LKBUN KPPN Kanwil DJPBN
ARUS KAS DARI AKTIVITAS NON ANGGARAN Kas bersih dari
C. PENJELASAN ATAS POS-POS NERACA
C.2. PENJELASAN PER POS NERACA
C.2.26. Aset Lainnya
Jumlah Aset Lainnya per 31 Desember 2011 dan 31 Desember 2010 sebesar
Rp396.395.120.896.028,00 dan Rp226.221.897.077.419,00 merupakan saldo Dana
yang Dibatasi Pengunaannya (restricted assets) dan Aset Lain-lain. Rincian Aset Lainnya adalah sebagai berikut (dalam Rp):
Uraian 31 Desember 2011
(Audited)
31 Desember 2010
(Audited)
Dana yang Dibatasi
Penggunaannya 25.532.966.560.780 35.331.330.423.750 Aset Tak Berwujud 23.734.946.611 195.507.528.235 Dana Penerusan
Pinjaman 46.540.275.969.108 2.080.560.968.499 Dana Kelolaan BLU Yang
Belum Digulirkan 19.320.332.310.233 17.065.866.677.075 Tagihan Tuntutan
Perbendaharaan/TGR 0 14.477.928 Aset KKKS 150.508.980.296.216 Digabung ke Aset Lain-lain Aset Eks BPPN 67.543.984.466.405 Digabung ke Aset Lain-lain Piutang Jangka Panjang 2.978.489.535.491 Digabung ke Aset Lain-lain Aset Lain-lain 69.183.911.800.819 171.548.617.001.932 Aset Lainnya pada Unit
Pemerintah Lainnya 14.762.445.010.365 0
Jumlah 396.395.120.896.028 226.221.897.077.419
Tabel C39. Rincian Aset Lainnya per 31 Desember 2011 dan 31 Desember 2010
Dana yang Dibatasi Penggunaannya
Saldo Dana yang Dibatasi Pengunaannya per 31 Desember 2011 dan 31 Desember 2010 sebesar Rp25.532.966.560.780,00 dan Rp35.331.330.423.750,00. Rincian Dana yang Dibatasi Penggunaannya dapat dijelaskan sebagai berikut:
Uraian 31 Desember 2011 31 Desember 2010
1. Rekening Cadangan 21,576,465,725,102 31,077,734,977,042
2. Aset Bersih Bapertarum 0 3,551,726,799,482
3. 999.03 3,643,972,716,732
4. 999.04 0 0
5. 999.08 6,367,305,761 135,622,745,537
6. Escrow Bank Mutiara 156,694,824,182 155,364,266,014
7. Rekening Retur 0 410,881,635,675
8. Reklas dari RPL (Dit. PKN)
149,465,989,003
Jumlah 25,532,966,560,780 35,331,330,423,750
Tabel C40. Rincian Dana yang Dibatasi Penggunaannya per 31 Desember 2011 dan 31 Desember 2010
a. Rekening Cadangan sebesar Rp21.576.465.725.102,00 merupakan rekening yang digunakan untuk menampung sisa anggaran belanja yang terdiri dari:
Uraian 31 Desember 2011 31 Desember 2010
Rekening Cadangan Pembangunan Hutan
4,546,878,110,595 4,546,878,110,596
Rekening Cadangan Subsidi/PSO (BA 999.07)
7,523,846,941,346 16,767,875,871,035
Rekening Cadangan DBH (999.05) 9,505,740,673,161 8,374,050,605,673 Cadangan Penyediaan Sarana dan
Prasarana Pengalihan Minyak Tanah ke LPG
0 1,388,930,389,738
Jumlah 21,576,465,725,102 31,077,734,977,042
Tabel C41. Rincian Rekening Cadangan per 31 Desember 2011 dan 31 Desember 2010
• Rekening Cadangan Pembangunan Hutan, adalah rekening milik Menteri
Keuangan c.q Direktur Jenderal Perbendaharaan yang digunakan untuk menampung sisa dana reboisasi setiap tahun dari bagian pemerintah pusat setelah dikurangi alokasi ke Departemen Kehutanan. Dana yang terdapat dalam rekening cadangan pembangunan hutan per 31 Desember 2011 sebesar Rp.4.546.878.110.595,00 terdiri dari Dana Cadangan Pembangunan Hutan (No. Rek 032901018233403) sebesar Rp4.379.017.301.000,00 dan Dana Reboisasi (No. Rek 032901018232407) sebesar Rp167.860.809.595,00.
• Rekening Cadangan Subsidi, adalah rekening milik Menteri Keuangan c.q.
Direktur Jenderal Anggaran (BA 999.07) yang digunakan untuk menampung sisa pagu DIPA subsidi/PSO yang belum dapat dicairkan karena belum didukung oleh bukti-bukti yang sah. Aset yang Dibatasi Penggunaannya dari Rekening Cadangan Subsidi adalah jumlah dana cadangan belanja subsidi/PSO tahun 2011 yang dicairkan, sebagaimana tabel berikut:
N o Je n is Su b s id i/P SO D an a C ad an g an D an a Y an g D ic airkanS is a D an a C ad an g an 1 S ub s id i L is trik 284.141.726.597 284.141.726.597 -2 S ub s id i B B M Je nis P re m ium 33.101.320.803 31.666.361.825 1.434.958.978 3 S ub s id i B B M Je nis S o la r 112.845.701.482 110.794.727.694 2.050.973.788 4 S ub s id i B B M Je nis M inya k T a na h 249.585.387.648 238.206.878.679 11.378.508.969 5 S ub s id i L P G 348.690.214.595 348.690.214.595 -6 S ub s id i P up uk 3.344.529.740.510 2.250.517.999.430 1.094.011.741.080 7 S ub s id i B e nih 60.942.296.990 38.607.101.708 22.335.195.282 8 S ub s id i/P S O P T P o s Ind o ne s ia 64.260.500.000 64.260.500.000 -9 S ub s id i/P S O P T P E L NI 136.752.505.000 124.457.849.390 12.294.655.610 10 S ub s id i/P S O P T K A I 159.902.285.000 152.468.942.728 7.433.342.272 11 S ub s id i P a ng a n 4.100.839.284.800 3.880.034.638.700 220.804.646.100 Ju m lah 8.895.590.963.425 7.523.846.941.346 1.371.744.022.079
Tabel C42. Rincian Dana Cadangan Subsidi/PSO Tahun 2011
Dana yang Dibatasi Penggunaannya per 31 Desember 2011 sebesar Rp7.523.846.941.346,00 merupakan dana cadangan subsidi yang dicairkan, dan sisa dana cadangan sebesar Rp1.371.744.022.079,00 adalah jumlah yang disetorkan kembali ke Kas Negara.
• Rekening Cadangan Dana Bagi Hasil sebesar Rp9.505.740.673.161,00 berasal dari jumlah dana cadangan DBH SDA TA 2011 yang sudah menjadi hak daerah dan dipindahbukukan dari rekening Dana Cadangan ke RKUD. Dana cadangan dimaksud pada bulan Februari 2011 telah dipindahbukukan ke daerah berdasarkan surat Dirjen Perimbangan Keuangan nomor S-94/PK/2012 dan S-95/PK/2012 tanggal 13 Februari 2012 sebesar Rp9.505,74 miliar. Atas sisa dana cadangan sebesar Rp393,90 miliar telah dikembalikan ke RKUN sesuai dengan surat Dirjen Perbendaharaan nomor 1934/PB/2012 dan S-1936/PB/2012 tanggal 28 Februari 2012 sekaligus menutup rekening dana cadangan dan akan dicatat sebagai pos pendapatan pada LKTD TA 2012.
b. Aset Bersih Bapertarum per 31 Desember 2011 dan 31 Desember 2010 sebesar Rp0,00 dan Rp3,551,726,799,482,00. Untuk tahun 2011 Bapertarum disajikan dalam Catatan Penting Lainnya.
c. Aset BA 999.03 sebesar Rp3.643.972.716.732,00 merupakan dana-dana yang terdiri dari:
a. Dana pada rekening kementerian Lingkungan Hidup terkait dengan program dana bergulir Debt Nature Swap pada Kementerian Lingkungan Hidup sebesar Rp24.911.006.843,00.
b. Dana pengembangan pendidikan nasional sebesar Rp3.617.700.000.000,00
c. Setoran dividen PT. Sarinah sebesar Rp1.361.709.889,00
d. Aset BA 999.08 sebesar Rp6.367.305.761,00 merupakan dana devisi berupa L/C pada Kementerian Pertahanan TA 2011 yang belum dicairkan oleh pihak ketiga, dengan rincian sebesar 702.173,11 USD dengan kurs 9.068,00.
e. Rekening escrow sebesar Rp156.694.824.182,00 merupakan Rekening escrow pada rekening No.1022-000320250-001 atas nama Dirjen Anggaran yang berada di Bank Mutiara (dulu Bank Century) yang setara dengan USD17,279,976.20. Rekening tersebut digunakan untuk menampung hibah dari Pemerintah Amerika Serikat.
