• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4. Aspek afektif

Analisis dimensi aspek afektif pada soal Ujian Nasional dan Olimpiade Kimia SMA Tingkat Provinsi Tahun 2014-2016 dilakukan dengan mengidentifikasi soal-soal yang didalam penyajiannya dikaitkan dengan isu-isu kimia terkini yang baru saja terjadi. Dimensi aspek afektif ini selanjutnya dibagi menjadi satu komponen, komponen ini memiliki satu indikator. Komponen yang dimaksud disini adalah orang yang memiliki pengetahuan kimia mempunyai pandangan kimia yang menyeluruh dan realistis dan aplikasinya. Terlebih lagi, dia menunjukkan ketertarikan dalam isu-isu kimia khususnya dalam gagasan yang non-formal

82

(seperti program TV). Indikator literasi sains kimia dari komponen ini, yaitu menunjukkan ketertarikan peserta didik terhadap isu kimia terkini (q).

Ditinjau dari dimensi aspek afektif diperoleh hasil rata-rata perbandingan dari indikator tersebut untuk Ujian Nasional dan Olimpiade Kimia SMA Tingkat Provinsi Tahun 2014-2016, disajikan dalam grafik korelasi dimensi aspek afektif pada Soal Ujian Nasional dan Olimpiade Kimia SMA Tingkat Provinsi Tahun 2014-2016 ditunjukkan dalam Gambar 9.

Gambar 9. Grafik Korelasi Dimensi Aspek Afektif dalam Soal Ujian Nasional dan Olimpiade Kimia SMA Tingkat Provinsi Tahun 2014-2016 Keterangan :

q : menunjukkan ketertarikan peserta didik terhadap isu kimia terkini 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2 1.4 1.6 1.8 q UN OP R era ta Dimensi Aspe k Af ekti f (%)

83

Rincian presentase hasil analisis dimensi aspek afektif pada masing-masing indikator untuk soal Ujian Nasional Kimia ditunjukkan pada Tabel 5 dan untuk Olimpiade Kimia SMA Tingkat Provinsi ditunjukkan pada Tabel 6.

Berdasarkan analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa untuk indikator menunjukkan ketertarikan peserta didik terhadap isu kimia terkini paling banyak terdapat dalam soal UN Kimia Tahun 2014-2016, yaitu sebesar 1,67%. Rinciannya adalah bahwa dalam soal UN Kimia Tahun 2014 terdapat indikator ini dengan presentase 2,5%, namun dalam soal UN Kimia Tahun 2015-2016 tidak terdapat soal yang mengandung indikator ini. Soal Olimpiade Kimia SMA Tingkat Provinsi Tahun 2014-2016 memiliki presentase sebesar 0,92 untuk indikator ini, dengan rincian dalam soal OP Kimia Tahun 2014 dengan presentase 2,70%, namun dalam soal OP Kimia Tahun 2015-2016 tidak terdapat soal yang mengandung indikator ini.

Contoh soal yang mengandung indikator menunjukkan ketertarikan peserta didik terhadap isu kimia terkini (q), adalah sebagai berikut :

1). UN14.semua paket.36

Cara yang paling tepat dilakukan untuk melindungi hiasan rumah yang terbuat dari besi dari peristiwa-peristiwa korosi adalah ....

A. dilapisi dengan perak B. dilapisi dengan alurninium C. proteksi katodik

D. dilumuri dengan oli E. dilapisi dengan seng

Soal UN14.semua paket.36 termasuk kedalam indikator menunjukkan ketertarikan peserta didik terhadap isu kimia terkini (q) karena soal tersebut

84

meminta peserta didik untuk menentukan suatu cara untuk melindungi korosi. Adanya soal yang meminta respon dari peserta didik tersebut dapat digunakan untuk mengetahui adanya ketertarikan peserta didik terhadap isu-isu kimia yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Selain itu, dapat digunakan untuk melakukan penilaian terhadap respon yang akan dimunculkan oleh peserta didik, meskipun soal tersebut hanya dalam bentuk pilihan ganda tetapi kita dapat melihat sikap-sikap yang dimiliki oleh peserta didik.

