memproyeksikan tingkat keuntungan, arus kas bersih dari operasional, belanja modal dan kesempatan investasi yang strategis. Dalam rangka mempertahankan atau menyesuaikan struktur permodalan, Perusahaan dan Entitas Anak selalu menyesuaikan jumlah saham baru yang diterbitkan serta menambah/mengurangi jumlah utang dari waktu ke waktu.
Konsisten dengan entitas lain dalam industri yang sama, Perusahaan dan Entitas Anak memonitor permodalan berdasarkan gearing ratio. Gearingratio per tanggal 30September 2017 dan31 Desember 2016adalah sebagai berikut: