• Tidak ada hasil yang ditemukan

LKBUN KPPN Kanwil DJPBN

ARUS KAS DARI AKTIVITAS NON ANGGARAN Kas bersih dari

C. PENJELASAN ATAS POS-POS NERACA

C.2. PENJELASAN PER POS NERACA

C.2.10. Piutang Bukan Pajak

Piutang Bukan Pajak merupakan piutang pada Belanja Subsidi (BA 999.07), Belanja Lain-Lain (BA 999.08), PT PPA (DJKN) dan BA 999.99. Piutang Bukan Pajak per 31 Desember 2011 dan 31 Desember 2010 sebesar Rp6.089.364.104.459,00 dan

Rp5.578.050.453.631,00. Piutang tersebut merupakan semua hak atau klaim terhadap

pihak lain atas uang, barang atau jasa yang dapat dijadikan kas dan belum diselesaikan pada akhir tahun anggaran serta diharapkan dapat diterima dalam jangka waktu tidak lebih dari satu tahun terdiri dari:

Debitur 31 Desember 2011

(Audited)

31 Desember 2010

(Audited)

Piutang Subsidi (BA 999.07) 878,939,094,800 960,768,242,276 Piutang Belanja Lain-Lain (BA 999.08) 7,438,160,200 167,584,222,817 Piutang Deviden (BA 999.03) 54,914,355,161 169,176,974,099 Piutang pada PT PPA 0 2,121,512,481 Piutang pada BA 999. 99 5,148,072,494,298 4,278,399,501,958

Jumlah 6,089,364,104,459 5,578,050,453,631

Tabel C9. Rincian Piutang Bukan Pajak per 31 Desember 2011(Audited) dan 31 Desember 2010 (Audited)

1. Piutang Subsidi pada BA 999.07 sebesar Rp878.939.094.800,00 merupakan piutang pada:

a. Kementerian Keuangan

Piutang Bukan Pajak TA 2011 sebesar Rp385.103.724.199,00 (387.038.918.793,00 x 5 permil) sedangkan per 31 Desember 2010 sebesar Rp34.178.206,00. Piutang Bukan Pajak tersebut berasal dari :

a) Kelebihan bayar atas subsidi minyak tanah (Pertamina) berdasarkan hasil audit BPK RI TA 2010 sebesar Rp.34.007.315,00 (Rp34.178.206,00 x 5 permil), dan

b) Kelebihan pembayaran subsidi BBM berdasarkan hasil audit BPK RI TA 2011 sebesar Rp.385.069.716.884,00 (Rp387.004.740.587,00 x 5 permil). b. Kementerian Pertanian

Piutang Bukan Pajak TA 2011 sebesar Rp56.503.034.319,00 (Rp56.786.969.165,00 x 5 permil) sedangkan per 31 Desember 2010 (Audited) sebesar Rp800.682.649.113,00 sehingga Piutang Bukan Pajak TA 2011 mengalami penurunan nilai Piutang Bukan Pajak Senilai Rp744.179.614.794,00 atau 92,94 persen dari tahun sebelumnya.

Saldo Piutang Bukan Pajak Senilai Rp.800.682.649.113,00 tahun 2010 terdiri dari :

1. Nilai Piutang Bukan Pajak Senilai Rp3.944.589.933,00 merupakan piutang dari PT.Sang Hyang Seri (SHS) berdasarkan temuan BPK atas pemeriksaan Laporan Keuangan Kementerian Pertanian TA 2009 yang menyebutkan bahwa terdapat kelebihan pembebanan bunga bank atas kegiatan penyaluran Bantuan Langsung Pupuk (BLP) TA 2009 oleh PT.SHS dalam perannya menjalankan Public Service Obligation (PSO). Atas Piutang Bukan Pajak Senilai Rp3.944.589.933,00 telah dilakukan penyelesaian penyetoran ke Kas Negara pada tanggal 10 Maret 2011 2. Kelebihan bayar atas Subsidi Pupuk berdasarkan hasil audit BPK TA

2010 Senilai Rp796.738.059.180,00 yang terdiri dari :

• PT. Pupuk Sriwijaya Senilai Rp431.556.392.538,00

• PT. Pupuk Kujang Senilai Rp 11.797.627.295,00

• PT. Pupuk Iskandar Muda Senilai Rp 47.520.057.993,00

• PT. Petrokimia Gresik Senilai Rp305.863.981.354,00

Nilai temuan hasil audit BPK terhadap kelebihan pembayaran subsidi pupuk tahun 2010 tersebut termasuk PPN/Pajak, dimana PPN tersebut telah dipungut oleh Bendahara Pengeluaran Ditjen Tanaman Pangan selaku Wajib pungut PPN tahun 2010, sehingga BUMN Operator hanya menyetor nilai setelah dikurangi pajak.

Sampai dengan 31 Desember 2011 Perusahaan yang telah menyetor kelebihan pembayaran subsidi pupuk tahun 2010 adalah:

BUMN Nilai Temuan (Rp) Nilai Pajak (Rp) Nilai Setoran (Rp) PT Pupuk Sriwijaya 431,556,392,538 39,232,399,322 392,323,993,215 PT Pupuk Kujang 11,797,627,295 1,072,511,572 10,725,115,722 PT Petrokimia Gresik 305,863,981,354 27,805,816,487 278,058,164,867 PT Pupuk Iskandar

Muda 47,520,057,993 4,320,005,272 belum setor

Jumlah 796,738,059,180 72,430,732,653 681,107,273,804 Tabel C10. Rincian Setoran Pengembalian Kelebihan Pembayaran Subsidi

Pupuk per 31 Desember 2010 (Audited)

*) PT. Pupuk Iskandar Muda baru melakukan penyetoran bulan Februari 2012.

Piutang Bukan Pajak senilai Rp56.786.969.165,00 terdiri dari :

1) Sebesar Rp43.200.052.721,00 yang merupakan temuan hasil audit BPK terhadap kelebihan pembayaran subsidi pupuk tahun 2010 PT PIM.

2) Sebesar Rp13.586.916.444,00 yang merupakan temuan hasil Audit BPK tahun 2011 terhadap kelebihan pembayaran subsidi pupuk dan subsidi benih yaitu :

• Kelebihan pembayaran subsidi pupuk kepada PT Pupuk Kujang Senilai Rp4.509.000.848,00 termasuk pajak senilai Rp450.900.085,00 sehingga penyajian piutang subsidi adalah senilai Rp4.058.100.763,00 (Rp4.509.000.848,00-Rp450.900.085,00).

• Kelebihan pembayaran subsidi benih kepada PT Sang Hyang Seri Senilai Rp6.981.082.625,00.

• Kelebihan pembayaran subsidi benih kepada PT Pertani Senilai Rp2.547.733.055,00.

c. Perum Bulog

Piutang Bukan Pajak TA 2011 pada Perum Bulog sebesar Rp432.937.640.808,00 (Rp435.113.206.842,00 x 5 permil) sedangkan per 31 Desember 2010 sebesar Rp0,00. Piutang tersebut berasal dari kelebihan pembayaran atas subsidi pangan berdasarkan hasil audit BPKTahun 2011.

2. Piutang pada BA 999.08 sebesar Rp7.438.160.200,00 merupakan

piutang pada:

BA Pel Uraian BA Pel 31 Des 2011 31 Des 2010

012 Kementerian Pertahanan 0 143,436,552,574

015 Kementerian Keuangan 0 4,977,285,621

018 Kementerian Pertanian 0 650,428

054 Badan Pusat Statistik 0 0

060 Kepolisian RI 0 86,272,164

112 Rehabilitasi dan Rekonstruksi Prov.

Sumatera Utara 0 102,967,230

402

Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam 0 139,441,600 213 Perum Bulog 7,438,160,200 18,841,053,200 7,438,160,200 167,584,222,817 Total

Tabel C11. Rincian Piutang pada BA 999.08 per 31 Desember 2011(Audited) dan 31 Desember 2010 (Audited)

Piutang Bukan Pajak pada Perum Bulog sebesar Rp7.438.160.200,00 merupakan hasil dari penjualan OPM yang disetor tahun 2012.

3. Piutang Bukan Pajak pada BA 999.03 sebesar Rp54.914.355.161,00

merupakan piutang bukan pajak atas piutang dividen BUMN yang akan dibayarkan dalam jangka waktu satu tahun ke depan. Sesuai ketentuan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 201/PMK.06/2010 tentang Kualitas Piutang Kementerian Negara/Lembaga dan Pembentukan Penyisihan Piutang Tidak Tertagih, per 31 Desember 2011, nilai piutang dividen BUMN yang dikategorikan sebagai aset lancar adalah sebesar

Rp54.914.355.161,00 dengan nilai penyisihan piutang tak tertagih sebesar Rp51.548.429.777,00 sehingga nilai netto dari piutang deviden BUMN sebesar Rp3.365.925.384,00.

Pelaporan piutang dividen BUMN pada Laporan Keuangan BA 999.03 dimulai pada Laporan Keuangan BA 999.03 Tahun 2011. Pelaporan tersebut merupakan amanat dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMK.05/2011 tentang Sistem Akuntansi Investasi Pemerintah dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 233/PMK.05/2011 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 171/PMK.05/2007 tentang Sistem Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Pusat. Pada tahun 2010, aset lancar berupa piutang penerimaan dividen BUMN dilaporkan dan disajikan pada Laporan Keuangan BA 999.99 (Transaksi Khusus).

