HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2. Kimia dalam konteks
Analisis dimensi kimia dalam konteks pada soal Ujian Nasional dan Olimpiade Kimia SMA Tingkat Provinsi Tahun 2014-2016 dilakukan dengan mengidentifikasi soal-soal yang didalam penyajiannya dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Dimensi kimia dalam konteks ini selanjutnya dibagi menjadi tiga komponen, masing-masing komponen memiliki satu indikator.
65
Komponen yang pertama, yaitu mengetahui peran penting pengetahuan kimia untuk menjelaskan fenomena sehari-hari. Indikator literasi sains kimia dari komponen ini adalah mengetahui peran penting pengetahuan kimia untuk menjelaskan fenomena sehari-hari (l).
Komponen yang kedua dari dimensi kimia dalam konteks adalah menggunakan pemahaman kimianya dalam kehidupan kesehariannya, sebagai konsumen produk dan teknologi baru, pengambilan keputusan dan partisipasi dalam debat sosial yang berhubungan dengan isu-isu kimia. Indikator literasi sains kimia dari komponen ini adalah menggunakan pemahaman kimianya untuk mengambil keputusan yang berhubungan dengan isu kimia (m).
Komponen yang ketiga dari dimensi kimia dalam konteks adalah mengerti mengenai hubungan antara inovasi kimia dan proses sosial. Indikator literasi sains kimia dari komponen ini adalah menghubungkan antara inovasi kimia dan proses sosial dalam menanggapi isu kimia (n).
Ditinjau dari dimensi kimia dalam konteks diperoleh hasil rata-rata perbandingan dari tiga indikator tersebut untuk Ujian Nasional dan Olimpiade Kimia SMA Tingkat Provinsi Tahun 2014-2016, disajikan dalam grafik korelasi dimensi kimia dalam konteks pada Soal Ujian Nasional dan Olimpiade Kimia SMA Tingkat Provinsi Tahun 2014-2016 ditunjukkan dalam Gambar 5 dan Gambar 6.
66
Gambar 5. Grafik Korelasi Dimensi Kimia dalam Konteks pada Soal Ujian Nasional Tahun 2014-2016
Gambar 6. Grafik Korelasi Dimensi Kimia dalam Konteks pada Soal Olimpiade Kimia SMA Tingkat Provinsi Tahun 2014-2016
0 5 10 15 20 25 30 l m n UN 2014 UN 2015 UN 2016 R at a-rat a D im ens i K im ia dal am K ont ek s (%)
Indikator Literasi Sains Kimia
0 2 4 6 8 10 12 l m n OP 2014 OP 2015 OP 2016 R at a-rat a D im ens i K im ia dal am K ont ek s (%)
67 Keterangan :
l : Mengetahui peran penting pengetahuan kimia untuk menjelaskan fenomena sehari-hari
m : Menggunakan pemahaman kimianya untuk mengambil keputusan yang berhubungan dengan isu kimia
n : Menghubungkan antara inovasi kimia dan proses sosial dalam menanggapi isu kimia
Rincian presentase hasil analisis dimensi kimia dalam konteks pada masing-masing indikator untuk soal Ujian Nasional Kimia ditunjukkan pada Tabel 5 dan untuk Olimpiade Kimia SMA Tingkat Provinsi ditunjukkan pada Tabel 6.
Berdasarkan analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa indikator yang paling banyak terkandung di dalam soal baik ujian nasional maupun olimpiade adalah mengetahui peran penting pengetahuan kimia untuk menjelaskan fenomena sehari-hari (l). Soal UN Kimia Tahun 2014 merupakan soal yang paling banyak mengandung indikator ini dengan presentase sebesar 25,25%. Diikuti soal UN Kimia Tahun 2015 (19%) dan UN Kimia Tahun 2016 (7,5%). Soal Olimpiade Kimia SMA Tingkat Provinsi (OP), OP Kimia Tahun 2015 memiliki presentase yang paling besar untuk indikator ini, yaitu sebesar 11,11%, untuk OP Kimia 2016 (8,33%) dan OP Kimia 2014 (5,41%). Berdasarkan hasil analisis secara keseluruhan, soal Ujian nasional memiliki presentase paling besar dibandingkan dengan soal Olimpiade Kimia SMA Tingkat Provinsi untuk indikator ini. Rata-rata presentase UN Kimia (21,25%) dan OP Kimia (8,26%).