f. Reklasifikasi dari Rekening Pemerintah Lainnya sebesar Rp149.465.989.003,00 terdiri dari:
No. Rekening Nama Rekening Saldo 31 Des 2011
500.000003980 Rekening Menkeu Penerimaan Penerbitan SBN
83.469.078.439
602.074411980 Rekening Depkeu untuk menampung Hibah LN dalam rangka Bencana Alam Nasional dalam USD
2.572.258.804
500.000004980 Rekening Menkeu c.q. DJPBN untuk menampung Pengembalian Dana Talangan dan Pencairan Aset BPR
62.085.362.115
502.000001980 Rekening BUN untuk Obligasi dalam rangka Penjaminan
1.339.289.645
510.000239980 Rekening Khusus Menkeu karena Penjualan Saham PT.Telkom di Pasar Domestik
0
JUMLAH 149.465.989.003
Pada LKBUN Tahun 2010 saldo pada rekening-rekening tersebut merupakan bagian dari Rekening Pemerintah Lainnya.
Aset Tak Berwujud
Aset Tak Berwujud per 31 Desember 2011 dan 31 Desember 2010 sebesar Rp23.734.946.611,00 dan Rp195.507.528.235,00 merupakan nilai Aset Tak Berwujud pada satker khusus pengguna dana :
• Saldo Aset Tak Berwujud pada BA 999.07 per 31 Desember 2011 dan 31 Desember 2010 sebesar Rp0,00 dan Rp215.379.000,00. Aset Tak Berwujud tahun 2010 telah diserahterimakan dari Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan kepada Sekjen Kementerian Keuangan dengan Berita Acara Serah Terima Nomor: BAST-1/AG/2011 tanggal 6 Januari 2011.
• Saldo Aset Tak Berwujud BA 999.08 per 31 Desember 2011 dan 31 Desember 2010 sebesar Rp23.734.946.611,00 dan Rp195.292.149.235,00 merupakan nilai Aset Tak Berwujud berdasarkan neraca Kementerian/Lembaga dan Pihak Lain pengguna dana BA BUN – Belanja Lainnya (BA BUN - 999.08).
Penerusan Pinjaman
Saldo Penerusan Pinjaman per 31 Desember 2011 dan 31 Desember 2010 sebesar Rp46.540.275.969.108,00 dan Rp2.080.560.968.499,00 merupakan piutang penerusan pinjaman jangka panjang (jatuh tempo lebih dari 12 bulan) yang berasal dari perjanjian penerusan pinjaman yang ditandatangani setelah 31 Desember 2008. Penerusan pinjaman ini merupakan penerusan pinjaman kepada BUMN, BUMD, Pemda dan lainnya. Berdasarkan klasifikasi debitur, komposisi Aset Lainnya Penerusan Pinjaman adalah sebagai berikut:
No Uraian 31 Desember 2011 1 BUMN 44.093.413.855.679 2 BUMD 1.406.255.914.320 3 PEMDA 422.494.717.139 4 LAINNYA 618.111.481.970 Jumlah 46.540.275.969.108
Tabel C43. Komposisi Aset Lainnya Penerusan Pinjaman per 31 Desember 2011
Dana Kelolaan BLU Yang Belum Digulirkan
Nilai dana kelolaan BLU yang belum digulirkan per tanggal 31 Desember 2011 adalah sebesar Rp19.320.332.310.233,00. Dana kelolaan BLU yang belum digulirkan adalah dana yang dikelola oleh Badan Layanan Umum yang bersumber dari BA 999.03 atau BA BUN, yang belum digulirkan atau diinvestasikan sesuai dengan pengganggarannya.