Soal ini termasuk kedalam sikap mau meresponi (responding). Merespon menunjukkan sikap partisipasi yang aktif dari diri peserta didik. Merespon tidak hanya sekedar memperhatikan tetapi juga ikut terlibat secara aktif dalam situasi tersebut. Kemampuan yang diharapkan muncul adalah timbulnya kesadaran diri untuk mengikutsertakan diri secara suka rela terhadap suatu kegiatan sehingga dapat memberi kepuasan bagi dirinya sendiri, (Joesmani, 1998).

Soal tersebut juga termasuk kedalam indikator menjelaskan pengetahuan konseptual (f) karena untuk melindungi korosi pada barang-barang yang terbuat dari besi dapat dilakukan dengan menerapkan konsep reaksi redoks, yaitu melalui perlindungan katodik. Proses tersebut kita harus melakukan pengorbanan terhadap

logam yang bertindak sebagai anoda. E0sel besi harus lebih besar daripada E0sel

logam manapun. Logam pelindung ini akan ditanam dalam tanah atau air dekat logam yang akan dilindungi sehingga akan terbentuk “sel volta raksasa” dengan logam pelindung yang bertindak sebagai anoda.

85 2). OP14.ES.3e

Sumber utama fluorin adalah mineral fluorospar (juga disebut fluorite) yang

kandungan utamanya adalah kalsium fluorida, CaF2.

e. Pada tahap pertama pembebasan florin dari CaF2 haruskah reaksi ini

dipanaskan atau didinginkan?

Soal OP14.ES.3e termasuk kedalam indikator menunjukkan ketertarikan peserta didik terhadap isu kimia terkini (q) karena soal tersebut meminta peserta didik untuk memberikan pendapat mengenai perlakuan dalam pembebasan florin

dari CaF2 apakah harus dipanaskan atau didinginkan. Jawaban yang diberikan

setiap peserta didik tersebut dapat digunakan untuk mengetahui adanya ketertarikan peserta didik terhadap isu-isu kimia yang terjadi di lingkungan sekitarnya. Selain itu, dapat digunakan untuk melakukan penilaian terhadap kemampuan yang dimiliki oleh setiap peserta didik berkaitan dengan konsep perubahan entalpi.

Soal tersebut termasuk kedalam sikap mau menyatakan (characterization). Sikap mau menyatakan berarti individu telah memiliki sistem nilai yang dapat mengontrol perilakunya dalam kehidupan sehari-hari sehingga berkembang menjadi gaya hidup. Perilaku yang diharapkan yang akan muncul dalam proses pembelajaran berada pada rentang yang luas dengan tekanan utamanya adalah kenyataan bahwa peserta didik telah mempunyai perilaku khusus sebagai karakteristiknya serta mempunya pola tersendiri dalam penyesuaian pribadi, sosial, dan emosional (Joesmani, 1988).

Dari hasil analisis soal Ujian Nasional dan olimpiade Kimia SMA Tingkat Provinsi Tahun 2014-2016 tersebut, ternyata terdapat beberapa soal yang

86

mengandung lebih dari satu indikator. Berikut ini terdapat beberapa soal yang mengandung lebih dari satu indikator literasi sains kimia, diantaranya :

1). UN14.13.08

Perhatikan data percobaan daya hantar listrik air dari berbagai sumber yang tercemar limbah :

Jenis Air Nyala Lampu Pengamatan Lain Derajat

Ionisasi (œ)

(1) Redup Ada Gelembung 0,8

(2) Terang Ada Gelembung gas 1

(3) Redup Ada Gelembung gas 0,2

(4) Redup Ada Gelembung gas 0,8

(5) Terang Ada Gelembung gas 1

Berdasarkan data tersebut, air tercemar limbah yang digolongkan dalam elektrolit kuat adalah ....

A.(1) dan (3) B.(1) dan (5) C.(2) dan (3) D.(2) dan (5) E. (3) dan (4)

Soal UN14.13.08 mengandung empat indikator literasi sains kimia, yaitu menggunakan hasil eksperimen untuk menjelaskan fenomena kimia (d), menjelaskan pengetahuan konseptual (f), memberikan penjelasan makroskopik dari fenomena kimia (j), dan mengetahui peran penting pengetahuan kimia untuk menjelaskan fenomena sehari-hari (l).