Indikator selanjutnya, yaitu menggunakan pemahaman kimianya untuk mengambil keputusan yang berhubungan dengan isu kimia (m) dan
68
menghubungkan antara inovasi kimia dan proses sosial dalam menanggapi isu kimia (n) tidak terkandung dalam soal baik ujian nasional maupun olimpiade. Jadi, dapat dikatakan untuk indikator (m) dan (n) memiliki presentase sebesar 0%.
Berdasarkan ringkasan studi PISA tahun 2006, dijelaskan bahwa terdapat lima jenis konteks dalam sains, yaitu kesehatan, sumber daya alam, lingkungan, bahaya, serta sains dan teknologi yang diaplikasikan secara personal, sosial, maupun global. Di dalam soal Ujian Nasional dan Olimpiade Kimia SMA Tingkat Provinsi Tahun 2014-2016 terdapat beberapa soal yang mengandung jenis konteks tarsebut. Soal Ujian Nasional Kimia Tahun 2014-2016 hanya mengandung jenis konteks sumber daya alam, lingkungan, serta sains dan teknologi. Berbeda halnya dengan soal Olimpiade Kimia SMA Tingkat Provinsi Tahun 2014-2016 yang mengandung konteks kesehatan, sumber daya alam, serta sains dan teknologi.
Soal Ujian Nasional Kimia Tahun 2014-2016 tidak terdapat soal yang mengandung konteks kesehatan atau dapat dikatakan presentasenya 0%. Berbeda halnya dengan soal Olimpiade Kimia SMA Tingkat Provinsi Tahun 2014-2016 yang memiliki presentase sebesar 3,67% untuk jenis konteks kesehatan. Contoh soal yang mengandung indikator mengetahui peran penting pengetahuan kimia untuk menjelaskan fenomena sehari-hari (l) untuk jenis konteks kesehatan, adalah sebagai berikut:
1). OP15.ES.04
Senyawa hidroksi apatit adalah senyawa pembentuk tulang dan gigi yang
memiliki rumus kimia Ca5(PO4)3OH. Untuk mencegah lubang pada gigi, pasta
gigi mengandung senyawa yang dapat melepaskan ion F-dan membentuk
69
Soal OP15.ES.04 merupakan bagian dari soal OP Kimia Tahun 2015 esai nomor 4 yang mengandung jenis konteks kesehatan karena didalamnya memberikan pengetahuan pada peserta didik berkaitan dengan kesehatan gigi. Dengan adanya soal ini, akan memberikan tambahan pengetahuan kepada peserta didik mengenai senyawa yang dapat membentuk tulang dan gigi serta dapat mencegah gigi berlubang. Namun, dalam soal Ujian Nasional Kimia Tahun 2014-2016 tidak terdapat soal yang mengandung indikator mengetahui peran penting pengetahuan kimia untuk menjelaskan fenomena sehari-hari (l) untuk jenis konteks kesehatan.
Soal Ujian Nasional Kimia Tahun 2014-2016 terdapat soal yang mengandung konteks sumber daya alam, yaitu sebesar 0,25%. Begitu juga dengan soal Olimpiade Kimia SMA Tingkat Provinsi Tahun 2014-2016 yang memiliki presentase sebesar 1,83%. Contoh soal yang mengandung indikator mengetahui peran penting pengetahuan kimia untuk menjelaskan fenomena sehari-hari (l) untuk jenis konteks sumber daya alam, adalah sebagai berikut:
1). UN15.04.07
Pada peristiwa pembakaran gas LPG yang mengandung propana menghasilkan gas karbon dioksida dan uap air. Persamaan reaksi yang sesuai dengan peristiwa tersebut adalah ,...
A. C3H8 (g) CO2 (g) + H2O (l) B. C3H8 (g) 3CO2 (g) + 4H2O (l) C. C3H8 (g) + O2(g) CO2 (g) + H2O (l) D. C3H8 (g) + O2(g) 3CO2 (g) + 4H2O (l) E. C3H8 (g) + 5O2(g) 3CO2 (g) + 4H2O (l)
Soal UN15.04.07 termasuk dalam konteks sumber daya alam karena dalam soal tersebut menjelaskan pemanfaatan dari alam, yaitu gas propana yang
70
digunakan sebagai gas pengisi pada tabung LPG. Dalam peristiwa pembakaran gas LPG tentunya mengalami reaksi kimia, peserta didik diminta untuk menuliskan persamaan reaksi dari terjadinya reaksi kimia dari pembakaran gas LPG. Soal dengan bentuk seperti ini, selain memacu peserta didik untuk berfikir mengenai terjadinya reaksi juga dapat memberikan pengetahuan bagi peserta didik mengenai reaksi yang terjadi selama proses pembakaran gas LPG.