Perubahan nilai dana kelolaan BLU yang belum digulirkan disebabkan karena:
a. Adanya penambahan anggaran dari Bagian Anggaran 999.03 pada tahun anggaran 2011, dan sampai dengan 31 Desember 2011, belum semuanya digulirkan atau diinvestasikan;
b. Adanya penambahan dana kelolaan yang berasal dari Bagian Anggaran Kementerian/Lembaga. Pada tahun 2010, dana kelolaan pada BLU yang bersumber dari Bagian Anggaran Kementerian Negara/Lembaga dilaporkan pada Laporan Keuangan Kementerian Negara/Lembaga. Mulai pelaporan pada tahun 2011, dana kelolaan pada BLU Pengelola Dana Bergulir yang berasal dari pengalihan Bagian Anggaran Kementerian Negara/Lembaga juga dilaporkan pada Laporan Keuangan BA 999.03 Tahun 2011;
Desember 2011 dana tersebut belum digulirkan atau diinvestasikan kembali Nilai dana kelolaan BLU yang belum digulirkan per 31 Desember 2011 terdapat pada BLU-BLU sebagai berikut:
No. BADAN LAYANAN UMUM NILAI DANA
KELOLAAN
1. BLU Pusat Investasi Pemerintah 10.352.269.122.760 2. BLU Bidang Pendanaan Sekretariat BPJT 3.931.335.199.836 3. BLU Pusat Pembiayaan Perumahan 2.381.863.886.849 4. BLU Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan 2.010.359.132.946
5. BLU LPDB KUKM 644.504.967.842
JUMLAH DANA KELOLAAN 19.320.332.310.233
Tabel C44. Rincian Dana Kelolaan BLU yang belum Digulirkan per 31 Desember 2011
Dana kelolaan pada masing-masing BLU dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. Dana Kelolaan pada BLU Pusat Investasi Pemerintah (PIP)
Dana kelolaan pada BLU Pusat Investasi Pemerintah per 31 Desember 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp10.352.269.122.760,00 dan Rp12.878.500.000.000.
Dana kelolaan pada BLU PIP merupakan dana investasi yang telah diterima PIP dari Bagian Anggaran 999.03 atau BA BUN. Sejak tahun 2006, PIP telah menerima anggaran investasi pemerintah dari BA BUN atau BA 999.03 dengan nilai total sebesar Rp15.054.000.000.000,00 dengan rincian:
TAHUN JUMLAH ANGGARAN
2006 2.000.000.000.000
2007 2.000.000.000.000
2009 500.000.000.000
2010 8.427.500.000.000
2011 2.126.500.000.000
Tabel C45. Rincian Dana Kelolaan BLU pada PIP Tahun 2006-2011
Atas dana yang telah diterima oleh PIP tersebut, sebesar Rp4.701.776.528.784,00 telah diinvestasikan atau disalurkan kepada pihak ketiga dan dicatat sebagai investasi non permanen pada neraca Laporan Keuangan BA 999.03. Sisa dana sebesar Rp10.352.269.122.760,00 merupakan dana yang belum diinvestasikan dan dicatat sebagai dana kelolaan pada Laporan Keuangan BA 999.03.
NO. NAMA BANK JUMLAH (Rp)
1. Giro di Bank BRI (RIDI) 953.471.216
2. Giro di Bank BRI (Geothermal) 500.000.000
3. Giro Dollar AS di Bank BRI* 1.815.651.544
4. Deposito BRI (9 Bilyet) 4.245.000.000.000
5. Deposito Bank Mandiri (5 Bilyet) 2.086.000.000.000
6. Deposito BTN (5 Bilyet) 800.000.000.000
7. Deposito BNI (4 Bilyet) 698.000.000.000
8. Deposito Bank Bukopin (8 Bilyet) 1.215.500.000.000 9. Deposito Bank Sumut (1 Bilyet) 458.500.000.000 10. Deposito Bank BJB (2 Bilyet) 575.000.000.000 11. Deposito Bank Bukopin Syariah (1 Bilyet) 10.000.000.000 12. Deposito Bank Muamalat (3 Bilyet) 252.000.000.000 13. Deposito Bank Nagari (1 Bilyet) 9.000.000.000
JUMLAH 10.352.269.122.760
Tabel C46. Rincian Penempatan Dana Kelolaan BLU pada PIP
Keterangan:
*Disesuaikan dengan kurs tanggal neraca
Terdapat kenailkan dana kelolaan sebesar Rp45.651.544,00, yang diakibatkan oleh kenaikan nilai dana kelolaan dalam mata uang Dollar AS, yang disesuaikan kurs tengah BI pada tanggal neraca.
2. Dana Kelolaan pada BLU Bidang Pendanaan Sekretariat BPJT
Dana kelolaan pada BLU Bidang Pendanaan Sekretariat BPJT per 31 Desember 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp3.931.335.199.836,00 dan Rp834.357.792.711,00.
BLU Bidang Pendanaan Sekretariat BPJT menerima anggaran dana bergulir dari BA 999.03 pada tahun 2010 dan 2011 dengan nilai total Rp6.150.000.000.000,00. Atas anggaran pembiayaan tersebut, sebesar Rp2.218.664.800.164,00 telah digulirkan dan dicatat sebagai dana bergulir pada neraca Laporan Keuangan BA 999.03 Tahun 2011.