Soal tersebut mengandung indikator menggunakan hasil eksperimen untuk menjelaskan fenomena kimia (d), karena di dalam soal tersebut disajikan tabel secara berulang mengenai hasil percobaan pengujian daya hantar listrik air dari berbagai sumber yang tercemar limbah. Data yang disajikan tersebut merupakan informasi untuk menjawab pertanyaan yang ditujukan dari soal. Adanya tabel

87

hasil percobaan pengujian air limbah tersebut, sangat membantu peserta didik dalam menentukan air limbah mana yang tergolong sebagai elektrolit kuat.

Indikator kedua yang terkandung dalam soal tersebut adalah menjelaskan pengetahuan konseptual (f), hal ini karena untuk dapat menyelesaikan soal tersebut peserta didik dituntut untuk mengetahui konsep maupun ciri-ciri dari larutan elektrolit kuat. Larutan elektrolit merupakan larutan yang dapat menghantarkan arus listrik sehingga ketika dilakukan pengujian pada air limbah yang termasuk larutan elektrolit kuat akan dapat menyalakan lampu dengan terang. Selanjutnya akan terjadi reaksi reduksi dari air (H2O) sehingga disekitar

elektrode akan terdapat banyak gelembung gas yang merupakan gas (H2), dan

harga energi ionisasinya adalah satu (œ =1). Soal tersebut tergolong soal konseptual tentang klasifikasi dan kategori hal ini dikarenakan soal tersebut menuntut peserta didik untuk mengklasifikasikan ciri-ciri khusus yang dimiliki larutan elektrolit kuat dari hasil pengujian air limbah. Pengetahuan tentang klasifikasi dan kategori meliputi kategori, kelas, pembagian, dan penyusunan spesifik yang digunakan dalam pokok bahasan suatu materi (Suwarto, 2010). Indikator selanjutnya yang terdapat dalam soal tersebut adalah memberikan penjelasan makroskopik dari fenomena kimia (j), karena di dalam soal tersebut disajikan tabel mengenai hasil percobaan pengujian pada air limbah. Data yang disajikan dalam tabel tersebut merupakan data yang dapat diamati oleh mata manusia secara langsung. Pengujian air limbah yang mengandung elektrolit kuat dalam percobaannya akan dapat menyalakan lampu dengan terang. Selain itu,

88

Indikator terakhir yang terdapat dalam soal adalah mengetahui peran penting

pengetahuan kimia untuk menjelaskan fenomena sehari-hari (l) untuk jenis konteks lingkungan. Hal ini dikarenakan dalam soal tersebut membahas mengenai pengujian pada air limbah dari berbagai sumber. Air limbah ini termasuk salah satu jenis permasalahan yang berkaitan dengan lingkungan. Namun, jika air limbah tersebut merupakan larutan elektrolit kuat maka dapat dimanfaatkan sebagai energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.

2). OP15.ES.01

Mineral dan senyawa mangan

Pyrolusite adalah suatu mineral mangan dioksida yang berwarna kehitaman atau coklat yang merupakan sumber utama bijih mangan.

Carl Scheele di tahun 1774 melakukan percobaan dengan menambahkan

sejumlah asam sulfat ke dalam mineral pyrolusite, ternyata dia memperoleh

suatu gas A yang berupa suatu unsur. Pada temperatur ruang, gas A tersebut

tidak berwarna, serta tidak mempunyai bau dan rasa. Pada percobaan berikutnya, ke dalam mineral tersebut dia menambahkan larutan asam klorida,

dan menghasilkan gas B, yang juga berupa unsur berwarna kuning-kehijauan

dengan bau yang kuat dan khas, serta gas tersebut dikenal luas banyak dihasilkan dalam kebanyakan zat pemutih rumah tangga.

a.Tuliskan persamaan reaksi untuk eksperimen Scheele tersebut, yaitu reaksi antara mineral pyrolusite dengan asam sulfat dan dengan asam klorida, serta tuliskan nama gas A dan gas B