Selain mengandung konteks sains soal tersebut juga termasuk kedalam indikator memberikan penjelasan simbolik dari fenomena kimia (k) karena peserta didik diminta untuk menentukan persamaan reaksi yang tepat dari proses pembakaran gas LPG. Soal tersebut juga termasuk kedalam indikator menjelaskan pengetahuan konseptual (f) karena selain menentukan persamaan reaksi yang tepat peserta didik juga diminta untuk menyetarakan reaksi tersebut sesuai dengan konsep penyetaraan reaksi.
2). OP16.ES.06
Daun herbal dan kandungannya
Senyawa hidrokarbon ß-osimena banyak terkandung dalam daun herbal,
misalnya daun kemangi (Ocinum bassilum, Ferina citratum) yang mempunyai
aroma dan cita rasa menarik. Senyawa ini mempunyai rumus molekul C10H16
dan mengabsorbsi sinar UV pada panjang gelombang = 232 nm.
Soal OP16.ES.06 termasuk dalam konteks sumber daya alam karena dalam soal tersebut menjelaskan karakteristik dari daun kemangi. Daun kemangi merupakan salah satu tumbuhan yang dapat tumbuh di alam bebas dan daun ini banyak dimanfaatkan sebagai pemberi aroma dalam makanan.
Soal Ujian Nasional Kimia Tahun 2014-2016 memiliki soal yang mengandung konteks lingkungan, yaitu sebesar 1,92%. Berbeda halnya dengan soal Olimpiade
71
Kimia SMA Tingkat Provinsi Tahun 2014-2016 yang tidak memiliki jenis konteks lingkungan atau dapat dikatakan presentasenya 0%. Contoh soal yang mengandung indikator mengetahui peran penting pengetahuan kimia untuk menjelaskan fenomena sehari-hari (l) untuk jenis konteks lingkungan, adalah sebagai berikut :
1). UN14.19.07
Di daerah bukit kapur, air sukar berbuih. Hal ini disebabkan terjadi kesadahan sementara pada air tersebut. Kesadahan sementara tersebut dapat dihilangkan dengan pemanasan. Persamaan reaksi setara yang tepat untuk pernyataan tersebut adalah ....
A. CaCO3(s) + CO2(g) +H2O(l) Ca(HCO3)2(aq) B. MgSO4(s) + CO2(g) +H2O(l) Mg(HCO3)2(aq)
C. CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g)
D. Ca(HCO3)2(aq) CaCO3(s) + CO2(g) +H2O(l)
E. MgSO4(aq) MgO(s) + SO3(g)
Soal UN14.19.07 termasuk dalam konteks lingkungan karena soal tersebut berkaitan dengan terjadinya fenomena alam disuatu tempat yang mengalami reaksi kimia. Kesadahan ini dapat terjadi karena adanya kandungan kapur yang berlebih pada air yang disebabkan oleh lapisan tanah kapur yang dilaluinya. Selain mengandung konteks sains soal tersebut juga mengandung indikator memberikan penjelasan simbolik dari fenomena kimia (k) karena peserta didik diminta untuk menentukan persamaan reaksi yang tepat dari proses penghilangan kesadahan melalui pemanasan.
Soal Ujian Nasional Kimia Tahun 2014-2016 memiliki beberapa soal yang mengandung konteks sains dan teknologi, yaitu sebesar 19,08%. Sama halnya dengan soal Olimpiade Kimia SMA Tingkat Provinsi Tahun 2014-2016 yang
72
memiliki presentase sebesar 2,75%. Contoh soal yang mengandung indikator mengetahui peran penting pengetahuan kimia untuk menjelaskan fenomena sehari-hari (l) untuk jenis konteks sains dan teknologi, adalah sebagai berikut :
1). UN14.02.07
Senyawa natrium hidrogen karbonat atau yang dikenal dengan nama soda kue banyak digunakan untuk mengembangkan adonan kue. Pada saat dipanaskan soda kue terurai menghasilkan natrium karbonat, air dan gas karbon dioksida yang menyebabkan adonan kue mengembang. Persamaan reaksinya dapat dituliskan sebagai berikut ....