Rincian penempatan dana kelolaan pada BLU Bidang Pendanaan Sekretariat BPJT adalah:
NO. NAMA BANK JUMLAH (Rp)
1. Giro Bank Mandiri Acc. No. 126-00-0 481 9396 7.556.478.929 2. Giro BRI Acc. No. 00000193-01-000751-30-3 20.723.449.446 3. Giro BNI Acc. No. 5522522235 10.055.271.461
4. Deposito Bank Mandiri 965.000.000.000
5. Deposito BNI 150.000.000.000
6. Deposito BTN 200.000.000.000
7. Deposito BRI 2.325.000.000.000
8. Deposito BRI Syarian 253.000.000.000
JUMLAH 3.931.335.199.836
Tabel C47. Rincian Penempatan Dana Kelolaan BLU pada BLU Bidang Pendanaan Sekretariat BPJT
3. Dana Kelolaan pada BLU Pusat Pembiayaan Perumahan
Dana kelolaan pada BLU Pusat Pembiayaan Perumahan per 31 Desember 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp2.381.863.886.849,00 dan Rp2.436.216.185.364,00. BLU Pusat Pembiayaan Perumahan menerima anggaran dana bergulir dari BA 999.03 pada tahun 2010 dengan nilai total sebesar Rp6.254.649.000.000,00. Atas anggaran tersebut, sebesar Rp3.872.785.113.151,00 telah digulirkan dan dicatat sebagai dana bergulir pada neraca Laporan Keuangan BA 999.03 Tahun 2011. Sisa alokasi anggaran sebesar Rp2.381.863.886.849,00, termasuk pengembalian pokok dana bergulir yang belum digulirkan kembali dicatat sebagai dana kelolaan pada BLU yang belum digulirkan. Rincian penempatan dana kelolaan pada BLU pusat pembiayaan perumahan adalah sebagai berikut:
No Bank Nama/No.Rekening Saldo
1 BTN Dana Kelolaan 00001-01-30-000777-8 26.752.277
2 BTN SYARIAH Dana Kelolaan 7011001975 7.102.056
3 BUKOPIN Dana Kelolaan BLU PPP 1022717011 2.288.473
4 MANDIRI Dana Kelolaan 119-00-2000150-7 1.000.000
5 BANK RIAU KEPRI Dana Kelolaan 101-11-00103 276.732.600
6 BANK RIAU KEPRI
SYARIAH
Dana Kelolaan 88-00-30000-0 1.000.000
7 BANK SUMUT Dana Kelolaan 350.01.06.000004-0 1.271.785.664
8 BANK SUMUT
Syariah
Dana Kelolaan 610.01.06.000002-0 350.687.250
9 BANK Kaltim Dana Kelolaan 0011100244 1.891.413.500
10 BANK Sumsel Babel Dana Kelolaan 1703020010 103.107.449
11 BANK NTT Dana Kelolaan 01601.01.000001-0 88.564.652
12 BANK DIY Dana Kelolaan 001111001168 51.889.700
13 BNI Dana Kelolaan 1122223319 196.334.003
14 BUKOPIN BLU PPP 2010149132 660.000.000
15 BUKOPIN BLU PPP 2410100002 1.049.220.000.000
16 BTN Pemimpin BLU Kemenpera 00001-01-40-013281-3 404.960.000.000
17 BTN Pemimpin BLU Kemenpera 00001-01-40-013175-2 1.670.000.000
18 BTN Pemimpin BLU Kemenpera 00001-01-40-013134-6 8.870.000.000
19 BTN SYARIAH Pemimpin BLU Kemenpera SY55297 260.790.000.000
20 BTN SYARIAH Pemimpin BLU Kemenpera SY55255 1.460.000.000
21 MANDIRI Pemimpin BLU Kemenpera 126-02-0473767-9 100.000.000.000
22 MANDIRI Pemimpin BLU Kemenpera 126-02-0473713-3 50.000.000.000
23 BNI Pemimpin BLU Kemenpera 0235204156 500.000.000.000
TOTAL 2.381.898.657.623
Pendapatan dari pengelolaan kas rekening Dana Kelolaan 34.770.774
Saldo Total 2.381.863.886.849
Tabel C48. Rincian Penempatan Dana Kelolaan BLU pada BLU Pusat Pembiayaan
(Rincian dana kelolaan tersebut diatas termasuk pengembalian pokok, bunga dan jasa giro Bank)
4. Dana Kelolaan pada BLU Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan
Dana kelolaan pada BLU Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan per 31 Desember 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp2.010.359.132.946,00 dan Rp620.982.699.000,00.