89

Ke dalam mineral MnO2 ditambahkan campuran larutan BaCl2 dan larutan

H2SO4

c. Tuliskan reaksi yang terjadi dalam campuran tersebut Pyrolusite mempunyai struktur tetragonal ( Gambar 2)

Dalam sel unitnya (sel satuannya) , a = b = 4,4 Å dan c = 2,9 Å

d. Hitunglah rapat massa pyrolusite (dalam g/cm3)

Mangan dioksida yang terkandung dalam mineral pyrolusite dapat digunakan

sebagai sumber untuk pembuatan KMnO4 berdasarkan reaksi:

2MnO2 + 2KOH + O2 2KMnO4 + H2

Untuk membuat KMnO4 ke dalam 1 kg bubuk pyrolusite ditambahkan

sejumlah larutan pekat KOH berlebih dan kemudian ke dalamnya dialirkan gas

O2 yang juga berlebih. Setelah reaksi berakhir, dan kemudian produk KMnO4

diisolasi, ternyata diperoleh sebanyak 1,185 kg KMnO4 murni. Bila dianggap

dalam proses tersebut hanya MnO2 dalam pyrolusite yang bereaksi, maka:

e. Hitunglah persen berat MnO2 dalam pyrolusite

f. Hitunglah berapa liter volume gas H2 yang dapat dihasilkan reaksi

tersebut (diketahui volume gas pada STP = 22,4 L/mol)

Soal OP15.ES.01 mengandung empat indikator literasi sains kimia, yaitu menjelaskan pengetahuan konseptual (f), memberikan penjelasan makroskopik dari fenomena kimia (i), memberikan penjelasan sub-mikroskopik dari fenomena kimia (j), dan memberikan penjelasan simbolik dari fenomena kimia (k).

Indikator pertama yang terdapat dalam soal tersebut adalah menjelaskan pengetahuan konseptual (f), karena pada soal f peserta didik diminta untuk

90

soal tersebut peserta didik dituntut untuk mengetahui konsep dari konsep mol

(stoikiometri) mengenai volume molar gas (Vm). Menurut Avogadro, pada suhu

dan tekanan yang sama, gas-gas dengan jumlah molekul yang sama akan mempunyai volume gas yang sama pula. Jika peserta didik sudah paham dengan konsep ini, tentu peserta didik akan dapat mengerjakan soal tersebut dengan mudah.

Indikator kedua yang terdapat dalam soal tersebut adalah memberikan penjelasan sub-mikroskopik dari fenomena kimia (j), hal ini karena didalam soal tersebut disajikan gambar (gambar 2) mengenai bentuk geometri dari pyrolusite yang memiliki bentuk struktur tetragonal. Informasi yang diberikan ini tentunya bermanfaat untuk menjawab pertanyaan d, yaitu untuk menghitung rapat massa dari pyrolusite (MnO2).

Indikator selanjutnya yang terdapat dalam soal tolimpiade tersebut adalah memberikan penjelasan makroskopik dari fenomena kimia (j), karena di dalam soal tersebut dijelaskan bahwa pyrolusite tersebut merupakan suatu bijih mangan yang berwarna kehitaman atau coklat. Selain itu, dalam soal juga disajikan mengenai gambar dari pyrolusite tersebut, yang di dalam dunia nyata bijih mangan tersebut dapat dilihat langsung oleh mata.

Indikator terakhir yang terdapat dalam soal adalah memberikan penjelasan simbolik dari fenomena kimia (k), karena pada soal a peserta didik dituntut untuk membuat persamaan reaksi dari eksperimen yang dilakukan oleh Scheele, yaitu reaksi antara mineral pyrolusite dengan asam sulfat dan dengan asam klorida,

91

merupakan representasi dari submikro untuk menggambarkan atom, baik terdiri dari satu unsur atau tergabung dalam grup dari beberapa unsur, atau huruf untuk

mengindikasikan keadaan fisik dari suatu zat seperti (solid (s), liquid (l), gas (g),

dan aqueous (aq), dan larutan lain), juga dapat digunakan untuk persamaan ionik dan kimia (Addin, Ashadi, & Masykuri, 2016).

92 BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

Dokumen terkait