A. Na2HCO3(s) Na2CO3 (s) + H2O (l) + CO2 (g) B. 2NaHCO3(s) Na2CO3 (s) + H2O (l) + CO2 (g) C. NaHCO3(s) NaCO3 (s) + H2O (l) + CO2 (g) D. NaH2CO3(s) NaCO3 (s) + H2O (l) + CO2 (g) E. NaHCO3(s) Na2CO3 (s) + H2O (l) + CO2 (g)
Soal UN14.02.07 termasuk kedalam konteks perkembangan sains dan teknologi. Hal ini dikarenakan dalam soal tersebut dipaparkan mengenai adanya senyawa yang dapat mengembangkan adonan kue, yaitu natrium hidrogen karbonat atau soda kue. Penentuan senyawa ini sebagai bahan pengembang tentunya sudah mengalami beberapa kali eksperimen hingga dipastikan bahwa senyawa natrium hidrogen karbonat tersebut dapat digunakan untuk mengembangkan adonan kue.
Selain mengandung konteks sains soal tersebut juga termasuk kedalam indikator memberikan penjelasan simbolik dari fenomena kimia (k). Hal ini karena berkaitan dengan penentuan persamaan reaksi yang merupakan simbol dari reaksi kimia ketika natrium hidrogen karbonat atau soda kue dipanaskan.
73 2). OP14.ES.04
Aditif dalam deterjen, natrium tripolifosfat
Senyawa natrium tripolyfosfat Na5P3O10, dihasilkan dari proses pemanasan
stoikiometri dinatriumfosfat, Na2HPO4, dan mononatriumfosfat, NaH2PO4,
dibawah kondisi yang terkendali. Senyawa ini digunakan sebagai aditif dalam deterjen untuk mengikat ion Ca2+ dan Mg2+ dalam air sadah sehingga dapat mencegah pengendapan garam asam lemak pada pakaian yang dicuci.
Soal OP14.ES.04 merupakan bagian dari soal OP Kimia Tahun 2014 esai nomor 4 yang mengandung jenis konteks sains dan teknologi. Teknologi yang dimaksud disini adalah pemanfaatan senyawa natrium tripolifosfat yang biasanya ditambahkan pada deterjen untuk mengurangi kesadahan dalam air. Soal tersebut dapat memberikan pengetahuan tambahan pada peserta didik terutama mengenai senyawa-senyawa yang bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
Indikator selanjutnya, yaitu menggunakan pemahaman kimianya untuk mengambil keputusan yang berhubungan dengan isu kimia (m) dan menghubungkan antara inovasi kimia dan proses sosial dalam menanggapi isu kimia (n). Indikator menggunakan pemahaman kimianya untuk mengambil keputusan yang berhubungan dengan isu kimia (m) yang dimaksud disini adalah keputusan yang dapat mempengaruhi masyarakat luas termasuk juga pemerintah terkait dengan isu-isu kimia yang terjadi dilingkungan masyarakat. Sedangkan untuk indikator menghubungkan antara inovasi kimia dan proses sosial dalam menanggapi isu kimia (n) yang dimaksud disini adalah pembuatan suatu produk baru terutama dibidang kimia yang dapat digunakan untuk menanggapi permasalahan atau isu-isu kimia.
74
Kedua indikator ini, yaitu menggunakan pemahaman kimianya untuk mengambil keputusan yang berhubungan dengan isu kimia (m) dan menghubungkan antara inovasi kimia dan proses sosial dalam menanggapi isu kimia (n) tidak terdapat dalam soal Ujian Nasional maupun Olimpiade Kimia SMA Tingkat Provinsi Tahun 2014-2016. Hal ini dikarenakan kebanyakan dalam soal ujian nasional maupun olimpiade hanya mengukur tingkat kognitif sehingga soal yang dibuat disesuaikan dengan kemampuan peserta didik. Bentuk soal yang dibuatpun kebanyakan dalam bentuk pilihan ganda yang tidak memerlukan penjelasan jawaban dari setiap soal. Meskipun di dalam soal olimpiade terdapat soal esai, namun jawaban yang dimintapun tidak memerlukan analisis yang dapat menimbulkan persepsi ganda.