Perubahan nilai dana kelolaan pada BLU Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan disebabkan adanya peralihan pelaporan atas alokasi dana bergulir yang bersumber dari Bagian Anggaran Kementerian Kehutanan sebesar Rp1.393.600.000.000,00. Pada pelaporan tahun 2010, dana kelolaan dan dana bergulir yang bersumber dari Bagian Anggaran Kementerian Kehutanan dicatat dan dilaporkan pada Laporan Keuangan Kementerian Kehutanan. Mulai pelaporan tahun 2011, dana kelolaan dan dana bergulir yang bersumber dari Bagian Anggaran Kementerian Kehutanan telah dilaporkan pada Laporan Keuangan BA 999.03, baik di tingkat Badan Layanan Umum, maupun ditingkat Unit Akuntansi Pembantu Bendahara Umum Negara.
sebesar Rp1.393.600.000.000,00, sejak awal pencairannya sudah termasuk dalam pengelolaan BLU Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan.
Dana kelolaan pada BLU Pusat Pembiayaan Pembangunan Hutan ditempatkan pada rekening BRI Cabang Kebayoran Baru, dengan nomor rekening 0193-01-000830-301.
5. Dana Kelolaan pada BLU Lembaga Pengelola Dana Bergulir KUKM
Nilai dana kelolaan pada BLU Lembaga Pengelola Dana Bergulir KUKM per 31 Desember 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebesar Rp644.504.967.842,00 dan Rp0,00.
Dana kelolaan pada BLU LPDB merupakan saldo dana rekening pokok dana bergulir sebesar Rp244.504.967.842,00 dan saldo pada rekening deposito sebesar Rp400.000.000.000,00.
Perubahan nilai dana kelolaan pada BLU Lembaga Pengelola Dana Bergulir KUKM disebabkan adanya peralihan pelaporan atas alokasi dana bergulir yang bersumber dari pengalihan dari Bagian Anggaran Kementerian Koperasi dan UKM. Pada pelaporan tahun 2010, dana yang dikelola oleh BLU LPDB KUKM telah digulirkan 100%, sehingga tidak ada dana kelolaan pada BLU LPBM KUKM.
Untuk pelaporan tahun 2011, mengingat dana bergulir yang bersumber dari pengalihan Bagian Kementerian Koperasi dan UKM telah dilaporkan pada Laporan Keuangan BA 999.03 baik di tingkat BLU dan UAPBUN, terdapat peningkatan dana kelolaan pada BLU LPDB KUKM, sehingga menjadi Rp644.504.967.842,00. Pada prinsipnya, dana kelolaan pada LPDB KUKM tersebut merupakan pengembalian atas pokok yang telah digulirkan sebelumnya. Dana kelolaan tersebut akan digulirkan kembali oleh BLU LPDB KUKM pada Tahun anggaran 2012.
Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/TGR
Jumlah Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi per 31 Desember 2011 dan 31 Desember 2010 sebesar Rp0,00 dan Rp14.477.928,00 merupakan nilai Tagihan Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi berdasarkan neraca Kementerian/Lembaga dan pihak lain pengguna dana BA BUN-Belanja Lainnya (BABUN-999.08). Tuntutan Perbendaharaan/Tuntutan Ganti Rugi tersebut terdapat pada Ditjen. Perkebunan-Kementerian Pertanian dan telah didukung SKTJM.
Aset KKKS
Aset pada KKKS sebesar Rp150.508.980.296.216,00 terdiri dari aset negara berupa tanah sebesar Rp14.362.284.169.984,00 dan aset lain non tanah sebesar Rp136.146.696.126.232,00 pada 74 KKKS.
Sesuai dengan PP No.35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, seluruh barang dan peralatan yang secara langsung digunakan dalam kegiatan usaha hulu yang dibeli kontraktor menjadi milik/kekayaan negara yang pembinaannya dilakukan oleh Pemerintah dan dikelola oleh Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu di Bidang Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS).