Rincian piutang lancar dividen BUMN dan penyisihan piutang tak tertagih dapat dilihat pada Lampiran 5 (halaman 5).

4. Piutang pada BA 999.99 sebesar Rp5.148.072.494.298,00 merupakan

piutang pada:

Debitur 31 Desember 2011

(Audited)

31 Desember 2010

(Audited)

Piutang pada PT PPA 2,786,071,531 2,121,512,480 Piutang Migas 5,145,286,422,767 4,278,399,501,958

Jumlah 5,148,072,494,298 4,280,521,014,438

Tabel C12. Rincian Piutang pada BA 999.99 per 31 Desember 2011(Audited) dan 31 Desember 2010 (Audited)

a. Piutang kepada PT PPA sebesar Rp2.786.071.531,00 merupakan kewajiban PT PPA atas Hasil Pengelolan Aset (HPA) yang masih harus disetorkan kepada pemerintah dengan rincian sebagai berikut :

Uraian 31 Desember 2011 31 Desember 2010

Saldo Awal (1) 2.121.512.481 6.632.512.481

Penyesuaian Saldo Awal (2) 755.838 0

Penerimaan:

Hasil Pengelolaan Aset (HPA):

Divestasi saham yang dikelola 38.000.000.000 300.000.000.000

Dividen atas saham yang dikelola 466.040.291 7.752.000.000

Pokok dan bunga atas Aset Hak Tagih Pokok dan Bunga atas obligasi yang dikelola

156.974.861.111 116.517.000.000

Penjualan right saham 364.000.000

Penerimaan HPA lainnya 67.000.000

Jumlah HPA 195.440.901.402 424.700.000.000

Bunga dari dana HPA yg masih belum disetor

2.519.000.000

Realisasi Hasil Pengelolaan Dana-HPA 2.627.252.574

Penerimaan Pengembalian Dana Pajak 690.648.835

Jumlah Penerimaan (3) 198.758.802.811 427.219.000.000 Pengurangan:

Penggantian Biaya Aset periode berjalan 100.414.305 212.000.000

Imbalan Pengelolaan Aset periode berjalan 50.337.375.239 52.731.000.000

PPN atas Imbalan Pengelolaan Aset 5.033.737.524 5.273.000.000

PPN atas Penggantian Biaya Aset 10.041.430 21.000.000

Penggantian Biaya aset periode sebelumnya

26.026.000.000

Imbalan Kinerja 1.363.997.000 9.868.000.000

PPN Imbalan Kinerja 136.399.700 986.000.000

Tunggakan biaya/biaya aset dengan penugasan khusus

0 Jumlah Pengurangan (4) 56.981.965.198 95.117.000.000 HPA yang harus disetor ke Pemerintah

(4)=(1)+(2) +(3)-(4)

HPA yang telah disetor ke Pemerintah (5) 141.113.034.401 336.613.000.000

Jumlah HPA yang masih harus disetor

143.899.105.932 338.734.512.481

2.786.071.531 2.121.512.481

Tabel C13. Rincian Piutang kepada PT PPA per 31 Desember 2011(Audited) dan 31 Desember 2010 (Audited)

b. Piutang Migas per 31 Desember 2011 sebesar Rp5.145.286.422.767,00 terdiri dari piutang pada Pertamina sebesar Rp625.801.393.360,00 dan piutang pada perusahaan lainnya sebesar Rp4.519.485.029.407,00 merupakan saldo piutang minyak bumi dan gas bumi dari Pertamina dan perusahaan-perusahaan lainnya. Rincian Piutang Migas adalah sebagai berikut:

Uraian 31 Des 2011 31 Des 2010

1. Piutang pada Pertamina 625,801,393,360 1,315,721,773,272

2. Piutang pada Perusahaan Lainnya 4,519,485,029,407 2,962,677,728,686

Jumlah 5,145,286,422,767 4,278,399,501,958

Sesuai Peraturan Menteri Keuangan No. 201/PMK.06/2010 tentang Kualitas Piutang Kementerian Negara/Lembaga dan Pembentukan Penyisihan Piutang Tidak Tertagih, Piutang Migas sebesar Rp5.145.286.422.767,00 disisihkan

Bagian Lancar Tagihan TGR Rp242,30 juta

Bagian Lancar Penerusan Pinjaman Rp4,46 triliun

sebesar lima per mil (5/1000) untuk kategori lancar dan sebesar sepuluh persen (10%) untuk kategori tidak lancar, sehingga nilai bersihnya (netto) menjadi sebesar Rp4.883.204.379.980,00.