Dalam Production Sharing Contract (PSC) antara Pemerintah dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Migas, Pemerintah (BPMIGAS) mendapatkan barang/aset yang dibeli atau digunakan secara langsung dalam kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi serta mendapatkan bagi hasil dari hasil lifting minyak. Biaya operasi yang timbul dalam pelaksanaan kontrak PSC diganti dari hasil lifting minyak sebelum dibagi hasil antara Pemerintah dengan KKKS dengan syarat Pemerintah telah memperoleh hasil yang cukup dengan mekanisme kontraktor membayar terlebih
dahulu (menalangi) nilai pengeluaran untuk biaya operasi tersebut baru kemudian akan diberi penggantian. Penggantian biaya dimaksud disebut sebagai Cost Recovery. Berdasarkan Pasal 9 PMK Nomor 02/PMK.05/2011 tentang Pedoman Akuntansi dan Pelaporan Aset berupa Barang Milik Negara yang Berasal dari KKKS, Aset yang diperoleh sampai dengan Tahun 2010 diklasifikasikan sebagai berikut:
1. aset yang belum diserahkan namun sudah dilakukan inventarisasi dan penilaian, aset ini dicatat dalam neraca sebagai aset lainnya;
2. aset yang belum diserahkan dan belum dilakukan inventarisasi dan penilaian, aset ini tidak dicatat dalam neraca, namun diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK);
3. aset yang telah diserahkan kepada Pemerintah c.q Unit Eselon I pada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang menangani bidang minyak dan gas bumi dan sudah dilakukan inventarisasi dan penilaian, dicatat dalam neraca sebagai aset tetap atau persediaan.
Rincian aset KKKS yang disajikan pada Neraca LBUN Tahun 2011 adalah sebagai berikut: 31 Desember 2011 31 Desember 2010 (Audited) (Audited) Aset Tanah 14.362.284.169.984 13.788.358.699.984 136.146.696.126.232 54.435.971.627.007 dari 74 KKKS dari 20 KKKS Jumlah 150.508.980.296.216 68.224.330.326.991 Jenis Aset
Aset Non Tanah
Tabel C49. Aset KKKS yang disajikan pada Neraca LKTK
a. Rincian Aset berupa Tanah per 31 Desember 2011 sebesar Rp14.362.284.169.984,00 dapat dilihat pada Lampiran 15 (Lampiran 15) Nilai aset tanah ini mengalami perubahan dengan nilai aset tanah yang dilaporkan dalam Neraca LKPP Tahun 2010 dikarenakan adanya hasil IP pada tahun 2011 atas tanah yang digunakan oleh KKKS.
b. Rincian Aset non-tanah yang disajikan dalam Neraca LKPP Tahun 2011 adalah sebesar Rp136.146.696.126.232,00 dapat dilihat pada Lampiran 16 (Lampiran L16)
Terhadap aset KKKS yang telah dilakukan inventarisasi dan penilaian namun tidak disajikan dalam Neraca LKTK Tahun 2011, aset tersebut diungkapkan dalam CaLK LKTK Tahun 2011. Rincian nilai aset KKKS tersebut yaitu:
• Nilai aset sumur yang tidak digunakan
Terhadap aset sumur terdapat 2 kategori yang dapat dibedakan yaitu sumur yang masih digunakan dalam operasi dan sumur yang sudah tidak digunakan (plug and abondant). Sumur yang sudah tidak digunakan dalam operasi, nilai aset sumur yang tidak digunakan dikeluarkan dari nilai aset non tanah yang disajikan pada Neraca LKTK Tahun 2011. Total nilai aset sumur yang tidak digunakan per 31 Desember 2011 adalah sebanyak 623 sumur dengan nilai wajar Rp1.119.972.096.205,00. Nilai aset sumur yang tidak digunakan dan belum dapat diperoleh keyakinan memadai atas status penggunaannya adalah sebagai berikut:
Jumlah KKKS Jumlah Aset Nilai Perolehan (USD) Nilai Wajar (Rp)
• Aset Subsequent Expenditure
Asset KKKS yang merupakan subsequent expenditure sebanyak 13.897 item dengan nilai Rp44.345.555.350.377,00:
Jumlah KKKS Jumlah Aset Nilai Perolehan (USD) Nilai Wajar (Rp)
34 KKKS 13.897 item 8.589.430.703 44.345.555.350.377
• Aset Kondisi Rusak Berat
Aset dengan kondisi Rusak Berat sebanyak 21.505 item dengan nilai sebesar Rp1.313.308.913.398,00.
Jumlah KKKS Jumlah Aset Nilai Perolehan (USD) Nilai Wajar (Rp)
52 KKKS 21.505 item 687.264.212 1.313.308.913.398
• Aset dalam Proses Penghapusan
Aset pada KKKS Pertamina Hulu Eenergi West Madura Offshore (dh. Kodeco Energy) senilai Rp927.406.395,00 dalam proses penghapusan.
Jumlah KKKS Jumlah Aset Nilai Perolehan (USD) Nilai Wajar (Rp)
1 KKKS 21.505 item 100.227 927.406.395
• Aset Non Tanah
Terdapat Aset Non Tanah sejumlah 4.536 item sebelumnya dilaporkan dengan nilai Rp0,00 (nol Rupiah). Setelah diverifikasi ulang dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Sejumlah 3.866 aset dengan nilai wajar nol Rupiah dikeluarkan dari neraca.
Jumlah KKKS Jumlah Aset
1 KKKS 21.505item
b. sejumlah 670 item mempunyai nilai wajar Rp11.802.408.437.340,00, dari nilai wajar tersebut dicatat pada Neraca sejumlah 302 item dengan nilai Rp10.419.955.221.177,00 dan sisanya dicatat dalam CaLK dengan nilai Rp1.382.453.216.163,00
Jumlah KKKS Jumlah Aset Nilai Perolehan (USD) Nilai Wajar (Rp)
8 KKKS 302 item 1.156.266.046 10.419.955.221.177
Jumlah KKKS Jumlah Aset Nilai Perolehan (USD) Nilai Wajar (Rp)
5 KKKS 368 item 247.853.133 1.382.453.216.163
• Aset Perolehan di atas Tahun 2011
Terdapat aset perolehan tahun 2011 senilai USD2,383,329,180 belum dimasukkan dalam Neraca.
Jumlah KKKS Nilai Perolehan (USD)
52 KKKS 2.383.329.180
• Aset dengan Nilai Wajar Negatif
Aset dengan nilai negatif sejumlah 209 item dengan nilai perolehan negatif sebesar USD24,019,980 yang merupakan koreksi atas nilai perolehan aset.
(jumlah aset dengan nilai perolehan negatif pada awalnya adalah 217 item dengan nilai sebesar USD24,860,419 telah dikurangi dengan nilai aset yang masuk dalam kategori Subsequent Expenditures sejumlah 8 item dengan nilai perolehan USD840,439.
Jumlah KKKS Jumlah Aset Nilai Perolehan (USD)
4 KKKS 209 item (24.019.980)
Aset dengan nilai wajar negatif yang telah dicatat pada aset subsequent expenditure adalah sebagai berikut:
Jumlah KKKS Jumlah Aset Nilai Perolehan (USD)
2 KKKS 8 item (840.439)
• Masih terdapat aset yang belum ditemukan/belum di IP dengan nilai perolehan sebesar USD2,339,179,601.
• Nilai aset KKKS yang disajikan dalam Neraca dan CaLK tidak memperhitungkan PPN
Rincian Sumur Tidak Digunakan, Subsequent Expenditure, Aset Rusak Berat, Aset dalam Proses Penghapusan pada KKKS Tahun 2011 dapat dilihat pada Lampiran 17 (halaman L17)
Aset Eks BPPN
Aset Lainnyayang berasal dari Tim Koordinasi (Aset Eks BPPN) merupakan Aset Lain-lain yang berasal dari Tim Koordinasi sebesar Rp67.543.984.466.405,00 (termasuk aset dengan nilai matauang asing setelah dikonversi dengan kurs tengah per 30 Desember 2011) merupakan aset eks BPPN yang berada dalam pengelolaan Kementerian Keuangan yang terdiri dari aset kredit, Penyelesaian Kewajiban Pemegang Saham (PKPS), aset properti, aset nostro, dan aset inventaris. Dalam tahun 2011 dilakukan inventarisasi, verifikasi, dan penilaian terhadap aset kredit dan aset properti eks BPPN.
Jumlah dan nilai aset kredit yang disajikan didasarkan pada data Sistem Aplikasi Pengganti Bunisys (SAPB) dan dokumen kredit berupa perjanjian kredit, perjanjian penjaminan, dan/atau dokumen lain, atau disebut juga Asset Transferred Kit (ATK). Dari hasil inventarisasi aset kredit di tahun 2011, diperoleh sejumlah dokumen kredit dengan nilai sebesar Rp21.961.761.870.391,00 (termasuk nilai matauang asing setelah dikonversi dengan kurs tengah per 30 Desember 2011), atau disebut juga Non-Asset Transferred Kit (Non-ATK). Atas nilai Non-ATK tersebut, belum/tidak dimasukkan sebagai aset eks BPPN di neraca.
Kebijakan pengelolaan aset kredit dilaksanakan dengan menyerahkan pengurusan piutang kepada Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN). Pengurangan jumlah dan nilai aset kredit disebabkan oleh pembayaran/pelunasan atau pengembalian yang disebabkan debitor sudah lunas sebelum diserahkan ke Kementerian Keuangan cq. DJKN, sedangkan penambahannya disebabkan oleh hasil inventarisasi dan penilaian. Tagihan PKPS sebesar Rp29.606.876.725.368,00 merupakan piutang BPPN yang timbul sehubungan dengan kewajiban eks PSP BBO dan BBKU berdasarkan